Serangan Udara AS Bunuh 85 Warga Sipil di Manbij, Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 85 warga sipil tewas pada Selasa dalam serangan oleh pesawat koalisi pimpinan AS di kota Manbij yang dikendalikan Islamic State (IS) di Suriah utara, menurut sumber-sumber lokal.

Serangan udara menargetkan sekelompok warga sipil yang berusaha melarikan diri dari bentrokan di desa Tukhar di Manbij, salah satu sumber mengatakan kepada Anadolu Agency, Selasa (19/07/2016) meminta anonimitas karena masalah keamanan.

“Seluruh keluarga telah tewas dalam serangan itu,” kata sumber itu, menambahkan bahwa serangan udara melukai sedikitnya 100 orang.

Pada bulan Juni, sebuah koalisi pejuang Kurdi dan Arab, yang didukung oleh pesawat koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut Manbij dari IS.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari pergerakan Arab Spring – dengan kebrutalan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta pengungsi di seluruh negeri babak belur akibat perang, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

 

 

Gedung Putih: Erdogan dan Obama Bahas Ekstradisi Fethullah Gulen

indexWASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membahas ekstradisi Fetullah Gulen dari AS dalam percakapan telepon dengan Presiden Barack Obama hari Selasa, kata Gedung Putih, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (19/07/2016),.

“Presiden menegaskan kepada Presiden Erdogan bahwa Amerika Serikat tidak mendukung pemberontak dan tidak mendukung individu yang bersekongkol untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis,” menurut juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

Dia mengatakan,”Obama sekali lagi menegaskan komitmen Amerika Serikat yang kuat kepada pemerintahan sipil Turki yang terpilih secara demokratis dan memuji upaya rakyat Turki pekan lalu dalam membela pemerintah dan menolak kudeta.”

Materi yang berhubungan dengan ekstradisi tokoh Turki yang tinggal di pengasingan di negara bagian AS, Pennsylvania diserahkan pada otoritas AS dalam bentuk elektronik, menurut Earnest.

Departemen Kehakiman dan lembaga AS lainnya sekarang meninjau dokumen dan akan mengambil tindakan sesuai dengan perjanjian selama beberapa dekade antara kedua negara sehubungan dengan ekstradisi penjahat, kata Gedung Putih.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Erdogan Bantah Keras Tuduhan Rencanakan Kudeta

thumbs_b_c_78faad3288f0577aa50db4f1d839f2beANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan, menolak keras tuduhan bahwa ia yang merencanakan upaya kudeta baru-baru ini, Anadolu Agency melaporkan Senin (18/07/2016).

“Sayangnya, itu hanya informasi yang salah. Bagaimana Anda dapat merencanakan hal seperti itu? Bagaimana Anda bisa membiarkan begitu banyak warga sipil kehilangan nyawa mereka? Bagaimana bisa nurani manusia memungkinkan itu? Itu sangat tidak mungkin,” kata Erdogan dalam wawancara dengan CNN internasional.

“Tayyip Erdogan bersama teman dan rekan-rekannya akan menjadi pihak pertama yang menolak ide tersebut. Kami mempertaruhkan hidup kami untuk rakyat,” tambahnya.

Erdogan mengatakan mereka yang berusaha menggulingkan pemerintahlah yang memicu ide tersebut. “Organisasi teroris Fetullah tersebut kini telah menerima pukulan terbesar yang pernah mereka terima,” katanya.

Usaha pengambilalihan diduga diselenggarakan oleh pengikut Fetullah Gulen – seorang tokoh Turki yang berbasis di pengasingan AS – yang melakukan kampanye lama untuk menggulingkan pemerintah melalui pendukungnya yang berada di Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Erdogan mengatakan ia mengangkat isu ekstradisi Gulen dengan presiden AS.

“Saya sebelumnya telah membuat permintaan ini ke (Barack) Obama, secara lisan,” kata Erdogan. “Tapi, pekan ini permintaan resmi tertulis dari kami juga akan disampaikan ke AS dan juga ke sejumlah negara-negara Barat dan negara-negara Afrika. Kami akan mengirimkan permintaan tersebut secara resmi.”

