Masjid Lokal di California Bantu 100 Lebih Tunawisma

CALIFORNIA (Jurnalislam.com) – Dengan berlangsungnya musim dingin sekarang di sini, lebih dari 100 tunawisma di Sacramento menghabiskan malam di jalan-jalan dengan makanan panas setelah masjid setempat membuka pintunya bagi mereka yang membutuhkan pada tanggal 19 Desember menurut laporan Fox News, lansir World Bulletin, Rabu (23/12/2015).

Seorang tamu yang gembira dengan adanya tempat penampungan tersebut adalah Karen Shorter, yang mencoba berdiri sendiri di atas kedua kakinya.

"Aku sedang menyiapkan sebuah rumah, menabung berusaha untuk mendapatkan tempat tinggal saya sendiri," tapi sampai saat itu, katanya dia selama ini tidur di tenda.

The SALAM Islamic Center bekerja sama dengan Sacramento’s Winter Sanctuary telah mengundang 150 tamu tunawisma untuk menikmati makan malam yang lezat, berbelanja pakaian, selimut, dan kebutuhan lain serta menikmati malam yang hangat.

"Ini adalah bagian dari iman Islam kita. Kita harus beramal, kita harus memberi makan orang miskin, kita harus membuat mereka merasa di rumah," kata Metwalli Amer, Direktur Eksekutif SALAM Islamic Center.

Kemurahan hati mereka tidak berlangsung di hari Sabtu saja. Ahad pagi berikutnya, para tamu disuguhi sarapan sebelum pergi.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

 

Masjid Lokal di California Bantu 100 Lebih Tunawisma

CALIFORNIA (Jurnalislam.com) – Dengan berlangsungnya musim dingin sekarang di sini, lebih dari 100 tunawisma di Sacramento menghabiskan malam di jalan-jalan dengan makanan panas setelah masjid setempat membuka pintunya bagi mereka yang membutuhkan pada tanggal 19 Desember menurut laporan Fox News, lansir World Bulletin, Rabu (23/12/2015).

Seorang tamu yang gembira dengan adanya tempat penampungan tersebut adalah Karen Shorter, yang mencoba berdiri sendiri di atas kedua kakinya.

"Aku sedang menyiapkan sebuah rumah, menabung berusaha untuk mendapatkan tempat tinggal saya sendiri," tapi sampai saat itu, katanya dia selama ini tidur di tenda.

The SALAM Islamic Center bekerja sama dengan Sacramento’s Winter Sanctuary telah mengundang 150 tamu tunawisma untuk menikmati makan malam yang lezat, berbelanja pakaian, selimut, dan kebutuhan lain serta menikmati malam yang hangat.

"Ini adalah bagian dari iman Islam kita. Kita harus beramal, kita harus memberi makan orang miskin, kita harus membuat mereka merasa di rumah," kata Metwalli Amer, Direktur Eksekutif SALAM Islamic Center.

Kemurahan hati mereka tidak berlangsung di hari Sabtu saja. Ahad pagi berikutnya, para tamu disuguhi sarapan sebelum pergi.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

 

Distrik Sangin dan Gulistan Sepenuhnya Jatuh ke Tangan Taliban

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan datang dari provinsi Helmand selatan mengatakan bahwa sekitar pukul 11.00 waktu setempat hari Rabu (23/12/2015), Mujahidin Imarah Islam meluncurkan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di pusat distrik Sangin, Al Emarah News melaporkan, Selasa.

Operasi berlangsung sampai sekitar pukul 2:30 di sore hari, sebagai hasilnya pusat pemerintahan kabupaten, markas besar polisi dan basis terakhir yang tersisa benar-benar dikuasai saat pasukan pemerintah melarikan diri setelah mengalami kekalahan besar.

Mujahidin juga menyita sejumlah besar senjata musuh, amunisi, APC dan peralatan lainnya.

Rincian lengkap tentang operasi akan diperbarui kemudian.

Juga di pusat distrik Gulistan berhasil di rebut Imarah Islam setelah berada di bawah pengepungan ketat Mujahidin selama periode terakhir yang panjang, ditinggalkan oleh pasukan musuh kemarin setelah ratusan Mujahidin mulai memusatkan kekuatan untuk operasi pembersihan skala besar.

Pusat pemerintahan kabupaten dan sekitar 22 pos pemeriksaan jatuh saat musuh melarikan diri dengan helikopter, membuka jalan bagi Mujahidin untuk menaikkan bendera putih Emirat Islam di seluruh wilayah distrik Gulistan.

20 kendaraan militer dari berbagai jenis, sejumlah besar senjata berat dan ringan serta amunisi, 200 rompi baju anti peluru, 50 kontainer besar, 100 kantong tepung dan bahan makanan, 10 barel bahan bakar, 300 pemanas gas dan pendingin, 300 seragam, 200 helm, 50 pasang sepatu, 20 genset listrik , 20 baterai besar, 20 kendaraan dan peralatan lainnya juga disita dari musuh.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

 

Distrik Sangin dan Gulistan Sepenuhnya Jatuh ke Tangan Taliban

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan datang dari provinsi Helmand selatan mengatakan bahwa sekitar pukul 11.00 waktu setempat hari Rabu (23/12/2015), Mujahidin Imarah Islam meluncurkan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di pusat distrik Sangin, Al Emarah News melaporkan, Selasa.

Operasi berlangsung sampai sekitar pukul 2:30 di sore hari, sebagai hasilnya pusat pemerintahan kabupaten, markas besar polisi dan basis terakhir yang tersisa benar-benar dikuasai saat pasukan pemerintah melarikan diri setelah mengalami kekalahan besar.

Mujahidin juga menyita sejumlah besar senjata musuh, amunisi, APC dan peralatan lainnya.

Rincian lengkap tentang operasi akan diperbarui kemudian.

Juga di pusat distrik Gulistan berhasil di rebut Imarah Islam setelah berada di bawah pengepungan ketat Mujahidin selama periode terakhir yang panjang, ditinggalkan oleh pasukan musuh kemarin setelah ratusan Mujahidin mulai memusatkan kekuatan untuk operasi pembersihan skala besar.

Pusat pemerintahan kabupaten dan sekitar 22 pos pemeriksaan jatuh saat musuh melarikan diri dengan helikopter, membuka jalan bagi Mujahidin untuk menaikkan bendera putih Emirat Islam di seluruh wilayah distrik Gulistan.

20 kendaraan militer dari berbagai jenis, sejumlah besar senjata berat dan ringan serta amunisi, 200 rompi baju anti peluru, 50 kontainer besar, 100 kantong tepung dan bahan makanan, 10 barel bahan bakar, 300 pemanas gas dan pendingin, 300 seragam, 200 helm, 50 pasang sepatu, 20 genset listrik , 20 baterai besar, 20 kendaraan dan peralatan lainnya juga disita dari musuh.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

 

Walikota Rafah: Terima Kasih Rakyat Indonesia

GAZA CITY (Jurnalislam.com) – Walikota Rafah, Gaza Selatan, Mansur Muhammad Brek Naim mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia atas segala bantuan yang telah diberikan untuk rakyat Gaza.

Relawan Indonesia di Gaza, Abdillah Onim pada Rabu (23/12/2015) mengunjungi kantor Walikota Rafah untuk bersilaturahim. Disambut langsung oleh walikota dan staf lainya, Bang Onim, sapaannya, diterima dengan sangat baik disana.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 40 menit itu, berbagai kisah dan pengalaman disampaikan Mansur kepada Bang Onim. Mansur menjelaskan kondisi masyarakat dari berbagai strata pun terinci dan mendetail.

“Luar biasa pedulinya umat Islam di Indonesia untuk persoalan Masjid Al Aqsa dan Palestina,” ujar Mansur.

Mansur, yang juga ketua Comite Zakat Palestina itu menceritaka pengalamannya saat pergi Haji tahun 2014. Ia mendengar satu keluarga dari Indonesia sedang mendoakan rakyat Palestina di depan Ka’bah.

“Suatu waktu saya sholat di Makkah dan berdoa. Di dekat saya seorang pria bersama anak istri, mereka dari Indonesia mengangkat kedua tangan dan berdoa,  saya mendengar doa mereka dengan bahasa Arab: Ya Allah, berilah kekuatan, kesabaran dan kemenangan kepada pejuang Palestina dan rakyat Palestina dalam usaha membebaskan masjid Al Aqsa, saya sangat terharu,” kenangnya.

Mansur juga menyanjung delegasi-delegasi dari seluruh dunia yang masuk ke Gaza. Baginya, mereka adalah orang-orang yang hanya mencari ridha Allah Swt dan mengharapkan pahala serta keberkahan dari tanah ribath yang diberkahi (Syam).

“Termasuk anda sendiri Abdillah Onim, kehadiran anda di Palestina jauh dari keluarga, meninggalkan kampung halaman datang ke sini demi mencari ridha Allah Swt bersama rakyat Palestina membebaskan masjid Al Aqsa,” ungkap Mansur.

Oleh sebab itu, Mansur selaku pejabat pemerintah Palestina mengucapkan rasa terima kasihnya kepada umat Islam Indonesia.

“Apa yang kalian lakukan, berbagai bantuan baik materi maupun moril sangat bermanfaat bagi saudara- saudara kalian di Gaza Palestina, terutama doa kalian,” tuturnya.

“Semua bantuan tentu sangat bermanfaat rakyat Palestina, saya selaku yang diamanahkan sebagai Walikota sekali lagi mengucapkan terima kasih kaum Muslimin di Indonesia dan saya sangat bangga bertemu berkanalan langsung dengan perwakilan Indonesia di Gaza Palestina yaitu Abdillah Onim Abo Ismail,” sambung Mansur.

Mansur menyarankan agar NGO-NGO Indonesia juga memperhatikan bantuan kemanusiaan dalam hal pemberdayaan masyarakat, seperti modal usaha.

”Jika mayoritas NGO mengadakan program pemberdayaan, maka kita telah menyelamatkan mereka dari ketergantungan dan membantu dalam mengurangi pengangguran yang makin hari kian merajalela. Apapun yang dibutuhkan khususnya NGO Indonesia, saya siap bantu secara sukarela,” tegasnya.

Beberapa hari terahir ini Bang Onim sedang menyalurkan selimut hangat sebagai program meghadapi musim dingin.

Reporter: Abdillah Onim | Editor: Ally | Jurnalislam

Walikota Rafah: Terima Kasih Rakyat Indonesia

GAZA CITY (Jurnalislam.com) – Walikota Rafah, Gaza Selatan, Mansur Muhammad Brek Naim mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada rakyat Indonesia atas segala bantuan yang telah diberikan untuk rakyat Gaza.

Relawan Indonesia di Gaza, Abdillah Onim pada Rabu (23/12/2015) mengunjungi kantor Walikota Rafah untuk bersilaturahim. Disambut langsung oleh walikota dan staf lainya, Bang Onim, sapaannya, diterima dengan sangat baik disana.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 40 menit itu, berbagai kisah dan pengalaman disampaikan Mansur kepada Bang Onim. Mansur menjelaskan kondisi masyarakat dari berbagai strata pun terinci dan mendetail.

“Luar biasa pedulinya umat Islam di Indonesia untuk persoalan Masjid Al Aqsa dan Palestina,” ujar Mansur.

Mansur, yang juga ketua Comite Zakat Palestina itu menceritaka pengalamannya saat pergi Haji tahun 2014. Ia mendengar satu keluarga dari Indonesia sedang mendoakan rakyat Palestina di depan Ka’bah.

“Suatu waktu saya sholat di Makkah dan berdoa. Di dekat saya seorang pria bersama anak istri, mereka dari Indonesia mengangkat kedua tangan dan berdoa,  saya mendengar doa mereka dengan bahasa Arab: Ya Allah, berilah kekuatan, kesabaran dan kemenangan kepada pejuang Palestina dan rakyat Palestina dalam usaha membebaskan masjid Al Aqsa, saya sangat terharu,” kenangnya.

Mansur juga menyanjung delegasi-delegasi dari seluruh dunia yang masuk ke Gaza. Baginya, mereka adalah orang-orang yang hanya mencari ridha Allah Swt dan mengharapkan pahala serta keberkahan dari tanah ribath yang diberkahi (Syam).

“Termasuk anda sendiri Abdillah Onim, kehadiran anda di Palestina jauh dari keluarga, meninggalkan kampung halaman datang ke sini demi mencari ridha Allah Swt bersama rakyat Palestina membebaskan masjid Al Aqsa,” ungkap Mansur.

Oleh sebab itu, Mansur selaku pejabat pemerintah Palestina mengucapkan rasa terima kasihnya kepada umat Islam Indonesia.

“Apa yang kalian lakukan, berbagai bantuan baik materi maupun moril sangat bermanfaat bagi saudara- saudara kalian di Gaza Palestina, terutama doa kalian,” tuturnya.

“Semua bantuan tentu sangat bermanfaat rakyat Palestina, saya selaku yang diamanahkan sebagai Walikota sekali lagi mengucapkan terima kasih kaum Muslimin di Indonesia dan saya sangat bangga bertemu berkanalan langsung dengan perwakilan Indonesia di Gaza Palestina yaitu Abdillah Onim Abo Ismail,” sambung Mansur.

Mansur menyarankan agar NGO-NGO Indonesia juga memperhatikan bantuan kemanusiaan dalam hal pemberdayaan masyarakat, seperti modal usaha.

”Jika mayoritas NGO mengadakan program pemberdayaan, maka kita telah menyelamatkan mereka dari ketergantungan dan membantu dalam mengurangi pengangguran yang makin hari kian merajalela. Apapun yang dibutuhkan khususnya NGO Indonesia, saya siap bantu secara sukarela,” tegasnya.

Beberapa hari terahir ini Bang Onim sedang menyalurkan selimut hangat sebagai program meghadapi musim dingin.

Reporter: Abdillah Onim | Editor: Ally | Jurnalislam

Ini Alasan Aceh Larang Warganya Rayakan Pergantian Tahun

ACEH (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kota Banda Aceh menerbitkan surat edaran tentang pelarangan bagi warga Aceh untuk merayakan tahun baru masehi 2016. Surat edaran dikeluarkan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forumkopimda) serta Majelis permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Selebaran itu sudah ditempel di beberapa sudut kota.

Warga diminta tetap berada di rumah atau melakukan rutinitas seperti biasa, tanpa ada kegiatan untuk merayakan pergantian tahun baru di Banda Aceh.

Tidak hanya itu, pesta petasan dan selebrasi tiup trompet saat pergantian tahun baru juga dilarang. Termasuk dilarang melakukan konvoi menyambut pergantian tahun masehi tersebut.

Kebijakan ini dikeluarkan sejak tanggal 1 Desember 2015 lalu. Dalam surat edarannya disebutkan, perayaan tahun baru bertentangan dengan syiar agama Islam serta tidak sesuai dengan budaya, adat istiadat masyarakat Aceh.

“Kita akan lakukan razia mencari penjual marcon, di setiap sudut kota Banda Aceh, serta melihat seluruh kafe, hotel yang mempersiapkan tempatnya untuk perayaan tahun Baru,” kata Kasi Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam, Evendi A Latif, Selasa (22/12/2015).

Razia dilakukan bersama-sama dengan personil WH Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh serta dibantu penuh oleh TNI dan Polri.

Sementara itu, Wakil Ketua MPU Aceh. Tgk.H. Faisal Ali, menginginkan masyarakat Aceh tidak membesar-besar perayaan yang bukan perayaan untuk orang Islam. “Tahun Islam itu ya tahun Hijriah,” tegasnya.

Reporter: Zul | Editor: Ally | JPNN | Jurnalislam

Mesir Vonis Pemimpin Ikhwanul Muslimin 10 Tahun Penjara

MESIR (Jurnalislam.com) – Pengadilan militer Mesir pada hari Selasa menjatuhi hukuman bagi pemimpin Ikhwanul Muslimin Muhammad Badie 10 tahun penjara atas bentrokan mematikan setelah penggulingan Presiden Muhammad Mursi tahun 2013, kata pejabat pengadilan, lansir World Bulletin, Selasa (22/12/2015).

Sembilan puluh terdakwa lainnya yang disidang in absentia dijatuhi hukuman seumur hidup, yang di Mesir berarti 25 tahun.

Badie dan puluhan lainnya dinyatakan bersalah karena berpartisipasi dalam bentrokan yang menewaskan 31 orang di kota kanal Suez antara 14 dan 16 Agustus 2013.

Bentrokan meletus setelah polisi secara brutal menghancurkan dua kamp protes pro-Mursi di Kairo pada 14 Agustus tahun itu.

Tuduhan di pengadilan militer termasuk vandalisme, menghasut kekerasan, pembunuhan, menyerang personil militer dan membakar kendaraan lapis baja pengangkut personel dan dua gereja Koptik di Suez.

Badie, pembimbing spiritual Ikhwanul, dijatuhi hukuman 10 tahun bersama dengan sesama pemimpin Ikhwanul Mohamed Beltagy dan Safwat Hegazy, tentara dan pejabat peradilan pro-Ikhwanul mengatakan.

Empat puluh satu terdakwa dijatuhi hukuman melakukan pelayanan antara tiga dan tujuh tahun, 90 orang lainnya dijatuhkan hukuman seumur hidup dan 59 orang lainnya dibebaskan.

Keputusan Selasa tersebut dapat diajukan banding.

Badie menghadapi beberapa persidangan dan telah dijatuhi hukuman mati dalam kasus terpisah bersama dengan Mursi karena merencanakan pembobolan penjara dan serangan terhadap polisi selama pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan presiden Hosni Mubarak.

Pemimpin Ikhwanul tersebut juga telah mendapatkan hukuman seumur hidup di lima kasus lainnya.

Ratusan pendukung Mursi tewas pada 14 Agustus 2013 ketika polisi menyerbu kamp mereka di Kairo, hanya beberapa minggu setelah presiden digulingkan dalam kudeta berdarah oleh kepala militer Abdel Fattah al-Sisi yang sekarang menjadi Presiden.

Pengadilan militer di Mesir menghadapi kritik untuk vonis mereka yang keras dan cepat.

Konstitusi Mesir memungkinkan pengadilan militer terhadap warga sipil yang dituduh melakukan kekerasan terhadap sasaran militer – yang meliputi infrastruktur publik seperti jalan raya dan jembatan serta universitas.

Sejak penggulingan Mursi, pihak berwenang telah meluncurkan tindakan keras brutal terhadap para pendukungnya, yang menyebabkan ratusan tewas dan ribuan dipenjarakan setelah persidangan missal yang seringnya berlangsung sangat cepat.

Mursi sendiri menghadapi beberapa persidangan dan telah dijatuhi hukuman mati dalam satu kasus. Ikhwanul Muslimin telah dilarang dan dinyatakan sebagai "organisasi teroris."

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Mesir Vonis Pemimpin Ikhwanul Muslimin 10 Tahun Penjara

MESIR (Jurnalislam.com) – Pengadilan militer Mesir pada hari Selasa menjatuhi hukuman bagi pemimpin Ikhwanul Muslimin Muhammad Badie 10 tahun penjara atas bentrokan mematikan setelah penggulingan Presiden Muhammad Mursi tahun 2013, kata pejabat pengadilan, lansir World Bulletin, Selasa (22/12/2015).

Sembilan puluh terdakwa lainnya yang disidang in absentia dijatuhi hukuman seumur hidup, yang di Mesir berarti 25 tahun.

Badie dan puluhan lainnya dinyatakan bersalah karena berpartisipasi dalam bentrokan yang menewaskan 31 orang di kota kanal Suez antara 14 dan 16 Agustus 2013.

Bentrokan meletus setelah polisi secara brutal menghancurkan dua kamp protes pro-Mursi di Kairo pada 14 Agustus tahun itu.

Tuduhan di pengadilan militer termasuk vandalisme, menghasut kekerasan, pembunuhan, menyerang personil militer dan membakar kendaraan lapis baja pengangkut personel dan dua gereja Koptik di Suez.

Badie, pembimbing spiritual Ikhwanul, dijatuhi hukuman 10 tahun bersama dengan sesama pemimpin Ikhwanul Mohamed Beltagy dan Safwat Hegazy, tentara dan pejabat peradilan pro-Ikhwanul mengatakan.

Empat puluh satu terdakwa dijatuhi hukuman melakukan pelayanan antara tiga dan tujuh tahun, 90 orang lainnya dijatuhkan hukuman seumur hidup dan 59 orang lainnya dibebaskan.

Keputusan Selasa tersebut dapat diajukan banding.

Badie menghadapi beberapa persidangan dan telah dijatuhi hukuman mati dalam kasus terpisah bersama dengan Mursi karena merencanakan pembobolan penjara dan serangan terhadap polisi selama pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan presiden Hosni Mubarak.

Pemimpin Ikhwanul tersebut juga telah mendapatkan hukuman seumur hidup di lima kasus lainnya.

Ratusan pendukung Mursi tewas pada 14 Agustus 2013 ketika polisi menyerbu kamp mereka di Kairo, hanya beberapa minggu setelah presiden digulingkan dalam kudeta berdarah oleh kepala militer Abdel Fattah al-Sisi yang sekarang menjadi Presiden.

Pengadilan militer di Mesir menghadapi kritik untuk vonis mereka yang keras dan cepat.

Konstitusi Mesir memungkinkan pengadilan militer terhadap warga sipil yang dituduh melakukan kekerasan terhadap sasaran militer – yang meliputi infrastruktur publik seperti jalan raya dan jembatan serta universitas.

Sejak penggulingan Mursi, pihak berwenang telah meluncurkan tindakan keras brutal terhadap para pendukungnya, yang menyebabkan ratusan tewas dan ribuan dipenjarakan setelah persidangan missal yang seringnya berlangsung sangat cepat.

Mursi sendiri menghadapi beberapa persidangan dan telah dijatuhi hukuman mati dalam satu kasus. Ikhwanul Muslimin telah dilarang dan dinyatakan sebagai "organisasi teroris."

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Tentara Irak Serang Kota Ramadi yang Dikuasai Islamic State

RAMADI (Jurnalislam.com) – Militer Irak merangsek masuk ke pusat kota yang dikuasai Islamic State (IS) pada hari Selasa (22/12/2015) dalam operasi besar untuk  menguasai kembali  kota Ramadi yang sejak Mei dikendalikan IS, lansir Aljazeera, Selasa.

Serangan terhadap ibukota provinsi Anbar dimulai pada Selasa pagi, juru bicara tentara unit pasukan khusus  kepada kantor berita AFP.

"Kami bergerak menuju pusat Ramadi dari beberapa arah dan kami mulai membersihkan daerah pemukiman. Kota ini akan diduduki dalam 72 jam mendatang," kata Sabah al-Noman. "Kami tidak menghadapi perlawanan yang kuat, hanya penembak jitu dan pelaku bom martir dan ini adalah taktik yang kami harapkan."

Ramadi adalah sebuah kota penting dalam memerangi Islamic State (IS), dan dikuasainya kota ini oleh IS dipandang sebagai kekalahan besar, reporter Al Jazeera Imran Khan melaporkan.

"Ramadi adalah kota terbesar di provinsi terbesar Irak dan jantung dari masyarakat Sunni Irak. Ramadi  juga sebuah basis perdagangan besar bagi IS dengan jalan menuju ke Yordania dan Suriah."

Jatuhnya Ramadi adalah kekalahan terbesar pemerintah Irak sejak IS menyerang wilayah di utara dan barat negara itu – termasuk kota terbesar kedua di Irak, Mosul – pada musim panas 2014.

Pada awal serangan hari Selasa, IS melakukan serangan bom martir terhadap tentara dan milisi Syiah yang berkumpul di desa Bu Dhiyab di utara Ramadi, menewaskan 14 dari mereka, sumber militer mengatakan kepada Al Jazeera.

17 tentara dan milisi lainnya terluka dalam ledakan itu.

Dalam insiden terpisah, sedikitnya delapan warga sipil, termasuk beberapa anak, tewas dalam serangkaian serangan udara di daerah perumahan di utara Ramadi, kata sumber-sumber.

Ramadi, yang terletak sekitar 120km dari ibukota Baghdad, dikuasai oleh IS bulan Mei, namun pasukan Irak telah berhasil merebut kembali beberapa wilayah.

Militer mengatakan sekarang menguasai lebih dari setengah kota, termasuk pusat komando militer utama.

Seorang juru bicara militer AS memprediksi pegambilalihan Ramadi oleh pasukan Irak sebagai peristiwa yang tidak terelakkan, tapi Kolonel Steve Warren juga mengatakan bahwa operasi itu akan menjadi pertarungan yang sulit yang akan banyak memakan waktu.

Militer AS mengatakan penasihat Amerika masih di berada di luar kota di sebuah pangkalan udara gurun yang digunakan sebagai tempat pelatihan, menurut Associated Press.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam