Israel Tolak Inspeksi Senjata Nuklir Miliknya

ISRAEL (Jurnalislam.com) – Surat kabar Israel Haaretz melaporkan pada hari Senin, 3 Agustus 2015, bahwa Israel "telah memulai kampanye diplomatik dalam rangka menggagalkan resolusi menyerahkan fasilitas nuklirnya untuk pengawasan internasional."

Haaretz melaporkan bahwa rancangan resolusi yang diserahkan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA), didukung oleh Mesir, Yordania dan negara-negara Arab dan Islam lainnya.

Surat kabar itu mencatat bahwa seorang pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan kekhawatirannya bahwa kesepakatan dengan Iran akan membuat sulit bagi Israel menghadapi permintaan seperti itu.

Rancangan resolusi akan memaksa Israel membuka fasilitas nuklirnya untuk inspektur internasional. Resolusi tersebut juga menyerukan pertemuan komite internasional khusus untuk membuat Timur Tengah menjadi zona bebas nuklir.

Haaretz juga mengatakan bahwa resolusi tersebut, jika disahkan, tidak akan mengikat di bawah Dewan Keamanan PBB, tetapi akan menyebabkan kerusakan politik yang signifikan bagi Israel, membawa perhatian internasional kepada fasilitas nuklir Israel dan meminta IAEA untuk mengambil langkah lebih lanjut terhadap Israel.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Helikopter Militer Afghanistan Ditembak Jatuh Mujahidin IIA di Zabul selatan

ZABUL (Jurnalislam.com) – Sebuah helikopter buatan Rusia M-17 milik  tentara Nasional  Afghanistan yang melintas di wilayah Lwarhgi kabupaten Nawbahar menjadi sasaran tembak roket Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di daerah Akram Qala sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat, El Emarah News melaporkan Kamis (06/08/2015).

Helikopter terbakar setelah ditembak, lalu jatuh di wilayah Malkezo, pinggiran distrik Shinki dengan jumlah total korban  25 orang termasuk 5 pilot,15 polisi ANA dan 3 spesialis rekonstruksi juga tewas.

Kepala polisi di provinsi Zabul, Mirwais Noorzai, mengatakan kepada Aljazeera, “Helikopter Angkatan Darat Nasional Afghanistan jatuh di daerah terpencil provinsi pada Kamis pagi, membunuh 5 pilot dan 12 tentara Nasional Afghanistan”.

Sekitar dua jam kemudian, sebuah truk militer ANA hancur terkena ranjau darat di wilayah Lwarhgi, membunuh semua pasukan yang berada di dalam truk.

Deddy | Shahamat | Aljazeera | Jurniscom

Komunitas Muslim Malawi Perangi Prostitusi Remaja di Negaranya

MALAWI (Jurnalislam.com) – Komunitas Muslim di Malawi telah bergabung dengan sektor-sektor masyarakat lain dalam memerangi meningkatnya kadar prostitusi remaja yang telah mencapai proporsi mengkhawatirkan di negara Afrika bagian selatan.

"Terdapat tingkat pertumbuhan prostitusi remaja di negara ini. Ada ratusan remaja di rumah bordil dan di jalan-jalan di kota-kota besar dan juga kota-kota kecil, menjual tubuh mereka untuk hidup, situasi yang jika dibiarkan terus, akan membunuh struktur sosial negeri ini," Alhaj Jafaliee Kawinga, Presiden Forum Islam untuk Demokrasi dan Pembangunan (MUSFORD), mengatakan kepada OnIslam.net.

"Situasi ini memaksa kita melakukan inisiatif menyelamatkan gadis-gadis remaja kita dari tindakan yang tidak manusiawi ini. Kita akan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap kejahatan ini terlepas apa keyakinan agama mereka, sehingga setiap orang harus terlibat dalam memerangi prostitusi remaja," tambah Kawinga.

Menurut Departemen Perempuan, Kesejahteraan Anak dan Jasa Komunitas, puluhan anak-anak berusia 10 tahun saat ini bekerja di rumah bordil di mana mereka dibayar dengan hanya sedikit uang untuk kelangsungan hidup mereka.

