China Kirim 350 lebih Pejabat Pemantau Masjid dan Kegiatan Muslim Uyghur di Xinjiang

XINJIANG (Jurnalislam.com) – China telah mengirim lebih dari 350 pejabat ke prefektur Hotan (Hetian, dalam bahasa China) di wilayah barat laut Xinjiang untuk tiga tahun bertugas mengawasi Masjid, RFA Uyghur mengatakan, lansir World Bulletin, Selasa (25/10/2016).

Menurut sebuah laporan oleh stasiun TV lokal pemerintah Hotan, prefektur Hotan baru saja meluncurkan sebuah kebijakan yang disebut “tinggal di desa-desa untuk memantau Masjid” di mana 352 aparat pemerintah China ditugaskan untuk mengawasi Masjid dan kegiatan keagamaan Islam di masyarakat.

“Keputusan monitoring Masjid ini dibuat sesuai dengan aturan kebijakan utama Otonomi Daerah Uyghur dan diutamakan untuk menjaga stabilitas sosial dan menganalisis situasi dengan benar,” stasiun TV mengutip pemimpin Partai Komunis prefektur Hotan, Zhang Jinbiao mengatakan.

“Ada enam kader China di desa kami,” seorang warga Hotan mengatakan kepada RFA. “Pagi ini mereka mengadakan rapat, dan kami bertemu empat dari mereka. Mereka semua orang China.”

Warga desa, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan mereka diberitahu bahwa kader tersebut akan berada di daerah mereka dalam misi tiga tahun.

“Dari apa yang mereka katakan dalam pertemuan tersebut, mereka akan mengelola Imam masjid dan mereka akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk menjelaskan situasi,” jelas warga desa.

Meskipun tidak jelas apa yang dicari orang China tersebut, penduduk desa mengatakan kepada RFA mereka cenderung fokus pada upaya menghadapi penduduk yang tidak puas di kawasan itu.

“Ada beberapa orang yang mengeluh tentang kebijakan pemerintah, yang tidak suka dengan para Imam dan orang-orang religius yang ditunjuk pemerintah, serta mengutuk mereka dan menyebarkan berbagai rumor,” kata warga tersebut. “Saya pikir mereka akan mendatangi rumah orang-orang semacam itu dan mencoba memahami pemikiran dan situasi mereka.”

Turghunjan Alawudun, ketua komite agama Kongres Uighur Dunia (the World Uyghur Congress), mengatakan tindakan China melanggar resolusi HAM PBB.

Dia mengatakan kebijakan pemerintah China di wilayah Uighur saat ini melawan Deklarasi Hak Asasi Universal (Universal Declaration of Human Rights) PBB.

“Kebijakan pihak atasan prefektur Hotan saat ini untuk memantau kegiatan keagamaan di desa-desa adalah bagian dari aturan Partai Komunis China untuk mengeksploitasi agama untuk sosialisme,” katanya. “Kami mendesak pemerintah China untuk mengakhiri kebijakan ekstrem ini.”

Orang tua dan wali dari anak-anak dan remaja Uighur sering ditekan oleh pejabat lokal dalam penandatanganan perjanjian untuk tidak memungkinkan mereka mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan.

Anggota Muslim dari Partai Komunis China yang berkuasa dilarang untuk secara terbuka mengikuti agama mereka, sementara organisasi yang dikelola negara secara rutin diperintahkan untuk mendorong semua orang untuk makan pada siang hari Ramadhan, sumber-sumber di wilayah itu mengatakan kepada RFA.

China telah berjanji untuk menindak apa yang mereka sebut ekstremisme agama di Xinjiang, dan secara teratur melakukan tindakan “serangan keras” termasuk penggerebekan polisi di rumah penduduk Muslim Uyghur, pembatasan praktek ibadah Islam, dan pembatasan pada budaya dan bahasa orang-orang Uyghur, termasuk video dan bahan lainnya.

Saat China menyalahkan ekstrimis Uyghur atas serangan teroris, para ahli di luar China mengatakan Beijing membesar-besarkan ancaman dari Uyghur padahal kebijakan represif domestik mereka sendiri yang menjadi sebab meningkatnya kekerasan di sana yang telah menewaskan ratusan orang sejak 2009.

Lebih dari 7.700 Pengungsi Suriah di Turki Kembali ke Kota Jarabulus

TURKI (Jurnalislam.com) – Lebih dari 7.700 warga Suriah telah kembali dari provinsi Gaziantep Turki, ke kota Jarabulus, Suriah utara, dua bulan setelah kota itu dibebaskan dari kelompok ekstremis IS, kantor gubernur regional, Selasa (25/10/2016) mengatakan, lansir World Bulletin.

Warga Suriah terlihat mengantri di perbatasan Karkamis Turki untuk pergi ke Jarabulus setelah pendaftaran dan pemeriksaan keamanan.

Oktay Bahceci, kepala kantor migrasi regional Gaziantep, mengatakan bahwa Jarabulus sekarang bersih dari semua kelompok-kelompok ekstremis.

“Setelah kantor kami melaksanakan pendaftaran, mereka mungkin pergi ke kampung halaman mereka,” kata Bahceci. “Untuk saat ini, total 7.741 orang telah kembali ke Jarabulus.”

Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield), yang dimulai pada 24 Agustus dan didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, bertujuan untuk memperkuat keamanan perbatasan, mendukung pasukan koalisi dan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh organisasi-organisasi ekstremis di Suriah PYD-YPG dan IS.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011 ketika rezim Nushairiyah Assad menumpas aksi unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari kebangkitan Musim Semi Arab (Arab Spring) – dengan keganasan militer Assad tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang berbasis di Beirut, melaporkan total korban tewas akibat konflik lima tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000.

61 Tewas dalam Serangan Mematikan di Pusat Pelatihan Polisi Pakistan

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 61 calon polisi dan tentara tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka, Senin malam ketika orang-orang bersenjata menyerang sebuah pusat pelatihan polisi di provinsi Balochistan Pakistan, kata pihak berwenang, Anadolu Agency melaporkan, Selasa (25/10/2016)

Mayor Jenderal Sher Afghanistan, kepala paramiliter Korps Perbatasan berbasis di Balochistan, mengatakan tiga orang bersenjata semuanya tewas. Mereka adalah anggota milisi Lashkar-e-Jhangvi al-Alami.

Dia mengatakan dua dari penyerang meledakkan bom rompi saat terjadi baku tembak selama tiga jam dengan tentara yang dikirim untuk menyelamatkan para kader polisi.

“Saya sedang berbaring di tempat tidur memeriksa akun Facebook saya ketika mendengar ledakan keras diikuti oleh penembakan berat. Saya segera mematikan lampu, mengunci pintu dan merunduk di bawah tempat tidur sesuai arahan dalam kasus serangan bersenjata,” Asif Hussein, salah satu taruna yang lolos dan tidak terluka, mengatakan kepada wartawan.

Kepala Angkatan Darat Raheel Shareef dan Direktur Jenderal Inter Services Intelligence (AA) – agen mata-mata Pakistan – menghadiri pemakaman massal di Quetta, ibukota provinsi di mana pusat pelatihan tersebut berbasis.

“Situasi sekarang terkendali dan jalan-jalan yang semula ditutup karena operasi penyelamatan telah dibuka untuk lalu lintas,” kata Menteri Dalam Negeri Balochistan Sarfraz Bugti kepada wartawan.

Ia mengatakan lebih dari 250 taruna yang disandera oleh milisi dibebaskan oleh tentara Pakistan.

Quetta selama beberapa dekade telah menjadi fokus kekerasan sectarian Sunni-Syiah di Balochistan yang telah menewaskan ribuan orang. Agustus ini lebih dari 70 orang, sebagian besar pengacara, tewas dalam ledakan bunuh diri di sebuah rumah sakit di Quetta.

 

Pasukan Khusus Irak: 3 Mil lagi Tiba di Kota Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak bergerak maju ke Mosul timur pada Selasa (25/10/2016), saat para menteri pertahanan dari koalisi pimpinan AS bertemu di Paris untuk meninjau serangan terhadap benteng kelompok Islamic State (IS).

Pasukan khusus Irak CTS merebut kembali wilayah yang dekat dengan pinggiran timur Mosul, kubu kota utama IS yang terakhir di Irak.

“Pasukan depan kita telah maju lima atau enam kilometer (3-4 mil) ke dalam Mosul,” komandan mereka, Jenderal Abdulghani al-Assadi, mengatakan kepada kantor berita AFP, Selasa.

“Kami sekarang harus berkoordinasi dengan pasukan di wilayah lain untuk meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap Mosul,” kata dia, berbicara dari kota Kristen Bartalla.

Sementara itu, pasukan Peshmerga Kurdi mencatat kemenangan di timur laut Mosul, tapi pasukan federal yang maju dari selatan memiliki beberapa cara untuk mencapai pinggiran.

Pada saat yang sama, ribuan pasukan dari milisi Syiah Hashed al-Shaabi yang didominasi oleh milisi Syiah dukungan Teheran sedang mempersiapkan sebuah serangan ke barat Mosul.

Politisi Kurdi Irak dan Arab Sunni menentang partisipasi milisi Syiah Hashed dalam operasi, demikian juga Turki, yang pasukannya berada di timur Mosul meskipun Baghdad mengulang tuntutan untuk mundur.

Ketegangan meningkat antara Baghdad dan Ankara hingga Menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, pada hari Selasa memperingatkan bahwa jika ada ancaman terhadap Turki, “kami siap untuk menggunakan semua sumber daya kami termasuk operasi darat.”

Berusaha untuk menarik perhatian dari operasi Mosul, IS telah melakukan serangan di kota utara Kirkuk dan kota barat Rutba dalam beberapa hari terakhir.

Pasukan IS kuasai dua lingkungan di Rutba, namun para pejabat mengatakan bahwa pada Selasa Rutba sepenuhnya kembali tangan pemerintah Irak – klaim yang tidak dapat diverifikasi Al Jazeera secara independen.

Para pejabat militer Senior Irak dan AS telah melaporkan bahwa para pemimpin IS sudah berusaha untuk meninggalkan Mosul untuk mencapai wilayah Suriah..

Reporter Al Jazeera Imran Khan, melaporkan dari Erbil, mengatakan: “Di mana pun IS menghadapi kekalahan, mereka sekarang bermunculan di daerah lain. Kami melihatnya di Kirkuk, kami melihatnya di Rutba. Masih banyak pertempuran yang harus dilakukan… militer dan Peshmerga sangat senang dengan hasil operasi ini.”

Pasukan Irak Rebut 74 Kota dan Desa dalam Sepekan Operasi Mosul

IRAK (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah merebut 74 desa dan kota dari kelompok Islamic State (IS) di pekan pertama serangan besar yang ditujukan untuk menggulingkan IS dari kota Mosul, kata militer Irak, lansir World Bulletin, Senin (24/10/2016).

Pekan lalu, militer Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir IS di Irak utara.

“Sedikitnya 772 pasukan IS tewas dalam pertempuran sejak awal operasi Mosul,” kata militer Irak dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Namun pernyataan itu tidak menyebutkan kata apapun tentang kerugian militer selama serangan tersebut.

Pada hari Ahad, pasukan Peshmerga Kurdi mengatakan mereka telah berada 10 kilometer dari wilayah timur Mosul.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya telah menggelar operasi militer bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

Laporan Operasi Perisai Euprat Terhadap Kota al-Bab

SURIAH (Jurnalislam.com) – Oposisi Moderat anti Assad, Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army-FSA) dalam operasi militer Euphrates Shield pada hari Senin terus melanjutkan upaya merebut kota al-Bab di pedesaan timur Aleppo dari pasukan YPG yang didukung militer AS, lansir ElDorar AlShamia, Senin (24/10/2016).

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Suriah menghentikan sementara operasi militer terhadap milisi PYD, mengarahkan pejuangnya untuk operasi yang bertujuan merebut kendali desa di barat laut kota al-Bab untuk mencapai al-Bab.

Wartawan kami menambahkan bahwa tujuh desa yang telah dikuasai FSA, setelah pertempuran sengit melawan IS adalah “Thelthanah dan Thelathinah, Jeb al-Aas, al-Masudiah, al-Barouzyah, Tweis dan Buraan.”

Operasi Euphrates Shield yang didukung oleh tentara Turki menguasai 156 daerah penduduk (kota dan desa), yang terletak di daerah konvergensi seluas 1265 kilometer persegi setelah memukul mundur pasukan IS.

Baku Tembak di Perbatasan India-Pakistan Kembali Meletus, 4 Tewas

KARACHI (Jurnalislam.com) – Tiga warga sipil, termasuk dua anak kecil, dan seorang tentara India tewas akibat bentrokan baru antara pasukan India dan Pakistan di perbatasan, kata para pejabat, Senin (24/10/2016), lansir Anadolu Agency.

Juru bicara militer Pakistan mengatakan pasukan India mulai melepaskan tembakan “tanpa alasan” dan menembaki selama beberapa jam pada Ahad malam, menewaskan seorang bayi berusia satu tahun dan seorang pria lokal.

Surat kabar Indian Express melaporkan seorang anak berusia enam tahun dan seorang tentara India juga tewas oleh tembakan Pakistan. India menuduh Pakistan melepaskan tembakan.

Ketegangan antara kedua tetangga bersenjata nuklir tersebut gagal diredakan setelah 19 tentara India tewas di Kashmir yang dikuasai India beberapa bulan terakhir. Militer India mengklaim Pakistan memiliki hubungan dengan tewasnya 19 tentara India.

Perdana Menteri India Narendra Modi sejak itu membual akan melakukan “serangan bedah” di perbatasan sisi Pakistan. Klaim tersebut sangat ditolak Islamabad.

Kedua negara telah terkunci dalam berbagai sengketa mengenai batas darat dan laut sejak Pakistan diciptakan setelah akhir pemerintahan Inggris dan terbaginya India pada tahun 1947.

India dan Pakistan terlibat tiga kali perang; Dua di antara perang tersebut memperebutkan wilayah Kashmir Himalaya yang disengketakan.

Dihantam Ranjau Darat Taliban, Sedikitnya 4 Pasukan AS Tewas di Dalam Tank Bajanya

KHOST (Jurnalislam.com) Hari Senin (24/10/2016) ranjau darat yang ditanam oleh mujahidin Imarah Islam (Taliban) merobek tank lapis baja yang membawa pasukan penyerang AS ke pangkalan di distrik Sabri provinsi Khost dan menghancurkannya, menewaskan sedikitnya empat agresor Amerika yang berada di dalam tank, Al Emarah News melaporkan, Senin.

Dalam sebuah laporan dari provinsi tetangga Paktia, seorang tentara Arbaki tewas dan dua lainnya luka-luka dalam baku tembak dengan Talibandi distrik Jani Khel pada hari Ahad.

Laporan juga datang dari Herat, sebuah bentrokan besar pecah setelah pasukan ANA dan ANP tiba di wilayah Shalaq Jwn Kabupaten Gulran untuk operasi dini hari tadi.

Tembak-menembak menggunakan senjata berat dan ringan berlangsung sampai siang hari, di mana 2 tank dan pickup ranger milik pasukan bayaran hancur, menewaskan 6 serdadu dan 4 lainnya terluka parah.

Menurut rincian, 2 Mujahidin juga syahid dalam operasi itu.

Lebih dari 3.800 Warga Sekitar Mosul Mengungsi

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Lebih dari 3.800 orang telah mengungsi di daerah-daerah di sekitar Mosul sejak serangan besar diluncurkan pekan lalu untuk menggulingkan Islamic State (IS) dari kota Irak utara, menurut kementerian migrasi dan perpindahan Senin (24/10/2016).

Sekitar 904 orang dipindahkan hari Ahad dari front Bashiqa dan Gayara ke kamp pengungsi di distrik Sheikhan selatan Mosul, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Qassim Atiyye, juru bicara kementerian itu mengatakan kepada Anadolu Agency, Senin, bahwa kamp-kamp untuk pengungsi bisa menampung hingga 300.000.

Pekan lalu, militer Irak – yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS – melancarkan operasi untuk merebut kembali Mosul, benteng terakhir Daesh di Irak utara.

IS merebut kota terbesar kedua Irak tersebut pada pertengahan 2014 sebelum menduduki beberapa wilayah di utara dan barat negara itu.

Dalam pekan terakhir, tentara Irak dan sekutu-sekutunya mulai menggelar operasi militer bertahap di kota, yang para pejabat di Baghdad telah bersumpah untuk merebut kembali pada akhir tahun ini.

 

Mujahidin Suriah Hadang Pasukan Assad di Salahuddin dan Amiriyah, Belasan Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi Perlawanan Suriah pada Senin pagi bertempur melawan pasukan Nushairiyah Assad yang mencoba maju ke daerah yang dikuasai faksi Faksi Perlawanan (Syrian Resistance) pada dua garis depan Salahuddin dan Amiriyah, menyebabkan musuh kehilangan banyak pasukan, ElDorar AlShamia melaporkan Senin (24/10/2016).

Koresponden ElDorar melaporkan bahwa pasukan Garda Republik mencoba untuk maju pada titik-titik garis depan Salahuddin yang telah dibebaskan, sehingga bentrokan meletus dan lebih dari 14 pasukan musuh tewas, dan dua ditangkap sebagai tahanan, dan bangunan tempat pasukan rezim Assad bertahan hancur total.

Faksi Perlawanan mampu mendapatkan kembali semua titik yang sempat dikendalikan pasukan rezim Assad di garis depan distrik “Bustan al-Basha,” menewaskan dan melukai pasukan musuh yang menyerang.

Sejak berakhirnya gencatan senjata pasukan rezim Assad telah berusaha maju di lingkungan Salahuddin dan Amiriyah, untuk menekan warga sipil yang terperangkap di lingkungan timur.