Menlu AS: Myanmar, Pelanggar Perdagangan Manusia Terburuk di Dunia

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Myanmar adalah salah pelanggar perdagangan manusia terburuk di dunia, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS yang dirilis Kamis (30/06/2016), lansir Anadolu Agency.

Sebuah laporan tahunan Trafficking Persons in Report yang memeriksa upaya 188 negara untuk melawan industri perbudakan modern senilai $ 150.000.000.000 dirilis oleh Menteri Luar Negeri AS, John Kerry.

Kerry mengatakan sangat menakjubkan dan keterlaluan bahwa bahkan pada hari ini besarnya tantangan perdagangan manusia tersebut tidaklah berlebihan dan mengklaim terdapat lebih dari 20 juta korban pada waktu tertentu.

Kerry memuji laporan dengan mengatakan bahwa laporan itu adalah analisis rinci dari tantangan terhadap isu trafficking dan juga sebuah peta jalan tentang bagaimana mengatasi tantangan ini.

Salah satu fokus laporan adalah penurunan peringkat Myanmar ke tingkat 3 dari watch list – yang merupakan peringkat terburuk dari laporan peta dunia tiga tingkat. Sejak 2011, Myanmar terdaftar dalam posisi ke-2 dalam laporan tahunan.

Para pejabat militer dan sipil di Myanmar memaksa warga sipil, termasuk anak-anak, untuk bekerja, menurut laporan yang mengatakan tentara rekrutaan dan broker sipil merekrut anak-anak ke dalam angkatan bersenjata negara.

Kerja paksa bukan satu-satunya masalah yang menyebabkan Myanmar berada dalam daftar.

Penolakan negara atas status hukum untuk Muslim Rohingya juga meningkatkan kerentanan Rohingya dalam hal perdagangan manusia, menurut laporan tersebut.

Rohingya dijelaskan oleh PBB sebagai kelompok Muslim minoritas di Myanmar yang paling teraniaya di dunia.

Kelompok Muslim tersebut telah menjadi target kekerasan komunal di Myanmar dan puluhan ribu telah meninggalkan negara tersebut.

Sejak 2012, kekerasan komunal antara etnis Buddha dan kaum Muslim di negara bagian Rakhine telah menewaskan sekitar ratusan kaum Muslim dan puluhan orang Buddha sementara sekitar 100.000 orang telah mengungsi di kamp-kamp dan lebih dari 2.500 rumah dibakar – yang sebagian besar milik Muslim Rohingya.

Mei lalu, Kerry menekan Menteri Luar Negeri Myanmar, Aung San Suu Kyi, untuk menjaga Muslim Rohingya.

Seiring dengan Myanmar, Uzbekistan, Djibouti, Haiti, Papua New Guinea, Sudan, Suriname dan Turkmenistan juga masuk dalam daftar. Saat ini, 27 negara terdaftar di posisi 3.

 

 

Puluhan Tentara Rekrutan Afghanistan Tewas dalam Serangan Taliban di Kabul

afghan_police_recruitKABUL (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah akademi militer di dekat ibukota, Kabul, yang menewaskan puluhan rekrutan.

Sedikitnya 27 tentara rekrutan tewas dan 40 lainnya terluka dalam ledakan martir, seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada kantor berita Reuters, Kamis (30/06/2016).

Mousa Rahmati, gubernur distrik Paghman, mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan hari Kamis terjadi sekitar 20km sebelah barat Kabul.

Dia mengatakan para trainee sedang menuju ke ibukota dari pusat pelatihan di provinsi Wardak.

Taliban mengatakan mereka berada di belakang serangan dalam email yang dikirim ke The Associated Press melalui juru bicara Zabihullah Mujahid.

Mantan anggota parlemen Afghanistan Daoud Sultanzoy mengatakan jumlah korban tewas dalam serangan Taliban yang sangat terkoordinasi dan direncanakan dengan baik tersebut diperkirakan bertambah.

“Penyerang (Taliban) memiliki informasi yang cukup untuk melakukan serangan ini secara terencana,” katanya kepada Al Jazeera.

Serangan itu adalah serangan besar terakhir yang dilakukan oleh Taliban dan terjadi hanya sembilan hari setelah 14 pasukan Nepal tewas dalam serangan bom martir di minibus mereka, juga di kota.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Taliban Sergap Konvoi Militer di Provinsi Wardak, 9 Tewas dan 4 Tank Hancur

_44915033_bikes_466WARDAK (Jurnalislam.com) – Sedikitnya empat pasukan boneka tewas dan terluka ketika Mujahidin Imarah Afghanistan menyergap konvoi musuh di ibukota provinsi Wardak pada hari Ahad, Al Emarah News melaporkan Ahad (26/06/2016),

Tiga tank lapis baja juga hancur dalam operasi hari Ahad.

Awal hari ahad, 4 pasukan boneka dan beberapa dari mereka terluka dalam bentrokan dengan Mujahidin di distrik Abad Syed provinsi Wardak. Sebuah kendaraan juga hancur dalam pertempuran itu.

Bentrokan dengan musuh Sabtu malam dan dini hari di distrik Abad Syed berakibat tewasnya sejumlah tentara musuh.

Seorang warga sipil juga terluka ketika musuh menembaki desa secara membabi buta.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Markas Strategis Arbaki di Dehrawod Dikuasai Taliban

uruzgan-1432366461URUZGAN (Jurnalislam.com) – Sebuah pangkalan militer milik pasukan bayaran (Arbaki) yang terletak di daerah Lakhshak direbut setelah serangan Mujahidin kemarin, Al Emarah News melaporkan, Jumat (24/06/2016).

Banyak kendaraan dan beberapa peralatan logistik disita.

Basis dalam lokasi yang sangat penting tersebut adalah basis strategis kedua yang dikuasai Mujahidin.

Laporan lain mengatakan bahwa orang-orang upahan menewaskan 2 warga desa dan melukai 3 orang lainnya serta membakar kendaraan dan 5 sepeda motor dalam serangan malam di daerah Dehzak kabupaten Dehrawod semalam.

Sementara di Herat para pejabat mengatakan sebuah tank musuh dihancurkan oleh tembakan RPG dan 2 orang lain dengan serangan bom pinggir jalan di tengah penyergapan Mujahidin dekat dengan Masjid Mula Abdul Sattar setelah Mujahidin memasuki wilayah Bazar distrik Shindand dengan teknik menyusup tengah malam kemarin, menewaskan 3 pasukan bersenjata di tempat dan meninggalkan 6 orang lainnya mengalami luka mematikan.

Juga di Shindand seorang pria bersenjata tewas di tengah pemboman Mujahidin di daerah Pusht Shehar sekitar pukul 05:00 dini hari tadi.

Semua pujian hanya milik Allah saja, tidak ada korban di pihak Mujahidin dalam operasi itu.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Pangkalan Militer Arbaki Diserang Taliban, 16 Pasukan Tewas

internasional-distrik-khar-khordi-char-chino-kembali-kepangkuan-imarah-islam-afghanistan-2425-lHERAT (Jurnalislam.com) – Sebuah laporan terbaru datang dari kabupaten Pashtun Zarghon yang tengah melangsungkan serangan musim semi ‘Operasi Omari’, Mujahidin melakukan serangan terhadap basis utama Arbakis di daerah Ab Germak Selasa dini hari tadi, Al Emarah News melaporkan, Selasa (21/06/2016).

Serangan menggunakan senjata berat dan ringan terus berlangsung intens sampai sore hari, hingga basis dikuasai menewaskan 16 pasukan boneka di dalam dan memaksa yang lainnya melarikan diri meninggalkan mayat di arena pertempuran.

Lebih dari 20 senapan, 3 peluncur RPG, 6 sepeda motor dan peralatan perang lainnya disita.

Namun klaim bahwa musuh menewaskan 6 Mujahidin tidak berdasar, karena musuh membuat klaim tersebut untuk menaikkan moral pasukan mereka. Hanya 3 Mujahidin yang syahid dalam operasi itu.

Sementara di distrik Jowand pada sekitar pukul 4:00 waktu setempat hari yang sama seorang Mujahid penyusup menembaki pasukan bayaran di dalam pos pemeriksaan di wilayah Poli Shah, menewaskan 5 pasukan boneka di tempat dan menyebabkan satu orang lain menderita luka serius.

Kemudian ia juga syahid dalam baku tembak (Semoga Allah menerima dia).

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Taliban Bantah Gubernur Imarah Provinsi Ghazni Tewas dalam Serangan Udara

talibanmilitants--621x414GHAZNI (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) membantah klaim pemerintah Kabul bahwa gubernur Imarah untuk provinsi tenggara yang penting, Ghazni, tewas akhir pekan lalu dalam sebuah serangan udara. Ghazni dikenal sebagai tempat berlindung bagi Taliban dan sekutunya, al Qaeda, The Long War Journal melaporkan, Selasa (21/06/2016).

Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengklaim pada 18 Juni bahwa Mullah Mohammad Qasim dan beberapa mujahidin Taliban yang dirahasiakan jumlahnya terbunuh dalam serangan udara di distrik Aab Band, Ghazni. Serangan juga menghancurkan beberapa kendaraan dan sepeda motor.

“Menurut MoI (Kementerian Dalam Negeri), Mullah Qasim memiliki peran utama dalam kegiatan Taliban di berbagai bagian provinsi Ghazni dan kematiannya akan memiliki hasil positif pada situasi keamanan provinsi,” kata Khaama Press.

Taliban dengan cepat membantah laporan kematian Qasim. Juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid menolak laporan bahwa Qasim terbunuh, dan menggambarkan klaim Kementerian Dalam Negeri tersebut sebagai “propaganda musuh.”

“Kami sangat menolak propaganda musuh. Tidak ada yang terjadi kepada gubernur Ghazni kami Mawlawi Mohammad Qasim Samim; beliau masih hidup dan sibuk dengan pekerjaan jihad,” kata Mujahid dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis situs Taliban berbahasa Pashto, Voice of Jihad.

Mujahid mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan telah berulang kali “menyebarkan rumor palsu kemartiran pejabat provinsi dan kabupaten Imarah Islam yang, terima kasih kepada Allah, terbukti salah.”

Selain itu, ia menolak klaim pemerintah bahwa Mullah Rahmatullah Najib (Najibuallah), gubernur bayangan untuk provinsi Logar, dibunuh oleh pasukan Afghanistan pekan lalu.

Qasim dan Najib baru-baru ini berduka atas hilangnya Syeikh Mullah Mansour, Amir Taliban sebelumnya yang syahid, dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS di Baluchistan, Pakistan, dan bersumpah setia kepada Syeikh Mullah Haibatullah, pemimpin baru Taliban. Setelah kematian Syeikh Mansour, Taliban mengatakan bahwa penargetan pemimpin tinggi mereka tidak akan menghalangi kelompok berjihad mencapai tujuannya untuk membangun kembali Imarah Islam Afghanistan. Serangan udara tersebut juga tidak akan membuat mereka menegosiasikan penyelesaian damai konflik berusia 15 tahun.

Ghazni adalah provinsi kunci untuk Taliban dan al Qaeda. Provinsi ini adalah benteng kedua kelompok. Taliban diduga mengendalikan sedikitnya satu kabupaten (Nawa) dan memperjuangkan dua kabupaten lain (Arjistan dan Ghazni), menurut data yang dikumpulkan oleh The Long War Journal.

Syeikh Usamah bin Laden menganggap Ghazni menjadi medan strategis. Ghazni adalah salah satu dari empat provinsi yang disebutkan oleh Syeikh bin Laden sebagai lokasi pindah bagi para pemimpin al Qaeda dan pasukannya untuk menghindar serangan drone AS yang semakin intensif di wilayah kesukuan Pakistan pada tahun 2010. Syeikh Usamah Bin Laden menyatakan bahwa Ghazni, Zabul, Nuristan, dan Kunar cocok sebagai tempat bagi anggota al Qaeda sebagai kekuatan dan medan Taliban.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Stasiun TV Pemerintah Rusia Tayangkan Penggunaan Cluster Bomb di Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Sebuah saluran televisi Rusia menyiarkan rekaman yang menunjukkan pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara di Suriah dengan menggunakan bom terlarang, munisi cluster pembakar, menurut Tim Intelligence Konflik (the Conflict Intelligence Team-CIT), sebuah lembaga intel open-source, lansir Anadolu Agency, Selasa (21/06/2016).

Akhir pekan lalu, saluran berita berbahasa Inggris Russia Today menyiarkan rekaman Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu mengunjungi Pangkalan Udara Rusia Khmeimim di provinsi Latakia barat laut Suriah.

Rekaman itu menunjukkan Shoygu memeriksa markas, juga gambar pesawat tempur Rusia melaksanakan serangan udara di Suriah menggunakan senjata yang tampaknya merupakan bom pembakar cluster RBK-500 Zab 2.5SM.

Setelah rekaman itu menyebar secara luas di internet, Russia Today menyiarkan rekaman yang sudah diedit pada hari Ahad, menghilangkan rekaman video sekitar lima detik yang menggambarkan penggunaan bom curah di Suriah.

Pada hari Selasa, CIT, sebuah lembaga intel open-source yang berbasis di Rusia dan Ukraina yang ditujukan untuk melacak aktivitas militer Rusia, menerbitkan sebuah analisis membandingkan rekaman asli dengan versi diedit.

thumbs_b_c_abae347dd83a43dfa34c6b3667ba08abTak lama kemudian, Russia Today menyiarkan ulang rekaman asli, versi yang belum diedit.

Berbicara pada saluran televisi RBC Rusia pada Selasa, juru bicara Russia Today Anton Vorontsev mengakui bahwa bagian tertentu video telah dipotong, yang, katanya, menunjukkan pilot pesawat tempur Rusia, yang mereka khawatirkan bisa terkena sanksi.

Vorontsev mengatakan bahwa rekaman asli kemudian disiarkan ulang setelah diputuskan tidak menimbulkan ancaman bagi pilot.

Penggunaan munisi cluster dilarang oleh perjanjian internasional yang ditandatangani oleh 100 negara. namun Rusia tidak ikut menandatangani konvensi tersebut.

 

 

Serangan Bom Taliban Tewaskan 14 Pasukan Nepal di Kabul

BN-OO118_afghan_P_20160620075459KABUL (Jurnalislam.com) – Gelombang serangan di Afghanistan telah menewaskan sedikitnya 23 orang, dan Taliban mengaku bertanggung jawab atas dua pemboman, Aljazeera melaporkan, Senin (20/06/2016).

Pada Senin pagi, sedikitnya 14 pasukan Nepal tewas setelah seorang pembom menghantam sebuah minibus di ibukota Afghanistan, Kabul, di sepanjang jalan utama ke kota timur Jalalabad, kata polisi.

Penyerang itu berjalan kaki, kata polisi, saat mereka melaporkan beberapa korban di antara penumpang bekerja di Kedutaan Kanada.

Al Emarah News, situs berita resmi Imarah Islam Afghanistan (Taliban) mengatakan bahwa, seorang pencari syahid dari Imarah Islam menargetkan mini-bus yang membawa pengawal penyerbu asing di daerah Banaie, PD9 kota Kabul, menewaskan dan melukai lebih dari 20 penyerbu asing dan menghancurkan kendaraan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut di media sosial, dan mengatakan serangan itu “melawan kekuatan agresi” di Afghanistan.

Kurang dari tiga jam kemudian, serangan lain di Kabul Timur menargetkan politisi menewaskan sedikitnya satu, melukai anggota parlemen dan lima orang lainnya. Taliban juga mengakui serangan itu.

Seorang pejabat keamanan mengatakan bom magnetik ditanam di kendaraan anggota parlemen Ataullah Faizani yang diledakkan di daerah Chel Siton.

Sebuah serangan ketiga – ledakan bom motor di sebuah pasar di provinsi timur laut terpencil Badakshan – menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai 18, dan dikhawatirkan jumlah korban tewas akan meningkat. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab.

Reporter Al Jazeera Qais Azimy, melaporkan dari Kabul, mengatakan setelah serangan pertama, “polisi Afghanistan mengatakan mereka memiliki laporan bahwa serangan semacam ini bisa terjadi lagi.”

Pemboman bus tersebut adalah serangan pertama di Kabul sejak awal bulan suci Ramadhan pada tanggal 6 Juni. Lebih dari 24 ambulans bergegas ke tempat kejadian.

“Kabul telah cukup damai selama dua minggu pertama Ramadan,” kata wartawan kami.

“Tapi ini bukan serangan pertama. Sebagian besar, target yang Taliban serang menunjukkan mereka memiliki intel dan kemampuan yang baik,” tambahnya. “Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka dapat menyerang setiap sasaran yang mereka inginkan.”

Serangan terakhir di ibukota Afghanistan pada 19 April menewaskan 64 orang dan melukai lebih dari 340.

Serangan itu diklaim oleh Taliban sebagai perjuangan melawan pemerintah boneka Kabul yang dibentuk agressor Barat (AS dan sekutunya) sejak Taliban digulingkan dari kekuasaan oleh invasi pasukan multinasional pimpinan AS pada akhir 2001.

 

Deddy | Aljazeera | Alemarah | Jurnalislam

Taliban Distribusikan Paket Sembako Ramadhan pada Ribuan Keluarga Miskin di Berbagai Provinsi

timthumb-2AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan – dengan kemampuannya yang terbaik – berusaha membantu dan memberikan paket bantuan untuk keluarga miskin di seluruh provinsi Afghanistan selama bulan suci Ramadhan, Al Emarah News melaporkan, Kamis (16/06/2016).

Bantuan ini sedang didistribusikan melalui Departemen Urusan Syuhada dan Korban (the Department for Affairs of Martyrs and Disabled) dari Imarah Islam. Para pejabat dari Departemen ini mengatakan bahwa distribusi bantuan (tepung, beras, gula dan minyak goreng) berlangsung sukses dan sejauh ini telah mencapai ribuan keluarga miskin dan yang membutuhkan.

Pekerja dari Al Emarah ikut ambil bagian dalam pemberian bantuan ini, dan dalam laporan mereka terlihat bahwa orang-orang lokal tampaknya senang dengan distribusi bantuan pangan dan berharap bahwa Imarah Islam akan melanjutkan dan meningkatkan proses bantuan ini.

Pertemuan-pertemuan besar dilakukan di berbagai kabupaten selama distribusi bantuan. Pejabat dari the Department for Affairs of Martyrs and Disabled serta ulama lokal dan tetua menyatakan selama pidato mereka bahwa Imarah Islam menunjukkan apresiasi yang mendalam atas dukungan bangsa yang teguh untuk Mujahidin selama keadaan sulit 14 tahun terakhir ini. Imarah Islam menganggap melayani rekan senegara sebagai bentuk ibadah dan tidak akan meninggalkan satu batupun yang tidak berbalik di jalan ini.

Pengawas pengiriman juga mengartikulasikan ke peserta selama proses distribusi bahwa meskipun bantuan yang saat ini sedang diberikan hanya sedikit namun Imarah Islam melakukan hal ini karena empati yang mereka miliki terhadap rekan sebangsa nya.

Perlu disebutkan bahwa the Department for Affairs of Martyrs and Disabled dari Imarah Islam bertugas membagi-bagikan bantuan keuangan – dan telah berhasil mencapai puluhan ribu keluarga selama lima tahun terakhir – untuk anak yatim, janda dan keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai atau yang dinonaktifkan sebagai akibat kebrutalan Amerika dan orang-orang Afghan yang tidak berdaya dan tidak bersalah yang menjadi cacat dan bersedih selama 37 tahun terakhir.

Department for Affairs of Martyrs and Disabled memanggil semua orang serta Muslim yang tulus dan organisasi amal untuk memberikan sumbangan dan bantuan kepada Imarah Islam sehingga anak yatim, janda, keluarga cacat serta miskin dan membutuhkan yang paling layak dibantu disediakan bantuan pangan dan kebutuhan hidup lainnya yang penting.

مرسته۲-300x160 9-300x169

7-300x169 مرسته۳-300x160

photo_2016-06-16_00-18-18 photo_2016-06-16_00-19-58 photo_2016-06-16_00-17-37

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Taliban Rebut Sebuah Distrik di Uruzgan setelah Kalahkan Pasukan Afghanistan yang didukung AS

54b845359d6c48a79ce1fdedeec7a991_18AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menguasai sebuah pusat kabupaten di provinsi Uruzgan Afghanistan setelah beberapa hari pertempuran melawan pasukan Afghanistan yang dilaporkan didukung oleh pasukan AS, lansir The Long War Journal, Rabu (15/06/2016)

“Taliban menyerbu markas polisi dan instalasi lain di Char Chino dan membongkar pusat pemerintahan kabupaten dan bangunan lainnya,” kata Taliban pada situs media resminya, Voice of Jihad.

Taliban melaporkan, serangan kemarin pagi menewaskan 35 boneka atau polisi dan personel militer Afghanistan. Taliban mengatakan menghancurkan dua kendaraan lapis baja dan 7 truk pickup Ford Ranger. Empat mujahidin Taliban gugur dalam serangan itu, kelompok melaporkan.

Jatuhnya Char Chino dikonfirmasi oleh Stars & Stripes, yang melaporkan bahwa koalisi internasional memberikan dukungan kepada pasukan pemerintah selama pertempuran.

Namun, juru bicara provinsi Uruzgan mengklaim bahwa kantor gubernur masih berada di bawah kendali mereka dan pasukan Afghanistan menarik diri dari markas polisi sebagai langkah taktis, Stars and Stripes melaporkan.

Taliban saat ini menguasai 39 kabupaten di Afghanistan dan memperebutkan 43 kabupaten lainnya, menurut data yang dikumpulkan oleh The Long War Journal. Kabupaten yang berada di bawah kendali Taliban dikelola oleh kelompok, atau mereka mengontrol pusat kabupaten. Biasanya Taliban mengontrol semua daerah kabupaten kecuali pusat administratif kabupaten yang diperebutkan.

Taliban mungkin mengontrol atau memperebutkan lebih banyak kabupaten.

Di Uruzgan, Taliban memperjuangkan empat kabupaten dan berhasil mengontrol satu kabupaten lagi (Char Chino).

Pertempuran di provinsi Uruzgan semakin intensif selama bulan lalu. Beberapa saat sebelum mengambil Char Chino, Taliban membunuh 11 tentara Afghanistan dan menangkap 12 lainnya di distrik Dehrawood pada 7 Juni dan pada tanggal 31 Mei, Taliban menyerbu 11 pos pemeriksaan polisi di Gizab.

Taliban menganggap Uruzgan sebagai distrik strategis, dan sebelumnya mengatakan bahwa mereka mengendalikan semua wilayah provinsi tersebut kecuali pusat kabupaten.

Dalam wawancara Voice of Jihad di bulan April 2016 dengan Mullah Aminullah Yousuf, gubernur bayangan Taliban untuk Uruzgan, ia menggambarkan Uruzgan sebagai “titik yang menghubungkan banyak provinsi” dan “merupakan benteng tradisional mujahidin yang kuat.”

“Musuh berpikir bahwa jika provinsi ini jatuh ke tangan mujahidin, akan sangat sulit untuk merebutnya kembali,” kata Yousef.

Yousef menjelaskan bahwa AS, Belanda, dan pasukan Australia berkomitmen mengirimkan kekuatan yang signifikan untuk mengamankan Uruzgan dan bertempur bersama polisi dan Arbakis, atau milisi lokal. Tapi Taliban terus bertarung dan menguasai lapangan setelah pasukan koalisi mundur.

“Setahun lalu, dengan pengecualian kantor pusat kabupaten, seluruh desa, pinggiran kota, dan lembah berhasil lepas dari tangan musuh,” Yousef mengaku pada bulan April.

Yousef mengatakan Taliban akan terus memperjuangkan pusat kabupaten, dan meramalkan bahwa hilangnya seluruh lima kabupaten akan menjadi masalah serius bagi pemerintah Afghanistan.

“Jika … mujahidin menguasai markas kabupaten seperti yang kita harapkan dan telah kita rencanakan, maka kantor pusat provinsi tidak akan mampu menolak. Ini akan menjadi pukulan besar bagi musuh, dan musuh akan meninggalkan daerah itu,” katanya.

Sekarang salah satu dari lima pusat kabupaten Uruzgan dikendalikan oleh Taliban.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam