Ledakan Bom Hantam Perayaan Paskah di Lahore, 50 Tewas dan 100 Lebih Terluka

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam ledakan bom di luar sebuah taman umum, area parkir Gulshan-e-Iqbal Park, di kota timur Pakistan Lahore, kata para pejabat kementerian kesehatan, Aljazeera melaporkan, Ahad (27/03/2016).

Reporter Al Jazeera Kamal Hyder, melaporkan dari ibukota, Islamabad, mengatakan bahwa masyarakat dari komunitas Kristen keluar untuk merayakan Paskah ketika ledakan itu terjadi.

"Ledakan besar terjadi dan telah menyebabkan banyak kerusakan dan korban jiwa," Jam Sajjad Hussain, juru bicara layanan darurat "Rescue 112" kepada Al Jazeera.

"Saya berada beberapa blok jauhnya dari ledakan itu, banyak orang berjalan dan berteriak-teriak seperti dunia telah runtuh," kata Mian Ashraf kepada Al Jazeera.

Lahore adalah ibukota Punjab, yang secara tradisional lebih damai daripada bagian lain di Pakistan.

Tahun lalu, sebuah bom menewaskan seorang menteri populer provinsi Pakistan dan sedikitnya delapan orang lain ketika menghancurkan rumah menteri di Punjab.

Sebelumnya pada bulan Maret, sebuah bom yang ditanam di sebuah bis yang membawa pejabat pemerintah meledak di Pakistan utara, menewaskan sedikitnya 15 orang.

Seorang pembom menewaskan 13 orang pada tanggal 8 Maret setelah meledakkan dirinya di luar pengadilan di Charsadda, di provinsi Khyber-Pakhtunkhwa, sekitar 30 km dari Peshawar.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pasukan Rezim Assad Rebut Palmyra dari IS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Tentara rezim Suriah yang didukung oleh pasukan Rusia merebut kembali kota kuno terkenal Palmyra dari Islamic State (IS) pada hari Ahad (27/03/2016), World Bulletin melaporkan.

Para tentara penjinak ranjau menjinakkan ranjau dan bom yang ditanam oleh IS di reruntuhan kuno kota tersebut, yang merupakan sebuah situs warisan dunia UNESCO di mana IS melakukan penghancuran sistematis terhadap monumen itu.

"Setelah pertempuran sengit sepanjang malam, tentara menguasai kontrol penuh atas Palmyra – yaitu situs kuno dan lingkungan perumahan," kata seorang sumber militer AFP.

Pasukan IS ditarik keluar, mundur menuju kota-kota Sukhnah dan Deir Ezzor di timur.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Al Emarah Studio Rilis Video Baru “The Triumphant Process 2”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Al Emarah Studio, bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan pada hari Sabtu (26/03/2016) merilis video nomor 62 berjudul 'The Triumphant Process 2'.

Rilis video baru dengan total durasi 42 menit berisi rekaman Mujahidin Imarah Islam yang gagah berani dari distrik Marawara provinsi Kunar melakukan serangan pada posisi musuh, pelatihan dan wawancara dengan pejabat setempat dan berakhir dengan pesan dari Amir ul terhormat Mukminin (semoga Allah melindungi dia).

Rilis terbaru oleh Al Emarah Studio dapat dilihat dan diunduh dari link yang disediakan di bawah ini:

 

Whatsapp Al Emarah

0093705443285

Saluran Telegram Resmi

Bahasa Pashto

https://telegram.me/alemara1

Bahasa Dari

https://telegram.me/AlemaraDari

Bahasa Urdu

https://telegram.me/khabry4alemarah

Bahasa Arab dan Inggris

https://telegram.me/alemarahupdates1

 

HQ 1.2 GB

Untuk melihat

https://archive.org/details/Dfb2Hd

Untuk mengunduh

http://ia601507.us.archive.org/19/items/Dfb2Hd/dfb2%20hd.mp4

 

MQ 586 MB

Untuk melihat

https://archive.org/details/Dafb2Low

Untuk mengunduh

https://ia601508.us.archive.org/10/items/Dafb2Low/dafb2%20low.mp4

 

