Pesan AICIS: Agama Harus Jadi Tuntunan Bagi Seluruh Alam

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) atau Konferensi Internasional Tahunan pada Kajian Keislaman yang ke 21 kembali digelar. Usai dibuka di Mataram, Nusa Tenggara Timur, kini Konferensi dilanjutkan di Bali, mulai 1- 4 November 2022.

Membuka Acara, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Ali Ramdhani menyampaikan pesan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Pada sambutannya, Menag mengingatkan peserta untuk terus berinovasi dan beradaptasi menghadapi era disrupsi seperti saat ini.

Menurutnya, agama harus hadir dan memberi pencerahan kepada umat, bukan justru menjadi sekat yang memecah kesatuan dan persatuan.

“Hari ini dunia tengah mengalami dinamika yang begitu tidak pasti. Kita mengenal VUCA. Tidak ada kepastian, yang pasti hanyalah ketidakpastian itu sendiri. Karenanya, agama harus hadir, bukan justru menjadi sekat,” ungkapnya pada Selasa (1/11/2022).

Ia pun menjelaskan bahwa dulu turunnya agama justru untuk menghancurkan berhala. Namun saat ini agama justru terkesan menjadi berhala. Hal tersebutlah yang kemudian mendasari tema AICIS ini mengangkat Future Religion.

“Pada dasarnya Future Religion adalah mengembalikan fungsi dasar dari agama tersebut. Yakni menjadikan agama sebagai tuntunan dengan rahmatan lil alamin, atau kasih bagi seluruh alam,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa Gus Menteri juga berharap agar forum ini menghasilkan ijtihad yang memberikan solusi pada permasalahan umat masa kini.

“Kita tahu Ijtihad sudah tidak bisa lagi dianggap memenuhi syarat sejak 15 abad lalu. Karenanya, diharapkan paling tidak kita bisa merumuskan mekanisme untuk mengisi kekosongan tersebut dengan membahas hal urgent yang kemudian memberikan solusi yang kita hadapi saat ini,” tutupnya.

Ajaran Islam Dorong Umatnya untuk Menjaga Lingkungan

DEPOK(Jurnalislam.com)— Agama Islam memerintahkan manusia untuk memakmurkan bumi melalui pemanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat. Tentunya pemanfaatan potensi alam haruslah diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan.

Untuk itu, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meminta semua elemen masyarakat, termasuk para santri agar menjaga bumi dari kerusakan lingkungan.

“Santri harus aktif menjaga bumi, boleh mengeksplorasi tetapi jangan merusak. Santri harus aktif menjaga pencegahan kerusakan lingkungan. Jangan kamu merusak,” tegas Wapres saat menghadiri acara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Masjid At Thohir, Jalan M. Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10/2022).

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa di samping mencegah kerusakan bumi, para santri juga harus dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan ekonomi.

“Tanggung jawab manusia untuk memakmurkan bumi. Ini perintah agama, dan paling utama membangun ekonomi,” tuturnya.

Wapres menyebut, pembangunan ekonomi yang dimaksud meliputi berbagai sektor yang dapat dikembangkan dengan pemanfaatan teknologi.

“Membangun ekonomi, supaya makmur pertanian, perdagangan, pertambangan, ekonomi kreatifnya, karena itu perintah agama dan kunci utamanya adalah SDM yang memiliki teknologi pengetahuan,” ujar Wapres.

Pada acara yang bertajuk “Santri Berdaya, untuk Indonesia Sejahtera” ini, Wapres kembali menegaskan bahwa kunci menuju Indonesia Makmur adalah mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia secara produktif dan bijaksana.

“Santri harus menggerakkan, jangan ada lahan yang tidur dan jangan ada tenaga yang nganggur, InsyaAllah makmur,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wapres berpesan kepada santri untuk bangkit kembali dalam Membangun Negeri menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya ingin sekarang adalah santri revival, kebangkitan santri kembali untuk menyongsong 100 tahun kemerdekaan dan lahirnya kebangkitan nasional yang kedua,” tutupnya.

Sebelumnya, Erick Thohir selaku Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan bahwa MES berikhtiar memajukan ekonomi keumatan, dengan memanfaatkan potensi besar yang ada di lembaga pesantren.

“Santri dan pesantren memiliki potensi besar yang dapat kita optimalkan dalam mendorong kemajuan bangsa Indonesia, sebagai organisasi yang inklusif MES menyadari betul hal ini” ucap Erick.

Dalam rangkaian acara tersebut dilakukan penyerahan secara simbolis Tabungan Santri oleh Ketua Dewan OJK, Mahendra Siregar dan Ketua MES kepada 4 (empat) orang perwakilan santri.

 

 

Pesantren Berperan Penting Entaskan Kemiskinan Ekstrem

DEPOK(Jurnalislam.com) – Pemerintah menargetkan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia mencapai nol persen pada tahun 2024 mendatang. Target tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas bersama sejumlah jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju pada 18 November 2021 yang lalu. Untuk mencapai target ini, diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat, salah satunya dari kalangan pesantren.

“Pesantren punya tanggung jawab untuk menghilangkan kemiskinan tentu bersama dengan elemen lain. Kebetulan ini bersama dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah kemudian lembaga-lembaga swasta dan perorangan, mereka kita sebut sebagai kelompok-kelompok yang punya tanggung jawab bersama dengan pesantren,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada keterangan persnya usai menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 dengan tema Santri Berdaya Indonesia Sejahtera di Masjid Raya At Thohir, Jalan Mochamad Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, pesantren memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan, salah satunya karena jumlahnya yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia. Di samping itu, ajaran di dalam pesantren juga mengajarkan kepada para sumber daya manusianya untuk membantu sesama dan menyejahterakan lingkungannya.

“Kalau di dalam pelajaran pesantren itu kan menghilangkan kemiskinan menjadi bagian dari fardhu kifayah (kewajiban yang harus dilaksanakan), itu kemudian menghilangkan bahaya,” papar Wapres.

Lebih dari itu, tambahnya, pengentasan kemiskinan ini juga berlaku secara umum. Bukan hanya terkait kemiskinan ekstrem, namun juga hal lain yang menyangkut kesejahteraan sesama.

“Bahkan bukan orang muslim saja atau nonmuslim, yang kekurangan makan, yang kekurangan pakaian. Artinya dalam keadaan miskin itu harus dientaskan, itu menurut pelajaran pesantren,” ungkap Wapres.

Oleh karena itu, Wapres pun berharap agar momen peringatan Hari Santri Nasional ini dapat menjadi momentum pengembangan kekuatan ekonomi santri dan pesantren sehingga dapat lebih berkontribusi secara optimal ke depannya dalam bidang ekonomi.

“Kita harapkan berkontribusi lebih besar, optimal, dalam bidang ekonomi, baik melalui kegiatan di bidang pertanian perdagangan dan kerajinan dan berbagai hal,” imbuh Wapres.

“Ini yang kita harapkan potensi pesantren begitu besar sehingga bekerja sama dengan MES dan BI, serta nanti OJK dan lembaga keuangan lainnya terutama menyangkut ekonomi syariah ini kita harapkan akan memberikan sumbangan dalam rangka memberikan penguatan ekonomi nasional menuju Indonesia sejahtera dan maju,” pungkasnya.

 

Siswa MAN 1 Surakarta Borong Medali Kejuaraan Taekwondo Nasional

SURAKARTA(Jurnalisam.com) — Prestasi membanggakan bidang olah raga kembali diraih siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta. Mereka berhasil memborong medali Moxs Open 2022 National Taekwondo Championship.

Ajang ini berlangsung dua hari, 29 – 30 Oktober 2022, di GOR Jatidiri Semarang. Tim yang berkekuatan 9 orang ini berhasil meraih 1 emas, 4 perak dan 4 perunggu.

Menurut penanggung jawab Taekwondo MAN 1 Surakarta, Rusdi Mustapa, prestasi ini sangat membanggakan mengingat kejuaraan ini bertaraf nasional dan persaingan selama pertandingan sangat ketat. Apalagi, ini adalah kali pertama keikutsertaan MAN 1 Surakarta.

“Tentu kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini, kejuaraan nasional pertama yang diikuti MAN 1 Surakarta. Para siswa mampu memberikan yang terbaik. Mereka memberikan perlawanan maksimal menghadapi peserta lain yang berasal dari dojang taekwondo dari seluruh Indonesia,” ujar Rusdi di Surakarta, Senin (31/10/2022).

Ditambahkan Rusdi, persiapan menghadapi kejurnas dilakukan selama satu bulan. Para siswa berlatih setiap Senin dan Kamis sore, dalam giat ekstrakurikuler Taekwondo. Selain itu, menjelasn lomba, ada latihan ekstra setiap pagi. Peserta merupakan siswa siswi yang sudah dipilih sabum (pelatih) yang dikoordinir sabum Rizqon Nur Huda.

Dalam kejuaraan ini, tim MAN 1 Surakarta menjalani pertandingan dari pagi hingga sore yang terbagi dalam kelas Poomsae (jurus) dan Kyorugi (tanding). Untuk Kyorugi dibagi menurut berat badan. Mereka menghadapi atlet dari dojang yang sudah terkenal dari seluruh Indonesia.

Kepala MAN 1 Surakarta Slamet Budiono mengapresiasi prestasi siswanya. Mereka terbukti mampu menunjukkan kemampuannya dalam even kejuaraan bertaraf nasional yang diikuti oleh dojang-dojang dari seluruh Indonesia.

“Tentu saya sangat bersyukur atas prestasi siswa kami. Kami sangat mendorong siswa untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk olahraga, sebagai upaya memberikan kesempatan berprestasi baik tingkat kota, provinsi, nasional dan internasional sehingga bisa mengangkat marwah madrasah,” pungkas Slamet Budiyono.

 

 

 

Pelaku UMK Minang Didorong Sertifikasi Halal

SUMBAR(Jurnalislam.com)— Anggota Komisi VIII DPR RI Jhon Kenedy Azis mendorong pelaku usaha di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat untuk mengajukan sertifikasi halal. Hal ini disampaikan John Kenedy Azis saat bertemu para pelaku usaha dalam Workshop Sihalal, di Pariaman, Sumatera Barat.

Menurutnya, sertifikasi halal ini menjadi kunci agar para pelaku usaha untuk bersaing di kancah internasional. “Bagaimana pelaku usaha itu agar memiliki tambahan nilai terhadap usaha-usaha mereka,” ujar Jhon, Sabtu (29/10/2022).

Karenanya, ia mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) yang saat ini digulirkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Negara memikirkan itu, kalau kita ingin maju, skala berpikir kita jangan hanya Pariaman ke Pariaman saja. Salah satu syarat ekspor itu adalah sertifikat halal,” kata Jhon.

“Pemerintah sangat tanggap, kalau ini tidak dimanfaatkan masyarakat sangat disayangkan. Ini harus dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat kita sekarang,” sambungnya.

Workshop SiHALAL di Pariaman merupakan program edukasi jaminan produk halal (jph) yang terselenggara berkat kerja sama BPJPH, Komisi VIII DPR RI, dan Satgas Halal Provinsi Sumbar. “Kami terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya jaminan produk halal. Workshop kali ini, kita juga mengedukasi bagaimana cara mengajukan sertifikasi halal melalui Sistem Informasi Halal (SiHALAL),” ungkap Plt Sekretaris BPJPH  Chuzaemi Abidin.

 

Santri Jadi Inspirasi Gerakan Kebangkitan Nasional

BANTEN(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengisahkan bahwa gerakan santri di tanah air yang menginspirasi kebangkitan nasional untuk melawan penjajahan Belanda sebenarnya bukan dimulai sejak Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 di Jawa Timur yang kemudian memicu peristiwa 10 November 1945. Namun, semangat perjuangan itu sudah dikobarkan pada akhir abad 19 di Banten, dengan salah satu peristiwa bersejarahnya adalah Geger Cilegon. Sejarawan Sartono Kartodirdjo mencatat peristiwa tersebut sebagai religious revival (kebangkitan agama).

“Menurut saya, yang lebih tepat adalah bukan religious revival, tetapi kebangkitan santri. Itu dipimpin oleh Kiai Wasyid dan para kiai dan santri yang lain,” ungkap Wapres saat menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2022, di Pesantren An-Nawawi Tanara, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Jumat (28/10/2022).

Lebih lanjut Wapres menjelaskan bahwa dengan semangat hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang terpatri pada diri santri, telah disepakati pula kesepakatan nasional untuk membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya menyebutnya sebagai al-mitsaq al-wathani, kesepakatan nasional yang harus kita jaga sebagai perekat kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia,” pesan Wapres.

Oleh karena itulah, ucap Wapres, 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri untuk memberikan penghargaan kepada jasa para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Santri adalah pejuang bangsa. Peringatan Hari Santri Nasional adalah penghargaan terhadap para ulama yang berjuang untuk negeri ini, tapi juga menjadi contoh untuk diteladani oleh para santri sekarang,” sebutnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menguraikan bahwa santri memiliki potensi besar untuk diberdayakan dalam membangun Indonesia mengingat di Indonesia terdapat lebih dari 27 ribu pesanten di Indonesia per Januari 2022 dengan total santri berkisar 5 juta.

“Jawa bagian barat, termasuk Banten menyumbang jumlah pesantren terbanyak 8.300 lebih atau sekitar 31 persen dari santri nasional. Oleh karena itu, kita pilih berkumpul di pesantren Abah (Wapres) ini karena secara kualitas kita memiliki SDM yang mumpuni,” kata Sandiaga.

Sebagai informasi, kegiatan bertema “Santri Digital untuk Indonesia Bangkit” ini digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam upaya memperingati Hari Santri Nasional 2022 melalui kerja sama dengan Pesantren Annawawi Tanara, Yayasan Dewa Dewi Indonesia, dan sebagainya.

 

 

Forsitama Cemani Sukoharjo Gelar Seminar Cegah LGBT dan Dampak Gadget untuk Pemuda

SUKOHARJO9(Jurnalislam.com)–FORSITAMA (Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla) Desa Cemani bekerjasama dengan Pemerintah Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan Seminar Edukasi, tentang Problematika Generasi Muda, Ahad (30/10/22).

 

Kegiatan tersebut dimulai pukul delapan pagi hingga menjelang sholat luhur. Acara diselenggarakan mengingat maraknya masalah-masalah yang muncul di kalangan pemuda, khususnya di era globalisasi dan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Seminar yang bertemakan “Dampak Negatif Narkoba, Gadget/Game, Pornografi dan LGBT”, berlokasi di Gedung Graha Sejahtera, Cemani, dihadiri oleh 300-an peserta dari berbagai kalangan, diantaranya Takmir Masjid Musholla, Pengurus Pengajian Putri, Pengurus RT dan RW, serta kalangan Pemuda dan Remaja.

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Desa Cemani, Hadi Indrianto, S.T. dan keynote speaker acara oleh Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, SIK. M.PICT., M.Krim. Sedangkan pembicara seminar, hadir Agung Sugiarto, atau akrab di panggil Kak Sinyo Egie, dari Yayasan Peduli Sahabat, dan juga seorang konsultan, dan Sri Mulyana, atau yang akrab dipanggil Pakdhe Jabrik, dari Ekspreso (Eks Preman Solo).

 

Kapolres Sukoharjo dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada FORSITAMA, sebuah lembaga masyarakat yang sangat peduli dengan kondisi masyarakat saat ini.

 

Pakdhe Jabrik yang juga pernah menjadi tahanan, menceritakan tentang pengalaman di penjara, dan kiat-kiat untuk dapat bertaubat serta istiqomah. Siapa sangka, ustadz yang dikenal dengan ceramah penuh makna yang disertai guyonan itu pernah mendekam di balik jeruji besi. Tak tanggung-tanggung, dia mengaku tujuh kali dibui.

 

“Tahun 1985 seharusnya saya masuk kuliah tapi saya justru masuk penjara pertama kali. Kuliah saya pindah di penjara, berbagai ilmu kejahatan saya peroleh. Hasilnya, setelah mencuri sepeda, karier melesat, saya dibui karena mencuri sepeda motor masih di usia belasan tahun,” ujarnya.

 

Sinyo Egie, Pendiri Yayasan Peduli Sahabat, menuturkan, “Awalnya di dunia ini hanya ada identitas heteroseksual yakni ketertarikan antara laki-laki dengan perempuan.” Kemudian, sejak tahun enam puluhan ada gerakan ‘Barat’ seperti liberalisme dan sekulerisme yang menyerukan pernikahan sesama jenis.

“Liberalisme dan sekulerisme sering memberi peluang masuknya LGBT karena memberi makna kebebasan,” jelasnya.

 

Ketua FORSITAMA, Ustadz Habib Ngadiri menyampaikan bahwa dengan kehadiran mereka (pembicara) sangat banyak memberikan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat. “Pakdhe Jabrik sangat menginspirasi bagi para peserta,” jelas Ustadz Habib Ngadiri

”Kami berharap agar peserta dapat mengambil pelajaran dari kisah Pakde Jabrik dan Ilmu dari Kak Sinyo Egie,” pungkasnya.

Ketua Umum PP Lidmi : Hari Sumpah Pemuda adalah Momentum Heroisme dan Patriotisme

SULSEL(Jurnalislam.com)–Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 94 Tahun 2022, Pimpinan Daerah Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia Wajo (PD Lidmi Wajo) menggelar Dialog Kepemudaan dengan organisasi kepemudaan lainnya di Warkop Acci Sengkang, Jumat malam (28/10/22).

Kegiatan ini mengangkat tema “Membangun Karakter Bangsa, Menyongsong Generasi Emas di Tahun 2045”. Hadir sebagai pembicara dari kalangan organisasi pemuda di lingkup Wajo diantaranya Ahmad Muliyadi (Ketua HMI MPO Cabang Maju), Wawan Muawin (Ketua Umum PC PMII Kab. Wajo), Sulaeman Nyampa (Ketua Pemuda Muhammadiyah Wajo) dan Baso Panguriseng (Ketua PD Lidmi Wajo).

Acara semakin terasa istimewa dengan hadirnya secara langsung Ketua Umum PP Lidmi, Asrullah, S.H., M.H. untuk menjadi keynote speaker dalam acara tersebut.

Dalam materinya, Asrullah mengungkapkan peran pemuda dalam menyongsong 100 tahun Indonesia.

“Peran pemuda sangat penting untuk menyiapkan generasi emas 2045. Paling tidak ada tiga peran yang harus dijalankan pemuda yakni simbol pemersatu bangsa, penggerak perubahan zaman, dan akselerator kemajuan bangsa,” ungkapnya.

Selain itu, sumpah pemuda menurutnya merupakan momentum heroisme dan patriotisme bangsa yang harus dijadikan pelajaran oleh para pemuda.

“Sumpah pemuda adalah momentum heroisme dan patriotisme yang dimotori oleh pemuda yang menjadi jalan kemerdekaan baru bagi Indonesia dalam melawan neo kolonialisme dan neo imperialisme hari ini,” pungkasnya.

Perbedaan Pilihan Politik Tak Boleh Sampai Timbulkan Perpecahan

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)– Memanasnya suhu politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akhir-akhir ini kian terasa di tanah air. Terlebih setelah beberapa partai politik secara terang-terangan mendeklarasikan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) yang akan diusung pada Pemilu mendatang.

Hal tersebut tentu mengundang perdebatan tidak hanya di kalangan para elit partai tetapi juga masyarakat yang mulai menentukan pilihannya masing-masing. Agar perdebatan ini tidak menjadi konflik, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin mengimbau masyarakat untuk menanggapi berbagai perbedaan pilihan politik dengan santai.

“Kalau berbeda Capres, lakum Capresukum, walana Capresuna (untukmu Capresmu, untukku Capresku),” canda Wapres saat menyampaikan Pidato Kebangsaan di Kampus Universitas Alma Ata, Jl. Brawijaya No. 99, Tamantirto, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (24/10/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, selain perbedaan dalam pemilihan Capres-Cawapres, perbedaan juga kerap terjadi pada pemilihan partai serta dengan visi misinya masing-masing. Untuk itu, hal ini juga perlu disikapi dengan baik.

“Saya sering mengatakan kalau kita berbeda partai kita katakan lakum partaiukum, walana partaiuna (untukmu partaimu, untukku partaiku), ya sudah masing-masing partai saja,” ucapnya diikuti tawa tamu undangan yang hadir.

Pada kesempatan yang sama, Wapres juga memaparkan bahwa bangsa Indonesia sejauh ini telah melewati banyak kontestasi politik, sehingga perbedaan yang terjadi menjelang Pemilu merupakan hal yang wajar. Ia menilai, yang paling penting adalah bagaimana menghadapi perbedaan pilihan politik secara damai.

“Oleh karena itu, kita tidak boleh kemudian karena perbedaan menyebabkan perpecahan,” pungkasnya.

 

 

BPJPH Review Manual Sistem Jaminan Produk Halal pada Rumah Potong Hewan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kemenag menggelar review terhadap manual Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU). Review dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag bersama tim Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) dan Direktorat Kesmavet Kementerian Pertanian.

Review berlangsung di Jakarta, Selasa (25/10/2022). Hadir melakukan review, Muhammad Ali Subarkah sebagai Presiden Juleha dan Hendri Indriansyah Sekretaris Juleha. Sementara dari Direktorat Kesmavet, hadir drh. Apriyani serta drh. Ade Kurniasih dari RPH Cibinong Bogor.

Review ini diinisiasi oleh Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal BPJPH. Pelaksana tugas Kepala Pusat Kerjasama dan Standardisasi Halal Muchamad Sidik Sisdiyanto menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan review ini.

Menurutnya, review manual SJPH untuk RPH telah menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha Rumah Potong Hewan. Menurutnya, saat ini masih sedikit RPH yang memiliki sertifikasi halal. “Saya berharap dengan adanya manual SJPH untuk RPH/RPU ini proses sertifikasi halal bagi RPH/RPU semakin mudah dan jelas aturannya,” terang Sidik.

Koordinator Bidang Standar pada BPJPH Muhammad Jamaluddin mengatakan review ini dimaksudkan untuk memperjelas manual SJPH terutama untuk RPH/RPU Ruminansia (hewan berbulu). Menurutnya, manual SJPH untuk RPH/RPU saat ini sudah tersedia. Namun, manual tersebut belum spesifik memberikan pedoman untuk proses penyembelihan yang memenuhi standar kehalalan.

“Kehadiran manual SJPH untuk RPH/RPU ini sudah ditunggu oleh kalangan RPH mengingat tuntutan agar RPH mendapatkan sertifikat halal semakin menguat sejalan dengan akan mulai diberlakukannya kewajiban bersertifikat halal untuk sektor makanan dan minuman Oktober 2024,” jelasnya.

RPH, kata Jamaludin, merupakan hulu dari proses sertifikasi halal. Jika RPH sudah memiliki sertifikat halal, maka produk turunan selanjutnya seperti bakso, sate, sop daging dan seterusnya terjamin kehalalannya. “Ini akan memermudah pelaku usaha dalam memproses sertifikat halal,” kata Jamal, panggilan akrabnya.

Review manual ini diikuti 50 peserta dari BPJPH, Direktorat Kesmavet Kementerian Pertanian, perwakilan RPH/RPU, serta organisasi Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha).

BPJPH terus berpacu memberikan beragam layanan jaminan produk halal kepada masyarakat mengingat tahapan kewajiban sertifikasi halal akan segera dimulai pada Oktober 2024 mendatang.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain layanan sertifikasi halal gratis untuk UMK kepada 300 ribuan pelaku usaha, sosialisasi self declare, penyusunan pedoman dan standar, serta membangun kerjasama dengan berbagai pihak dalam dan luar negeri.