Talim Cloud dan Perkumpulan Panahan Berkuda Banten Gelar Acara “Sunnahan”

SERANG(Jurnalislam.com) – Islam sebagai agama yang syamil dan sempurna sangat memperhatikan aspek jasmani umatnya. Allah SWT secara tersirat dalam Al Qur’an menyuruh umat-Nya untuk juga memperhatikan aspek jasmaninya.

 

Menyadarkan tentang kesehatan jasmani, Pemuda Hijrah Talim Cloud bersama PPB(Perkumpulan panahan berkuda) Banten adakan kegiatan olahraga memanah dan berkuda yang diberi nama “Sunnahan”.

 

Kegiatan ini berlokasi di Kp. Ranca Tales, Drangong, Taktakan, Serang-Banten (Lapangan PPB Banten) pada Ahad (27/03/2022).

 

Serangkaian kegiatan terdiri dari tausiyah, mengenal ilmu dasar teknik memanah dan berkuda hingga sampai mempraktekannya.

 

Diadakannya kegiatan ini bertujuan untuk mengajak para pemuda agar lebih mengenal olahraga sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah yaitu Memanah Dan Berkuda.

 

“Alhamdulillah event yang ini sangat bermanfaat sekali, para pemuda begitu antusias. Yang awalnya di targetkan 50 peserta, ketika event berlangsung bertambah menjadi 73 peserta. Harapan saya untuk pemuda yang hari ini menjadi peserta di event ini semoga kedepannya bisa rutin untuk melakukan olahraga sunnah ini.” Ungkap Willy sebagai ketua PPB Banten kepada Jurnalislam.com.

 

Saat ditanya mengenai adanya kegiatan ini para peserta begitu puas dan senang dengan adanya kegiatan olahraga sunnah ini. salah satunya adalah Yuka.

 

“Olahraga memanah dan berkuda banyak manfaatnya , saya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, semoga kedepannya acara seperti ini bisa terus dirutinkan karena olahraga ini merupakan anjuran dari Rasulullah selain mendapatkan kesehatan kita juga bisa mendapatkan banyak pahala dari olahraga ini,” pungkasnya.

 

Reporter: Muhammad Dyan

Komisi Perempuan dan Keluarga MUI Gelar Raker

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (KPRK MUI) gelar Rapat Koordinasi Nasional di Hotel Sari Pacific Jakarta,(26/3/2022).

Rapat koordinasi nasional pada tahun ini dikemas dengan kegiatan seminar nasional dan launching buku Kepemimpinan Perempuan dalam Islam Ditinjau dari Berbagai Prespektif.

Buku tersebut ditulis oleh 16 penulis perempuan yang berasal dari pengurus Komisi PRK MUI serta perwakilan lembaga dan komisi MUI.

Ketua Komisi PRK MUI, Dr Siti Marifah Ma’ruf Amin mengatakan bahwa rapat koordinasi nasional ini bertujuan untuk membangun kesadaran perempuan akan pentingnya perempuan pada posisi pengambilan keputusan dan juga untuk mewujudkan kemaslahatan umat dan bangsa.

“Dari kegiatan yang mengambil benang merah terkait kepemimpinan perempuan. Hal tersebut tentunya sangat penting untuk meluruskan stigma yang mengatakan bahwa agama Islam tidak memberi ruang kepada kepemimpinan perempuan, sedangkan sosok perempuan sudah muncul sejak lama,” ujarnya.

 

Dalam Islam sangat jelas bahwa kedudukan perempuan bukanlah sub ordinat dari laki–laki, akan tetapi merupakan mitra yang sejajar dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Karena pada dasarnya setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.

Hal tersebut sesuai dengan HR Bukhari no 2554 :
كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

Selanjutnya, Dr Marifah mengharapkan kegiatan rapat koordinasi nasional ini dapat menjadi penguatan bagi organisasi.
“Dengan adanya rakornas ini diharapkan dapat menjadi penguat organisasi bagi KPRK seluruh Indonesia dan juga KPRK dapat berkontribusi secara nyata dan mengambil peran strategis terhadap penyelesaian isu–isu yang berkaitan dengan perempuan, remaja, dan keluarga dalam berbagai sendi kehidupan,” tuturnya.

 

Bank Wakaf Mikro Pertama DKI Didirikan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin didampingi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan di Ciracas, Jakarta, Kamis (24/03/2022).

Pendirian BWM ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperluas akses keuangan masyarakat melalui pengembangan dan penyediaan akses permodalan sektor UMKM, dan meningkatkan potensi besar pesantren dalam fungsinya memberdayakan masyarakat. Sebab, sistem kerja BWM yang mudah diakses ini, diharapkan dapat mendorong ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar pesantren.

“BWM ini salah satu ekosistem dari pengembangan keuangan syariah. Eksistensi BWM tidak berhenti pada penyediaan modal bagi masyarakat kecil yang sulit mengakses lembaga keuangan formal karena berbagai syarat perbankan dan mengenai aturan-aturan. BWM ini sangat sederhana, tidak perlu agunan, tidak perlu sistem kredit yang bankable,” ungkap Wapres.

Lebih lanjut Wapres menekankan bahwa BWM harus dikelola secara baik dan profesional agar terjaga keberlangsungannya serta kapasitasnya dapat dikembangkan. Ia pun berharap agar melalui pengembangan BWM yang baik, manfaat dan berkah yang diberikan bagi masyarakat sekitar akan lebih besar lagi.

Oleh karena itu, Wapres menyampaikan dua pesan penting untuk dijalankan. Pertama, profesionalitas dalam mengelola BWM harus dipertahankan.

“Amanah yang diberikan harus dijaga. Modal awal harus dapat dikembangkan bukan justru dihabiskan. Jadi, jangan dikasih modal, habis. Ini penting untuk menjaga kepercayaan dan nama baik pesantren, termasuk kredibilitas pemda setempat,” pesan Wapres.

Kedua, lanjutnya, ekosistem digitalisasi BWM pun harus terus dikembangkan agar dapat selalu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi yang terjadi.

“Saya mendapat laporan sejumlah upaya sudah dilakukan, ada aplikasi BWM mobile, pengawasan dan perizinan secara online, akses informasi melalui BWM Info, serta akses pasar online melalui aplikasi BWM dan UMKM, dan juga aplikasi e-commerce lainnya,” pungkas Wapres.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan, keberadaan BWM telah membantu perekonomian masyarakat kecil di sekitar pesantren melalui pembiayaan modal usaha produktif dan pembinaan usaha yang dilakukan secara terstruktur.

“OJK mendukung sepenuhnya perluasan Bank Wakaf Mikro sebagai bentuk penyediaan akses keuangan dan pemberian pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya yang berada di lingkungan sekitar pondok-pondok pesantren,” tutur Wimboh.

Sebagai informasi, sejak diluncurkan lima tahun yang lalu, saat ini telah berdiri sebanyak 62 BWM yang tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Kehadiran BWM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 55 ribu nasabah, dengan akumulasi penyaluran pembiayaan sampai dengan posisi 22 Maret 2022 mencapai Rp87,2 miliar. BWM Pesantren Modern Pondok Karya Pembangunan ini merupakan BWM yang pertama di DKI Jakarta dan dibentuk melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank DKI.

Kegiatan peresmian dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Onny Widjanarko, Pimpinan dan Pengurus Yayasan Pondok Karya Pembangunan serta Pimpinan Perbankan. Selain itu turut hadir secara virtual Anggota Komisi XI DPR RI yaitu Eriko Sotarduga, Masinton Pasaribu, Kamrusammad, dan Anis Byarwati.

Pemerintah Luncurkan Program 10 Juta Produk Bersertifikat Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melaunching Program 10 Juta Produk Bersertifikat Halal pada Tahun 2022. Launching dilakukan bersamaan dengan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag tahun 2022 yang mengusung tema “Akselerasi Transformasi Layanan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal”.

Launching ini ditandai dengan Kick Off Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) untuk tahun 2022. Menag Yaqut mengatakan bahwa Program Sehati untuk mencapai 10 juta produk bersertifikat halal merupakan terobosan penting yang akan membawa banyak implikasi positif.

“Saya mengapresiasi Program 10 Juta Produk Bersertifikat Halal yang diinisiasi BPJPH pada tahun 2022. Akselerasi sertifikasi halal untuk 10 juta produk halal ini merupakan terobosan penting dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Menag Yaqut di Jakarta, Minggu (27/3/2022).

Menag berharap, sertifikasi halal yang dilakukan secara masif, menjadi pemantik geliat UMK untuk kembali bangkit setelah lebih dua tahun  terdampak pandemi Covid-19.

Kepada jajarannya di BPJPH, Menag mengingatkan bahwa target 10 juta produk bersertifikat halal adalah tantangan yang besar. Angka 10 juta adalah sebuah loncatan yang sangat jauh jika dibandingkan dengan angka capaian sertifikasi halal yang ada selama ini.

“Target 10 juta produk halal ini bukanlah target yang mudah diraih. Untuk mencapai target ini, dibutuhkan kerja-kerja yang luar biasa dan kolaboratif. Kita harus melakukan akselerasi transformasi layanan jaminan produk halal dan menjalin sinergi dengan banyak pihak,” tegas Menag.

“Saya mengundang dan mengajak kementerian dan lembaga negara, serta dinas, pemda, perbankan, dan instansi swasta untuk bersama-sama memberikan fasilitasi pembiayaan sertifikasi halal untuk para pelaku UMK di Indonesia,” sambungnya.

Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan bahwa prakarsa program 10 juta produk bersertifikat halal dimaksudkan untuk mengakselerasi pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal yang telah dimulai sejak 17 Oktober 2019. Sedangkan Sehati yang melibatkan banyak fasilitator pembiayaan sertifikasi halal bagi UMK adalah salah satu upaya nyata yang dilaksanakan secara kolaboratif untuk mewujudkan target 10 juta produk halal tersebut.

“Melalui Sehati, BPJPH bermaksud mewujudkan kolaborasi di antara para stakeholders halal yang memiliki anggaran fasilitasi. Tujuannya agar pembiayaan fasilitasi sertifikasi halal dari semua pihak dapat tersalurkan secara efektif, tepat sasaran, terdata, dan manfaatnya dirasakan oleh sebanyak-banyaknya pelaku UMK,” terang Aqil Irham.

 

 

Produk UMKM Halal Laris Manis, Muslim Life Fair 2022 Jakarta Sukses Diselenggarakan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Gelaran pameran Muslim LifeFair 2022 memasuki hari terakhir (27/3). Pada dua hari sebelumnya, pameran yang berlangsung di Istora GBK Senayan ini berhasil menarik perhatian kurang lebih 20 ribu pengunjung. Animo pengunjung di ajang Muslim LifeFair 2022 begitu tinggi.

 

Hal ini terlihat dari panjangnya antrean di pintu masuk area bazar sejak pagi. Gairah belanja pengunjung juga dirasakan oleh para ekshibitor pelaku UMKM produk halal dan ekonomi syariah.

 

Beberapa stand bahkan hampir tidak pernah sepi dari pengunjung yang ingin melihat dan membeli produk-produk yang ditampilkan. Salah satu stand yang selalu ramai didatangi pengunjung adalah Aljenna.

 

Produk UMKM yang terletak di lantai 1 tersebut menyuguhkan berbagai pakaian islami seperti gamis dan khimar yang dibutuhkan para muslimah yang ingin berpakaian secara syar’i. Selama dua hari pameran, produk Aljenna sudah terjual lebih dari 60 persen dari stok yang disediakan.

 

Menurutnya, ajang Muslim LifeFair ini adalah kesempatan bagus bagi pelaku UMKM yang ingin bangkit setelah terpuruk akibat pandemi dalam 2 tahun terakhir. Dia mengakui bahwa pada awalawal pandemi merasakan dampak penurunan bisnis, meski tidak terlalu signifikan.

 

Dengan menurunnya kasus covid-19 dan pulihnya perekonomian masyarakat, pemilik Aljenna ini optimis bahwa bisnisnya akan naik pada tahun ini. Terlebih, ajang Muslim LifeFair yang diselenggarakan menjelang bulan Ramadhan sehingga menjadi momentum yang tepat baginya dalam meningkatkan penjualan.

 

Hal senada juga disampaikan Nindi selaku owner Pelangi Hijab. Seperti Aljenna, UMKM yang satu ini juga menyuguhkan berbagai pakaian islami seperti jilbab, gamis, kaos kaki, bros hingga bergo untuk para muslimah yang membutuhkan pakaian syar’i. Nindi mengatakan, selama pandemi 2 tahun ke belakang bisnisnya terbantu dengan penjualan online.

 

Ketika pertama kali mendengar mau ada pameran Muslim LifeFair, dia mengaku sempat khawatir karena situasi masih pandemi. Namun dengan melihat pola masyarakat yang berubah, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk berpartisipasi di Muslim LifeFair.

 

Berkat Muslim Life Fair 2022, Pelangi Hijab mampu membukukan transaksi penjualan lebih dari Rp200 juta. Jumlah ini di luar dugaan karena melampaui target yang sebelumnya ditetapkan.

 

“Jadi sempet berpikir, ini bakal ada pengunjung yang mau datang gak ya, gitu. Tapi melihat pola masyarakat yang sudah kangen pengen keluar, jadi kita memberanikan diri untuk membuka stand di bazar ini. Alhamdulillah, selama dua hari ini rame terus, gak pernah berhenti. Bazar seperti ini itu jembatan bagi bisnis online agar bisa terkenal. Hasil penjualan pun melebihi target Rp200 juta.” ujarnya.

 

Dia pun berharap semoga ke depannya kegiatan seperti Muslim LifeFair diadakan dengan lebih baik dan lebih besar lagi, terutama dalam menyediakan space bazar untuk pelaku UMKM.

 

Pada ajang pameran kali ini, Pelangi Hijab memberikan penawaran special kepada pengunjung berupa diskon 30 persen untuk semua produknya. Rafki selaku owner Samase Rawamangun juga menyampaikan hal serupa.

 

Dia mengaku sangat gembira menyambut kebangkitan ekonomi umat lewat pameran Muslim LifeFair 2022 ini. Menurutnya banyak pelaku UMKM yang terbantu dan kembali bergairah setelah 2 tahun mengalami penurunan.

 

UMKM yang menyediakan produk busana muslim pria ini memberikan penawaran special bagi para pengunjung berupa diskon 50 persen untuk sepatu dan diskon 10 persen untuk produk baju koko. Tidak hanya pelaku UMKM sektor fashion muslim saja, pelaku UMKM kuliner juga kecipratan berkah efek diselenggarakannya kegiatan Muslim LifeFair 2022.

 

Mela, pelaku usaha kuliner Dimsum 49, mengatakan kegiatan pameran ini menguntungkan semua pihak, baik itu pengunjung maupun ekshibitor (UMKM).

 

“Muslim LifeFair ini adalah acara yang luar biasa, dahsyat. Bukan hanya menguntungkan pengunjung, tapi juga kami para entrepreneur yang ada di sini. Jadi bagi-bagi rezeki. Apalagi kondisi pandemi kan, sudah 2 tahun kita gak melakukan bazar seperti ini. Dengan adanya Muslim Life Fair, UMKM bangkit. Kami sangat terbantu,” ujarnya. Seperti UMKM pada umumnya, Mela juga sempat mengalami penurunan bisnis akibat pandemi, bahkan sampai harus melakukan pengurangan karyawan. Namun, secara perlahan usahanya mulai bangkit lagi.

 

Ia pun merasa Muslim LifeFair cukup membantunya dalam meningkatkan target penjualan. Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan tingginya penjualan yang dialami oleh para peserta pameran, gelaran Muslim Life Fair 2022 terbilang sukses diselenggarakan.

 

Kendati demikian, ini bukan event terakhir tahun ini. Menyusul keberhasilan Muslim Life Fair 2022 sekaligus menjawab minat masyarakat Indonesia akan gelaran pameran produk halal dan ekonomi syariah dalam lingkup yang lebih luas, Ketua Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Rachmat Sutarnas Marpaung mengungkap bahwa KPMI berkolaborasi dengan Lima Events juga berencana menggelar Muslim Life Fair di sejumlah kota di Indonesia seperti Yogyakarta, Purwokerto dan Surabaya.

 

Selain itu, mereka juga akan melanjutkan tren pameran produk halal dan ekonomi syariah ini ke skala yang lebih besar yang dikenal dengan nama Muslim Life Fest. Gelaran akbar ini rencananya akan diselenggarakan pada Agustus 2022.

 

“Kesuksesan Muslim Life Fair 2022 di Jakarta bukanlah akhir dari spirit kami dalam menggelorakan produk halal dan ekonomi syariah kepada masyarakat Indonesia. Justru adalah awal karena Muslim Life Fair 2022 akan berlanjut di di berbagai kota dan skala lebih besar yakni Muslim Life Fest yang akan kembali hadir di Jakarta pada Agustus 2022.” jelas Ketua KPMI Rachmat Sutarnas.

 

Meski Banyak Hambatan, FMDKI Bulukumba Sukses Gelar KARIMAH

BULUKUMBA(Jurnalislam.com)– Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) Daerah Bulukumba sukses gelar Kajian Ramadhan Ilmiah Muslimah (KARIMAH), Sabtu (26/3/2022).

KARIMAH kali ini mengangkat tema “Ramadhan Kabarkan Surga yang Dirindu (The Best Time to Muhasabah)”. Acara berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba yang dihadiri 90 peserta.

Nurlatifa selaku ketua panitia, saat diwawancarai berkata bahwa ada banyak kendala yang dihadapi oleh panitia salah satunya adalah perangkat yang digunakan bermasalah.

“Perangkat atau media yang kami gunakan itu bermasalah, tidak bisa berfungsi dengan baik, padahal beberapa jam sebelumnya bisa digunakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Latifa sapaan akrabnya, menyampaikan kesyukurannya atas pertolongan Allah atas lancarnya kegiatan KARIMAH.

“Itu yang membuat kami kebingungan padahal kegiatan sudah besok. Namun alhamdulillah ‘ala kulli hal pertolongan Allah itu nyata, dan disitulah betul-betul bahwa mungkin itulah perjuangan dalam mengusung kegiatan karena Allah,” tuturnya.

Hasriani, selaku koordinator acara juga angkat bicara mengenai hal ini. Dia menyampaikan bahwa jika menolong agama Allah apalagi dengan berjuang bersama, maka kesulitan bisa dihadapi.

“Ujian itu pasti ada di setiap kegiatan namun kembali lagi demi menolong agama Allah, sesulit apa pun itu kita pasti bisa menghadapinya apalagi dengan berjuang bersama,” ungkapnya.

Di awal acara, Nurul Annisa, ketua FMDKI Daerah Bulukumba, menyampaikan dalam sambutannya rasa terima kasih kepada panitia.

“Kemudian kami ucapkan juga syukron wa jazaakunnallahu khairan atas seluruh kerja sama para panitia yang mengusung kegiatan ini kurang lebih selama sebulan, semoga yang hadir dan berjuang hari ini akan mendapatkan balasan yang baik dari Allah subhanahu wata’ala,” jelasnya.

Turut hadir membuka kegiatan, Ely Kurniati selaku Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panrita Husada Bulukumba menyampaikan harapannya.

“Harapan kepada FMDKI ke depannya, mudah-mudahan sebelum ada kegiatan yang serupa libatkan juga dosen-dosennya, karena hampir semua kampus itu dosen-dosennya juga banyak yang suka belajar,” harapnya.

Sebelum memasuki sesi materi, kegiatan ini dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus FMDKI Daerah Bulukumba periode 2022-2024.

Pada kesempatan ini, FMDKI menghadirkan dua pemateri yaitu Ustazah Kasmiwati seorang da’iyah sekaligus owner Miy Collection serta Ustazah Nur Maida yang merupakan da’iyah dan aktivis dakwah.

Di materi pertama, Ustazah Kasmiwati mengingatkan peserta tentang datangnya bulan Ramadan untuk melatih diri menjadi hamba yang bertakwa.

“Ini adalah madrasah Ramadan, bagaimana kita bisa melatih diri ini yang tadinya kita malas-malasan menjadi orang yang bertakwa,” jelasnya.

Adapun pemaparan materi kedua, Ustazah Nur Maida, menyampaikan cara menggapai surga dengan Ramadan.

“Bagaimana kita bisa menggapai surga dengan Ramadan? Yaitu dengan memperbanyak amalan-amalan saleh di bulan Ramadan,” terangnya.

Akhir kegiatan ada banyak keseruan yang telah dirangkai oleh panitia, di antaranya persembahan nasyid, puisi, fundraising oleh panitia, sesi pemberian kesan dan pesan oleh peserta, misteri chair dan tentunya pembagian kelompok belajar bersama Gen Hijrah sebagai follow up dari kegiatan.

Reporter: Winda Yuliana
Editor: Sinta Kasim

Sambut Ramadhan, Amal Cinta Al Aqsha (ACA) Hadirkan Syekh Hussein Jaber Roadshow di Jateng

JAWA TENGAH (jurnalislam.com)- Dalam agenda menyambut Bulan Suci Ramadhan 1443 H, Amal Cinta Al Aqsha (ACA) hadirkan Syekh Hussein Jaber dan Ustadz “Cinta” Restu Sugiharto di Tegal dan Brebes, Jawa Tengah.

Dua pembicara nasional, Syekh Hussein Jaber, yang merupakan adik kandung almarhum Syekh Ali Jaber mengadakan roadshow, di dampingi Ustadz Restu Sugiharto, atau yang biasa di panggil Ustadz Cinta.

Amal Cinta Al Aqsha, selaku lembaga yang mengadakan roadshow tersebut, menyampaikan bahwa event akan di laksanakan selama lima hari di Tegal dan Brebes, Jawa Tengah. Terhitung dari tanggal 24 hingga 28 Maret 2022

“Dalam menyambut bulan Ramadhan, Amal Cinta Al Aqsha akan mengadakan event roadshow selama lima hari di Tegal dan Brebes, Jawa Tengah,” jelas penanggung jawab acara dari ACA, Oki.

“Dari tanggal 24 hingga 28 Maret 2022, insyaAllah,” ungkapnya.

Roadhsow yang di adakan tersebut akan di laksanakan di sekitar tiga belas masjid. Ada terjadwal Masjid Al Azhar Brebes, dan Masjid Baitul Makmur Tegal.

Oki berharap, kegiatan yang dilaksanakan Amal Cinta Al Aqsha dapat berjalan dengan aman dan lancar. Dia juga menambahkan bahwa event tersebut juga dalam rangka menginformasikan terkait kondisi masyarakat Palestina yang saat ini sedang membutuhkan bantuan dan kepedulian dari negara lain.

“Kami berharap agar event ini berjalan dengan aman dan lancar. Dan tujuan event lainnya adalah, supaya masyarakat Indonesia mengetahui informasi tentang kondisi Palestina saat ini, dan memunculkan rasa peduli dan berniat membantu terhadap kemanusiaan di Palestina.” Jelas Oki.

Dorong Permodalan UKM, LBS Urun Dana Siap Gairahkan Investasi Halal

JAKARTA(Jurnalslam.com)–Kontribusi layanan urun dana (Securities Crowdfunding) mengalami pertumbuhan di Indonesia. Berdasarkan keterangan dari Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, sepanjang 2021 Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi atau equity/securities crowdfunding (SCF) berhasil menghimpun dana sebesar Rp 412 miliar. Angka itu naik lebih dari dua kali lipatnya atau 115,48 persen dibandingkan akhir Desember 2020 sebesar Rp 191,2 miliar.

Selain itu, total penerbit yang berpartisipasi juga bertambah. Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) mencatat bahwa jumlah penerbit meningkat dari sekitar 129 penerbit pada 2020 menjadi 192 penerbit pada 2021.

Dengan terjadinya tren positif tersebut, ALUDI optimis bahwa para pelaku platform urun dana dapat menyalurkan dana lebih dari Rp500 miliar sepanjang tahun 2022 dengan total pendanaan mencapai Rp1 triliun. Terlebih, Wimboh juga menegaskan bahwa urun dana atau crowdfunding menjadi prioritas OJK pada tahun 2022.

Meski potensinya begitu besar, sayangnya jumlah layanan urun dana yang mengusung konsep halal di Indonesia masih minim. Ini ironi mengingat sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, konsep urun dana dengan cara yang halal dan tanpa riba amat dibutuhkan di Indonesia.

Oleh karena itu, demi menyambut gairah layanan urun dana yang sedang bertumbuh sekaligus memenuhi kebutuhan para pelaku UKM untuk dapat mengakses permodalan dengan cara yang terjamin kehalalannya, platform LBS Urun Dana hadir.

LBS Urun Dana mengusung tema “investasi yang bikin nyaman”. Pemodal tidak perlu khawatir berinvestasi melalui LBS Urun Dana karena layanan ini memiliki 3 faktor nyaman, yakni terdaftar dan diawasi oleh OJK; didukung oleh tenaga profesional berpengalaman lebih dari 15 tahun dibidangnya; serta langsung dibimbing, dibina dan diawasi secara ketat oleh Ustadz DR. Erwandi Tarmizi, M.A yang juga founder LBS Urun Dana sekaligus Ketua Dewan Komite Persetujuan Penerbit sehingga pasti lebih terjamin kehalalannya.

“Berbeda dengan layanan urun dana pada umumnya, LBS Urun Dana mendukung gaya hidup halal yang sedang menjadi tren pada masyarakat Indonesia. Dengan mengusung prinsip dan kaidah Islam, LBS Urun Dana siap menjadi solusi bagi kaum muslimin untuk dapat mengembangkan harta yang dimiliki dengan cara yang 100% halal, tanpa Riba, Ghoror dan Dzhalim.” tutur CEO dan Co-Founder PT. LBS Urun Dana Rezza Zulkasi, MAppFiin.

Dalam gelaran pameran produk halal Muslim Life Fair yang digelar pada 25-27 Maret 2022 di Istora GBK Jakarta, LBS Urun Dana turut berpartisipasi sebagai salah satu peserta. Di sana mereka berperan dalam mengedukasi kepada masyarakat tentang pentingnya Securities Crowdfunding yang mengusung konsep halal dalam pengumpulan dana demi mencapai keberkahan dunia dan akhirat.

Berbagai kegiatan menarik akan diadakan di Muslim Life Fair 2022. Selain menyelenggarakan press release launching, platform LBS Urun Dana juga akan mengadakan talkshow yang diisi oleh Ustadz DR Erwandi Tamizi, MA Hafidhohullahuta’ala, konsultasi bisnis bagi calon Penerbit serta konsultasi investment planning kepada calon Pemodal.

LBS Urun Dana adalah pemain baru di dunia Securities Crowdfunding. Kendati demikian, Rezza Zulkasi optimis LBS Urun Dana bisa mencapai target tahun ini sebesar Rp40 Milyar, atau 10% dari marketshare. “Jika diasumsikan per UKM butuh modal Rp 2 miliar, maka setidaknya tahun ini ada 20 UKM yang mendapatkan pendanaan,” jelas Rezza Zulkasi.

Bagi UKM yang butuh modal, Rezza menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Selain omset minimal Rp 1 Miliar/tahun secara historis, bisnis juga harus sudah berjalan minimal 1-2 tahun dan memiliki minimal 3 outlet di seluruh Indonesia untuk bisnis offline.

Syarat lainya adalah UMKM wajib memiliki pencatatan Laporan Keuangan yang memenuhi standart akuntansi umum, karakter founder/Owner bisnis yang kuat dan berpengalaman di bidangnya serta memiliki landasan project berupa kontrak, invoice/PO dari pemerintah/BUMN/BUMD/Korporasi untuk skema obligasi/sukuk. Sementara bagi usaha yang memiliki Tren Sales dan Kinerja Meningkat di masa pandemi Covid-19 akan menjadi nilai tambah.

Bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan permodalan pertama, caranya mudah sekali. Cukup mendaftar dan membuka akun di platform kami www.LBS.id dan submit dokumen yang dibutuhkan, maka pelaku usaha sudah berpeluang mendapatkan permodalan. Sementara bagi investor, proses awalnya juga sama. Cukup membuka akun di platform LBS Urun Dana, maka pendaftar juga berpeluang jadi investor dan dapat memilih UKM yang telah listing di platform untuk didanai.

Resmi Dibuka, Muslim LifeFair 2022 Gairahkan UMKM Produk Halal dan Pelaku Ekonomi Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Indonesia Muslim LifeFair akhirnya resmi dibuka pada Jumat (25/3/2022). Pameran yang dinisiasi oleh Lima Events berkolaborasi dengan  Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) ini akan berlangsung selama tiga hari mulai dari 25-27 Maret 2022 di Istora GBK, Senayan, Jakarta.

Muslim LifeFair 2022 merupakan bagian dari rangkaian event puncak menuju Indonesia Muslim Life Fest yang akan digelar pada bulan Agustus 2022 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Sebelumnya, Indonesia Muslim LifeFest telah sukses menarik perhatian 60 ribu pengunjung pada perhelatan pertamanya pada Agustus 2019 di JCC. Pada event perdana kali ini, Muslim LifeFair 2022 ditargetkan bisa membukukan transaksi sekitar Rp50 miliar atau sepertiganya dari transaksi Muslim Life Fest 2019.

Disponsori oleh Bank Hijra, Muslim LifeFair 2022 menghadirkan sekitar 195 ekshibitor pelaku UMKM produk halal dan ekonomi syariah di Indonesia dari berbagai sektor, mulai dari modest fashion, islamic education, hobbies and communities, islamic book & publisher, halal travel, kuliner halal aman & sehat, beauty & pharmaceutical hingga thibbun nabawi herbal. Dengan berkembangnya tren gaya hidup halal pada masa pandemi, pameran ini menjadi gairah bagi para pelaku UMKM untuk menampilkan masing-masing produk halal terbaiknya.

Bagi kaum muslimah yang ingin mencari inspirasi pakaian muslimah, Pelangi Hijab jadi salah satu stand yang dapat dikunjungi. Produk UMKM yang terletak di lantai 1 tersebut menyuguhkan berbagai pakaian islami seperti jilbab, gamis, khimar dan bahkan bergo yang dapat menjawab kebutuhan para muslimah akan pakaian syar’i.

Sementara bagi pengunjung yang membutuhkan informasi dan bahkan berencana umrah atau haji, maka stand Al Mutazam Travel adalah jawabannya. Brand bisnis tour dan travel yang telah mendapatkan izin resmi dari Kementerian Agama dan berdiri sejak 1999 tersebut siap mewujudkan keinginan calon jamaah untuk pergi ke Tanah Suci dengan harga bersahabat.

Tak perlu khawatir jika merasa lapar atau ingin berwisata kuliner karena Muslim LifeFair diikuti oleh banyak stand kuliner. Dengan mengusung konsep menu ala Timur Tengah, Ajwad Resto siap menampilkan produk halal terbaiknya demi memanjakan perut siapapun yang menyantapnya.

Pengunjung yang sedang menggeluti dunia tanaman hias, bisa ke KaktusQulucu, atau tanem tanamart. Bahkan yang mau sekedar ngopi, di lantai dua juga disedikan sejumlah stand kopi, dan prdouk kreatif home décor, seperti Putu Art Shop, Rumah Kayu Klasik, SeniKoe dan stand marketplace Muslim Life Shop.

“Muslim Life Fair 2022 bukan sekadar ajang pameran. Kami berharap semoga Muslim Life Fair juga dapat menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk menggairahkan produk halal terbaiknya pada masyarakat Indonesia.” tutur Ketua KPMI Rachmat Sutarnas Marpaung.

Di balik semarak ajang pameran produk UMKM, Muslim LifeFair 2022 juga menyuguhkan menghadirkan berbagai pesantren dan sekolah Islam. Beberapa di antaranya adalah Al Binaa IBS Bekasi, BQ Islamic Boarding School, Mahad Aisyah Binti Abu Bakar dan Pesantren Al Andalus.

Dengan berbagai rangkaian acara menarik, Muslim LifeFair menjadi rekomendasi acara yang tepat untuk dihadiri bagi kaum muslim dan pegiat produk halal sebelum Ramadan tiba.  Harga tiket masuk Muslim Life Fair 2022 dibanderol seharga Rp20 ribu per orang. Namun sebagai sponsor utama, Hijrah Bank siap memberikan tiket gratis kepada pengunjung yang terbatas untuk

Melalui pameran ini, diharapkan #KitaBersama bisa membangkitkan semangat UMKM khususnya para pelaku usaha muslim untuk terus tumbuh dan berkembang. Walaupun belanja online sudah menjadi tren, namun pameran offline yang mempertemukan secara fisik antara penjual dan pembeli  tetap diperlukan untuk melengkapi dengan pertumbuhan digitalisasi dan e-commerce.

Penyuluh Agama Islam Berperan Bangun Kerukunan Beragama

BOGOR(Jurnalislam.com)— Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan, Indonesia sebagai negara yang memiliki keberagaman tertinggi di dunia sangat berpotensi terjadinya konflik yang destruktif. Oleh karena itu, Dirjen berharap, Penyuluh Agama Islam (PAI) yang lolos Seleksi Penyuluh Agen Resolusi Konflik (SPARK) dapat berperan menjaga kerukunan di Indonesia.

“Penyuluh adalah tokoh sentral dalam mengelola keberagaman yang menjadi rahmat dari Allah Swt bagi Indonesia,” kata Dirjen dalam sambutannya pada Pembekalan Resolusi Konflik di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (23/3).

Dirjen berpesan kepada 50 agen resolusi konflik harus mampu menangani masalah dan potensi yang mengarah ke konflik melalui langkah preventif, mitigatif, dan solutif.

“Penyuluh sekarang jangan hanya berorientasi eskatologis, namun harus hadir dalam permasalahan seperti radikalisme,” ujarnya.

Selain itu, Dirjen berharap, penyuluh menjadi rujukan dalam menghadapi persoalan yang terjadi di masyarakat. Penyuluh harus menjadi tokoh yang berpengaruh bukan terpengaruh.

“Penyuluh harus mengetahui seluruh masalah yang terjadi di masyarakat, bahkan isu-isu besar sekalipun penyuluh harus hadir,” pungkasnya.

(Tommy)