Ditanya tentang kemungkinan bahwa Washington akan menolak mengekstradisi Gulen, respon Erdogan menunjukkan bahwa sikap yang sama akan terus berlanjut selama dia adalah pemimpin Turki. “Pertama, kita harus mengirimkan permintaan resmi kami. Kami akan meminta ekstradisi. Jika tidak ada respon positif terhadap permintaan resmi tersebut, saya tidak akan membiarkan itu,” katanya.

“Bahkan jika dia (Gulen) adalah warga AS, AS tidak harus menjaga teroris seperti itu,” kata Erdogan.

Pada unjuk rasa pro-pemerintah di Turki akhir pekan ini menyusul kudeta yang gagal, tuntutan dibuat untuk pemulihan hukuman mati bagi komplotan kudeta yang tindakannya menyebabkan hilangnya 208 nyawa dan melukai hampir 1.500 orang lain.

“Masalah ini sekarang dapat dimasukkan dalam agenda parlemen dan dapat dibahas di sana. Kami sebelumnya menghapuskan, tapi kita selalu bisa kembali dan kembali memperkenalkannya,” kata Erdogan.

“Ada kejahatan yang jelas merupakan tindakan pengkhianatan. Permintaan Anda (rakyat Turki) tidak pernah diabaikan oleh pemerintah. Tetapi para pemimpin harus duduk bersama dan mendiskusikannya. Jika mereka menerima untuk mendiskusikannya, kemudian sebagai presiden saya akan menyetujui keputusan apapun yang keluar dari parlemen.

Erdogan mengatakan ia bersama istri, menantu dan cucunya sedang berlibur di Marmaris, sebelah barat daya Turki ketika usaha kudeta terjadi.

“Saya diberitahu bahwa di Istanbul dan Ankara dan beberapa tempat lain ada semacam gerakan yang sedang terjadi. Kami memutuskan untuk pindah,” katanya.

“Ada juga operasi di Marmaris terhadap saya dan dua pengawal terdekat saya menjadi martir, mereka dibunuh. Jika saya terlambat 10 atau 15 menit saja di sana, aku akan terbunuh atau ditangkap.”

Sejak dia mendarat di Ataturk Airport, Istanbul, jet F-16 mulai terbang di atas pesawatnya, kata Erdogan.

Ditanya apakah pada saat itu ia berpikir bahwa ia tidak lagi sebagai presiden Turki, Erdogan mengatakan hal itu tidak pernah ia pertimbangkan. “Tidak ada ide selintas pun di pikiran saya karena saya bersama dengan rekan-rekan saya dan kami tidak pernah memperhatikannya, tidak pernah mengalami kesulitan dalam pikiran.”

Turki menghadapi kritik atas apa yang oleh beberapa pihak dianggap sebagai tindakan keras terhadap pers bebas di sana. Erdogan mengajukan pertanyaan kepada mereka yang menyuarakan klaim tersebut.

“Jika beberapa orang selalu mengatakan pers masih tidak bebas di Turki, maka saya ingin mengatakan ini. Telah ada upaya kudeta di Turki. Ada orang berpihak dengan komplotan kudeta. Ada juga media yang telah melawan kudeta,” katanya.

“Jadi, pertanyaan saya adalah bahwa terhadap media yang mendukung kudeta, akankah sistem peradilan Turki tidak mengambil langkah apapun? Tentu saja akan ada langkah yang diambil. Mengapa? Karena jika Anda bermaksud melakukan sebuah upaya, maka orang-orang yang berpihak pada upaya tersebut harus dibawa ke tempat yang tepat, mendapat perlakuan yang tepat, karena jika tidak, maka warga, orang-orang, akan tertipu oleh informasi yang keliru,” tambahnya.

“Orang-orang itu sendiri yang membawa saya ke posisi ini, jika saya tidak melakukan apa-apa mereka akan menuduh saya bertanggung jawab ketika saatnya tiba.”

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Wikileaks akan Rilis Dokumen Struktur Kekuasaan Politik Turki

4417118a899740128598014716f761cd_18TURKI (Jurnalislam.com)WikiLeaks mengatakan pihaknya berencana merilis dokumen mengenai struktur kekuasaan politik Turki, setelah gagalnya upaya kudeta akhir pekan yang menewaskan ratusan orang, ribuan luka-luka dan lebih dari 7.500 tersangka berada di tahanan.

“Bersiap untuk bertempur saat kita melepaskan lebih dari 100 ribu dokumen tentang struktur kekuasaan politik Turki,” kata WikiLeaks pada hari Senin melalui pakan resmi Twitter-nya, lansir Aljazeera, Senin (18/07/2016).

Angkatan pertama akan berisi 300 ribu email dan 500 ribu dokumen dan sebagian material ada di Turki, kata WikiLeaks.

WikiLeaks juga mengklaim bahwa pemerintah Turki akan berusaha menyensor distribusi dokumen, dan mendesak masyarakat Turki siap memotong setiap upaya pemerintah memblokir akses ke materi.

“Turki kemungkinan akan menyensor untuk mencegah mereka membaca rilis kami sejumlah lebih dari 100 ribu dokumen politik yang mengarah ke kudeta,” kata WikiLeaks di Twitter.

“Kami meminta Turki bersiap dengan melewati sistem sensor seperti TorBrowser dan uTorrent. Dan agar semua orang siap membantu mereka melewati sensor dan mendorong link kami melalui sensor yang akan muncul.”

WikiLeaks kemudian berbagi link untuk browser torrent.

18-1468841430-wikileaks-1Pengumuman itu menyebabkan kegembiraan di Turki dengan adanya ribuan pengguna Twitter berbagi tweet dari WikiLeaks. Tapi opini publik mengenai subjek tersebut terbagi.

Walaupun banyak orang merayakan pengumuman itu dan berpendapat bahwa informasi tersebut akhirnya dapat menumpahkan beberapa detail mengenai upaya kudeta, beberapa orang lain mempertanyakan waktu perilisan dokumen.

Ada yang menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut kemungkinan palsu, dan akan digunakan untuk membuat Presiden Recep Tayyip Erdogan dan pemerintah AKP nya terlihat lemah atau bahkan bersalah.

Beberapa pengguna Twitter Turki juga menuduh WikiLeaks mendukung upaya kudeta. WikiLeaks menanggapi dengan menjaga netralitas dan mendukung untuk membuka akses informasi.

Warga Turki bertanya apakah WikiLeaks adalah pro atau anti-AKP. Tidak. Kami hanya berada di posisi bahwa kebenaran adalah jalan ke depan. 100 ribu lebih dokumen akan memuaskan semua pihak.

Sebuah faksi di militer Turki berusaha melakukan kudeta pada Jumat malam. Dalam adegan dramatis, tank memblokir jembatan di Istanbul, jet terlihat di langit sedikitnya di atas dua kota, dan parlemen serta markas intel diberondong dengan tembakan dari helikopter serang.

Sedikitnya 290 orang tewas dan lebih dari 1.400 lainnya terluka. Erdogan menyalahkan mantan sekutu tingkat tingginya yang berubah menjadi saingan, Fethullah Gulen, atas usaha kudeta.

Perdana Menteri Binali Yildirim mengatakan pada hari Senin bahwa lebih dari 7.500 tersangka telah ditahan sehubungan dengan upaya kudeta.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Pasukan Zionis Tembakkan Rudal Patriot ke Arah Drone dari Suriah

Army-system-integrates-different-radars-for-Patriot-3-interceptor-696x462SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan zionis pada hari Ahad menembakkan rudal ke arah pesawat tak berawak yang memasuki wilayah udara Suriah yang diduduki Israel, kata militer dalam sebuah pernyataan, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (18/07/2016).

