Pasukan Yaman Rebut Kembali Distrik Nihm di Sanaa Setelah Setahun Dikuasai Syiah Houthi

SANAA (Jurnalislam.com) – Pasukan bersenjata dan faksi perlawanan Yaman akhirnya merebut kembali beberapa daerah strategis dalam sebuah distrik di ibukota Sanaa, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (24/12/2016).

Beberapa daerah termasuk Telti al-Hamra, al-Madfoun dan al-Talal dari distrik Nihm Sanaa dibebaskan setelah lebih dari setahun dikuasai oleh pemberontak Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden terguling Ali Abdullah Saleh.

Kedua belah pihak terlibat pertempuran sengit berusaha untuk mengontrol distrik Nihm yang terletak di sebelah timur ibukota.

Sementara itu di Taiz, angkatan bersenjata pemerintah Abdrabbu Mansour Hadi berhasil merebut kembali sebuah rumah sakit militer dalam pertempuran dimana pemberontak Houthi mengalami kekalahan. Di antara mereka adalah pemimpin milisi kunci bernama Abu Assem.

Kemajuan datang sehari setelah pasukan Arab Saudi mampu melakukan operasi malam hari di Jizan dan Najran, setelah mengetahui lokasi pemberontak Syiah Houthi dan Saleh di dekat perbatasan Saudi, yang menyebabkan tewasnya 30 pemberontak Houthi.

Ini Alasan Kenapa Mujahidin Mundur dari Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Mundurnya faksi jihad di Aleppo adalah untuk mencegah kerugian lebih lanjut, dan menyusun program politik yang dapat menyatukan kaum muslim rakyat Suriah.

Berbicara dari kubu oposisi (faksi-faksi jihad para pejuang) di Idlib, Omran Muhammad mengatakan alasan praktis: oposisi terpaksa menarik diri dari Aleppo timur adalah untuk meringankan krisis kemanusiaan sipil yang sudah sangat mengkuatirkan, Middle East Eye melaporkan dalam wawancara khusus, Sabtu (24/12/2016).

“Aleppo merupakan daerah perkotaan yang berpenduduk padat dengan sejumlah pejuang oposisi,” katanya.

“Untuk setiap langkah yang kami buat, puluhan jet Rusia menjatuhkan hujan bom pada warga sipil, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang besar.”

“Tidak ada makanan, rumah sakit kehabisan obat-obatan bahkan kapas penyeka. Kami tidak memiliki pilihan kecuali membantu rakyat Aleppo mengungsi.”

Muhammad menolak klaim rezim Suriah Assad dan Rusia bahwa semua oposisi adalah “teroris”.

“Tentu saja, rezim menginginkan Anda berpikir bahwa kita semua [oposisi] adalah teroris, karena melawan gerakan Assad.

“Hanya karena kita semua ingin menggulingkan rezim tidak berarti bahwa kita adalah teroris.”

“Anda harus menyadari rezim ini tidak pernah mengizinkan oposisi itu ada. Tidak boleh ada pembangkang yang baik atau buruk dalam buku-buku (doktrin-doktrin) mereka. Aktivis, oposisi, jihadis, warga sipil, ataupun teroris.. kita semua adalah sama bagi rezim Suriah Assad yaitu musuh.”

Muhammad mengatakan bahwa walaupun perbedaan antara kelompok oposisi terjadi, itu adalah situasi yang “normal” dan harus diselesaikan secara terbuka bagi semua pihak.

 

Ahrar al Sham Serukan Persatuan Mujahidin Suriah dan Rebut Kembali Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi oposisi Suriah harus bersatu untuk membentuk “kepemimpinan kolektif” demi mempertahankan revolusi dan meletakkan dasar untuk merebut kembali Aleppo, juru bicara Ahrar al-Sham mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Middle East Eye, Sabtu (24/12/2016).

Juru bicara Ahrar al-Sham mengeluarkan pernyataan beberapa hari setelah kota itu jatuh di bawah kontrol penuh pasukan rezim Suriah Assad, yang didukung oleh Rusia dan Iran.

Berbicara dari kubu oposisi (faksi-faksi jihad para pejuang) di Idlib, Omran Muhammad mengatakan kelompok-kelompok revolusioner harus bersatu di bawah kepemimpinan pusat untuk mencegah kerugian lebih lanjut, dan menyusun program politik yang dapat menyatukan kaum muslimin rakyat Suriah.

“Kita harus hadir untuk rakyat kita sebelum berpikir tentang pertempuran berikutnya. Kami akan berkumpul kembali, dan kami akan kembali untuk membebaskan kota.

“Kami percaya pada kepemimpinan kolektif,” katanya tentang Ahrar al-Sham, yang diterjemahkan sebagai “orang-orang bebas dari Suriah”. “Harapan kami tidak ada di negara lain. Harapan kami yang pertama adalah kepada Allah, dan kemudian pada orang-orang muslim Suriah.

Deklarasi persatuan Muhammad yang berani di antara faksi-faksi oposisi yang berbeda muncul pada saat krisis internal – pada tanggal 10 Desember kemarin, 16 faksi lokal Ahrar bersatu untuk membentuk sub-faksi baru yang disebut “Jaish al-Ahrar,” di bawah kepemimpinan mantan kepala Hashim al -Syekh.

Dengan syarat, para pejuang, faksi-faksi jihad yang ada harus mengesampingkan perbedaan mereka untuk mematahkan kemenangan rezim Syiah Suriah Assad dan sekutunya juga memberantas “penyakit” dari kelompok Islamic State (IS), katanya.

Pasukan Rezim Assad Mulai Lancarkan Serangan Baru di Pinggiran Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pertempuran terjadi setelah klaim oleh televisi rezim Suriah atas sedikitnya tiga tewas akibat baku tembak di distrik tersebut, dan hanya dua hari setelah tentara Assad menguasai penuh kota Aleppo, Aljazeera melaporkan, Sabtu (24/12/2016).

Sedikitnya enam warga sipil juga tewas pada hari Sabtu dalam serangan udara di kota Atareb, di barat Aleppo, yang dikuasai pejuang Suriah menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR).

SOHR, kantor informasi berbasis di Inggris yang mendokumentasikan pelanggaran berat hak asasi manusia di Suriah, mengatakan sedikitnya dua anak termasuk di antara korban tewas.

SOHR tidak bisa segera menentukan siapa yang telah melakukan serangan udara, tetapi pesawat tempur Rusia dan pemerintah biasanya melakukan serangan di provinsi Aleppo.

Seorang koresponden AFP di Atareb mengatakan pesawat militer bisa dilihat berputar-putar di atas kota dan desa terdekat sepanjang hari.

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, melaporkan dari Gazientep Turki dekat perbatasan dengan Suriah, mengatakan gelombang baru serangan udara terkonsentrasi di pinggiran timur, selatan dan utara Aleppo, dengan alasan mencegah pasukan oposisi masuk kembali ke kota yang telah direbut tersebut.

“Orang-orang khawatir karena ada ribuan warga sipil yang masih terperangkap di pinggiran Aleppo, terutama mereka yang telah dievakuasi dari Aleppo timur,” kata reporter tersebut.

“Jika pertempuran berlanjut, dapat memperburuk situasi kemanusian.”

Rusia meluncurkan serangan udara secara brutal dalam mendukung pasukan rezim Bashar al-Assad pada bulan September 2015, menandai bantuan besar dalam upaya rezim terhadap kelompok-kelompok pejuang Suriah.

Faksi Jihad di Ghouta Timur Pukul Mundur Pasukan Assad dari Rif Dimashq

SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi militer daerah Timur Ghouta memukul mundur pasukan Syiah Nushairiyah Assad pada hari Sabtu, dari wilayah yang mereka rebut baru-baru ini di garis depan Medaani provinsi Rif Dimash, lansir ElDorar AlShamia, Sabtu (24/12/2016).

Sumber-sumber militer melaporkan bahwa faksi mujahidin telah meluncurkan serangan balik pada titik yang baru-baru ini direbut pasukan rezim Assad di garis depan Medaani dan pertempuran sengit meletus di sana mengakibatkan hancurnya tank dan sejumlah pasukan Assad tewas.

Sumber menambahkan bahwa bentrokan menggunakan senjata berat dan menengah, telah diakhiri dengan menguasai kembali wilayah Ghouta yang mereka rebut di lima hari terakhir.

Milisi Syiah Hizbullah Libanon pendukung rezim Assad selama lebih dari tiga bulan mencoba untuk membuat kemajuan di garis depan Medaani; menargetkan wilayah tersebut dengan ratusan serangan udara dan tembakan artileri serta peluncur roket namun berkali-kali mengalami kegagalan

Seorang Muslim Myanmar Ditemukan Tanpa Kepala Setelah Berbicara pada Wartawan

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Tubuh warga Muslim tanpa kepala ditemukan beberapa hari setelah ia berbicara kepada wartawan saat tur media yang dipandu pemerintah di utara negara bagian Rakhine yang bergolak, kata polisi Myanmar, lansir World Bulletin, Jumat (23/12/2016),

Sedikitnya 34.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh, dengan membawa laporan pembunuhan massal, pemerkosaan dan penyiksaan di tangan pasukan keamanan Myanmar secara brutal.

Pemerintah Myanmar berkelit dengan membantah keras tuduhan tersebut dan menyalahkan aktivis Rohingya telah menyebarkan akun palsu.

Tentara telah membunuh lebih dari 80 orang dalam seluruh upaya penindasan, menurut angka resmi.

Polisi tidak memberikan motif pembunuhan pria 41 tahun tersebut, yang tubuhnya ditemukan mengambang di sungai, tetapi mengatakan bahwa ia sebelumnya berbicara kepada wartawan Burma pada hari Rabu di desa Ngakhura.

“Pada hari Kamis keluarganya mengatakan ia menghilang setelah wawancara dengan wartawan … jadi kami membuka kasus ini,” kata Kolonel Polisi Thet Naing di kota Maungdaw.

“Sore ini (Jumat) saya mendapat laporan tubuh tanpa kepala ditemukan … kami telah mengkonfirmasi dari warga bahwa itu adalah dia,” katanya, menambahkan polisi pergi ke tempat penemuan yang mengerikan tersebut.

Polisi belum menginformasikan nama orang tersebut atau mengidentifikasi tersangka.

Dua wartawan Burma, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa mereka mewawancarai pria itu pada hari Rabu di desanya dan telah dihubungi oleh polisi yang mengatakan dia hilang.

Tur Media langka – yang terbuka hanya untuk wartawan Burma – diselenggarakan oleh pemerintah di tengah meningkatnya tekanan pada pemimpin sipil de facto Aung San Suu Kyi untuk menyelidiki laporan pelanggaran berat oleh tentara dan memberikan akses menuju zona rumah bagi minoritas Rohingya yang stateless (tidak memiliki kedaulatan) dan dicaci maki.

Daerah tersebut telah berada di bawah kuncian selama lebih dari dua bulan sejak ratusan pejuang bersenjata melancarkan serangan kejutan di pos perbatasan.

Pengamat konflik International Crisis Group (ICG) mengatakan para penyerang berasal dari kelompok Harakah al-Yaqin yang didukung Saudi, yang muncul setelah gelombang pembantaian kaum muslim yang mencuat di Rakhine pada tahun 2012.

Puluhan Tersangka IS Ditahan di Istanbul

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Polisi Istanbul menahan 31 tersangka kelompok Islamic State (IS) dalam operasi anti-teror pada hari Jumat (23/12/2016).

Sumber polisi, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media, mengatakan kepada Anadolu Agency, Jumat, bahwa 31 tersangka dari 41 orang ditahan sebagai bagian dari penyelidikan terhadap organisasi IS.

Perintah penangkapan dikeluarkan oleh Kejaksaan Istanbul kepada 41 tersangka tersebut karena “menjadi anggota sebuah organisasi IS”.

Polisi Istanbul menahan 31 tersangka IS di kantor polisi. 10 tersangka lainnya masih terus dicari.

AS Abstain, DK PBB Keluarkan Resolusi Tuntutan ke Israel

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Setelah Amerika Serikat abstain dari pemungutan suara, Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (23/12/2016) mengeluarkan resolusi yang menuntut Israel menghentikan pembangunan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, sebagai balasan upaya AS untuk melindungi Israel dari sanksi PBB.

Resolusi itu diajukan kepada dewan beranggotakan 15 negara tersebut dengan pemungutan suara pada hari Jumat oleh Selandia Baru, Malaysia, Venezuela dan Senegal sehari setelah Mesir menarik diri di bawah tekanan Israel dan Presiden AS terpilih Donald Trump. Israel dan Trump telah meminta Amerika Serikat untuk memveto langkah tersebut, lansir Al Arabiya News Channel, Jumat.

Resolusi disepakati dengan 14 suara mendukung, dan mendapat apresiasi positif. Ini adalah resolusi pertama Dewan Keamanan yang telah diadopsi pada Israel dan Palestina dalam kurun waktu hampir delapan tahun.

Pemungutan suara di Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi yang menuntut diakhirinya penjajahan zionis yahudi merupakan pukulan untuk kebijakan Israel, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pada hari Jumat.

“Resolusi Dewan Keamanan adalah pukulan besar bagi kebijakan Israel, dan merupakan kecaman internasional yang bulat menentang pemukiman dan dukungan yang kuat bagi solusi dua-negara,” kata juru bicara Nabil Abu Rdainah dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Palestina Wafa.

Israel tidak akan mematuhi ketentuan resolusi yang telah diadopsi tersebut, sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu mengatakan.

“Israel menolak resolusi anti-Israel di PBB dan tidak akan mematuhi ketentuan-ketentuannya,” kata pernyataan itu.

Rusia Kirim Batalion Polisi Militer ke Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengirimkan satu batalion polisi militer ke Aleppo, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan pada hari Jumat, setelah rezim Suriah mengambil kontrol penuh dari kota yang telah porak poranda akibat pemboman brutal jet-jet tempur Rusia dan rezim.

Satu batalyon Rusia biasanya berjumlah antara 300 hingga 400 tentara, lansir World Bulletin Jumat (23/12/2016).

Media Rusia awal bulan ini melaporkan bahwa puluhan warga Chechnya telah dikirim sebagai polisi militer ke Suriah, dengan satu video menunjukkan mereka mengobrol dalam bahasa Chechnya sambil bersiap-siap dan mengenakan seragam polisi militer.

Ratusan Warga Aleppo yang Terluka Dirawat di RS Turki

Hatay (Jurnalislam.com) – Pihak berwenang Turki mengatakan pada hari Jumat bahwa ratusan warga sipil yang terluka telah dirawat di Turki menyusul evakuasi kota Aleppo Suriah, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (23/12/2016).

Menurut informasi yang dirilis oleh Perdana Menteri Turki, pada hari Jumat 199 orang terluka – termasuk 80 orang anak – diangkut dari kota Idlib yang dikuasai pejuang Suriah dengan menggunakan ambulans di perbatasan Cilvegozu Turki.

Meskipun petugas medis Turki telah melakukan upaya terbaik, namun 18 orang yang terluka parah kehilangan nyawa mereka.

Sejak awal evakuasi, 81 pasien dipindahkan ke rumah sakit di provinsi lain Turki. Dua puluh delapan telah keluar dari rumah sakit.