ALEPPO (Jurnalislam.com) – serangan udara dengan bom cluster pada daerah Aleppo yang dikuasai para pejuang Suriah telah menewaskan sembilan warga sipil, Aljazeera melaporkan, Jumat (19/08/2016).
Bom cluster yang dilarang oleh Internasional digunakan dalam pemboman di daerah yang dikuasai mujahidin Suriah di Masshad, Salaheddine dan Sukkary di Aleppo, serangan terjadi setelah shalat Jumat.
Mereka yang terbunuh adalah perempuan dan anak-anak di sebuah minibus, saat berusaha meninggalkan daerah yang paling parah terkena serangan. Sedikitnya 20 orang lainnya cedera dalam serangan.
Gambar yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan bom-bom cluster yang belum meledak tergeletak di sekitar kota saat warga sipil berjalan di dekatnya.
Penggunaan senjata, yang menyebarkan ratusan bom-bom di wilayah yang luas, telah memaksa ribuan warga untuk mengambil perjalanan berisiko dari kota melalui bidang pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pejuang pemberontak.
Eliot Higgins, seorang jurnalis yang mengkhususkan diri dalam analisis amunisi yang digunakan dalam konflik Suriah, mengatakan bahwa bom yang digambarkan dalam sebuah foto adalah ShOAB-05 – sebuah amunisi yang diproduksi Rusia.
Bom berisi campuran bahan peledak 70-gram TNT dan RDX dilapisi dengan lebih dari 304 pelet baja, menurut sebuah blog yang diposting oleh ahli amunisi N R Jenzen-Jones.
Mujahidin Aleppo mencoba meledakkan bahan peledak yang tidak mampu dijinakkan dengan menembaknya dari jarak jauh menggunakan senapan serbu.
Seorang anak terlihat mengendarai sepeda melalui bom yang belum meledak, tersandung dan melukai dirinya sendiri tanpa mengaktifkan detonator perangkat.
Petugas medis bantuan Inggris, Tauqir Sharif, memposting video enam anak muda yang dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang diderita akibat serangan bom cluster.
“Begitu banyak orang yang sekarat yang tidak bisa saya hitung. Saya telah melihat begitu banyak orang mati dalam lima hari terakhir sehingga setiap kali saya menutup mata, saya melihat wajah mereka,” kata Sharif, yang ambulansnya juga rusak dalam serangan terpisah.
Penggunaan bom cluster dilarang oleh lebih dari 100 negara yang mengutip ketidakmampuan senjata tersebut untuk membedakan antara serdadu dan warga sipil, serta adanya sejumlah besar bom yang belum meledak yang tertinggal.
Human Rights Watch telah mengutuk pemerintah Rusia dan Suriah atas penggunaan bom cluster dan telah mendokumentasikan setidaknya 47 serangan bom cluster di tiga provinsi antara 27 Mei dan 25 Juli tahun ini.
“Karena Rusia dan Suriah telah memperbaharui operasi udara bersama mereka, kita telah melihat penggunaan bom cluster tanpa henti,” kata anggota HRW, Ole Solvang dalam laporan yang diterbitkan pada bulan Juli.
Suriah maupun Rusia telah meratifikasi Konvensi Bom Cluster 2008 (the 2008 Convention on Cluster Munitions), yang melarang penggunaan senjata tersebut.
Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutu Rusia mereka telah meningkatkan serangan udara di Aleppo setelah mujahidin Jaysh al Fath mematahkan pengepungan di wilayah Aleppo oleh pasukan Assad dan Sekutunya sebelum bulan Agustus.
Aleppo adalah kota terbesar Suriah dan pusat komersial sebelum dimulainya konflik pada tahun 2011.
Mujahidin Suriah mengontrol wilayah yang mencakup wilayah timur dan selatan kota, serta pedesaan sekitarnya.
Perang Suriah telah merenggut sedikitnya 400.000 jiwa dan memaksa jutaan lainnya meninggalkan rumah mereka.
LONDON (Jurnalislam.com) – Penelitian menemukan hampir 7.000 tweet Islamophobia dipublikasikan dalam bahasa Inggris setiap hari bulan lalu dalam menanggapi serangan teror dan upaya kudeta yang gagal di Turki, lansir World Bulletin, Kamis (18/08/2016).
BAGDHIS (Jurnalislam.com) – Senin sekitar pukul 10:00 waktu setempat Mujahidin Imarah Islam Afghanistan, Taliban melakukan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di sekitar distrik Bala Marghab, Al Emarah News melaporkan, Selasa (16/08/2016).