“Dua rudal pertahanan udara Patriot ditembakkan ke arah sebuah pesawat tak berawak yang menyusup wilayah udara Israel di pusat Golan Heights. Kemudian drone kembali ke Suriah, “kata tentara zionis.

Seorang juru bicara militer mengatakan tidak diketahui ada korban yang jatuh.

Israel sering merespons tembakan mortir dari perang Suriah di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dengan tank dan mortir dan juga dengan serangan udara, tetapi penggunaan rudal pencegat anti-pesawat Patriot tidak biasanya mereka lakukan.

Sebuah sumber oposisi Suriah di daerah itu mengatakan tentara rezim Suriah telah meluncurkan serangan udara langka di desa al-Shajara sepanjang perbatasan Yordania-Israel.

Dua bulan lalu, Perdana Menteri zionis Netanyahu mengatakan Israel telah melancarkan puluhan serangan di Suriah.

Dataran Tinggi Golan adalah sebuah dataran tinggi strategis yang direbut Israel dari Suriah pada perang Timur Tengah tahun 1967, dan menganeksasinya dalam sebuah langkah yang belum mendapat pengakuan internasional hingga kini.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

 

Serangan Bom Hantam Pos Militer di Mukallah, 9 Pasukan Tewas

downloadMUKALLAH (Jurnalislam.com) – Dua bom mobil meledak di dekat pos pemeriksaan militer di kota tenggara Mukalla, Yaman, menewaskan sejumlah pasukan Yaman dan melukai lebih banyak lagi, sumber mengatakan kepada Al Jazeera, Senin (18/07/2016).

Ledakan pada Senin pagi di pos pemeriksaan yang ditargetkan di timur dan barat kota pelabuhan tersebut adalah bekas basis al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

Jenderal Faraj Salemine mengkonfirmasi serangan tersebut ke kantor berita AFP, mengatakan ledakan bom telah menewaskan sedikitnya lima tentara. Laporan lain mengatakan bahwa sedikitnya sembilan tewas.

Ibukota provinsi Hadramaout, Mukalla telah berada di bawah kendali AQAP selama satu tahun hingga pasukan pro-pemerintah yang didukung pasukan koalisi pimpinan Saudi merebutnya kembali pada bulan April.

Yaman telah dicengkeram oleh perang dahsyat yang meningkat pada bulan Maret tahun lalu ketika koalisi memulai serangan udara terhadap pemberontak Syiah Houthi yang didukung Republik Syiah Iran setelah bagian utara dan tengah negara itu, termasuk ibukota, Sanaa, direbut.

Selama perang al-Qaeda telah memperluas wilayah dan pasukan serta serangan di Yaman.

Pentagon mengatakan pada bulan Mei bahwa jumlah personel militer AS telah dikerahkan di sekitar Mukalla untuk mendukung pasukan pro-pemerintah dalam menghadapi mujahidin AQAP.

Perang Yaman telah menewaskan lebih dari 6.400 orang dan 2,8 juta lainnya menjadi pengungsi sejak Maret tahun lalu.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

 

Operasi Militer Al Shabaab di Somalia Selatan, Belasan Pasukan Gabungan Tewas

0fgjhs62msd3bq04l.r800x600.27200669SOMALIA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 11 tewas dalam bentrokan antara pasukan Somalia yang didukung oleh pasukan Uni Afrika dengan mujahidin al-Shabaab di Somalia selatan, warga setempat mengatakan, lansir World Bulletin, Senin (18/07/2016).

Bentrokan itu terjadi pada Ahad malam ketika mujahidin al-Shabaab melakukan operasi pada sebuah desa yang berada di bawah kendali pasukan pemerintah Somalia di wilayah Bay, Mahmoud Moussa, seorang pembesar desa mengatakan.

Belasan pasukan Somalia dan Uni Afrika, termasuk warga sipil, tewas dalam pertempuran dan banyak lainnya terluka, Moussa menambahkan.

Selama pertempuran hampir setengah penduduk desa meninggalkan rumah mereka, kata beberapa warga.

Tentara Somalia dan pasukan AMISOM PBB mencegat mujahidin al-Shabaab di luar desa. Kedua belah pihak menggunakan senjata berat selama bentrokan itu, kata warga setempat.

Sementara itu, pasukan Uni Afrika yang akan menggantikan tentara Uganda di Somalia tiba di ibukota negara pada hari Ahad, the Somali National News Agency melaporkan.

Bulan lalu Uganda mengumumkan bahwa mereka akan menarik pasukannya dari Somalia. Negara Afrika Timur tersebut menempatkan pasukan terbesar di Somalia.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Erdogan Adakan Percakapan Telepon dengan Kanselir Jerman dan Sekjen NATO

erdogan14ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengadakan percakapan telepon terpisah dengan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Sekjen NATO Jens Stoltenberg pada hari Senin (18/07/2016).

Menurut sumber presiden kepada Anadolu Agency, Senin, yang tidak dapat disebutkan namanya karena alasan keamanan, Merkel mengatakan kepada Erdogan bahwa kudeta 15 Juli yang gagal tersebut tidak dapat diterima dan menyatakan dukungan Jerman untuk pemerintah terpilih Turki.

Sumber presiden menambahkan bahwa Stoltenberg juga mengatakan kepada Erdogan bahwa tidak ada ruang untuk kudeta di negara anggota NATO.

Pada Jumat malam, sebagian unsur militer Turki berusaha untuk menggulingkan pemerintah yang sah dengan paksa. Lebih dari 200 orang tewas dan lebih dari 1.500 lainnya terluka dalam kekerasan berikutnya.

Sembilan puluh sembilan tersangka komplotan diserahkan dalam tahanan di Ankara, atas tuduhan mendirikan sebuah organisasi teroris bersenjata, berusaha untuk menghapuskan tatanan konstitusional dan “pembunuhan disengaja”.

Sebanyak 8.777 personel dipecat dari tugasnya, termasuk 30 pejabat pemerintah, 52 inspektur sipil, dan 16 penasihat hukum, kementerian dalam negeri mengatakan.

Lebih dari 6.000 tersangka telah ditangkap sehubungan dengan upaya kudeta Jumat, termasuk tokoh-tokoh militer dan hakim.

Mereka dituduh memiliki hubungan dengan Fetullah Gulen yang berbasis di AS, yang dikatakan masih melakukan kampanye yang telah lama ia jalankan melawan pemerintah melalui pendukung-pendukungnya yang berada di Turki.

Gulen adalah tersangka utama dalam dua penyelidikan terhadap kudeta oleh jaksa Istanbul, sumber pengadilan mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad dalam kondisi anonimitas karena pembatasan berbicara kepada media.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Inilah Kronologi Lengkap Kudeta Turki

kronologi

TURKI (Jurnalislam.com) – Upaya sejumlah militer Turki untuk menggulingkan pemerintah Recep Tayyip Erdogan dimulai Jumat (15/07/2016) sekitar pukul 22:00 waktu setempat (1900GMT) dan digagalkan pada hari Sabtu (16/07/2016) pukul 20:00.

Sekitar 228 orang berikut prajurit pro-kudeta tewas. Lebih dari 6.000 tersangka termasuk tokoh-tokoh militer dan hakim telah ditangkap sehubungan dengan upaya kudeta hari Jumat.

Menurut pemerintah Turki, kudeta dilakukan oleh pengikut Fetullah Gulen yang berdiam di AS, mengejar kampanye yang telah lama mereka jalankan untuk menggulingkan pemerintah Erdogan melalui pendukung mereka di dalam negara Turki, khususnya militer, polisi dan personil pengadilan.

Berikut adalah kronologi perkembangan (semua sesuai waktu dan setempat) yang berhasil dihimpun Anadolu Agency, Senin (18/07/2016):

15 Juli

22:00 – Tembakan terdengar dari dalam kompleks Staf Umum di Ankara dan helikopter menembaki orang-orang di darat. Tentara mengambil kendali siaran radio negara TRT dan markas Staf Umum di Ankara saat tentara merebut jembatan Bosphorus dan Fatih Sultan Mehmet yang menghubungkan Asia dan Eropa di Istanbul.

23:24 – Sebuah ledakan terdengar di Pusat Operasi Polisi Khusus (the Police Special Operations Center) di Golbasi, di sebelah selatan Ankara.

23:30 – Perdana Menteri Binali Yildirim mengumumkan terjadinya sebuah upaya kudeta di siaran langsung TV.

23:30 – Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar disandera oleh tentara pro-kudeta.

16 Juli

00:00 – Sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Anadolu Agency kudeta sedang dilakukan oleh petugas yang tergabung dalam Organisasi Teroris Fetullah (the Fetullah Terrorist Organization-Feto) yang dipimpin oleh Fetullah Gulen yang tinggal di AS.

00:11 – Presiden Recep Tayyip Erdogan meninggalkan Marmaris, di barat daya Turki, menuju Bandara Internasional Ataturk di Istanbul.

00:13 – pembawa berita TRT dipaksa untuk membaca deklarasi dari para pemimpin kudeta yang mengaku telah menguasai bangsa sebagai Komite Perdamaian di Rumah (the Committee of Peace at Home). Erdogan kemudian memanggil rakyat melalui telepon selular, mendesak warga untuk pergi ke lapangan untuk melawan kudeta dan mempertahankan negara.

00:35 – investigasi kudeta pertama diluncurkan oleh jaksa di Istanbul.

01:01 – Kepolisian Ankara diserang oleh jet dan helikopter.

01:39 – tentara pro-kudeta pertama ditangkap.

02:20 – markas Departemen Pasukan Khusus Golbasi dibom oleh pesawat pro-kudeta, menewaskan 17 polisi dan dua personil operator satelit TURKSAT.

02:30 – 13 tentara, termasuk tiga perwira senior, ditahan ketika mencoba mengambil alih istana presiden di Ankara. Seorang juru bicara Badan Intelijen Nasional mengatakan kudeta telah digagalkan.

02:42 dan 02:49 – Parlemen Turki dibom, melukai sejumlah orang.

03:00 – TRT menyimpulkan penyiaran.

03:20 – Erdogan mendarat di Istanbul.

04:00 – kantor kepala jaksa penuntut umum Ankara memerintahkan penangkapan anggota kepemimpinan kudeta.

04:42 – Helikopter menmebaki hotel di Marmaris tempat Erdogan menetap. Lima polisi terluka dalam baku tembak dengan pasukan.

05:20 – Yildirim mengatakan dalam tweet-nya bahwa 130 tentara telah ditangkap dan seorang jenderal pemberontak tewas.

06:30 – angkatan udara Turki menjatuhkan helikopter militer di Golbasi yang digunakan untuk mengebom kantor satelit TURKSAT

06:52 – Panglima Pertama Angkatan Darat Jenderal Umit Dundar ditunjuk sebagai penjabat kepala staf dalam ketiadaan Akar.

07:10 – Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa lebih dari 330 anggota Feto telah ditahan.

07:35 – Lebih dari 750 personel militer ditahan atas tuduhan kudeta.

08:17 – Kepala Staf Komando Angkatan Darat Aegean Mayor Jenderal Memduh Hakbilen ditahan di Izmir

08:32 – Akar diselamatkan dari pasukan pro-kudeta.

08:36 – Polisi operasi khusus Turki menangkap Komandan Umum Polisi, tentara pro-kudeta dinetralisir

09:32 – Sekitar 1.370 tersangka anggota militer Feto ditahan.

09:40 – 200 tentara menyerah kepada polisi di Ankara.

09:44 – Kematian 90 orang selama kudeta yang gagal terungkap oleh otoritas. 1154 lainnya terluka.

09:46 – Tuduhan Pengkhianatan diletakkan terhadap komandan angkatan udara pensiunan Jenderal Akin Ozturk dan Letnan Jenderal Metin Iyidil, komandan Pelatihan Angkatan Darat dan Komando Doktrin (the Land Forces Training and Doctrine Command).

09:56 – 1.563 terduga anggota Feto ditangkap.

09:58 – reses Yudisial dibatalkan.

10:07 – 700 tentara menyerah kepada polisi di Ankara.

10.15 – Komandan Brigade Ranger 49 Bingol Jenderal Yunus Kotaman dan Komandan Brigade Ranger 2 Bolu Jenderal Ismail Guneser ditahan

10:22 – tentara Pro-kudeta di daerah meninggalkan Marmaris.

10:34 – Sekelompok perwira senior yang ditahan oleh komplotan setelah menolak bergabung dengan kudeta dibebaskan.

10:37 – Yildrim mengumumkan bahwa Akar bertugas di kediaman perdana menteri Cankaya Palace.

10:59 – Menteri Dalam Negeri Efkan Ala memecat Komandan Penjaga pantai Laksamana Hakan Ustem

11:27 – Pasukan Kudeta di markas besar General Command meminta negosiasi untuk menyerah.

12:04 – 200 tentara ditangkap di markas besar General Command.

12:56 – Tiga jaksa menerima penyerahan pasukan di markas besar General Command.

12:57 – Yildirim mengatakan 161 orang syahid, 1.440 terluka saat kudeta. 2.839 personil militer yang terlibat dalam upaya kudeta ditangkap.

12:37 – 2.745 hakim dipecat atas dugaan terkait upaya kudeta.

15:26 – 10 anggota Dewan Negara, pengadilan administrasi tertinggi Turki, ditangkap.

16:08 – kantor kepala jaksa penuntut umum Ankara mengeluarkan perintah penahanan terhadap 11 anggota Mahkamah Agung dan empat anggota Dewan Hakim dan Jaksa Agung atas tuduhan berhubungan dengan kudeta.

17:00 – Yildirim menyerukan sesi luar biasa parlemen Turki.

20:02 – Sebuah operasi di pangkalan udara Akinci di barat laut Ankara berakhir. Pangkalan udara tersebut sebelumnya menjadi markas kudeta.

20:50 – Komandan Polisi Jenderal Galip Mendi telah diselamatkan oleh operasi (melawan upaya kudeta) di Komando Pangkalan Jet Utama ke-4 di baratlaut Ankara

21:57 – kantor kepala jaksa penuntut umum Ankara menuntut penangkapan 2.745 hakim yang dipecat.

Kolonel AS, Ralph Peters: Orang yang Lakukan Kudeta Turki Berada di Pihak Kita (AS)

694940094001_5037803724001_21b5df84-e08a-4e18-8ec9-c59d3663d16f

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Seorang perwira Angkatan Darat Amerika Serikat, Kolonel Ralph Peters mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka yang melancarkan kudeta di Turki sebenarnya adalah pihak yang baik dan berada dipihak AS, lansir World Bulletin, Ahad (17/07/2016).

Dalam sebuah pernyataan, Peters berpikir bahwa, “Obama seharusnya menutup mulut saja, karena orang-orang yang melakukan kudeta ini berada di pihak kita.”

Kolonel Peters melanjutkan, “Situasi ini memang keruh. Kita tidak akan tahu sampai awal Sabtu pagi siapa yang benar-benar.. Yang telah benar-benar menang … Tapi gambaran makronya sangat, sangat jelas. Kudeta ini adalah kesempatan terakhir Turki untuk menghindar menjadi kekuasaan otoriter Islam. Sebuah kekuasan Islamis. Kita seharusnya tidak membuat kesalahan. Orang-orang yang meluncurkan kudeta ini adalah orang dipihak kita.”

Peters sebelumnya mengatakan tentang pemerintah Turki yang terpilih secara demokratis ketika berbicara dengan saluran Fox News.