Komisi Fatwa MUI Utus Tim Kaji Kehalalan Vaksin AstraZeneca

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Ahsin Sakho mengatakan, komis fatwa MUI telah mengutus tim untuk melakukan peninjauan tempat produksi vaksin AstraZeneca. “Rabu (10/3) siang ada jadwal sidang tentang hal itu (pengkajian vaksin AstraZeneca) tapi saya berhalangan hadir. (Proses pengkajian) mestinya ada kunjungan dulu ke pabriknya. Saya tak tahu siapa yg ditunjuk untuk berangkat kesana,” ujar Mantan Rektor Institut Ilmu Al-Quran itu, Ahad (14/3).

Dia juga memastikan, setelah kunjungan dilakukan, tim akan memaparkan hasil tinjauannya dalam sidang pleno Komisi Fatwa MUI pada Rabu (17/3) mendatang. Setelah kunjungan, (hasil tinjauan) akan dipaparkan di hadapan anggota komisi fatwa, dan disitulah akan diputuskan (halal atau tidaknya vaksin AstraZeneca),” ujarnya menambahkan.

“Sidang biasanya diadakan setiap hari Rabu,” sambungnya.

Sementara itu Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Hamdan Rasyid mengatakan, saat ini Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) telah melakukan pengkajian terhadap vaksin AstraZeneca. Dia juga memastikan bahwa Komisi Fatwa MUI akan segera mengadakan rapat pleno untuk menetapkan hukum pemakaian vaksin asal Inggris itu.

“LPPOM MUI sudah melakukan pengkajian terhadap Vaksin AstraZeneca dan sudah ada hasilnya,” kata KH Hamdan, Ahad (14/3).

“Insya Allah Komisi Fatwa akan segera mengadakan rapat pleno untuk menetapkan kebolehan atau keharaman pemakaian vaksin AstraZeneca,” ujarnya menambahkan.

Selain Sinovac dan AstraZeneca, terdapat sejumlah vaksin Covid-19 lain yang dikabarkan telah dibeli Indonesia, seperti Novavax, COVAX/GAVI, Moderna, dan Pfizer/BioNTech. Meski begitu, KH Hamdan mengatakan bahwa belum ada merek vaksin lain yang diteliti dan dibahas di MUI selain Sinovac dan AstraZeneca.

“Selain itu blm ada merek lain yang diteliti dan dibahas (Selain Sinovac dan AstraZeneca),” jelas dia.

Sumber: republika.co.id

Militer Myanmar Terus Bunuhi Pengunjuk Rasa Anti Kudeta

HLAINGTHAYA(Jurnalislam.com) — Pasukan keamanan Myanmar membunuh 22 pengunjuk rasa anti-kudeta militer di daerah industri yang kumuh Hlaingthaya, pinggir kota Yangon, tempat pabrik-pabrik yang didanai China dibakar pada Ahad (14/3).

Organisasi tahanan politik, Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) melaporkan 16 orang lainnya tewas terbunuh di tempat yang berbeda. Satu orang petugas polisi juga tewas dalam salah satu hari paling mematikan sejak militer mengkudeta pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi pada 1 Februari lalu.

Kedutaan Besar China mengatakan banyak warga China yang bekerja di pabrik-pabrik garmen di Hlaingthaya terluka dan terperangkap dalam kebakaran yang disengaja. Pemerintah China meminta Myanmar melindungi warga dan properti orang China.

Negeri Tirai Bambu dianggap mendukung kudeta militer. Saat asap mulai membumbung tinggi di daerah industri yang menjadi rumah bagi imigran dari seluruh negeri. Pasukan keamanan Myanmar melepaskan tembakan ke pengunjuk rasa.

“Sangat mengerikan, orang-orang ditembak di depan mata saya, saya tidak akan pernah melupakannya,” kata seorang wartawan foto di lokasi kejadian yang tidak bersedia namanya disebutkan, Senin (15/3).

Pemerintah militer Myanmar memberlakukan jam malam di Hlaingthaya dan distrik-distrik lain di Yangon. Televisi yang dikelola militer mengatakan pasukan keamanan bertindak setelah empat pabrik garmen dan sebuah pabrik pupuk di bakar. Sekitar 2.000 orang menghentikan pemadam kebakaran menuju pabrik-pabrik itu.

 

Sumber: republika.co.id

Ditanya Kasus Denny Siregar, Polri Sebut Kasusnya Masih di Polda Jabar

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri menyatakan, belum menerima pelimpahan kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik santri oleh pegiat sosial Denny Siregar dari Polda Jawa Barat (Jabar).

 

Padahal, sebelumnya Polda Jabar menyatakan telah melimpahkan kasus ke Mabes Polri dengan alasan  locus delicti (tempat terjadinya tindak pidana) kasus tersebut dilakukan di Jakarta.

“Belum (dilimpahkan) kasusnya masih di Polda Jawa Barat,” ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/3).

Awalnya, kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilakukan Denny Siregar kepada santri di Kota Tasikmalaya tersebut ditangani Polresta Tasikmalaya pada 2 Juli 2020. Namun, kasus tersebut dilimpahkan ke Polda Jabar pada 7 Agustus 2020. Kemudian, proses hukum Denny Siregar itu rencananya dilimpahkan ke Bareskrim Polri.

Denny Siregar lewat kuasa hukumnya Muannas Alaidid menyatakan, sudah pernah menjalani permintaan keterangan di Polda Jabar. Adapun pihak pelapor mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan jika kasus tersebut dilimpahkan ke Bareskrim Polri.

“Sudah lama tidak dapat update kasus itu, tapi tiba-tiba ada info ke kita kalau kasusnya (dilimpahkan) ke Mabes Polri,” tutur Pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Kota Tasikmalaya, Ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani.

Denny Siregar sebelumnya telah dilaporkan ke polisi terkait pernyataannya dalam status Facebook-nya pada 27 Juni 2020. Dalam status itu, ia menulis status berjudul “ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG” dengan mengunggah santri yang memakai atribut tauhid.

Sumber: republika.co.id

Menkes Harap Datangkan 11,7 Juta Vaksin AstraZeneca ke Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan pengiriman 11,7 juta vaksin AstraZeneca ke Indonesia selesai pada Mei 2021. AstraZeneca merupakan vaksin yang didapatkan Indonesia melalui skema Covax WHO.

“(Indonesia) kedatangan AstraZeneca vaksinnya free yang gratis kemarin tanggal 8 (Maret) sudah datang 1,1 (juta vaksin),” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (15/3).

Menkes juga mengatakan pada 22 Maret akan datang lagi sekitar 2.536.800 dosis vaksin. Sedangkan di bulan April akan datang lagi sekitar 7.855.200 dosis vaksin AstraZeneca.

“Sehingga 11,7 juta ini kita harapkan tambahan dari vaksin gratis multilateral yang bisa datang dan kita harapkan sampai akhir tahun bisa menjadi 54 juta vaksin,” ungkapnya.

AstraZeneca merupakan mitra Covax dalam memastikan masyarakat di seluruh dunia dapat mengakses vaksin secepat mungkin. Distribusi vaksin dilakukan dengan mengikuti Daftar Penggunaan Darurat terbaru dari WHO untuk imunisasi aktif pada individu berusia 18 tahun ke atas.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang sebelumnya dikenal sebagai AZD1222 merupakan vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford dan Vaccitech.

Sumber: republika.co.id

 

Saudi Tunda Umrah Pasca Idul Fitri

SAUDI(Jurnalislam.com)–Otoritas Arab Saudi menunda ibadah umrah setelah libur lebaran Idul Fitri tahun ini lantaran percepatan normalisasi pascapandemi yang lebih lamban, seperti diumumkan pejabat agama Turki melalui pernyataan Selasa (10/3).

Idul Fitri dilaksanakan setelah bulan suci Ramadan, yang tahun ini berakhir pada pertengahan Mei. Direktorat Agama Turki mengeluarkan pernyataan tersebut sebagai respons atas berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai haji dan umrah tahun ini, setelah ibadah keduanya ditiadakan sementara tahun lalu akibat pandemi COVID-19.

Disebutkan pula bahwa perundingan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk 2021 masih berlangsung dan setiap keputusan yang telah ditetapkan otoritas akan diumumkan kepada masyarakat.

Sumber: ihram.co.id

 

PBNU: Agama Sangat Penting dalam Bebaskan Penjajahan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini menyatakan agama memiliki tugas utama untuk membebaskan umatnya dari dua keterjajahan.

Hal ini disampaikan Helmy dalam rangkaian acara peresmian Shafiec UNU Yogyakarta dengan tema Festival Pesantren Berkarya “Kreatif & Berdaya”.

Menurut dia, tema tersebut diangkat dalam konteks membangun ekonomi pesantren, terutama yang berbasis ekonomi syariah. Hal ini tidak lepas dari spirit yang terkandung dalam Alquran.

“Ini tidak lepas dari spirit sebagaimana dalam Alquran disebutkan bahwa tugas agama adalah pada akhirnya melakukan tranformasi besar,” ujar Helmy saat sambutan secara virtual dalam acara Festival Pesantren Berkarya “Kreatif & Berdaya”, Ahad (14/3).

Dia pun mengutip firman Allah SWT dalam surat Quraisy ayat 3-4, yang artinya, “Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.” (QS. Quraisy: 3-4).

Berdasarkan ayat tersebut, menurut Helmy, maka agama sebenarnya memiliki dua tugas utama, yaitu membebaskan umat dari rasa lapar dan ketakutan.

“Bahwa tugas agama harus membebaskan umatnya dari dua keterjajahan, pertama membebaskan umatnya dari rasa lapar dan kedua dari ketakutan,” ucap Helmy.

Dalam konteks melakukan transformasi tersebut, lanjutnya, maka mau tidak mau harus membangun ekonomi yang kuat sebagaimana yang telah diupayakan KH Hasyim Asy’ari dan para muassis Nahdlatul Ulama (NU) lainnya.

Menurut dia, para ulama dan kiai sejak dulu sudah membangun perkumpulan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan para pedagang) untuk penguatan ekonomi umat.

“Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan para muassis lainnya jauh sebelum berdirinya jamiyah NU justru beliau-beliau ini memiliki konsen yang besar dalam pengembangan dan penguatan ekonomi keumatan,” kata Helmy.

Karena itu, dia menyambut baik lembaga Center for Sharia Finance and Digital Economy (Shafiec) yang dirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Menurut dia, pusat keuangan syariah dan ekonomi digital ini dapat memperkuat ekonomi keumatan.

“Mudah-mudahan ini menjadi upaya penting untuk melakukan transformasi terutama pemberdayaan ekonomi keumatan melalui basis-basis layanan di pondok-pondok pesantren,” jelas Helmy.

Sumber: republika.co.id

Majelis Taklim Kembangkan Usaha di Masa Pandemi

DEPOK(Jurnalislam.com) — Majelis taklim spesialisasinya adalah menyelenggarakan kegiatan keagamaan untuk meningkatkan pengetahuan umat akan ajaran agama Islam. Tetapi yang dilakukan Majelis Taklim El Fawwaz Depok terbilang unik dan amat jarang dilakukan lembaga sejenis.

Di masa pandemi covid-19 saat ini, dimana perekonomian masyarakat sangat terdampak, Majelis Taklim El Fawwaz Depok menggelar Pelatihan Menjahit untuk warga di sekitar. Pelatihan Menjahit dilaksanakan pada Sabtu (14/3), bertempat di sekretariat Majelis Taklim El Fawwaz, Jalan Jati, Sawangan Baru, Depok.

“Melalui pelatihan menjahit ini, kami berharap para warga masyarakat yang terdampak covid-19 tetap optimis menghadapi ujian saat ini,” ujar Ketua Panitia Pelatihan Menjahit Majelis Taklim El Fawwaz Depok Siti Fadlilaturrrif’ati dalam keterangan persnya yang diterima Republika, Sabtu

Lebih lanjut Fadila –sapaannya– menjelaskan, pelatihan yang diikuti puluhan warga, khususnya perempuan di Sawangan, Depok, untuk terus memberikan harapan dan semangat untuk terus bertahan serta meningkatkan perekonomian keluarga.

“Kita tidak boleh pasrah dan berdiam diri saja menyikapi dan menghadapi kondisi pandemi covid-19 ini. Kita harus tetap optimis dan penuh semangat, bahwa ujian ini diberikan supaya kita makin kuat,” ujarnya.

Dan melalui pelatihan menjahit ini, kata dia, pihaknya berharap, masyarakat tidak perlu panik atau khawatir, sebab mereka yang kreatif akan mampu melewati ujian  berat ini.

Salah satu peserta pelatihan menjahit, Fatiya, mengatakan, pihaknya sangat bersyukur atas pelatihan ini.

“Alhamdulillah, kami sangat senang ikut pelatihan ini, karena dapat ilmu dan pengalaman. Sebenarnya sering dapat orderan (pesanan, red) tetapi belum berani. Sekarang melalui pelatihan ini, insya Allah, siap untuk berkecimpung secara lebih luas,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Niken. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat karena membuat dirinya memiliki keterampilan untuk maju dan berkarya. “Sangat senang karena jadi bisa dan punya kemampuan untuk berani berkarya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Niken menuturkan, agar pelatihan ini bisa berkelanjutan supaya kemampuan peserta dapat terus ditingkatkan.

Instruktur Pelatihan Menjahit, Hajjah Pariatun mengatakan, dirinya siap membimbing dan mengajari para peserta agar lebih terampil lagi. “Memang semuanya perlu proses, tetapi jika makin kreatif dan telaten, insya Allah akan makin lebih baik,” paparnya.

Ketua Majelis Taklim El Fawwaz Depok, Husnul Khotimah mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memfasilitasi warga masyarakat untuk berkarya. “Pelatihan Menjahit ini merupakan tahap awal, yang nantinya akan diikuti dengan pelatihan berikutnya. Kami juga menjalin kerja sama dengan instansi terkait seperti Dinas Kemnaker Depok atau lembaga lainnya untuk membina warga masyarakat,” ujarnya.

Sumber:republika.co.id

DMI Dorong Generasi Muda Muslim Persiapkan Diri

 

JAKARTA (Jurnalislam.com)— Dalam berbagai kajian literatur dan berdasarkan riset, pada 2030 mendatang kaum Muslimin akan menjadi umat yang signifikan jumlahnya, tidak hanya di negeri-negeri yang selama ini dikenal sebagai negeri Muslim. Hal ini disebabkan meningkatnya eksistensi umat Islam di Benua Eropa dan Amerika.

“Karena itu, generasi muda Islam harus didorong untuk mempersiapkan dirinya dalam menyambut dan menyongsong perkembangan Islam yang signifikan secara global dalam dekade yang akan datang,” kata Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin saat menyampaikan pidato utama dalam Latihan Kader Masjid (LKM) se-Banten yang digelar Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) DMI Kota Tangerang, Jumat (12/3).

Syafruddin mengatakan, di satu sisi, hasil kajian ini adalah hal yang menggembirakan. Di sisi lain, berdasarkan riset lainnya ditemukan bahwa pemahaman dan pengamalan keagamaan secara sempurna masih mengalami ketimpangan.

Dalam hal buta aksara Alquran, ia menerangkan, hasil studi pemuda Hidayatullah menyatakan, masih ada sekira 65 persen umat Islam di Indonesia yang belum bisa membaca Alquran. Disproporsi dan kesenjangan ini akan makin bertambah besar jika dikaitkan dengan kemampuan menghafal Alquran, apalagi hingga ke aktualisasi nilai-nilai Alquran.

