Taliban Ambil Alih Penuh Distrik Dahana-e-Ghori di Provinsi Baghlan

56785678c461889c7d8b4578BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) berhasil mengambil alih kabupaten Dahana-e-Ghori di provinsi Baghlan setelah pengepungan selama tiga hari, Al-Emarah News mengatakan pada hari Ahad, (14/08/2016).

Mujahidin menguasai sejumlah besar pos tempur dan 4 basis militer, menewaskan dan melukai puluhan tentara musuh selama tiga hari terakhir.

33 pasukan ANA (Afghanistan National Army), Arbakis dan polisi juga ditawan selama periode waktu pengepungan tersebut.

Sedikitnya 12 truk pickup dan 1 pengangkut personel lapis baja serta 2 kendaraan tempur disita dalam operasi itu, Mujahidin juga mengambil puluhan senjata ringan dan senapan mesin berat dan ribuan amunisi milik musuh.

Pengambilalihan distrik Dahana-e-Ghori diikuti keberhasilan mujahidin lain yang merebut kontrol atas distrik Want Waygal dan 11 pos tempur.

Mujahidin berada di titik maju di Shahr-e-Kohna.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

Taliban: 19 Tentara Musuh Tewas, 7 Kendaraan Militer Hancur

ویجاړ-شوي-تانګونه-1-620x330

PAKTIA (Jurnalislam.com) – Serangkaian serangan Mujahidin (Taliban) di Afghanistan tenggara menewaskan sebanyak 15 pasukan boneka dan meninggalkan 2 lainnya luka-luka, Al-Emarah News melaporkan, Sabtu (13/08/2016).

Sabtu pagi, 5 pasukan boneka tewas dan 2 orang lainnya menderita luka ketika sebuah ledakan ranjau meledak di bawah tank musuh dan menghancurkannya di distrik Jani Khel provinsi Paktia.

Satu jam kemudian, serangan serupa menewaskan 3 tentara musuh saat tank yang mereka tumpangi di ditargetkan oleh bom pinggir jalan (IED) juga di distrik Jani Khel.

Hampir bersamaan, dua ledakan bom pinggir jalan menghancurkan dua tank lapis baja di tempat lain di distrik Jani Khel, menewaskan sedikitnya 7 antek.

Secara terpisah, Mujahidin melancarkan serangan yang menargetkan instalasi militer musuh di distrik Ahmad Abad provinsi Paktia Sabtu pagi, diikuti pertempuran sengit. Jumlah korban musuh belum diketahui, di mana sejumlah pos musuh berada di bawah pengepungan ketat Mujahidin.

Laporan juga datang dari kabupaten Gerishk, provinsi Helmand, bahwa APC dihancurkan oleh serangan roket dan selanjutnya 6 APC juga dihancurkan oleh serangan ranjau darat di tengah tembak-menembak melawan pasukan sewaan bersama pasukan ANA, ANP dan ALP yang melakukan operasi ofensif terhadap posisi mujahidin di daerah Shindak Manda dan Yaklang kawasan Nahr Siraj kabupaten Gerishk untuk membuka kembali rute yang diblokir, memaksa musuh melarikan diri meninggalkan 4 mayat di wilayah pertempuran.

Jalan Kandahar- Herat dan ibukota Lashkargah tetap terputus dimana musuh telah meluncurkan banyak operasi penyerbuan tapi setiap kali berhasil digagalkan.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

 

 

Markas NDS di Helmand Dikuasai Taliban, 20 Pasukan Tewas

د-عسکرو-مړی-1-480x330HELMAND (Jurnalislam.com) -Para pejabat mengatakan Mujahidin Imarah Islam (Taliban) telah menguasai sebuah markas NDS (National Directorate of Security) di distrik Nawa setelah baku tembak yang intens semalam, menewaskan lebih dari 20 pasukan NDS di mana sebagian besar mayat ditinggalkan di tanah pertempuran, Al Emarah News melaporkan, Kamis.

Sebuah kendaraan dan sejumlah perlengkapan perang yang cukup besar berhasi direbut dari kantor pusat. 3 Mujahidin dikatakan terluka dalam operasi itu.