Ponsel MP4 105 MB

Untuk mengunduh

http://ia601508.us.archive.org/1/items/dafb2/dafb2.mp4

 

3GP

Untuk mengunduh

http://ia601505.us.archive.org/4/items/dafb2.3gp/dafb2.3gp

 

 

Deddy | Al Emarah Studio | Jurnalislam

Serangan Taliban: 4 APC Hancur di Sangin, 7 Agen NDS Tewas di Kabul

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan dari provinsi Sangin mengatakan bahwa konvoi besar musuh dari markas batalion menuju ke distrik Gereshk pada jam 11:00 hari Sabtu (26/03/2016) dicegat oleh Mujahidin Imarah Islam di daerah Amanullah Karez, Al Emarah News melaporkan, Sabtu.

Penyergapan memicu pertempuran berat yang berlangsung sampai sore hari dimana satu APC hancur akibat tembakan RPG dan 3 APC lainnya hancur akibat serangan IED, membunuh dan melukai semua orang bersenjata yang berada di dalamnya. Musuh juga menderita kerugian lainnya.

Mujahidin Imarah Islam juga menyerang kendaraan yang membawa agen NDS (The National Directorate of Security)  dengan IED di kota Kabul, ibukota Afghanistan pada hari Jumat (25/03/2016) menyebabkan 7 agen NDS termasuk seorang perwira tewas.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Raja Yordania Bertemu dengan Pemimpin Intelijen Israel “Mossad”

SURIAH (Jurnalislam.com) – Raja Yordania Abdullah bertemu dengan Mossad di Amman untuk membahas intervensi militer Rusia di Suriah, menurut laporan yang dirilis Jumat (26/03/2016) oleh situs berita Middle East Eye (MEE).

Situs berita ini mengatakan bahwa laporan mereka tersebut didasarkan pada percakapan yang disaksikan oleh MEE pada 11 Januari antara anggota Kongres Amerika dan Raja Yordania selama kunjungannya ke Washington – Laporan itu muncul setelah konfrontasi udara berlangsung di perbatasan Suriah selatan antara pasukan Rusia serta F-16 Israel dan Yordania, Middle East Eye mengungkapkan.

Laporan itu tidak menyebutkan tanggal pertemuan antara Abdullah dan kepala badan intelijen Israel.

Jet Rusia dilaporkan berada pada misi lingkup pertahanan Israel di sekitar perbatasan dengan negara tetangga Suriah.

"Kami melihat pesawat Rusia terbang ke bawah, tapi mereka bertemu dengan F-16 Israel dan Yordania, keduanya bersama-sama berada di wilayah udara Israel dan Yordania," Abdullah mengatakan seperti dikutip Middle East Eye.

Menurut laporan itu, insiden tersebut berakibat meningkatnya manuver trilateral antara Yordania, Israel dan Rusia dengan Israel meminta Raja Yordania untuk berbicara meminta dia melakukan komunikasi dengan Rusia. Sebelum memperluas komunikasi ke Moskow, Abdullah diduga bertemu dengan kepala Mossad di ibukota Yordania.

"Kami membahas ide tentang bagaimana untuk menjaga Rusia tetap berada di tempat mereka," raja dilaporkan mengatakan kepada para politisi AS.

Abdullah mengatakan bahwa Jordan dan Rusia kemudian menyepakati perbatasan alami: "Yordania mengatakan kepada Rusia bahwa kita ingin menghapus Jabhah Nusrah," katanya mengacu pada afiliasi al-Qaeda di Suriah."

Rusia bertanya, “apakah Yordania akan memberi Rusia posisi untuk menyerang mereka (Jabhah Nusrah)?” tapi Abdullah menolak, karena kuatir akan dijadikan alasan untuk menyerang FSA (Tentara Pembebasan Suriah di dukung AS/Barat) juga di sana."

Pada tanggal 14 Maret, Presiden Rusia Vladimir Putin membuat pengumuman mengejutkan bahwa ia menarik sebagian pasukannya dari Suriah.

Perlu dicatat bahwa kepala Mossad yang baru, Yossi Cohen, menjabat pada awal Januari, oleh karena itu tidak jelas apakah ia adalah kepala intelijen yang hadir di pertemuan Israel dengan Raja Yordania yang dilaporkan tersebut, atau kepala Mossad sebelumnya, Tamir Pardo.

Israel dan Yordania mempertahankan hubungan dekat dalam hal keamanan, dan beberapa bulan yang lalu pesawat dari angkatan udara kedua negara terbang bersama dalam manuver bersama yang diselenggarakan di Amerika Serikat.

 

Deddy | MEE | Jurnalislam

Pemimpin Pemberontak Yaman, Abdullah Saleh Serukan Pembicaraan Langsung dengan Saudi

SANAA (Jurnalislam.com) – Ali Abdullah Saleh, mantan presiden Yaman dan sekutu kelompok milisi Syiah Houthi, pada hari Sabtu (26/03/2016) menyerukan pembicaraan langsung dengan Arab Saudi dengan maksud untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Yaman, lansir Anadolu Agency.

Saleh mengeluarkan seruan dalam pidato publik pertamanya sejak peluncuran "Operasi Badai Tegas (Operation Decisive Storm)", yaitu operasi militer yang dipimpin Saudi di Yaman yang dimulai tepat satu tahun yang lalu.

Operasi militer Saudi ini bertujuan untuk mengakhiri kemenangan pemberontak Houthi dan pasukan pro-Saleh sebelumnya dan memulihkan pemerintah Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang diperangi Houthi namun didukung Arab.

"Kami menyerukan dialog langsung dengan Saudi, yang meluncurkan agresi terhadap Yaman, dan menyerukan diberlakukannya embargo senjata pada Saudi ini," kata Saleh dalam pidato singkat di hadapan pendukungnya di Lapangan Al-Sabeen di Sanaa, ibukota Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi.

Saleh menuduh Dewan Keamanan PBB "tidak melakukan sesuatu" untuk menghentikan "agresi dan kejahatan terhadap rakyat Yaman," yang dipimpin Saudi serta mendesak 15-anggota dewan untuk "memikul tanggung jawab dan mengakhiri agresi ini".

Dalam sambutannya – yang disampaikan saat pesawat koalisi yang dipimpin Arab bisa dilihat terbang mengitari ibukota – Saleh juga menegaskan kembali aliansi dengan sekte Syiah Houthi.

Awal pekan ini, Saleh telah menyerukan "perlawanan keras melawan agresi (yang dipimpin Saudi)", yang telah berlangsung satu tahun.

Saleh membuat pernyataan dalam rangka persiapan gencatan senjata di Yaman yang didukung PBB, yang akan berlaku pada 10 April dan akan diikuti oleh pembicaraan damai delapan hari kemudian.

Yaman tetap dalam peperangan sejak September 2014, ketika Houthi menyerbu ibukota Sanaa dan sejumlah bagian lain Negara tersebut.

Arab Saudi mengatakan operasi militer mereka yang telah berlangsung satu tahun di Yaman diluncurkan dalam menanggapi permintaan Presiden Hadi, yang sementara mengungsi di Riyadh setelah Sanaa jatuh ke tangan pemberontak Syiah Houthi yang juga di dukung Republik Syiah Iran.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Melanggar HAM, Kontras Desak Polri Evaluasi Densus 88

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) melihat adanya indikasi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) oleh Detasemen Khusus Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri dalam kasus kematian Siyono.

Dalam investigasinya, Kontras menemukan sejumlah kejanggalan dalam kematian pria asal Klaten, Jawa Tengah yang meninggal dalam proses penyidikan Densus 88 beberapa waktu lalu.

"Saat ditangkap di sekitar masjid, Siyono dalam keadaan sehat dan penangkapan itu juga disaksikan orang tua Siyono. Beberapa hari kemudian, Siyono dikabarkan meninggal dunia saat berada di Jakarta. Kepolisian meminta keluarga Siyono untuk datang dan menjemput jenazah Siyono,” ujar Satria Wiratari Staf Divisi Hak Sipil dan Politik Kontras dalam konferensi pers di Sekretariat Kontras, Sabtu (26/03/2016).

Kontras menilai, ada ketidakwajaran dalam kasus kematian Siyono. Apalagi, kondisi jenazah Siyono penuh dengan luka dan lebam yang diduga akibat tindakan penyiksaan.

Seperti yang diklaim kepolisian sebelumnya, Siyono tewas disebabkan oleh perkelahiannya dengan petugas, namun Satria meragukan itu. "Kami ragu kalau itu benturan biasa. Mungkin ada penyiksaan yang dilakukan terhadap Siyono," lanjutnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Kontras mendesak Kapolri untuk segera melakukan tindakan hukum atas serangkaian mal administrasi dan penyiksaan yang menyebabkan kematian Siyono.

“Polri harus mengevaluasi dan memperbaiki cara kerja dan operasi Densus 88 dan mematuhi prosedur penyidikan yang secara hukum,” tegas Satria.

Kontras juga meminta Polri untuk memastikan tidak adanya intimidasi dan menjamin kebebasan keluarga korban untuk menuntut atau mencari keadilan.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Taliban: Komandan Pos Militer Musuh dan 14 Pasukannya Bergabung ke Imarah Islam

FARAH (Jurnalislam.com) – Seorang komandan pos pemeriksaan militer bernama Abdullah, bersama dengan 14 anak buahnya di dekat pusat kabupaten Parchaman melakukan serangan terhadap pos pemeriksaan lainnya pada Rabu (23/03/2016), menewaskan 2 orang bersenjata dan melukai 4 lainnya, Al Emarah News melaporkan, Kamis (24/03/2016).

Kelompok itu tiba di kabupaten Farah Rod pagi ini dan menyerah kepada Mujahidin di daerah Dazo, membawa senapan mesin PKM, peluncur RPG, 12 senapan dan sejumlah besar peralatan lainnya.

Mujahidin menyambut mereka dan mengirimnya ke lokasi yang aman.

Laporan juga datang dari distrik Dehrawod mengatakan bahwa bentrokan berat telah berlangsung melawan pasukan ANA (Afghanistan National Army)  dan polisi di daerah Murchi sejak Rabu malam.

Pertempuran yang menggunakan senjata berat dan ringan sejauh ini telah menewaskan dan melukai 15 pasukan ANA sementara APC, truk pickup dan truk militer Kamaz telah hancur, pejabat mengatakan menambahkan bahwa sejumlah senjata juga telah disita dan jalan utama Tarinkot-Dehrawod masih diblokir untuk musuh.

Rincian lebih lanjut tentang situasi akan diperbarui kemudian.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Oposisi Moderat: Putaran Pertama Pembicaraan Damai Tanpa Hasil karena Ulah Rezim

JENEWA (Jurnalislam.com) – Pembicaraan damai di Jenewa untuk menyelesaikan krisis Suriah tidak membuat kemajuan apapun karena ulah delegasi rezim Suriah, perwakilan oposisi Suriah mengatakan, lansir Anadolu Agency, Kamis (24/03/2016).

"Kami belum benar-benar mencapai apa-apa pada pembicaraan ini, karena rezim dan timnya ada di sini," Salim al-Muslat, juru bicara Komite Tinggi Negosiasi oposisi, mengatakan kepada Anadolu Agency di Jenewa, Kamis.

Putaran pertama pembicaraan damai di Jenewa, yang dimulai pada tanggal 14 Maret, berakhir tanpa hasil, Kamis. Putaran berikutnya diharapkan mulai pada awal April.

Al-Muslat mengatakan rezim tidak menganggap pembicaraan damai tersebut secara serius dan hanya membuang-buang waktu di Jenewa.

"Jenewa bukan tempat untuk membahas dataran tinggi Golan dan isu-isu lain yang tidak berkaitan dengan negosiasi Suriah. Kami mencoba untuk menyelamatkan rakyat Suriah dari bom barel tetapi mereka malah ingin berbicara tentang isu-isu non-logis," katanya.

"Orang-orang sudah sekarat di Suriah setiap hari. Teror menghantam negara-negara tetangga, Ankara, Istanbul, Brussels. Sudah cukup! Kita tidak boleh kehilangan nyawa lagi di Suriah, di Turki dan negara-negara lain," tambahnya.

Al-Muslat mengatakan banyak warga Suriah di Turki tetapi mereka harus kembali ke Suriah suatu hari nanti.

"Turki membuka hati untuk para pengungsi," katanya.

"Dua masalah harus dibicarakan dalam pertemuan itu: kendala yang rezim letakkan terhadap proses di Jenewa dan tahanan (di Suriah), terutama perempuan dan anak-anak," katanya.

Al-Muslat juga mengatakan Kerry telah berjanji untuk membawa isu tahanan untuk agenda di Moskow.

Dia mengatakan rezim Assad menahan hampir 500.000 tahanan.

Al-Muslat mengatakan Assad tidak boleh berperan dalam masa depan dan pada proses transisi Suriah.

"Jika dia tetap ada, orang akan terus mati. Suriah tidak ingin melihat lebih banyak kematian dan teror. Ini adalah waktu bagi Assad untuk pergi," katanya.

Bulan lalu, Rusia dan AS setuju atas perjanjian penghentian perperangan di Suriah, yang membuka jalan bagi kelanjutan pembicaraan; Namun, itu hanya berlaku selama dua minggu, menurut oposisi moderat Suriah.

Rezim Assad, yang didukung oleh komunis Rusia dan milisi sekte Syiah Hizbullah Lebanon, telah turut campur atas serangan berlanjut di Suriah dari udara dan darat.

Pada bulan Juni 2012, konferensi Jenewa tentang Suriah telah menyerukan pembentukan sebuah pemerintahan transisi, menjaga gencatan senjata, pembebasan tahanan dan memberikan bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung.

Suriah telah terkunci dalam perang global yang kejam sejak awal 2011 ketika rezim Assad membantai protes warga dengan kebrutalan tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 250.000 orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi, menurut hitungan PBB.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Didanai Asing? CIIA: Momen BNPT Untuk Berani Transparan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Adanya dugaan aliran dana asing untuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 dinilai sebagai momentum BNPT dan Densus 88 untuk berani transparan. Hal tersebut diungkapkan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya kepada Jurnalislam, Kamis (25/3/2016).

"Yang pasti BNPT dan Densus mendapatkan jatah anggaran dari APBN, dan jika saat ini BNPT dan Densus pada posisi subyek yang dicurigai oleh masyarakat sebagai kepanjangan tangan dari kepentingan asing (Amerika cs) maka menurut hemat saya inilah momentum tepat bagi BNPT dan Densus untuk berani transparan,” katanya.

“Publik yang akan menilai, silahkan BNPT dan Densus tunjukkan transparasi dan akuntanbilitas kinerja dan anggaran yang mereka pakai,” sambungnya.

Dia menilai, rakyat juga perlu tahu jika disana ada hibah dari asing. Jangan sampai kedaulatan negara terkait isu keamanan disetir begitu saja oleh asing melalui bantuan hibah dana atau teknologi.

Selain itu, BNPT juga perlu menjelaskan perlunya transparasi terkait strategi pola kontra terorisme yang digunakan. Apakah mengacu kepada petunjuk yang disodorkan pihak asing atau produk asli pemerintah Indonesia.

“Jadi sangat wajar jika publik menilai upaya kontra terorisme sangat berkabut dan potensi menyimpan persoalan karena sebab utamanya diantaranya adalah tidak adanya transparasi, akuntanbilitas dan evaluasi komprehensif terhadap kinerja BNPT dan Densus,” tandasnya.

Lebih lanjut Harits mengungkapkan, dalam kurun 10 tahun terakhir sudah lebih dari 120 orang tewas dengan status ekstra judicial killing, 40 orang lebih salah tangkap, dan 80% lebih orang yang ditangkap mengalamai penyiksaan. “Apakah ini kinerja yang dianggap sukses? Sementara semua itu juga tidak serta merta menghentikan aksi terorisme," pungkasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam