BPS: Impor Beras Naik 232 % Maret 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Impor beras khusus pada Maret ini naik signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan bahkan mencapai ratusan persen.

Berdasarkan data BPS, impor beras pada Maret tercatat senilai US$ 12,25 juta atau naik 232,27% dibandingkan Februari yang nilai impornya tercatat US$ 3,68 juta. Sedangkan, dibandingkan dengan Maret 2020 impor beras ini turun -27,55%.

Sementara itu, jika dilihat dari volumenya, impor beras juga naik signifikan baik dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm) ataupun periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Volume impor beras pada Maret tercatat sebanyak 28,44 ribu ton naik 16,08% (yoy). Sedangkan, dibandingkan dengan Februari 2021 volume impor juga naik tajam 254,82%.

Jika dilihat secara kumulatif (Januari-Maret), impor beras di kuartal I-2021 tercatat sebanyak 60,33 ribu ton dengan nilai US$ 25,08 juta. Impor ini naik 55,07% dibandingkan dengan kuartal I-2020 yang sebanyak 38,9 ribu ton dengan nilai US$ 22,27 juta.

BPS mencatat, ada lima negara utama yang melakukan impor beras ke Indonesia. Menariknya, di Maret ini impor beras terbanyak berasal dari India yang pada bulan sebelumnya hampir tidak ada impor dari negeri Shah Rukh Khan tersebut.

Sedangkan, Vietnam yang biasanya menjadi negara pengimpor beras terbanyak ke RI ada diposisi terakhir dari lima negara utama pengimpor beras ke dalam negeri.

Sumber: cnbcindonesia

 

 

Bergelar Ph.D, Disertasi Habib Rizieq Soal Terorisme Bertentangan dengan Aswaja

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Habib Rizieq Shihab (HRS) dinyatakan lulus S3 setelah menuntaskan ujian disertasi secara online dari rutan Bareskrim Polri. Lalu apa isi disertasi Habib Rizieq itu?

Judul disertasi Habib Rizieq dalam bahasa Indonesia adalah ‘Metodologi Pemilihan Antara Usul dan Furu’ dalam Aqidah dan Syari’ah serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah’. Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, menyebut isi dalam disertasi itu membahas seputar terorisme sebagai ajaran menyimpang dari Islam.

“Arahnya membahas dan menentang terorisme sebagai ajaran menyimpang dari ajaran Islam,” kata Aziz kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Aziz menyebut disertasi itu terdiri atas ratusan halaman dalam bahasa Arab. Menurut Aziz, Habib Rizieq diberi waktu 3 hingga 12 bulan untuk melakukan revisi dari disertasinya.

“Banyak, ratusan halaman, persisnya kan masih akan direvisi nanti. Nilainya nanti setelah revisi diselesaikan oleh HRS,” ucap Aziz.

Disertasi Habib Rizieq ramai dibahas di media sosial. Dilihat detikcomdari unggahan di media sosial, disertasi Habib Rizieq diuji di Universiti Sains Islam Malaysia dengan judul berbahasa Inggris, yakni Distinguishing between Origis and Branches in Belief, Islamic Law, and Ethics Among The Ahl Al-Sunnah Wa Al-Jama’ah.

Ujian disertasi itu dilakukan secara online dan diuji oleh Profesor Madya Dr Kamaluddin Nurdin Marjuni serta Dr Ahmed Abdul Malik. Waktu pelaksanaan ujian disertasi adalah 15 April 2021 pukul 3 sore waktu Malaysia.

Sumber: detik.com

 

Komisi Infokom MUI Pantau Acara TV di Bulan Ramadhan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI tahun ini kembali melaksanakan program Pemantauan Siaran Ramadhan 1442 H. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Komisi Infokom MUI dalam rangka meningkatkan kualitas siaran televisi terutama terkait program khusus di bulan suci Ramadhan.

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi KH Masduki Baidlowi menyampaikan, pemantauan program ini diperlukan tidak lain karena menghormati bulan Ramadhan.

“Selain itu, secara praktis, proses keseharian umat Islam selama bulan Ramadhan biasanya berubah menjadi lebih baik secara psikologis maupun peribadahan. Hal ini sepatutnya dipahami, dihormati, dan diapresiasi oleh berbagai kalangan termasuk kalangan media menyiaran. Maka diperlukan tanggung jawab sosial sebuah media massa dalam memproduksi konten selama Ramadhan,” katanya, Selasa (13/04) di Jakarta.

“Media memiliki peran strategis dalam melaksanakan fungsinya menyebarkan informasi, mengontrol lingkungan sosial, dan mensosialisasikan nilai-nilai dari generasi ke generasi dan tentunya fungsi hiburan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wakil Sekjen MUI Bidang Infokom Asrori S Karni menyampaikan, tujuan program ini adalah mengevaluasi tayangan siaran ramadhan 1442 H/ 2021 M. MUI ingin mengapresiasi isi siaran Ramadan yang sehat, inspiratif, menjunjung tinggi akhlakul karimah dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami merekomendasikan perbaikan kepada para pihak terkait, terutama lembaga penyiaran dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), jika terdapat tayangan Ramadhan yang melanggar UU, peraturan, maupun kepatutan,” ungkapnya.

Dia merinci, mekanisme kerja pemantauan program TV ramadhan ini akan menyasar ke 16 stasiun televisi yang terdiri dari TVRI, TVOne, ANTV, MetroTV, Trans7, TransTV, SCTV, Indosiar, RCTI, MNC TV, GTV, Kompas TV, iNews, NET, RTV, dan JawaPos TV. Pemantauan akan fokus pada jam-jam prime time yaitu sebelum dan sesudah berbuka (pukul 17.00-20.00) dan sebelum dan sesudah sahur (03.00-05.00).

“Pada Tahap I pemantauan dilakukan selama 15 hari pertama bulan Ramadhan dan Tahap II dilakukan pada 15 hari berikutnya. Pada akhir setiap tahap akan dilakukan ekspose publik hasil pemantauan dengan menghadirkan narasumber yang relevan,” ungkapnya.

 

Berzakat, Presiden Jokowi Luncurkan Gerakan Cinta Zakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis (15/4/2021), menyerahkan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Istana Negara, Jakarta. Acara tersebut digelar dengan tetap mematuhi dan menjaga protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah pada hari ini saya bersama dengan Bapak Wakil Presiden dan para Menteri Kabinet Indonesia Maju bisa tetap berzakat di tengah pandemi dan untuk tetap juga mematuhi dan menjaga protokol kesehatan,” kata Presiden dalam sambutannya.

Dewasa ini, Presiden menjelaskan, zakat juga bisa ditunaikan secara daring. Menurut Kepala Negara, berzakat merupakan kewajiban umat Islam untuk berbagi rezeki dan kebahagiaan dengan saudara-saudaranya, terutama para mustahik.

“Saya harapkan dana zakat yang dihimpun oleh Baznas ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan-kesulitan akibat pandemi Covid, dan juga untuk membantu mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh di negara kita,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden sekaligus meluncurkan secara resmi Gerakan Cinta Zakat yang mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan zakat, infak, dan sedekah. Selain itu juga untuk memastikan penyaluran yang tepat sasaran, betul-betul sampai kepada mereka yang membutuhkan.

“Gerakan Cinta Zakat ini sejalan dengan program pemerintah yang memiliki kerja yang sangat besar untuk mengentaskan kemiskinan, menangani musibah dan bencana, serta menuntaskan program-program SDGs (pembangunan berkelanjutan),” ungkapnya.

Di penghujung sambutannya, Presiden mengimbau seluruh pejabat negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, hingga kepala daerah di seluruh Tanah Air untuk turut menunaikan zakat melalui amil zakat resmi untuk membantu mewujudkan kesejahteraan dan juga memberikan keberkahan kepada semua.

“Semoga zakat yang kita keluarkan akan menyempurnakan ibadah puasa kita, menyempurnakan ketakwaan kita, ketaatan kita kepada Allah Swt.,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Baznas Noor Achmad, serta sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya.

Ini Tips Hatam Qur’an di Bulan Ramadhan

Umat Islam di seluruh dunia saat ini tengah menjalani ibadah puasa Ramadan 1442 H. Ramadan dikenal juga dengan bulan Al-Qur’an. Sebab, di bulan inilah diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.

Dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 185 disebutkan:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

185.  Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).

Kepada Humas, Kamis (15/4/2021), Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an, Ditjen Bimas Islam Kemenag Jamaluddin M. Marki mengatakan tadarus Al-Qurán di bulan Ramadan menjadi sangat spesial, karena tidak hanya semata mengabadikan konteks waktu diturunkannnya Al-Quran, namun juga menjadi ladang amal kebaikan. Menurutnya, banyak hadist Rasulullah yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an, di antaranya adalah:

عن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .

“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469)

Setiap kali memasuki Ramadan, kata Jamal, banyak umat Islam yang berusaha untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Meski itu adalah amalan ibadah utama, namun ada batasan yang perlu diperhatikan saat akan mengkhatamkannya. Rasulullah SAW misalnya, melarang untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam durasi waktu yang terlalu cepat sehingga terburu-buru saat membacanya. Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah Saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari)

“Mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari, ditakutkan pembacanya tidak bisa memahami dan menghayati kandungan dari Al-Qur’an,” ujarnya.

Tips Khatamkan Al-Qur’an
Ada beberapa tips dan trik agar dapat mengkhatamkan al-Qur’an di bulan Ramadan. Pertama, menggunakan jumlah Juz dalam Mushaf Al-Qur’an. Caranya gunakan Mushaf Al- Qur’an yang dicetak per-juz, biasa disebut mushaf khataman. Satu juz berisikan 11 lembar atau 22 halaman. Gunakan sistem target, jika 1 hari dibaca 1 juz dalam sebulan akan khatam. Mushaf Al-Qur’an terdiri dari 30 juz yang panjangnya bervariasi, jadi target yang harus dicapai adalah membaca 1 juz setiap hari.

Kedua, menggunakan jumlah lembar dalam tiap Juz Al-Qur’an; apabila dirasakan berat untuk menamatkan 1 juz di satu waktu (misalnya ba’da tarawih/atau ba’da Subuh), dapat dipertimbangkan tips yang satu ini, yaitu dengan membagi jumlah lembar dalam 1 juz kemudian dibaca setiap selesai shalat wajib. Mushaf Al-Qur’an yang umum beredar di Indonesia, rata-rata dalam 1 juz terdapat 9-10 lembar (ada juga yang lebih). Sebagai contoh jika dalam juz pertama terdapat 10 lembar, kemudian dibagi dengan 5 (waktu shalat), maka tiap selesai shalat hanya akan membaca 2 lembar saja. Lebih enteng bukan? dan pastinya si pembaca juga merasa tidak terlalu berat dan tetap bisa menamatkan 1 juz per hari. Silahkan diatur saja dalam membagi jumlah lembar tiap juz lainnya dengan 5 waktu shalat.

Ketiga, menggunakan jumlah lembar (halaman) Mushaf Al-Qur’an. Jumlah halaman pada mushaf Al-Qur’an berbeda-beda. Sebagai contoh, Mushaf Al-Quran Standar Indonesia (MSI) yang di cetak oleh Unit Percetakan Al-Qur’an Kementerian Agama memiliki 604 halaman. Agar bisa khatam hingga akhir bulan Ramadan ini (dengan asumsi 29 hari), maka setiap hari harus membaca 21 atau 22 halaman. Ini bisa dibaca dengan variasi waktu kapan pun dalam 1 hari tersebut, dengan target 21 halaman per hari. Jika tidak bisa menyelesaikan 11 lembar (21 halaman) sekaligus, sebaiknya bawa selalu mushaf Al-Qur’an (atau gunakan aplikasi Al-Qur’an Digital pada smart phone) dan manfaatkan waktu-waktu luang. Misalnya: Saat jam istirahat kantor/sekolah; saat macet di jalan atau menunggu angkutan umum atau di dalam kendaraan, dan kondisi lainnya.

Bagaimana dengan wanita yang memiliki siklus menstruasi, mungkinkah bisa mengkhatamkan Al-Qur’an? Jika masa haid datang pada awal Ramadan, maka dia bisa membagi 30 juz Al-Quran dengan sisa hari masa suci selama Ramadan. Jika dia belum tahu kapan masa haid datang, usahakan membaca lebih dari 1 Juz perhari. Misalkan 1,5-2 Juz. Semakin banyak semakin bagus. Ini bisa menjadi simpanan, jika siklus menstruasi itu datang.

“Kuncinya sebenarnya lebih kepada niat masing-masing individu. Jika memang berniat betul-betul ingin mengkhatamkan Al-Qur’an, dengan izin Allah pasti bisa tercapai. Semakin banyak lagi halaman Al-Qur’an yang bisa dibaca, otomatis bisa lebih cepat mengkhatamkan Qur’an,” ujar Jamal.

Jamal menambahkan tentang kebiasaan Sahabat Anas bin Malik mengajak keluarganya saat akan mengkhatamkan Al-Qur’an. Diriwayatkan Darimi dari Tsabit al-Bunnani, dia berkata bahwa Anas bin Malik jika sudah hampir mengkhatamkan Al-Qur’an pada malam hari, beliau menyisakan sedikit, hingga ketika subuh, beliau mengumpulkan keluarganya dan mengkhatamkannya bersama mereka.

Saat mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Dengan mengumpulkan seluruh anggota keluarga, akan dapat memberikan berkah kepada seluruh anggota keluarga. Karena, semuanya berdoa secara bersamaan kepada Allah mengharapkan rahmat dan berkah dari-Nya.

Selamat membaca dan memahami Al-Quran. Semoga keberkahan Ramadan senantiasa meliputi aktifitas peribadatan dan kehidupan kita semua. Aamiin

sumber: kemenag

Raih Gelar Ph.D, Kelulusan S3 Habib Rizieq Tuai Pujian Warganet

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Imam Besar Front Persatuan Islam (FPI) Habib Rizieq Shiha diketahui lulus dari ujian program doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) Malaysia. Kabar kelulusan Rizieq disambut dengan penuh rasa syukur oleh warga masyarakat khususnya umat Islam.

“Habib Rizieq benar-benar membuktikan bahwa dirinya adalah aset bangsa ini,” tulis keterangan berita yang diunggah Mahendratta di akun twitter @Mahendradatta, Kamis (15/4/2021).

Adapun disertasi Rizieq berjudul “Metodologi Pemilahan Antara Usul Dan Furu’ Dalam Aqidah Dan Syari’ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”, merupakan bahasan berat dan mendalam karena isinya membedah 73 aliran dalam Islam telah selesai diuji pada pukul 15.00 waktu Malaysia dan Habib Rizieq dinyatakan telah lulus dari ujian yang ia lakukan secara online dari Rutan Mabes Polri ini.

Supervisor sidang pengujian ini adalah Profesor. Madya. Dr Kamaluddin Nurdin Maruuni, dan co supervisor adalah Dr Ahmad Kamel Malik.

Kini Habib Rizieq resmi meraih gelar Ph.D, melengkapi gelar akademik sebelumnya di program Sarjana Strata 1 dan 2.

Pihak USIM dikabarkan telah merekomendasikan agar disertasi Habib Rizieq ini dicetak dan disebarluaskan. “Alhamdulillah, IB HRS kini telah resmi memiliki gelar PhD,” ujar Habib Ali Alatas salah satu pengacara Habib Rizieq, Kamis (15/4/2021).

Habib Rizieq selama beberapa bulan terakhir memang tengah menyelesaikan studi S3 di Universitas Sains Islam Malaysia itu.

Untuk diketahui Habib Rizieq menyelesaikan studi S-1 nya di King Saud University dan S-2 di University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia. Tesis S2 Habib Rizieq saat itu membahas “Pengaruh Pancasila Terhadap Penerapan Syariah Islam di Indonesia”, lulus dengan hasil Cumlaude atau Mumtaz atau Sangat memuaskan.

Sontak kabar kelulusan Habib Rizieq itu dibanjiri doa selamat oleh para warganet. “Alhamdulillah… Barakallahu aamiin,” tulis akun @Ani****

 

Sumber: sindonews.com

 

 

Dari Balik Jeruji, Habib Rizieq Tuntaskan Disertasi Raih Gelar Doktor

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Habib Rizieq Shihab (HRS) telah menyelesaikan Program Doktoral di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) dari balik penjara. Ujian disertasinya sendiri dilaksanakan secara daring pada Kamis (15/4) kemarin, dengan judul “Metodologi Pemilahan Antara Usul Dan Furu’ Dalam Aqidah Dan Syari’ah Serta Akhlaq Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah”.

“Mengucapkan terima kasih atas segala dukungan indah dari segenap kerabat mau pun sahabat yang selalu setia mendampingi dalam suka dan duka,” ujar tim advokasi HRS, Aziz Yanuar dalam pers rilisnya, Jumat (16/4).

Lanjut Aziz, berkat dukungan semuanya, HRS selalu termotivasi serta santri dan segenap umat Islam, HRS dapat menyelesaikan program doktoral di USIM. Serta. mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran USIM yang atas bimbingannya HRS.

“Mengucapkan terima kasih kepada Majelis Hakim dan Kejaksaan yang telah memberi kesempatan kepada Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab untuk mengikuti ujian disertasi doktoralnya. Sehingga tidak berbenturan dengan waktu persidangan,” sambung Aziz.

Terakhir, mengucapkan terima kasih dan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polri dan Bareskrim Polri yang dalam fungsi pelayanan dan pengayomannya membantu HRS dalam pemenuhan Hak Asasi Manusianya. Hal itu sesuai yang dijamin oleh Konstitusi sesuai amanat pasal 28C UUD 1945 dan Pasal 12 UU no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Yakni hak atas akses pendidikan, semoga Polri dan Bareskrim Polri dapat terus menjamin penegakan HAM di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutup Aziz.

 

Sumber: republika.co.id

Cerita Sahur Bersama  Anak Yatim Dhuafa Di Kawasan Ex Dolly

SURABAYA(Jurnalislam.com) – Di bulan suci Ramadan yang penuh berkah ini, Dompet Dhuafa Jatim berbagi kebahagiaan melalui program Sahur Berkah bersama anak yatim dan dhuafa yang berada di Ruang Harapan kawasan bekas Dolly Putat Jaya Kota Surabaya, Jawa Timur. Acara sahur bersama adik yatim dhuafa kali ini Dompet Dhuafa Jatim tidak sendirian, selama berlangsungnya acara ditemani oleh para relawan dan juga Pro 1 Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya pada Kamis (15/04/2021).

 

Ada rangkaian tanya jawab ringan yang dilakukan oleh tim Pro 1 RRI Surabaya kepada peserta anak yatim dhuafa yang mengikuti pembinaan di Ruang Harapan Putat Jaya Surabaya. ” Saya seneng ada kegiatan Ramadan disini, banyak temannya kakak pembinanya juga sangat peduli dengan kami “. Kata Vallen (13 th) salah satu penerima manfaat program.

 

Menambahkan cerita yang disampaikan oleh adik Selsa, Dias Patria Yunanto (23 th) selaku pendamping sekaligus guru yang mengajar di Ruang Harapan Putat Jaya Surabaya berkata ,” Pada waktu pagi hari sampai siang, adik-adik disini belajar bareng tentang materi umum yang diajarkan oleh sekolah. Tidak hanya itu, kami para pengajar dan relawan juga mendampingi adik adik dalam mengerjakan tugas sekolah. Kemudian sorenya mereka belajar Al Qur’an disini. Nah, di bulan Ramadan bersama Dompet Dhuafa kita adakan program pembinaan akhlak sekaligus sahur bareng bersama mereka “.

 

Program sahur bersama adik yatim dhuafa ini selalu terlaksana rutin pada setiap bulan Suci Ramadan, dengan konsep yang menarik berbeda dari yang lain Dompet Dhuafa selalu mengajak semua pihak untuk turut berkontribusi dalam menebar kemanfaatan .” Kami sangat senang bisa melihat kebahagiaan adik-adik Yatim Dhuafa yang mengikuti acara sahur berkah ini, karena masih disuasana pandemi semua wajib tetap saling bersinergi, saling membantu sesama dalam menebar kemanfaat pada mereka yang membutuhkan. Mudah-mudahan pendemi segera selesai dan semua masyarakat bisa beraktivitas normal kembali “, Kata Rizzqi Aladib selaku Manager Program yang menjadi pananggung jawab program Ramadan di Dompet Dhuafa Jawa Timur.

Pesantren Virtual 2021 Ajak Masyarakat ‘Nyantri’ Secara Daring

BANDUNG(Jurnalislam.com)–Mengiringi jalannya bulan suci, Sinergi Foundation bersama Quran Cordoba menggelar Pesantren Virtual 2021. Ini adalah rangkaian kajian keislaman online yang diisi oleh para ustadz dan expert di bidangnya selama full di bulan Ramadhan.

“Karena tahun ini pandemi belum selesai, masyarakat belum boleh berkerumun atau mengadakan kajian offline, Pesantren Virtual jadi solusi bagi mereka yang ingin menimba ilmu keislaman. Di sini, para peserta bisa ‘nyantri online’ dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya dengan mudah & praktis via daring di rumah saja.” kata Asep Irawan, CEO Sinergi Foundation.

Asep berharap, masyarakat bisa lebih produktif memperbanyak tabungan amal di Ramadhan dengan menuntut ilmu keislaman di Pesantren Virtual. Ia pun menjelaskan, kajian online ini diadakan secara gratis dan disiarkan langsung melalui Zoom dan Youtube.

“Tema-tema yang dihadirkan seputar parenting, motivasi Al Quran, dan Sirah Nabawiyah. Pengisinya ada 16 orang, termasuk Ust. Asep Sobari, Ust. Budi Ashari, Ust. Salim A. Fillah, Jamil Azzaini, dan lain-lain,” tuturnya.

Pesantren Virtual 2021 adalah event kedua yang diadakan oleh Sinergi Foundation. Di Ramadhan tahun lalu, event ini sukses menyedot 3.500 peserta. “Di tahun ini, kami targetkan 7 ribu orang jadi peserta,” tandas Asep.

Bima Arya Tak Cabut Laporan HRS Karena Kapolda

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Habib Rizieq Shihab menyayangkan Wali Kota Bogor Bima Arya mengurungkan niatnya untuk mencabut laporan polisi perkara swab test RS UMMI.

 

Bima Arya beralasan tak jadi mencabut laporannya di polisi lantaran ada pernyataan dari Kapolda Jawa Barat, yang tak ingin laporannya dicabut.

 

Dalam sidang perkara kasus swab test yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur itu, Habib Rizieq mempertanyakan soal adanya niat Bima Arya untuk mencabut laporannya di kepolisian. Niat tersebut dinyatakan usai Bima bertemu dengan habaib yang dekat dengan Habib Rizieq.

“Bahkan tadi Anda bercerita ada niat cabut laporan, tapi Anda cerita ada yang nyatakan dari Polda (Jawa Barat) tak boleh dicabut,” kata Rizieq dalam persidangan di PN Jakarta Timur, Rabu 14 April 2021.

“Sekarang pertanyaan, Pemkot Bogor punya ahli hukum kenapa enggak tanya bahwa delik aduan itu bisa dicabut kapan saja. Artinya, tidak ada larangan dalam Undang-Undang kita, siapa pun boleh cabut laporannya. Siapa di Polda yang bilang tidak boleh cabut (laporan)?” sambung Rizieq yang bertanya kepada Bima.

Sumber: viva.co.id