Serangan Bom Cluster Hantam Warga Sipil Aleppo, 9 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – serangan udara dengan bom cluster pada daerah Aleppo yang dikuasai para pejuang Suriah telah menewaskan sembilan warga sipil, Aljazeera melaporkan, Jumat (19/08/2016).

Bom cluster yang dilarang oleh Internasional digunakan dalam pemboman di daerah yang dikuasai mujahidin Suriah di Masshad, Salaheddine dan Sukkary di Aleppo, serangan terjadi setelah shalat Jumat.

Mereka yang terbunuh adalah perempuan dan anak-anak di sebuah minibus, saat berusaha meninggalkan daerah yang paling parah terkena serangan. Sedikitnya 20 orang lainnya cedera dalam serangan.

Gambar yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan bom-bom cluster yang belum meledak tergeletak di sekitar kota saat warga sipil berjalan di dekatnya.

Penggunaan senjata, yang menyebarkan ratusan bom-bom di wilayah yang luas, telah memaksa ribuan warga untuk mengambil perjalanan berisiko dari kota melalui bidang pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pejuang pemberontak.

Eliot Higgins, seorang jurnalis yang mengkhususkan diri dalam analisis amunisi yang digunakan dalam konflik Suriah, mengatakan bahwa bom yang digambarkan dalam sebuah foto adalah ShOAB-05 – sebuah amunisi yang diproduksi Rusia.

Bom berisi campuran bahan peledak 70-gram TNT dan RDX dilapisi dengan lebih dari 304 pelet baja, menurut sebuah blog yang diposting oleh ahli amunisi N R Jenzen-Jones.

Mujahidin Aleppo mencoba meledakkan bahan peledak yang tidak mampu dijinakkan dengan menembaknya dari jarak jauh menggunakan senapan serbu.

Seorang anak terlihat mengendarai sepeda melalui bom yang belum meledak, tersandung dan melukai dirinya sendiri tanpa mengaktifkan detonator perangkat.

Petugas medis bantuan Inggris, Tauqir Sharif, memposting video enam anak muda yang dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang diderita akibat serangan bom cluster.

“Begitu banyak orang yang sekarat yang tidak bisa saya hitung. Saya telah melihat begitu banyak orang mati dalam lima hari terakhir sehingga setiap kali saya menutup mata, saya melihat wajah mereka,” kata Sharif, yang ambulansnya juga rusak dalam serangan terpisah.

Penggunaan bom cluster dilarang oleh lebih dari 100 negara yang mengutip ketidakmampuan senjata tersebut untuk membedakan antara serdadu dan warga sipil, serta adanya sejumlah besar bom yang belum meledak yang tertinggal.

Human Rights Watch telah mengutuk pemerintah Rusia dan Suriah atas penggunaan bom cluster dan telah mendokumentasikan setidaknya 47 serangan bom cluster di tiga provinsi antara 27 Mei dan 25 Juli tahun ini.

“Karena Rusia dan Suriah telah memperbaharui operasi udara bersama mereka, kita telah melihat penggunaan bom cluster tanpa henti,” kata anggota HRW, Ole Solvang dalam laporan yang diterbitkan pada bulan Juli.

Suriah maupun Rusia telah meratifikasi Konvensi Bom Cluster 2008 (the 2008 Convention on Cluster Munitions), yang melarang penggunaan senjata tersebut.

Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutu Rusia mereka telah meningkatkan serangan udara di Aleppo setelah mujahidin Jaysh al Fath mematahkan pengepungan di wilayah Aleppo oleh pasukan Assad dan Sekutunya sebelum bulan Agustus.

Aleppo adalah kota terbesar Suriah dan pusat komersial sebelum dimulainya konflik pada tahun 2011.

Mujahidin Suriah mengontrol wilayah yang mencakup wilayah timur dan selatan kota, serta pedesaan sekitarnya.

Perang Suriah telah merenggut sedikitnya 400.000 jiwa dan memaksa jutaan lainnya meninggalkan rumah mereka.

 

Lembaga Think-tank Inggris Laporkan Lonjakan Tweet Islamophobia

Lembaga Tink-tank Inggris Laporkan Lonjakan Tweet IslamophobiaLONDON (Jurnalislam.com) – Penelitian menemukan hampir 7.000 tweet Islamophobia dipublikasikan dalam bahasa Inggris setiap hari bulan lalu dalam menanggapi serangan teror dan upaya kudeta yang gagal di Turki, lansir World Bulletin, Kamis (18/08/2016).

Pusat Analisis Sosial Media, think-tank Demos, yang berbasis di London mengatakan terdapat “penggunaan bahasa anti-Islam di Twitter dalam jumlah yang signifikan segera setelah berita merilis sebuah peristiwa besar, terutama serangan teror.”

Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Kamis, Demos mengatakan hampir seperempat juta tweet berbahasa Inggris dikirim dari seluruh dunia pada bulan Juli, rata-rata 6.943 per hari.

“Ini adalah rata-rata bulanan tertinggi sejak pengukuran dimulai pada akhir Februari,” kata laporan itu.

“Namun, tingkat aktivitas anti-Islam di Twitter secara signifikan berubah setelah itu. Twitter, secara umum adalah real-time, reaktif dan spesifik berdasar pada satu kejadian tertentu, dan sebagian besar aktivitas anti-Islam yang diidentifikasi juga terkait dengan peristiwa yang baru saja terjadi.”

Hampir 22.200 tweet Islamofobia dipublikasikan setelah serangan teror truk di kota Perancis Nice pada 14 Juli, menghasilkan lonjakan terbesar di bulan itu.

Selanjutnya 10.610 tweet Islamofobia dikirim pada 17 Juli setelah kudeta oleh faksi dalam Angkatan Bersenjata Turki gagal, laporan tersebut menambahkan.

Demos mengatakan jumlah tweet Islamofobia yang diposting ke Twitter telah meningkat sejak April tahun ini.

Faksi Jihad Suriah Rebut Kota al Rai dari Islamic State, 30 Pasukan IS Terbunuh

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pertempuran antara faksi-faksi jihad Suriah dengan kelompok Islamic State (IS) berakhir dengan kemenangan faksi jihad Suriah dengan menguasai benteng terbesar IS di pedesaan utara Aleppo setelah pertempuran tiga hari berturut-turut, ElDorar AlShamia melaporkan Kamis (18/08/2016).

Faksi dari Jabhah al-Syam, Fastaqem, Sultan Murad, Faylaq al-Sham, Liwa ‘Mutassim, dan Liwa’ al-Hamza, sore hari kemarin mengambil kontrol kota strategis “al-Rai” yang merupakan penghubung antara pedesaan Aleppo utara dan timur.

Pertempuran menewaskan lebih dari 30 pasukan IS dan melukai puluhan lainnya. Tiga pasukan IS juga ditangkap, sedangkan pasukan IS yang tersisa melarikan diri ke kota Jarablos, yang hampir terisolasi setelah IS kehilangan kontrol atas kota Manbij dari milisi kurdi, SDF, koresponden ElDorar AlShamia menambahkan.

Jaysh al Fath, berjanji untuk terus memerangi milisi PKK, kelompok Islamic State dan pasukan rezim Nushairiyah Assad.

Operasi militer “Hour Class” yang terdiri dari beberapa faksi juga memposting rekaman pertempuran, mengumumkan pernyataan kontrol penuh atas Kota “al-Rai”, dan bersumpah untuk terus bertempur melawan kelompok Al-Baghdadi di daerah Pedesaan Aleppo yang tersisa, dan kelompok ekstremis”PKK” (mengacu pada PYD), serta rezim Syiah Assad.

 

 

Rusia Tetap Gunakan Pangkalan Militer Iran untuk Serangan Udara ke Suriah


SURIAH (Jurnalislam.com)
– Rusia meluncurkan serangan udara hari kedua terhadap pejuang Suriah dari sebuah pangkalan udara Iran, menolak saran kerjasama AS dengan Teheran, dan kemungkinan melanggar resolusi PBB karena secara faktual tidak logis dan tidak benar, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (17/08/2016).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner, pada hari Selasa menyebut serangan udara Rusia dari pangkalan udara Iran itu “disayangkan,” mengatakan Amerika Serikat sedang mencari apakah langkah itu melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB 2231, yang melarang pasokan, penjualan dan transfer pesawat tempur ke Iran.

Rusia siap menghadapi komentar orang-orang pada hari Rabu setelah mengumumkan bahwa pembom tempur SU-34 Rusia terbang dari pangkalan udara Hamadan Iran dalam hari kedua operasi menyerang target di Suriah. (baca juga: Rusia Mulai Gunakan Pangkalan Udara Iran untuk Serangan Udara ke Suriah)

“Bukan kebiasaan kami memberikan saran kepada pimpinan Departemen Luar Negeri AS,” kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan.

“Tapi sulit untuk menahan diri merekomendasikan perwakilan Departemen Luar Negeri yang memeriksa logika dan pengetahuan tentang dokumen dasar yang mencakup hukum internasional mereka sendiri.”

Moskow pertama kali menggunakan Republik Syiah Iran sebagai basis untuk memulai serangan udara ke Suriah pada hari Selasa, memperdalam keterlibatannya dalam perang global lima tahun Suriah dan meningkatkan kemarahan Amerika Serikat.

Rusia menggunakan pangkalan udara Iran di tengah pertempuran sengit memperebutkan kota Aleppo, Suriah, dimana koalisi pejuang Suriah, Jaysh al Fath, memerangi pasukan rezim Suriah yang didukung oleh militer Rusia, ditambah Moskow dan Washington yang sedang mengupayakan kesepakatan di Suriah untuk bekerja sama lebih erat.

Rusia mendukung rezim Syiah Bashar al-Assad, sementara Amerika Serikat percaya pemimpin Suriah itu harus mundur dan mendukung kelompok oposisi moderat yang berjuang untuk menggeser Assad.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada hari Rabu bahwa setiap kali AS cemas atas kerjasama militer Moskow dengan Iran seharusnya tidak mengalihkan perhatian mereka dari upaya untuk mewujudkan kesepakatan AS-Rusia pada koordinasi aksi di Suriah dan mengamankan gencatan senjata.

Lavrov mengatakan tidak ada alasan untuk menyatakan bahwa tindakan Rusia telah melanggar resolusi PBB, karena Moskow tidak memasok Iran dengan pesawat militer untuk kepentingan internalnya sendiri, yang dilarang oleh dokumen resolusi PBB.

“Pesawat tersebut digunakan oleh angkatan udara Rusia dengan perjanjian bersama Iran sebagai bagian dari operasi militer atas permintaan Assad,” kata Lavrov dalam konferensi pers di Moskow, setelah mengadakan pembicaraan dengan Murray McCully, menteri luar negeri Selandia Baru.

 

Jaysh al Fath Kembali Patahkan Serangan Pasukan Assad di Akademi Angkatan Udara Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, menggagalkan upaya pasukan rezim Assad dan milisi Syiah Irak untuk merebut Akademi Teknik Angkatan Udara (Airforce Technical Academy), distrik al-Naser, 1070 Perumahan dan pasar semangka dekat daerah al-Rashdin di kota Aleppo, koresponden ElDorar melaporkan Rabu (17/08/2016).

Pasukan Nushairiayah Assad meluncurkan tiga serangan pada posisi-posisi oposisi, bertepatan dengan puluhan serangan udara Rusia pada pintu masuk selatan Aleppo, Ramouseh, koresponden menambahkan.

Pertempuran besar terjadi di wilayah tersebut dimana pasukan Syiah Assad mengalami kerugian jiwa dan materiil, dan hancurnya beberapa kendaraan lapis baja BMB dekat Akademi Teknik Angkatan Udara, sementara sejumlah pasukan juga tewas di lingkungan 1070 di al-Nasser, koresponden menegaskan.

Milisi Syiah Irak yang didukung oleh pasukan rezim Assad setiap hari mencoba merebut wilayah al-Naser dan al-Hamdaniya dari Jaysh al Fath, berupaya menyerang wilayah untuk merebut kembali kontrol atas akademi, sehingga memotong jalan menuju dan dari Aleppo namun berkali-kali mengalami kekalahan dalam pertempuran.

 

Taliban: 14 Arbaki Tewas, 1 Tank dan 5 Pos Militer Hancur dalam Operasi Omari

talibanmilitants--621x414BAGDHIS (Jurnalislam.com) – Senin sekitar pukul 10:00 waktu setempat Mujahidin Imarah Islam Afghanistan, Taliban melakukan serangan terkoordinasi pada posisi musuh di sekitar distrik Bala Marghab, Al Emarah News melaporkan, Selasa (16/08/2016).

Serangan senjata berat dan ringan berlangsung sampai Selasa pagi, mengakibatkan 2 pos pemeriksaan diserbu, 14 pasukan Arbaki tewas dan 6 ditangkap serta sebuah tank hancur.

Selama operasi sebanyak 11 Mujahidin menderita luka dan 5 mujahidin lainnya memeluk kesyahidan.

Laporan juga datang dari provinsi Kunduz, operasi yang ditujukan pada instalasi militer di distrik Imam Sahib menyita dan meratakan 5 pos militer musuh pada hari yang sama menewaskan dan melukai sejumlah tentara musuh.

Mujahidin juga menyita sejumlah besar senjata dan amunisi dalam operasi itu.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

Taliban Bebaskan 5 Warga Sipil Pakistan dan Rusia Setelah Helikopter Mereka Jatuh

helicoptercrash

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Lima warga sipil Pakistan dan Rusia yang ditangkap oleh mujahidin Taliban Afghanistan setelah helikopter pemerintah mereka jatuh di Afghanistan timur telah dibebaskan dan kembali ke Pakistan, kata kementerian luar negeri pada hari Sabtu, World Bulletin melaporkan Senin (15/08/2016).

Helikopter transportasi buatan Rusia milik pemerintah provinsi Punjab, Pakistan, sedang melakukan perjalanan dari Peshawar di Pakistan barat laut menuju Uzbekistan pada 4 Agustus, ketika mengalami kegagalan teknis dan mendarat di provinsi Logar, Afghanistan, yang dikuasai Taliban.

Pembebasan awak helicopter tersebut diatur melalui serah terima antara suku-suku di wilayah perbatasan. Setelah itu mereka dipindahkan ke Islamabad dengan helikopter, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Keenam awak helikopter pemerintah Punjab yang hilang di Afghanistan pada 4 Agustus 2016 telah dibebaskan dan tiba di Islamabad hari ini,” katanya.

Pakistan mengakui bahwa pembebasan itu karena pengaruh Taliban Afghanistan, namun membantah tuduhan pemerintah Kabul dan AS bahwa Pakistan menyediakan dukungan dan perlindungan bagi Taliban Afghanistan dan para pemimpinnya.

Pakistan mengatakan juga telah menjadi korban serangan militer, sebagian besar diakibatkan oleh kelompok yang berbasis di Afghanistan, selama bertahun-tahun.

Laporan awal setelah kecelakaan menunjukkan bahwa ada tujuh penumpang namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Nafees Zakaria mengatakan hari Sabtu bahwa ternyata hanya ada enam awak pesawat.

Salah satu dari tujuh orang yang terdaftar dalam manifes penerbangan tidak sehat dan memutuskan untuk tidak terbang, kata seorang pejabat kementerian pada kondisi anonimitas.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Inilah Laporan Terbaru Penaklukan Taliban di Sejumlah Wilayah Afghanistan

56785678c461889c7d8b4578

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) tetap mempertahankan operasi militer di seluruh Afghanistan walaupun pasukan nasional Afghanistan (ANA), yang didukung kekuatan udara dan pasukan khusus AS, terus meyerang Taliban.

Saat Taliban terus menekan pasukan nasional Afghanistan di provinsi selatan Helmand dan secara efektif telah mengepung ibukota, Lashkar Gah, mujahidin menyerang kabupaten di utara Afghanistan. Salah satu kabupaten di Baghlan telah jatuh di bawah kendali Taliban, dan satu lagi di Nuristan telah berpindah tangan beberapa kali. (baca juga: Ibukota Helmand Praktis Dikepung Taliban)

The Long War Journal mengutip pernyataan Taliban kemarin, Senin (15/08/2016), bahwa kabupaten Dahana-i-Ghuri di provinsi Baghlan jatuh “setelah pengepungan selama tiga hari,” menurut sebuah laporan yang dirilis pada Voice of Jihad.

“Mujahidin telah menyita sejumlah besar pos tempur dan 4 basis militer, menewaskan dan melukai puluhan tentara musuh selama tiga hari terakhir. Demikian pula, 33 pasukan boneka termasuk tentara ANA (Tentara Nasional Afghanistan), Arbakis (milisi bayaran) dan polisi telah ditawan selama periode waktu ini.” (baca juga: Taliban Ambil Alih Penuh Distrik Dahana-e-Ghori di Provinsi Baghlan)b

Dalam pernyataan yang sama, Taliban juga melaporkan telah merebut “kontrol distrik Want Waygal dan 11 pos tempur” di provinsi Nuristan.

talibanmilitants--621x414Seorang anggota di ibukota provinsi Baghlan menegaskan bahwa Dahana-i-Ghuri dikendalikan Taliban, Khaama Press melaporkan. Para pejabat Afghanistan mengakui serangan Taliban di wilayah tersebut, yang didukung oleh “orang-orang Arab, dan gerilyawan asing lainnya,” lapor Pajhwok Afghanistan News.

“Pasukan Arab” dan “pejuang asing lainnya” kemungkinan adalah para pejuang al-Qaeda dan Taliban dari Pakistan. Jaringan Haqqani, yang erat bekerja sama dengan al Qaeda, beroperasi di Jani Khel dan Paktia.

Selain pertempuran di utara, Kabupaten Jani Khel di provinsi Paktia di Afghanistan timur juga berada “di ambang kehancuran,” lapor TOLONews. “Bentrokan masih berlangsung dua kilometer dari pusat Jani Khel. Jika pasukan pendukung Afghanistan tidak dikirim ke Jani Khel sesegera mungkin, kabupaten akan jatuh ke tangan Taliban, “gubernur distrik mengatakan kepada kantor berita Afghanistan pada 10 Agustus.

Di Afghanistan barat, Taliban mengepung distrik Pusht Rod di provinsi Farah, menurut laporan dari Afghanistan.

Ke selatan di Helmand, Taliban menguasai sejumlah luas daerah kabupaten Nawa-I-Barakzayi, yang berbatasan dengan ibukota provinsi Lashkar Gah, selama seminggu terakhir dan menyerang pusat kabupaten. Pertempuran sengit juga telah dilaporkan di distrik Garmsir di selatan.

Taliban menguasai bazaar di Garmsir tapi kemudian diserang balik oleh pasukan Afghanistan, menurut TOLONews.

Taliban saat ini mengontrol sedikitnya 84 dari 400 lebih kabupaten Afghanistan, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal.

Jumlah kabupaten yang dikendalikan dan diperebutkan cenderung lebih tinggi karena laporan dari beberapa kabupaten yang dikenal sebagai benteng Taliban tidak tersedia. The Long War Journal hanya mencatat kabupaten yang dapat dikonfirmasi dengan pelaporan independen.

Saat Taliban terus menekan serangan di seluruh negeri, Taliban terus berupaya berdamai dengan faksi jihad lainnya yang memisahkan diri setelah kontroversi seputar kematian Syeikh Mullah Omar.

Pekan lalu, para pemimpin dari pasukan Mullah Dadullah serta Mullah Baz Mohammad telah kembali ke Taliban, semakin memperkuat kelompok dan kemampuan tempurnya untuk mempertahankan serangan.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Media Iran Ungkap Tewasnya Ratusan Tentara Pengawal Revolusi di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sumber media Iran pada hari Sabtu (13/08/2016) mengakui kematian sedikitnya 400 tentara Iran yang dikirim untuk berperang di Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan Senin (15/08/2016).

Kantor berita IRNA yang dekat dengan pemerintah Iran melaporkan bahwa pihak keluarga dari sedikitnya 400 milisi yang tewas di Suriah dikirim ke “Yayasan Veteran Urusan Martir,” yang menyediakan bantuan keuangan kepada keluarga pasukan yang dianggap sebagai “martir”.

IRNA mengutip Pengawal Revolusi Iran yang mengatakan bahwa sekitar setengah dari mereka yang tewas adalah orang Afghanistan.

Aleppo adalah salah satu daerah Suriah yang paling mahal bagi milisi Iran, di mana Republik Syiah Iran memberi perhatian khusus dengan bekerjasama dengan Rusia dan pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad memberlakukan blokade atas Aleppo, tapi koalisi mujahidin Jaysh al-Fath berhasil mengusir upaya tersebut sehingga menyebabkan kerugian besar dalam barisan mereka.

Baca juga:

Jaysh al Fath Patahkan Pengepungan Rezim Assad dan Sekutunya di Aleppo

Jaysh al-Fath Bunuh 150 Pasukan Assad, Rebut 20 Tank, 7 Kendaraan Tempur, 10 Artileri dan 60 Truk Pengangkut

Jaysh al Fath Pecahkan Rekor Tercepat, Rebut Barak Militer Utama Rezim Assad dalam 22 Menit

Jenderal Pasukan Assad Tewas dalam Pertempuran Aleppo

103 Pasukan Rezim Assad dan Milisi Syiah Tewas di Hari Pertama Pertempuran Aleppo

Pasukan Assad Alami Kekalahan Telak Saat Berusaha Merebut Wilayah Selatan Aleppo

Setelah Patahkan Kepungan Rezim Assad, Jabhah Fath al-Syam Tembus Distrik Timur Aleppo

Jaysh al Fath Umumkan akan Rebut Seluruh Aleppo

 

Lebih dari 180 Warga Sipil Terbunuh dalam Dua Hari Serangan Udara Assad dan Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) -Lebih dari 180 warga sipil telah tewas di seluruh Suriah sejak Jumat, termasuk 22 anak-anak dan 23 wanita, Komite Koordinasi Lokal, jaringan aktivis akar rumput, mengatakan pada Aljazeera hari Ahad (14/08/2016).

Sedikitnya 90 orang tewas pada hari Jumat, sementara lebih dari 83 warga sipil lainnya tewas Sabtu malam, sebagian besar dari mereka terjadi di provinsi Aleppo.

“Bahkan dalam perang yang memiliki standar mematikan, jumlah korban tewas kali ini sangat mengejutkan,” reporter Al Jazeera Reza Sayah, melaporkan dari Gaziantep di sisi Turki perbatasan Suriah-Turki.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights-SOHR), yang berbasis di Inggris yang mencatat perkembangan setiap hari di Suriah, juga merilis angka pada hari Ahad merinci pembunuhan sedikitnya 327 warga sipil, termasuk 76 anak-anak dan 41 wanita, di Aleppo selama 15 hari terakhir.

Dari 327 korban, lebih dari 100 dilaporkan tewas dalam pemboman oleh pesawat tempur rezim Suriah Assad.

Di pinggiran kota, 94 warga sipil lainnya tewas oleh pemboman rezim Assad, menurut SOHR.

Zouhir al-Shimale, seorang wartawan lokal di Aleppo, mengatakan serangan tidak berhenti sejak para pejuang Suriah, Jaysh al Fath, membuka rute strategis penting Ramosa seminggu yang lalu.

“Penembakan di kota ini semakin intensif. Rezim menyerang jalan utama kota ini yang digunakan orang-orang untuk berkeliling Aleppo timur,” kata Shimale kepada Al Jazeera, Ahad.

“Kemarin, rezim menggunakan bom cluster, untuk menyerang sebuah stasiun bus di lingkungan al-Firdous, dimana lebih dari 50 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sedang berusaha meninggalkan kota. Sebagian besar dari mereka terbunuh.”

Aleppo yang sebelumnya merupakan kota terbesar di Suriah kini telah terbagi antara pasukan Syiah Nushairiyah Assad di bagian barat kota dan faksi-faksi perlawanan di timur, selama empat tahun.

Pasukan yang setia kepada rezim Syiah Bashar al-Assad memberlakukan pengepungan berminggu-minggu di wilayah yang dikuasai pejuang Suriah di bagian timur kota bulan lalu, hingga para pejuang Suriah, Jaysh al fath, melakukan serangan besar dan berhasil mematahkan pengepungan seminggu yang lalu.