Milisi Kurdi Kuasai Sejumlah Besar Wilayah Kota Manbij

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Demokratik Suriah (Syria’s Democratic Forces-SDF) yang didukung oleh Amerika Serikat telah menguasai sejumlah besar lingkungan barat, selatan dan timur kota Manbej sedangkan lingkungan utara masih di bawah kendali kelompok Islamic State (IS),

Milisi SDF Kurdi menguasai keamanan alun-alun, lingkungan “al-TBBA” dan bundaran “al-Kora” serta pusat kota, menurut sumber-sumber lokal untuk jaringan ElDorar AlShamia, Senin (08/08/2016).

Lingkungan “al-Serbia” dan “jalan Jarablos” masih di bawah kendali mereka.

Sumber menambahkan bahwa SDF gagal menyerang wilayah “Jouret al-Arayes” pada Senin pagi dengan bom mobil.

Laporan juga mengatakan bahwa puluhan keluarga sipil yang terjebak di wilayah “alSerb dan jalan Jarablos, melarikan diri dari wilayah pertempuran yang sedang berlangsung antara milisi SDF dan kelompok IS.

 

 

Ustadz Farid Okbah: Syiah Terus Bergerak karena Seytan Tidak Pernah Tidur

unnamedSERANG (Jurnalislam.com) – Senyapnya isu pemberitaan tentang Syiah sangat disayangkan oleh Ustadz Farid Ahmad Okbah, menurutnya Syiah kini malah semakin leluasa bergerak dan masyarakat tidak menyadarinya.

“Mereka tetap bergerak, tetap jalan, mulai dari kaderisasi hingga kegiatan keagamaannya,” kata Ustadz kepada Jurnalislam.com di Majid At Taubah Serang, Sabtu (6/8/2016).

Tokoh Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) itu menyayangkan menurunnya ekspos media tentang Syiah. Padahal, sedikitnya ada puluhan perseteruan antar Syiah dan Sunni.

“20 kali Syiah bentrok dengan Ahlu Sunnah, ada yang sampai pengadilan seperti kasus Sampang, terbukti jelas syiah salah secara yuridis,” terang Inisiator MIUMI itu.

“Jangan dibiarkan seperti PKI, terlihat senyap tapi mereka bergerak,” sambungnya.

Oleh sebab itu, Ustad Farid mengajak umat untuk terus membentengi dari pemahaman sesat Syiah dengan baik. Karena, Syi`ah seperti bom waktu yang suatu saat akan meledak.

“Syiah digerakan oleh gerakan internasional, timur tengah,sekarang merebak di negara Afrika, aparat harus siaga” tegasnya.

Pakar Syiah itu menuntut kewaspadaan umat Islam akan Syiah, karena kebathilan tidak pernah tidur.

“Yang namanya seytan tidak pernah berhenti menyerukan kesesatannya, Syiah itu bagian dari kerja seytan,” pungkasnya.

 

Reporter: Fajar | Editor: Deddy | Jurnalislam

 

26.561 Calon Jamaah Haji Jateng dan DIY Berangkat dari Embarkasi Solo

20160808_133016SOLO (Jurnalislam.com) – Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Solo akan melepas 26.561 calon haji (calhaj) asal Jawa tengah (Jateng) dan Yogyakarta. Mereka dibagi 74 kloter keberangkatan dari Embarkasi Solo yang dimulai besok selasa (9/8/2016).

Menurut Agus Widakdo, Kasubag Penerangan Humas dan Protokoler Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengatakan sekitar 23.717 orang berasal dari Jateng, sisanya dari Yogyakarta, dan petugas sebanyak 370 orang.

“Yang dari Jateng 23.717 dan DIY 2.474 mungkin beda yang kami sampaikan kemarin karena kita belum rapat koordinasi, Jadi angkanya agak beda dengan kemarin karena ada pengambilan data yang belum fix” katanya pada Jurnalislam.com, senin (7/8/2016).

Agus menuturkan keberangkatan Kloter 1 akan diawali Selasa tanggal 9 Agustus, sedang Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng yang akan memimpin upacara pelepasan calhaj.

“Kloter pertama Besok mulai keberangkatan, jam 16:40 sesuai jadwal kita dan in syaAllah pelepasan oleh pak Gubernur, jumlah ada 355 jama’ah dari Kabupaten Tegal dan 5 petugas” ujarnya.

Agus menambahkan bahwa ratusan kamar yang ada di gedung Makkah dan Madinah sebagai asrama, sedangkan gedung Jeddah untuk penerima haji dan gedung Muzdalifah untuk pemberangkatan. “Untuk persiapan baik catering dan penginapan, semua sudah dikoordinasikan secara baik” pungkasnya.

 

Reporter: Dyo | Editor: Deddy | Jurnalislam

Rudal Balistik Rezim Assad Hantam Pemukiman Warga Aleppo, 6 Tewas

swrykh_0

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan Syiah Nushairiyah Assad pada hari Senin (08/08/2016) melakukan pembantaian terhadap warga sipil di kota “Darat Azza” di pedesaan barat Aleppo saat mereka menargetkan kota dengan rudal balistik, ElDorar AlShamia melaporkan.

Sebuah rudal balistik jatuh sore ini di daerah pemukiman; menewaskan enam warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya, serta menimbulkan kerusakan yang signifikan di wilayah tersebut, sumber media melaporkan.

Pasukan rezim Assad menargetkan kota malam ini dengan empat rudal balistik sementara jumlah korban sipil tidak diketahui.

Pesawat tempur al-Assad melancarkan serangan berat selama sepuluh hari terakhir di pedesaan barat Aleppo yang sebagian besar difokuskan pada kota “Atareb” yang penduduknya paling banyak mengungsi.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Mujahidin Suriah Rebut kembali Basis Strategis di Latakia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Mujahidin Suriah merebut Shalaf Citadel di wilayah Jabal al-Akrad di barat laut Suriah setelah pertempuran sengit dengan pasukan rezim Nushairiyah Assad, menurut sumber-sumber lokal.

Sumber mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin (08/08/2016) bahwa benteng di pedesaan bagian utara Latakia yang dikuasai pasukan rezim Syiah Assad telah jatuh ke pejuang Suriah menyusul ke serangan darat pada hari Ahad.

“Para pejuang melancarkan serangan balik dan berhasil mendapatkan kembali kontrol atas benteng yang terletak dekat kota strategis Kinsabba,” sumber menambahkan pada kondisi anonimitas karena masalah keamanan.

Sumber melaporkan korban jatuh di kedua belah pihak, tapi menolak memberikan rincian.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang luluh lantak akibat perang tersebut, menurut PBB.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun tersebut lebih dari 470.000 orang.

 

 

70 Tewas dan 103 Terluka dalam Ledakan di Rumah Sakit Pakistan

pakistan

KARACHI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 70 orang tewas oleh serangan bunuh diri di sebuah rumah sakit di barat daya Pakistan Senin (08/08/2016), menurut seorang pejabat senior, lansir Anadolu Agency.

Balochistan Home Minister Safraz Bugti mengatakan 103 orang juga terluka akibat bom bunuh diri di ibukota negara, Quetta.

Ledakan itu menghantam beberapa saat setelah sekelompok pengacara membawa tubuh rekan Bilal Kasi, presiden Asosiasi Balochistan, setelah dia ditembak mati oleh penyerang tak dikenal di Quetta awal pagi hari.

Sebagian besar pengacara tewas dan terluka, Anwar ul-Haq, juru bicara pemerintah negara bagian Balochistan, mengatakan kepada wartawan.

Irfan Saeed, seorang saksi mata, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa ledakan itu terjadi di tengah-tengah kerumunan yang berkumpul di luar bangsal darurat rumah sakit. Dia mengatakan beberapa mayat tergeletak di lantai rumah sakit saat staf berlari menyelamatkan diri dari ledakan.

Perdana Menteri Nawaz Sharif menyebut ledakan itu “pengecut” dan berjanji bahwa pemerintah dan pasukannya akan meneruskan upaya mereka untuk mengalahkan militan yang berbasis di negara ini.

Pemerintah daerah menyatakan keadaan darurat dan siap memindahkan korban yang terluka ke rumah sakit swasta.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Ustadz Farid Okbah: Toleransi Itu Terkait Hubungan Sesama Manusia Bukan dalam Agama

unnamed

SERANG (Jurnalislam.com) – Toleransi itu terkait hubungan sesama manusia bukan dalam urusan agama, menurut pemerhati dunia Islam Ustadz Farid Ahmad Okbah definisi toleransi musti dikaji kembali.

“Toleransi dalam Islam itu sebatas hubungan antar sesama manusia tidak terkait dengan agama. Kalau agama lakum dinukum waliyadin,” katanya kepada Jurnalislam di Masjid At Taubah, disela-sela acara kajian Ilmiyah, “Komitmen Iqomatudin”, Serang, Sabtu (6/8/2016).

Pengasuh ponpes Al Islam Bekasi itu mengatakan, agar tercipta sebuah toleransi, seharusnya tidak saling mengganggu keyakinan yang lain dan hubungan antar agama harus baik.

Namun sangat disayangkan, lanjut dia ketika umat Islam dengan ajarannya tidak pernah menyakiti orang lain, dimanfaatkan agama lain untuk menjadi objek empuk untuk diprovokasi dan disakiti.

“Kejadian di Tanjungbalai kemarin karena umat Islam selalu menjadi objek yang disakiti, terlebih ketika berbicara urusan masyarakat memang sulit dikendalikan,” ujar pakar Syiah itu.

Ulama yang cukup disegani di luar negri ini tetap menyesalkan peristiwa di Tanjungbalai terjadi.

“Tapi saya melihat kejadian itu menggambarkan rapuhnya struktur masyarakat kita. Mulai dari gap antara si kaya dan si miskin, banyaknya ketidak adilan disusul dengan kedzoliman dan terkebirinya mayoritas oleh minoritas,” tegasnya.

Seperti efek domino, peristiwa Tanjung balai makin menyeruak. Banyak yang membicarakan wacana pelarangan adzan di sosmed. Hal ini dikomentari oleh Ustadz Farid, menurutnya itu sangat berlebihan.

“Apakah karena satu orang seluruh umat Islam harus nurut sama dia? Kapan adanya dia dan kapan adanya umat Islam,” ujarnya.

“Minoritas harus tau diri, ini negara mayoritas Islam bukan malah ngatur – ngatur begitu,” sambungnya.

Menurutnya, perintah adzan itu sangat mulia, membuat orang shalat di Masjid dan membuat orang tahu akan waktu shalat.

“Ini murni kebencian dan kedengkian mereka terhadap kita (Islam), kita tidak inginkan minoritas yang tidak tahu diri. Sebenarnya yang tidak toleran itu mereka,” pungkasnya.

 

Reporter: Fajar | Editor: Deddy | Jurnalislam

Perundingan Damai Gagal, Koalisi Arab Hidupkan Kembali Operasi Militer di Yaman

b5d9a1ff-ce53-4139-a2a2-73a00ebc164c_16x9_788x442YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang juru bicara militer mengatakan hari Sabtu bahwa Koalisi Arab yang dipimpin Saudi akan menghidupkan kembali Operasi Memulihkan Harapan (Operation Restoring Hope) setelah pembicaraan damai Yaman di Kuwait berakhir di hari yang sama tanpa hasil yang nyata, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad (07/08/2016).

“Karena operasi yang dimulai pada tanggal 21 April 2015 tersebut masih aktif, maka Operation Restoring Hope akan dihidupkan kembali,” Brig. Jenderal Saudi Ahmed Al-Asiri, juru bicara Koalisi Arab, mengatakan kepada Al Hadath, afiliasi saluran Al Arabiya.

Operasi itu diluncurkan untuk mendukung upaya-upaya politik dan perdamaian tapi tanpa mengesampingkan penggunaan kekuatan. Operasi ini mengikuti operasi militer Operation Decisive Storm.

