Turki akan Berikan Bantuan Pendidikan bagi 450.000 Anak Pengungsi Suriah

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki berencana memberikan bantuan pendidikan bagi 450.000 anak Suriah pada tahun akademik 2016-2017, wakil menteri pendidikan Turki mengatakan Rabu (28/09/2016), lansir World Bulletin.

Orhan Erdem mengatakan bahwa saat ini ada 814.000 anak usia sekolah Suriah di Turki dan 340.000 anak telah menerima bantuan pendidikan tahun lalu.

“Tahun ini tujuan kami adalah mendidik mereka semua. Namun, kami hanya dapat memberikan pendidikan bagi 400.000 hingga 450.000 anak.”

Erdem mengatakan bahwa Uni Eropa belum memberikan bantuan 3 miliar Euro untuk pengungsi namun Turki akan menutupi biaya itu sendiri.

“Turki sudah memiliki 18 juta siswa. Plus, ada 8 juta orang lain yang mendapatkan pendidikan informal. Menambah 800.000 pengungsi ke dalam angka ini adalah tanggung jawab yang besar,” tambahnya.

Menteri Uni Eropa Turki dan Kepala Perunding Omer Celik mengatakan Senin bahwa pemerintah Turki dan LSM lokal telah menghabiskan lebih dari US$ 25.000.000.000,- selama menjadi tuan rumah bagi hampir tiga juta pengungsi di negara itu sejak 2011.

Tahun ajaran baru berjalan dari 19 September sampai dengan 9 Juni.

Arab Saudi Balas Ancam AS Jika RUU Serangan 9/11 Disahkan

RIYADH (Jurnalislam.com) – Arab Saudi dan sekutunya memperingatkan bahwa undang-undang AS yang memungkinkan kerajaan digugat atas serangan 9/11 akan memiliki dampak negatif.

Kerajaan Saudi mengancam untuk membalas, termasuk membatasi kontak resmi, menarik miliaran dolar dari ekonomi AS, dan membujuk sekutunya, yaitu Dewan Kerjasama Teluk (the Gulf Cooperation Council-GCC) untuk menimbang kembali kerjasama kontraterorisme, investasi dan akses AS ke pangkalan udara di wilayah Teluk yang penting, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (28/09/2016).

“Kita harus menjelaskan kepada Amerika dan ke seluruh dunia, bahwa: Ketika salah satu negara GCC diperlakukan tidak adil, yang lain akan bangkit mendukung,” kata Abdulkhaleq Abdullah, seorang spesialis Emirat Teluk dan profesor ilmu politik di Universitas Uni Emirat Arab (United Arab Emirates University).

“Semua negara akan berdiri mendukung Arab Saudi dalam setiap cara yang mungkin,” katanya.

Ketika Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom mengkritik Arab Saudi tahun lalu, kerajaan melepaskan salvo diplomatik sengit yang menyentak Stockholm di dunia Arab dan mengancam kepentingan bisnis Swedia di Teluk. Swedia akhirnya mengalah.

Pada hari Rabu, RUU tersebut menjadi hukum setelah Senat memilih untuk mengabaikan veto Presiden Barack Obama terhadap undang-undang 11 September.

Chas Freeman, mantan asisten menteri pertahanan Amerika Serikat untuk urusan keamanan internasional dan duta besar untuk Arab Saudi selama operasi Desert Storm, mengatakan Saudi bisa menanggapi RUU ini dengan cara yang akan menimbulkan resiko bagi kepentingan strategis AS, seperti aturan permisif untuk overflight antara Eropa dan Asia dan pangkalan udara Qatar yang mengarahkan dan mendukung operasi militer AS di Afghanistan, Irak, dan Suriah.

“Memburuknya hubungan dan pemutusan kontak resmi sebagai hasil undang-undang ini mau tidak mau juga akan membahayakan kerjasama Saudi melawan terorisme anti-Amerika,” katanya.

Namun, hubungan dengan Washington sudah didinginkan sebelum RUU 9/11 muncul melalui kedua ruang Kongres.

Saudi menilai pengamanan Administrasi Obama terhadap kesepakatan nuklir dengan Iran sebagai poros menuju musuh regional. Juga kritik Obama terhadap negara-negara Teluk dalam sebuah wawancara awal tahun ini, meskipun negara-negara Teluk mendukung perlawanan AS terhadap kelompok IS di Irak dan Suriah.

This frame grab from video provided by C-SPAN2, shows the floor of the Senate on Capitol Hill in Washington, Wednesday, Sept. 28, 2016, as the Senate acted decisively to override President Barack Obama's veto of Sept. 11 legislation, setting the stage for the contentious bill to become law despite flaws that Obama and top Pentagon officials warn could put U.S. troops and interests at risk. (C-SPAN2 via AP)

Obama telah memveto Keadilan Melawan Sponsor Undang-Undang Terorisme (the Justice Against Sponsors of Terrorism Act), atau JASTA dengan alasan bahwa mengizinkan pengadilan AS untuk mengesampingkan kekebalan berdaulat negara asing dapat menyebabkan pemerintah asing lainnya melakukan tindakan “timbal balik” dengan memberikan hak pengadilan mereka untuk melaksanakan yurisdiksi atas AS dan anggotanya. Hal ini dapat mencakup serangan brutal pesawat tak berawak AS yang mematikan dan pelanggaran yang dilakukan oleh unit-unit polisi yang dilatih AS atau milisi yang didukung AS.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengatakan kepada wartawan pada bulan Juni bahwa AS-lah yang akan paling kehilangan jika JASTA menjadi undang-undang. Meskipun ada laporan bahwa Riyadh mengancam untuk menarik miliaran dolar dari ekonomi AS jika RUU tersebut disahkan, al-Jubeir mengatakan Arab Saudi hanya telah memperingatkan bahwa kepercayaan investor di AS bisa menurun.

Joseph Gagnon, seorang rekan senior di Peterson Institute for International Economics, mengatakan aset resmi pemerintah Saudi diperkirakan berkisar antara $ 500.000.000.000 dan US$ 1 triliun bila mempertimbangkan deposito bank asing potensial dan rekening di luar negeri.

Kerajaan memiliki US$ 96.500.000.000 dalam kepemilikan sekuritas Treasury pada bulan Agustus, menurut jumlah terbaru yang dirilis oleh Departemen Keuangan. Arab Saudi berada di peringkat 15 dalam kepemilikan utang Treasury AS.

CEO dan Ketua US-Saudi Business Council Ed Burton mengatakan bisnis antara kedua negara akan terus berlanjut, meskipun penawaran potensial bisa terancam oleh JASTA.

“Tidak ada komunitas bisnis yang suka jika melihat bangsa mereka yang berdaulat pada dasarnya diserang oleh bangsa lain,” kata Burton.

Sebagai salah satu eksportir minyak terbesar di dunia dengan perekonomian terbesar di Teluk, Arab Saudi juga memiliki mitra bisnis lainnya untuk dipilih di Eropa dan Asia, kata Presiden dan CEO Kamar Dagang Nasional AS-Arab (the National U.S.-Arab Chamber of Commerce) David Hamod.

“Amerika bukan lagi satu-satunya permainan di kota,” katanya. “Tidak ada yang tahu bagaimana Arab Saudi akan menanggapi Kongres yang mengabaikan veto Presiden Obama?”

CEO DOW dan GE mengirim surat kepada Kongres memperingatkan dampak RUU yang berpotensi mendestabilisasi kepentingan Amerika di luar negeri. Menteri Pertahanan Ash Carter pekan ini mengirim surat kepada Kongres mengatakan “upaya kontraterorisme penting di luar negeri” bisa dirugikan dan pangkalan luar negeri dan fasilitas AS bisa rentan akibat kerusakan moneter dalam kasus timbal balik.

Reaksi tersebut tidak datang langsung dari Riyadh namun negara-negara yang terhubung ke Arab Saudi, kata Stephen Kinzer, seorang rekan senior di Watson Institute for International and Public Affairs di Brown University.

Dia mengatakan hubungan AS-Saudi sepanjang delapan dekade sedang “memasuki fase baru,” dimana hubungan akan banyak didukung oleh penjualan senjata, tidak seperti selama era hubungan hangat di bawah Presiden George W. Bush.

Abdullah, analis Teluk di UEA University, mengatakan ia berharap melihat GCC bertindak lebih tegas dan independen kepada AS di tempat-tempat seperti Yaman, Bahrain dan Mesir.

“Ini bukan hanya ancaman. Ini adalah kenyataan,” katanya.

Walikota New York Luncurkan Gerakan Anti Islamophobia

NEW YORK (Jurnalislam.com) – New York pada hari Senin (26/09/2016) meluncurkan kampanye publik utama untuk melawan Islamofobia, menekankan hak yang sama bagi ratusan ribu Muslim di kota itu, World Bulletin melaporkan Rabu (28/09/2016).

Kampanye ini diluncurkan setelah serangan bom Manhattan dituduh dilakukan oleh warga keturunan Afghanistan-Amerika. Inisiatif anti-kefanatikan akan menggunakan media sosial untuk menyebarkan pesan di bawah hashtag #IAmMuslimNYC.

“Sekarang adalah waktu yang lebih penting dari sebelumnya, bagi setiap New Yorker untuk berdiri bersatu sebagai satu kota dan menolak kebencian dan kekerasan,” kata Walikota Bill de Blasio dalam sebuah pernyataan.

“Kami tidak akan mentolerir diskriminasi atau kekerasan apapun dan kami tidak akan berhenti sampai semua warga New York, termasuk saudara-saudara dan saudari Muslim kita, diperlakukan dengan martabat yang layak mereka dapatkan.”

Kampanye ini dimulai pada hari Selasa, hanya 10 hari setelah tersangka pemboman, Ahmad Khan Rahami, diduga meledakkan perangkat bom di Chelsea, lingkungan Manhattan, dan melukai 29 orang.

Peneliti mengatakan sebuah tulisan tangan ditemukan setelah penangkapannya, yang memuji para pemimpin al-Qaeda termasuk Syeikh Usamah bin Laden, dan mengkritik perang AS di Irak, Afghanistan dan Suriah.

Kampanye New York tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran di kalangan umat Islam New York akibat reaksi atas serangan kekerasan, baik di Amerika Serikat dan luar negeri, dalam konteks retorika anti-Muslim yang dianut oleh calon presiden dari Partai Republik Donald Trump.

Di antara tindakan kekerasan baru-baru ini terhadap Muslim di New York adalah penembakan seorang imam dan asistennya pada bulan Agustus, dekat Masjid mereka di wilayah Queens.

New York berencana meluncurkan lokakarya mulai bulan depan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang Islam kepada para karyawan dan publik serta pengusaha swasta.

Sebuah kampanye pemasaran menggunakan semua media akan bekerja sekitar pertengahan 2017 – ketika kampanye pemilihan kembali Blasio harus berjalan penuh.

Sejak kampanye pertamanya pada 2013, walikota New York tersebut telah mempromosikan pendekatan multi-rasial dan inklusif.

Sebelum pemilu, ia menjanjikan sekolah diliburkan dua hari selama Hari Raya Muslim, setara dengan Hari Raya Kristen dan Yahudi. Janji tersebut telah berlaku sejak awal tahun ajaran 2015.

“Jutaan orang yang mengikuti beberapa agama atau kayakinannya menyebut New York City sebagai rumah mereka, termasuk ribuan Muslim dengan berbagai latar belakang,” Komisi Hak Asasi Manusia NYC mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Mereka, seperti warga New York dari setiap agama, berkontribusi pada keragaman budaya yang unik dan kaya yang membuat New York City dikenal secara universal. Mereka pantas untuk hidup dan bekerja bebas dari diskriminasi dan pelecehan,” lanjutnya.

Selain inisiatif media, kampanye juga akan mencakup peristiwa yang sedang berlangsung dan sastra anti-diskriminasi, menurut komisi.

Warga Muslim memuji inisiatif dan berterima kasih kepada pemimpin kota dalam Twitter.

10 Serdadu AS Tewas dalam Sejumlah Pertempuran dengan Taliban

PARWAN (Jurnalislam.com)Al Emarah News mengatakan, Rabu (28/09/2016), Mujahidin Imarah Islam (Taliban) menyerang pangkalan udara AS Bagram di distrik Bagram provinsi Parwan utara dengan senjata berat kemarin malam, sebuah laporan mengatakan tapi tidak memberikan rincian.

Dalam laporan terpisah, mujahidin menargetkan konvoi musuh di distrik Kohi Safi provinsi Parwan pada awal hari Rabu, merusak sejumlah kendaraan tetapi tidak ada informasi mengenai korban di pihak musuh.

Selanjutnya, empat penjajah Amerika tewas ketika Taliban menyerang tank yang mereka tumpangi dengan IED di distrik Bagram provinsi Parwan Selasa malam.

Serangan ini terjadi saat 6 penjajah AS tewas dalam bentrokan saat mereka mencoba menerobos pertahanan Taliban di distrik Dand provinsi Kandahar selatan, Selasa.

Kemudian laporang juga datang dari provinsi Kunduz utara Afghanistan, sebanyak 17 tentara Afghnaistan dan 1 pasukan agresor Amerika tewas dalam pertempuran sengit dan serangan mematikan oleh Taliban.

Dalam sebuah laporan dari kota Kunduz, seorang tentara agresor AS dan 4 komando lokal kehilangan nyawa mereka saat berupaya musuh menerobos pertahanan mujahidin di tengah serangan malam hari (Selasa malam) di pinggiran kota Kunduz, dan 13 pasukan boneka tewas dan 8 lainnya mengalami luka-luka ketika pertempuran berkecamuk di distrik Dashti setelah Mujahidin memaksa konvoi tank militer dan kendaraan musuh untuk berhenti. Sebuah tank ditembak dan dihancurkan dalam operasi, di mana Mujahidin sejumlah senjata dan berbagai jenis amunisi milik musuh.

Rabu pagi, seorang komandan Arbaki, Basheer tewas dengan banyak orang lain juga terluka dalam serangan mendadak Mujahidin di distrik Archi Dashti provinsi Kunduz.

3500 Mujahidin Brigade Soqour al Syam Bergabung dalam Operasi Jaysh al Fath di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Faksi jihad baru yang beroperasi di provinsi Idlib, bagian dari faksi jihad Ahrar al-Syam, bergabung dalam ruang operasi Jaysh al-Fath di Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (28/09/2016).

3500 mujahidin Brigade Soqour al-Syam yang dipimpin oleh “Syeikh Abu Issa” bergabung bersama koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al-Fath, sumber swasta melaporkan untuk jaringan berita ElDorar, tetapi mereka secara praktis beroperasi dalam jajaran ruang operasi sebagai faksi Ahrar al-Syam.

Gerakan Nur al-Din Al-Zanki yang beroperasi di Aleppo dan pedesaan barat juga bergabung dengan ruang operasi Jaysh al-Fath beberapa hari sebelum operasi militer membongkar pengepungan di daerah yang terkepung, Aleppo.

Brigade Soqour al-Syam didirikan pertengahan 2011 dan berjuang dalam beberapa pertempuran di pedesaan Idlib melawan pasukan rezim Nushairiyah Assad juga bertempur di pedesaan utara Aleppo dalam menghadapi Islamic State (IS).

Pakistan: Pidato PM India adalah Kebohongan yang Mendistorsi Sejarah

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Menyampaikan pesan kepada Majelis Umum PBB pada hari Senin, Menteri Luar Negeri India Sushma Swaraj mengatakan: “Pakistan tetap menyangkal. Mereka tetap dalam keyakinan bahwa serangan tersebut akan memungkinkan mereka mendapatkan wilayah yang mereka inginkan,” lansir World Bulletin, Selasa (27/09/2016).

“Saran tegas saya untuk Pakistan adalah: tinggalkan mimpi ini. Izinkan saya menyatakan dengan tegas bahwa Jammu dan Kashmir adalah bagian integral dari India dan akan selalu tetap begitu.”

Kashmir telah terbagi antara India dan Pakistan sejak akhir pemerintahan Inggris pada tahun 1947. Kedua Negara mengklaim wilayah Himalaya yang disengketakan secara keseluruhan dan telah berjuang dalam dua perang untuk memperebutkannya.

Tentara India menyalahkan serangan terbaru, yang menewaskan 18 pasukannya oleh pejuang Islam yang berbasis di Pakistan, mujahidin Jaish-e-Mohammad.

Kelompok jihad ini juga terlibat dalam serangan berani pada bulan Januari menargetkan basis angkatan udara India di Pathankot di negara bagian utara Punjab, yang menewaskan tujuh tentara India.

Pakistan merespon dengan menyebut pidato Swaraj ini sebagai sebuah “kebohongan” yang mendistorsi sejarah, dan membantah pasukannya telah membantu serangan pangkalan militer.

“Tuduhan ini dirancang terutama untuk mengalihkan perhatian dunia dari kebrutalan yang dilakukan oleh pasukan India melalui lebih dari setengah juta kekuatan pendudukan terhadap warga muslim Kashmir yang tak bersalah dan tak bersenjata, anak-anak, perempuan dan laki-laki,” kata pernyataan kantor asing yang dirilis Senin.

“Jammu dan Kashmir tidak pernah dan tidak akan pernah dapat menjadi bagian integral dari India. Ini adalah wilayah yang disengketakan, status akhirnya belum ditentukan sesuai dengan beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.”

Lebih dari 80 orang telah tewas dalam kerusuhan yang sedang berlangsung di Kashmir sejak 8 Juli ketika seorang pemimpin mujahidin muda gugur, syahid, dalam baku tembak dengan tentara India, sehingga memicu salah satu serangan kekerasan paling mematikan yang melanda kawasan itu dalam beberapa dasawarsa.

Beberapa kelompok pejuang Islam telah bertempur melawan pasukan India yang diperkirakan berjumlah 500.000 yang dikerahkan di Kashmir, menuntut kemerdekaan bagi wilayah mayoritas Muslim tersebut atau bergabung dengan Pakistan.

Puluhan ribu orang tewas dalam pertempuran itu, sebagian besar dari mereka warga sipil.

 

Komandan Revolusi Iran: Kami Pasok Intelijen ke Rusia untuk Serangan Udara di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang komandan tinggi Syiah Iran Korps Pengawal Revolusi (IRGC) mengatakan kepada media Iran pekan lalu bahwa pasukan mereka dan sekutu menyediakan intelijen bagi Rusia untuk serangan udara di Suriah (Aleppo).

Mayor Jenderal Yahya Rahim Safavi, penasehat senior pemimpin tertinggi dan komandan kepala IRGC dari tahun 1997 sampai 2007, membuat pernyataan dalam sebuah wawancara televisi yang panjang pada 22 September, The Long War Journal melaporkan Selasa (27/09/2016).

“Rusia bertanggung jawab atas dukungan udara terhadap unit di darat, berarti orang-orang yang berperang di darat adalah tentara Assad, pasukan populer Suriah, dan beberapa pasukan penasihat dan atau pasukan Hizbullah Libanon. Rusia sebagian besar memainkan peran pendukung [kekuatan] tersebut melalui udara,” kata Safavi.

commander-irgc-supplies-intelligence-to-russia-for-airstrikes-in-syria“Banyak serangan seperti di Aleppo tidak akan mungkin terjadi tanpa pergerakan di darat dan hanya dengan dukungan udara,” lanjut Safavi. “Dukungan udara Rusia tentu saja efektif, tetapi pasukan darat memberi mereka data intel, misalnya, [mengatakan kepada mereka] jihadis apa yang berada di wilayah mana.”

Ada kebenaran dalam laporan tersebut. Pasukan ekspedisi Syiah pimpinan IRGC, yang terdiri dari proxy IRGC dari milisi Syiah Irak, Lebanon, Afghanistan dan Pakistan, berperan penting dalam melingkari bagian timur kota Aleppo yang dikuasai faksi-faksi jihad pada akhir Juli, dan memberlakukan kembali pengepungan pada awal September setelah koalisi mujahidin Suriah dan oposisi moderat memecahkan pengepungan awal pada awal Agustus.

Operasi pemboman Rusia brutal dan tanpa henti (intens) juga menjadi faktor penting dalam serangan koalisi pro-rezim Syiah Assad untuk merebut Aleppo.

Namun Safavi, menekankan peran yang telah dimainkan Tentara Arab Suriah (the Syrian Arab Army) dan Tentara Nasional Suriah (Syrian National Defense Forces) yang didukung IRGC, serta milisi pro-rezim Assad, dalam pertempuran terakhir untuk Aleppo untuk mengubur sejauh mana Assad mengandalkan prajurit dan perencana asing di pertempuran yang merupakan perang global paling besar di dunia sejauh ini.

Pasukan darat di Aleppo terutama dipimpin oleh perwira militer Iran dalam koordinasi Rusia dan petugas Suriah. Kematian sejumlah besar komandan senior IRGC membuktikan keterlibatan mereka.

Safavi mengatakan bahwa unit yang berada di bawah pengawasan IRGC atau Syiah Hizbullah, telah memiliki kehadiran yang lebih aktif di Suriah dalam beberapa tahun terakhir, melakukan pengumpulan intelijen on-the-ground. Perencanaan dan sasaran pilihan utama akan dikoordinasikan antara Iran, Rusia, dan rezim Suriah.

Iran dan rusia kemungkinan yang memimpin.

Berdasarkan laporan Safavi ini, Rusia kemungkinan hadir di tempat di mana pasukan rezim Assad juga hadir dan mengarahkan pasukan Assad.

Markas komando strategis mengawasi semua operasi termasuk Rusia, Iran, rezim Suriah, dan komandan proxy yang didukung IRGC. Ada ketegangan dan ketidakpercayaan yang lama-lama muncul dalam aliansi ini, terutama antara Iran dan Rusia. Untuk saat ini, setidaknya, mereka berbagi intelijen terhadap tujuan umum mereka untuk bertempur di Aleppo menghadapi mujahidin dan oposisi anti-assad.

 

AS Tambah 4.500 Pasukannya di Irak untuk Serang Mosul

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Jumlah pasukan koalisi pimpinan AS di lapangan Irak sekarang berjumlah sekitar 8.000, seorang pejabat AS mengumumkan pada hari Selasa (27/09/2016), lansir Anadolu Agency.

“Jumlah pasukan koalisi di Irak sekarang 8.000 personel, termasuk 4.500 pasukan Amerika,” kata Letnan Kolonel Angkatan Darat AS John Dorian pada konferensi pers yang diadakan di kedutaan AS di Baghdad.

Jumlah ini, tegasnya, tidak akan meningkat tanpa izin dari pemerintah Irak.

Dorian melanjutkan dengan menyebutkan jumlah pasukan di kota Mosul Irak yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) berjumlah antara 3.000 hingga 5.000.

“Intelijen kami menegaskan bahwa militan IS telah menggali parit dan mendirikan pos-pos di dalam Mosul,” katanya. “Kami memperkirakan akan terjadi pertempuran dalam kota.”

Menurut pejabat militer, pesawat-pesawat tempur koalisi baru-baru ini melakukan total 341 serangan udara terhadap situs petroleum yang dikuasai IS di Irak, yang, tegasnya, akan memotong aliran dana untuk kelompok IS.

Pesawat-pesawat tempur koalisi baru- baru ini juga menargetkan pabrik farmasi di Mosul di mana kelompok itu diduga mengembangkan senjata kimia, Dorian menambahkan, tanpa memberikan tanggal serangan udara atau jumlah korban tewas.

Dalam beberapa bulan terakhir, tentara Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi, telah merebut kembali banyak wilayah. Namun IS tetap mengontrol t beberapa bagian negara, termasuk Mosul.

Pasukan tentara dan milisi Peshmerga baru-baru ini merebut beberapa daerah di pinggiran Mosul, yang para pejabat Irak telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

PBB Acuh atas Pemusnahan Massal di Aleppo, Suriah Humane Corps Tangguhkan Keanggotaannya

SURIAH (Jurnalislam.com) – Beberapa asosiasi dan organisasi kemanusiaan mengumumkan penangguhan keanggotaannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memprotes ketidakpedulian PBB terhadap pemusnahan massal warga sipil Aleppo yang terjadi di Suriah, lansir ElDorar AlShamia, Selasa (27/09/2016).

Dua organisasi kemanusiaan menunda keanggotaan mereka di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan memutus semua bentuk kerjasama sebagai protes atas kegagalan PBB dan ketidakpedulian PBB terhadap apa yang terjadi di Aleppo khususnya, dan Suriah umumnya yang merupakan pelanggaran ekstrim terhadap hak manusia dan hak asasi manusia .

Dua organisasi meminta semua organisasi kemanusiaan, badan amal, lembaga non-pemerintah dan masyarakat untuk menangguhkan hubungan dengan semua lembaga PBB, untuk mengambil tindakan praktis dan keputusan yang ketat dalam rangka memberikan perlindungan internasional sebagai upaya menghentikan kejahatan ini. Mereka juga meminta masyarakat dunia dan aktivis kemanusiaan serta hak asasi manusia untuk bergerak dan menunjukkan solidaritas kepada rakyat Suriah, anak-anak, wanita dan orang tua.

Koresponden ElDorar AlShamia mengatakan, pemusnahan massal dilakukan oleh rezim Syiah Nushairiyah Assad dan sekutunya (Rusia) serta milisi Syiah lainnya di kota Aleppo selama hampir delapan hari dan telah merenggut nyawa lebih dari 2.000 korban terluka atau tewas.

 

Ulama Muslim Dunia Serukan Kemarahan Global pada Khotbah Jumat Besok untuk Dukung Aleppo

DOHA (Jurnalislam.com) – Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim (International Union for Muslim Scholars-IUMS) yang berbasis di Doha menyerukan “hari kemarahan” dunia pada hari Jumat dalam mendukung kota Aleppo di Suriah utara, yang telah berada di bawah serangan brutal oleh rezim Assad dan pasukan Rusia, lansir World Bulletin, Selasa (27/09/2016).

Lebih dari 400 orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka oleh serangan udara rezim Suriah dan Rusia di Aleppo sejak 19 September, ketika rezim Bashar al-Assad mengakhiri gencatan senjata selama sepekan, menurut pejabat pertahanan sipil dan sumber-sumber medis di kota.

Seruan itu “bertujuan untuk menunjukkan dukungan bagi Aleppo, yang sedang dibasmi oleh rezim Suriah fasis dan sekutu-sekutunya, sementara dunia hanya duduk diam,” kata Sekretaris Jenderal IUMS Ali al-Qaradaghi dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Dia mengajak para cendekiawan Muslim mendedikasikan khotbah Jumat mendatang untuk menunjukkan solidaritas dengan kota Aleppo yang hancur lebur akibat perang.

“Para ulama harus memimpin untuk mengakhiri ketidakadilan dan tirani di Suriah dan negara-negara lain yang berduka dan hancur,” katanya.

Sekretaris Jenderal IUMS tersebut melanjutkan dengan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk “menghentikan kebijakan standar ganda dan mendukung rakyat Suriah dalam perjuangan mereka memperoleh kemerdekaan.”

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menumpas aksi unjuk rasa yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab – dengan keganasan militer tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis di Beirut, telah melaporkan bahwa korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000