Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Medali Emas dalam PON Cabang Beladiri

PAPUA(Jurnalislam.com)— Mahasiswa UIN Ar-Raniry Aldi Mariza unjuk prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Mewakili Provinsi Aceh, Aldi meraih medali emas pada cabang olahraga Beladiri Kurash kelas 60 kg.

“Allhamdulillah Aceh kembali menambah emas pada cabang olahraga Kurash di PON Papua,” kata Ketua Umum Kurash Provinsi Aceh Tarmizi SP di Papua, Selasa (5/10/2021).

Acara Eksibisi Kurash PON XX Papua 2021 dibuka Ketua Umum KONI Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman. Hadir mendampingi, Wakil Ketua Mayor Jenderal TNI (Purn) Soedarmo, Ketua Bidang Mayor Jenderal TNI (Purn) Andrie T.U Soetarno, dan Pengurus KONI Pusat lainnya.

Tarmizi SP mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Aceh yang ikut mendoakan sehingga cabang olahraga Federasi Kurash berhasil mendapatkan medali emas. “Terima kasih kepada atlet dan pelatih yang telah berjuang keras,” ujar Tarmizi SP lagi.

Aldi Mariza tercatat sebagai mahasiswa Semester Tujuh Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan ILmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Aceh.

Atas nama segenap civitas akademika, Rektor UIN Ar-Raniry Warul Walidin AK mengucapkan syukur atas prestasi Aldi hingga menyumbangkan medali emas pada PON Papua untuk Aceh.

“Kami bangga dengan prestasi ini. Terima kasih kepada ananda atas perjuangan serta capaian yang strategis dan monumental. Hal ini menjadi kado yang indah di saat UIN Ar-Raniry sedang merayakan Milad yang ke 58,” ujarnya.

Kurash adalah sebuah cabang olah raga yang sangat khas dan mengandung seni sport yang sangat filosofis dan sarat dengan nilai-nilai sportivitas tinggi. Dikutip dari Wikipedia, Kurash merupakan jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus. Olahraga Kurash berasal di wilayah Tatarstan Asia Tengah atau yang sekarang dikenal dengan wilayah Uzbekistan. Gerakan dasar Kurash ini menyerupai beladiri Gulat dan Judo, hanya saja dalam Kurash kondisi bantingan berada dalam posisi berdiri pada kaitan atas, tidak diperkenankan menggunakan kaitan pada kaki.

“Semoga prestasi ini menjadi pemacu generasi muda Aceh dan mahasiswa UIN Ar-Raniry lainya untuk menekuni cabang olah raga yang spesifik ini,” harap Warul

Prof Hilman Latief Dilantik Jadi Dirjen Haji dan Umrah, Bahas SBSN

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief akan mendorong akselerasi penyerapan anggaran, khususnya yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Terus lakukan komunikasi agar akselerasi penyerapan anggaran semakin baik,” kata Hilman saat Evaluasi Program Pelaksanaan Proyek SBSN Revitaliasasi dan Pengembangan Asrama Haji Tahun Anggaran 2021 di Jakarta, Rabu (06/09/2021).

Hilman yang baru saja dilantik menjadi Dirjen PHU Kemenag, berharap pertemuan dengan para penerima anggaran SBSN ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi kelanjutan program SBSN ini agar lebih baik lagi.

“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi program SBSN, sehingga kita bisa melanjutkan program ini ditahun berikutnya,” jelasnya.

Pembangunan proyek berskema SBSN di lingkungan Ditjen PHU telah dimulai sejak 2014. Saat ini pembiyaan SBSN digunakan untukproyek revitalisasi pengembangan asrama haji dan pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).

Ke depan, menurut Hilman, para penerima SBSN dapat memperkuat sumber daya manusia dalam hal pengadaan barang dan jasa. “Ke depan kita libatkan wilayah-wilayah dalam memperkuat sdm-sdm terkait dengan lelang untuk memperkuat kontrak,” ujarnya.

Kontrak ini, lanjut Hilman akan menjadi pertimbangan para pimpinan dalam mengambil keputusan. “Ini adalah tantangan buat kita,” sambungnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Ditjen PHU Ramadhan Harisman, Perencana Ahli Madya Ditjen PHU Slamet, 9 Kepala Bidang PHU Provinsi serta 3 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Asrama Haji.

Guru Nilai Pondok Pesantren Mulai Mendapat Perhatian

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Hal ini selanjutnya diwujudkan dengan upaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk menjalin sinergi dengan Kementerian/Lembaga terkait lainnya, salah satunya Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Di lapangan, sinergi lintas kementerian mulai dirasakan manfaatnya oleh pondok pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadiin Sukomangli Reban, di Batang, Jawa Tengah. Pengakuan ini disampaikan Pengasuh LPK/Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadin KH. Ahmad Abdurrohim usai serah terima proyek bantuan sarana sanitasi dari Kementerian PUPR, di Batang, Senin (04/10/2021).

Ia menyampaikan saat ini perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren terus meningkat. Fakta ini, lanjut Abdurrohim, menjadi hal yang patut disyukuri oleh kalangan pesantren. “Saya sangat bersyukur sekali kalau tahun-tahun ini pemerintah sangat intensif memperhatikan semua ponpes termasuk disini, Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di pondok pesantren,” tegasnya.

Menurut Abdurrohim Kemenag dan Kementerian PUPR telah memberi perhatian pada pondok pesantren. Tidak hanya pembinaan saja, tetapi juga diwujudkan dengan bantuan sarana prasaran yang sangat bermanfaat bagi santri.

“Ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah kepada pondok pesantren. Semoga dengan adanya bantuan tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk para santri sehingga dapat mendukung adanya kegiatan-kegiatan santri di pondok pesantren,” ujar KH. Ahmad Abdurrohim.

Senada dengan Abdurrohim, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Batang H. Sugiedi menyampaikan saat ini pengembangan pondok pesantren tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama saja, tapi juga Kementerian/Lembaga terkait lainnya.

“Sekarang ini tidak hanya Kementerian Agama saja yang memberikan layanan bantuan kepada pondok pesantren, tetapi semua kementerian sekarang bisa membantu pondok pesantren,”sambung Sugiedi.

Karenanya, ia pun mengapresiasi Kementerian PUPR yang sudah mengalokasikan sejumlah bantuan untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana pondok pesantren. “Mewakili Kementerian Agama Kabupaten Batang, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan kepada pondok pesantren berupa sarpras sanitasi. Semoga bermanfaat untuk para santri di pondok pesantren,” tutur Sugiedi.

Selanjutnya, Sugiedi mengingatkan pihak pondok pesantren agar dapat mempersiapkan administrasi dan pelaporannya. “Kami mohon atas diberikannya bantuan tersebut pondok pesantren maupun pelaksana kegiatan itu jangan lupa mempersiapkan administrasi dalam pelaporannya,”pesan Sugiedi.

Pemahaman terhadap regulasi juga perlu menjadi perhatian. Hal ini dibutuhkan, lanjut Sugiedi, untuk memastikan bahwa bantuan diberikan sesuai dengan regulasi dan bermanfaat seperti yang diharapkan pemerintah.

Sebelumnya, Koordinator Tim fasilitator lapangan (TFL) mewakili PUPR Jateng Iwan Astriyanto mengatakan bahwa pihaknya telah diberi mandat oleh balai PUPR Jawa Tengah untuk melaksanakan uji fungsi dan penyerahan sarana prasarana sanitasi pada LPK Hidayatul Muhtadiin.

“Kami telah diberi mandat oleh balai PUPR Jateng untuk melaksanakan uji fungsi dan penyerahan sarpras sanitasi kepada LPK Hidayatul Muhtadin karena pembangunan telah selesai dengan sempurna, sesuai spek dan gambarnya,” kata Iwan Astriyanto.

“Kami berharap dengan adanya sarpras sanitasi tersebut bisa bermanfaat untuk para santri dan kami juga mohon untuk dirawat dengan sebaik baiknya biar awet dan selalu tampak bersih,”imbuhnya

 

Digitalisasi Kunci Pengembangan Ekonomi Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Founder Lingkaran Informasi Media dan Analisa Sosial (Limas), Idy Muzayyad mengatakan, digitalisasi merupakan kunci dalam mengembangkan ekonomi Syariah.

Dia juga menyebut ada data-data pendukung bahwa ekonomi digital bisa berkembang pesat di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Idy dalam Webinar Literasi Pandemi dan Pemulihan Ekonomi se-Kalimantan Timur. Acara Webinar itu digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bekerjasama dengan Kementerian Kominfo, kamis (7/10) pagi.

“Di dalam masa pandemi ini ekonomi digital (berkembang), di luar yang kebanyakan mengalami penurunan, untuk ekonomi E-Commerce misalnya itu justru mengalami peningkatan,’’ujarnya.

Selain itu, mantan Ketum IPPNU ini mengutip pernyataan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin.

 

“Digitalisasi sangat siginifikan, di antaranya adalah dalam menahan laju kinerja penjualan prodak, mempercepat mekanisme sertifikasi halal, mendorong keungan Syariah terutama dalam hal pembelajaran siswa, zakat, infaq, dan sedekah. Secara online oleh masyarakat,” ujar mantan Komisioner KPI ini mengutip pernyataan Wapres RI, KH Ma’ruf Amin.

Menurutnya, pernyataan Wapres ini menegaskan bahwa pentingnya digitalisasi yang memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi serta munculnya konvergensi media.

Atas dasar itu, ditambahkan Idy, segala hal memang harus mengarah kepada digitalisasi.

Apalagi, kata dia, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat terkendala dalam melakukan transaksi secara langsung. Kendala itu akibat sejak tahun lalu pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau kebijakan lainnya yang membuat masyarakat tidak bisa leluasa beraktivitas.

 

Merespons pembatasan itu, Idy mengatakan bahwa digitalisasi membuat kemudahan untuk bertransaksi sehingga mengalami peningkatan.

“Artinya, digitalisasi menjadi kunci penting dan faktor penting terkait pertumbuhan ekonomi, khususnya di masa pandemi,” jelasnya.

 

Saudi Luncurkan Aplikasi Layanan Visa Daring

RIYADH(Jurnalislam.com) — Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada Rabu (6/10) meluncurkan aplikasi registrasi mandiri biometrik bagi jamaah haji dan umroh melalui telepon pintar. Layanan ini akan memungkinkan calon jamaah mendapatkan visa haji dan umroh yang diterbitkan secara daring dari negara asal tanpa mendatangi pusat penerbit visa.

Proses pencocokan biometrik akan dilakukan pada saat kedatangan jamaah haji di pelabuhan darat, laut, dan udara di Kerajaan. Dengan diluncurkannya mekanisme baru tersebut, Arab Saudi menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan pendaftaran biometrik melalui smartphone untuk penerbitan visa elektronik.

Layanan ini diperkenalkan sejalan dengan arahan Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman untuk menawarkan layanan dan fasilitas terbaik bagi jamaah haji dan umroh. Dilansir Saudi Gazette, Kamis (7/10), pendaftaran mandiri layanan biometrik akan dilaksanakan melalui Saudi Company for Visa and Travel Solutions.

Layanan baru akan memungkinkan pemohon visa haji dan umroh mendaftarkan biometrik mereka dari negara mereka setelah menginstal aplikasi yang ditunjuk pada smartphone. Ini akan menghemat waktu agar tidak pergi ke pusat penerbitan visa.

Upacara peluncuran aplikasi dihadiri oleh sejumlah pejabat setempat. Beberapa di antara mereka adalah Wakil Menteri Luar Negeri Waleed Al-Khuraiji, Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Eksekutif Abdul Hadi Al-Mansoori dan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Duta Besar Konsuler Tamim Al-Dosari.

sumber: ihram.co.id

 

Sinergi Pembangunan Sumur Dalam

BOYOLALI9Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Boyolali menjalin sinergi dengan SOLOPEDULI dalam Program Sumur Dalam yang akan direalisasikan di Kecamatan Wonosamudro, Boyolali.

Kecamatan Wonosamudro merupakan salah satu kecamatan di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan. KPP Pratama Boyolali menyalurkan donasi yang berasal dari program Infak pegawai sebesar 45.000.000 yang diperuntukan untuk program Wakaf Sumur Dalam SOLOPEDULI.

Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KPP Pratama Boyolali, Mohamad Rifki Rachman kepada Direktur Fundraising SOLOPEDULI, Harjito di Kantor KPP Pratama Boyolali Jl. Solo-Boyolali Km. 24 Boyolali, Pada Senin(4/9)

Acara serah terima dimulai dengan sambutan dari SOLOPEDULI menyampaikan ucapan terimakasih kepada segenap pegawai KPP Pratama Boyolali atas Donasi untuk program Sumur Dalam.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pegawai KPP Pratama Boyolali yang telah ikut berpartisipasi dalam program Wakaf Sumur Dalam. Semoga mendapatkan pahala yang terus-menerus atas wakaf yang sudah ditunaikan. Amiin” Ujar Harjito.

Mohamad Rifki Rachman dalam sambutanya juga menyampaikan titipan donasi ini dihimpun melalui infak rutin karyawan untuk membantu masyarakat yang sedang kesusahan mendapatkan air bersih salah satunya untuk Program Pembangunan Sumur Dalam di Wonosamudro, Boyolali.

“Saya berharap Sumur Dalam yang akan dibangun bisa bermanfaat bagi warga masyarakat Kecamatan Wonosamudro.” terang Rifki.

Masterpiece Seorang Laki-laki

Oleh : Jumi Yanti Sutisna

Masterpiece menurut kamus bahasa Indonesia-Inggris adalah mahakarya atau karya besar. Mendengar hal ini, tentulah terpikir sesuatu yang membanggakan bukan? bahkan sangat membanggakan dan memberi kepuasan tersendiri.

Mengapa demikian?

Karena masterpiece biasanya disukai dan dibutuhkan orang, diantara penyebab masterpiece disukai dan dibutuhkan salah satunya karena keindahan atau kebermanfaatan yang dihasilkan.

Dan masterpiece bisa memberi kepuasan tersendiri bagi pembuatnya karena masterpiece biasanya dihasilkan dari proses berlelah-lelah yang tidaklah mudah.

 

Sesuatu yang sangat membanggakan dan memberi kepuasan tersendiri, biasanya menjadi sebuah tantangan bagi kaum laki-laki untuk mendapatkannya. Ya, seorang laki-laki menurut sifat dasarnya seharusnya ia menginginkan dalam hidupnya memiliki masterpiece.

 

Bagaimana? Anda seorang laki-laki apakah ada keinginan memiliki masterpiece?

Seharusnya ada ya, karena itu sudah menjadi sifat dasar laki-laki.

 

Banyak contoh-contoh masterpiece yang tersebar di bumi ini, dari masterpiece yang dibanggakan hanya di dunia saja hingga masterpiece yang dapat dibanggakan didunia dan dikehidupan akhirat. Nah sebagai laki-laki muslim, masterpiece seperti apa yang akan Anda akan wujudkan?

 

Sudah barang tentu laki-laki muslim menjawab dengan tegas akan mewujudkan masterpiece yang dapat dibanggakan tidak hanya di dunia namun pula diakhirat. Hal ini relate dengan doa yang sangat dianjurkan, yakni :

 

Rabbanaa, aatinaa fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar

 

Artinya: “Ya Rabb kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

 

Rabb kita memerintahkan untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat, masterpiece yang dibanggakan didunia dan diakhirat. Inilah yang akan membedakan masterpiece seorang muslim dengan yang lainnya.

 

Jika masterpiece seorang cleaning service dari Jepang bernama Soichiro Honda adalah motor Honda yang ternama hingga kini. Maka masterpiece yang dimiliki Sultan Murad II seorang muslim adalah anaknya yang bernama Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel yang langkah dan semangatnya menjadi inspirasi kaum muslimin hingga kini, yang menghasilkan izzah bagi agama Allah di bumi ini.

 

Sampai disini, apakah yang Anda pikirkan tentang masterpiece yang akan Anda capai?  Apakah berkaitan dengan pekerjaan di kantor atau penemuan-penemuan yang  akan Anda dedikasikan kepada agama sehingga dapat dibanggakan di dunia dan akhirat?

Ya, itu pun bagus, sangat bagus. Namun, contoh masterpiece yang dimiliki Sultan Murad II mungkin bisa direnungkan dengan mendalam. Kemudian contoh masterpiece yang dimiliki Najmuddin Ayub yaitu anaknya yang bernama Shalahuddin Al-Ayubi pembebas Baitul Maqdis, masterpiece Ismail bin Ibrahim ayah Imam Bukhari adalah anak yang menjadi prawi hadist shahih, masterpiece Lukmanul Hakim adalah anak yang mentauhidkan Allah hingga upaya Lukman dalam membentuk masterpiece diabadikan dalam Al-Quran. Mari kita renungkan contoh-contoh ini.

 

Ya, masterpiece yang dimiliki Sultan Murad II, Najmuddin Ayub, Ismail bin Ibrahim dan Lukmanul Hakim seolah menjadi alarm yang berdering keras untuk para ayah, untuk para laki-laki bahwa masterpiece utama yang harus diwujudkan adalah masterpiece dari anak-anaknya dan istri.

 

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim : 6)

 

Inilah, salah satu masterpiece utama bagi laki-laki, menjaga keluarga dari api neraka dan menjadikan mereka bermanfaat untuk makhluk didunia dan penyelamat di akhirat. Pembawa kebaikan dunia dan diakhirat.

 

Lalu bagaimana cara mewujudkan masterpiece dari anak-anak kita dan keluarga?

Tiada lain adalah dengan mendidik mereka. Ya, dengan mendidik mereka.

O, bukankah itu tugas istri sebagai madrasah bagi anak-anak? Laki-laki cukup menyediakan fasilitas dengan mencari nafkah dan berdakwah diluar rumah.

 

Benarlah istri adalah madrasah bagi anak-anak dirumah, namun tahukah Anda, sang suamilah yang menjadi kepala sekolahnya. Dapat kita bayangkan, madrasah tanpa kepala sekolah, bagai seonggok lembaga tanpa arah dan akhirnya lelah. Kecuali madrasah dengan latar belakang  kompetensi guru-gurunya yang bagus, seorang istri yang memang telah paham mendidik, namun bagaimana pun madrasah atau istri sangat butuh kerjasama dan bimbingan suami dalam mendidik. Suami pun akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dihadapan Allah.

 

Kemudian menengok lagi pada Sultan Murad II, Najmuddin Ayub, Ismail bin Ibrahim, Lukmanul Hakim dan masih banyak lagi contoh bahwa laki-laki lah pemegang pendidikan keluarga. Bahkan contoh Ismail bin Ibrahim, ia mampu mendidik istri sehingga sang istri sepeninggal suami mampu meneruskan visi misi suami yang ingin menjadikan anaknya ahli hadist, terwujudlah masterpiece Imam Bukhari. Allah pun memberi kode dalam kalam sucinya Al-Quran, menceritakan percakapan-percakapan antara ayah dan anaknya seperti percakapan Ibrahim dengan anaknya Ismail, percakapan Yakub dengan anaknya Yusuf, percakapan Lukmanul Hakim. Bukankah ini sebuah kode bahwa pendidikan anak dan keluarga ada ditangan ayah? tanggung jawab ayah?

 

Jika hari ini banyak audiens majlis-majlis parenting adalah dari kalangan wanita, lalu bagaimana seorang laki-laki akan paham bagaimana ia harus menjadi kepala sekolah dari madrasah keluarga? Bagaimana seorang laki-laki  mengatasi kenakalan anaknya, apakah dengan menyalahkan istri yang tak becus mendidik anaknya? Anak rewel, sang suami langsung menyalahkan istrinya, seperti inikah? Sang kepala sekolah menyalahkan madrasahnya tatkala mendapati kenakalan pada murid-muridnya tanpa mencari tau bagaimana kompetensi madrasahnya, tanpa memberi bimbingan kepada madrasahnya.

 

Tragedi tahun 2006, cukuplah menjadi pelajaran berharga, dimana seorang ibu berbusana syar’i sehari-hari dan rutin mengikuti taklim, namun membunuh tiga anak kandungnya karena merasa khawatir dan tidak sanggup mendidik anak-anaknya sendirian. Bagaimana bisa ia merasa sendirian dalam mendidik, bukankah ia bersuami? Rupanya penjelasan dari sang pengacara semua beban mendidik dilimpahkan pada istri. Semoga ini tidak terjadi lagi.

 

Ayo laki-laki Muslim, para ayah, para suami inilah tantangan Anda, mendidik bukanlah pekerjaan yang mudah bagai menghasilkan berlian tentu harus melalui proses yang panjang dan berlelah-lelah. Butuh ilmu pula untuk mewujudkannya. Majlis-majlis parenting seharusnya lebih banyak dihadiri oleh para ayah karena ia adalah kepala madrasah. Dan bukankah menjadi sebuah kebanggaan dan kepuasan saat masterpiece itu terwujudkan.

Ya, masterpiece Anda adalah anak dan istri kesayangan.

 

Jurnalis Jurnalislam.com

 

 

Kehadiran Guru Tak Tergantikan oleh Teknologi

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menilai perkembangan teknologi telah memberikan banyak kemudahan dalam menjalani kehidupan, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Manfaat teknologi makin terasa saat dunia tengah didera Pandemi Covid-19 seiring berkembangnya kenormalan baru atau new normal. Namun demikian, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik.

Pesan ini disampaikan Wamenag saat menyampaikan keynote speaker pada Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan dalam Masyarakat Muslim yang digelar secara virtual oleh UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Konferensi ini diikuti Rektor UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta Amany Lubis, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta, narasumber dari Indonesia dan sejumlah negara, serta para peserta.

“Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan, melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik, guru maupun dosen, serta interaksi pembelajaran antara pelajar dan pengajar,” tegas Wamenag, Rabu (6/10/2021).

“Sebab, edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, dan kompetensi,” sambungnya.

Wamenag melihat konferensi pendidikan ini sangat penting dan strategis, untuk mendiskusikan sekaligus merumuskan eksistensi pendidikan. Menurutnya, paradigma berfikir tentang pendidikan dan pembelajaran, kurikulum, nilai dan tradisi yang melekat pada budaya bangsa jangan sampai terabaikan. Produk pendidikan harus mampu untuk menjawab kebutuhan masa depan kemanusiaan. Termasuk saya kira tentang pendidikan Islam yang tidak semata-mata melakukan transfer of knowledge tetapi juga transfer of value.

“Cara kita berinteraksi dalam pendidikan, desain kurikulum dan pembelajaran sampai pada bagaimana kita mengoptimalkan teknologi sebagai piranti penting mengembangkan pendidikan harus mengalami penyesuaian,” pesan Wamenag.

Setiap individu, lanjut Wamenag, dituntut mengembangkan kreativitas dan inovasinya dalam menggunakan teknologi bagi pengembangan dunia pendidikan. Karena pendidikan, bukan hanya transmisi pengetahuan, tetapi juga bagaimana memastikan pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik.

“Tantangan ini juga menjadi kesempatan bagi komunitas pendidikan, bagaimana penggunaan teknologi dapat membantu membawa mahasiswa dan pelajar menjadi kompeten di abad ke-21. Keterampilan yang paling penting pada abad ke-21 adalah self-directed learning atau pembelajar mandiri sebagai outcome dari ikhtiar Pendidikan,” terangnya.

“Situasi ini bukan hanya menjadi tantangan bagi mahasiswa, namun juga para dosen dalam menyampaikan edukasi, di mana para dosen perlu memastikan bahwa mahasiswa memahami materi pembelajaran dengan baik,” tandasnya.

 

Kiai Said Bertemu Presiden Jokowi Bahas Muktamar NU

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Said Aqil Siradj bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara untuk melaporkan rencana Muktamar NU pada akhir 2021.

“Kedatangan saya ini kangen-kangenan semenjak Covid-19, baru dua kali ini, 1,5 tahun bertemu dengan Bapak Presiden. Pertama, kami melaporkan hasil Munas Kombes NU 25-26 September kemarin di Hotel Syahid bahwa kita NU akan melaksanakan Muktamar pada 23-25 Desember 2021,” kata Siradj, Rabu (6/10).

Rencananya muktamar tersebut akan berlangsung di Lampung. “Presiden pun agak tanda tanya, apakah sudah mungkin melihat situasi Covid-19 seperti ini apalagi di Lampung, ya nanti kta lihat itupun dengan syarat memperhatikan protokol kesehatan dan izin dari satgas nasional dan satgas lokal,” kata dia.

Selain soal Muktamar NU, Said Aqil juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19. “Vaksinasi sukses, Indonesia negara kelima yang sukses dalam vaksinasi dan mampu mengendalikan penularan Covid-19 dan khusus vaksinasi di kalangan pesantren luar biasa di luar dugaan saya bahwa vaksinasi masif masuk ke pesantren dan para kiai,” kata dia.

Menurut dia, Jokowi belum dijadwalkan menghadiri Muktamar NU secara langsung. “Belum dibicarakan (kehadiran Presiden Jokowi), karena ini ada kemungkinan hibrid, tidak mungkin daring 100 persen,” katanya.

Sementera terkait kandidat ketua umum PB NU, dia mengaku menerima sejumlah masukan untuk kembali mencalonkan diri. “Pokoknya silakan kompetisi siapa pun kader-kader NU yang mau maju, silakan maju. Beberapa kiai sepuh antara lain kiai Tuan Guru Turmuzi (di) Lombok, kiai Hasan di Cirebon, kiai Muhtadi di Banten meminta saya agar maju lagi, para kiai sepuh dan beberapa teman. Saya belum bicara pencalonan dengan Presiden dan hanya masalah penyelenggaraan muktamar agar berhasil mohon dukungan,” kata dia.

Artinya, Said Aqil menyebut ia tidak meminta dukungan untuk menjadi calon ketua PB NU kepada Jokowi, melainkan dukungan penyelenggaraan muktamar PB NU agar lancar. “Kalau banyak permintaan ya saya siap dong, kader harus siap kalau banyak permintaan. Walaupun sampai saat ini saya belum menyampaikan secara resmi, tetapi permintaan sudah sangat banyak,” kata dia.

Ia pun menegaskan kesiapannya kembali maju sebagai ketua PBNU. Ia diketahui sudah dua kali menjabat sebagai Ketua PBNU, yaitu periode 2010-2015 dan 2015-saat ini.

Sumber: republika.co.id

Sinergi Ulama dan Pemerintah Diharap Dapat Tekan Kasus Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen-IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong menyebut kemunculan virus corona baru (Covid-19) telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap dunia.

“(Serta) mengubah tatanan hidup masyarakat dan mengubah kebijakan pemerintah. (meski) banyak prediksi yang mengukur wabah ini, tapi belum ada kepastian kapan wabah ini benar-benar berakhir,” ujarnya dalam Webinar Literasi Pandemi dan Pemulihan Ekonomi, selasa (5/10).

Webinar tersebut merupakan kerjasama antara Kementerian Kominfo dan Majelis Ulama Indonesia.

Untuk itu, kata dia, untuk menekan laju penyebaran Covid-19 dibutuhkan kolaborasi atau gotong royong sebagai bentuk ikhtiar bersama dengan berbagai pihak merupakan satu keniscayaan.

“Apa yang dilakukan Kominfo dengan Majelis Ulama Indonesia merupakan bagian ikhtiar bersama tersebut,” tambahnya.

 

Usman mengatakan, salah satu upaya pemerintah dalam menekan angka kasus pertumbuhan Covid-19 dengan melaksanakan vaksinasi.

Saat ini, lanjutnya, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI ada 6 jenis vaksin Covid-19 di Indonesia.

Dia menuturkan, selain kendala teknis, terdapat kendala lain dalam pelaksanaan vaksinasi.

Menurutnya, kendalanya ialah bersifat personal yang meliputi pemahaman dan keyakinan masing-masing individu.

Kominfo bersyukur, MUI ikut serta membantu lewat literasi dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Kami bersyukur Majelis Ulama Indonesia turun membantu literasi dalam kontribusinya menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 dengan memberikan pencerahan secara konsisten dan signifikan melalui jaringan MUI hingga level desa atau kelurahan,” ungkapnya.

Dirjen IKP ini menyebut salah satu dampak akibat pandemi Covid-19 ini adalah sektor ekonomi.

Untuk itu, Ia mengingatkan kembali soal ikhtiar bersama agar pemulihan ekonomi dan program vaksinasi bisa dilakukan dengan agresif.

“Dan terlaksana herd imunity. Sehingga, masyarakat bisa Kembali bangkit dan perlahan meningkatkan perekonomian bangsa,” harapnya.

Baginya, salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian saat ini adalah dengan ekonomi digital.

Sebab, lanjutnya, perkembangan teknologi dan informasi, kebiasaan masyarakat juga berubah mengikuti perubahan zaman, termasuk cara berbelanja dan bertransaksi.

“Dengan adanya pandemi ini semua orang juga terpaksa melakukan aktivitas dari rumah. Oleh karena itu, tingkat transaksi digital sangat tinggi di masa pandemic dan pertumbuhanya mencapai 400 persen,” ungkapnya.

Meski begitu, Usman menambahkan, kolaborasi dengan berbagai pihak untuk melawan dan memulihkan Kembali ekonomi akibat pandemi Covid-19 masih terus dibutuhkan, termasuk sinergitas dengan MUI.

 

“Sinergi kebijakan pemerintah dengan fatwa MUI sangat penting dalam mensukseskan program vaksinasi, ini salah satu upaya untuk memulihkan perekonomian,” pungkasnya. (mui)