Taliban Kuasai 5 Ibukota Provinsi di Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) Imarah Islam Afghanistan (Taliban) kini kendalikan lima dari 34 ibukota propinsi di Afghanistan. Taliban tidak membatasi operasinya untuk satu wilayah negara saja, tetapi aktif dalam semua wilayah. Taliban kedalikan dua ibukota di utara (Kota Kunduz dan Pul-i-Khumri), dua di selatan (Tarin Kot dan Lashkar Gah), dan satu di barat (Farah City).

The Long War Journal mengatakan, Kamis (13/10/2016), untuk mengusai ibukota-ibukota tersebut, Taliban memfokuskan operasinya di daerah pedesaan Afghanistan yang penting untuk pergerakan Taliban. Daerah-daerah tersebut digunakan untuk merekrut dan melatih mujahidin, mengumpulkan dana, resupply, dan melancarkan serangan ke pusat-pusat militer. Strategi ini dijelaskan oleh Mullah Aminullah Yousuf, gubernur Taliban untuk Uruzgan, pada bulan April 2016.

Taliban memperoleh keberhasilan menggunakan strategi ini, namun Jenderal John Nicholson, komandan pasukan AS di Afghanistan dan misi Resolute Support, telah meremehkan kendali mujahidin Taliban atas daerah pedesaan tersebut.

Ibukota provinsi yang berada di bawah kendali Taliban:

Kunduz: Taliban memasuki kota Kunduz pada 3 Oktober dan menduduki sebagian besar wilayah Kunduz selama sembilan hari sebelum didorong mundur oleh pasukan Afghanistan. Resolute Support, komando NATO di Afghanistan, bersikeras Kunduz berada di bawah kendali Afghanistan satu hari setelah Taliban memasuki kota meskipun laporan yang beredar bertentangan. Taliban tetap menguasai pinggiran Kota Kunduz; semua tujuh kabupaten di provinsi ini direbut.

Baghlan: Pul-i-Khumri, ibukota provinsi Baghlan yang berbatasan dengan Kunduz, telah berada di bawah kendali Taliban sejak Mei 2016. Distrik Pul-i-Khumri dan tiga distrik dari 13 distrik Baghlan diperjuangkan oleh Taliban. Taliban secara rutin menutup jalan raya yang menghubungkan Kota Kunduz dan Pul-i-Khumri.

Lashkar Gah: Ibukota provinsi Helmand telah berada di bawah ancaman Taliban selama lebih dari setahun. Pada bulan Oktober 2015, Taliban maju beberapa mil ke dalam Lashkar Gah, dan mengepungnya sejak itu. Awal pekan ini, Taliban menyergap dan membunuh puluhan personel militer Afghanistan setelah 300 dari mereka berusaha melarikan diri ke daerah dekat kota yang dikelilingi. Penasihat AS telah dikerahkan ke Lashkar Gah dan kabupaten lain di Helmand untuk membantu pasukan Afghanistan memerangi Taliban, tapi malah berperang untuk mematahkan ancaman Taliban. Dari 14 kecamatan Helmand, enam telah dikendalikan oleh Taliban dan tujuh lainnya, termasuk ibukota provinsi, dalam kepungan Taliban.

Tarin Kot: Ibukota provinsi Uruzgan telah di bawah kendali langsung sejak awal September, ketika pasukan Taliban memasuki kota dan berjuang melawan personel militer Afghanistan yang didukung pasukan AS. Taliban tetap menguasai sampai hari ini. Dari enam kabupaten provinsi, satu berada di bawah kendali Taliban penuh dan lima sisanya dalam kepungan.

Farah: Pada awal Oktober, Taliban memotong jalan ke Kota Farah dan menyerang dari utara. Komandan militer Afghanistan khawatir kota akan jatuh, pasukan NATO telah dikerahkan ke kota dan meluncurkan serangan udara ke arah Taliban, yang mereka katakan didorong ke pinggiran. Seorang juru bicara Taliban mengaku pada 13 Oktober “meluncurkan serangan ke arah posisi musuh di daerah Baghi Pul di ibukota Farah” dan “Mujahidin mengepung kota dari timur dan utara.” Sedikitnya empat dari 11 kabupaten Farah telah dikendalikan oleh Taliban.

AS Serang Posisi Radar Rudal Syiah Houthi Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Militer AS melancarkan serangan rudal pada hari Kamis (13/10/2016)) di tiga lokasi radar pantai di daerah Yaman yang dikuasai oleh pasukan pemberontak Houthi afiliasi Republik Syiah Iran, membalas serangan rudal yang gagal pekan ini di sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS, kata para pejabat AS, kantor berita Reuters melaporkan.

Serangan yang disahkan oleh Barack Obama tersebut merupakan aksi militer langsung Washington yang pertama kali diluncurkan terhadap sasaran yang dikuasai Houthi dalam konflik Yaman.

Namun, Pentagon menekankan serangan bersifat defensif, yang ditujukan bagi radar yang memungkinkan meluncurkan sedikitnya tiga rudal terhadap kapal perusak Angkatan Laut AS USS Mason sejak Ahad.

1476343519767“Ini serangan pertahanan diri terbatas yang dilakukan untuk melindungi personil kami, kapal kami, dan kebebasan navigasi kami,” kata juru bicara Pentagon Peter Cook.

Para pejabat AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan Angkatan Laut AS USS Nitze meluncurkan rudal jelajah Tomahawk sekitar pukul 4:00 waktu setempat (0100 GMT).

“Radar ini aktif selama serangan sebelumnya dan percobaan serangan di kapal di Laut Merah, termasuk USS Mason, ” salah seorang pejabat mengatakan, menambahkan radar berada di daerah terpencil di mana risiko korban sipil rendah.

Pejabat itu mengidentifikasi daerah-daerah di Yaman lokasi radar yang ditargetkan sebagai: dekat Ras Isa, di utara Mukha dan dekat Khoka.

Serangan rudal di USS Mason – serangan terbaru yang berlangsung pada hari Rabu – tampaknya merupakan respon Houthi terhadap serangan yang diduga dipimpin Saudi pada para pelayat yang berkumpul di Sanaa, ibukota Yaman, yang dikuasai pemberontak Houthi.

Michael Knights, seorang ahli konflik Yaman di Institut Washington untuk Kebijakan Timur Dekat (the Washington Institute for Near East Policy), menyatakan bahwa Houthi, yang berasal dari sebuah sekte Syiah, bisa menjadi lebih militer selaras dengan kelompok-kelompok seperti kelompok Syiah Lebanon Hizbullah.

Insiden rudal, bersama dengan serangan 1 Oktober pada kapal Uni Emirat Arab, menambah pertanyaan tentang keselamatan lintas bagi kapal militer di sekitar Selat Bab al-Mandab, salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia.

Lashkar Gah Dikepung Taliban, 100 Pasukan Nasional Afghanistan Tewas dalam Pertempuran

HELMAND (Jurnalislam.com) – Situasi keamanan di Lashkar Gah, ibukota provinsi Helmand yang terkepung, tampak memburuk bagi pemerintahan Kabul. Laporan kredibel dari Afghanistan menunjukkan bahwa ratusan polisi dan tentara Nasional Afghanistan (ANA) tewas, ditangkap, atau bergabung ke Imarah Islam Afghanistan (Taliban).

Dua hari lalu, Taliban menegaskan telah menewaskan puluhan polisi dan milisi lokal, yang dikenal sebagai Arbakis. Taliban membuat pernyataan pada Voice of Jihad, situs media resmi Taliban.

“Di tengah operasi tahunan ‘Omari’ yang masih berlangsung, sebuah konvoi pasukan bayaran mendapat serangan berat mujahidin di dekat pemakaman wilayah Basharano ibukota Lashkargah semalam mengakibatkan 125 personil polisi dan Arbakis menyerah, 69 termasuk 5 komandan tewas, 33 lainnya luka-luka dan kemudian ditangkap dan mendapat pengobatan oleh Mujahidin.

8 APC dan 1 truk Kamaz hancur. 220 berat senjata dan ringan, 1 tank lapis baja, 22 APC, 20 pickup ranger, 3 kendaraan lain dan berbagai jenis amunisi disita.”

The Long War Journal, Kamis (13/10/2016) mengutip laporan dari The New York Times mendukung pernyataan Taliban. Menurut pejabat Afghanistan, pasukan Afghanistan dikepung dan bernegosiasi untuk mundur, tetapi Taliban menolak dan tetap menyerang konvoi pasukan Kabul

“Dalam salah satu pertempuran terburuk terhadap pasukan Afghanistan dalam perang berlarut-larut dan yang dilupakan, sedikitnya 100 tewas ketika para pejuang Taliban menembaki mereka dari segala arah saat mereka mencoba melarikan diri melalui rute mundur yang telah disepakati,” kata para pejabat Afghanistan Rabu (12/10/2016).

Penyerangan pada hari Selasa di dekat kota selatan Lashkar Gah di Provinsi Helmand, terjadi di sela krisis yang berkembang di angkatan bersenjata Afghanistan yang menggerogoti keberlangsungan mereka: Mereka menderita korban yang sangat besar akibat revitalisasi pergerakan Taliban dan menghadapi peningkatan masalah perekrutan.

Meskipun beberapa pejabat senior di swasta juga menegaskan korban berjumlah 100, serta beberapa pihak bahkan mengatakan jumlah korban tewas mencapai 200, juru bicara untuk kementerian dalam negeri dan pertahanan Afghanistan dengan kuat menolak dan menyebutnya berlebihan.

Allah Daad, komandan unit 30-petugas polisi di dekat lokasi penyerbuan mengatakan Taliban telah mengepung mereka selama beberapa hari dan menggali jalan, membuat pemasokan supply menjadi sulit.

Mereka akhirnya berbicara dengan Taliban agar memberi mereka jalan aman untuk mundur ke kota Lashkar Gah.

“Sekitar pukul 02:30, pasukan mulai mundur,” kata Mr Daad. “Tapi Taliban menjebak mereka.”

Sebagaimana dicatat oleh Times, kementerian dalam negeri dan pertahanan Afghanistan menolak laporan bahwa pasukan keamanan mengalami korban berat, namun laporan dari para pejabat lokal Afghanistan dan Taliban saling mendukung.

Perhatikan bahwa beberapa rincian penting yang dibuat oleh Taliban dan pejabat Afghanistan di Helmand hampir identik. Kedua belah pihak menunjukkan bahwa konvoi pasukan Afghanistan diserang. Keduanya mengakui bahwa pasukan Afghanistan diperkirakan menderita 100 korban (69 tewas, 33 terluka, menurut Taliban, dan lebih dari 100 tewas menurut pejabat Afghanistan). Para pejabat Afghanistan mengklaim bahwa lebih dari 300 polisi dan personel keamanan lainnya hadir dalam konvoi, sementara Taliban menyatakan 227 personel ANA (69 tewas, 33 terluka dan kemudian ditangkap, dan 125 menyerah).

 

Menlu Turki dan Saudi di GCC: Pembebasan Mosul dari IS Jangan Libatkan Milisi Syiah Manapun!

ANKARA (Jurnalislam.com) – Situasi di kota Mosul Irak yang dikuasai Islamic State (IS) menjadi agenda utama pada pertemuan di Riyadh hari Kamis (13/10/2016) antara Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan rekannya dari Saudi, Adel bin Ahmed al-Jubeir, lansir Anadolu Agency, Kamis.

Kemudian pada hari yang sama, Cavusoglu juga menghadiri pertemuan menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council-GCC) setelah ia mengadakan konferensi pers bersama dengan Al-Jubeir.

“Kita seharusnya tidak meminta orang-orang Mosul untuk membuat pilihan antara milisi Syiah dan IS,” kata Cavusoglu pada konferensi pers bersama yang diadakan setelah pertemuan.

“Kita seharusnya tidak memaksa mereka untuk membuat pilihan antara keduanya,” tambahnya.

Turki, kata menteri luar negeri, menginginkan orang-orang dari Mosul dan relawan lokal untuk memimpin operasi mendatang melawan IS.

“Tentara Irak dan elemen lainnya, tentu saja, akan memberikan dukungan yang diperlukan,” tegasnya.

Al-Jubeir memperingatkan penggunakan Hashd al-Shaabi – sebuah kelompok payung milisi Syiah pro-pemerintah – dalam pembebasan Mosul mendatang.

“Milisi sektarian yang terkait Iran ini telah menyebabkan masalah dan kejahatan di berbagai belahan Irak. Jika mereka memasuki Mosul, bisa menyebabkan bencana,” kata al-Jubeir.

hashd-al-shaabi“Jika Irak ingin menghadapi pasukan IS dan mencegah pertumpahan darah dan sektarianisme (Sunni-Syiah), akan lebih baik untuk menggunakan tentara nasional dan unsur yang tidak terkait dengan Iran dan bukan sekutu Syiah dan ekstremisme,” tambah menteri luar negeri Saudi.

Dalam sebuah pernyataan akhir yang dikeluarkan oleh GCC, kekhawatiran tentang operasi Mosul sekali lagi digarisbawahi.

Mengenai kemungkinan partisipasi milisi Syiah Hashd al-Shaabi dalam operasi Mosul mendatang, para menteri mengatakan bahwa masuknya milisi Syiah dalam operasi, “bisa memicu konflik etnis dan membahayakan keberhasilan operasi ini.”

Dalam kaitannya dengan krisis Suriah, pernyataan menyerukan solusi politik yang akan menjamin stabilitas Suriah dan integritas teritorial.

Mengungkapkan solidaritas dengan rakyat Suriah yang sudah sangat lelah akibat perang, pernyataan menyerukan pencabutan pengepungan yang diberlakukan rezim terhadap kota Suriah, penghentian penargetan daerah pemukiman, dan pelepasan tahanan politik.

Pernyataan itu juga menyatakan penyesalannya atas ketidakmampuan PBB untuk menghentikan pemboman wilayah sipil, mendesak Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional untuk mengambil langkah segera untuk menyelesaikan konflik lima tahun.

GCC juga menekankan kemerdekaan, kedaulatan dan kesatuan Yaman, mengatakan bahwa campur tangan dalam urusan internal negara itu “tidak dapat diterima”.

Dalam pernyataan itu GCC juga menyerukan perjanjian damai “yang komprehensif, berkelanjutan dan adil” yang akan mengarah pada pembentukan negara Palestina, dan menegaskan tindakan Israel yang berlangsung selama beberapa dekade atas tanah Palestina sebagai “tidak sah” dan merupakan “hambatan bagi perdamaian regional” .

Tersangka Pembom New York dan New Jersey Ngaku Tidak Bersalah

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Tersangka dalam pemboman New York City yang melukai 29 orang bulan lalu pada hari Kamis (13/10/2016) mengaku tidak bersalah dari ranjang rumah sakit seminggu setelah ia sadar kembali, lansir Anadolu Agency, Kamis.

Ahmad Khan Rahimi, 28 tahun, dituduh meledakkan bom di New Jersey dan New York pada 17-18 September di kota Seaside Park dan Elizabeth di New Jersey, serta wilayah Chelsea di New York.

Rahimi, yang menghadapi tuduhan negara serta federal, ditembak tujuh kali oleh polisi ketika ia ditemukan tidur di pintu masuk sebuah kedai di Elizabeth, dan sejak itu dirawat di rumah sakit.

Dia muncul dalam sidang hari Kamis dari University Hospital sambil masih menjalani pengobatan.

Pemboman terjadi pada malam pertemuan Majelis Umum PBB, menyebabkan peningkatan kehadiran polisi yang sudah besar di kota dan memicu kerjasama yang lebih besar antara New York dan New Jersey dalam mengejar tersangka.

Negara-negara Teluk Tetapkan Feto sebagai Organisasi Teroris Berbasis di AS

RIYADH (Jurnalislam.com) – Menteri luar negeri negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council-GCC) pada hari Kamis (13/10/2016) menetapkan kelompok Feto, yang dipimpin oleh Fetullah Gulen berbasis AS, sebagai sebuah “organisasi teroris”, menekankan dukungan mereka untuk tindakan pemerintah Turki baru-baru ini terhadap Feto, lansir Anadolu Agency, Kamis.

Keputusan itu diumumkan pada pertemuan GCC di Riyadh yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, yang tiba di ibukota Saudi pada hari Kamis.

GCC juga menyerukan penerapan strategi baru untuk memerangi terorisme yang berasal dari “sekte” pseudo-agama seperti Feto, atau Organisasi Teroris Fetullah.

Menteri luar negeri GCC juga menekankan dukungan mereka untuk stabilitas Turki di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan, juga mendukung tindakan yang diambil Turki terhadap Feto setelah Feto melancarkan kudeta yang gagal pada 15 Juli.

Pengumuman GCC itu juga termasuk seruan untuk bertahan memerangi IS – di Irak, Suriah dan di tempat lain.

Menteri juga mengutuk serangan terhadap Turki – oleh PKK dan kelompok teroris lainnya – dan menegaskan hak Turki untuk mempertahankan diri.

Lagi, Kapal Angkatan Laut AS Jadi Target Serangan Rudal dari Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS menjadi target serangan rudal yang gagal pada hari Rabu dari wilayah di Yaman yang dikuasai oleh pemberontak Syiah Houthi aliansi Iran. Serangan itu merupakan insiden kedua dalam empat hari terakhir, para pejabat AS kepada Reuters Rabu (12/10/2016).

The USS Mason, didampingi oleh USS Ponce – yang merupakan sebuah dermaga transportasi amfibi – melepaskan tembakan pertahanan salvo untuk membalas serangan rudal, yang gagal menghantam kapal dan tidak menyebabkan kerusakan apapun karena dioperasikan di utara Selat Bab al-Mandab, kata para pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama.

Upaya baru yang menargetkan kapal perusak Angkatan Laut AS tersebut akan menambah tekanan pada militer AS untuk membalas, sebuah langkah yang akan mewakili aksi langsung pertama militer AS terhadap Houthi dalam konflik Yaman. Pentagon mengisyaratkan tentang kemungkinan serangan balasan pada hari Selasa.

Insiden kemarin, bersama dengan serangan atas kapal Uni Emirat Arab pada 1 Oktober, menambah pertanyaan tentang keselamatan lintas bagi kapal militer di sekitar Selat Bab al-Mandab, salah satu rute pelayaran tersibuk di dunia.

Syiah Houthi, yang memerangi pemerintah Presiden Yaman Abd Rabbu Mansour al-Hadi yang diakui secara internasional, membantah terlibat dalam upaya penyerangan sebelumnya terhadap USS Mason atau dekat USS Ponce, Ahad.

Namun para pejabat AS telah mengatakan kepada Reuters ada indikasi yang tumbuh bahwa pemberontak Syiah Houthi, meskipun mereka menyangkal, bertanggung jawab atas insiden hari Ahad.

Para pemberontak tampaknya menggunakan perahu ringan kecil sebagai pengamat untuk membantu mengarahkan serangan rudal ke arah kapal perang. Amerika Serikat juga menyelidiki kemungkinan bahwa sebuah stasiun radar di bawah kontrol Houthi di Yaman mungkin juga “melacak” USS Mason, membantu Houthi mendapatkan koordinat untuk melakukan serangan, para pejabat mengatakan.

Syiah Houthi, yang bersekutu dengan pendahulu Hadi, Ali Abdullah Saleh, mendapat dukungan dari banyak unit tentara dan mengontrol sebagian besar wilayah utara termasuk ibukota Sanaa.

Reuters melaporkan bahwa rudal jelajah untuk pertahanan wilayah pesisir yang digunakan terhadap USS Mason pada hari Ahad memiliki rentang yang cukup besar, menambah kekhawatiran tentang jenis persenjataan berat yang dipakai Syiah Houthi dan beberapa di antaranya diyakini pejabat AS dipasok oleh Iran.

Resimen Baru Pasukan Irak Tiba di Dekat Kota Mosul untuk Serangan

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Resimen baru pasukan Irak telah dikerahkan di tenggara Mosul dalam persiapan operasi bersama melawan Islamic State (IS) di kota itu, kata seorang pejabat militer Irak Selasa, lansir World Bulletin Rabu (12/10/2016).

Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Selasa, Kolonel Abdul Sahib al-Daraji mengatakan: “Resimen pertama dan kedua dalam brigade 76 divisi 16 [tentara Irak] tiba di kabupaten Makhmur, 25 kilometer [15,5 mil] dari pusat kota Mosul.

“Resimen akan bergerak besok Rabu ke arah sumbu timur Mosul dan akan diposisikan di dekat Mosul Dam, yang merupakan titik mobilisasi divisi 16, yang ditugaskan melakukan operasi militer melawan IS dari sumbu al-Khazir,” kata al Daraji.

“Pasukan ini memiliki kesiapan militer tingkat tinggi dan akan memiliki peran penting dalam menembus garis pertahanan pertama IS di sumbu timur kota Mosul,” tambahnya.

IS meningkatkan serangan di daerah yang dikuasai pemerintah Irak dalam beberapa bulan terakhir setelah mengalami penurunan di wilayah utara dan barat Irak.

Baghdad mengatakan akan mengalahkan IS pada akhir tahun ini.

Pembantaian Massal Baru di Aleppo pada Hari Asyuro

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Kota Aleppo Suriah menjadi tempat pembantaian massal pada hari Rabu yang bertepatan hari Asyuro bagi penganut Syiah, dengan sedikitnya 81 warga sipil tewas dalam serangan udara rezim Syiah Assad di lingkungan yang dikuasai pejuang Muslim Sunni Suriah.

Kelompok penyelamat lokal mengatakan sektor timur Aleppo dibombardir oleh lebih dari 50 serangan rudal Rusia dan rezim Syiah Assad sepanjang hari itu yang juga melukai lebih dari 87 orang – beberapa dalam kondisi kritis. Aljazeera melaporkan, Rabu (12/10/2016).

“Sampai saat ini Pertahanan Sipil masih bekerja untuk mengeluarkan orang-orang dari reruntuhan,” Ibrahim Abu Leith, seorang juru bicara kelompok penyelamat yang juga dikenal sebagai White Helmets yang berbasis di Aleppo, mengatakan kepada Al Jazeera.

Sebelumnya pada hari itu, serangan udara pada sebuah pasar yang sibuk di lingkungan Fardous menewaskan sedikitnya 22 orang.

Menurut Abu Leith, 45 orang tewas di Fardous saja.

“Kami hanya memiliki tiga dokter dan sekitar delapan perawat di rumah sakit kami. Kami tidak bisa menerima semua yang terluka pada saat yang sama,” Modar Sheikho, perawat darurat di Fardous, mengatakan kepada Al Jazeera.

Russian Su-27 jet fighters and MIG 29 jet fighters fly over Red Square during the Victory Day military parade in Moscow on May 9, 2016. Russia marks the 71st anniversary of the Soviet Union's victory over Nazi Germany in World War II. / AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEVKIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images

Menurut badan amal global, Doctors Without Borders, hanya ada 11 ambulans tersisa untuk 275.000 orang yang masih berada di sektor yang dikuasai pejuang Suriah. Hanya 35 dokter yang masih tersisa.

Pasukan pro-rezim Nushairiyah Assad telah membuka sedikitnya tujuh area yang berbeda di seluruh kota Aleppo.

“Pekan lalu tentara rezim Suriah mengatakan akan mengurangi serangan udara mereka sehingga warga di Aleppo timur yang dikuasai kelompok oposisi dapat pergi. Ada beberapa hari yang tenang, tapi tidak ada koridor bagi warga sipil untuk mengungsi ke daerah lain yang dikuasai oposisi,” reporter Al Jazeera Zeina Khodr melaporkan dari Gaziantep di sepanjang perbatasan Turki-Suriah.

Meskipun banyak “kritik” dari masyarakat internasional, Khodr mengatakan hanya ada “tindakan kecil… kini persediaan makanan menurun dan tenaga medis kewalahan.”

Serangan terbaru menghancurkan rumah sakit, tempat penampungan bawah tanah, dan bangunan lain.

Lonjakan serangan pada Rabu terjadi saat Rusia mengumumkan akan mengadakan pembicaraan perdamaian baru dengan AS dan kekuatan-kekuatan regional akhir pekan ini.

Ormas Islam Se-Jateng dan DIY Desak MUI Jateng Bubarkan Asyuro dan Keluarkan Fatwa Sesat Syiah

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Sejumlah Pimpinan Ormas Islam se Jateng dan DIY melakukan audiensi bersama dengan jajaran Gubernur Jateng, Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Semarang, membahas perayaan Asyuro Syiah di Kantor Gubernur Jateng, Jl Pahlawan 9, Semarang, Selasa (11/10/2016).

Disaksikan Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji (Kapoltabes Semarang), Ahmad Daroji (MUI Jateng), dan jajaran Gubernur Jateng, pimpinan Ormas diantaranya, Ustadz Fuad Al Hadizi (JAS), Ustadz Umar Sa’id (AM FUI Jogja), Ustadz Said Sungkar (FPI Pekalongan), Ustadz Bernard Abdul Jabbar (ANNAS), Ustadz Aris Munandar (DDII Jateng) mendesak dikeluarkannya fatwa Syiah sesat dan dibubarkannya Perayaan Asyuro di Semarang.

Ustadz Bernard menjelaskan bahwa Syiah sudah berkembang di Indonesia dan meresahkan umat Islam. Bernard mempertanyakan sikap MUI, Depag, Polda Jateng yang saling lempar, tidak bertindak hanya karena tidak ada fatwa MUI.

“Syiah sudah meresahkan umat Islam di Indonesia. Kemudian fatwa MUI tentang Syiah itu sesat belum ada, kemudian bapak biarkan saja, ini tanggung jawab bapak dihadapan Allah,“ tegas Ustadz Benard.

Tanggung jawab yang besar yang akan kalian pertaruhkan, lanjut Bernard, sebagai pemimpin yang mengemban amanat untuk amar ma’ruf nahi munkar. Apa kalian takut jabatan kalian hilang, sehingga kemaksiyatan, kesesatan dibiarkan saja,” tandas mantan misionaris itu.

Desakan juga datang dari Ustadz Umar Said, ia mengatakan ritual ajaran Syiah sudah merecoki ajaran Islam, takiyah atau berbohong menjadi bagian penting ajaran Syiah yang bisa mengelabuhi orang lain.

“Kalau sepanjang jaman Syiah berbuat ulah, maka kita katakan ini sumber konflik dimana-mana. Kalau bapak katakan ohh ini tidak ada kesesatan, tidak ada melukai diri, karena mereka takiyah. Bapak percaya ndak kalau mereka takiyah (berbohong), karena takiyah adalah bagian terpenting agama Syiah” kata pimpinan AM FUI.

Sementara Ustadz Fuad Al Hadzimi membacakan tulisan H. Asad Said Agil wakil ketua pengurus besar NU, di www.NU.or.id bahwa Syiah telah membuat sayap militer. Dia mengatakan dalil kesesatan Syiah justru dari orang Syiah sendiri.

“Ini yang ngomong orang kedua dari BIN, Marja’ at Taklit dewan Syariah Syiah sudah membuat sayap militer. Dan masih banyak lagi dalil sesat Syiah justru dari ulama mereka. Jadi kalau dikatakan dari kami, bukan, kami mendasarkannya dari sumber Syiah itu sendiri” jelas Fuad Hadzimi.

Menanggapi masukan tersebut, Ahmad Daroji, MUI Jateng mengatakan, bahwa Syiah tidak hanya Imamiyah, dan mempertanyakan yang harus dikeluarkan fatwa sesat yang mana?

“Jenengan sudah pelajari ada berapa Syiah, lha yang ini Syiah yang Imamiyah atau yang mana? Saya tanya Syiah ada berapa macam? Panjenengan tidak setuju yang Imamiyah, itu bahan kami. Tentu kami tidak boleh grusak-grusuk, ada yang mengatakan Syiah sesat, ada yang bilang Syiah kafir, lha yang diikuti sing endi?” ucap Ahmad Daroji.

Pimpinan Ormas mulai kesal dengan keterangan Ahmad Daroji yang berbelit-belit. Dia mengatakan akan membahas di jajaran MUI dan hanya mempersilahkan satu orang utusan dari pimpinan Ormas Islam yang hadir.

“Karena ini sudah audiensi, jadi saya tidak punya waktu lagi, monggo saya disalahkan. Ini bahan sudah ada (Materi Syiah) atau mau diberi tambahan, kami akan bahasnya ya dengan buku ini. Nah saya mohon maaf nanti diskusi MUI itu saya hanya beri ijin satu orang, mau datang njih monggo, siapa yang mewakili ndak dateng ya ndak apa-apa” ujarnya saat menerima buku Kesesatan Syiah dari DDII Jateng.

Sementara itu di luar Gedung nampak Ribuan Laskar Se-Jateng dan DIY melakukan Aksi Orasi yang menuntut untuk di bubarkannya acara Asyuro yang di adakan oleh Yayasan Nuru Tsaqolain yang perpusat di Jln. Petak gang Layur Kuningan Semarang.

img20161011091529