Pesan Idul Adha Amirul Mukminin Syeikh Hibatullah Akhundzada

Pesan Idul Adha Amirul Mukminin Syeikh Hibatullah Akhundzada

 

Dengan nama Allah, Maha Pengasih Maha Penyayang

Allah Maha Besar; Allah Maha Besar; Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah.

Segala puji bagi Allah yang melimpahi kita dengan berkah iman dan Islam saat Ia menurunkan pada kita yang terbaik dari kitab-Nya dan mengirimkan kepada kita yang terbaik dari para nabi-Nya dan mensahkan bagi kita yang terbaik dari hukum agama-Nya. Segala puji bagi Allah. Semua yang baik adalah di tangan-Nya dan segala urusan kembali kepada-Nya. Dia menciptakan apapun yang Dia kehendaki dan Dia pilih. Kita tidak memiliki pilihan. Semua kemuliaan adalah untuk Allah serta semua pujian di dunia ini dan di dunia yang akan datang. Dialah yang memberi keputusan dan semua kembali kepada-Nya.

Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dan tidak ada sekutu bagiNya. Saya bersaksi bahwa Muhammad Saw adalah Hamba dan Rasul-Nya. Ia menyampaikan pesan dan memenuhi kewajiban dan mendakwahkan umat dan berjuang di jalan Allah. Semoga shalawat dan salam tercurah atas dirinya dan keturunannya, pada para sahabat dan pengikutnya dan semua orang yang mengikuti sunnah-sunnahnya sampai hari kiamat.

Setelah ini, saya ingin sampaikan:

Allah Swt berfirman:

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” Surah: 108 (Al Kautsar), Ayat: 2

Rekan-rekan sebangsaku yang beriman dan saudara-saudara se-iman di setiap sudut dunia.

Asalamu’alaikum wa Rahmatullah wa barakatuh,

Seraya mengharapkan kesehatan, kebahagiaan dan kesejahteraan yang baik bagi Anda, saya ingin menyampaikan kepada Anda dalam kesempatan Idul Adha yang menguntungkan ini. Semoga Allah Swt menerima semua ibadah, persembahan qurban, amal dan semua perbuatan yang telah Anda lakukan untuk mendapatkan ridho Allah Swt. Selain ucapan keberkahan Idul Adha, saya ingin mengucapkan selamat kepada para mujahid, khususnya atas kemenangan baru-baru ini yang telah diberikan Allah Swt pada formasi Jihad karena atas berkah dan bantuan-Nya, serta pengorbanan para mujahidin dan bantuan dari rakyat, meskipun musuh menggunakan kekuatan berat; ditambah masuknya pasukan asing dan bombardir bom yang berbeda. Namun banyak kabupaten dan daerah yang telah dibersihkan dari musuh di provinsi negara yang berbeda. Segala puji bagi Allah, bendera putih Imarah Islam berkibar di sana.

Para Mujahid Saudaraku,

Pada tahun-tahun pertama pendudukan, kewajiban kita adalah untuk berperang melawan musuh tapi sekarang karena kami memiliki kontrol atas banyak wilayah, ini adalah waktu dimana kita harus menuai buah dari jihad 15 tahun dan melaksanakan tujuan jihad yaitu: pelaksanaan Syariah Ilahi di tanah Allah; untuk membangun keadilan; menjaga stabilitas dan keamanan; untuk melindungi perbatasan dan mempertahankan jiwa, harta, kehormatan dan semua hak yang diberikan Allah bagi rekan sebangsa.

Para pejabat dari Komisi Militer, gubernur, personil dari pengadilan yudisial, anggota komisi provinsi, administrator distrik dan komandan unit (bersenjata) dan semua personil komisi sipil harus memperhatikan secara eksklusif pemeliharaan keamanan dan keadilan, pelaksanaan Syariah, pemerintahan yang efisien, promosi pendidikan agama dan modern dan pengerjaan fasilitas umum lain seperti jalan, jembatan, urusan kesehatan, air minum, pertanian dan perdagangan serta pekerjaan umum lainnya. Mencegah orang-orang yang membahayakan tempat-tempat fasilitas publik ini sehingga warga yang beriman dapat menjalani hidup yang cerah, bahagia, cukup dan makmur di bawah bayang-bayang kedaulatan Syariah dan bernapas lega dalam suasana damai.

Agar Mujahidin berhasil dalam ujian besar ini, mereka harus secara khusus memperhatikan titik-titik ini:

– Mencanangkan niat Anda semata-mata untuk Allah dan untuk jalan Allah Swt;

– Semua pihak harus menghiasi diri dengan hiasan kesolehan, baik yang junior maupun yang senior;

– Teruslah berdoa kepada Allah Swt agar Dia memberikan kesempatan anda untuk melakukan kewajiban suci Jihad;

– Berlaku adil dan tolong menolong;

– Jauhi dari sifat membanggakan diri, angkuh dan sombong, berbuat ceroboh dan pengkhianatan dan menjauhkan diri dari bias berdasarkan etnis suku, golongan, geografi, bahasa dan praduga;

– Kriteria untuk hak istimewa harus hanya berdasarkan kesolehan dan komitmen;

– Ciptakan suasana kepercayaan dan persaudaraan di antara kalian dan hindari tindakan yang mengarah kepada rasa ketidakpercayaan di antara kalian;

– Mujahid bersaudara seharusnya tidak meninggalkan kewajiban mengajak berbuat kebajikan dan mencegah kemungkaran. Melakukan sholat berjamaah dan berhenti melakukan pengkhianatan di Baitulmal (harta publik);

– Menanggung keluarga dan anak-anak para syuhada dan tahanan dengan amalan terbaik yang dapat dilakukan;

– Jangan pernah lupa etika berbasis Syariah dari mendiang, pemimpin tercinta, Amirul Mukminin Mullah Muhammad Umar Mujahid (semoga Allah memberkatinya) dan syuhada Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Mansur (semoga Allah memberkatinya ) dan cermat mematuhi cara mereka. Beribadah sebagai amalan Anda dengan tujuan yang tinggi untuk melayani orang-orang karena memberikan kemakmuran dan kenyamanan bagi mereka dengan menghilangkan kesulitan mereka adalah tindakan yang paling dicintai Nabi Saw.

Dari Ibnu Umar bahwa seorang lelaki mendatangi Nabi Saw dan berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling diicintai Allah ? dan amal apakah yang paling dicintai Allah Swt?” Rasulullah Saw menjawab,”Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim atau engkau menghilangkan suatu kesulitan atau engkau melunasi utang atau menghilangkan kelaparan. Dan sesungguhnya aku berjalan bersama seorang saudaraku untuk (menuaikan) suatu kebutuhan lebih aku sukai daripada aku beritikaf di masjid ini—yaitu Masjid Madinah—selama satu bulan. (HR. Thabrani)

Mujahidin harus secara eksklusif fokus membersihkan jajaran dan barisan mereka. Jangan biarkan seorang oknum, orang yang terkenal, yang suka memanjakan diri sendiri, dan para pencuri uang dan orang tidak bermoral tetap berada di jajaran Anda – mereka yang tidak berkelakuan baik terhadap rakyat. Ini untuk menghindari agar rakyat tidak menghadapi pelecehan. Mujahidin harus menjaga interaksi dengan para pemimpin agama dan spiritual yang terhormat, para pemuka suku yang berpengaruh dan orang-orang berwawasan shaleh; gali pandangan dan nasihat mereka dan dapatkan keuntungan dari pengalaman mereka.

Selain memberikan pelatihan militer, latih mujahidin bagaimana berperilaku baik dengan orang-orang, mencegah korban sipil, mempertahankan keadilan dan memenangkan hati serta pikiran orang-orang; menginstruksikan mereka dari waktu ke waktu tentang hak-hak dan martabat rakyat. Mujahidin harus bersikap baik dengan orang-orang yang telah meninggalkan jajaran korup pemerintah Kabul atau berada di tahanan.

Saya menginstruksikan ikhwan mujahidin untuk melakukan tugas Panggilan dan Bimbingan, fokus memikat mereka yang berada di jajaran musuh, selain melaksanakan operasi jihad. Untuk tujuan ini, mujahidin, personil Komisi Panggilan dan Bimbingan, personil Kebudayaan dan Media, sastrawan dan para pengajar harus sepenuhnya memperhatikan upaya penyadaran dan ajakan; selain memberikan pelatihan bagi mujahidin dan generasi berikutnya, mujahidin juga menyebarluaskan pesan bagi mereka yang berada di jajaran musuh sehingga mereka memahami kebenaran dan keberhasilan jajaran jihad, buat mereka menjadi sadar akan sejarah Islam dan kegagahannya, dan memahami bahwa yang tersisa dari penjajah hanyalah tindakan berbahaya dan merusak.

Kami berterima kasih kepada semua orang-orang dermawan di setiap sudut dunia yang telah membantu Imarah Islam atau percaya dengan pembentukan jihad ini, seluruh ulama dan penulis terhormat yang telah menegaskan dan mendukung tujuan kita atau berbagi pandangan terbaik mereka dengan kami atau menunjukkan simpati mereka dengan kami atau menyampaikan belasungkawa mereka selama kematian Amirul Mukminin Mullah Mohammed Omer Mujahid (semoga Allah memberkatinya) dan Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Mansur (semoga Allah memberkatinya). Saya memohon kepada Allah Swt untuk sepenuhnya menghargai mereka karena kejujuran mereka.

Memanfaatkan kesempatan Idul Adha yang baik ini, saya memanggil semua warga Afghanistan yang bekerja di sektor militer dan sipil pada penyerbu asing untuk merenungkan sikap mereka sejenak dan mencari tahu sendiri bahwa invasi Afghanistan oleh Amerika dan Sekutunya adalah bagian dari perang global pasukan kafir (salibis) terhadap umat Islam.

Tujuannya adalah untuk menegakan sistem Islam yang nyata dan membantu penggantinya yang telah dilatih agar dapat mencapai koridor kekuasaan; untuk menyebarkan hukum, pikiran, dogma dan kebiasaan anti-Islam di negeri Islam ini. Oleh karena itu, mereka harus merenungkan posisi mereka yang membahayakan secara mendalam di jajaran penjajah. Dukungan mereka terhadap penjajah kafir tidak diragukan lagi bertentangan dengan perintah Allah Swt dan Nabi-Nya Saw.

Allah Yang Mahakuasa berfirman:

” Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih.” Surah: 24 (An Nuur), Ayat: 63

Pesan kami ke negara-negara mayoritas Islam dan semua orang yang mencintai kebebasan dunia adalah bahwa perjuangan kita bukanlah perjuangan yang tidak sah, atau sebuah pemberontakan untuk tujuan yang melanggar hukum atau hanya ekspresi emosi tanpa pilar pemerintahan Islam.

Sebaliknya, negara kita telah diserang dan rezim pengganti yang anti-Islam dan tunduk pada musuh telah dipaksakan pada kami melalui tank, artileri dan pesawat pembom mereka menentang keinginan agama dan kemerdekaan orang yang penuh cinta dan pemikiran independen orang-orang yang penuh cinta. Sistem Islam dan kemerdekaan negara adalah hak asasi manusia dan agama kami. Negara-negara Islam dan penduduk dunia yang mencintai kebebasan harus mendukung kami sebagai kewajiban mereka dan melakukan tanggung jawab mereka dengan mendukung rakyat kami yang tertindas.

Imarah Islam Afghanistan terus melakukan upaya diplomatik yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah Afghanistan bersamaan dengan pendekatan militer. Kami telah mendelegasikan Kantor Politik untuk mengusahakan tujuan ini serta untuk memelihara hubungan dengan dunia dan entitas yang bersangkutan (melalui upaya damai dan diplomatik). Kami ingin memiliki hubungan dengan dunia dan menjawab pertanyaan mereka serta mengurangi kekhawatiran mereka sehingga kita dapat menyelamatkan negara kita dari kerusakan lebih lanjut di masa depan dan bahwa orang lain juga tidak akan dirugikan oleh negara kita.

Kami mengutuk keras segala macam kekejian yang dilakukan terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia, khususnya di Suriah, di mana umat Islam sedang diberondong dengan berbagai macam ujian. Rumah-rumah penduduk, Masjid, lembaga pendidikan dan pusat kesehatan telah rata dengan tanah. Kami memanggil orang-orang di setiap sudut dunia yang memiliki kesadaran untuk meningkatkan seruan mereka dalam mencegah kekejaman ini.

Ketidakadilan dan kekejaman sedang dilakukan terhadap orang-orang yang tertindas oleh pihak-pihak yang kebal hukum. Jika mereka tidak berhenti, maka semua orang akan dirugikan – karena di satu sisi, para tiran terus melakukan kekejaman dan menggunakan kekuatan mereka sedangkan di sisi lain, korban yang tertindas mengupayakan segala cara untuk bebas dari kondisi mereka yang menyedihkan dan untuk melakukan pembalasan. Akibatnya, keamanan dunia dapat memburuk.

Akhir kata, kami mendesak semua saudara-saudara kami yang kaya dan dermawan untuk berbagi bersama keluarga para syuhada, tahanan, orang-orang yang cacat, anak yatim dan keluarga para mujahidin dan anak-anak mereka di hari-hari keberuntungan Idul Adha dan membantu mereka yang semampu Anda. Saya meninggalkan Anda dalam kepercayaan dari Allah.

 

Amirul Mukminin Syeikhul Hadis Hibatullah Akhundzada

Pemimpin Imarah Islam

12/07/1437/Hijriah 09/09/2016 Masehi

Penata Rambut di Norwegia Didenda karena Tolak Pelanggan Berjilbab

NORWEGIA (Jurnalislam.com) – Norwegia menjatuhkan denda bagi seorang penata rambut sekitar 1.000 euro pada hari Senin setelah ia dinyatakan bersalah atas diskriminasi karena berpaling dari pelanggan Muslim yang mengenakan jilbab, lansir World Bulletin, Senin (12/09/2016).

“Pengadilan … tidak memiliki keraguan bahwa terdakwa bertindak sengaja, bahwa ia sengaja didiskriminasikan Bayan dengan mengeluarkan dia dari salon karena dia adalah Muslim,” pengadilan memutuskan.

Ini dikenakan denda 10.000 kroner (€ 1.075 / $ 1.200) dan juga memerintahkan dia untuk membayar biaya pengadilan 5.000 kroner.

Hodne bermaksud untuk mengajukan banding atas keputusan itu, pengacaranya mengatakan kepada kantor berita NTB.

Penata rambut berusia 47-tahun tersebut mengatakan kepada pengadilan bahwa ia melihat jilbab sebagai simbol politik yang mewakili ideologi yang menakutkan baginya, bukan sebagai simbol agama.

“Saya melihatnya sebagai simbol totaliter. Ketika saya melihat jilbab, saya tidak berpikir agama, tapi ideologi dan rezim totaliter,” katanya kepada hakim, yang dikutip oleh harian Verdens Gang.

Menurut dakwaan, Hodne mengatakan kepada Bayan agar “pindah ke tempat lain karena dia tidak menerima (klien) seperti dia.”

Penata rambut tersebut awalnya menolak untuk membayar denda sebesar 8.000 kroner atas tindakan diskriminasi agama, dan kasus karena itu dibawa ke pengadilan distrik Jaeren hari Kamis.

Hodne mengakui bahwa dia seharusnya bisa bersikap jauh lebih sopan terhadap Bayan, 24 tahun, namun dia membantah tuduhan diskriminasi agama.

Markas Besar di Tarinkot dalam Kepungan Ketat Taliban

URUZGAN (Jurnalislam.com) – Para pejabat mengatakan bahwa kantor pusat provinsi, markas besar polisi dan instalasi rezim antek AS lainnya masih di bawah pengepungan ketat dan serangan berat Mujahidin Imarah Islam (Taliban), Al Emarah News melaporkan, Ahad (11/09/2016).

Musuh mencoba beberapa serangan untuk mematahkan pengepungan tapi gagal setiap kali setelah menderita kerugian fatal.

Mujahidin Taliban posisi mereka melawan musuh dan belum mundur bahkan selangkah pun.

Klaim palsu musuh mengenai korban di pihak Mujahidin benar-benar tidak berdasar karena ini adalah teknik yang biasa mereka lakukan untuk meningkatkan moral pasukan mereka, koresponden Al Emarah mengatakan.

Penjajah AS dan antek mereka membombardi wilayah warga sipil dan kemudian menyebut mereka sebagai pasukan Taliban.

Mujahidin Taliban juga melancarkan serangan terkoordinasi atas 4 pos pemeriksaan milik pasukan bayaran di daerah Gorjiz dan Ashzo di distrik Chora tengah hari Ahad.

Tembak-menembak senjata berat dan ringan mengakibatkan 4 pos pemeriksaan musuh direbut dan sejumlah besar wilayah Kunj dibersihkan oleh mujahidin Taliban.

Sepeda motor militer, 2.000 amunisi, 3 panel surya dan peralatan perang lainnya berhasil disita dari pos.

“Semua pujian hanya milik Allah Swt, mujahidin sama sekali tidak menderita korban,” kata mujahidin Taliban pada Al Emarah News.

Kantor Berita BBC Lakukan Distorsi Informasi saat Liput Perang Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Gambar yang dipublikasikan menunjukkan koresponden British Broadcasting Corporation (BBC) di Suriah, Assaf Abboud, tertawa bersama sejumlah perwira militer rezim Assad di kota Aleppo, pada hari Sabtu (10/09/2016), beberapa hari setelah pengepungan di kota tersebut diberlakukan kembali, ElDorar AlShamia melaporkan, Senin (12/09/2016).

The BBC Channel sepenuhnya dilaporkan berpihak pada rezim Nushairiyah Assad dan mendistorsi beberapa fakta peristiwa di Suriah dibanding media Barat lainnya, di mana penyimpangan serupa pernah dilakukan oleh saluran berita itu.

kantor-berita-bbcSaluran berita Inggris tersebut beberapa bulan yang lalu menerbitkan gambar pemboman oleh pasukan al-Assad di lingkungan Aleppo sebagai balasan atas “penembakan yang dilakukan oleh faksi perlawanan Suriah di distrik yang berada di bawah kendali pasukan al-Assad, kemudian meminta maaf atas cerita tersebut pada halaman resmi mereka.

Presenter TV BBC di Suriah, Dima Izz el-Deen, mengumumkan pengunduran dirinya setelah insiden tersebut untuk memprotes pelanggaran yang dilakukan oleh saluran berita berstandar profesional tersebut dalam mencakup pemberitaan peristiwa di Suriah.

 

Muslim di Seluruh Dunia Rayakan Idul Adha pada Hari Senin

JURNALISLAM.COM – Muslim di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha pada hari Senin (12/09/2016), salah satu dari dua Hari Raya paling penting bagi umat Islam.

Mempelajari kesediaan Nabi Ibrahim AS, untuk mengorbankan anaknya Ismail AS, atas perintah Allah Swt, umat Islam menandai Hari Raya dengan menyembelih hewan Qurban seperti domba atau kambing, sapi dan Onta. Daging hewan tersebut dibagi di antara keluarga dan teman-teman dan juga disumbangkan untuk orang miskin setelah pelaksanaan Shalat Idul Adha.

Muslim di seluruh benua merayakan Hari Raya yang datang bersamaan dengan hampir selesainya ibadah haji tahunan ke Mekah di Arab Saudi.

Ratusan ribu Warga Palestina berbondong-bondong ke Masjid al-Aqsha di Yerusalem untuk shalat Idul Idha.

Di Timur Tengah, misalnya di Irak, pemerintah memberlakukan langkah-langkah keamanan yang ketat selama festival, mengawasi jamaah saat mereka memasuki Masjid Abdul-Qadir al-Jailani di Baghdad.

eid-al-adhaDi jazirah Arab bahkan hingga Afghanistan jutaan Muslim merayakan Idul Adha juga secara bersamaan, begitu juga di Asia, ratusan ribu orang meninggalkan ibukota Bangladesh Dhaka dalam kereta api dan kapal feri yang penuh sesak menuju kampung halaman mereka untuk merayakan Hari Raya bersama keluarga dan teman-teman, sementara di Indonesia di ibukota Jakarta jutaan Muslim menghadiri sholat Ied di berbagai Masjid secara serentak.

Festival ini juga dirayakan di seluruh Afrika, dimana jutaan muslim di negara-negara seperti Somalia dan Kenya menghadiri sholat Idul Adha.

Di eropa, Rusia, ratusan ribu umat Islam berkumpul untuk shalat di Moskow sementara di Inggris, Perdana Menteri Theresa Mei merilis sebuah pesan video kepada komunitas Muslim di negara itu.

“Saya bangga dengan kontribusi Muslim Inggris kepada negara ini dan bangga bahwa Inggris adalah rumah bagi orang-orang dari latar belakang yang dinamis dan beragam,” katanya, seperti yang dikutip Al Arabiya News Channel.

Liga Arab Kutuk Kongres AS Sahkan RUU Serangan 9/11

KAIRO (Jurnalislam.com) – Liga Arab mengutuk RUU hukum yang disahkan oleh Kongres AS yang akan memungkinkan keluarga korban serangan 9/11 untuk menuntut Arab Saudi atas kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan, lansir World Bulletin Senin (12/09/2016).

Dalam sebuah pernyataan hari Senin, Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Abul Gheit, memperingatkan bahwa jika administrasi AS gagal memveto, RUU itu akan mengeruhkan hubungan.

“Hukum tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Piagam PBB dan aturan yang ditetapkan hukum internasional,” kata Abul-Gheit.

“Hukum tersebut tidak didasarkan pada norma-norma atau prinsip-prinsip hubungan antara negara-negara internasional,” tambahnya, menyuarakan harapan bahwa pemerintahan AS akan memveto hukum yang “cacat” itu.

Arab League Secretary-General Amr Moussa attends an emergency meeting among the Arab League foreign ministers, held to discuss issues about Libya, at the headquarters in Cairo March 2, 2011. Arab foreign ministers called on the Libyan leadership on Wednesday to take "brave" decisions to stop violence and respect the "legitimate rights" of the people. REUTERS/Amr Abdallah Dalsh (EGYPT - Tags: CIVIL UNREST POLITICS)

Sebelumnya pada hari Senin, Gulf Cooperation Council (GCC) mengutuk RUU itu.

Dalam sebuah pernyataan, Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif al-Zayani mengatakan hukum itu “bertentangan dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip hubungan antara negara dan prinsip kekebalan berdaulat yang dimiliki oleh setiap negara.”

Hukum itu disahkan oleh DPR pekan lalu, namun pemerintah AS telah mengancam akan memveto langkah tersebut.

Jika RUU itu menjadi hukum, maka akan memberikan hak bagi keluarga korban 9/11 untuk menuntut Arab Saudi atas setiap dugaan bahwa Arab kemungkinan berperan dalam serangan 9/11.

Lima belas dari 19 pembajak pesawat berasal dari Arab Saudi.

Faksi Marwan Hadid Rebut Daerah Strategis di Distrik Hama dari Pasukan Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok Marwan Hadid yang meliputi beberapa faksi militer, melakukan operasi militer di Hama setelah Ahad sore, dan menguasai daerah-daerah strategis baru setelah pertempuran dengan pasukan rezim Assad, lansir ElDorar AlShamia Senin (12/09/2016).

Menurut faksi jihad Jund Al-Aqsha kelompok itu mampu mengontrol kota Kawkab yang berdekatan dengan kota Maan di pedesaan utara-timur Hama; yang dianggap sebagai benteng terbesar terakhir milisi pertahanan nasional di wilayah tersebut.

Faksi Abnaa al-Sham, FSA mengumumkan bahwa mereka menguasai wilayar di sekitar Batalion Artileri Assad hingga ke kota Kawkab.

Faksi (Jaysh al-Naser, al-Izza Gathering, Jund al-Aqsha dan Abnaa al-Sham) sebelumnya berhasil menguasai kota-kota Soran, Halfaya, Muardes, Lahaya dan al-Massasneh di pedesaan utara Hama.

Serangan Bom Nyaris Hantam Kantor Gubernur dan Markas Partai Keadilan di Tenggara Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 53 orang terluka dalam serangan bom di dekat kantor gubernur dan markas besar Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di tenggara kota Van, lansir Anadolu Agency Senin (12/09/2016)

Sebuah bom mobil meledak pada pukul 10:50 waktu setempat (0750GMT) dekat kantor polisi.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan 46 orang yang terluka telah keluar dari rumah sakit. “Sisanya tujuh orang masih harus diobati,” katanya kepada wartawan di lokasi serangan.

Sebelumnya, Gubernur Ibrahim Tasyapan mengatakan dua dari korban yang cedera berada dalam kondisi kritis.

“Sebuah mobil bermuatan bom meledak di luar sebuah pos pemeriksaan polisi sekitar 10 detik setelah aparat keamanan menyadarinya,” tambah Tasyapan. Dia mengatakan orang tak dikenal itu terlihat bergerak menjauh dari mobil sesaat sebelum ledakan.

Serangan itu merusak berat bangunan kantor partai AK dan sebuah hotel di dekatnya. Jendela rumah dan bagian depan toko-toko di dekatnya juga hancur dalam ledakan itu.

Tidak ada pengakuan bertanggung jawab dari kelompok teror PKK yang sebelumnya sering menargetkan pasukan Turki menggunakan bom mobil di wilayah tersebut.

Pertempuran Baru akan Diluncurkan di Selatan Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Beberapa faksi mujahidin Suriah mengumumkan dalam pernyataan bersama pada hari Ahad untuk memulai pertempuran hingga pejuang Mujahidoun Hata al-Naser mencapai kemenangan di selatan Suriah, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (11/09/2016)

Pernyataan yang ditandatangani oleh 17 faksi menekankan bahwa pertempuran terjadi untuk menanggapi kebijakan rezim Nushairiyah Assad yang telah menggusur orang dan merebut tanah, tanpa memberikan rincian tempat atau tujuan medan perang.

Pernyataan telah dirilis sehari sebelum pertempuran “Qaddissiyat al-Janoub” kemarin di pedesaan Quenietra, yang menargetkan pasukan Syiah Assad di sana, dan pengumuman muncul hanya beberapa jam sebelum Perjanjian Gencatan Senjata Rusia-Amerika akan diberlakukan, yang menetapkan semua pihak di Suriah menghentikan semua pertempuran.

Sementara beberapa faksi jihad masih bermusyawarah bagaimana merespon perjanjian ini (Washington – Moskow).

 

 

Rezim Assad Umumkan Gencatan Senjata di Suriah namun Tidak untuk Jabhat Fath al Syam

IDLIB (Jurnalislam.com) – Rezim Suriah hari Senin (12/09/2016) mengumumkan dimulainya gencatan senjata yang ditengahi AS-Rusia di seluruh negeri, kata kantor berita resmi.

The Syrian Arab News Agency mengatakan gencatan senjata akan berlaku sejak Senin pukul 19:00 waktu setempat (1600GMT) hingga 18 September pukul 23:59 waktu setempat (2059GMT).

Menurut pernyataan Komando Umum Angkatan Darat dan Angkatan Bersenjata, gencatan senjata tujuh hari tersebut diterapkan di Suriah tetapi tentara mempertahankan hak untuk “menindak tegas bagi yang menggunakan semua jenis senjata untuk setiap pelanggaran oleh kelompok bersenjata.”

Seorang pejabat pertahanan sipil melaporkan terjadinya potensi pelanggaran gencatan senjata, meskipun belum jelas kapan serangan tersebut terjadi.

Mohammed Maznuk mengatakan pesawat rezim menyerang Maarat Misriun hingga utara kota Idlib, menewaskan sedikitnya 10 orang. Dia mengatakan kepada Anadolu Agency 17 orang terluka dalam serangan itu.

Gencatan senjata ditujukan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk ke bagian negara yang terkepung. Sekretaris AS John Kerry menjuluki kesepakatan itu sebagai “titik balik” dan bisa menandai sebuah langkah “menuju perdamaian yang dinegosiasikan dan transisi politik di Suriah.”

Gencatan senjata ini berlaku untuk semua kelompok bersenjata di Suriah kecuali Jabhah Nusrah, yang baru saja berubah nama menjadi Jabhat Fath al-Syam.