Kawinga mengatakan organisasinya memberdayakan para penegak hukum, pemimpin tradisional dan agama untuk bekerja sama membasmi fenomena yang paling cepat berkembang ini.

"Dengan memberdayakan kelompok-kelompok berpengaruh, kami yakin bahwa jumlah anak yang memulai usaha ini akan diminimalkan. Kelompok ini hidup dengan anak-anak di masyarakat. Karena itu seharusnya mudah untuk menghentikan praktek ini."

Tingkat kemiskinan dan rusaknya keutuhan keluarga di negara tersebut dinilai oleh Bank Dunia sebagai salah satu yang paling parah di sub-Sahara Afrika, dengan mayoritas masyarakat miskinnya berjuang untuk bertahan hidup dengan kurang dari US $ 1 satu hari.

"Ada tingkat pertumbuhan kemiskinan di negeri ini, ditambah dengan kematian akibat HIV dan AIDS,  yang menyebabkan kematian para pencari nafkah sehingga meninggalkan puluhan anak yatim tanpa dukungan berkelanjutan, kata Kawinga.

"Dan dalam upaya putus asa untuk bertahan hidup, anak-anak turun ke jalan sebagai pelacur," tambahnya.

Sependapat dengan Kawinga, Syeikh Muhammad Idrissa, dan Ketua Asosiasi Muslim Nasional Malawi (MAM) mengatakan organisasinya telah memperhatikan kenaikan prostitusi anak di negeri ini dengan "keprihatinan yang mendalam".

"Selain ancaman pandemi HIV dan AIDS, kami juga khawatir melihat prostitusi remaja yang berkembang di Malawi akhir-akhir ini," kata Idrissa kepada OnIslam.net.

"Anak-anak melarikan diri dari rumah mereka untuk tinggal di rumah bordil di kota-kota dan kota-kota, di mana mereka mendapatkan uang untuk hidup. Ini adalah pengembangan mengganggu dan mengkhawatirkan di negara ini, yang memiliki salah satu kasus HIV dan AIDS tertinggi di Afrika. "

Dia mengatakan sebagai pemimpin lembaga umat Islam di negara ini, organisasinya telah mengulurkan tangan untuk setia dengan pesan yang akan membantu memerangi "pandemi" yang meningkat ini.

"Kami menghimbau masyarakat untuk bangkit melawan tantangan ini, sebelum menjadi begitu dahsyat. Kita tidak bisa bicara memerangi HIV dan AIDS, jika kita membiarkan prostitusi remaja terus berkembang. Seluruh tujuan memerangi pandemi akan menjadi tidak berarti," kata Idrissa.

“Muslim atau bukan, mari kita bersama-sama bangkit dan mengalahkan fenomena ini. Ini adalah pandemi yang harus kita lawan. Kita adalah Muslim, mari kita pecahkan tantangan yang berkembang di masyarakat kita ini."

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Imarah Islam Afghanistan Pubikasikan Kamp Pelatihan di Paktia

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sebuah armada tempur Imarah Islam Afghanistan (Taliban Afghanistan) mempromosikan kamp pelatihan untuk mujahidin di provinsi Afghanistan timur, Paktia. Kamp ini terletak di distrik yang dikendalikan oleh Haqqani rumah bagi mujahidin Al Qaeda di masa lalu. (baca juga: Jalaluddin Haqqani Dukung Amir Mullah Akhtar Muhammad Mansur, Serukan Persatuan)

Beberapa foto dari "Training Camp Shaheed Ustaz Aasim in the Lions Den" dimasukkan ke akun Twitter milik seorang mujahidin Taliban. Foto-foto yang diterbitkan menunjukkan pelatihan selusin pejuang dengan senapan serbu dan senapan mesin PK di lapangan terbuka. Jihadis memegang dua bendera Taliban putih besar saat pejuang berlatih.

