Koalisi Faksi Jihad AlBunyan AlMarsous Tolak Ajakan Damai Rezim Assad di Daraa

DARAA (Jurnalislam.com) – Koalisi faksi jihad “AlBunyan AlMarsous” yang beroperasi di Daraa, menolak inisiatif perdamaian atau gencatan senjata yang diajukan rezim Syiah Assad, lansir ElDorar AlShamia, Jumat (23/12/2016).

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh mereka pada hari Jumat, faksi menolak inisiatif perdamaian atau gencatan senjata, seraya meyakinkan bahwa mereka tetap berjuang dalam revolusi untuk menggulingkan rezim, dan akan menangkap setiap delegasi yang berasal dari daerah yang dikuasai rezim.

Rumor mulai menyebar di kota-kota dan desa-desa di Daraa bahwa beberapa faksi militer dan personel pejabat kota sekitar mengadakan pertemuan dengan rezim Assad, untuk menandatangani rekonsiliasi.

Lebih dari 20 faksi militer di Daraa mengumumkan pembentukan “AlBunyan AlMarsous” akhir tahun lalu, pada tahun 2015, untuk menghadapi pergerakan atau masuknya pasukan al-Assad ke provinsi Daraa.”

Bima Darurat Banjir, Ini Laporan Sementara Posko Peduli Banjir Kota Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Posko Peduli Banjir Kota Bima (FBKB) menyatakan, mulai hari Kamis (22/12/2016) hingga Ahad (25/12/206) Bima dalam kondisi darurat banjir.

“Sampai saat ini, aliran listrik, air dan sinyal Handphone masih non aktif, dan mengingat kebutuhan masyarakat terhadap makanan, minuman dan obat-obatan sangat mendesak,” katanya dalam rilis yang diterima Jurniscom, Jumat (23/12/2016).

FBKB juga memberikan data terkini terkait kerugian personil dan materil akibat bencana alam banjir tersebut. Setidaknya ada satu orang yang meninggal dunia, dua orang tidak sadarkan diri dan sejumlah korban yang terkena luka ringan.

Mereka mencatat, rata-rata presentase dari desa yang terkena banjit mencapai angka 70%. Ini yang mereka khawatirkan.

Untuk itu, FBKB mengajak seluruh masyarakat untuk membantu dan mendoakan warga Bima.

“Demikian yang dapat kami sampaikan atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan jazaakumullah khoiran wa baarakallahu fiikum,” pungkasnya.

Sejauh ini FBKB sendiri telah mengambil langkah untuk membuat dapur umum untuk korban banjir Bima.

Kekalahan Pemberontak Syiah Houthi Terus Meningkat di Berbagai Wilayah Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Di Taiz, 7 milisi tewas Syiah tewas dalam bentrokan dengan tentara nasional sementara pasukan perlawanan mematahkan operasi militer yang dilancarkan oleh milisi Syiah Houthi di provinsi Al Bayda di pusat Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan, Kamis (22/12/2016).

Di kawasan Kahboub di timur laut Bab al-Mandab, bentrokan terjadi di malam hari menggunakan berbagai senjata berat. Tentara nasional dan pasukan perlawanan membombardir situs pemberontak Houthi di Kahboub, kamp Omari dan wilayah Dhubab.

Di Timur Taiz, unit tentara nasional menyerang situs dan lokasi pertemuan pemberontak di sekitar rumah sakit Kanada dan pabrik plastik.

Di provinsi Al Bayda di pusat Yaman, Perlawanan Populer menggagalkan operasi militer yang diluncurkan oleh milisi Syiah Houthi di Jasimah dan Nofan di Qurayshia.

Sumber perlawanan menegaskan bahwa serangan itu dipatahkan dan pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran dipaksa mundur setelah konfrontasi berlangsung selama beberapa jam dan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka di pihak pemberontak. Selain itu, sebuah kendaraan militer milik pemberontak di Qifa ditargetkan dan semua penumpang tewas.

Di provinsi Dalea di barat-daya Yaman, sumber-sumber keamanan melaporkan bahwa sedikitnya 4 pasukan Houthi tewas dan 6 lainnya luka-luka dalam serangan yang dilakukan oleh Perlawanan Rakyat.

Tentara Rezim Assad Umumkan Pengambilalihan Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Tentara rezim Suriah mengumumkan kota kedua Suriah, Aleppo telah sepenuhnya diambil alih dari oposisi, merupakan keberhasilan pertama rezim dalam perang hampir enam tahun untuk menguasai kota tersebut, Aljazeera melaporkan, Kamis (22/12/2016).

Kelompok oposisi terakhir dan keluarga mereka yang masih berada di sebuah daerah kantong kecil di Aleppo timur telah dievakuasi pada hari Kamis, di bawah kesepakatan yang memberikan kontrol penuh bagi tentara Assad dan sekutu-sekutu milisi Syiah-nya di kota kuno Aleppo setelah bertahun-tahun pertempuran.

Barat Aleppo meriah oleh tembakan perayaan yang terlihat di TV Suriah, menunjukkan tentara rezim dan warga sipil Syiah meneriakkan slogan-slogan untuk mendukung Assad.

Kota kuno Aleppo telah dibagi menjadi wilayah pejuang oposisi dan rezim Syiah Assad sejak 2012.

Pengumuman itu datang tak lama setelah televisi negara melaporkan bahwa konvoi terakhir membawa oposisi dan warga sipil telah meninggalkan Aleppo timur.

“Empat bus terakhir yang membawa militan dan keluarga mereka tiba di Ramussa”, sebuah distrik di selatan Aleppo dikuasai oleh pasukan pemerintah, kata saluran tersebut.

Evakuasi opsisi diatur pekan lalu setelah oposisi Suriah setuju untuk menyerahkan pijakan terakhirnya di Aleppo timur. Sejak itu, sekitar 35.000 pejuang Aleppo dan warga sipil telah keluar dengan bis-bis, menurut PBB.

Ahmed Qorra Ali, seorang komandan dari Ahrar al-Sham, mengkonfirmasi “konvoi terakhir telah meninggalkan daerah yang dikuasai mujahidin”.

Proses Evakuasi Aleppo telah Selesai, 45.000 Pengungsi Mencapai Daerah Aman

IDLIB (Jurnalislam.com) – Evakuasi warga sipil dan para pejuang oposisi dari Aleppo timur Suriah sekarang sudah tuntas, koresponden Anadolu Agency di daerah menyaksikan Kamis malam (22/12/2016).

Menurut koresponden, hingga 45.000 orang telah mencapai daerah aman yang dikuasai oposisi sejak 15 Desember.

Koresponden menambahkan pasukan rezim Nushairiyah Assad dan kelompok teroris asing Syiah pro-rezim sekarang telah benar-benar menguasai Aleppo setelah evakuasi selesai.

Hampir 3.500 orang dievakuasi dalam konvoi yang terdiri dari 10 bus dan 420 kendaraan pribadi pada hari Kamis.

Evakuasi dari kota-kota oposisi Foua dan Kefraya yang terkepung, secara bersamaan juga selesai bersamaan dengan evakuasi Aleppo timur.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dijamin pekan lalu oleh Turki dan Rusia, warga sipil yang terperangkap di Aleppo Timur telah pergi ke kota Idlib Suriah yang dikuasai faksi faksi jihad dan kelompok oposisi.

 

Hambat Gerakan Aktivis dan Jurnalis, Mesir Blokir Aplikasi Android Pesan Signal

KAIRO (Jurnalislam.com) – Pemerintah Mesir memblokir layanan pesan Signal yang digunakan oleh banyak aktivis dan jurnalis Mesir, perusahaan yang memiliki aplikasi tersebut mengatakan, lansir World Bulletin Rabu (21/12/2016)

Sejak Sabtu, banyak pengguna aplikasi Signal di Mesir mengeluh karena tidak dapat menggunakan sistem pesan dengan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi tersebut.

“Kami sudah menyelidiki selama akhir pekan, dan telah menegaskan bahwa Mesir menyensor akses untuk Signal,” Open Whisper Systems menulis di akun Twitter-nya.

“Kami akan mulai menyebarkan sensor pengelakan di Signal selama beberapa pekan ke depan. Sampai saat itu, Tor atau VPN dapat digunakan untuk mengakses Signal,” tweeted pada hari Senin.

Pihak berwenang di Mesir tidak segera bersedia berkomentar.

Akses jaringan internet dan telepon seluler diblokir di negara ini selama unjuk rasa yang menggulingkan otokratis lama Presiden Husni Mubarak pada 2011.

Sejak tentara pimpinan jenderal as Sisi mengkudeta presiden Muhammad Mursi yang dipilih secara sah pada bulan Juli 2013, pihak berwenang telah menekan segala bentuk oposisi dengan tindakan keras hingga wartawan dan pembela hak asasi manusia juga ditargetkan.

Erdogan Sambut Aktivis Cilik Aleppo di Istana Turki, Bana Alabed

TURKI (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan bertemu Bana Alabed, gadis Suriah berusia tujuh tahun yang men-tweet tentang kehidupan mencekam di Aleppo yang dilanda perang yang menjadi berita utama di seluruh dunia.

Presiden dan istrinya, Emine Erdogan, menyambut Bana dan keluarganya ke istana presiden di ibukota Turki Ankara, Rabu (21/12.2016), lansir World Bulletin.

Erdogan, didampingi Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, mendengarkan akun keluarga mengenai penderitaan mereka di kota Suriah yang hancur akibat serangan Rusia dan rezim Assad beserta milisi sekutu Syiah..

Bana berterima kasih kepada Erdogan karena membantu keluarganya dan masyarakat Suriah. Dia berada di antara ribuan orang dari Aleppo yang dievakuasi pada hari Senin.

“Anda membawa kami dari Aleppo. Kami telah melalui banyak kesulitan dan rasa sakit. Rumah kami dibom dan hancur di atas kami. Kami banyak menderita di bus. Kami tidak punya makanan, kami lapar. Kami berterima kasih untuk semuanya,” dia berkata kepada pemimpin Turki.

Erdogan kemudian men-tweeted pada akun resminya: “Saya senang menjadi tuan rumah @AlabedBana dan keluarganya di Kompleks Presiden hari ini. Turki akan selalu berdiri dengan rakyat Suriah.”

Armada Bantuan Turki dengan Kekuatan Penuh Berangkat ke Suriah

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Operasi bantuan Turki berada dalam kekuatan penuh pada hari Rabu (21/12/2016) untuk mendukung warga Aleppo yang babak belur akibat perang, dengan puluhan kendaraan mengangkut bantuan kemanusiaan ke perbatasan Suriah, lansir Anadolu Agency, Rabu.

Puluhan kendaraan terlibat dalam Operasi The Open Road to Aleppo yang diselenggarakan oleh Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) bergabung dengan konvoi di provinsi Kayseri, Anatolia tengah.

Berangkat Rabu, konvoi akan berangkat ke provinsi perbatasan Hatay Turki, dekat dengan kota Aleppo Suriah yang hancur.

Kendaraan kelompok pertama memulai perjalanannya pada 14 Desember, membawa bantuan kemanusiaan ke Cilvegozu Border Gate di Hatay, Turki.

Asosiasi Peradaban Seljuk Anatolia (The Association of Anatolia’s Seljuk Civilization) di timur kota Malatya mengirim dua kendaraan sarat dengan bantuan kemanusiaan ke Aleppo.

Pemerintahan kabupaten Ilkadim di Kota Samsun di Laut Hitam dan Yayasan lokal Hayrat berkolaborasi untuk mengirim dua kendaraan penuh batubara untuk warga sipil di Aleppo.

Dari provinsi-provinsi tengah Turki yaitu Aksaray dan Karaman, kendaraan dan truk dikirim ke kabupaten Reyhanli Hatay, Walikota Sariveliler, Hayri Samur dari Karaman mengatakan.

“Setiap orang harus melakukan apa yang mereka bisa untuk meringankan penderitaan kemanusiaan di Aleppo,” kata Samur.

Sementara itu, konvoi 10 truk yang lain dari provinsi Konya Turki tengah juga menuju ke provinsi Idlib Suriah.

Bantuan tersebut termasuk tempat tidur di empat kendaraan, makanan, dan tepung.

Konvoi tujuh truk lain yang membawa berton-ton bahan makanan sedang berada di perjalanan menuju Azaz dan Aleppo dari provinsi Eskisehir di Turki tengah.

Gubernur Eskisehir bersama Manajemen Bencana dan Darurat Kepresidenan Direktorat Provinsi (Disaster and Emergency Management Presidency Provincial Directorates) berkolaborasi dalam aksi “Jadilah Harapan untuk Suriah yang Tertindas – Be Hope for the Syrian Oppressed.

Di provinsi tengah Nevsehir, Kementerian Pendidikan dan berbagai lembaga pendidikan mengumpulkan upaya mereka untuk mengirim lima kendaraan yang membawa 135 ton tepung ke Cilvegozu Border Gate.

Sedikitnya 7.500 warga sipil sejauh ini telah meninggalkan Aleppo timur menuju daerah aman di banteng mujahidin di Idlib, menurut pejabat kelompok oposisi Suriah.

Sejak pertengahan November, lebih dari 775 warga sipil telah tewas dan 2.500 lainnya terluka akibat serangan rezim Nushairiyah Assad pada wilayah Aleppo yang dikuasai oposisi, menurut pejabat pertahanan sipil setempat.

Jaysh al Islam Kembali Kuasai Titik Strategis di Kota Midaani, Timur Ghouta

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi jihad daerah Ghouta timur Rabu malam kembali menguasai beberapa titik di dalam kota Midaani di daerah Ghouta timur Provinsi Rif Dimashq setelah pertempuran sengit melawan pasukan rezim Syiah Assad, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (21/12/2016).

Sumber-sumber militer dari Jaysh al Islam menegaskan ke jaringan ElDorar bahwa rezim Nushariyah Assad masih menguasai hampir setengah dari kota, dan pertempuran telah berlanjut menjadi 189 hari di sektor timur Timur Ghouta dan faksi militer melakukan upaya untuk menghentikan operasi.

Faylaq al-Rahman telah mengirim bala bantuan beberapa hari sebelumnya untuk garis depan Midaani sambil mengumumkan tewasnya lima pejuang dalam bentrokan di wilayah tersebut.

Profesor Politik Qatar Ingatkan JFS dan Ahrar al Sham Jangan Jatuh dalam Perangkap

QATAR (Jurnalislam.com) – Mohammad Mukhtar Shanqeeti, ulama dan profesor etika politik dan sejarah agama-agama di Hamad bin Khalifa University of Qatar, mengingatkan faksi-faksi jihad di Suriah agar tidak jatuh dalam perangkap hingga melibatkan rakyat Suriah dalam krisis baru untuk kemerdekaan, ElDorar AlShamia melaporkan, Rabu (21/12/2016).

Tweet Shanqeeti: “Penggabungan Ahrar al Sham dengan Jabhat Fath al-Sham (JFS) bisa merugikan Ahrar al-Sham dan tidak membantu (JFS) sama sekali, dan tanda ketulusan dan kebijaksanaan akan dilakukan oleh JFS jika mereka mengorbankan nama dan organisasi mereka dan mengirim pejuangnya untuk berintegrasi dengan saudara-saudara mereka di Tentara Pembebasan Suriah, sebelum terlambat.”

“Integrasi yang melayani revolusi Suriah adalah salah satu yang akan berada di bawah bendera FSA, sedangkan organisasi yang diklasifikasikan sebagai teroris oleh internasional – secara adil atau dengan cara lain – harus diselesaikan dan dihilangkan untuk menangkal bahaya.” Shanqeeti menambahkan.

Komandan Jaysh al-Mujahideen mengatakan bahwa faksi faksi perlawanan sedang mengupayakan pembentukan “dewan nasionalis revolusioner”, sementara beberapa sumber menunjukkan bahwa musyawarah antara faksi faksi jihad masih terus berlanjut dan bahwa Gerakan Islam Ahrar al-Sham dan gerakan Nur al-Din Al-Zanki sebelumnya memutuskan untuk bergabung dengan faksi revolusioner dengan JFS.