565 Kasus Omicron di DKI

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap Covid-19 vaian Omicron di Jakarta sudah mencapai 565 kasus berdasarkan data hingga Kamis (13/1/2022). Dari jumlah tersebut, Riza menyebutkan sebanyak 458 kasus atau 81 persen merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

“Transmisi lokal ada sebanyak 107 orang atau 18,9 persen,” kata Riza di Balai kota Jakarta, Kamis malam.

Mengingat perkembangannya yang semakin tinggi, Riza meminta warga untuk lebih waspada karena penularan Covid-19 varian Omicron lebih cepat. “Tetap di rumah, karena tempat terbaik adalah di rumah,” tutur Riza.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat jumlah kasus aktif di Jakarta berdasarkan data per Kamis ini meningkat 184 kasus sehingga saat ini jumlah kasus aktif sebanyak 2.936 orang yang masih dirawat/isolasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.119 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sementara, kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR bertambah 478 orang. Sehingga dari total 869.089 kasus tercatat 303 kasus dari pelaku perjalanan luar negeri.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 852.563 dengan tingkat kesembuhan 98,1 persen. Sedangkan  total 13.590 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen. Tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4 persen.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif selama sepekan terakhir di Jakarta sebesar tiga persen, Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari lima persen.

Sumber: republika.co.id

Dipenjara, 605 Tahanan Dubai Hafal Qur’an 30 Juz

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sebanyak 605 tahanan di Dubai, Uni Emirat Arab telah berhasil menghafal Alquran dalam dua tahun terakhir.

Seperti dilansir Iqna.ir pada Jumat (14/1) Departemen Umum Lembaga Hukuman dan Pemasyarakatan Kepolisian Dubai melibatkan 1.228 narapidana dalam program pendidikan, keagamaan, olahraga, dan profesional pada 2021.

Bagian Program Diklat Narapidana terdiri dari empat bagian yaitu Program Pendidikan, Program Keagamaan, Program Olahraga, dan Pelatihan Profesi.

Dengan mendorong narapidana untuk belajar dan membaca Alquran, jumlah narapidana yang mendapat manfaat dari program Menghafal Alquran mencapai 275 pada 2021. Sementara 333 mendapatkan manfaat pada  2020. Sehingga menjadi 605 narapidana yang menghafal Alquran dalam dua tahun terakhir.

Para narapidana menyelesaikan pendidikan mereka di tingkat akademik yang berbeda, bekerja sama dengan Zona Pendidikan Dubai dan perguruan tinggi lokal dan internasional dan menyediakan perpustakaan mereka dengan publikasi terbaru dari semua buku yang dibutuhkan.

Bagian Program Pendidikan juga menawarkan beberapa kursus dan program untuk narapidana termasuk, kursus industri inisiatif berbasis komunitas, desain grafis, pembuatan film, bahasa Inggris, bahasa China, manajemen kemarahan, tantangan dan jalan menuju sukses, dan kursus kreativitas, dan lain-lain.

Sekitar 170 narapidana mendapat manfaat dari kursus ilmiah tahun lalu, sementara 191 orang mendapat manfaat dari kursus pendidikan yang dicapai pada tahun 2020.

 

Sumber: republika.co.id

Pesantren Didorong Lakukan Perbaikan Berkala

BANGKALAN(Jurnalislam.com)–Menutup rangkaian kegiatan pada hari pertama kunjungan kerjanya di Provinsi Jawa Timur, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meresmikan Menara Masjid Syaikhona K.H. Ghozali Bin Abdussalam di Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Paserean Bawah Buduran, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Kamis (13/01/2022).

Pada kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan bahwa Menara merupakan sebuah simbol penting. Sebab, Menara melambangkan cita-cita yang tinggi dan hal tersebut merupakan dasar yang kuat bagi seorang individu untuk menjadi versi terbaik dari dirinya.

“Saya merasa bahwa acara peresmian Menara ini penting. Menara ini harus kita lambangkan sebagai simbol daripada cita-cita yang tinggi. Karena cita-cita yang tinggi itu merupakan bagian dari iman,” tutur Wapres dalam sambutannya.

“Cita-cita yang tinggi ini penting buat kita bagi umat Islam di dalam melaksanakan berbagai upaya dalam memperkuat diri, memperkuat iman,” tambahnya.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, upaya memperkuat diri ini tidak lepas dari tiga fungsi pesantren yaitu sebagai pusat pendidikan, pusat dakwah, dan pusat pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya proses perbaikan di dalam pesantren secara berkelanjutan dimana terdapat keterpaduan antara sistem lama dan sistem baru.

“Melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan, secara sustainable, sehingga terjadi proses perbaikan-perbaikan. Bahasa sekarangnya namanya inovasi, ada inovasi, continuous improvement, karena memang selalu ada pembaharuan-pembaharuan yang baik itu,” urai Wapres.

Terkait perbaikan berkelanjutan, Wapres pun mengilustrasikan tentang sistem pembelajaran yang dilakukan oleh lembaga pendidikan di masa pandemi Covid-19 dimana metode pembelajaran online mengambil peran besar dalam dua tahun belakangan ini. Namun, sistem pembelajaran tatap muka tetap tidak ditinggalkan apabila situasi dan keadaan sudah membaik nantinya.

“Disinilah hal yang harus terus kita kembangkan sehingga pesantren tidak pernah tertinggal di dalam berbagai pengembangan ilmu pengetahuan. Ini harus menjadi tekad dan cita-cita kita, cita-cita tinggi kita,” imbau Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres mengajak seluruh hadirin yang hadir, khususnya para pengurus dan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin untuk tidak berhenti melindungi diri dan melindungi umat dari bahaya Covid-19. Sebab, ini merupakan bagian dari syariat agama yang mewajibkan setiap individu untuk menjaga diri dari bahaya yang akan menimpa.

“Dan yang tidak pernah saya lupakan selalu, bahwa pesantren juga harus mengambil peran di dalam rangka menjaga masyarakat,” ungkap Wapres.

Bagaimana Seorang Muslim Menyikapi Sesajen?

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, ras, agama, dan suku. Kekayaan budaya menjadi ciri khas yang dilakoni masyarakat setiap daerah.

Sebelum datangnya Islam, negara Indonesia telah memiliki dan mengenal budaya sesajen khusunya masyarakat jawa yaitu menyajikan makanan biasanya dipersembahkan untuk leluhur yang bertujuan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan makhluk gaib.

Sesajen yang dikatakan KH. Muhyiddin Chotib selaku Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menjelaskan, sesajen itu berangkat dari suatu keyakinan yang dinilai sakral.

Dalam hal ini, kata beliau, sesajen berarti masuk dalam kategori akidah, yang hukumnya dilarang oleh Islam. Oleh karena itu, bentuk persembahan apa pun yang tidak bertujuan beribadah kepada Allah, hal tersebut merupakan Syirik (dosa besar), sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

Terjemahnya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar. Begitu besarnya dosa syirik hingga Allah tidak mengampuni bagi pelakunya” (QS. an-nisa: 48)

Jadi sesajen dalam bentuk apapun tidak diperbolehkan dalam Islam karena di dalamnya ada pengharapan, pertolongan, dan permohonan pada sesuatu selain Allah Subhanahu Wata’ala. Padahal tidak ada pertolongan yang hakiki selain pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala,

يَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Terjemahnya: “Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami mohon pertolongan.” (QS. al-Fatihah: 5).

Di Indonesia dengan beragam agama tentu sesajen menjadi polemik bagi masyarakat Indonesia sejak lama. Karena kurangnya pemahaman, kurangnya Ilmu agama, dan hanya berlandaskan adat-istiadat yang berlaku sejak dulu.

Namun sebagai muslim yang cerdas dalam menyikapi syirik kita tidak boleh ikut-ikutan, berpartisipasi, apatahlagi merayakannya karena jalan tersebut adalah jalan seta dan Allah Subhanahu Wata’ala melaknat orang yang mengikuti jalan setan tersebut.
Dalam firman-Nya, Allah menyatakan bahwa setan (Iblis) adalah musuh yang nyata bagi umat manusia.

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Terjemahnya: “Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesaungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Dan setan (Iblis) itu, akan senantiasa menggoda dan menjerumuskan umat manusia ke jalan yang sesat” (QS. al-Baqarah: 168).

Jelas sekali kita tidak perlu merayakan sesuatu yang tidak di syariatkan dalam Agama Islam. Terlepas dari persoalan adat istiadat di luar agama Islam, yang jelas kita sebagai umat Islam haruslah berhati-hati karena hal itu menyangkut persoalan akidah.

Kita harus senantiasa mengedepankan adab dalam menasehati dan mendakwahkan kebenaran termasuk dalam hal kesyirikan, karena budaya yang tertanam dalam kehidupan rakyat Indonesia sangat sulit dilepaskan dengan persoalan tersebut.

Senjata terakhir setelah menasehati adalah dengan mendoakan, semoga masyarakat mendapat hidayah sehingga mereka dapat menerapkan syariat secara kaffah. Wallahu a’lam

____
Penulis: Sabitri
Editor: Sinta Kasim

Laznas WIZ Salurkan Bantuan Pangan di Kabupaten Subang

SUBANG(Jurnalislam.com)– Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bekerjasama dengan Bank BJB dan Pojok Berbagi salurkan bantuan 100 bantuan pangan untuk dhuafa di Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

 

Dalam siaran pers Laznas WIZ yang diterima, Kamis (13/1/2021) disebutkan bahwa bantuan-bantuan itu diterima secara langsung oleh Kepala Desa Palasari Nana Hidayat, dan ia menyampaikan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penanganan COVID-19 di Subang.

 

“Mewakili warga, saya selaku kepala desa mengucapkan banyak terima kasih dan semoga bermanfaat,” kata Nana.

 

Lanjutnya, bantuan-bantuan itu, sangat penting untuk mengisi ruang kosong yang tidak terjamah oleh beberapa pihak. Jika ada masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan, maka bantuan dari kelompok masyarakat dan perusahaan ini bisa diberikan.

 

“Dan saya haqul yakin bahwa di Indonesia ini banyak orang baik,” tukasnya.

 

Sementara itu,Ruslan selaku relawan  mengatakan, WIZ bersama mitra khususnya Bank BJB dan Pojok Berbagi optimalkan kegiatan positif ini agar kita bisa saling membantu masyarakat.

 

Selama pandemi COVID-19 sejumlah respon layanan hingga program telah bergulir dimana tidak hanya bantuan pangan, WIZ juga berkutat pada pemberdayaan ekonomi, pemeliharaan rumah ibadah, termasuk bantuan untuk para penyintas bencana di seluruh Indonesia.

Pemerintah Dukung Manuskrip Karya Ulama Jadi Kearifan Lokal

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Di sela-sela kunjungan kerja di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin melakukan pertemuan dengan keluarga besar keturunan Syaichona Moh. Cholil di Pendopo Bupati Bangkalan, Jl. Letnan Abdullah 1 No. 1, Bangkalan, Kamis (13/01/2022).

Dalam pertemuan, Wapres mengungkapkan dukungannya terhadap para cicit Syaichona Cholil yang tengah berupaya mengumpulkan kitab-kitab dan manuskrip karya ulama masyhur asal Bangkalan tersebut.

“Jadi sudah ditemukan 20 karya Syaichona Cholil dari berbagai bidang. Nah, harapan Wapres adalah bahwa hal yang seperti ini sangat penting mesti dilakukan, tidak hanya (karya) Syaichona Cholil, tetapi juga ulama-ulama besar Nusantara lainnya,” ujar Masduki Baidlowi Juru Bicara Wapres dalam keterangan persnya usai mendampingi Wapres dalam pertemuan.

Selanjutnya, kata Masduki, Wapres meminta agar karya-karya tersebut dijadikan sebagai kearifan lokal (local wisdom) untuk mengembangkan Islam moderat (wasathiyah).

“Jadi, Wapres berharap marilah kita menggali karya-karya dari ulama-ulama kita sendiri, yang rata-rata memang waktu itu tersebar di Timur Tengah, sebagai karya berbahasa Arab,” ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Masduki kitab-kitab karya Syaichona Cholil dan ulama-ulama Nusantara lainnya ke depan dapat menjadi referensi kajian di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

“Jadi budaya Islam Nusantara dari para ulama dengan karya-karya intelektualnya itu, akan dijadikan khazanah kekayaan intelektual mengenai Islam moderat di Indonesia untuk dikaji generasi muda,” tuturnya.

Adapun hal lain yang dibahas dalam pertemuan ini, sebut Masduki adalah terkait upaya mengusulkan Syaichona Cholil menjadi Pahlawan Nasional.

“Dan yang kedua, para cicit dari Syaichona Cholil itu memohon kepada Wapres supaya Syaichona Cholil itu diperjuangkan untuk disahkan sebagai pahlawan nasional,” ungkapnya.

Sebab, sambung Masduki, beberapa murid Syaichona Cholil telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional, seperti K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Asad Syamsul Arifin, dan K.H. Wahab Hasbullah.

“Sudah ada timnya, sudah diajukan ke Pemerintah Pusat, tinggal bagaimana bapak Wapres (diharapkan) mendorong dan Pak Wapres setuju,” pungkasnya.

Covid Merebak, Masjid di Johor Baru Ditutup Sementara

JOHOR BARU(Jurnalislam.com)—Ketua Komite Kesehatan dan Lingkungan R Vidyananthan menghimbau seluruh warga Taman Sri Pulai Perdana yang memiliki gejala Covid-19 untuk segera menjalani pemeriksaan. HImbauan ini menyusul laporan sejumlah jamaah Masjid Taman Sri Pulai Perdana yang terdeteksi positif Covid-19.

“Hingga kemarin, 47 kasus positif terdeteksi di kalangan jemaah masjid dan juga warga, dengan 164 kontak masih menunggu hasil screening yang dilakukan Ahad (9/1) lalu,” ujarnya, Kamis (13/1).

“Semua kasus positif telah diisolasi dan kontak dekat dari kasus yang teridentifikasi menjalani karantina di rumah,” sambungnya.

Menurutnya, masjid dan sekolah dapat menjadi salah satu fasilitas publik yang berpotensi sebagai sumber penyebaran infeksi, maka dari itu beberapa fasilitas publik ditutup sementara dengan tujuan penyelidikan dan pelacakan titik penyebaran virus.

Dia mengingatkan warga yang terinfeksi untuk mematuhi perintah karantina yang diberikan kepada mereka. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Johor membenarkan bahwa tindakan pengendalian internal telah dilakukan oleh Panitia Penanggulangan Bencana COVID-19 Kabupaten Johor Bahru di rumah-rumah dan fasilitas terkait di Taman Sri Pulai Perdana menyusul ditemukannya 47 kasus terkait klaster Pulai Perdana Tiga.

Sumber: republika.co.id

Konektivitas Madura- Surabaya Dorong Optimalisasi Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Potensi besar yang dimiliki oleh industri produk halal Indonesia perlu terus dikembangkan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pengembangan ini adalah dengan meningkatkan konektivitas dan kerja sama antarwilayah di setiap provinsi. Oleh karena itu, konektivitas antarwilayah, khususnya antara Madura dan Surabaya perlu terus dioptimalkan.

“Konektivitas antara Madura dan Surabaya perlu dioptimalkan agar semakin memberikan nilai tambah ekonomi, khususnya bagi masyarakat Madura,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat meresmikan LPH Halal Center Universitas Trunojoyo Madura, di Jalan Raya Telang, Kamal, Bangkalan, Kamis (13/01/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, Kabupaten Bangkalan merupakan bagian integral dari konsep pembangunan Gerbang Kertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan). Konsep ini telah memberikan dampak positif untuk perkembangan industri dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Untuk itu, agar dampak positif yang dirasakan dapat lebih optimal, diperlukan langkah-langkah terencana dalam mewujudkan industrialisasi yang merata di seluruh daerah, khususnya di Madura yang saat ini dinilai belum mendapatkan dampak yang optimal.

“Diharapkan pengembangan industri di Pulau Madura menempatkan masyarakat Madura sebagai subjek pembangunan, salah satunya dengan bertumpu kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Jangan sampai nantinya warga Madura hanya menjadi penonton dari gemuruh pembangunan industri di wilayahnya sendiri,” tegas Wapres.

Pada kesempatan yang sama Wapres pun mengapresiasi inisatif dari Universitas Trunojoyo Madura dalam membangun LPH Halal Center di wilayah ini. Ia menilai, langkah ini dapat mendorong produk-produk dari Madura untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri halal di Jawa Timur. Karenanya, Wapres pun mengimbau agar perguruan tinggi lain dapat terinspirasi dari langkah ini sehingga potensi-potensi industri halal di wilayah lain juga dapat terakselerasi perkembangannya.

“Saya menyambut baik inisiatif Universitas Trunojoyo Madura membangun LPH Halal Center. Saya mendorong seluruh perguruan tinggi bersama dengan LPH yang ada, selain melakukan tugas pemeriksaan kehalalan, juga menjadi agen peningkatan literasi terkait sertifikasi halal, terutama bagi UMKM,” imbau Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres berpesan agar upaya pengembangan industri produk halal Indonesia tidak terhenti dengan pembuatan halal center saja, namun harus juga diimbangi dengan memperkaya khazanah riset produk halal, dan memperbanyak inkubasi bisnis bagi produk halal.

“Pemerintah sangat mendorong kolaborasi riset yang berkualitas agar Indonesia dapat memproduksi sendiri bahan baku maupun produk halal yang selama ini masih harus impor,” ungkap Wapres.

“Saya ucapkan selamat atas pendirian LPH Halal Center Universitas Trunojoyo. Semoga berkembang dengan cepat, semakin membawa kemaslahatan dan segera terbangun kemitraan strategis dengan BPJPH maupun pemangku kepentingan lainnya,” pungkas Wapres.

77 Ribu Kasus, Turki Catat Rekor Harian Covid

ANKARA(Jurnalislam.com) — Turki melaporkan 77.722 kasus baru virus corona pada Rabu (12/1/2022), angka tersebut merupakan rekor kasus harian Covid-19 tertinggi sejak awal pandemi pada 2020.

Kementerian Kesehatan Turki melaporkan 145 kematian terkait virus corona dan 42.573 pasien yang pulih selama sehari terakhir. Negara itu melakukan setidaknya 422.028 tes Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Demi membendung gelombang infeksi, negara itu telah memberikan hampir 137,9 juta dosis vaksin Covid-19 sejak meluncurkan upaya vaksinasi pada Januari 2021, menurut angka terbaru. Lebih dari 57,18 juta orang telah mendapatkan dosis pertama mereka, sementara lebih dari 52 juta orang di antaranya telah divaksinasi lengkap. Suntikan dosis booster sudah diberikan kepada lebih dari 22,25 juta orang.

Sejak Desember 2019, virus corona telah merenggut hampir 5,5 juta nyawa di setidaknya 192 negara dan wilayah, dengan lebih dari 314 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

sumber: republika.co.id

 

 

AS Catat Rekor Harian Tertinggi Pasien Covid Dirawat

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/1/2022) mencatat rekor baru untuk jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus corona, data terbaru memecahkan rekor sebelumnya pada Januari 2021.

Jumlah orang yang dirawat inap di rumah sakit karena Covid-19 di AS mencapai 145.982 pasien, menurut data dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS). Angka itu jauh melampaui rekor sebelumnya 142.000 yang tercatat pada bulan yang sama tahun lalu.

Ada hampir 24.000 tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) yang digunakan untuk merawat pasien virus corona di seluruh negeri, di mana hampir semua kecuali empat negara bagian melaporkan lebih dari 70 persen ruangan inap mereka terisi, menurut HHS.

Kasus infeksi telah melonjak secara nasional karena varian omicron telah menyebabkan tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya selama gelombang musim dingin. Sekitar 1,5 juta kasus Covid-19 tercatat pada Senin, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Lonjakan itu sekali lagi membebani sistem perawatan kesehatan AS dengan masalah jumlah petugas yang semakin diperburuk karena banyak staf yang telah terinfeksi, dan sekolah harus mengatasi meningkatnya kasus infeksi di antara siswa dan staf.

Vaksin terus menawarkan perlindungan terbaik terhadap efek terburuk dari Covid-19, termasuk konsekuensi rawat inap dan kematian. Sebagian besar orang yang dibawa ke rumah sakit karena infeksi tidak divaksinasi.

Orang yang telah divaksinasi sekitar lima kali lebih kecil kemungkinannya untuk terinfeksi. Selain itu, orang dengan vaksin lebih dari 10 kali lebih kecil kemungkinannya dirawat di rumah sakit dan lebih dari 10 kali lebih kecil kemungkinannya meninggal karena virus, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Sumber: republika.co.id