"Distrik tersebut jelas dikendalikan Taliban dan mereka dapat beroperasi di tempat terbuka di sana," kata seorang pejabat intelijen dari Zurmat, sebagaimana yang dilansir The Long War Journal, Rabu (05/08/2015).

Distrik Zurmat adalah benteng pasukan Haqqani, sub pasukan Imarah Islam Afghanistan yang beroperasi di Afghanistan timur, utara, selatan, dan tengah. Siraj Haqqani, komandan operasional Imarah, adalah salah satu dari dua deputi amir baru Imarah Islam Afghanistan, Mullah Akhtar Mohammad Mansour. Jalaluddin Haqqani, pendiri dan ayah Siraj, adalah pemimpin jihad berpengaruh dan anggota Majelis Syura.

Deddy | Jurniscom

Mujahidin IIA: 3 Pos Musuh Direbut, 6 Desa di Dehrawod Dikuasai

Uruzgan  (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam di wilayah Jaghzedar kabupaten Dehrawod melakukan serangan terhadap tentara musuh semalam, berhasil menguasai 3 pos pemeriksaan dan membersihkan pasukan musuh di 6 desa, yaitu Haji Muhammad Jan Aka Karez, Jaghzedar, Sangar, Chini, Baghal dan Dargi, EL EMarah News melaporkan Rabu (05/08/2015).

Sejumlah tentara bayaran tewas dan terluka dalam operasi tersebut, sementara 3 sepeda motor militer, senjata dan peralatan lainnya disita sebagai ghonimah.

Daerah Jaghzedar ditargetkan dengan mortir pada Selasa, 4 Agustus 2015, pagi. Satu buah mortar mengenai masjid setempat, menewaskan 2 penduduk desa dan melukai 4 lainnya. Kita adalah milik Allah dan kepada-Nya pasti kita kembali.

Deddy | Shahamat | Jurniscom

 

 

Zionis Bangun Pemandian Ritual Yahudi di Selatan Al Aqsha

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Pemerintah Israel melakukan penggalian luas di kawasan Ras Amod, Silwan, Selatan Masjidil Aqsha Mubarak, untuk pembangunan tempat pemandian keagamaan di dekat pemukiman Ma’aleh Hazitim Israel.

Menurut Wadi Hulwah Information Center dalam rilisnya, Rabu (05/08/2015)  pemerintah Israel sejak beberapa hari lalu melakukan penggalian luas di kawasan pemukiman Ma’aleh Hazitim untuk membangun tempat pemandian keagamaan yahudi di lahan seluas 1 acre (0,4 hektar), dari luas 2,5 acre lahan publik, sebagaimana yang dilansir Infopalestina.  

Komite pemukiman yahudi sejak dua tahun lalu telah mengajukan proposal pembangunan pemandian keagamaan yang berdampingan dengan pemukiman yahudi, yang akan digunakan untuk menunaikan ritual keagamaan yahudi.

Perijinan dari segenap pihak terkait sudah selesai dan didanai pemkot Israel senilai 1,5 juta shekel (sekitar 400 ribu USD) yang akan dibangun tempat khusus untuk laki-laki dan khusus untuk perempuan, termasuk pembangunan tempat pemandian ketiga yang akan dihubungkan langsung dengan pemukiman yahudi.

Pemkot Israel di Al-Quds bidang pembangunan gedung keagamaan yang menjadi pengawas telah mengkhususkan lahan yang boleh digunakan oleh pemukim yahudi saja, meski berdekatan dengan fasilitas public, dan mengabaikan kebutuhan warga lainnya.

Kebijakan ini mencerminkan tindakan rasialisme pemerintah Israel, dengan menggelontorkan jutaan shekel untuk proyek pemukiman di seantero kota Al-Quds terjajah.