Asiri, yang juga penasehat menteri pertahanan Arab, mengatakan milisi Houthi yang didukung Republik Syiah Iran menganggap akhir dari pembicaraan damai Yaman di Kuwait sebagai “kesempatan” untuk memperluas operasi mereka.

Dia mengatakan bahwa setelah penangguhan pembicaraan antara kedua belah pihak Yaman yang bertikai, Syiah Houthi mulai meluncurkan operasi di perbatasan Saudi.

Brigadir jenderal mengatakan saling tembak menyusul agresi Houthi menyebabkan terbunuhnya seorang tentara Saudi di perbatasan, mengulangi bahwa kerajaan tidak akan mentolerir pelanggaran tersebut.

Dia menambahkan “Kami telah menekankan bahwa Operation Restoring Hope memiliki tiga dimensi mendasar: Militer dan politik, serta bantuan dan kemanusiaan. Operasi ditangguhkan untuk memberikan kesempatan bagi momentum pembicaraan … dan untuk menunjukkan dukungan penuh kepada PBB dan utusannya melalui gencatan senjata yang telah diminta dari waktu ke waktu. Hal ini dihormati oleh koalisi dan pemerintah Yaman dengan harapan keberhasilan negosiasi.”

Asiri mengatakan, “Masalah yang harus dijelaskan kepada semua pihak adalah bahwa pemberontak Houthi gagal dalam menangani secara positif semua peluang yang disajikan kepada mereka oleh pemerintah yang sah melalui Utusan PBB. Dan milisi sekarang berusaha untuk mencapai beberapa keuntungan militer di wilayah Yaman. Mereka menemukan diri mereka di jalan buntu. Kebuntuan tidak mencapai keberhasilan politik atau militer apapun. Oleh karena itu koalisi berkomitmen untuk mendukung pemerintah yang sah dan tentara nasional dalam upaya mengembalikan kontrol atas sebagian besar wilayah yang saat ini dipegang oleh milisi Houthi.”

Dia menambahkan “Pada saat yang sama angkatan bersenjata dan penjaga nasional melanjutkan tugas mereka dalam melindungi perbatasan kerajaan Saudi Arabia. Ini adalah masa depan yang kita kerjakan. Operation Restoring Hope akan aktif kembali.”

Pada hari Sabtu, utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed mengumumkan akhir pembicaraan damai Yaman di Kuwait, tetapi mengatakan negosiasi antara kedua belah pihak Yaman yang bertikai akan dilanjutkan dalam sebulan.

Utusan menolak bahwa pembicaraan di Kuwait telah gagal, dan mengkritik setiap langkah-langkah “sepihak” yang diambil oleh salah satu dari dua belah pihak.

Tapi dia tidak menyebutkan kelanjutan tentang bagaimana Houthi dan pasukan yang setia kepada Saleh, pada hari Sabtu menunjuk dewan yang dibentuk untuk mengatur Yaman, yang merupakan pukulan baru bagi perundingan perdamaian yang dimediasi PBB.

Aliansi milisi mengumumkan pembentukan dewan pada tanggal 28 Juli, langkah yang dikecam oleh pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Ould Cheikh Ahmed mengatakan sebelumnya bahwa langkah itu akan merusak pembicaraan dan merupakan “pelanggaran berat” terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Lagi, Serangan Udara Targetkan Rumah Sakit di Idlib, 10 Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 10 orang, termasuk tiga anak dan empat wanita, tewas dalam serangan udara di sebuah rumah sakit di provinsi Idlib di barat laut Suriah yang dikuasai mujahidin Suriah.

Reporter Al Jazeera Adham Abu Hossam, Ahad (07/08/2016), melaporkan dari lokasi serangan di Meles, sebuah kota berjarak sekitar 15 km dari kota Idlib, mengatakan bahwa serangan Sabtu kemarin juga meninggalkan banyak korban dalam kondisi kritis.

“Kerusakan di mana-mana. Rumah sakit ini telah ditargetkan dengan empat serangan udara berturut-turut,” katanya, menambahkan bahwa tim penyelamat terus mencari korban.

Kelompok kemanusiaan telah berulang kali menyerukan penghentian serangan pada fasilitas medis.

Kelompok oposisi Suriah mengatakan pasukan Suriah dan Rusia sengaja menargetkan bangunan medis.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), sebuah kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, juga melaporkan serangan udara, dan mengatakan belum jelas apakah jet pemerintah Rusia atau Suriah yang menargetkan rumah sakit itu.

“Rumah sakit saat ini benar-benar kewalahan. Menurut dokter yang bekerja di dalamnya, rumah sakit digunakan untuk melayani 70.000 orang di daerah ini,” kata reporter Al Jazeera, Hossam.

“Ini bukan satu-satunya rumah sakit yang ditargetkan oleh serangan udara rezim Syiah Suriah dan Rusia hari ini.

“Mereka juga menargetkan sebuah rumah sakit di Sarmin (juga di provinsi Idlib) dan sekarang tidak dapat beroperasi. Rumah sakit lain juga ditargetkan dalam beberapa hari terakhir.”

Badan amal medis Suriah American Medical Society (SAMS) mengatakan bahwa Juli merupakan bulan terburuk bagi serangan terhadap pusat-pusat medis sejak awal konflik lima tahun Suriah.

“Ada 43 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Suriah pada bulan Juli – lebih dari satu serangan setiap hari,” kata sebuah pernyataan SAMS.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

5 Juta Orang Hadiri Pawai Bersejarah Turki

thumbs_b_c_822c81949fc88a893a612703bee90dac

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Diperkirakan lima juta orang menghadiri pawai Demokrasi dan Martir (the Democracy and Martyrs’ Rally) di Istanbul, pada hari Ahad (07/08/2016), menurut Departemen Kepolisian Turki, lansir Anadolu Agency.

Pawai tersebut diyakini menjadi aksi politik dengan jumlah hadirin terbesar di mana pun di dunia.

Begitu banyak orang-orang yang berkumpul di dekat panggung pawai Yenikapi, Kennedy Street, distrik Eminonu dan Zeytinburnu.

Jutaan orang dari semua distrik Istanbul berbondong-bondong ke Yenikapi. Angkutan umum, termasuk sistem transportasi metro, bus dan layanan feri memberikan bebas biaya untuk semua orang di kota. Pemerintah kota Istanbul juga membagikan lima juta botol air dan satu juta paket makanan gratis untuk para peserta. Pemerintah kota menyediakan jasa 7.000 bus; 203 kapal dan 10 kapal feri yang juga tersedia untuk para peserta.

Langkah-langkah keamanan yang ketat dikerahkan di tempat selama pawai; sekitar 25.000 personil polisi dikerahkan, sementara 728 tenaga kesehatan juga siaga di alun-alun. Helikopter juga berada di atas pawai saat perahu keamanan tetap waspada; 22 mesin X-Ray dan 165 gerbang dengan detektor logam berada di tempat untuk pemeriksaan keamanan.

Selain pasukan keamanan, dikerahkan juga 2.500 penjaga kota dan 900 pembersih serta 500 asisten yang bertugas selama reli.

Lebih dari 100 ambulans siap siaga; satu ambulans laut dan 20 truk pemadam kebakaran juga telah disediakan. Sementara itu, 50 bus digunakan untuk mengangkut orang-orang cacat.

Erdogan adalah pembicara terakhir yang berbicara di depan kerumunan besar. Ini adalah pertama kalinya para pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Partai Republik Rakyat (CHP) dan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) berada di satu panggung.

Kepala Staf Umum Jenderal Hulusi Akar dan ulama top Turki Mehmet Gormez juga hadir.

Acara Yenikapi adalah puncak unjuk rasa selama seminggu yang diadakan di kota-kota di seluruh negara itu sejak kudeta dikalahkan, yang menyebabkan 240 orang tewas dan melukai hampir 2.200 orang lainnya.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta itu diselenggarakan oleh pengikut Fetullah Gulen, yang tinggal di pengasingan di AS sejak tahun 1999.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam