Forum H20 Harus Konkretkan Program Pengembagan Industri Halal

SEMARANG(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menggelar Forum Halal 20 (H20) di Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan yang dibuka Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin ini menjadi bagian dari gelaran akbar G20.

“Halal20, sebagai bagian dari rangkaian Presidensi Indonesia dalam G20, harus mampu membuahkan capaian-capaian konkret,” kata Wapres Ma’ruf Amin, di Semarang, Kamis (17/11/2022).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan pentingnya kerja sama internasional terkait jaminan produk halal. Menurutnya, saling pengakuan dan keberterimaan jaminan produk halal menjadi suatu kebutuhan.

Tidak sekadar untuk meraih peluang di pasar halal global, tetapi juga untuk memikul tanggung jawab bersama dalam memberikan jaminan kehalalan produk kepada konsumen di berbagai belahan dunia.

“Inilah yang menjadikan penyelenggaraan acara Halal20 sangat strategis dan relevan. Indonesia terus berkomitmen mengembangkan dan memperkuat kerja sama pasar halal global, baik dengan negara-negara anggota G20, maupun negara-negara tujuan ekspor Indonesia lainnya,” ujar Ma’ruf.

Untuk mewujudkan hasil konkret,  Wapres Amin menggarisbawahi tiga hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan H20. Pertama, Halal20 harus dioptimalkan untuk mendukung kesuksesan Presidensi G20 Indonesia.

“Saya mendorong BPJPH dan para perwakilan Lembaga Halal Luar Negeri untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi terkini dalam penyelenggaraan jaminan produk halal,” tuturnya.

Kedua, kerja sama saling pengakuan dan saling keberterimaan sertifikat halal perlu ditindaklanjuti serta ditambah cakupannya. “Secara khusus, saya mengapresiasi Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani antara BPJPH dengan sejumlah lembaga halal luar negeri. Ini adalah langkah awal yang sangat baik menuju jaminan produk halal secara holistik dan berkelanjutan. Saya harap kerja sama serupa semakin terjalin di banyak negara,” imbuh Wapres.

Ketiga, kerja sama pengembangan jaminan produk halal antarnegara agar terus diperluas. Menurutnya, jaminan produk halal tidak hanya soal sertifikasi, tetapi juga soal teknologi, sumber daya manusia atau SDM, dan sarana prasarana.

“Untuk memastikan terwujudnya produk halal unggul, inovatif, dan berdaya saing, kerja sama pengembangan teknologi harus diperkuat, baik antarlembaga, maupun antarnegara,” pesan Wapres.

Gelaran H20 berlangsung selama tiga hari mulai 17-19 November 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 279 partisipan yang berasal dari 44 negara. Tampak hadir dalam pembukaan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, dan Kepala BPJPH M. Aqil Irham.

Turut hadir pula sejumlah tokoh seperti Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Perwakilan Duta Besar negara sahabat, serta perwakilan Lembaga Pemeriksa Halal.

 

Kongres Ulama Perempuan Indonesia Digelar

SEMARANG(Jurnalislam.com)–  Peranan perempuan semakin penting dalam menopang keluarga, masyarakat, dan bangsa, terlebih lagi karena jumlah perempuan dan laki-laki di Indonesia seimbang dan sama-sama didominasi usia produktif.

“Semangat keislaman, nasionalisme, kemanusiaan dan integritas ulama perempuan terdahulu sepatutnya terus kita kobarkan seiring semakin beratnya tantangan masa depan bangsa,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada acara Konferensi Internasional “The Role of Women Ulama in Preserving the Nationality, Humanity, and Integrity” Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Rabu (23/11/2022).

Dalam acara yang diselenggarakan di UIN Walinsongo Semarang tersebut, Wapres menuturkan bahwa ulama perempuan sudah menjadi penggerak dalam kemajuan peradaban pada masa sejarah perkembangan agama Islam, khususnya melalui ilmu pengetahuan.

“Sejak dahulu, ulama perempuan melaksanakan begitu banyak kerja kebaikan dengan penuh integritas, bagi keluarga dan masyarakat, khususnya dalam dakwah dan penyemaian ilmu pengetahuan,” ungkap Wapres

Lebih lanjut, Wapres memberikan pesan agar KUPI dapat berperan dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui dakwah yang memajukan umat.

“Saya berharap, melalui KUPI, seluruh ulama perempuan mengambil bagian dalam jihad digital, baik dalam dakwah untuk menangkal konten-konten yang kontraproduktif bagi kemajuan umat, maupun dalam program pemberdayaan masyarakat,” pesan Wapres.

Dalam konteks kebangsaan, lanjut Wapres, peran ulama perempuan sangat strategis dalam menjaga dan memelihara paham ahlussunnah waljamaah dengan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), dan tawazun (seimbang).

“Karakteristik perempuan dapat menjangkau ruas-ruas yang rentan akan infiltrasi radikalisme, seperti generasi muda dan lingkungan sesama perempuan,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya, Wapres berharap para ulama perempuan dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan peradaban masyarakat.

“Inilah saatnya ulama perempuan memantapkan kontribusinya dalam mewujudkan peradaban umat manusia yang damai, maju secara berkeadilan dan bekelanjutan,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Country Representative of AMAN (the Asian Muslim Action Network) Indonesia, Dwi Rubiyanti Kholifah melaporkan bahwa acara ini juga dihadiri peserta dari 31 negara, antara lain dari  Afganistan, Australia, Belgia, Mesir, Prancis, Jerman, Hongkong, India, Irak, Jepang, Kenya, Malaysia, Belanda, Nigeria, Pakistan, Filipina, Puerto Rico, Singapura, Sri Lanka, Swedia, Britania Raya, dan Amerika Serikat.

“Kongres ini akan terdiri dari tiga bagian. Pada bagian pertama, KUPI akan berbagi tentang pengalaman Indonesia dalam membangun peradaban di bawah kepemimpinan ulama perempuan,” urainya.

Lebih lanjut ia menuturkan, sesi kedua akan berisi presentasi dari para panelis, sedangkan sesi ketiga akan berisi diskusi berkelompok untuk membahas rencana untuk memajukan peradaban muslim dan gerakan ulama perempuan.

Hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen serta Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Imam Taufiq.

 

Wahdah Islamiyah Turunkan Relawan dan Buka Posko Respons Gempa Cianjur

CIANJUR(Jurnalislam.com) – Wahdah Islamiyah dirikan posko kemanusiaan satu hari pasca terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 5,6 di Cianjur, Senin (21/11/2022). Posko Bantuan tersebut untuk memberikan bantuan kepada korban yang terdampak bencana.

 

Posko ini merupakan gangan antara relawan Laznas Wahdah Inspirasi Zakat (Laznas WIZ), Wahdah Peduli, dan DMC IKATEK-UNHAS.

 

Pendirian Posko Bantuan dipimpin langsung oleh Kordinator Relawan Irfan Cahaya Gumilang. Menurutnya, lokasi yang dipusatkan di kawasan Rancagoong, Kec. Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini sangat strategis, yang sangat dekat dengan jalan utama.

 

“Hari ini kita dapatkan lokasi, yang ke depannya akan dijadikan posko satuan. Sore tadi satu unit bantuan logistik sudah kita drop ke sini, dna teman-teman masih akan berembug memetakan lokasi pendistribusian beberapa hari ke depan,” ujarnya, Selasa (22/11/2022).

 

Sampai hari ini, jumlah korban yang dilaporkan sebanyak 261 orang yang tersebar di 16 Desa.

 

Ini Doa Ketika Hadapi Bencana dan Gempa

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Hari ini, pada Senin (21/11/2022) tepatnya pukul 13.21 WIB gempa bumi bermagnitudo (M) 5,6 dirasakan warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Pusat gempa berada di darat 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Bencana alam, seperti gempa bumi merupakan musibah dan ujian dari Allah SWT kepada manusia. Hendaknya seorang Muslim yang tertimpa musibah bersabar, tawakkal, dan berdoa kepada Allah SWT.

Sementara bagi yang tidak terdampak, seyogyanya membantu baik secara materil maupun non-materil serta turut mendoakan saudaranya yang tertimpa musibah.
Adapun doa yang dapat dibaca ketika menghadapi musibah adalah:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ اؤْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

“Inaa lillahi wainnaa ilaihi raaji’uun. Allahumma`jurnii fii mushiibati wa akhlif lii khairan minhaa.”

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berilah kami pahala karena musibah ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya”. Rasulullah SAW bersabda:

ما مِن مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ، فيَقولُ ما أمَرَهُ اللَّهُ: {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ} [البقرة: 156]، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي في مُصِيبَتِي، وأَخْلِفْ لي خَيْرًا مِنْها، إلَّا أخْلَفَ اللَّهُ له خَيْرًا مِنْها

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu dia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, (redaksi doa di atas), melainkan Allah menukar baginya dengan yang lebih baik.” (HR Muslim no 1525)

Doa lainnya, Imam Nawawi menyebutkan dalam kitabnya al-Adzkar, bahwa Rasulullah SAW mengajarkan Sayyidina Ali sebuah doa yang dibaca ketika menghadapi kesulitan ataupun bencana agar Allah SWT menghilangkan bencana tersebut. Doa yang dimaksud sebagai berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاَّ باللَّهِ العَلِيّ العَظِيمِ.

“Bismillahirrahmanirrahim wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhim.”

“Dengan menyebut nama Allah yang Mahapengasih dan Mahapenyayang. Tiada daya dan kekuatan (bagi kami) melainkan hanya dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (Abu Zakariya an-Nawawi, al-Adzkar, Daarul Fikr, hal 123)

Doa gempa

Terkhusus gempa bumi, terekam dalam Alquran bahwa Nabi Musa memanjatkan doa ketika kaumnya tertimpa bencana gempa bumi :

رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ. وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ

“Rabbi lau syi’ta ahlaktahum min qablu wa iyyaya, atuhlikunaa bimaa fa’alas-sufahaau minnaa, in hiya illa fitnatuka tudhillu bihaa man tasyaau wa tahdhi man tasyaa, anta waliyyuna faghfir lanaa warhamnaa, wa anta khairul-ghaafirin, waktub lanaa fiii haadzihid-dunya hasanatan wa fiil-akhirat inna hudna ilaika”

“Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki.

Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.” (QS Al-Araf [7]: 155-156)

Demikian doa-doa yang dapat dibaca ketika menghadapi musibah atau bencana alam, seperti gempa bumi dan lainnya. Wallahu a’lam.

 

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Gelar Silaturahim Bisnis

KALIMANTAN BARAT(Jurnalislam.com)– Dengan penduduk muslim lebih dari 85%, potensi berkembangnya ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. SGIE Report 2022 mencatat, Indonesia meraih peringkat ke-4 dalam Global Islamic Economy Indicator. Oleh karena itu, untuk memperkuat ekosistem ekonomi Islam, pengusaha-pengusaha muslim Indonesia, perlu menyiapkan langkah-langkah strategis.

“Langkah pertama adalah mendorong pengembangan produk halal, utamanya bagi produk pangan yang dihasilkan UMKM,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika meresmikan Pembukaan Silaturahmi Bisnis (Silabis) ke-14 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI), di Diamond Ballroom, Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11/2022).

Lebih jauh Wapres menilai, ISMI berkesempatan besar menjadi agen penggerak (muharrik) bagi UMKM pangan halal.

“Kita menargetkan akses UMKM terhadap pasar akan terbuka luas, seiring dengan hadirnya produk yang lebih berkualitas dan kompetitif,” ungkapnya.

Langkah kedua, Wapres menekankan, pengembangan produk halal, dorongan inovasi dan transformasi ekonomi digital juga tidak kalah penting, termasuk bagi UMKM.

“Kapasitas UMKM harus terus ditingkatkan melalui pendampingan. Pendampingan dapat mencakup pembiayaan, pertumbuhan usaha, penciptaan lapangan kerja, juga kepemimpinan dan pelibatan perempuan dan kaum muda,” tegasnya.

Langkah selanjutnya, sambung Wapres, adalah penguatan kerja sama kemitraan. Kemitraan akan mendorong kolaborasi untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang kuat, sekaligus menyejahterakan umat.

Wapres melihat, hal ini sejalan dengan konsep pemberdayaan ekonomi umat yang dibangun dengan prinsip keseimbangan.

“Artinya, kegiatan ekonomi usaha besar dapat bergandengan dengan kegiatan usaha yang kecil,” ucapnya.

Terakhir, Wapres berpesan, berbagai kegiatan ISMI agar berorientasi pada upaya menumbuhkan semangat dan kebanggaan untuk berwirausaha, khususnya untuk merangkul generasi muda. Semakin banyak pelaku usaha tumbuh di kalangan muslim, semakin lebar jalan menuju pemerataan kesejahteraan.

“Melalui kegiatan silaturahim bisnis ini, saya harap tidak hanya tergali spirit dan kebanggaan berwirausaha dari para pelaku usaha. Namun, juga tumbuh tekad kuat untuk terus meneladani sifat jujur dan amanah dalam berdagang, sebagaimana dicontohkan oleh Siti Khadijah RA dan Rasulullah Muhammad SAW,” imbaunya.

Selain itu, Wapres juga berharap, forum ini menjadi momentum bagi para pengusaha muslim, untuk terus bersinergi menggerakkan aktivitas ekonomi syariah, melalui pemberdayaan ekonomi umat.

“Begitu pula dengan groundbreaking hotel dan pabrik pengolahan tanaman hortikultura yang akan diresmikan, serta beroperasinya klinik rawat jalan, kiranya semakin menegaskan kontribusi nyata ISMI dalam menciptakan lapangan kerja, mendukung sektor pariwisata, dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,” pesan Wapres.

“Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pembukaan Silaturahmi Bisnis Nasional ke-14 Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia, Groundbreaking Hotel Amanda, dan Pabrik Pengolahan Tanaman Hortikultura “Khatulistiwa Global Food”, saya nyatakan diresmikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Majelis Pengurus Pusat ISMI Ilham Akbar Habibie menyampaikan bahwa fokus program ISMI adalah UMKM, karena 99 persen lapangan kerja di Indonesia adalah UMKM. Selain itu, UMKM juga merupakan tulang punggung Indonesia di sektor ekonomi.

Ilham pun mengajak para pengusaha yang tergabung dalam ISMI, untuk mendukung UMKM dengan berorientasi pada teknologi dan inovasi, agar produk-produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah.

“Teknosat, teknologi, inovasi dan kewiraswastaan, itu adalah satu mata rantai yang tidak boleh terputus. Dari situ perlu adanya kerja sama antara universitas, dimana teknologi bisa dikembangkan, bersama usaha-usahanya, dicari inovasi-inovasi, menemukan solusi tarhadap tantangan yang kita butuhkan di lapangan,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalbar Sutarmidji, Ketua Majelis Pengurus ISMI Kalbar Sukiryanto, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, dan jajaran Pengurus ISMI dari seluruh Indonesia.

 

Lembaga Zakat Sediakan Ambulans untuk Korban Gempa Cianjur

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Organisasi Pengelola Zakat anggota Forum Zakat menyediakan 31 unit ambulan gratis untuk penanganan korban bencana gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang terjadi kemarin, Senin (21/11/2022) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Anggota Forum Zakat langsung bergerak ke berbagai titik lokasi terdampak gempa dengan terus melakukan koordinasi cepat dan evakuasi di titik-titik banjir. Kami juga merilis kontak ambulan agar bisa diakses oleh siapapun yang membutuhkan,” kata Ketua Bidang Kerjasama dan Sinergi, Zainal Abidin.

Warga Cianjur yang meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan terus bertambah. Sementara untuk pengungsi mencapai 7.060 jiwa yang tersebar di beberapa titik. Selain itu, tercatat sebanyak 3.075 rumah rusak ringan, 33 unit rumah rusak sedang, dan 59 rumah rusak berat.

Saat ini, menurut Zainal, sudah ada 47 lembaga anggota Forum Zakat yang turun ke lokasi bencana.

“Dalam proses penanganan ini, kami terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat baik terkait dengan pendataan jumlah korban jiwa juga kebutuhan mendesak agar tidak terjadi penumpukan bantuan sehingga bantuan tersebar merata,” lanjut Zainal.

Kebutuhan yang mendesak meliputi Ambulance dan Layanan Medis, Emergency Shelter Kit (tennda, terpal, selimut, alas tidur, sarung, alat penerangan), Obat-obatan, Makanan siap saji, dan Air mineral.

”Kami berharap doa dari masyarakat semoga tak ada bencana susulan, sehingga baik warga Cianjur maupun relawan yang bertugas selamat dan bisa segera fokus pada tahap recovery,” ungkapnya.

 

MUI Minta Dewan Pengawas Syariah LAZ Ikuti Aturan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Ketua Umum MUI, KH Marsudi Syuhud, mengingatkan agar pengelola Lembaga Amil Zakat (LAZ) tidak sembarangan menetapkan mengambil 30 persen dana zakat, infak, maupun sedekah dengan dalih amil.

“Walaupun kita membaca kitab banyak ungkapan tentang amil boleh mengambil 30 persen, tetapi kita tetap perlu mengacu pada fatwa karena tentu banyak perbedaan pendapat, ” ungkapnya Rabu (16/11/2022) saat memberikan sambutan Muntaha Sanawi ke-2 Dewan Pengawas Syariah Lembaga Amil Zakat (DPS LAZ) di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Dia menyampaikan, tanggung jawab pengelolaan zakat Indonesia sesuai syariat di masa depan ada pada tangan DPS LAZ. Saat ini, kata dia, perkembangan zakat di Indonesia mungkin belum maksimal. Namun, bila di masa depan semakin berkembang, maka tanggung jawab besar ada di pundak DPS LAZ. DPS LAZ ini yang memeriksa aspek kesyariahan dan tata kelola yang baik dalam pengelolaan LAZ.

“Tapi sampaikan juga ke pimpinan LAZ, tidak sekadar DPS nya kalau bisa yang hadir, manajemennya juga perlu diundang, biar ketika berkumpul di sini tumbuh ghirah bersama,” ujarnya.

 

Menurut Kiai Marsudi, zakat bisa menjadi solusi menghadapi resesi. Sebab, kata dia, zakat mampu meningkatkan daya beli masyarakat.

Dia menilai, dampak konflik Rusia dan Ukraina sedikit banyak akan dirasakan Indonesia. Keberadaan zakat ini, akan meningkatkan sisi demand sehingga kemudian terjadi tumbuh sisi supply (penawaran).

 

“Zakat, infak, dan sedekah ini di dalam ekonomi termasuk demand side (sisi permintaan), kita perlu meningkatkan demand dulu baru kemudian supply akan tumbuh, pemerintah perlu meningkatkan sisi demand ini untuk menumbuhkan ekonomi dan mengurangi dampak buruk konflik maupun resesi ekonomi,” ujar Kiai Marsudi.

Untuk meningkatkan peran zakat tersebut, Kiai Marsudi menerangkan, perlu pengelolaan zakat yang lebih serius. Selama ini, dia mencontohkan, masih ada pencatatan ganda terkait realisasi zakat sehingga data yang ada belum menggambarkan kondisi sebenarnya.

“Syukur-syukur kalau kita mempunyai data pengelolaannya, sehingga muncul laporan yang terpercaya, agar nantinya data terkait zakat benar-benar memperlihatkan kondisi zakat di Indonesia. Kalau ternyata realisasinya masih kurang banyak, berarti pemerintah kurang sosialisasinya,” ujarnya.

“Untuk pengelolaan zakat ini, mari kita jalin kerja sama antara MUI, Pemerintah, LAZ, dan masyarakat umum sehingga tidak serampangan bikin fatwa sendiri yang menetapkan 30 persen, ” imbuhnya.

 

Milenial Dominasi Pembelian Surat Berharga Negara Elektronik

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Untuk kesekian kalinya, Investree sebagai Mitra Distribusi (Midis) turut serta menyukseskan penjualan Surat Berharga Negara Elektronik (e-SBN), kali ini adalah Green Sukuk Tabungan seri ST009, yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Selama masa penawaran 11–30 November 2022, masyarakat khususnya Lender Investree dapat membeli instrumen investasi aman dijamin pemerintah ini melalui sbn.investree.id atau aplikasi mobile Investree for Lender dengan tingkat kupon/imbal hasil minimal mengambang dan atraktif 6,15% per tahun. Selain itu, Lender juga berkesempatan memperoleh bonus hingga Rp7 juta dengan berinvestasi melalui Investree. Selengkapnya di sini.

 

Partisipasi Investree dalam penjualan SBN ritel di Indonesia telah memasuki tahun keempat. Bergabung sejak 2018 sebagai platform fintech lending pertama yang menjadi Midis Kemenkeu, hingga kini Investree berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian terkait kontribusinya dalam memasarkan SBN ritel. Salah satu yang terpenting adalahmilenial usia 24–40 tahun mendominasi pembelian SBN ritel pada platform Investree sejak pertama kali Kemenkeu memasarkan Savings Bonds Ritel seri 003 (SBR003) pada 2018 hingga Obligasi Negara Ritel seri 022 (ORI022) pada September–Oktober lalu. Dari rentang usi tersebut, kontribusi untuk setiap rentang usia adalah; usia 25–34 berhasil menyumbangkan Rp89,317 miliar dan usia 35–44 tahun berhasil menyumbangkan Rp114,306 miliar. Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan utama Kemenkeu dalam memasarkan SBN ritel yaitu meningkatkan partisipasi generasi muda untuk berinvestasi SBN ritel dan membangun negeri. Sementara itu dari segi gender, meski perolehan angka kontribusi investor laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan investor perempuan, namun selisihnya tidak begitu jauh. Investor laki-laki berhasil menyumbangkan Rp193 miliar sedangkan investor perempuan berhasil menyumbangkan Rp106 miliar, selisih 87 miliar. Itu artinya, kesadaran perempuan untuk berinvestasi sudah semakin tinggi serta diprediksi mampu mengejar dominasi laki-laki.

 

Usaha meningkatkan partisipasi generasi muda tersebut tercermin dalam produk SBN ST009 yang hari ini diresmikan. ST009 yang berbasis syariah ini diproyeksikan menjadi pilihan berharga untuk bersama-sama menjaga bumi. Ada istilah “Green” yang disematkan di depan penamaan Sukuk Tabungan seri ini. Dengan membeli ST009, berarti masyarakat ikut andil dalam mengatasi perubahan iklim dan memelihara kelestarian bumi karena hasil penjualannya akan dialokasikan untuk mendukung upaya-upaya tersebut. ST009 ini diharapkan dapat menarik generasi muda yang kini lebih sadar akan pentingnya menjaga kelestarian bumi untuk berinvestasi SBN ritel.

 

Pada Pembukaan Masa Penawaran ST009, Chief Product & Innovation Officer Investree, Andi Andries, mengatakan, “Kami senang kerja sama yang terjalin antara Investree dan Kementerian Keuangan sangat positif. Perolehan penjualan di setiap seri tergolong stabil dan secara rutin Investree menghadirkan program cashback sebagai stimulus bagi Lender agar semangat berinvestasi SBN ritel melalui platform kami. Tahun lalu total penjualan SBN di Investree mencapai Rp14,74 miliar. Tahun 2022 ini penjualan kami telah mencapai Rp11,78 miliar, belum termasuk ST009 yang mulai dipasarkan hari ini. Investree berharap hasil penjualan ST009 lebih tinggi dari yang diharapkan, agar capaian tahun ini dapat meningkat dibandingkan tahun lalu. Bagi kami, bukan capaian angka yang terpenting, namun dampak yang diberikan kepada masyarakat dan negeri dari hasil penjualan setiap seri SBN ritel.”

 

“Investree antusias menyambut penjualan SBN ritel pada 2023. Semoga Investree dapat terus mendukung program Kemenkeu dalam memperluas edukasi dan meningkatkan inisiatif investasi SBN ritel sebagai instrumen aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan,” sambung Andi.

 

Selain kerja sama dengan Kementerian Keuangan, Investree juga mengutamakan sinergi dengan instansi Pemerintah lainnya serta asosiasi sebagai penggerak dalam ekosistem ekonomi digital. Mengawali Bulan Fintech Nasional (BFN) dan dalam rangka mendorong akselerasi pemulihan ekonomi pasca pandemi, Investree sebagai pionirfintech lending turut hadir dalam gelaran Indonesia Fintech Summit (IFS) pada 10–11 November 2022 di Bali. Acara ini digagas oleh Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) atas sinergi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Bertepatan dengan momentum G20 dan B20, tema yang diangkat berpusat pada daya tahan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan, “Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability”.

 

 

Presiden Jokowi Apresiasi Peran Muhammadiyah Tangani Pandemi

SURAKARTA(Jurnalislam.com)— Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiah, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (19/11/2022) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi peran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam penanganan covid-19 di Indonesia. “Kepada Muhammadiyah dan Aisyiyah, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keikutsertaan membantu pemerintah dalam menangani pandemi di Tanah Air,” ungkap Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, dukungan tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. “Terima kasih telah menggerakkan lebih 120 rumah sakit dan 235 klinik kesehatan Muhammadiyah yang aktif dalam mengedukasi masyarakat, juga pengobatan dan vaksinasi selama pandemi,” kata Jokowi.

Keberhasilan kita menangani pandemi menjadi pondasi penting dalam pemulihan ekonomi nasional,” imbuhnya.

Turut hadir dalam Pembukaan Muktamar Muhammadiyah, Ketua MPR, Ketua DPR, Menag Yaqut Cholil Qoumas dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju, serta pimpinan lembaga tinggi lainnya.

Sementara Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah hadir dalam acara pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Stadion Manahan di tengah kesibukannya.

“Terima kasih atas kehadiran bapak Presiden Indonesia bersama Ibu Negara yang beberapa minggu ini maraton sejak dari KTT G20 Bali sampai ke Kamboja, Bangkok, dan sebentar lagi KTT ASEAN,” ucap Haedar.

 

Ini 6 Butir Rekomendasi Multaqa Ulama Al Qur’an

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)— Multaqa Ulama Al-Qur’an di Pesantren Al-Munawir, Krapyak melahirkan enam rekomendasi. Salah satunya, para Ulama Al-Qur’an yang hadir merekomendasikan pengarusutamaan wasathiyah Islam.

Multaqa Ulama Al-Qur’an berlangsung tiga hari, 15 – 17 November 2022. Giat ini diikuti 340 peserta yang terdiri dari para ulama, akademisi, praktisi, dan peneliti Al-Qur’an dalam dan luar negeri.

Multaqa ini mengangkat tema “Pesan Wasathiyah Ulama Al-Qur’an Nusantara”. Para peserta berdiskusi dalam beberapa sessi panel. Malam puncak panel menghadirkan tiga narasumber, yaitu: Prof Dr. Said Agil Husin Al-Munawwar, dan KH. Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Sementara Prof Dr. M. Quraish Shihab menyampaikan materinya secara daring.

“Di tengah heterogenitas kehidupan masyarakat Indonesia, perlu diarusutamakan wasathiyah sebagai metode berpikir, bersikap dan beraktivitas sehari-hari sehingga terwujud keberagamaan yang moderat, toleran, ramah dan rahmah di tengah kebinekaan Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani menyampaikan salah satu poin rekomendasi, pada penutupan Multaqa di Yogyakarta, Kamis (17/11/2022).

Selain pengarusutamaan Wasathiyah, Multaqa Ulama Al-Quran Nusantara juga mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan pendidikan Al-Qur’an, mulai dari penjenjangan hingga desain kurikulum. Poin rekomendasi lainnya berkenaan revitalisasi sanad Al-Qur’an, dan penanaman nilai-nilai Al-Qur’an secara komprehensif.

“Saya kira enam butir rekomendasi Multaqa Ulama Al-Qur’an Nusantara ini sangat penting, dan tentu ini menjadi catatan bagi kita semua, khususnya dalam hal ini Kementerian Agama untuk berbuat yang terbaik demi kemaslahatan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia,” tutur Kang Dhani, sapaan akrabnya, di Yogyakarta.

Berikut enam butir rekomendasi Multaqa Ulama Al-Qur’an Nusantara tahun 2022:

(1) Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Agama, perlu terus memberikan perhatian penuh kepada upaya peningkatan pelayanan, pengawasan dan evaluasi pendidikan Al-Qur’an, baik dari sisi bacaan, hafalan, dan implementasinya di tengah masyarakat.

(2) Di tengah heterogenitas kehidupan masyarakat Indonesia, perlu diarusutamakan wasathiyah sebagai metode berpikir, bersikap, dan beraktivitas sehari-hari. Sehingga, terwujud keberagamaan yang moderat, toleran, ramah, dan rahmah di tengah kebinekaan Indonesia.

(3) Melihat antusiasme masyarakat Indonesia dalam mempelajari dan mendirikan lembaga pendidikan Al-Qur’an, Kementerian Agama, khususnya Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, perlu segera menindaklanjuti usulan revisi Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan yang salah satunya mengatur tentang penjenjangan Pendidikan Al-Qur’an di Indonesia, mulai tingkat dasar hingga tinggi.

(4) Desain kurikulum pendidikan Al-Qur’an perlu disusun secara berjenjang dan berkesinambungan dengan memuat materi kekhususan ilmu-ilmu Al-Qur’an ditambah dengan wawasan kebangsaan, keagamaan, dan isu-isu global dengan bingkai wasathiyah Islam.

(5) Melihat fungsi sanad yang sangat penting bagi verifikasi data dan keabsahan jalur keilmuan, maka lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an perlu memperhatikan ketersambungan sanad, baik dari sisi bacaan, pemahaman, maupun pengamalan. Kementerian Agama juga perlu memfasilitasi proses dokumentasi dan pencatatan jalur sanad keilmuan ulama Al-Qur’an di Indonesia.

(6) Mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan Al-Qur’an, agar menanamkan ajaran Al-Qur’an secara komprehensif, mendalam dan moderat sebagaimana pernah dilakukan para ulama pendahulu, sehingga Al-Qur’an benar-benar dapat menjadi petunjuk dan rahmat bagi umat, bangsa dan semesta.