Sebelumnya pemkot Israel telah membangun tembok tambahan setinggi 4 meter, dan pembatas besi sepanjang 8 meter di kawasan tersebut, yang akan menghalangi warga menggunakan fasilitas umum di wilayah tersebut.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

AQIM Serang Pos Militer Mali di Gourma Rharouss, 10 Tentara Tewas

MALI (Jurnalislam.com)Al Qaeda Maghreb Islam (AQIM), cabang resmi al Qaeda di Afrika Utara, mengaku bertanggungjawab atas serangan kemarin terhadap tentara Mali dekat kota Timbuktu di Mali utara. Serangan yang terjadi pada sebuah pos militer di kota Gourma-Rharouss, menyebabkan sekitar 10 tentara Mali tewas dan dua kendaraan dibakar, menurut Associated Press, sebagaimana yang dilansir The Long War Journal, Selasa (04/08/2015).

AQIM mengakui serangan tersebut melalui telepon ke kantor berita Mauritania Al Akhbar. Menurut terjemahan oleh SITE Intelligence Group, AQIM mengatakan bahwa pasukannya "menewaskan sembilan tentara Mali dan melukai banyak lainnya." Selain itu, juru bicara AQIM juga mengatakan bahwa mereka membakar "empat kendaraan" dan "merusak beberapa peralatan" dari tentara Mali. Juru bicara itu mengidentifikasi dirinya sebagai Abu al Darda'a al Shinqiti, kata Al Akhbar.

AFP melaporkan hari ini bahwa pemerintah Mali mengatakan serangan itu dilakukan pada sebuah pos penjaga nasional Mali. Pemerintah juga mengatakan bahwa 11 tentara tewas dan satu lainnya terluka, menambah kebingungan mengenai jumlah total korban.

AQIM juga melakukan serangan serupa di wilayah tersebut.

Pada awal Juli, misi PBB di Mali (MINUSMA) mengumumkan bahwa enam pasukan penjaga perdamaian tewas setelah konvoi mereka diserang di dekat kota Goundam, sebelah barat Timbuktu. Setidaknya lima orang lainnya dikatakan terluka. AQIM mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap konvoi tersebut.

Pada tanggal 28 Mei, AQIM tewaskan tiga pasukan penjaga perdamaian Burkinabe dalam perjalanan bersama konvoi PBB, juga dekat Timbuktu. Pada bulan September 2014, AQIM mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap pasukan PBB di dekat Timbuktu. Di wilayah Ber, timur Timbuktu, seorang pembom istisyhad menewaskan dua pasukanBurkinabe Agustus lalu. Selain itu, AQIM mengklaim serangan terhadap konvoi MINUSMA dekat Goundam dan Timbuktu pada bulan Juni 2014. Dan penyergapan di dekat kota pada bulan Januari, yang menewaskan tiga tentara Mali, diduga juga telah dilakukan oleh AQIM.

Serangan baru-baru ini di dekat Timbuktu terjadi hanya beberapa hari setelah dua tentara Mali tewas dan lima lainnya luka-luka ketika konvoi mereka diserang oleh orang-orang bersenjata yang diduga Al Qaida di dekat perbatasan Mauritania. Banyak kelompok jihad beroperasi di pusat Mali, termasuk AQIM, Ansar Dine, dan Gerakan Pembebasan Macina, yang kemungkinan merupakan pasukan Fulani untuk Ansar Dine.

Pada tanggal 28 Juni, beberapa pasukan  Ansar Dine memasuki kota Nara, hanya 19 mil dari perbatasan Mauritania, menyerbu beberapa gedung pemerintah dan menyerang kamp Tentara Mali lokal. Insiden itu menewaskan 12 orang.

Selain itu, Ansar Dine menyerbu, dan menguasai dengan singkat sebuah desa Mali kecil di Fakola, hanya beberapa mil jauhnya dari perbatasan dengan Pantai Gading. Serangan tersebut adalah yang kedua dalam waktu kurang dari satu bulan di dekat perbatasan dengan Pantai Gading. Kelompok ini juga mengklaim menyerang sebuah kantor polisi di kota Misseni, juga dekat Pantai Gading, pada 10 Juni.

Ansar Dine merupakan bagian dari jaringan Al Qaeda di Mali. Faksi  jihad itu dibentuk pada tahun 2011 dan sepanjang tahun 2012 mereka bekerja dengan al Qaeda di Maghreb Islam, Gerakan untuk Kesatuan dan Jihad di Afrika Barat (MUJAO), dan kelompok separatis Tuareg untuk mengambil alih utara Mali. Sebuah surat rahasia yang ditulis oleh amir AQIM Abdelmalek Droukdel yang ditemukan setelah pembebasan Mali utara menyatakan bahwa pejuang AQIM harus menyembunyikan kegiatan mereka di bawah bendera Ansar Dine. Seorang pemimpin Ansar Dine juga baru-baru ini gugur bersama amir (pemimpin) AQIM Katibat al Ansar dalam serangan pasukan khusus Perancis di Mali utara.

Al Qaeda terus beroperasi di Mali meskipun misi kontra jihadis yang dipimpin Perancis bersiaga di wilayah tersebut. Kelompok jihad dan banyak afiliasi di negara itu mempertahankan kemampuan untuk merakit roket, mortir, dan serangan IED di PBB dan pasukan Prancis. Setidaknya 50 tentara penjaga perdamaian PBB tewas di Mali sejak 2013, sehingga misi PBB di sana merupakan yang paling berbahaya di dunia.

 

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom
 

Seniman Afrika Didenda karena Menyalahgunakan Nama Allah

AFRIKA (Jurnalislam.com) – Sebuah organisasi Muslim Malawi terkemuka menjatuhkan denda kepada tiga seniman karena  menyalahgunakan nama Allah dalam lagu tentang cinta, memerintahkan mereka untuk mendaftar ke sebuah madrasah untuk belajar lebih banyak tentang iman mereka.

"Orang tua mereka sangat menyesal dan mendukung putusan pengadilan … mereka sangat bersyukur bahwa anak-anak mereka sekarang memiliki kesempatan belajar Islam untuk pertama kalinya dalam hidup mereka," Aman Omar, Ketua Asosiasi Muslim Malawi (MAM) Kabupaten Blantyre seperti dikutip Nyasa Times, pada hari Senin, 3 Agustus 2015.

Kasus ini terungkap setelah Islamic Concern menerima informasi bahwa tiga seniman muda sedang membuat sebuah video untuk album mereka di Blantyre, website Muslim Malawi melaporkan.

Cassim Anaffi salah satu anggota Islamic Concern mengatakan bahwa anak-anak tersebut ditemukan di Plantation House sedang melakukan shooting video untuk lagu baru mereka berjudul Wa Lahi yang memuji keterampilan para seniman menarik perempuan sebagai pecinta.

Para seniman tersebut yaitu, Chifundo Malenga 19, Alex Chimasula 16 dan Yusuf Lika 19 tahun.

"Saya mendapat telepon dari wakil ketua Islamic Concern bahwa terdapat beberapa anak laki-laki di Plantation House sedang merekam video dibalut pakaian Islam tapi apa yang mereka nyanyikan tidak bernuansa Islami," kata Anaffi.

"Jadi kita bergegas ke sana dan meminta mereka untuk berhenti dan bersama kami mendatangi Rumah Quran untuk menjelaskan rincian lagu mereka."

Anaffi menambahkan bahwa mereka menyita peralatan shooting sampai orang tua mereka datang ke rumah Qur'an untuk mengkonfirmasi bahwa anak-anak mereka benar-benar Muslim karena mereka bahkan tidak bisa membaca ayat-ayat Al-Qur'an.

"Perhatian utama kami adalah penggunaan nama-nama Allah dan Rasul-Nya," Anaffi menjelaskan.

"Nama-nama ini sangat sakral dan tidak ada seorangpun yang boleh menyanyikannya."

MAM juga menjatuhkan denda bagi tiga anak laki-laki tersebut untuk membayar MK 25.000 atau sebagai gantinya membersihkan masjid di sekitar Makhetha Township di Blantyre selama enam minggu.