Sedangkan di kabupaten Maiwand provinsi Kandahar selatan APC musuh telah hancur menjadi potongan-potongan oleh serangan IED awal hari Kamis di jalan Baibanak di daerah Band Taimor, menewaskan pasukan yang berada di dalam kendaraan.

Sebuah APC pasukan bayaran lain dan tank juga hancur oleh serangan bom remote control, membunuh dan melukai semua orang bersenjata di dalamnya, sementara jumlah pasti korban tewas dan luka tidak diketahui pada saat ini.

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

Lagi, Jaysh al Fath Patahkan Serangan Pasukan Assad di Ramouseh

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, pada Kamis pagi (11/08/2016), kembali berhasil menguasai beberapa wilayah yang diserbu pasukan rezim Nushairiyah Assad yang didukung pesawat tempur di daerah Ramouseh dan Hamdanya.

Koresponden ElDorar AlShamia menegaskan bahwa Jaysh al Fath telah kembali menguasai bangunan kota dan garasi di Ramouseh, selatan Aleppo, setelah bertempur sengit melawan pasukan rezim Assad di barat Aleppo dan merebut kembali daerah pasar Jabas.

Pasukan Syiah Assad setiap hari mencoba untuk mendapatkan kembali beberapa daerah yang lepas dari kendali mereka di wilayah Hamdanya di sebelah barat Aleppo atau di selatan Ramouseh.

Faksi-faksi jihad Suriah berhasil mematahkan serangan di kota Aleppo setelah mengendalikan barak pasukan al-Assad yang paling penting, Artillery , Armament and Technical Air Force Academies di selatan Aleppo, serta wilayah Ramouseh.

 

Komandan Senior Taliban Satukan Kembali Para Pejabat Lama Imarah Islam

internasional-ringkasan-pernyataan-perwakilan-imarah-islam-afghanistan-di-konferensi-doha-2209-l

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghnaistan (Taliban) terus berusaha memperbaiki perpecahan dengan faksi yang memisahkan diri setelah kontroversi seputar kematian Syeikh Mullah Umar dan pengangkatan penggantinya. Pada tanggal 8 Agustus, Taliban mengumumkan bahwa Mullah Baz Mohammad, yang menjabat sebagai wakil Mullah Mohammad Rasul, dan para pengikutnya telah bergabung kembali dengan Taliban.

The long War Journal pada hari Rabu (10/08/2016) merilis pernyataan yang diterbitkan Taliban di Pashtu pada situs resmi mereka Voice of Jihad, mengumumkan bahwa Baz Mohammad dan seorang komandan dari Uruzgan yang dikenal sebagai Mullah Akhtar Mohammad Akhond, berjanji setia kepada Mullah Haibatullah, amir baru Taliban. Berikut adalah terjemahan dari pernyataan yang diperoleh The Long War Journal:

Kemarin, Senin (8 Agustus 2016), pejabat senior Imarah Islam, ulama, anggota keluarga mendiang Mullah Mohammad Omar, kawan-kawan dan perwakilan dari Haji Mullah Mohammad Baz Mohammad Haris, pada sebuah pertemuan setelah diskusi rinci untuk melaksanakan upaya bersama menjaga persatuan di jajaran suci Imarah Islam dan melakukan upaya-upaya sesuai syariah (hukum Islam) untuk perlindungan hak-hak setiap orang dan memutuskan bahwa semua keputusan akan dibuat dalam hukum Prinsip Islam.

Haji Mullah Mohammad Baz Mohammad Haris, yang sebelumnya bekerja sebagai wakil Mullah Mohammad Rasul Akhund, bersama dengan rekan-rekannya dan orang-orang yang terikat dengan dirinya, dan Mullah Akhtar Mohammad Akhund, warga Kabupaten Chora Provinsi Uruzgan, yang adalah seorang komandan militer selama pemerintahan Imarah Islam, atas nama rekan-rekannya mengumumkan janji setia mereka kepada pemimpin Imarah Islam, Amirul Mukminin (pemimpin orang-orang yang beriman) Syeikh al Hadis Mawlawi Haibatullah Akhundzada Sahib dan menjanjikan ketaatan penuh mereka di bawah hukum Islam.

Pertemuan itu berakhir setelah doa oleh Alhaj Mawlawi Ahmad Rabbani Sahib.

Taliban telah berupaya menyatukan kembali pemimpin yang keberatan dengan pengangkatan pengganti Syeikh Mullah Omar.

Keberhasilan terbesar terjadi pada bulan April tahun ini, ketika membawa Mullah Abdul Manan Akhund, seorang saudara Mullah Omar, dan Mullah Mohammad Yaqoub, putra sulung Omar, kembali bergabung.

Manan menjadi “kepala Dawat wal Irshad,” Komisi Khotbah dan Bimbingan yang berpengaruh. Yaqoub diberi tanggungjawab di dewan eksekutif Quetta Syura, dan ditunjuk sebagai “kepala militer 15 provinsi” dalam struktur Komisi Militer Taliban. Mereka dihargai kembali setelah gugur, syahidnya, Syeikh Mansour dalam serangan drone AS.

Yaqoub sebagai salah satu wakil tertinggi dari dua wakil Haibatulah.

 

Deddy | The Long War Journal | Jurnalislam

Perwira Tinggi Garda Revolusi Syiah Iran Tewas di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sumber media Iran pada hari Senin (08/08/2016) mengkonfirmasi terbunuhnya seorang perwira Garda Revolusi Iran (the Iranian Revolutionary Guards-IRGC) dalam serangan yang diluncurkan oleh koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, untuk mematahkan kepungan atas kota Aleppo.

ElDorar AlShamia mengutip situs media jejaring Iran, Rabu (10/08/2016) bahwa pasukan yang tewas tersebut adalah perwira tinggi di jajaran IRGC, bernama Sayed Gholam-Hossein Mousavi, dari provinsi Yazd, Iran tengah, yang diidentifikasi pada saat tanggal pemakaman hari Kamis, dan fotonya diterbitkan.

Mousavi terbunuh oleh faksi-faksi jihad Suriah dalam pertempuran di Aleppo beberapa hari lalu, kata aktivis.

Selain pasukan Syiah Nushairiyah Assad, sejumlah besar milisi asing dari pasukan Syiah Iran dan milisi Syiah Irak serta Lebanon juga bertempur di Aleppo.

 

 

Rusia Umumkan Jeda Pemboman Tiga Jam Sehari di Aleppo, PBB: Itu Tidak Cukup

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Militer Rusia mengumumkan penghentian serangan udara tiga jam per hari di sekitar Suriah Aleppo agar konvoi kemanusiaan dapat memasuki kota setelah koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, mematahkan pengepungan rezim Bashar Assad atas kota tersebut, Aljazeera melaporkan Rabu (10/08/2016)..

“Untuk menjamin keamanan total konvoi menuju Aleppo akan ada jeda kemanusiaan yang diberlakukan pada pukul 10.00-13.00 waktu lokal mulai besok (Kamis) di mana semua operasi militer, serangan udara dan serangan artileri akan dihentikan,” Letnan Jenderal Sergei Rudskoy dari staf umum tentara Rusia mengatakan kepada wartawan, Rabu.

syria-children

Rudskoy mengatakan bahwa sebuah jalan telah dibangun menuju suatu daerah di pinggiran utara Aleppo melalui pusat perbelanjaan Castello untuk memastikan keamanan dan mengatur pengiriman makanan, air, bahan bakar, obat-obatan dan kebutuhan lainnya menuju ke barat dan timur kota ini.”

PBB, yang sebelumnya telah menyerukan jeda mingguan 48 jam untuk pengiriman bantuan, mengatakan gencatan senjata tiga jam yang diumumkan oleh Rusia tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga sipil di kota Suriah yang hancur akibat pemboman.

“Untuk memenuhi kapasitas kebutuhan, Anda memerlukan dua jalur dan Anda harus memiliki sekitar 48 jam agar truk dapat masuk ke dalam kota,” kata pejabat tinggi PBB Stephen O’Brien kepada wartawan, Rabu.

O’Brien mengatakan, dia belum sepenuhnya diberitahu tentang usulan Rusia, tetapi bahwa ada logistik yang rumit untuk dikirim, harus dipastikan bahwa pengemudi truk memiliki cukup waktu aman untuk melakukan perjalanan ke kota kemudian kembali.

“Ketika kita diberikan tiga jam, Anda harus bertanya apa yang dapat dicapai dalam tiga jam,” kata O’Brien.

“Apakah itu untuk memenuhi kebutuhan atau hanya akan memenuhi bagian yang sangat kecil dari kebutuhan tersebut?

Pada hari Senin, rezim Bashar al-Assad mengirim ribuan pasukan bala bantuan Syiah Hizbullah untuk melakukan serangan balik di Aleppo setelah koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, menghancurkan kepungan rezim dua hari sebelumnya.

Jaysh al-Fath, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Selasa bahwa mereka berjuang untuk bertahan di wilayah utama di utara kota saat pasukan rezim dan sekutu Syiah Hizbullah Libanon, termasuk Moskow, meningkatkan serangan.

Hingga dua juta orang di Aleppo telah hidup tanpa air mengalir selama empat hari terakhir, badan-badan PBB mengatakan, meningkatkan risiko penyakit di kota yang sudah hancur oleh pertempuran bertahun-tahun.

Baca juga:

Assad Kirim Ribuan Pasukan Bala Bantuan Syiah Hizbullah Lebanon ke Aleppo

Pasukan Assad Alami Kekalahan Telak Saat Berusaha Merebut Wilayah Selatan Aleppo

 

 

Ibukota Helmand Praktis Dikepung Taliban

56785678c461889c7d8b4578

HELMAND (Jurnalislam.com) – The Long War Journal mengatakan, Selasa (09/08/2016), artikel dari The New York Times tentang situasi di provinsi Helmand menyoroti batas dan kegagalan kebijakan militer AS di Afghanistan. Singkatnya, pemerintahan Obama telah memutuskan untuk mengurangi jumlah pasukan AS menjadi 8.400 tentara pada akhir tahun ini, menggunakan kekuatan udara dan pasukan operasi khusus untuk mendukung pasukan Afghanistan, dan menyediakan penasehat militer untuk unit Afghanistan. Tentara dan polisi Afghanistan, yang sebagian besar tidak siap untuk melakukannya, akan menanggung beban pertempuran.

Dalam kasus tertentu, strategi ini bekerja. Misalnya, pasukan operasi khusus dan kekuatan udara AS berada dalam situasi genting dalam merebut kembali Kunduz dari Imarah Islam Afghanistan (Taliban), wilayah yang dikuasai Taliban selama dua minggu pada September 2015. Namun, AS mengabaikan fakta bahwa Kunduz jatuh ke Taliban setelah pasukan Afghanistan dikalahkan di kabupaten sekitarnya.

Meskipun terjadi peningkatan penggunaan serangan udara dan pasukan operasi khusus militer AS, ibukota lain provinsi Helmand, Lashkar Gah, tapi secara praktis tetap dikepung oleh Taliban. Dari the Times:

Bahkan saat pejabat Afghanistan dan Amerika bersikeras bahwa mereka tidak akan membiarkan pusat perkotaan lainnya jatuh, khawatir dengan konsekuensi politik bagi pemerintah yang sedang berjuang di Kabul serta kampanye presiden di Amerika Serikat, penduduk dan pejabat setempat menggambarkan Lashkar Gah praktis telah terkepung.

Jalan utama yang menghubungkan kota dan jalan raya menuju jalur komersial dan militer Kandahar telah berulang kali diblokir dalam beberapa hari terakhir oleh Taliban, yang meledakkan beberapa jembatan. Penumpang sipil dapat melakukan perjalanan pada jalan darat alternatif, tapi harus melewati pos pemeriksaan Taliban. Banyak perusahaan dan lembaga pemerintah yang berbasis di Lashkar Gah mencoba untuk mengevakuasi, dan penyumbatan jalan telah ditambahkan dalam daftar kewaspadaan mereka.

