Liga Champions: Ribuan Fans Sepak Bola Celtic Kibarkan Bendera Palestina saat Lawan Club Israel

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Dapat dilihat dengan jelas ketika ribuan fans club sepak bola Inggris, Celtic, mengibarkan bendera Palestina menjelang pertandingan Eropa, Celtic melawan club sepak bola Israel, Hapoel Beer Sheva, World Bulletin melaporkan Kamis (18/08/2016).

Tuan rumah Celtic mengalahkan club Israel di leg pembukaan play-off, Liga Champions, pada pertandingan Rabu (17/08/2016).

Fans club Celtic menyebarkan informasi pada media sosial mereka dalam beberapa hari sebelumnya, mengumpulkan dukungan dari banyak anggotanya dengan membawa bendera Palestina untuk tujuan memprotes Israel atas konflik Israel-Palestina.

FC Celtic mengalahkan tim Israel Hapoel Beer Sheva dengan skor telak, 5-2.

Israel Tolak Aturan Mekkah dan Madinah Diberlakukan di Masjid Al Aqsha

Israel Tolak Aturan Mekkah dan Madinah Diberlakukan di Masjid Al AqshaAL QUDS (Jurnalislam.com) – Pemerintah zionis tidak akan menerima aturan Mekkah dan Madinah diberlakukan di Masjid Al Aqsha, Ketua Komite Knesset Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Israel, Avi Dichter, mengatakan pada hari Senin (15/08/2016), mengacu pada dua kota suci di Arab Saudi dimana non-Muslim dilarang masuk, Worl Bulletin melaporkan Rabu (17/08/2016).

“Aturan yang dilakukan di Arab Saudi – di dua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah, tempat di mana hanya umat Islam yang berhak untuk masuk – akan dilakukan pada Temple Mount adalah ide yang terdistorsi yang tidak akan dapat terjadi , “kata Dichter. “Kami akan menghormati kesucian Masjid al-Aqhsa di Yerusalem, dan kami tetap akan mempertahankan hak-hak kami di Temple Mount.”

Dichter menanggapi komentar yang dibuat oleh Menteri Urusan Wakaf dan Islam Yordania Wael Arabiyat, dan diangkat oleh lembaga pers resmi Yordania Petra pada hari Senin, yang mengecam kunjungan “setan” beberapa hari sebelumnya oleh sekelompok pemukim Yahudi ekstremis ke situs suci umat Islam dan menyalahkan polisi Israel yang mengizinkan ekstremis Zionis masuk dan berdoa di kompleks.

Yordania adalah penjaga kompleks Masjid Al-Aqhsa di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel dan telah berulang kali mengecam pelanggaran aturan di tempat suci ketiga Islam tersebut.

Yahudi, yang mengklaim bangunan tersebut sebagai situs mereka yang paling suci dan menyebutnya Al-Haram Asy-Syarif, diperbolehkan untuk mengunjungi tetapi tidak untuk berdoa di lapangan terbuka untuk menghindari ketegangan dengan umat Islam yang beribadah di sana.

Pada hari Ahad (14/08/2016), sekitar 400 Zionis ekstrim menyerbu kompleks untuk memperingati penghancuran dua kuil-kuil kuno.

“Tindakan seperti itu bisa memicu perang agama di wilayah ini,” Arabiyat telah memperingatkan.

Arabiyat juga mengecam polisi Israel karena diduga “menangkap dan memukuli” jamaah Muslim di lokasi itu.

Polisi zionis pada hari Ahad mengatakan umat Islam berkumpul di sekitar kelompok orang Yahudi yang diusir dari kompleks dan mulai berteriak pada mereka.

Polisi mendorong mereka pergi dan tiga Muslim mengalami luka ringan dalam bentrokan tersebut.

Israeli regime's police forces attack Palestinian worshipers after Friday prayers at al-Aqsa Mosque

Raja Yordania Abdullah II juga mengecam “kekerasan dan pelanggaran berulang oleh Israel dan kelompok-kelompok Yahudi ekstremis dan upaya terang-terangan mereka untuk mengubah status quo di Yerusalem,” dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin oleh surat kabar semi-resmi Addustour.

“Kami akan bertahan dalam melakukan tanggung jawab agama dan sejarah kita terhadap Masjid Al Aqsha…. yang menghadapi pelanggaran berulang oleh kelompok-kelompok yahudi ekstrim,” katanya.

“Sebagai penjaga situs suci Islam di Yerusalem, saya akan melanjutkan upaya saya untuk melindungi tempat-tempat ini dan berdiri melawan semua pelanggaran kesucian mereka,” katanya.

Yahudi pada hari Ahad memperingati hari ritual berkabung mereka yang dikenal sebagai Tisha B’av.

Kekhawatiran Palestina atas niat zionis untuk melemahkan kontrol Muslim terhadap kompleks Masjid Al Aqsha merupakan faktor kunci dalam gelombang perlawanan yang meletus 10 bulan lalu.

Palestina mengatakan bahwa Israel berusaha mengubah status quo di kompleks, namun fakta tersebut berulang kali dibantah Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu.

Israel menjajah Jerusalem timur pada tahun 1967 dan kemudian menganeksasi wilayah dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Operasi Omari di Kunduz: 21 Pasukan Afghanistan Tewas dan 6 Tank Hancur

Operasi Omari di Kunduz 21 Pasukan Afghanistan Tewas dan 6 Tank Hancur

KUNDUZ (Jurnalislam.com)Al-Emarah News mengatakan operasi Omari di Kunduz yang dimulai Rabu pagi (17/08/2016) oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) memusatkan perhatian pada musuh dari dua arah di kota Kunduz, dan memblokade jalan utama yang membentang dari ibukota provinsi Kunduz utara menuju tiga kabupaten, Imam Sahib, Qal-i-Zal dan Dasht- e-Archi.

Sedikitnya 4 tentara Afghanistan tewas dan 5 lainnya luka-luka dengan 3 tank hancur sejauh ini.

Taliban juga menutup jalan antara kabupaten Khanabad dan provinsi Takhar dalam bentrokan yang pecah antara mujahidin dan pasukan ANA (Afghanistan National Army) di distrik Khanabad provinsi Kunduz di mana 3 pasukan ANA tewas dan 4 lainnya terluka. Instalasi lokasi musuh berada di bawah pengepungan ketat Mujahidin.

Selanjutnya, 10 pasukan Arbaki juga tewas dan 12 lainnya luka-luka dengan 2 kendaraan dan tank lapis baja hancur dalam operasi yang diluncurkan pejuang Mujahidin di distrik Darah Char provinsi Kunduz.

Dua pejuang Taliban dilaporkan telah gugur dan dua lainnya cedera dalam seluruh operasi.

Secara terpisah, 4 pasukan komado dan 12 pasukan Boneka termasuk komandannya terluka dan sebuah tank hancur di distrik Imam Sahib pada hari Selasa.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Rudal Milisi Syiah Houthi Hantam Arab Saudi, Bunuh 7 Warga Sipil

In this photo released by the Iranian semi-official Mehr News Agency, Revolutionary Guard's Zelzal missile is launched in a drill, Sunday Sept. 27, 2009, near the city of Qom, 80 miles (130 kilometers) south of Tehran, Iran. Iran said it successfully test-fired short-range missiles during military drills Sunday by the elite Revolutionary Guard, a show of force days after the U.S. warned Tehran over a newly revealed underground nuclear facility it was secretly constructing. (AP Photo/Mehr News Agency, Raouf Mohseni)

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Sebuah roket yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi Yaman menewaskan tujuh warga sipil di Arab Saudi pada hari Selasa, kata kantor pertahanan sipil, lansir World Bulletin Rabu (17/08/2016).

Itu adalah korban sipil jumlah tertinggi yang dilaporkan di selatan kerajaan sejak koalisi yang dipimpin Saudi memulai intervensi di Yaman 17 bulan yang lalu.

“Serangan ini menewaskan empat warga dan tiga penduduk,” kata juru bicara pertahanan sipil di kota Najran, pejabat Saudi Press Agency melaporkan.

Ia mengatakan petugas darurat dipanggil pada pukul 5:00 pm (1400 GMT) setelah ada laporan bahwa roket yang diluncurkan dari Yaman mendarat di kota Najran.

Video media sosial yang konon berasal dari tempat kejadian menunjukkan api berkobar dan tanah di area yang luas dipenuhi puing-puing.

Dua orang terbaring dan tampaknya mati, satu orang terbaring dengan darah mengucur dari bawah kepalanya, di samping sebuah truk pickup.

“Najran sedih dan terluka hari ini,” kata seorang warga setempat kepada AFP.

“Kami khawatir, tapi kami tidak takut,” katanya, menambahkan bahwa kota telah ditargetkan sebelumnya.

Roket menghantam sebuah kawasan industri komersial yang sibuk di mana banyak garasi berada.

Rudal Milisi Syiah Houthi Yaman Hantam Arab Saudi, Bunuh 7 Warga Sipil

Lebih dari 100 warga sipil dan tentara telah tewas di selatan Saudi oleh serangan roket balasan atau pertempuran sejak koalisi Arab Saudi mulai beroperasi untuk mendukung pemerintah Yaman melawan pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran. (baca juga: Iran Akui Kirim Rudal ke Pemberontak Houthi untuk Serang Saudi)

Pertempuran di sepanjang perbatasan telah meningkat sejak runtuhnya pembicaraan damai yang ditengahi PBB awal bulan ini.

Dua warga sipil di sisi perbatasan Saudi tewas dalam penembakan pekan lalu, setelah berbulan-bulan relatif tenang.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Napi Terorisme Banyak Bebas, Harits Abu Ulya: Perlu Edukasi dan Dorongan Produktifitas

Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)
Harits Abu Ulya, Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA)

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Bulan Agustus 2016 banyak napi terkait Terorisme bebas, baik karena mendapatkan remisi atau karena masa pidananya habis. Mereka yang bebas tersebar di beberapa Lapas, sedikitnya 5 orang dari Lapas Cipinang, 4 orang dari Nusa Kambangan dan beberapa orang dari lapas lainnya.

Melihat hal ini Direktur CIIA (The Community of Ideological Islamic Analyst) Ustadz‎ Harits Abu Ulya mengatakan, ada perspektif penting yang perlu dipertimbangan oleh semua pihak terkait terhadap para mantan napi terorisme.‎

“Dimata hukum semua orang sama, jika napi terorisme berhak mendapat remisi karena memenuhi saratnya maka itu sah saja seperti halnya napi dalam kasus pidana yang lain. Maka tidak baik jika label dan stigma teroris dan kecurigaan melekat pada mantan napi teroris terus terjadi, baik disengaja atau tidak. Karena akan menghambat proses alkuturasi mantan napi ditengah-tengah masyarakat yang majemuk, katanya dalam rilis yang diterima Jurnalislam.com, Rabu (17/08/2016), kemarin. ‎

Kemudian pengamat terorisme ini melanjutkan, “Bisa jadi sikap dan perlakuan yang tidak bijak dari aparat terkait akan mengkonstruksi resistensi masyarakat dan mengalenasi eksistensi mereka secara sosial dan jika ini terjadi sama saja mendorong mantan napi tersebut berpotensi untuk lebih radikal dan melakukan tindakan kontraproduktif,” tegasnya.‎

Oleh karena itu, tambah Ustadz Harits, kebutuhan terhadap langkah dan pendekatan humanis perlu dibangun secara maksimal.

“Perlu proses edukasi dan pendampingan bagi mereka menjadi kebutuhan yang penting, karena signifikan akan mampu membuat para mantan napi fokus menjalani hidup normal, lebih produktif, bermanfaat bagi dirinya dan sesamanya.”

Ustadz Harits juga menganggap bahwa perlakuan diskriminatif dan intimidatif harus dieliminir.‎

“Jangan sampai menempatkan mantan napi dalam radar kecurigaan, maka ini sangat bahaya. Jika ini tidak dilakukan, alih-alih menyelesaikan dan mereduksi soal ancaman keamanan justru yang akan terjadi adalah mereproduksi ancaman,” tutupnya.‎

Reporter: Findra | Editor: Deddy | Jurnalislam ‎

Pembunuh Imam Maulana New York Tertangkap

A crowd of community members pray next to the coffins as they gather for the funeral service of Imam Maulama Akonjee in the Queens borough of New York City, August 15, 2016. REUTERS/Eduardo Munoz

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Seorang pria New York pada hari Senin didakwa atas pembunuhan tingkat dua dalam kematian seorang imam Muslim New York dan asistennya, yang ditembak mati pada akhir pekan, kata seorang juru bicara polisi kepada Reuters, Senin (15/08/2016).

Tuduhan terhadap Oscar Morel, 35, dari Brooklyn, terjadi hanya beberapa jam setelah ratusan pelayat berkumpul untuk pemakaman dua laki-laki Muslim tersebut. Pembunuhan di wilayah Queens telah mengejutkan masyarakat Bangladesh di lingkungan itu. (baca juga: Imam Masjid Jami Al-Furqan New York Dibunuh di Ozone Park)

Morel didakwa dengan dua tuduhan pembunuhan tingkat dua dalam kematian Imam Maulama Akonjee, 55, dan Thara Uddin, 64, kata juru bicara polisi.

Dia juga didakwa dengan dua tuduhan pidana tingkat dua atas kepemilikan senjata. Juru bicara itu tidak mengungkapkan kemungkinan motif penembakan.

Morel telah diinterogasi oleh polisi setelah ditangkap atas tuduhan terkait dengan kecelakaan lalu lintas hit-and-run pada hari Sabtu, pada hari penembakan.

Akonjee dan Uddin ditembak di kepala dari jarak dekat setelah shalat djuhur pada hari Sabtu di Masjid Jami Al-Furqan di wilayah Ozone Park Queens.

Polisi menjelaskan sebelum tuduhan itu diumumkan bahwa seorang tersangka yang sedang diinterogasi adalah orang Hispanik dari Brooklyn.

Polisi mengatakan belum ada hubungan yang dikenal antara orang yang sedang diinterogasi dengan korban pembunuhan.

“Kami percaya karena bukti yang telah kami peroleh sejauh ini… bahwa dialah orangnya,” kata Kepala Detektif New York City Robert Boyce ketika ditanya apakah ia bisa meyakinkan masyarakat yang bingung.

Para pembicara di pemakaman telah mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki pembunuhan tersebut sebagai kejahatan kebencian dan meningkatkan upaya untuk melindungi Masjid dan bagian dari kota Ozone Park di mana banyak Muslim tinggal dan bekerja.

“Kami ingin keadilan,” Badrul Kahn, pendiri Masjid Al-Furqan, berteriak kepada orang banyak dalam layanan pidato pembukaan.

“Kami ingin keadilan,” jawab para pelayat, kebanyakan dari mereka laki-laki mengenakan pakaian muslim.

Walikota Bill de Blasio, menangani pemakaman, berjanji kota akan meningkatkan kehadiran polisi di lingkungan tersebut meskipun motif di balik pembunuhan itu masih belum jelas.

Polisi telah mengatakan sebelumnya bahwa tidak ada bukti bahwa orang-orang itu ditargetkan karena iman mereka tetapi kemungkinan itu tetap ada.

Warga Ozone Park terguncang oleh pembunuhan keji di siang hari dan mengatakan kejahatan tersebut jarang terjadi di lingkungan yang biasanya tenang itu.

imam_1

 

Deddy | Reuters | Jurnalislam

AS: Milisi PYD Berjanji akan Tinggalkan Manbij Setelah Kalahkan IS

mnbj_6

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Departemen Luar Negeri AS mengatakan Senin bahwa kepemimpinan Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces-SDF) berjanji kepada AS bahwa akan meninggalkan Manbij, setelah membebaskan dari Islamic State (IS), lansir Anadolu Agency Selasa (16/08/2016).

“Kami memegang komitmen dari pimpinan Kurdi bahwa orang Arab-kurdi setempat akan membebaskan tanah mereka sendiri dan akan membangun kembali daerah serta mengembalikan kontrol lokal ketika pasukan IS diusir,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Elizabeth Trudeau saat press briefing.

Menurut Trudeau, warga Arab-kurdi yang berjuang untuk Manbij adalah penduduk setempat yang berjuang untuk mengambil kembali rumah mereka dan menggambarkan milisi Partai Uni Demokrat Kurdi (PYD) sebagai “komponen penting dari SDF.”

PYD adalah afiliasi milisi Komunis PKK – yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Turki, dan dunia Internasional. PYD adalah bagian dari SDF yang juga terdiri dari Arab-kurdi, Armenia, Assyria, Sirkasia dan Turkmen, yang telah bertempur sejak Mei untuk merebut kembali Manbij dari IS.

Sejak operasi dimulai di Manbij, AS telah berjanji kepada Turki bahwa PYD akan meninggalkan daerah itu setelah pembebasan kota. Manbij terletak di sebelah barat sungai Efrat. Turki menginginkan PYD untuk kembali ke timur Efrat setelah pembebasan Manbij karena kota tersebut adalah garis utama komunikasi IS antara perbatasan Turki dan Raqqa, ibukota militan yang mereka nyatakan sendiri.

AS Milisi PYD Berjanji akan Tinggalkan Manbij Setelah Kalahkan ISMenurut Trudeau, pembebasan Manbij ini membantu operasi koalisi pimpinan AS di Suriah yang sedang berlangsung “untuk mengurangi ancaman IS ke Turki.”

Turdeau menambahkan bahwa operasi ini menurun oleh dukungan koalisi atas pasukan oposisi Suriah yang memerangi IS dekat garis Mara dan di sepanjang perbatasan Turki. Yang dia maksud adalah SDF, termasuk PYD.

Garis Maraa mengacu ke suatu daerah yang diberi nama oleh koalisi yang terletak di antara Maraa dan Deir Rafat di Suriah. Wilayah ini terletak di dekat garis depan pertempuran melawan militan IS yang berusaha untuk mengendalikan dua kota sebelum menguasai Azaz, yang akan memberikan kontrol pedesaan utara Aleppo bagi kelompok.

Menurut Trudeau, pembebasan Manbij akan memotong rute utama yang digunakan IS untuk memindahkan pasukan, keuangan, senjata dan perlengkapan masuk dan keluar dari wilayah yang tersisa di bawah kendali IS di Irak dan Suriah.

Dia menambahkan bahwa mengusir IS dari Manbij juga akan membebaskan 35.000 hingga 40.000 warga dari kontrol IS.

Sebelumnya Senin, Pentagon mengatakan AS telah berkomitmen untuk melakukan operasi di Manbij yang konsisten dengan komitmen yang dibuat antara AS dan Turki.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

5 Tewas dan 20 Terluka dalam Bentrokan Terbaru Pasukan India dengan Warga Kashmir

5 Tewas dan 20 Terluka dalam Bentrokan Terbaru Pasukan India dengan Warga Kashmir

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang tewas dan lebih dari 20 lainnya cedera saat bentrokan baru pecah antara pengunjuk rasa dan pasukan India di bagian Kashmir yang dikuasai India, kata polisi, Aljazeera melaporkan Selasa (16/08/2016).

Kematian terbaru telah mengambil korban 63 orang dalam demonstrasi di kota-kota dan desa-desa di seluruh wilayah yang disengketakan, yang bulan lalu memicu pembunuhan seorang komandan tinggi sehari sebelumnya oleh pasukan India. (baca juga: Komandan Muda Mujahidin Kashmir Gugur dalam Baku Tembak dengan Pasukan India)

Lembah Kashmir berada di bawah jam malam yang ketat, namun pengunjuk rasa terus turun ke jalan meneriakkan slogan-slogan anti-India, beberapa dari mereka melemparkan batu ke arah pasukan India yang berusaha membubarkan mereka dengan kekuatan.

Di wilayah Beerwah Kabupaten Budgam, pasukan paramiliter India menembaki sekelompok pelempar batu pada Selasa ke pengunjuk rasa yang menerobos barikade. Empat tewas dan sedikitnya 10 luka-luka, kata seorang pejabat polisi setempat.

Di kabupaten Anantnag, beberapa orang lainnya tewas setelah pasukan India mulai menembaki massa yang melemparkan proyektil di desa Larkipora, kata polisi.

Kashmir terbagi menjadi dua bagian, satu dikendalikan oleh India dan yang lainnya oleh Pakistan.

India mengklaim Pakistan mendukung gerakan perlawanan yang melakukan kekerasan di Kashmir.

Islamabad secara konsisten membantah tuduhan ini. Pakistan menyebutnya mereka adalah pejuang kemerdekaan Kashmir.

Tujuh pejuang tewas oleh pasukan India, Senin. Lima saat mencoba menyelinap melintasi perbatasan dengan Pakistan dan dua saat menyerang pasukan India di Jammu dan Kashmir, ibukota Srinagar, menewaskan seorang perwira paramiliter, kata polisi.

Ada sentimen anti-India yang kuat di wilayah Lembah Kashmir dimana terdapat penumpukan besar pasukan yang bertugas membendung gerakan oposisi.

Pasukan India menyapu, mencari, menangkap dan bahkan menembak di tempat dalam keadaan khusus pada warga Kashmir.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Rusia Mulai Gunakan Pangkalan Udara Iran untuk Serangan Udara ke Suriah

mideast-syria-russia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Rusia pada hari Selasa menggunakan sebuah pangkalan udara Iran untuk pertama kalinya sebagai bagian dari serangan udara mereka di Suriah, media lokal melaporkan, lansir World Bulletin Selasa (16/08/2016).

Mengutip Kementerian Pertahanan Rusia, media mengatakan pada hari Selasa bahwa jet TU-22M3 dan SU-34 terbang dari Pangkalan Udara Hamedan di Iran barat dan mencapai target di Suriah.

Sebelumnya, pasukan Rusia menggunakan Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah atau wilayah Rusia.

Menurut laporan media, perjanjian militer yang baru ditandatangani dengan Iran akan mengurangi waktu penerbangan Moskow hingga 60 persen, yang akan menghemat uang Kremlin dan meningkatkan efektifitas serangan udara.

Sejak September lalu, Rusia telah meningkatkan aset militernya di wilayah pesisir Suriah, umumnya mengandalkan koridor udara Caspian Sea-Iran-Irak.

Pada 30 September, ketika kritik internasional atas meningkatnya penumpukan militer Rusia di Suriah, Moskow memulai operasi udara yang luas di negara ini, beralasan bahwa mereka memerangi terorisme.

Turki dan negara-negara barat, mengatakan Rusia sebenarnya menargetkan kelompok oposisi Suriah moderat, para pejuang Suriah anti-Assad, bukan sasaran teroris.

Rusia saat ini mempertahankan Su-24s, Su-25s, dan Su-30s di pangkalan udara, yang dikendalikan oleh rezim Nushairiyah Bashar al-Assad Suriah, bersama dengan helikopter serang Mi-24 dan pesawat udara tak berawak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Iran Akui Kirim Rudal ke Pemberontak Houthi untuk Serang Saudi

In this photo released by the Iranian semi-official Mehr News Agency, Revolutionary Guard's Zelzal missile is launched in a drill, Sunday Sept. 27, 2009, near the city of Qom, 80 miles (130 kilometers) south of Tehran, Iran.  Iran said it successfully test-fired short-range missiles during military drills Sunday by the elite Revolutionary Guard, a show of force days after the U.S. warned Tehran over a newly revealed underground nuclear facility it was secretly constructing. (AP Photo/Mehr News Agency, Raouf Mohseni)

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Kantor Berita Republik Syiah Iran (IRNA) mengatakan bahwa rudal yang dibuat di Teheran, digunakan di Yaman oleh pemberontak Syiah Houthi dalam serangan lintas batas terhadap Arab Saudi, Al Arabiya News Channel melaporkan Selasa (16/08/2016).

Rudal Zelzal-3 adalah rudal propelan padat buatan Iran yang salama ini dikenal digunakan oleh pasukan Iran, rezim Suriah dan Syiah Hizbullah Libanon.

Berita ini muncul meskipun awal bulan ini Iran tidak mengakui keterlibatan langsung mereka dalam mengirim senjata ke Yaman.

Arab Saudi pada hari Ahad berhasil mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan ke kota Najran di perbatasan Saudi, menurut kantor berita resmi Saudi.

Menurut kantor berita Iran, roket mereka yang ditembakkan dan dicegat tersebut adalah rudal Zelzal-3.

 

Deddy | Al Arabiya | Jurnalislam