Anak-anak itu selanjutnya diperintahkan untuk mendaftar ke madrasah sampai mereka belajar membaca 30 Juz Al-Qur'an sebelum mereka bisa mengambil kembali peralatan yang disita, sebuah keputusan yang didukung oleh orang tua mereka.

Malawi adalah bangsa religius yang sekuler namun beragam. Islam adalah agama terbesar kedua setelah Kristen, dengan jumlah Muslim 36 persen dari penduduk negara itu yaitu sebanyak 14 juta.

Deddy | OnIslam | Jurniscom

Hari Ini Brigade Al-Qassam Wisuda 25 Ribu Generasi Pembebasan Palestina

GAZA (Jurnalislam.com) – Brigade Izzudin Al-Qassam, sayap militer Hamas, hari ini, Rabu (05/08/2015) akan mewisuda 25 ribu peserta kemah Tala’iut Tahrir, yang berlangsung 10 hari, dari berbagai kelompok usia, Infopalestina melaporkan.

Brigade menyerukan warga bisa hadir dalam acara ini, yang akan mengambil tema, “Kami Penuhi Panggilanmu wahai Al Aqsha,” di segenap pelosok Gaza.

Acara wisuda akan digelar di lapangan Yarmuk kota Gaza usai shalat Ashar, pukul 5 sore waktu setempat, dengan acara parade militer gelombang pembebasan.

Lebih dari 25 ribu peserta dari beragam kelompok usia turut ambil bagian dalam kemah Tala’iut Tahrir, yang digelar Brigade Al-Qassam di sejumlah kawasan latihan militer milik Al Qassam, bertujuan menyiapkan generasi pembebasan Palestina, dengan membekali secara rohani, akal, fisik dan akhlak, agar mampu menunaikan perannya dalam pertempuran meraih kemenangan.

Agenda perkemahan mencakup beragam latihan dan keterampilan militer, menembak, pertahanan sipil, evakuasi dan lain-lain

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Laporan Terkini Mujahidin IIA di 3 Provinsi Afghanistan

NANGARHAR (Jurnalislam.com) –  Selasa (04/08/2105) El Emarah News melaporkan: laporan yang datang dari provinsi timur Nangarhar mengatakan bahwa sebuah kendaraan polisi dihancurkan dengan IED di kabupaten Surkh Rod Senin sore, 3 Agustus 2015, menewaskan 1 orang musuh dan melukai 6 laiinya, diikuti oleh serangan IED lain yang membunuh 2 orang bersenjata dan melukai lebih 2 orang lainnya.

Juga di hari Senin, baku tembak terjadi di beberapa daerah kabupaten Sherzad di mana 4 polisi bayaran tewas dan 7 luka-luka.

Di distrik Khogyano, IED menghansurkan 4 kendaraan pengangkut personel lapis baja musuh di sore hari , menewaskan total 6 orang bersenjata dan melukai 9 lainnya.

Di Badakhshan, Sejumlah Besar Kawasan dikuasai Mujahidin di distrik Tagab, Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di provinsi Badakhshan Utara melancarkan operasi pembersihan sejak pukul 01:00 sampai fajar hari Selasa, 3 Agustus 2015, di kabupaten Tagab di lembah Kato Bala, memaksa musuh keluar seluruhnya dari daerah Khorak dan Do Aabi setelah mendapatkan kerugian yang mematikan.

Kendaraan APC musuh juga hancur oleh IED dekat jembatan Khunbak Aab, melukai 4 orang bersenjata di dalamnya.

Lalu Paktika, 3 mujahidin penyusup heroik Imarah Islam masuk ke dalam pos pemeriksaan di daerah Kotni kabupaten Sarhowza menembaki pasukan upahan yang berada di dalamnya, menewaskan 12 orang bersenjata sebelum bergabung dengan unit Mujahidin terdekat sambil membawa senjata dan peralatan dalam jumlah yang cukup besar.

Dengan serangan ini, sebuah pos pemeriksaan musuh strategis tersingkir dari daerah tersebut.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom