Satpol PP Bogor Akui Ada Rapat untuk Pidanakan Habib Rizieq

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah mengungkap rapat koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat dan kepolisian soal kerumunan Habib Rizieq Shihab di Megamendung.

Isi rapat koordinasi itu disampaikan Agus saat bersaksi dalam sidang Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini.

Dalam pertemuan itu, Agus menyampaikan sempat ada perdebatan apakah kerumunan di Megamendung pada 13 November 2020 itu dikenakan sanksi administrasi atau pidana. Setelah berdiskusi, peserta rapat yang hadir sepakat untuk mengambil langkah pidana dalam penyelesaian kasus kerumunan Habib Rizieq Shihab itu.

“Kesepakatan bersama saja itu dilaporkan pidana,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin, 19 April 2021.

Adapun alasan peserta rapat sepakat memidanakan kasus pelanggaran protokol kesehatan itu adalah  untuk memberikan efek jera supaya kasus serupa tidak terulang kembali.

Namun Agus mengakui sebelumnya tidak ada kasus pelanggaran prokes yang dipidanakan.

Selain itu sewaktu diperiksa di Mabes Polri, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto mengatakan pihak yang bertanggung jawab atas kerumunan di Megamendung adalah Rizieq Shihab. Padahal, beberapa pekan sebelumnya saat diperiksa Polda Jawa Barat, Teguh tak menyebut pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa itu.

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab kemudian mencoba mengorek informasi ihwal adanya dugaan pemaksaan atau pengarahan laporan tersebut. Namun Teguh mengatakan perubahan keterangan di kepolisian itu berdasarkan inisiatifnya sendiri.

“Itu pandangan saya sendiri,” kata Teguh.

Pada hari ini, ada dua perkara Habib  Rizieq Shihab yang disidangkan. Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur Alex Adam Faisal mengatakan dua perkara itu adalah kerumunan Petamburan dan kasus kerumunan di Megamendung. Pada sesi pagi hingga siang, Pengadilan menggelar lebih dulu perkara di Megamendung.

“Untuk Megamendung ada 4 saksi dari JPU,” kata Alex

Adapun 4 saksi tersebut adalah Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Kabupaten Bogor Teguh Sugiarto, Kasie Trantib Satpol PP Bogor Iwan relawan, Camat Megamendung, Bogor, Jawa Barat Endi Rismawan, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah.

Sumber: tempo.co

MUI: Tolong Patuhi Larangan Mudik!

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengingatkan masyarakat mematuhi larangan mudik agar kasus penularan Covid-19 yang sudah melandai tidak melonjak lagi sebagaimana yang terjadi di India.

“Larangan mudik ini tentu sudah melalui kajian, sudah melalui telaahan berdasarkan data-fakta,” katanya dalam konferensi pers Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB Jakarta, Jumat (23/4).

Amirsyah mengemukakan, pada masa libur panjang pergerakan warga dan kerumunan biasanya meningkat dan kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan Covid-19. “Saya ingin mengingatkan, India harus kita jadikan salah satu pelajaran yang berharga bagi kita, jangan sampai terulang di Indonesia. Tolong betul-betul kita camkan,” katanya.

India kembali menghadapi peningkatan drastis kasus Covid-19 dan 127 warga India dilaporkan tiba di Indonesia menggunakan pesawat sewaan pada 21 April 2021, ketika negaranya menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Amirsyah mengajak masyarakat mencegah terjadinya lonjakan kasus penularan Covid-19 dengan menahan diri untuk mudik.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito juga mengingatkan masyarakat mematuhi kebijakan larangan mudik Lebaran. “Pemerintah ingin betul-betul menjaga pada saat Ramadhan dan Idul Fitri ini tidak memicu peningkatan kasus setelah bulan Ramadhan dan juga dengan libur Idul Fitri,” katanya.

sumber: republika.co.id

6,4 Juta Warga Telah Divaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Jumlah penerima vaksin Covid-19 secara nasional kini bertambah 163.498 orang. Sehingga total mencapai 11.432.711 orang yang diberi vaksin Covid-19 hingga 22 April 2021, dengan pemberian suntikan dosis pertama.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang diterima di Jakarta, Kamis (22/4), dari 11.432.711 orang tersebut, sebanyak 6.488.197 orang sudah diberikan vaksin Covid-19 dosis kedua atau bertambah 166.194 orang. Saat ini, pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 40.349.049 orang.

Masyarakat yang telah menerima vaksin COVID-19, termasuk di antaranya tenaga kesehatan, pejabat negara, pegawai pemerintah, petugas layanan publik, orang lanjut usia (lansia), tokoh agama, guru/dosen, wartawan dan pedagang pasar.

Setelah mendapat suntikan vaksin Covid-19, masyarakat diminta tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19. Protokol kesehatan itu meliputi, antara lain memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Sementara itu, kasus sembuh Covid-19 di Indonesia hingga 22 April 2021 bertambah 5.993 orang. Sehingga total mencapai 1.481.449 orang.

Untuk jumlah kasus positif Covid-19 ada tambahan 6.243 orang, sehingga total menjadi 1.626.812 orang. Kasus meninggal akibat Covid-19 bertambah sebanyak 165 orang menjadi 44.172 orang.

Sumber: republika.co.id

Tak Ingin Seperti India, Menkes: Tak Perlu Terburu-buru Longgarkan PPKM

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta kepada seluruh daerah untuk tidak perlu buru-buru melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Hal ini diungkapkan Menkes karena ada kecenderungan terjadi peningkatan kasus di berbagai negara di seluruh dunia, seperti India.

Budi menyampaikan bahwa kenaikan kasus Covid-19 yang sangat tinggi di India disebabkan karena 2 hal utama, Pertama karena memang adanya mutasi baru disana, dan Kedua karena banyak pelonggaran yang dilakukan terlalu cepat.

 

“Protokol kesehatan yang dilonggarkan cepat, festival keagamaan diizinkan, dan kasus baru naik tinggi. Hal ini pelajaran bagi kita semua untuk mengamati laju penularan,” ujarnya dalam konferensi pers KCPEN, Jumat (23/4/2021).

Menurutnya, India dan Indonesia memiliki pengalaman yang sama ketika kasus Covid-19 menurun cukup drastis. Namun, bedanya India kasuanya meningkat tinggi, Indonesia cenderung masih melandai.

“Belajar dari India kita harus hati-hati melihat tren ini seperti apa. Sejak libur pasakah hingga minggu ini terjadi kenaikan sedikit. Ini tugas kita bersama agar tidak mengulangi kejadian di India lebih baik waspada sejak awal,” ujarnya.

“Rumusnya sama PPKM Mikro yang terbukti bagus, tidak usah terburu-buru melonggarkann PPKM Mikro,” ujarnya.

sumber: cnbcindonesia

Tren Kenaikan Kasus Covid Harus Jadi Perhatian

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di tingkat global saat ini tercatat mengalami tren kenaikan. Tren perkembangan kasus global ini, kata dia, penting untuk diperhatikan sebagai bahan refleksi dalam upaya penanganan Covid-19 di Tanah Air.

Ia mencontohkan, terdapat sejumlah negara yang saat ini kewalahan dalam menangani Covid-19 karena terjadinya lonjakan kasus baru. Yakni seperti di India, Turki, dan juga Brazil.

“Brazil merupakan negara dengan jumlah penduduk yang paling dekat dengan Indonesia dan mengalami kenaikan kasus sampai lebih dari 70 ribu di April 2021,” kata Wiku saat konferensi pers, Kamis (22/4).

Sedangkan di Indonesia, penambahan kasus saat ini berkisar di antara 4 ribu sampai 5 ribu kasus harian baru. Sementara itu, di India terjadi lonjakan kasus positif harian yang sangat tajam selama dua bulan terakhir ini.

Pada awalnya, India telah berhasil menjaga agar kasus positif terus menurun. Namun sejak pertengahan Februari hingga hari ini, angka kasus positif justru semakin melonjak tajam.

“Dari yang sebelumnya hanya 9 kasus baru menjadi lebih dari 300 ribu kasus baru per harinya. Ini berarti kenaikannya mencapai lebih dari 30 kali lipat,” ucapnya.

Sedangkan di Turki, kasus positif harian juga mengalami peningkatan yang cukup tajam. Pada Januari, Turki berhasil mempertahankan penambahan kasus positif harian di angka lima ribu kasus baru. Namun angka tersebut terus meningkat tajam hingga April dan mengalami penambahan lebih dari 60 ribu kasus baru per harinya atau meningkat 12 kali lipat.

Wiku mengingatkan, jika Indonesia tidak berhati-hati dan disiplin menjalankan protokol kesehatan maka bisa terjadi lonjakan kasus seperti di negara lainnya. Kondisi ini sangat berpotensi menyebabkan terjadinya kasus-kasus fatal.

Selain itu, kenaikan kasus di Indonesia pun juga akan berpengaruh pada kenaikan kasus di tingkat global.

“Maka dari itu kesuksesan Indonesia dalam menekan laju penularan sebenarnya dapat dilihat sebagai kontribusi positif,” tambahnya.

Karena itu, Wiku berharap Indonesia mampu terus menurunkan kasus positif baru dan mencegah terjadinya lonjakan. Upaya ini harus dilakukan oleh berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

Lonjakan kasus baru dapat dihindari dengan meningkatkan pelayanan pada pasien Covid-19 dan meningkatkan kesadaran disiplin prokes. Selain itu, upaya testing dan tracing juga perlu terus ditingkatkan untuk menjaring kasus baru.

“Masyarakat diharapkan dapat juga menaati (kebijakan) yang dibuat pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19. Sebagai catatan adanya aturan terkait peniadaan mudik juga merupakan hasil dari pembelajaran dari lonjakan kasus yang terjadi di India beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Sumber: republika.co.id

MUI Ingatkan Lonjakan Kasus di India Agar Jadi Pelajaran

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirysah Tambunanmengingatkan masyarakat lonjakan kasus Covid-19 di India harus dijadikan pelajaran yang berharga bagi Indonesia. Diketahui, kasus Covid-19 di India saat ini sedang mengalami lonjakan yang tajam bahkan dalam sehari mencapai 300.000 kasus.

“Dan saya ingatkan, India harus kita jadikan salah satu pelajaran yang berharga bagi kita jangan sampai terulang di Indonesia. Saya ingin mengingatkan masyarakat, jangan sampai terulang,” tegas Amirsyah dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (23/4/2021).

Amirsyah meminta agar masyarakat benar-benar menjaga agar pelandaian kasus Covid-19 di Indonesia bisa dijaga.

 

“Pelajaran berharga ini, tolong betul-betul kita camkan ya, agar tidak terulang. Oleh karena itu momentum landai ya di bulan Ramadhan harus kita pertahankan, bahkan harus kita turunkan,” pungkasnya.

Sumber: sindonews.com

Perpustakaan Masjid Dinilai Penting untuk Tingkatkan Literasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) terus berusaha meningkatkan literasi keagamaan umat beragama. Salah satunya, dengan memberikan bantuan bagi perpustakaan masjid.

Hal ini dikemukakan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Moh. Agus Salim saat memimpin Penyusunan Petunjuk Teknis (Juknis) Bantuan Perpustakaan Masjid, di Depok Jawa Barat.

“Pada tahun anggaran 2021 ini, Kemenag akan menyalurkan bantuan perpustakaan masjid. Ini karena kita melihat pentingnya peningkatan literasi melalui perpustakaan masjid,” ungkap Agus Salim, Kamis (22/4/2021).

Ia berharap dengan bantuan perpustakaan masjid ini dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana perpustakaan masjid di Indonesia agar lebih memadai. “Kami berharap nantinya perpustakaan yang ada dapat dimanfaatkan oleh jemaaah masjid dan masyarakat sekitar sebagai manifestasi peningkatan literasi dan pemahaman moderasi beragama,” imbuhnya.

Agar penyaluran bantuan tepat guna dan sasaran, Agus pun mengingatkan pentingnya disusun juknis yang komprehensif. Dalam penyusunan Juknis, Agus menjelaskan, ada tiga prinsip utama pelaksanaan bantuan kepada masyarakat yang perlu diperhatikan dan dijadikan patokan.

Pertama, terkait kewenangan dalam regulasi yang memayungi. Kedua, terkait ketepatan dan kepastian sasaran. Dan ketiga, terkait urgensi kebijakan bantuan. “Jangan sampai dengan lemahnya dasar dari suatu kebijakan justru akan menjadi beban permasalahan di waktu selanjutnya,” pesan Agus.

Juknis Bantuan Perpustakaan Masjid yang dihasilkan, nantinya akan menjadi panduan pelaksanaan penyaluran bantuan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. “Dengan disusunnya Juknis bantuan perpustakaan masjid tersebut, diharapkan akan menjadi panduan atau pegangan yang sistematis di bawah koridor hukum perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Penyusunan Juknis tersebut digelar selama dua hari, Kamis-Jumat 22-23 April 2021. Pertemuan ini turut dihadiri perwakilan dari bagian OKH Sesditjen Bimas Islam, Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal Kemenag, Bank Syariah Indonesia, dan pejabat di lingkungan Direktorat Urais Binsyar.

Perbanyak Bersyukur, Selamat Tinggal Insecure

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Insecure sering kali terjadi ketika melihat orang lain. Hal ini yang kemudian memicu munculnya perasaan hati tidak tenang dan rasa tidak percaya diri. Mungkin insecure ini muncul karena selalu membandingkan diri kita dengan orang lain yang lebih dari kita. Memang banyak yang kehidupannya di atas kita. Mereka lebih kaya, lebih pintar, lebih sukses. Tetapi banyak juga yang kehidupannya di bawah kita.

Di Dai Muda Spesial Ramadan, Ahkam dan Sya’ban membahas tentang bersyukur kepada Allah. Sebagai pembuka, Ahkam dan Sya’ban langsung membaca live chat request dari penonton setia sahabat dai spesial ramadhan untuk menyanyikan shalawat “Hayyul Hadi”, kemudian mereka membahas tentang perbanyak bersyukur dan kurangi insecure. Apakah kalian selalu merasa insecure ketika melihat apa yang orang lain punya? Pernah kah kalian melihat orang-orang yang jauh dibawah kita?

Memang pada zaman sekarang orang-orang sulit untuk mensyukuri atas nikmat yang diberikan oleh Allah. Sya’ban bercerita ketika ia mengaji di sebuah pondok, seorang ustad menjelaskan tentang hadist yang berbunyi “Lihatlah kepada yang di bawah kalian dan janganlah kalian melihat yang di atas kalian, sesungguhnya hal ini akan menjadikan kalian tidak merendahkan nikmat Allāh yang Allāh berikan kepada kalian.”

Penjelasan tersebut begitu singkat namun sangat besar makna nya. Janganlah kamu malu karena berada di bawah orang lain, namun malu lah kepada Allah karena kamu tidak pernah bersyukur atas nikmat yang diberikan. Ahkam juga berkata “ ada dua hal yang tidak semua orang punya meski dalam keadaan sehat, yaitu hati yang selalu bersyukur dan suka berdzikir” Biasanya dua hal ini sangat jauh dari kebanyakan orang.

Setelah menjelaskan materi tersebut, mereka menjawab pertanyaan dari @Dillapuspita, “Assalamualikum kak, bagaimana kalau kita sudah bersyukur tetapi tiba-tiba muncul rasa insecure”, Ahkam dengan spontan menjawab, “Perbanyak dzikir!, itu tandanya hati kita sedang tidak tenang, dan cara menenangkan hati yang tidak tenang yaitu kembali kepada zat yang menenangkan yaitu kepada Allah SWT. Berdoa dan Berdzikir”.

Sumber: sindonews.com

 

Pengusaha Bus Keluhkan Larangan Mudik

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan bahwa salah satu bus telah terkena pencegahan di wilayah Sumatera.

 

“Salah satunya lampung mengadakan razia segala macam, mengeluarkan Perda dilarang operasi. Kemarin Rosalia Indah ditangkap karena ada Perdanya,” kata sosok yang akrab disapa Sani, Jumat (23/4/21).

Padahal, dari aturan yang keluar dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Addendum Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021 Satgas Covid-19, tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa ada pelarangan mudik pada masa di luar 6-17 Mei. Selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021), hanya ada pengetatan lewat random check hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen.

“Pemda mungkin nggak telaah isi addendum (Surat Edaran Nomor 13 tahun 2021) tapi bersikap. Pemda jangan bikin turunan sendiri, harusnya Pemda ngacu ke situ. kami sangat menyayangkan Pemda yang bikin kebijakan masing-masing, nggak mengacu kebijakan pusat, ini bikin bingung masyarakat,” sebutnya.

Akibat kebijakan larangan mudik yang menjadi pilihan Pemda, masyarakat yang awalnya berniat untuk mudik pun menjadi ragu. Bahkan sebagian masyarakat yang sudah membeli tiket pun memilih untuk refund.

“Tadi malam teman-teman PO diskusi banyak, penumpang banyak yang minta refund tiket. Kalau 1 PO 2-3 ribu, terus refund, aduh. Refund sudah mencapai 50%, segitu takutnya masyarakat kan,” kata Sani.

Sumber: cnbcindonesia

MUI: Ibadah di Rumah Lebih Afdol Saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)- Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirysah Tambunanmengingatkan masyarakat lonjakan kasus Covid-19 di India harus dijadikan pelajaran yang berharga bagi Indonesia. Diketahui, kasus Covid-19 di India saat ini sedang mengalami lonjakan yang tajam bahkan dalam sehari mencapai 300.000 kasus.

Amirsyah pun meminta agar masyarakat yang berada di zona merah Covid-19 melakukan ibadah di rumah. “Sekali lagi dengan cara melakukan upaya-upaya yang konkret misalnya beribadah di rumah itu lebih afdol terutama di daerah-daerah yang zona merah.”

Apa bukti zona merah? “Yaitu ketika di lingkungan masyarakat itu ada terkena Covid. Dan terbukti, nah itulah termasuk salah satu bukti zona merah yang harus di apa namanya dihindari kerumunan bahkan diutamakan Salat Tarawih di rumah,” paparnya.

Amirsyah pun mengajak agar masyarakat menjadikan Ramadhan untuk memperkuat disiplin protokol kesehatan.

 

“Saya ingin mengajak kaum muslimin dan seluruh masyarakat Indonesia, mari kita jadikan momentum Ramadhan untuk memperkuat disiplin kita terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Dan juga terkait dengan bagaimana memutus mata rantai penyebaran Covid.”

Kata Amirsyah, hal ini untuk menjaga terhadap tiga hal kewajiban yang harus kita lakukan. “Wajib Iman itu satu, yang kedua wajib aman jaga jarak, dan yang ketiga adalah wajib imun,” kata Amirsyah.

Sumber: sindonews.com