Jamaah Haji Diimbau Proaktif Ikut Vaksinasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama mengajak jemaah haji untuk proaktif mengikuti vaksinasi Covid-19. Ajakan ini disampaikan Plt Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Khoirizi  saat melakukan Diseminasi terkait Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 1442H/2021M di Magelang, Jawa Tengah.

Khoirizi menuturkan, upaya percepatan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan merupakan ikhtiar Pemerintah  untuk menanggulangi pandemi. Targetnya mampu menekan penyebaran covid-19 di masyarakat, termasuk bagi calon jemaah haji Indonesia.

“Suatu kewajiban bagi pemerintah untuk melindungi warga negaranya. Salah satunya adalah melindungi jemaah haji dan umrah dari penularan Virus Covid-19,” kata Khoirizi.

“Semoga haji dan umrah kedepannya bisa diselenggarakan. Pemerintah butuh dukungan rakyat untuk ikhtiar dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Jika kita bisa berhasil mengatasinya, insyaallah kita bisa membuka akses bukan hanya izin umrah, tetapi juga penyelenggaraan haji di Arab Saudi bagi jemaah haji dan umrah Indonesia,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 660/2021 terkait dengan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Juni 2021. Menurut Khoirizi, keputusan tersebut dikeluarkan karena saat itu tren penularan dan penyebaran Covid-19 sangat mengkhawatirkan.

Khoirizi berpendapat, jika pemerintah bersikeras mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci, maka permasalahan pandemi akan semakin besar. Klaster baru akan muncul, sehingga bisa membahayakan bukan hanya jemaah haji, tapi juga petugas dan yang lainnya.

“Tentu kita tidak ingin masalah ini terus berlanjut. Caranya dengan berikhtiar, menghentikan penyebaran virus dan mengerahkan segala upaya dengan menerapkan prokes dan vaksin,” ujarnya.

Ia berharap, jika covid mereda penyelenggaraan ibadah haji dan umrah akan mudah dilakukan. Jika penurunan kasus Covid-19 bisa terjadi dan angka kematian bisa berkurang, ini bisa menjadi dasar kuat pemerintah, khususnya Kemenag dan Kementerian terkait untuk proses diplomasi ke Arab Saudi.

“Jadi apakah negara kita bisa mengurangi angka covid? Itu tergantung dengan ikhtiar kita. Jika prokes kita sempurna, dan semuanya membaik berarti insyaallah kita siap berangkat. Ada dasar yang bisa kami pertanggung jawabkan. Jika angka Virus Covid-19 masih meningkat, ikhtiar kita harus disempurnakan lagi,” jelasnya.

Dengan pembatalan ibadah di masa pandemi seperti ini, lanjut Khoirizi,  termasuk pemberlakuan PPKM dan lain-lain merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan hak perlindungan kepada warga negaranya.

“Kalau tidak dibarengi dengan ikhtiar kita semua, siklus cluster Covid-19 akan terus berjalan. bagaimana kami akan melakukan diplomasi kalau dasarnya belum kuat,” imbuhnya.

Presiden Afghanistan Melarikan Diri Dengan Empat Mobil Penuh Uang

KABUL(Jurnalislam.com) – Kedutaan Rusia di Kabul pada Senin (16/8/2021) mengungkapkan bahwa Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari Kabul dengan membawa empat mobil penuh dengan uang, sebagaimana diwartakan oleh kantor berita negara Rusia RIA Novosti.

Juru bicara kedutaan Nikita Ishchenko mengatakan bahwa “runtuhnya rezim ditandai dengan bagaimana Ghani melarikan diri dari Afghanistan, empat mobil diisi dengan uang, mereka mencoba memasukkan semua uang itu ke dalam helikopter, tapi tidak semuanya bisa dimuat. Dan sebagian dari uang itu terpaksa ditinggal tergeletak di aspal landasan.”

Ditanya oleh The Associated Press (AP) tentang bagaimana dia mengetahui detail kepergian Ghani, Ishchenko mengatakan, “baik, kami bekerja di sini,” tanpa memberikan rincian lebih lanjut. AP tidak dapat memverifikasi klaimnya secara independen.

Ghani meninggalkan Kabul pada hari Ahad ketika Taliban mengepung ibu kota Afghanistan. Laporan berbagai media menyatakan bahwa Ghani pergi ke Tajikistan atau Uzbekistan, tetapi tidak ada konfirmasi resmi tentang keberadaannya.

Utusan Kremlin untuk Afghanistan Zamir Kabulov pada hari Senin menggambarkan penerbangan Ghani meninggalkan Kabul sebagai hal yang memalukan,

“Ghani pantas diadili dan dimintai pertanggungjawaban oleh rakyat Afghanistan.” tambah Kabulov.

Duta Besar Rusia untuk Afghanistan Dmitry Zhirnov mengatakan kepada stasiun radio Ekho Moskvy bahwa, dilihat dari 24 jam pertama kendali Taliban atas ibukota Afghanistan, “saat ini situasi di Kabul lebih baik daripada di bawah Ashraf Ghani.” terangnya.

“Di bawah Taliban itu lebih baik daripada di bawah Ghani,” kata Zhirnov.

Kritik Moskow terhadap Ghani, yang pemerintahnya mendapat dukungan dari Washington saat ketegangan yang meningkat antara Rusia dan Amerika Serikat ketika itu.

Sebagaimana diketahui, Moskow juga pernah terlibat dalam perang 10 tahun di Afghanistan yang berakhir dengan penarikan pasukan Soviet pada tahun 1989 dan kembali secara diplomatik sebagai mediator, menjangkau faksi-faksi Afghanistan yang bertikai dalam rangka berebut pengaruh dengan AS di negara itu. (Bahri)

Sumber: AP News

Hamas Ucapkan Selamat Kepada Taliban

GAZA(Jurnalislam.com)--Gerakan Islam Palestina Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, Palestina mengucapkan selamat kepada Taliban pada hari Senin (16/8/2021) atas kemenangan mereka dalam kembali berkuasa di Afghanistan.

“Kami mengucapkan selamat kepada orang-orang Muslim Afghanistan atas kekalahan pendudukan Amerika di semua tanah Afghanistan. Kami mengucapkan selamat kepada gerakan Taliban dan kepemimpinannya yang berani atas kemenangan ini sebagai puncak dari perjuangan panjangnya selama 20 tahun terakhir,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir The New Arab.

Taliban, sebuah gerakan Muslim Sunni, mengakhiri dua dekade kehadiran militer Amerika dan sekutunya pada hari Ahad kemarin, kini gerilyawannya berpatroli di jalan-jalan Kabul dan menetap di istana kepresidenan.

Hamas, yang merebut kekuasaan di Gaza pada 2007, berharap “rakyat Muslim Afghanistan dan kepemimpinannya sukses dalam mencapai persatuan, stabilitas dan kemakmuran”.

Berakhirnya kehadiran AS di Afghanistan membuktikan “bahwa perlawanan rakyat, terutama rakyat Palestina yang berjuang, ditakdirkan untuk menang”, katanya.

Israel dan sebagian besar negara Barat menganggap Hamas sebagai kelompok teroris, dan negara Yahudi itu telah mempertahankan blokade atas Jalur Gaza, sebuah wilayah yang padat penduduk, rumah bagi hampir dua juta orang, sejak Hamas mengambil alih kekuasaan. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Prof Azra: Raih Kemerdekaan, 17 Ribu Pulau Dipersatukan Berkat Islam!

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Peran ulama dalam meraih kemerdekaan bangsa Indonesia sangat besar, bergandengan tangan dengan elemen lain sesama bangsa dan negara, termasuk kaum nasionalis.

Hal ini disampaikan guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra, dalam program bincang santai dengan Gernas MUI yang dipandu Wakil Ketua Gernas MUI yang juga Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH M Cholil Nafis, sebagaimana dikutip dari Youtube resmi TVMUI, Selasa (17/8).

“Bagaimana pembuktian untuk tidak mengecilkan juga tidak membesar-besarkan tapi proposional. Berkenaan dengan perjuangan meraih kemerdekaan dan perpaduan Islam dengan nasionalisme bisa memberikan ilustrasi perjuangannya ulama,” ujar Prof Azra.

Prof Azra menjelaskan dirinya mempunya teori yang berbeda dengan sarjana lain yang mengatakan bahwa agama itu memecah belah. Namun menurut dia, dalam konteks Indonesia justru agama dalam hal ini Islam mempersatukan kepulauan Nusantara ini.

“Bayangkan kepulauan Nusantara ini terdiri dari 17 ribuan pulau yang dihubungkan laut, sungai, dan sebagainya itu disatukan berkat Islam,” tutur dia.

 

Di memberikan contoh bagaiman perbedaan bahasa, budaya, dan adat di Aceh bisa bersatu berjuang bersama saudara sebangsa dari Sulawesi Selatan, misalnya. Tidak ada yang lain kecuali mempersatukan mereka membuat mereka dekat itu adalah Islam.

“Islamlah yang mempersatukan ini oleh karna itu jika ada yang bilang agama bisa memecah belah, hal itu tidak (berlaku) dalam konteks Indonesia justru mempersatukan,” kata Azra yang mengutarakan pentingnya ukhwah Islamiyah sebagai modal penting ukhuwah wathaniyah.

Azra yang pernah menjabat Rektur UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, memaparkan jaringan ulama abad ke-17 dan kaitannya dalam membangun perlawanan terhadap penjajah. Ada tiga ulama yang paling besar yang pertama adalah Syekh Nuruddin Ar-Raniry, Syekh Abdur Rauf Singkil, dan Syekh yusuf Makasar yang asalnya dari Makasar. Mereka membangun poros Islam wasathiyah pertama kali pada abad ke-17 di tanah Hijaz, Makkah dan Madinah.

“Jadi ini mereka belajar dua dasawarsa lebih dari 20 tahun di Makkah dan Madinah kemudian kembali ke Tanah Air peran mereka besar sekali, Jadi abad ke-17 itu adalah konsolidasi terbentuknya Islam wasathiyyah,” kata dia. (mui)

 

Siswa SMP Muhammadiyah PK Solo Antusias Lomba Puisi di Hari Kemerdekaan

SOLO(Jurnalislam.com)–Meski pandemi covid-19 masih merebak di Kota Solo sehingga pembelajaran masih dilakukan secara daring (jarak jauh). Hal itu tidak melunturkan semangat siswa untuk menggelar lomba dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia. IPM SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar perlombaan Pitulasan bertema semangat anak muda pada masa pandemi merayakan kemerdekaan secara virtual pada 1-16 Agustus 2021.

 

Heru Hadiyono selaku Kepala Urusan Kesiswaan menyampaikan bahwa para siswa semangat memaknai kemerdekaan dengan berbagai lomba virtual dibuktikan dengan banyaknya siswa yang berpartisipasi.

 

“Para siswa sudah berpartisipasi dalam perlombaan yang bertujuan untuk memberikan semangat kepada siswa dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI yang ke-76. Selain itu juga sebagai sarana memupuk talenta siswa,” ujarnya di sela-sela aktivitas mengajar di sekolah pada Senin (16/8).

 

Heru Hadiyono pun menambahkan suasana pandemi seperti ini memberikan tantangan kepada kita semua untuk menggali makna kemerdekaan sesuai tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Maka dari itu, kita bersama dengan siswa yang tergabung dalam organisasi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat menggelar berbagai event perlombaan dan perayaan kemerdekaan.

 

Sementara Dara Latifah Azzahra sebagai panitia kegiatan menjelaskan ragam kegiatan lomba pitulasan bertema semangat anak muda di masa pandemi dalam merayakan kemerdekaan Indonesia.

 

“Ragam lomba tersebut antara lain video kreatif , musikalisasi puisi, menyanyi, membuat poster, dan membuat komik. Semua karya siswa kita arahkan pada semangat anak muda merayakan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

 

Dara pun menambahkan petunjuk pelaksanaan lomba pitulasan sudah disosialisasikan kepada siswa sejak tanggal 1 sampai dengan 10 Agustus 2021 melalui website IPM https://ipmpk.com/kemerdekaan/. Peserta membuat karya yang dilombakan sesuai kriteria dan mengumpulkan kepada panitia melalui link google drive sampai tanggal 16 Agustus 2021. Karena pada Sabtu, 21 Agustus 2021, kami agendakan konser merah putih secara live melalui youtube sekolah, PK TV.

 

“Karya terbaik dari peserta akan ditampilkan secara live pada acara konser merah putih mendatang,” tandasnya.

 

Sebagai pelajar, Dara pun menaruh harapan terhadap perayaan kegiatan kemerdekaan secara virtual agar bisa memberikan makna kemerdekaan kepada teman-temannya.

 

“Menurutku makna kemerdekaan saat kondisi pandemi ini adalah perang melawan kemalasan yang mengarah pada sesuatu kurang produktif. Semoga event ini memberikan semangat kepada teman-teman agar lebih aktif dan produktif di masa pandemi,” tandasnya.

 

Video musikalisasi puisi yang berlatar belakang perang di Surabaya diawali dengan lantunan lagu Gugur Bunga oleh Aisyah Syafira Putri Wibawa. Lalu Aisyah membacakan puisi berjudul merdeka dengan lantang dan semangat. Begitu pula video kreatif yang dibuat oleh Berlian Nadhiifah kelas 7 yang menggambarkan dirinya saat membaca teks proklamasi dengan latar belakang suara Bung Karno, Presiden Republik Indonesia yang pertama. Akhir video, Berlian menunjukkan kelihaian menari dengan membawa bendera merah putih di tengah persawahan hijau. Terdapat video kreatif lainnya dari para siswa yang menunjukkan semangat dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia.

76 Tahun Indonesia, Momen Perkuat Solidaritas di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-76, 17 Agustus 2021. HUT tahun ini digelar masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak mendasar sehingga harus dijamin dan dijaga. “Kemerdekaan adalah hak mendasar bagi setiap manusia. Kemerdekaan harus dijamin dalam hidup kemasyarakatan, terutama dalam hidup berbangsa dan bernegara,” tegas Menag di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Menurutnya, kemerdekaan harus ditopang dengan perasaan senasib sepenanggungan dan persamaan hak. Suasana pandemi menjadi momentum untuk lebih mengeratkan persaudaraan, merawat kerukunan, dan saling berjabat erat mencari titik temu persamaan dalam membangun bangsa. Peran tokoh agama sangat penting dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan kohesi umat.

“Negeri ini semakin dewasa, bergerak maju untuk menjadi bangsa yang terus tumbuh dan semakin tangguh. Pandemi yang saat ini mendera, mengajarkan kita tentang pentingnya perasaan senasib dan persamaan hak, serta penguatan solidaritas dan gotong royong dalam mengatasinya,” terangnya.

Menag mengajak masyarakat untuk bersama-sama, bahu membahu memberikan kontribusi terbaiknya, dalam penanganan pandemi, termasuk dengan menerapkan protokol kesehatan dan disiplin 5M. Menag juga mengajak masyarakat untuk terus berdoa, agar pandemi segera tertangani. Aamiin.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. Allahu Akbar. Merdeka!” pekiknya.

Presiden dan Wapres Doakan Perjuangan Para Pahlawan di TMP Kalibata

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Presiden Joko Widodo memimpin apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama, Kalibata, Jakarta, pada Selasa, 17 Agustus 2021, tepat pukul 00.00 WIB. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setibanya di lokasi, Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin terlebih dahulu melakukan penghormatan di gerbang TMP Kalibata.

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara memimpin apel kehormatan dan renungan suci. Dalam pernyataan yang dibacakannya, Presiden Joko Widodo menyatakan penghormatan tertinggi bagi 10.190 pahlawan yang telah mengabdi dan mengorbankan jiwa raga untuk membela Tanah Air dan meneruskan perjuangan.

Presiden memerinci, sebanyak 9.192 pahlawan dari TNI dan Polri, 892 pahlawan dari Badan Perjuangan, 63 pahlawan dari tokoh nasional, dan 43 pahlawan tidak dikenal bersemayam di TMP Kalibata.

Presiden juga memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang tak dikenal, baik nama maupun tempatnya, dari seluruh pelosok Indonesia. Kepala Negara juga turut mendoakan agar para pahlawan diberikan tempat yang layak di sisi-Nya.

“Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keridaan, keikhlasan, dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdi kepada perjuangan demi kebahagiaan nusa dan bangsa,” ujar Presiden dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers Sekretariat Presiden, Selasa (17/8/2021).

“Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang ditempuh adalah jalan kami juga. Kami berdoa, semoga arwah para pahlawan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa di tempat yang sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Setelah itu, Presiden Joko Widodo memimpin prosesi mengheningkan cipta. Adapun doa bersama dipandu oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Presiden kemudian melakukan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan sebelum meninggalkan TMP Kalibata.

Perluas Dakwah Saat Pandemi, ITJ Buka Chapter Cilegon

CILEGON(Jurnalislam.com)–Pandemi wabah yang sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun tidak menyurutkan langkah untuk terus berdakwah.

Salah satu nya adalah Komunitas Indonesia Tanpa JIL (ITJ), yang baru saja meresmikan salah satu chapternya yaitu ITJ Chapter Cilegon.

ITJ Cilegon diresmikan pada tanggal 25 Juli 2021 secara virtual. Randi Iqbal selaku Koordinator Pusat ITJ menjelaskan kepada Jurnalislam.com, Ahad (15/8/2021) bahwa dakwah tidak bisa berjalan terpusat.

 

“Kita tidak bisa jalan sendiri sendiri dalam dakwah mesti rangkul sana rangkul sini.Dan dengan lahirnya ITJ Cilegon ini menjadi kolaborasi antar chapter dan dakwah ini semakin luas cakupannya untuk membendung khususnya arus liberalisme dalam kemasan apapun,” kata dia.

ITJ Chapter Cilegon adalah Chapter yang ke-19 setelah sebelumnya tersebar di Bandung, Jakarta, Bekasi, Samarinda, Tangerang dan beberapa wilayah lainnya.

 

“Tujuan pendirian ITJ Cilegon ini sejalan dengan tujuan semua KorChap ITJ selain untuk meng-counterpemikiran JIL juga aliran aliran lainnya yang menyimpang dari ajaran Islam” ungkap Kang Lukman, perwakilan ITJ Cilegon.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa diharapkan dengan berdirinya ITJ Cilegon, semakin mewarnai gerakan dakwah di Cilegon lebih hidup lebih dinamis.

 

“Dan juga terpenuhinya panggilan tugas utama seorang Muslim yaitu berdakwah di jalan Alloh dengan penuh keikhlasan dan kesabaran,” pungkasnya.

Peresmian ITJ Chapter Cilegon ini dilakukan setelah calon anggota atau troops mengikuti workshop selama 2 hari yang diadakan secara virtual oleh ITJ Pusat.Untuk sekretariat ITJ Cilegon beralamat di Oemah Da’wah Ling Ciora Waseh kelurahan Gerogol Kota Cilegon.

” Kolaborasi antar chapter dan elemen Islam lainnya yang sejalan sangat diperlukan agar bisa saling membaharu satu sama lainnya dan membendung pemikiran pemikiran yang menyimpang dari Islam,” pungkas Randy.[]

Reporter: Jajat Sudrajat

Merdeka dari Perasaan Takut

Oleh : Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Pusat, Thobib Al-Asyhar

 

Pernahkah anda “merdeka” dari perasaan takut? Jika belum, maka anda sedang “dijajah” oleh perasaan anda sendiri. Takut kehilangan jabatan. Takut kehilangan pengaruh. Takut dikhianati pasangan. Takut dijauhi teman. Takut tidak diterima lingkungan. Takut tidak mendapatkan jodoh. Takut pengalaman masa lalu. Bahkan takut dengan bayangan sendiri.

Rasa takut adalah “penjajah” yang sesungguhnya. Bukan Belanda, bukan pula Jepang. Ya, setiap orang pasti punya masalah. Yang membedakan adalah kadar “rasa takut” masing-masing terhadap apa yang dirasa dan dipikiran. Betapa banyak orang yang pada akhirnya benar-benar hancur karena besarnya “rasa takut” yang diciptakannya sendiri.

Para pejuang kemerdekaan adalah orang-orang yang tidak memiliki rasa takut. Tidak takut sama penjajah yang memiliki senjata modern. Tidak takut kehilangan harapan. Tidak takut pula dengan kematian. Niat dan keberanian menyatu dalam satu tekad bulat melawan kolonialisme. Pilihannya hanya satu: merdeka atau mati. Merdeka akan bahagia. Mati akan dicatat sebagai syuhada.

Sebaliknya, para pengkhianat adalah kaum penakut. Takut hidup miskin. Takut kehilangan kesempatan untuk sejahtera. Juga pasti takut mati. Bagi pengkhianat, kematian dalam perjuangan adalah kesialan yang dijauhi. Kematian adalah kemalangan tak terperi. Kematian akan menghambat keinginan-keinginan duniawi. Dan kematian bagi mereka adalah puncak kegagalan dan penderitaan.

Dalam psikologi, orang yang berlebih rasa takutnya terhadap sesuatu selalu akan muncul perilaku khas. Disadari atau tidak. Sebagai contoh, orang yang sangat takut terhadap kecoak, dia akan teriak histeris. Saat melewati jalanan gelap dilakukan dengan bernyanyi, lari cepat, atau mendengarkan musik dengan ear-phone.

Orang yang sangat takut kehilangan jabatan akan melakukan “apapun” agar jabatan tetap dipertahankan. Orang yang takut dikhianati pasangan akan possesif, mudah cemburu, dan sangat sensitif. Orang yang takut kehilangan pengaruh akan mudah memprovokasi orang lain. Orang yang takut masa lalunya akan trauma sepanjang hidupnya. Dan banyak contoh lain yang kita temui.

Rasa takut yang berlebih sesungguhnya muncul dari perasaan dan pikiran. Ia “bersemanyam” dalam diri yang mewujud semacam “berhala”. Watak dari berhala adalah selalu ingin disembah dan dipuji. Saat rasa takut itu muncul, saat itu pula kita sedang menyembah “berhala”. Semakin besar rasa takut kita, semakin besar pula “berhala” dalam diri kita. Jadi, “berhala” itu akan membesar atau mengecil tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Hujjatul Islam, Imam Al-Ghazali, dalam magnum opusnya, Ihya Ulumiddin, mengajarkan secara apik bagaimana membentuk jiwa yang seimbang (i’tidal). Untuk menjadi pribadi seimbang (equilibrium), termasuk di dalamnya tidak takut terhadap hal-hal duniawi dengan cara mengembangkan prinsip-prinsip kebaikan (ummahat al-fadlail). Berlebihnya rasa takut adalah gangguan jiwa karena ketidakseimbangan fungsi-fungsi psikis.

 

Jiwa yang sehat adalah jiwa yang bebas dari rasa takut berlebih. Ia dapat dibentuk dengan menyeimbangkan dua kutub bipolar. Dua kutub yang cenderung berlebihan atau eksesif (ifrat) dengan kutub yang cenderung defisiensif (tafrit) yang saling bertentangan, sehingga lahir sikap dan perilaku yang seimbang. Untuk menyeimbangkan itu tentu dibutuhkan latihan-latihan.

Dengan kata lain, jiwa kita akan sehat jika kita bisa mengharmoniskan atau menyeimbangkan empat elemen dasar di dalam diri kita, yaitu; kekuatan akal (aql), kekuatan marah (ghadab) dan kekuatan libido (syahwat). Di samping juga kontrol rasio dan prinsip-prinsip agama terhadap kekuatan amarah dan syahwat.

Al-Ghazali menyarankan bahwa untuk menyeimbangkan kekuatan dan kecenderungan di atas, dapat dicapai dengan cara mengembangkan empat induk kebajikan (ummahat al-fadail atau The Core of Virtue). Keempat sikap tersebut adalah: al-hikmah (wisdom), al-syaja’ah (courage), al-‘iffah (temperance), dan al-‘adl (justice).

Satu sikap yang paling menonjol untuk mengatasi rasa takut berlebih adalah mengkerasi keberanian. Para pejuang kemerdekaan adalah mereka yang telah mampu mengkonversi keberanian (al-syaja’ah) menjadi kekuatan diri yang luar biasa. Untuk melawan rasa takut kehilangan jabatan harus diimbangi dengan keberanian kehilangan apapun. Bukankah manusia pada hakikatnya tidak memiliki apa-apa?

 

Untuk menghindari rasa akut kehilangan pengaruh harus dilawan dengan insight bahwa kekuasaan hanya milik Tuhan. Untuk mengurangi rasa takut dikhianati pasangan harus berani memberikan kepercayaan kepada pasangan. Untuk menghilangkan rasa takut dijauhi teman harus mampu berpikir positif kepada orang lain. Untuk mengurangi rasa takut tidak mendapatkan jodoh harus ditambah keimanan bahwa jodoh semua ada yang mengatur dan dibutuhkan upaya. Agar tidak terpenjara rasa takut masa lalu harus berani mengubah mindset.

Keberanian merupakan kekuatan amarah (ghadab) yang melahirkan daya juang dan semangat (enthusiasm). Sebuah kondisi seimbang (equilibrium) antara sikap pengecut (jubn) dan sikap ceroboh atau nekat (tahawwur). Sikap berani merupakan kekuatan dan kemampuan kontrol akal terhadap gejolak emosi.

Melalui sikap pemberani ini akan muncul sikap (indikator) lainnya seperti sikap stabil, memiliki kemuliaan, ksatria, memiliki daya tahan, berjiwa besar, penuh kerelaan, suka menolong, berbudi luhur, dan memiliki sikap yang lemah lembut. Energi negatif dalam bentuk rasa takut duniawi yang berlebih perlu diimbangi dengan energi positif dalam bentuk keberanian agar jiwa menjadi seimbang.

Apakah sampai hari ini kita sudah merdeka dari perasaan takut? Wallahu a’lam.

Thobib Al-Asyhar, penulis merupakan Wakil Ketua Komisi Infokom MUI Pusat, Dosen Psikologi Islam SKSG Universitas Indonesia

 

Berkuasa, Taliban Mengiginkan Pemerintahan Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Taliban mengiginkan pemerintahan Islam berlaku di Afghanistan, pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Suhail Shaheen selaku bagian dari tim perunding Taliban yang berada di Qatar kepada BBC pada Ahad (15/8/2021).

Shaheen memaparkan kebijakan apa saja yang akan diterapkan ketika Taliban kembali berkuasa usai lepas selama dua dekade setelah pasukan pimpinan AS menggulingkan mereka sejak peristiwa serangan 11 September 2001.

“Kami menginginkan pemerintahan Islam yang inklusif, itu berarti semua warga Afghanistan akan menjadi bagian dari pemerintahan itu,” kata Shaheen.

“Kami akan melihat itu di masa depan saat pemindahan kekuasaan secara damai sedang berlangsung.” sambungnya.

Dia juga mengatakan kedutaan dan pekerja asing tidak akan menjadi sasaran para pejuang Taliban dan mereka harus tetap berada di negara itu.

“Tidak akan ada risiko bagi diplomat, LSM, atau kepada siapa pun. Semua harus melanjutkan pekerjaan mereka seperti yang mereka lakukan di masa lalu. Taliban tidak akan menyakiti mereka, mereka harus tetap tinggal.” terang Shaheen.

Menepis kekhawatiran bahwa negara itu akan kembali ke hari-hari gelap versi hukum yang ultra-konservatif kelompok itu, Shaheen mengatakan bahwa Taliban malah akan mencari “babak baru” dalam toleransi.

“Kami ingin bekerja dengan warga Afghanistan mana pun, kami ingin membuka babak baru perdamaian, toleransi, koeksistensi damai, dan persatuan nasional untuk negara dan untuk rakyat Afghanistan,” katanya.

Tetapi banyak pejabat, tentara, dan polisi telah menyerah atau meninggalkan pos mereka, takut akan pembalasan terhadap siapa pun yang dicurigai bekerja dengan pemerintah yang didukung Barat atau pasukan Barat.

Shaheen menegaskan itu tidak akan terjadi.

“Kami meyakinkan bahwa tidak ada balas dendam pada siapa pun. Setiap kasus akan diselidiki.”

Lebih lanjut juru bicara yang berbasis di Doha itu juga mengatakan Taliban akan meninjau hubungannya dengan Amerika Serikat,

“Hubungan kami adalah di masa lalu,” katanya.

“Di masa depan, jika mereka tidak mencampuri agenda kita lagi, itu akan menjadi kerjasama babak baru.” pungkasnya. (Bahri)

Sumber: The New Arab