Sumber: republika.co.id

Area Raudhah Kembali Disterilisasi

MADINAH(Jurnalislam.com) –  Presidensi Umum Dua Masjid Suci (Masjid Haramain) telah menggunakan 23.383 liter deterjen ramah lingkungan untuk mensterilkan karpet koridor Al-Raudhah Al-Sharifah dan Bab Al-Salam (Gerbang Al-Salam) di Masjid Suci Nabawi, Madinah selama tiga tahun terakhir.

Dilansir di Saudi Gazette, Ahad (14/3), karpet Al-Rawdah Al-Sharifah diganti setiap 10 hari. Selain itu dilakukan pula tindakan preventif dan pencegahan melalui penempatan 300 tanda jarak fisik di seluruh wilayah koridor Al-Rawdah Al-Sharifah dan Al-Salam Gate.

Langkah-langkah ini datang sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mensterilkan dan mendisinfeksi Masjid Nabawi dan halamannya untuk meningkatkan tindakan pencegahan dan layanan yang disediakan bagi pengunjung Masjid.

Sterilisasi dilakukan guna mencegah penularan di lingkungan Masjid Nabawi. Pengurus Masjid Haramain sejauh ini sangat memiliki fokus yang kuat untuk menghindari Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi dari klaster penularan Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Penyuluh Agama Edukasi Penganut Aliran Hakekok

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama (Kemenag) telah menerjunkan Penyuluh Agama Islam (PAI) untuk mengedukasi penganut  ‘Hakekok Balakasuta’, di Pandeglang, Banten. “Saya bersama teman-teman penyuluh lainnya sudah ke lokasi, melihat langsung bagaimana kondisinya,” kata Penyuluh Agama Ciegeulis Kabupaten Pandeglang Mahli Yudin melalui sambungan selular, Jum’at (12/3/2021).

Sebelumnya, beredar kabar sekelompok warga yang diketahui tergabung dalam pengikut ‘Hakekok Balakasuta’ melakukan ritual bugil hingga akhirnya viral di media sosial (medsos). Hal ini juga mengejutkan warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang diketahui menjadi tempat berlangsungnya ritual tersebut.

“Kepolisian telah mengamankan 16 orang pengikut aliran Hakekok Balakasuta tersebuEnam belas orang yang melakukan ritual tersebut diantaranya lima perempuan dewasa, delapan laki-laki, dan tiga anak-anak. Ritual Hakekok itu dilakukan di penampuangan air PT GAL, di tengah perkebunan kelapa sawit di Desa Karangbolong,” jelas Mahli Yudin.

Ia menjelaskan,  kegiatan ritual tersebut baru dilaksanakan satu kali, dengan tujuan membersihkan diri dari segala dosa dan menjadikan diri lebih baik. Aliran tersebut mengadopsi dari ajaran Hakekok yang di bawa oleh almarhum Abah Edi, dan diteruskan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta Pimpinan Abah Surya Leuweng Kolot.

“Ke depan kami (penyuluh agama) juga kan melibatkan tokoh agama setempat untuk memberikan pembinaan secara keagamaan dan pendekatan secara kultur budaya terhadap penganut aliran ini,” ungkap Mahli Yudin.

Aliran Hakekok, menurut Mahli sudah lama muncul di Pandeglang Banten. Aliran ini pernah dikembangkan di padepokan atau majelis zikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.

“Aliran Hakekok ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2009, waktu itu sampai membuat keresahan warga yang secara spontan langsung melakukan pembakaran padepokan tempat aliran itu. Kami terus berupaya memantau agar hal itu tidak terjadi lagi,” paparnya.

Mahli Yudin pun menyampaikan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya untuk memastikan tidak terjadi keributan dan tindakan main hakim sendiri.

“Dan kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pemerintah kabupaten, tokoh agama, dan lainnya, untuk memastikan agar tidak terjadi keributan, dan tindakan main hakim sendiri,” ungkapnya.