5 Tentara AS Tewas di Timur Afghanistan

NANGARHAR (Jurnalislam.com)Al-Emarah News mengatakan Mujahidin Imarah Islam (Taliban) pada hari Kamis (08/09/2016) mematahkan serangan gabungan musuh di distrik Khogyani provinsi Nangarhar kemarin malam, mengakibatkan 5 pasukan penjajah AS, 1 pasukan komando lokal tewas dan sejumlah musuh gabungan terluka, sementara 2 mujahidin memeluk kesyahidan dengan seorang lainnya terluka dalam baku tembak berikutnya.

Sebagai balasan, pesawat penjajah AS membombardir rumah-rumah warga sipil, menyebabkan sejumlah perempuan dan anak-anak terluka.

Musuh kemudian menculik seorang pria tua setelah memaksa dia keluar rumah dan membawanya ke markas mereka.

Sementara di provinsi Ghazni sebanyak 33 pasukan boneka tewas dan lebih dari 14 lainnya terluka selama pertempuran sengit selama 5 hari terakhir di distrik Giro, menurut laporan Al-Emarah News.

Taliban melakukan operasi besar-besaran yang menargetkan markas kabupaten dan semua instalasi militer musuh di distrik Giro provinsi Ghazni lima hari lalu.

Sebanyak 33 pasukan Arbaki dan lebih dari 14 pasukan boneka lainnya terluka saat mujahidin Taliban menduduki 3 instalasi musuh dalam operasi selama lima hari, sedangkan pusat kabupaten dan sejumlah instalasi dan basis utama musuh berada di bawah pengepungan ketat mujahidin saat ini.

4 tank lapis baja dan kendaraan militer musuh juga hancur dalam serangan penembakan dan pemboman langsung dalam beberapa hari terakhir.

Musuh mengeluarkan klaim palsu bahwa 80 mujahidin tewas dan 110 lainnya luka-luka dalam pertempuran, padahal hanya 7 mujahidin yang memeluk kesyahidan dengan 10 orang lain terluka di seluruh operasi.

Secara terpisah, dua polisi dan satu Arbaki tewas dalam serangan oleh mujahidin di distrik Shalgar provinsi Ghazni pada hari Rabu, merebut 1 sepeda motor, 1 senjata api dan radio dari musuh.

1,5 Juta Jamaah Haji telah Tiba di Mekah

MEKAH (Jurnalislam.com) – Hampir 1,5 juta kaum Muslimin dari seluruh dunia telah tiba di Arab Saudi hari Kamis untuk melakukan ibadah haji tahunan, dan tidak terpengaruh oleh insiden tahun lalu, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (08/09/2016).

Saat suhu melebihi 40 C (105F), jamaah Haji memadati sprawling Makkah, kompleks Masjid Agung dengan pendingin udara (AC) untuk berjalan di sekitar Ka’bah – yang menjadi arah kiblat sholat Muslim di seluruh dunia.

Dalam salah satu aturan pertama haji, yang secara resmi dimulai pada hari Sabtu, jamaah berpakaian putih mengambil giliran mereka mengitari Ka’bah dalam prosesi yang terus berlangsung 24 jam sehari.

Jamaah yang tidak bisa berjalan didorong di sekitar masjid di atas kursi roda oleh petugas.

Keran-keran air tersedia bagi jamaah yang haus, dan pengunjung dapat makan di tempat-tempat makanan cepat saji yang besar di pusat komersial di dalam kompleks, di mana mereka juga dapat berbelanja.

Tapi begitu pengeras suara memperdengarkan panggilan adzan untuk sholat, toko-toko tutup dan jamaah berbaris rapi mengikuti shafnya dan siap untuk sholat.

Di luar semua pintu masuk Masjid al-Haram, polisi Saudi mengontrol pergerakan jamaah haji di antara penghalang plastik hijau.

Sedikit saja melangkah keluar dari garis, seorang polisi akan memanggil melalui megafon untuk memerintahkan mereka kembali ke tempat.

Pada saat sholat, akses menuju Ka’bah ditangguhkan dan orang yang berjalan di sekitarnya berhenti untuk menghindari desak-desakan.

Ini adalah salah satu dari beberapa langkah-langkah keamanan yang dikatakan pihak berwenang.

Penyerbuan dalam insiden tahun lalu dan factor keamanan berkecamuk di pikiran seorang jamaah dari Pantai Gading, Mrs. Coulibaly, 49 tahun.

“Tapi sejak tiba di bandara kami telah dilayani dan diawasi dengan sangat baik. Jadi saya merasa nyaman dan benar-benar bisa fokus untuk beribadah,” katanya.

Untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, Iran tidak akan bergabung dengan jamaah lain setelah pembicaraan antara Teheran dan Riyadh mengenai logistik dan keamanan gagal pada bulan Mei.

Iran mengirim 60.000 warganya ke tanah suci tahun lalu, dan mengklaim jumlah tewas terbesar dalam insiden terinjak-injak tahun lalu sebesar 464 orang.

Milisi Syiah Houthi Rekrut Wanita untuk Perang Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Para perempuan Yaman didampingi oleh anak-anak dan bayi berpartisipasi dalam parade militer pada hari Selasa di Sanaa, bersumpah untuk berjuang bersama pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran dalam konflik 18 bulan di Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (07/09/2016).

Footage dan gambar dari parade – yang diselenggarakan oleh perempuan yang setia kepada pemberontak Houthi – beredar di media sosial, menunjukkan anak-anak dan bocah bersama wanita membawa senapan dan artileri berat saat mereka berparade dari atas truk menyatakan dukungan kepada milisi.

Dalam laporan video saluran berita al-Masirah yang berafiliasi Houthi, anak-anak dan bocahterlihat memegang senapan dan berjanji untuk melindungi tanah air mereka.

“Kami akan mempertahankan negara kita, sampai titik darah penghabisan kami,” seorang gadis muda di parade mengatakan kepada saluran berita Al-Masirah, sementara seorang wanita yang berpartisipasi dalam acara tersebut juga mengatakan: “Pada satu bahu saya membawa anak saya dan di bahu yang lain saya membawa senjata.”

Sebuah sumber yang dekat dengan pemimpin milisi Houthi mengatakan kepada situs Al Arabiya News Channel bahwa parade militer tersebut dihadiri oleh ratusan wanita dan merupakan penampilan publik pertama yang mengungkapkan pembentukan unit milisi perempuan.

Sumber itu juga mengungkapkan bahwa beberapa kamp pelatihan bagi perempuan telah didirikan di beberapa provinsi.

Duta Besar Yaman untuk AS, Ahmed Awad Binmubarak menyebut langkah tersebut sebagai “langkah yang asing bagi tradisi masyarakat Yaman.”

“Itu melanggar semua norma Yaman,” kata Binmubarak kepada Al Arabiya English, berharap bahwa isu merekrut perempuan dan anak-anak untuk melawan akan memimpin masyarakat internasional untuk menempatkan lebih banyak presure pada Houthi untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Yaman Ezz Eddin al-Asbahi, pada hari Selasa menuduh milisi Houthi memaksa anak-anak untuk berperang di perang sipil Yaman, mengatakan milisi telah merekrut sebanyak 4.800 anak laki-laki dibawah umur selama enam bulan terakhir.

Menteri juga mengatakan pemberontak Houthi telah menewaskan sekitar 1.000 warga sipil dalam konflik dua tahun, dan bahwa lebih dari 300 anak meninggal – baik karena tembakan atau roket.

Berbicara dari Kairo, al-Asbahi mengatakan diperkirakan sejumlah 3.000 orang telah ditahan oleh milisi Houthi di daerah yang berada di bawah kendali mereka dan bahwa ada sekitar 70 kasus penyiksaan di dalam penjara yang dikuasai pemberontak Houthi.

Konflik di negara Yaman dilanda perang tersebut, telah menarik kekuatan regional dunia dan menewaskan sedikitnya 10.000 orang, termasuk hampir 4.000 warga sipil, menurut PBB.

Syiah Houthi mempertahankan kontrol atas Sanaa setelah kudeta mereka pada bulan September 2014.

Sebagai balasan, Arab Saudi dan sebagian besar sekutu Teluk Arab campur tangan dalam perang Yaman pada bulan Maret 2015 setelah gerakan bersenjata Houthi mendorong pemerintah Hadi ke pengasingan di Arab Saudi.

Setelah pembicaraan damai bulan lalu yang disponsori PBB di Kuwait berakhir tanpa kesepakatan, koalisi yang dipimpin Arab Saudi kembali melakukan Operasi Memulihkan Harapan (Restoring Hope Operation) terhadap Houthi dan sekutu mereka yang setia kepada Presiden Yaman yang terguling, Ali Abdullah Saleh.

Milisi Syiah Houthi dan Kongres Rakyat Umum (GPC) Saleh menguasai sebagian dari Yaman bagian utara sementara pasukan yang setia kepada Hadi menguasai sisa wilayah negara bersama dengan suku-suku lokal.

Taliban Hadang Konvoi Militer, 1 Tank dan 3 Apc Hancur, 16 Pasukan Tewas

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan yang datang dari kabupaten Gerishk mengatakan bahwa pertempuran berat terjadi setelah iring-iringan pasukan Afghanistan yang dikawal oleh kendaraan lapis baja, APC dan kendaraan militer lainnya tiba di daerah Chargul Pump, Wazir Manda, Alakozo Shakh di wilayah Nahr Siraj untuk membuka kembali Lashkargah.

El Emarah news mengatakan, serangan senjata berat dan ringan Taliban menghancurkan sebuah tank lapis baja dan 3 APC oleh serangan IED di daerah mengkibatkan sedikitnya 16 pasukan tewas atau terluka dan memaksa sisanya melarikan diri.

Klaim musuh yang mengatakan telah memblokir serangan sepenuhnya tidak berdasar.

“Kami memperingatkan kepada semua bahwa jalan raya sepenuhnya diblokir dan dipenuhi ranjau darat sehingga tidak aman untuk melakukan perjalanan,” Taliban mengatakan.

Laporan juga datang dari provinsi Badakhshan utara, sedikitnya 8 pasukan bayaran, Arbakis dan 4 serdadu tewas dan lebih dari 4 Arbakis lainnya terluka dalam Operasi Omari hari Selasa yang digelar di instalasi militer musuh di Kabupaten Baharak.

Setelah beberapa jam bertempur, mujahidin menyita dan menghancurkan 3 pos musuh, sementara seorang mujahid, gugur, syahid dan seorang lainnya terluka dalam pertempuran hari Selasa.

Militer Israel Mulai Bangun Tembok Bawah Tanah Kelilingi Gaza

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Militer zionis mulai membangun tembok baru di sekitar Jalur Gaza yang terblokade tidak hanya memagari Gaza di atas tanah tetapi juga di sepanjang jauh di bawah tanah, menurut media lokal, lansir World Bulletin Rabu (07/09/2016).

Pembangunan penghalang baru, yang membutuhkan biaya dua miliar shekel ($ 531.000.000), dapat dilihat dari komunitas Israel selatan dekat perbatasan Gaza, koran Yedioth Ahronoth melaporkan Rabu.

Penghalang tersebut dirancang mencapai bawah tanah untuk menghadang terowongan yang dituduh Israel digali oleh Hamas, yang sering digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap militer Israel. Hamas saat ini mengendalikan Jalur Gaza.

Surat kabar itu melaporkan bahwa warga yahudi di dekat Gaza, tertarik untuk proyek ke depan, dinding mungkin tidak akan selesai, karena pemerintah Israel belum sepenuhnya mengklarifikasi bagaimana proyek akan dibiayai.

Pada bulan Mei, operasi militer zionis di Gaza untuk menghancurkan terowongan Gaza menyebabkan pertempuran antara kedua belah pihak dengan Hamas, faksi perlawanan Palestina tersebut menembakkan mortir ke arah pasukan penjajah Israel.

Lebih dari 2.300 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka pada akhir 2014 ketika pasukan zionis yahudi melancarkan serangan brutal ke pemukiman warga Gaza.

HNC Ajukan Rencana Transisi Politik Suriah

LONDON (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi utama Suriah telah mengajukan rencana transisi politik dan gencatan senjata untuk mengakhiri perang Suriahlebih dari lima tahun di negara itu.

Komite Negosiasi Tinggi (The High Negotiations Committee-HNC) mengatakan pada Aljazeera hari Rabu (07/09/2016) bahwa proses yang diusulkan akan dimulai dengan negosiasi enam bulan untuk mendirikan pemerintahan transisi yang terdiri dari tokoh-tokoh dari pihak oposisi, pemerintah dan masyarakat sipil.

Bashar al-Assad harus meninggalkan kantor pada akhir enam bulan, menurut pihak yang mewakili faksi oposisi politik dan bersenjata Suriah, mengatakan pada pertemuan di London yang dihadiri oleh para menteri luar negeri dari seluruh dunia.

Dewan transisi kemudian akan menjalankan negara selama 18 bulan, setelah itu akan ada pemilu.

Kepala perunding pihak oposisi Riyad Hijab, yang membelot dari pemerintah pada 2012 setelah ditunjuk sebagai Perdana Menteri, mengatakan HNC akan menolak setiap kesepakatan dari Rusia dan AS jika sebagian besar berbeda dengan usulan HNC ini.

“Jika apa yang disetujui Rusia dan Amerika sangat jauh berbeda dari apa yang menjadi cita-cita masyarakat Suriah, maka kita tidak akan menerimanya,” kata Hijab.

Dilansir dari pertemuan di ibukota Inggris, editor diplomatik Al Jazeera, James Bays mengatakan rencana itu adalah “cetak biru paling rinci yang dibawa pihak oposisi.”

 

Pasukan Pro Yaman Rebut Posisi Kunci di Sirwah dari Houthi, 35 Pemberontak Tewas

YAMAN (Jurnalislam.com) – Tentara nasional Yaman dan komite Perlawanan Rakyat pro-pemerintah mengklaim telah menguasai sejumlah lokasi strategis di Sirwah di Gubernuran Marib, seorang juru bicara Al Arabiya News Channel melaporkan pada hari Rabu (07/09/2016).

Abdullah al-Shandqi, juru bicara komite Perlawanan Rakyat, mengatakan sekitar 35 pemberontak dari milisi Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada presiden terguling Ali Abdullah Saleh yang didukung Republik Syiah Iran telah tewas menyusul bentrokan di daerah.

Komite Perlawanan Rakyat adalah kelompok bersenjata yang dibentuk di beberapa provinsi Yaman selama Perang Sipil Yaman dan setelah kudeta Syiah Houthi untuk menggulingkan pemerintah Presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi yang diakui internasional pada bulan September tahun 2014.

Houthi mengendalikan ibukota, Sanaa sebagai hasil dari upaya kudeta tersebut

Didukung oleh koalisi yang dipimpin Saudi, tentara Yaman bersama-sama dengan komite mencoba untuk membebaskan Sirwah sepenuhnya untuk dapat memasuki area Khawlan, yang dianggap sebagai salah satu pintu masuk ke Sana’a.

Maarib terletak 120 km di sebelah timur Sanaa.

Sementara itu, sumber Houthi mengatakan utusan PBB untuk Yaman Ismail Ould Cheikh Ahmed tidak membawa agenda baru selama pertemuannya dengan perwakilan milisi di Muscat ibukota Oman. Media yang berafiliasi dengan Houthi juga menuduh utusan PBB bersikap bias dan mendukung pemerintah.

Delegasi Houthi tiba di Muscat setelah mereka menghentikan tur kunjungan regional mereka ke Irak pekan lalu.

Pesawat Tempur Rusia Serang Pemukiman Warga di Distrik Sukari, 20 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Rusia pada Rabu siang melakukan pembantaian mengerikan yang merenggut nyawa puluhan warga sipil dan melukai puluhan lainnya, kebanyakan anak-anak, dalam pemboman, menargetkan pemukiman di distrik Sukari, Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (07/09/2016).

Koresponden ElDorar mengutip sumber medis, mengatakan bahwa jumlah warga sipil tewas dalam pemboman itu mencapai 20 orang, sedangkan jumlah yang terluka mencapai 30, sebagian besar dari mereka dalam situasi sulit dan harus diamputasi salah satu bagian tubuhnya.

Lingkungan Sukari dibom untuk hari ketiga berturut-turut, di mana helikopter rezim kemarin menjatuhkan bom berisi gas beracun, Klorin, yang melukai sekitar 90 orang, sementara pembantaian kemarin merenggut nyawa tujuh orang dari satu keluarga, menurut sumber medis.

Warga sipil di kota Aleppo (bagian timur) mengalami blokade genosida kedua yang dikenakan oleh pasukan rezim Nushairiyah Assad, terhadap hampir 340 ribu orang penduduknya.

Jet Tempur Rusia Cegat Pesawat Mata-mata AS di Laut Hitam

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah jet tempur Rusia mencegat pesawat mata-mata AS di atas Laut Hitam selama sekitar 19 menit, seorang juru bicara Pentagon mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Rabu (07/09/2016).

“Pada hari ini jet tempur Flanker SU-27 Rusia mencegat Poseidon P-8A milik Angkatan Laut AS dari jarak dekat yang tidak aman saat melakukan operasi rutin di wilayah udara internasional di Laut Hitam,” kata Kapten Jeff Davis dalam email.

Aset militer Rusia dan Amerika di kawasan itu secara rutin berinteraksi tapi “sebagian besar interaksi terjadi dengan aman dan profesional,” menurut Davis.

Tapi mencegat dari jarak dekat kemungkinan “dapat menimbulkan kesalahan perhitungan atau kecelakaan” dan memiliki potensi meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut, tambahnya.

Pencegatan itu adalah konfrontasi militer Rusia terbaru yang dihadapi aset militer AS di Eropa Timur.

Pada bulan April, Su-24 Rusia terbang dalam jarak 30 kaki dari kapal perusak AS, Donald Cook, di Laut Baltik, dan tak lama setelah itu sebuah Su-27 terbang di dekat pesawat pengintai RC-135 milik Angkatan Udara AS di Laut Baltik.

Insiden terbaru tersebut terjadi setelah kapal Angkatan Laut AS dicegat oleh kapal Pengawal Revolusi Syiah Iran di Teluk Persia.

Perancis Turunkan Pasukan Artileri untuk Serang Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Perancis mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka mengerahkan artileri ke Irak dan menyiapkan kapal induk dalam memperkuat dukungan militer asing bagi tentara Irak untuk merebut kembali Mosul, ibukota de facto Islamic State (IS) di Irak, lansir Reuters, Rabu (07/09/2016).

Tentara dan unit elit Irak secara bertahap telah mengambil posisi di sekitar kota yang terletak 400 km (248 mil) di utara Baghdad, dengan pasukan koalisi internasional mendukung dengan memanfaatkan keklahan kelompok IS di beberapa wilayah di Irak dan Suriah.

“Kami memutuskan untuk meningkatkan dukungan kami terhadap pasukan Irak musim gugur ini dengan tujuan merebut kembali Mosul,” kata Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian dalam pertemuan pejabat pertahanan dan militer di Paris.

“Pada saat ini, artileri kami tiba dekat ke garis depan,” kata Le Drian, menambahkan bahwa kapal induk Charles de Gaulle akan segera berangkat ke Timur Tengah.

Para pejabat pertahanan Perancis menolak untuk memberikan rincian tentang artileri.

Pemimpin IS, Abu Bakr al-Baghdadi menyatakan sendiri kekhalifahannya secara sepihak yang mencakup wilayah Irak dan Suriah dari Masjid Agung Mosul pada tahun 2014.

Perancis, negara pertama yang bergabung dengan serangan udara pimpinan AS di Irak, telah meningkatkan operasi udara terhadap IS, termasuk di Suriah, bergabungnya Perancis dalam serangan terhadap IS dipicu dengan beberapa serangan oleh kelompok IS di Perancis. Paris juga memiliki pasukan khusus yang beroperasi di kedua negara dan telah memberikan senjata kepada kelompok oposisi Suriah.