Kemenag Dorong Amil Lembaga Zakat Segera Divaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama mendorong lembaga zakat segera memberikan vaksin Covid-19 kepada para amil. Amil adalah orang-orang yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.

“Saya berharap lembaga pengelola zakat melakukan vaksinasi bagi amil zakat untuk meminimalisasi potensi terpapar Covid-19,” ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Tarmizi Tohor dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/8).

Tarmizi mengatakan amil bertugas langsung di lapangan, mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, memiliki risiko besar terpapar Covid-19. Menurut data Satgas Covid-19, Forum Zakat (FOZ) per 30 Juli 2021, ada 776 amil terpapar Covid-19, 620 amil sembuh, dan 17 amil meninggal. Untuk menekan angka kematian itu, para amil mesti mendapatkan vaksin.

Apalagi saat ini banyak lembaga mendistribusikan zakat kepada mereka yang terdampak pandemi Covid-19. “Jangan sampai menunggu jumlah yang terpapar dan meninggal bertambah, baru melaksanakan vaksin,” katanya.

Ketua Umum FOZ Bambang Suherman mengatakan beberapa FOZ di tingkat provinsi dan kabupaten/kota telah menginisiasi kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memberikan layanan vaksinasi bagi amil zakat. Ia berharap FOZ yang lainnya juga menggandeng satgas Covid-19 dan pemda di wilayah masing-masing agar mendapatkan sekaligus memberikan layanan vaksin kpada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan semakin luasnya kampanye vaksinasi dan pembukaan akses yang mudah oleh pemerintah akan mendorong banyaknya amil zakat yang divaksinasi,” kata dia.

Sumber: republika.co.id

MURI: UIN Walisongo Terbanyak Edukasi Poster Vaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Museum Rekor Dunia (MURI) Indonesia kembali memberikan rekor untuk UIN Walisongo Semarang. Kali ini, rekor yang dicatat terkait unggahan poster sosialisasi protokol kesehatan dan vaksinasi yang dilakukan 6.052 mahasiswa.

Jumlah ini memecahkan Rekor MURI sebelumnya  dipegang Universitas Muhammadiyah Tangerang dengan unggahan poster sosialisasi prokes yang dilakukan 2.528 mahasiswa.

Prof. Jaya Suprana dari MURI memberikan selamat kepada UIN Walisongo atas capaian tersebut. Menurutnya, UIN Walisongo juga telah berkontribusi nyata dengan menyiapkan tempat lokasi vaksinasi dan isolasi mandiri terpusat sehingga kiprahnya patut diakui.

“UIN Walisongo membentuk relawan vaksinasi covid dan terjun langsung ke masyarakat bagi yang belum divaksin. MURI dengan bangga menganugerahkan poster prokes dan virtual karya mahasiswa terbanyak,” kata Jaya, di Semarang, Kamis (5/8/2021).

UIN Walisongo kini mencatat lima rekor MURI. Sebelumnya, kampus ini telah mencatat rekor terkait kuadran terbesar, konfigurasi MOB terbanyak, konferensi virtual lintas negara terbanyak, dan unggahan moderasi beragama oleh mahasiswa terbanyak.

Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag mengapresasi rekor MURI ini. Menurutnya, kontribusi dari mahasiswa baru ini bukan sekedar penambah capaian prestasi bagi sivitas akademika. Lebih dari itu, ini menjadi bukti mahasiswa ikut berkontribusi nyata dalam merespon persoalan aktual yang dihadapi masyarakat, yakni pandemi Covid-19.

“Unggahan masif poster sosialisasi protokol kesehatan dan vaksin secara virtual ini merupakan langkah strategis untuk memberikan edukasi pentingnya menjaga protokol kesehatan dan vaksinasi untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19,” ujar Rektor.

Dijelaskan Imam, ada dua makna yang dapat dipelajari dari anugerah MURI ini. Pertama, respon tanggap dan cakap digital yang ditunjukkan generasi muda Walisongo (GenWa) melalui unggahan poster sosialisasi protokol kesehatan dan vaksin.

“Optimalisasi media dan teknologi informasi menjadi persoalan urgen belakangan ini. Tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang interaksi dan komunikasi selama masa pandemi ini saja. Namun, keterampilan digital ini juga menjadi prasyarat bagi para GenWa untuk merespon tantangan global di era 4.0,” katanya.

Kedua, ini menjadi upaya refreshment edukasi protokol kesehatan dan vaksin dengan menggunakan desain interaktif dan kreatif yang diunggah melalui media digital. “Para GenWa dapat menjadi teladan terkait pentingnya sifat adaptif dalam merespon kondisi pandemi bagi para generasi millenial lainnya serta masyarakat pada umumnya,” tambahnya.

Rekor MURI diserahkan penanggung jawab MURI Semarang Ari Andriani kepada Rektor UIN Walisongo dan Presiden DEMA UIN Walisongo.

Pendaftaran Madrasah Digital 2021 Sudah Dibuka, Ayo Daftar

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama tahun ini akan membuka program Akademi Madrasah Digital. Pendaftaran peserta dibuka dari 2 – 16 Agustus 2021 secara online melalui website https://madrasah.kemenag.go.id/akademidigital/.

“Kami mengajak kepada seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah di Indonesia, negeri maupun swasta, untuk ikut serta dan mengikuti seleksi program Akademi Madrasah Digital (AMD) ini,” kata Direktur Kurikulim, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh Isom di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Menurut Isom, peserta yang akan mendaftar harus mengisi portofolio secara lengkap. Peserta juga harus menjelaskan prototype hasil karya yang akan dihasilkan dan yang pernah dibuat dalam bentuk tulisan.

Penilaian karya ilmiah akan dilakukan pada 17 – 22  Agustus 2021. Hasilnya diumumkan pada 24 Agustus 2021. Untuk tahun ini, hanya 100 kuota yang tersedia.

“Hanya 100 siswa terpilih yang bisa ikut ambil bagian. Mereka akan dibagi menjadi 20 Kelompok. Program ini tidak dipungut biaya apapun alias gratis,” sambungnya.

Dijelaskan Isom, program ini dilaksanakan bekerja sama dengan XL Axiata Tbk. Peserta terpilih harus bersedia mengikuti pelatihan selama enam bulan secara penuh, dan mendapat surat rekomendasi dari madrasah. Konfirmasi kesediaan peserta mengikuti pelatihan disampaikan dalam rentang 24- 27 Agustus.

“Pelatihan akan berlangsung sejak tanggal 30 Agustus 2021 hingga 20 Februari 2022 dan pengumuman kelompok pemenang berdasarkan masing-masing kriteria disampaikan pada 1 Maret 2022,” tutur Isom.

Selama mengikuti akademi, sebut Isom, peserta tidak hanya dilatih tentang cara membuat alat canggih berbasis teknologi. Lebih dari itu, mereka akan ditempa oleh para pelatih profesional untuk menguasai dasar bidang Internet of Things dari sisi teknis dan bisnis.

“Program ini juga akan mengembangkan spirit entrepreneurship peserta, serta menanamkan pola pikir dan perilaku leadership bagi Generasi Madrasah ke depan,” terang Isom.

Guru Besar IAIN Ternate ini berharap siswa madrasah bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi Era Teknologi 4.0. Sehingga, mereka dapat berkembang secara mandiri dalam belajar, hidup, berpikir, berpendapat, berkreasi dan berinovasi.

“Karena masih pandemi, program pelatihan diselenggarakan secara virtual,” tandasnya.

Informasi selengkapnya tentang Akademi Madrasah Digital bisa dipelajari dari panduan pelatihan yang bisa didownload melalui website Akademi Madrasah Digital 2021.

Ratusan Peserta Ikuti Festival Video Pendek Guru Madrasah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Sebanyak 531 peserta mengikuti Festival Video Pendek tentang pembelajaran di masa pandemi yang diselenggarakan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama.

Festival Video Pendek ini diikuti 458 guru madrasah dan 73 tenaga kependidikan madrasah. Dari total video yang dikirim, sebanyak 306 video pendek memenuhi kriteria, syarat, dan ketentuan.

Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain, mengungkapkan bahwa video pendek yang diuploud adalah video yang memenuhi kriteria lomba dan dikirim sebelum batas waktu pendaftaran, yaitu 26 Juli 2021, pukul 23.59 WIB.

“Banyak video bagus, tapi karena dikirim melewati batas waktu pendaftaran dan juga melebihi batas maksimal durasi video, maka panitia tidak bisa memasukkannya dalam penilaian,” terangnya di Jakarta, Jum’at (6/8/2021).

Ada tiga tema yang bisa dipilih peserta dalam Festival Video Pendek ini, yaitu: 1. Guru Madrasah Mengajar di Kelas Digital, 2. Guru Madrasah Mengajar di Masa Pandemi (Learning Recovery). 3. Peran Guru Madrasah terhadap Lingkungan Soial Masyarakat.

Muhammad Zain mengungkapkan, bahwa Festival Video Pendek ini merupakan ikhtiar Direktorat GTK Madrasah dalam memfasilitasi dan mengembangkan potensi guru dan tenaga kependidikan madrasah. “Kompetensi ini untuk mewadahi potensi guru dan tenaga kependidikan madrasah, apalagi di masa pendemi,” terangnya.

Lebih lanjut Zain menjelaskan, bahwa banyaknya peserta yang mengikuti festival ini menunjukkan bahwa guru dan tenaga kependidikan madrasah memang sudah familiar dengan teknologi. Direktorat GTK Madrasah di samping ingin mewadahi kreativitas guru dan tenaga kependidikan madrasah, sekaligus juga ingin memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan madrasah yang kreatif dan inovatif.

“Festival Video Pendek ini sangat bermanfaat karena memadukan antara seni, pesan moral, dan teknologi,” imbuhnya.

Ke depannya, apalagi di era Pandemi Covid-19, para guru dan tenaga kependidikan madrasah diharapkan dapat memperkaya konten-konten pembelajaran yang lebih adaptif dengan siswa-siswi yang milenial. Materi pembelajaran dalam bentuk short video dan tik tok, agar bisa lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

Selain itu, guru dan tenaga kependidikan madrasah harus melek literasi digital dalam arti yang luas, termasuk memperkenalkan kepada peserta didiknya terkait digital skill, digital safety dan digital ethic. Guru harus terus melakukan kreasi dan inovasi agar bisa survive sebagai pendidik profesional.

“Panitia selama tiga hari, 4-6 Agustus 2021 melakukan penilaian untuk memilih 6 terbaik dari semua karya yang lolos verifikasi,” pungkas Zain.

 

Raih Gelar Doktor, Wamenag Bahas Gerakan Islam di Ruang Digital

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Perkembangan teknologi informasi telah menciptakan ruang publik digital bagi warga bangsa. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa kehadiran ruang publik digital ini telah memberikan dampak dalam kehidupan bernegara, termasuk dalam proses demokratisasi dan kontestasi ideology politik gerakan Islam di Indonesia.

“Kemunculan ruang publik digital telah mengakibatkan demokratisasi dan fragmentasi otoritas keagamaan serta mempertajam kontestasi dan polarisasi ideologis antara gerakan Islamis dan organisasi Islam arus utama di Indonesia,” tegas Wamenag saat menyampaikan kesimpulan disertasinya dalam sidang promosi doktor di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang digelar secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Disertasi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi membahas tentang Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisa data hasil studi kepustakaan dan dokumentasi yang dihimpun dari website dan media sosial gerakan Islam yang menjadi objek kajian, yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), NU, dan Muhammadiyah.
Temuan penelitian disertasi ini berhasil dipertahankan Wamenag di hadapan tim penguji: Prof. Dr. Phil. Asep Saepudin Jahar, MA; Prof. Dr. Amany Lubis, MA; Prof. Dr. Masykuri Abdillah; Prof. Dr. Zulkifli, MA; Prof. Dr. M. Suparta, MA; dan Prof. Dr. Didin Saepudin, MA.

Dalam penelitiannya, Wamenag menemukan bahwa ruang publik digital telah memfasilitasi gerakan Islamis (HTI dan FPI) untuk memproduksi dan mendistribusikan wacana ideologi politik alternatif di luar batasan sempit lembaga formal dan politik elektoral. Meskipun pemerintah berupaya membatasi “struktur peluang politik” bagi kelompok Islamis, sebagaimana tercermin dalam kebijakan pembubaran HTI dan FPI, namun hal tersebut tidak menghalangi mereka untuk memengaruhi persepsi dan opini publik di ruang digital.

“Dalam arena yang tidak sepenuhnya bisa dijangkau oleh pemerintah inilah, kelompok-kelompok Islam arus utama seperti NU dan Muhammadiyah memainkan peran utama dalam membendung narasi radikal dan anti-sistem yang dihembuskan oleh kelompok-kelompok Islamis sambil terus berupaya mempertahankan Pancasila dan NKRI sebagai hasil konsensus bersama,” papar Wamenag.

Wapres Apresiasi Wamenag Gelar Doktor Bidang Politik Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang ujian promosi Doktor Pengkajian Islam Bidang Politik Islam dari Sekolah Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (5/8/2021). Ia meraih predikat Sangat Memuaskan setelah menyajikan disertasi yang berjudul  Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital.

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin melalui sambutan virtual mengapresiasi disertasi Wamenag.  “Disertasinya yang berjudul Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital patut diapresiasi karena telah menawarkan perspektif baru dalam kajian politik islam Indonesia,” ungkap Wapres Ma’ruf Amin.

Menurut Wapres, capaian akademik ini juga patut diapresiasi, mengingat saat ini Zainut Tauhid Sa’adi juga mengemban tugas pemerintahan sebagai  Wakil Menteri Agama.

“Di tengah kesibukannya sebagai Wamenag, ternyata ghirah belajar saudara Zainut Tauhid Sa’adi masih menyala, sehingga bisa menyajikan karya akademik yang berbobot dan bernilai penting bagi masyarakat dan pemerintah,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

“Selamat kepada saudara Zainut Tauhid Sa’adi atas prestasinya. Semoga maslahat,” sambungnya.

Promosi doktor yang berlangsung lebih dari dua jam ini dipimpin oleh Prof. Dr. Phil Asep Saepudin Jahar,MA. Bertindak sebagai penguji, Prof. Dr. Zulkifli, MA, Prof. Dr. M. Suparta, MA, dan Prof. Dr. Didin Saepudin, MA. Sementara, hadir sebagai promotor Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, MA dan Prof. Dr. Masykuri Abdillah.

Pemerintah Tetapkan Libur Muharam Rabu 11 Agustus 2021

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin memastikan bahwa tahun baru Islam tidak berubah, tetap 1 Muharram 1443 H. Hanya, hari libur tahun baru hijriyahnya yang digeser, awalnya 10 Agustus menjadi 11 Agustus 2021 M.

“Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M,” tegas Kamaruddin Amin di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Selain hari libur dalam rangka peringatan 1 Muharram 1443 H, ada juga perubahan hari libur dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw, 12 Rabiul Awwal 1443 H. “Awalnya hari liburnya 19 Oktober, berubah menjadi 20 Oktober 2021 M,” jelasnya.

“Sedangkan cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021 M, ditiadakan,” sambungnya.

Kamaruddin menjelaskan, kebijakan ini sebagai bagian dari upaya  pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19. “Ini ikhtiar untuk mengantisipasi munculnya klaster baru, maka dipandang perlu dilakukan perubahan hari libur dan cuti bersama tahun 2021 M,” sebutnya.

“Jadi hari liburnya saja yang berubah, bukan hari besar keagamaannya,” tandasnya.

Kualitas Ibu di Masa Pandemi Tentukan Karakter Anak

BOGOR(Jurnalislam.com)— Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Remaja Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor menyelenggarakan Webinar pada Kamis, 5 Agustus 2021 dengan tema, Peran Ibu dalam Mendidik Anak di Masa Pandemi.

Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Kabupaten Bogor Hj Siti Zahroh S.Ag menyampaikan bahwa diselenggarakan acara ini bertujuan memberikan pencerahan kepada kaum ibu dalam membangun karakter anak di masa pandemi covid-19

Acara diawali dengan Tilawah Al Qur’an kemudian dilanjut dengan sambutan Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH. Mukri Aji, MA, MH. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa anak adalah investasi akhirat sebagaimana sabda Nabi SAW, dan lahirnya anak shalih dan shalihah berkat peran kedua orang tua, terutama ibu. “Nabi Saw pernah ditanya, siapa orang yang paling utama dihargai, Nabi Saw menjawab ibumu, ibumu dan ibumu, kemudian bapakmu,” papar KH Ahmad Mukri Aji, MA, MH. Lebih lanjut Kiai asal Parung ini mengingatkan bahwa meski ibu memiliki keutamaan lebih dibanding ayah namun keduanya tidak bisa dipisahkan, kita ada karena adanya ayah dan ibu, keduanya harus dihormati.

 

Sambutan dilanjutkan oleh Bupati Kabupaten Bogor, Ade Munawaroh Yasin, SH. MH. “Kami pemerintah daerah menyambut baik dan mengapresiasi Webinar ini, harapannya pandemi ini tidak menyurutkan semangat para ibu untuk berinovasi dan terus menjadi sosok seorang ibu yang sesungguhnya,” kata Bupati Bogor.

“Pandemi Covid 19 berdampak pada keluarga; masalah kesehatan, tekanan psikologis, tekanan sosial ekonomi sehingga kita perlu mengokohkan stabilitas institusi keluarga agar tercapainya generasi yang berkualitas. Kualitas ibu menentukan ketahanan keluarga.” Lanjutnya.

 

Acara ini dimoderatori oleh Dr Syarifah Gustiawati Mukri dan sebagai pembicara adalah dr Aisah Dahlan, CHt, (Ketua AIRI/ Asosiasi Rehabilitasi Sosial Narkoba Indonesia).

dr Aisah mengawali webinar dengan menyitir syair pujangga asal Mesir, Ahmad Syauqi. “Ibu adalah sekolah pertama bagi anak anaknya. Apabila engkau telah mempersiapkan mereka dengan baik maka sesungguhnya engkau telah mempersiapkan sebuah generasi yang baik dan kuat.”

Menurut dr. Asiah bahwa perasaan seorang ibu dipengaruhi oleh banyak hal, dipengaruhi oleh emosi, watak, siklus menstruasi, masa nifas, masa pra monopouse, kondisi fisik, memori masa lalu dan keterampilan. “Semakin banyak belajar, maka semakin mudah mengatasi perasaan perasaan negatif. Selain itu perasaan juga dipengaruhi oleh keyakinan karena itu kita tidak berburuk sangka kepada Allah,” ujarnya. (mui)

 

Dua Roket dari Lebanon Menghantam Israel, Memicu Pembalasan Israel

YERUSALEM(Jurnalislam.com) – Dua roket yang diluncurkan dari Lebanon pada Rabu (4/8/2021) menghantam Israel, yang kemudian dibalas dengan tembakan artileri, ditengah meningkatnya ketegangan regional atas dugaan serangan Iran terhadap sebuah kapal tanker minyak di Teluk pekan lalu.

Layanan ambulans nasional Israel Magen David Adom mengatakan tidak ada korban disisi perbatasan Israel yang berbukit, dimana roket-roket itu mengakibatkan kebakaran hutan.

Tidak ada klaim dari pihak yang tanggung jawab langsung atas serangan roket itu, meskipun diketahui roket diluncurkan dari daerah Lebanon selatan sebuah wilayah dibawah kekuasaan gerilyawan Hizbullah yang didukung Iran.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan tiga roket telah ditembakkan dari Lebanon, satu roket jatuh di perbatasan Israel dan yang lainnya menyerang di dalam wilayah Israel. Sementara saksi di Lebanon juga membenarkan bahwa beberapa roket dzditembakkan ke Israel.

“Sebagai respon, pasukan artileri (Israel) menyerang wilayah Lebanon,” kata tentara Israel. Sekitar dua jam setelah penembakan roket yang pertama, militer Israel mengatakan artileri mereka menembak lagi ke sasaran yang tidak diidentifikasi, di sepanjang perbatasan.

Tentara Lebanon mengatakan serangan balasan Israel meluas ke beberapa desa di Lebanon selatan, telah menyebabkan kebakaran di kota Rashaya al-Fokh.

Pasukan Sementara PBB di Lebanon Kepala Misi dan Komandan Pasukan, Mayor Jenderal Stefano Del Col, telah melakukan kontak dengan kedua belah pihak.

“Mendesak agar kedua pihak menghentikan tembakan dan menahan diri secara maksimal untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, terutama pada peringatan khidmat ini,” kata Stefano, merujuk pada peringatan ledakan pelabuhan Beirut pada 4 Agustus tahun lalu.

Perbatasan itu sebagian besar sepi sejak Israel berperang melawan Hizbullah tahun 2006 lalu.

Mengarah pada pertemuan duta besar dari negara-negara Dewan Keamanan PBB di Israel pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Benny Gantz mengatakan: “Sudah waktunya untuk tindakan diplomatik, ekonomi dan bahkan militer (melawan Iran) – jika tidak, serangan akan berlanjut.” tegasnya.

Pada hari Selasa, Inggris, Rumania dan Liberia juga mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa sangat mungkin bahwa Iran menggunakan satu atau lebih drone untuk menyerang kapal tanker tersebut.

Kemudian Amerika Serikat dan Inggris pada hari Ahad menyatakan bahwa mereka akan bekerjasama dengan sekutu mereka untuk menanggapi serangan itu. Sementara Perdana Menteri Israel Naftali Bennett pada Selasa menegaskan bahwa Israel tetap membuka kemungkinan untuk bertindak sendiri melawan Iran jika diperlukan. (Bahri)

Sumber: Reuters

Ulama Berperan Penting dalam Penangangan Spiritual Saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar)–Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mendirikan Pusat Rehabilitasi Terpadu.

Rehabilitasi terpadu dalam konsep pelaksanaan nanti akan lebih menggunakan pendekatan spiritual. Tempat yang akan dijadikan lokasi sudah disetujui dewan pimpinan MUI.

Wakil Ketua Umum MUI, Buya Basri Barmanda, mendukung rencana mulia tersebut. Dia juga berpesan agar konseling terpadu di Ganas Annar-MUI di pusat dan provinsi dapat dilaksanakan secara maksimal sebagai upaya memberikan layanan pengaduan dari masyarakat untuk konsultasi dan bantuan rehabilitasi.

Dia juga mendorong kerjasama dengan BNN RI dan BNN provinsi digalakkan secara kondusif agar masyarakat yang menyalahgunakan narkoba tidak takut datang konsultasi dan minta untuk direhabilitasi. “Jangan menunggu ditangkap karena terbukti menyalahgunakan,” kata Buya Basri dalam Seminar virtual dengan mengangkat Tema: “Sosialisasi dan Edukasi dikalangan para Pilar Penggerak Perlindungan Anak: “Upaya pencegahan Narkotika pada Anak” yang digelar Ganas Annar MUI, Sabtu (31/7) bertepatan dengan Hari Anak Indonesia.

Ketua Ganas Annar MUI Pusat, Dr Titik Haryati, mengungkapkan selain masalah pandemi Covid-19, masalah narkoba juga tak kalah rumit, hampir satu dekade Indonesia memasuki masa darurat narkoba dan sekarang berada dalam darurat pandemi Covid 19.

Menurut Titik, kompleksitas  permaslaahan anak perlu diperhatikan dan diupayakan pemecahan masalah serta solusi, agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal dengan semangat “Anak terlindungi Indonesia maju”. Pemberlakuan secara ketat prokes dan pembatasan-pembatasan yang mengisyaratkan masyarakat untuk tetap berada tinggal di rumah masing-masing dengan aktivitas yang serba terbatas.

Tentu bagi Anak tidak mudah untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru tetap tinggal di rumah dengan segala keterbatasan. Bahkan acapkali karena kesesakan dan kepadatan pada kondisi rumah, maka kemudian situasi dan kondisi rumah dapat berkecenderungan menjadi stressor bagi anggota keluarga, sehingga tanpa sengaja atau dengan sengaja mencari alternatif dalam mengatasi “burn out”, salah bergaul memilih teman dan perilaku menyimpang mengarah pada penyalahgunaan narkoba.

Dia menyebut beragam jenis narkotika dengan beragam-ragam kemasan dan pola peredaran dapat diakses dengan mudah oleh anak, secara langsung atau tidak langsung, melalui manual atau media darung, yang mana orang tua sebagai pendamping banyak kurang memperhatikan pergaulan anak dalam interaksi dengan orang lain padahal tumbuh dan kembang anak menjadi tanggung jawab besar ayah dan ibu.

Dia mengarakan permasalaahan belajar daring selama ini berdampak pada kesulitan belajar anak, karena orang tua bekerja di rumah (WFH), tentu akan ada effect pada hasil belajar Anak, disebabkan perhatian dan bimbingan belajar terabaikan. Anak dalam belajar sebelum pandemi berada di sekolah bersama guru, namun pada masa pandemi belajar lebih banyak di rumah, sehingga dampak konflik keluarga, KDRT, dan perceraian juga meningkat.

Kebebasan menggunakan daget akan menyesatkan anak salah bergaul, menurur Titik, maka kegiatan hari ini bertujuan agar terus  mengingatkan kapada semua masyarakat, untuk selalu memperdulikan tumbuh kembang anak dan memberikan perlindungan secara optimal dari penyalahgunaan narkoba.

“Sinergi lembaga pemerintah dan berbagai lembaga profesi, organisasi masyarakat, para pekerja sosial sangat diharapkan dapat bekerjasama dalam memberikan perlindungan anak,” ujar dia sembari menambahkanayanan konseling terpadu yang telah diresmikan pada bulan November 2020, menerima pengaduan untuk konsultasi dan upaya mencarikan solusi rehabilitasi.

Wakil Ketua Ganas Annar MUI, Dr Latri M Margono, yang menjadi penaggung jawab program bidang sosialisasi dan edukasi menambahkan, karena informasi yang sangat diperlukan masyarakat maka pencegahan dengan melaksanakan sosialisasi, edukasi secara massif, juga pemahaman tentang hal-hal yang terkait dengan pencegahan bahaya narkoba terus dilaksanakan. (mui)