Pasukan Nasional Afghanistan (ANA) terus menerus menemui kegagalan untuk mempertahankan wilayah di provinsi tersebut walaupun terdapat penyebaran sejumlah besar pasukan dan sumber daya, serta ratusan penasihat militer NATO.”

Pertanyaan yang juga sedang muncul adalah tentang keberlanjutan respon militer yang mengandalkan serangan udara untuk melawan mujahidin Taliban.

Di Afghanistan, keterlibatan militer AS yang terbatas ditambah dengan pasukan militer dan polisi setempat Afghanistan yang siap untuk beroperasi secara independen akan bertempur melawan kekuatan Taliban, yang menerima dukungan para pejuang dari Pakistan, menimbulkan anggapan, apakah mampu mengalahkan Taliban?

Laporan Times juga memverifikasi laporan The Long War Journal mengenai situasi kondisi yang memburuk di Afghanistan dan Helmand pada khususnya. Ini adalah dari laporan 2 Agustus dimana pemerintah mengklaim telah membunuh gubernur Taliban untuk Helmand (Taliban membantah klaim ini, dan merilis audio mengatakan bahwa dia masih hidup).

Dalam audio, Taliban mengatakan bahwa distrik Nad Ali dan Nawa-i-Sarraj di Helmand telah berada di bawah kendali Mujahidin setelah pertempuran sengit.

Taliban secara akurat telah melaporkan mengenai kontrol kabupaten mereka di masa lalu saat rezim Afghanistan meremehkan atau mengabaikan fakta kabupaten yang direbut oleh Taliban. Taliban saat ini menguasai atau memperjuangkan lebih dari 80 dari 400 lebih kabupaten di Afghanistan, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal. Jumlah itu mungkin lebih tinggi karena laporan dari beberapa kabupaten yang dikenal sebagai benteng Taliban tidak tersedia.

Pasukan Afghanistan di Helmand memburuk saat mujahidin Taliban menekan serangan untuk mendapatkan kembali tanah yang hilang di sana antara 2009-2011. Dari 14 kecamatan Helmand, lima diantaranya diketahui dikendalikan oleh Taliban (Sekarang Zad, Musa Qala, Baghran, Dishu, dan Khanashin), dan tujuh diperkirakan akan jatuh ke Taliban (Nahr-i-Sarraj, Kajaki, Nad Ali, Nawa-i -Barak, Marjah, Garmsir, dan Sangin). Pasukan Taliban berbasis di Nahr-i-Sarraj dan Nad Ali terletak hanya beberapa mil dari kota.

Tanggapan pemerintahan Obama adalah memperlambat penarikan pasukan AS dari negara itu, meninggalkan 8.400 tentara di Afghanistan bukan 5.400 seperti yang direncanakan awalnya. Tapi tetap, 1.400 tentara AS akan ditarik akhir tahun meskipun fakta bahwa Barack Obama menggambarkan kondisi di Afghanistan sangat”genting.” Kami belum mendengar penjelasan bagaimana pasukan yang lebih sedikit akan membantu dalam situasi kondisi yang memburuk.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Pasukan Assad Alami Kekalahan Telak Saat Berusaha Merebut Wilayah Selatan Aleppo

e6b8b015dde94565bd51833079d95486_18

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, memukul mundur atas upaya pasukan rezim Nushairiyah Assad dan milisi sekutu asing, Syiah Hizbullah Lebanon, untuk merebut kembali beberapa titik di pedesaan selatan Aleppo, didukung serangan udara berat Rusia dan rezim. (baca juga: Assad Kirim Ribuan Pasukan Bala Bantuan Syiah Hizbullah Lebanon ke Aleppo)

Koresponden ElDorar AlShamia mengatakan, faksi-faksi jihad yang berpartisipasi dalam operasi militer Jaysh al-Fateh dari Aleppo mengumumkan bahwa Senin malam mereka berhasil menimbulkan kerugian jiwa dan materiil bagi pasukan musuh, di sekitar “fuels hill” (bukit bahan bakar) di pedesaan selatan.

Jaysh al-Fath telah mampu mengubah posisi terhadap pasukan rezim Assad dan sekutunya, untuk membuka jalan ke Aleppo dari selatan, di seberang “fuels hill” dan beberapa titik sekitarnya.

Sebelumnya pasukan rezim dan Syiah Hizbullah mulai bergerak saat pasukan koalisi mujahidin Jaysh al Fath yang juga disebut Army of Conquest bersumpah bahwa “tahap baru” serangan mujahidin bertujuan untuk “membebaskan seluruh Aleppo.”

Koalisi Jaysh al Fath yang mencakup Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), pertama kali mematahkan pengepungan rezim atas setengah wilayah kota Aleppo yang berhasil dikuasai pada hari Ahad, dan dilaporkan telah melipatgandakan jumlah mujahidin untuk merebut kembali seluruh kota.

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Assad Kirim Ribuan Pasukan Bala Bantuan Syiah Hizbullah Lebanon ke Aleppo

In this picture taken on Friday, Feb. 14, 2014, Hezbollah fighters march in a parade during the memorial of their slain leader Sheik Abbas al-Mousawi, who was killed by an Israeli airstrike in 1992, in Tefahta village, south Lebanon. Hezbollah says Israel carried out an airstrike targeting its positions in Lebanon near the border with Syria earlier this week, claiming it caused damage but no casualties. Hezbollah said the attack was near the eastern Lebanese village of Janta. It vowed to retaliate but said it will "choose the appropriate time and place." (AP Photo/Mohammed Zaatari)

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Rezim Syiah Nushairiyah Assad mengirimkan ribuan bala bantuan untuk melancarkan serangan balik di Aleppo setelah koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, menghancurkan blockade rezim dua hari sebelumnya, kata kelompok pemantau, Aljazeera melaporkan, Selasa (09/08/2016).

Milisi Syiah Hizbullah Lebanon dan pasukan rezim Assad telah memobilisasi lebih dari 3.000 tentara dan milisi untuk mencoba merebut kembali daerah-daerah yang berhasil dikuasai Jaysh al Fath, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris.

“Ratusan pasukan Jaysh al Fath juga telah tiba di Aleppo dari provinsi (tetangga) Idlib untuk membantu dalam pertempuran yang akan terjadi,” kata Rami Abdel Rahman, ketua kelompok.

Pasukan Syiah Hizbullah telah memberikan dukungan penting bagi tentara rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad yang kelelahan.

Kantor berita rezim Suriah, SANA, mengatakan pesawat-pesawat pemerintah melakukan serangan intensif pada yang mereka sebut “gerakan teroris” di selatan Aleppo.

Rezim juga bertindak untuk meredam kekhawatiran bahwa kemenangan Jaysh al Fath akan memotong jalur pasokan ke Aleppo Barat yang dikuasai rezim. SANA mengutip gubernur provinsi Mohammed Marwan al-Oulabi mengatakan bahwa barang-barang penting dan bahan bakar masih tersedia di daerah.

“Puluhan tangki bahan bakar memasuki kota Aleppo pada hari Senin,” katanya.

Pasukan pro-Assad mulai bergerak saat pasukan koalisi mujahidin Jaysh al Fath yang juga disebut Army of Conquest bersumpah bahwa “tahap baru” serangan mujahidin bertujuan untuk “membebaskan seluruh Aleppo.”

Koalisi Jaysh al Fath yang mencakup Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), pertama kali mematahkan pengepungan rezim atas setengah wilayah kota Aleppo yang berhasil dikuasai pada hari Ahad, dan dilaporkan telah melipatgandakan jumlah mujahidin untuk merebut kembali seluruh kota.

PBB pada hari Selasa menyerukan jeda kemanusiaan mendesak dalam pertempuran di Aleppo untuk memungkinkan akses memperbaiki jaringan listrik dan air, dan memberikan bantuan. Jutaan warga bisa terpengaruh jika jeda itu tidak diberlakukan, PBB memperingatkan.

Anak-anak sangat beresiko, Unicef menambahkan, pemangkasan air selama gelombang panas di provinsi ini meningkatkan peluang penyakit. (baca juga: Pengepungan Assad Runtuh, Bantuan Kemanusian Mengalir ke Aleppo dari Idlib)

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam