Pergeseran Moral Bangsa, Menag Dorong Ormas Islam Syiarkan Dakwah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuka Kongres Nasional atau Majelis Tahkim ke – 41 Syarikat Islam di Kota Surakarta, Jumat (3/12/2021)  malam.

“Syarikat Islam adalah bagian dari dinamika kebangsaan itu. Lahir dengan gagasan dan spirit dakwah, Syarikat Islam telah mengambil peran yang sangat luas dalam perjuangan dan pembangunan kemerdekaan,” kata Menag.

Bukan hanya melahirkan tokoh-tokoh penting yang berperan dalam kemerdekaan, SI juga banyak menelurkan ide dan gagasan kebangsaan yang sangat strategis bagi penguatan tata kehidupan bangsa Indonesia.

Syarikat Islam telah menempatkan dirinya sebagai komunikator dan menjadikannya sebagai media sosialisasi umat Islam dalam bidang pendidikan, ekonomi dan politik.

Di mata Menag, Syarikat Islam memegang peranan penting pemberdayaan masyarakat yang maju dan terbuka menciptakan kesadaran umat untuk menjadi bagian NKRI.

Hal ini tergambar jelas dalam trilogi SI: Sebersih-bersih Tauhid, Setinggi-tinggi Ilmu, dan Sepandai-pandai Siasah.

“Saya mengajak kita semua, keluarga besar Syarikat Islam, untuk terus menjalin persahabatan dan kerjasama serta menjaga kerukunan antar umat beragama dalam ikatan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah dalam bingkai NKRI,” kata Menag

Kementerian Agama, lanjut Menag, mengajak seluruh ormas Islam untuk bahu-membahu menjalankan visi dakwah yang rahmatan lil’alamin.

“Secara terbuka saya sampaikan di hadapan keluarga besar Syarikat Islam, Kementerian Agama terbuka untuk kerja sama apapun untuk kemajuan Syarikan Islam dan agama yang kita cintai,” tandas Menag

Ia menambahkan dalam dimensi lebih luas, umat Islam wajib melaksanakan dakwah untuk menjaga moral keagamaan dan kemanusiaan di tengah arus pergeseran nilai, norma dan perilaku masyarakat.

“Nilai-nilai Islami dan spirit Qurani harus menjadi rujukan utama, baik di lingkungan keluarga, lingkungan sosial, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutup Menag .

Kongres Nasional Syarikat Islam ini juga diikuti secara daring oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan kaum Syarikat Islam dari pelbagai daerah.

 

Gubernur BI Bicara Kemajuan Ekonomi Syariah Pasca Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Bank Indonesia melakukan upaya mengembangkan sektor ekonomi keuangan syariah bagi kemaslahatan umat. Salah satu caranya melalui pengembangan digitalisasi.

Demikian disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam sesi diskusi Ijtima’ Sanawi DPS tahun 2021 yang bertemakan “Penguatan Peran DPS dalam Mendukung Ekosistem Ekonomi Syariah melalui Digitalisasi dan Integrasi Dana Komersial dan Dana Sosial Islam”, Kamis (3/12).

“Optimisme Bank Indonesia untuk ekonomi keuangan syariah kedepannya akan semakin baik dengan melihat potensi yang telah tersedia. Di samping itu, kami juga berupaya meredigitalisasi keuangan syariah, khususnya di bidang sistem pembayaran,” ujar Perry.

Menurutnya, Indonesia yang telah memasuki masa pemulihan pascapandemi Covid-19. Dimana terbukanya peluang besar untuk bangkit secara berjamaah, bersinergi. Selain itu diperlukan inovasi untuk meningkatkan sektor terdampak Covid-19.

Dijelaskan Perry, untuk bangkit dari dampak pandemi, optimisme harus diperkuat dengan upaya bersama dalam mengembangkan ekonomi keuangan syariah, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah, Bank Indonesia, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Lebih lanjut, pria yang sebelumnya menjabat Deputi Gubernur BI itu menuturkan, meskipun pandemi mengakibatkan banyaknya sektor kehidupan yang terdampak, namun masih banyak hikmah yang bisa diambil.

“Terdapat pesan tersirat dari adanya pandemi Covid yang kita rasakan bersama. Setidaknya terdapat tiga poin penting, pertama, agar kita lebih ramah lingkungan serta mampu meningkatkan ekonomi hijau,” katanya.

 

“Kedua, digitalisasi yang membuat sektor kehidupan lebih efisien pada akhirnya memberikan ruang lebih luas untuk beribadah. Ketiga, terbukanya peluang untuk memajukan ekonomi rakyat,” tambahnya.

Perry juga menyatakan, kemajuan ekonomi syariah harus ditunjang dengan stabilitas harga dan rupiah yang dijaga oleh Bank Indonesia. Hal tersebut menjadi fondasi bagi ekonomi umat karena terkendalinya harga di lapangan.

Di samping itu, ekosistem ekonomi keuangan syariah melalui digital sistem pembayaran merupakan cara yang bisa digunakan untuk menyatukan Indonesia dengan ragam kultur budaya yang ada. (mui)

 

Kongres Nasional Syarikat Islam Usung Tema Penguatan Ekonomi Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membuka Kongres Nasional atau Majelis Tahkim ke – 41 Syarikat Islam di Kota Surakarta, Jumat (3/12/2021)  malam.

Kongres Nasional Syarikat Islam tahun ini mengusung tema ‘Penguatan Dakwah Ekonomi Menghadapi Era Masyarakat 5.0’.

Tampak hadir dalam pembukaan Majelis Tahkim Syarikat Islam, Wakil Ketua DPR Rahmat Gobel, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Pimpinan Syarikat Islam Hamdan Zoelva, serta para pengurus Syarikat Islam pusat dan daerah.

Majelis Tahkim Kongres Nasional Ke-41 Syarikat Islam di Surakarta ini akan berlangsung 3-6 Desember 2021.

Pembukaan Kongres Nasional Ke-41 Syarikat Islam ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didampingi Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel dan Ketua Umum Pimpinan Syarikat Islam Hamdan Zoelva.

“Saya sangat bahagia dapat hadir mewakili Bapak Presiden yang kebetulan pada saat yang sama ada agenda lain yang sangat penting. Semoga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah senantiasa kita perkuat dalam bingkai NKRI,” kata Menag.

Menurutnya, Kongres Nasional ke-41 ini sangat tepat sebagai momentum meneguhkan langkah-langkah pengabdian Syarikat Islam yang lebih luas dan tajam.

“Kita semua meyakini bahwa SI akan terus istiqamah menjalankan misi dakwah, sejalan dengan cita-cita kebangsaan dan keumatan,” imbuh Menag.

“Semoga Kongres Nasional ke-41 Tahun 2021 ini dapat menghasilkan spirit yang lebih kuat demi jalannya roda organisasi,” sambungnya.

Wakaf dan Zakat Didorong Jadi Instrumen Pemulihan Ekonomi Nasional

 JAKARTA(Jurnalislam.com)–Terkait upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi, Wapres menekankan, untuk mensinergikan peran zakat dan wakaf agar lebih optimal, perlu didukung dengan peningkatan literasi.

“Peningkatan literasi perlu dibarengi dengan pengembangan pengelolaan dana sosial syariah yang terdigitalisasi dan terintegrasi,” imbaunya.

Sementara untuk penanggulangan pandemi Covid-19 sendiri, Wapres mengatakan, diperlukan gotong royong seluruh komponen bangsa. Ia pun menilai karakter masyarakat Indonesia yang saling membantu antar sesama menjadi kekuatan bangsa dalam menanggulangi Covid-19.,

“Kita patut bersyukur karena disebut sebagai negara paling dermawan di dunia,” ucapnya.

Meskipun kasus aktif Covid-19 kian berkurang, Wapres mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap Covid-19 yang masih ada, apalagi dengan adanya varian baru Covid-19.

“Selama Covid-19 belum berakhir, selama muncul varian baru yang tidak dapat kita prediksi, maka kita harus terus waspada, tidak boleh lengah meskipun angka kasus di negara kita menurun,” imbau Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi kepada World Zakat Forum yang terus aktif berkontribusi dalam kerja bersama dan berjamaah untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah, terutama pasca Covid-19.

“Dengan mengucap bismillahirrahmaanirrahim, World Zakat Forum tahun 2021 saya nyatakan resmi dibuka,” pungkasnya.

Sri Mulyani Terbuka Kolaborasi Ekonomi Syariah dan Kemenkeu

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Menteri Keuangan Republik Indonesia (Menkeu RI), Sri Mulyani, mengatakan negara melalui alokasi APBN di masa Pandemi Covid-19 sangat memperhatikan keuangan sosial Islam dan perlunya terobosan baru.

Menurut Sri Mulyani, hal ini bertujuan untuk penguatan keuangan sosial Islam yang dikolaborasikan dengan Kementerian Keuangan RI sebagai bendahara dan pengelolaan keuangan negara.

“Untuk itu, Kemenkeu membuka diri menerima pemikiran-pemikiran semisal penguatan Baznas dan BWI ke dalam kordinasi Kemenkeu yang tentu memerlukan koordinasi berbagai macam pihak terutama DSN-MUI,” kata dia saat menjadi narasumber dalam Ijtima Sanawi 2021 yang mengusung tema: Penguatan Ekonomi Syariah melalui Digitalisasi dan Integrasi Dana Komersial dan Dana Sosial Islam”, Kamis (2/12).

Lebih lanjut, dia mengatakan pandemi Covid-19 di Indonesia mendorong terjadinya digitalisasi atau transformasi ke ekonomi digital dan teknologi digital.

Menurutnya, tema yang diusung dalam kegiatan ini sangat relevan. Sebab, kata dia, digitalisasi dan integrasi dana komersial, dan dana sosial bagian dari berbagai kegiatan yang dilakukan Pemerintah dalam hal ini Kemenkeu RI.

Indonesia yang masih diterpa oleh pandemi Covid-19, kata Sri Mulyani, membutuhkan langkah-langkah extra ordinary. Saat adanya varian delta Covid-19 di Indonesia, kinerja keuangan sangat dipengaruhi varian delta tersebut.

“Sekarang ini, di pengujung 2021, muncul kembali varian baru yaitu omicron,” kata dja.

Dia berharap,  varian ini dapat ditangani secara efektif tanpa meninggalkan korban manusia dan korban dari sisi perekenomian. Untuk menangani pandemi Covid-19, pemerintah masih bergantung pada APBN, maupun pendanaan dana sosial.

“Banyak pengeluaran yang dikeluarkan yang difokuskan kepada bidang kesehatan, bidang usaha kecil menengah, dan bantuan sosial kepada masyarakat,” jelasnya.

 

Menurutnya, hal ini juga sesuai dengan maqashid syariah, untuk mampu mengedepankan skala prioritas berdasarkan kemaslahatan umat.

“Kita harus menggunakan instrument dan poros kita untuk di prioritaskan kembali. Di dalam kerangka pemulihan ekonomi, kita akan menggunakan APBN sebagai instrumen untuk memulihkan ekonomi,” tuturnya.(mui)

Buka WZF 2021, Wapres Dorong Zakat untuk Pemberdayaan Umat

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Salah satu fokus pemerintah dalam mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia adalah mengembangkan Islamic social fund (dana sosial) berupa zakat, infak, sedekah dan wakaf.

Di Indonesia potensi zakat sangat besar, diperkirakan mencapai 327,6 triliun rupiah. Untuk merealisasikan potensi zakat tersebut secara optimal, perlu perbaikan mengenai mekanisme penerimaan hingga distribusinya.

“Tata kelola zakat harus ditingkatkan, mulai dari pengumpulan hingga penyalurannya,” tegas Wakil Presiden (Wapres) ketika pada acara World Zakat Forum 10th International Conferencep 2021 melalui konferensi video dari Kediaman Resmi Wapres di Jl. Diponegoro No.2, Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

Dalam acara yang bertajuk “Memperkuat Sinergi Zakat dan Wakaf dalam Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19” tersebut, Wapres mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan lembaga zakat nasional untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk zakat kepada mustahik baru, khususnya penanggung beban ekonomi akibat pandemi, selain bantuan kesehatan dalam rangka penanganan Covid-19.

Di sisi lain, Wapres menuturkan, zakat dapat juga dimanfaatkan untuk pemberdayaan umat.

“Zakat semestinya berperan tidak hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga meluas pada pemberdayaan umat sesuai dengan prinsip ajaran Islam yang menekankan tentang pentingnya membangun kemaslahatan, menghilangkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Selain melalui zakat, lanjut Wapres, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan mendorong peran wakaf produktif, salah satunya melalui gerakan wakaf uang yang pencanangannya telah dilakukan oleh Presiden.

“Untuk memudahkan masyarakat berwakaf pemerintah menerbitkan Cash Wakaf Linked Sukuk (CWLS),” tuturnya.

Lebih jauh Wapres menambahkan, pemerintah bersama Badan Wakaf Indonesia terus mendorong dan memastikan perbaikan tata kelola wakaf, agar dana yang dihimpun memenuhi kaidah-kaidah wakaf dan bersifat produktif.

 

Penyuluh Agama Turun Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Gunung  Semeru dikabarkan mengalami erupsi, pada Sabtu, 4 November 2021. Tak tinggal diam, Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Lumajang langsung bergerak memberikan bantuan kepada penyintas erupsi Gunung Semeru.

Tim yang dipimpin Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Lumajang, Sriwanti Yusuf tiba di Desa Curah Kobokan.
“Kami berangkat malam hari. Bersama beberapa tim. Ada juga tenaga kesehatan,” ungkap Wanti melalui pesan suara, Minggu (5/12/21) pagi.

Bersama tim, Wanti melakukan pendataan. “Baru dua desa di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo dan Kajar Kuning, Kecamatan Candipuro,” tambahnya.

Wanti yang juga Bendahara Pokjaluh Nasional ini juga membagikan masker untuk melindungi warga dari debu erupsi Semeru sekaligus mengurangi penyebaran pandemi Covid-19.

“Masker ini harus dipakai sebagai pelindung dari debu erupsi Semeru dan Covid-19,” tambahnya.

“Tim kesehatan kita juga sedang melakukan serangkaian pemeriksaan. Kondisinya sangat butuh bantuan baik materi, psikis, maupun kesehatan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan Penyuluh Agama Islam Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag, Amirullah saat dikonfirmasi memberikan apresiasi terhadap gerak cepat Penyuluh Agama Islam di Lumajang.

“Luar biasa, Penyuluh Agama Islam terus bergerak. Semoga kawan-kawan sehat di lokasi. Ayo bersama ringankan beban saudara kita terdampak erupsi Gunung Semeru dengan doa dan bantuan nyata,” harap pria yang akrab disapa Bang Amir.

 

 

World Zakat Forum 2021 Bahas Pemulihan Ekonomi Pasca Covid

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Secretary General World Zakat Forum Zainulbahar Noor menyampaikan, zakat dan wakaf dapat menjadi solusi dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Dengan  zakat, misalnya, dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar bagi mereka yang terdampak atau dimanfaatkan untuk pemberdayaan UMKM. Sementara dalam bentuk wakaf, dapat dibangun rumah sakit untuk menangani pasien Covid-19.

“Sinergi zakat dan wakaf tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan program-program darurat. Pasca Covid-19, harus dikembangkan untuk pemulihan ekonomi dan dilaksanakan dengan pendekatan yang lengkap. Zakat dan wakaf harus saling melengkapi satu sama lain karena masing-masing memiliki karakteristik dan potensi sendiri,” kata dia dalam World Zakat Forum 10th International Conference 2021, Sabtu (4/12/2021).

Sementara, mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin menyambut baik acara Word Zakat Forum di tengah upaya negara-negara seluruh dunia memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Saya berharap sinergi dari berbagai organisasi pengelola zakat dari berbagai penjuru dunia semakin berkembang luas. Untuk itu atas nama negara dan Pemerintah Republik Indonesia saya mengapresiasi peranan yang diambil oleh World Zakat Forum dalam pengembangan zakat dunia,” ucapnya.

Sebagai informasi, World Zakat Forum 10th tahun ini berlangsung secara daring selama dua hari, dari tanggal 4 s.d. 5 Desember 2021.  Sejumlah pegiat zakat dari 40 negara muslim hadir dalam konferensi tersebut. Setelah dibuka oleh Wapres acara dilanjutkan dengan sidang pleno dengan menghadirkan pembicara kunci di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Resident Representative Islamic Development Bank (IsDB) Group Regional Hub Salah Jelassi, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Sementara Wapres didampingi oleh Plt. Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Masduki Baidlowi, Staf Khusus Bambang Widianto.

 

Aktivis Mahasiswa dari 58 Kampus Islam Ikuti Latihan Kepemimpinan Nasional

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Nasional (Diklatpimnas). Gelaran kali kedua ini diikuti 80 aktivis mahasiswa dari 58 kampus Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Negeri dan 22 PTKI Swasta.

Diklatpimnas berlangsung seminggu, 6-12 Desember 2021. “Mereka yang bisa mengikuti Diklatpimnas ini adalah pengurus organisasi kemahasiswaan intra kampus,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendis-Kemenag, Suyitno, Minggu (05/12/2021).

Diklatpimnas II mengusung tema “Rebranding Kepemimpinan Mahasiswa PTKI: Penguatan Literasi Keagamaan, Moderasi, dan Teknologi di Era Supremasi Digital”. Suyitno menegaskan, peserta Diklatpimnas harus mengikuti semua sesi dan mengimplementasikan diklatnya dengan sebuah Proyek Perubahan.

“Di penghujung diklat, peserta harus membuat proyek perubahan. Mereka harus membuat artikel untuk media massa dan vlog sesuai tema,” kata Suyitno.

Kepala Sub Direktorat Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan, Sidik Sisdiyanto mengatakan, Diklatpimnas II digelar hybrid, daring dan luring. Sesi ceramah-dialog, brainstorming, problem solving, role playing, pemutaran film, diskusi, demonstrasi, refleksi, dan dinamika kelompok dilakukan secara daring. Sedangkan kegiatan luringnya, akan dilaksanakan 13-15 Desember 2021 di Kota Serang-Banten.

“Peserta dinyatan lulus Diklatpimnas II 2021 jika kehadirannya mencapai minimal 90% dari semua sesi yang disediakan panitia dan difaslitasi UIN Sultan Maulana Hasanuddin-Banten,” kata Sidik.

Narasumber terkonfirmasi pada diklat ini, menurut Person In Charge (PIC) DIKLATPINMAS II,  Amiruddin Kuba, di antaranya adalah Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pacasila (BPIP) Yudian Wahyudi, Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron, dan Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah.

“Sengaja dihadirkan intelektual dan pejabat negara dalam rangka menambah wawasan berpikir dan juga kepemimpinan. Sebab, mahasiswa ini yang kelak akan memimpin negeri ini,” kata Amiruudin yang juga  Kepala Seksi Kemahasiswaan pada Ditjen Pendis.

Diklatpimnas kali pertama digelar pada tahun 2020. Saat itu, panitia pelaksana Diklatpimnas adalah UIN Walisong, Semarang.

 

Kolaborasi dan Digitalisasi Kunci Optimasi Penghimpunan Zakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Prof Noor Achmad, mengungkapkan bahwa Baznas terus melakukan pengumpulan zakat dengan digitalisasi.

Sebagai lembaga pemerintah non struktural yang independen dan mandiri, Prof Noor mengungkapkan, Baznas terus berupaya mengumpulkan zakat di era digital ini dengan berbagi macam skema. Dia meyakini bahwa digitalisasi ini mampu meningkatkan cakupan zakat.

“Pengumpulan zakat di pusat saja cukup bagus, setiap tahun meningkat. Pada tahun 2020, kita mendapatkan 387 miliar, sekarang ini sudah hampir 500 miliar lebih. Ada peningkatan signifikan pada setiap tahunnya,” ujarnya saat menjadi narasumber pada Ijtihad Sanawi yang digelar oleh Dewan Syariah Nasional (DSN MUI), Kamis (02/12).

 

Dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Peran DPS dalam Mendukung Ekosistem Ekonomi Syariah melalui Digitalisasi dan Integrasi Dana Komersial dan Dana Sosial Islam” tersebut, Prof Noor menambahkan, Baznas terus memaksimalkan digitalisasi untuk meningkatkan kinerja dan menggaet potensi zakat.

Dia menyampaikan, potensi zakat di Indonesia sangat besar namun belum maksimal dalam implementasi. Dia menyebut, potensi zakat perusahaan misalnya, mencapai 144,5 triliun, zakat penghasilan 139,07 triliun, zakat pertanian 19,79 triliun, zakat peternakan 9,51 triliun, dan zakat uang senilai 58,78 triliun.

“Namun pengumpulan zakat nasional sampai tahun 2020 tercatat hanya sebesar 12,5 triliun atau 3,8 persen dari potensi zakat keseluruhan. Karena itu, Baznas akan mengupayakan pengumpulan zakat agar dapat meningkat melalui berbagai kerjasama,” ungkapnya.

 

Saat ini, dia bersama tim terus mendorong Baznas untuk semakin solid. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan kerjasama antara Baznas berbagai daerah dengan organisasi Amil Zakat setempat.

“Kita ingin melakukan kerjasama dari berbagai tingkatan mulai Baznas Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk membagi tugas. Banyak potensi kita sehingga perlu ada kerjasama yang sinergis antara satu dengan yang lain,” ujarnya