Sebar Hoaks, Hizbullah Sunan Bonang akan Berikan Somasi Media Online Ini

SOLO (Jurnalislam.com) – Corps Hizbullah Yon 99 Divisi Sunan Bonang, Surakarta akan memberikan somasi kepada sejumlah media online. Sebab, media online itu telah menyebar berita bohong (hoaks) dengan menyebut Hizbullah Sunan Bonang menutup Gereja Ngrayapan, Sukoharjo, Selasa (11/4/2).

“Kami akan beri Somasi pada ketiga media tersebut karena melakukan pembohongan Publik,” kata panglima Hizbullah dalam konferensi pers di Restoran Solo’s Bistro, Surakarta, Selasa (18/4/2017).

Ia menjelaskan, pihaknya hanya mendampingi warga dalam menutup gereja yang belum mempunyai ijin mendirikan bangunan (IMB) tersebut. Selain tidak mempunyai ijin, aktivitas Gereja juga meresahkan warga sekitar.

“Kami hanya melakukan pendampingan pada warga Ngrayapan yang merasa resah dengan keberadaan gereja yang tidak memiliki ijin atau status perijinannya tidak jelas,” ungkapnya.

“Tapi malah beredar informasi Gereja Ngrayapan ditutup oleh Hizbullah, padahal kami juga belum pernah diwawancara ketiga media tersebut,” tambahnya.

Pernyataan itu diperkuat oleh Pardi, yang mewakili warga desa Ngrayapan. Ia mengatakan hampir setiap hari gereja tersebut mengadakan kegiatan. Padahal, sebut dia, belum ada ijin, dan pihaknya juga sudah musyawarah dengan warga dan ketua Rt lalu warg meminta pendampingan dari Divisi Sunan Bonang.

“Gereja itu hampir tiap hari mengadakan kegiatan, kami juga sudah tiga kali menegur dengan warga, namun tidak di gubris, akhirnya saya lapor pak rt dan pak lurah, pihak gereja mereka mengakui bahwa belum ada ijin,dan berkali-kali pak rt menyampaikan bahwa warga resah dengan gereja tersebut namun tetap tidak digubris, lalu kami musyawarah dengan warga dan akhirnya kita minta pendampingan dari pak Yanni untuk menutup gereja tersebut,” papar dia.

Sebelumnya 3 media online yaitu Hidup Katolik, Netral News.com dan Netralitas.com memberitakan bahwa Hizbullah menutup Gereja Ngrayapan pada Rabu (12/4/2017).

Reporter: Arie

Bom Kendali Jarak Jauh Taliban Bunuh 6 Pasukan AS

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Sebuah ledakan bom yang dikendalikan dari jarak jauh menewaskan 6 pasukan penjajah AS di distrik Spin Ghar, provinsi timur Nangarhar, Senin (17/4/2017), kata wartawan Al-Emarah, Selasa (18/4/2017).

Serdadu Amerika tersebut sedang patrol di depan tank mereka saat Taliban meledakkan bom yang dikendalikan dari jarak jauh, membunuh 6 tentara AS dan menyebabkan 2 orang lainnya luka parah.

Dalam laporan lain, Mujahidin menyerbu sebuah pos polisi di kota Jalalabad, ibu kota provinsi Nangarhar tadi malam, menimbulkan korban tewas.

Dua polisi Boneka juga tewas saat sebuah ledakan bom pinggir jalan merobek kendaraan musuh di kota Jalalabad, Senin.

Secara terpisah, Atal Hikamt Zai, seorang komandan Arbaki tewas dalam serangan di kota Jalalabad, ibukota provinsi Nangarhar pada Senin malam.

Dalam sebuah laporan dari provinsi tetangga Laghman, Mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang markas besar distrik Alishang, kemarin malam. Tidak ada korban jiwa dan terluka yang telah dilaporkan.

3 Jet Tempur Suriah Hancur Dihantam Rudal Grad Jaysh al Naser

SURIAH (Jurnalislam.com)Jaysh al-Naser dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Selasa (18/4/2017), mengungkapkan kerugian signifikan yang diderita pangkalan udara militer rezim Syiah Assad di Hama pada Senin malam, setelah sebuah serangan roket diluncurkan kemarin menghantam mereka dan mengancam akan ada lebih banyak serangan, ElDorar AlShamia mengatakan.

Laporan itu mengkonfirmasi penghancuran pesawat tempur MiG-23, pesawat tempur MiG-21 dan tiga L-39, hancurnya tiga depot amunisi dan tangki bahan bakar pesawat terbang, rusaknya menara kontrol dan pemandu di wilayah kontrol Iran.

Laporan tersebut juga mengkonfirmasikan bahwa pangkalan udara tersebut sebagian telah beroperasi kembali namun dengan kesiapan yang tidak lengkap, dan kabar pengosongan bandara Hama dari milisi Iran yang dipindahkan ke stasiun kereta api juga menjadi rumor yang diterbitkan oleh rezim Assad.

Jaysh al-Naser menjanjikan lebih banyak serangan roket sebagai balasan atas pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Nushairiyah Assad terhadap rakyat Suriah.

Jaysh al-Naser adalah salah satu faksi dari Tentara Pembebasan Suriah dan beroperasi di daerah pedesaan Hama, yang kemarin mengumumkan bahwa pangkalan udara militer Hama benar-benar tidak berfungsi sebagai akibat serangan rudal Grad.

Ahrar Al-Sham Dukung Referendum Turki

SURIAH (Jurnalislam.com)Ahrar al-Sham mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Senin (17/4/2017) memberi selamat kepada rakyat Turki dan pemerintah mereka atas keberhasilan “referendum konstitusional” yang terpilih pada hari Ahad

Dalam laporan ElDorar AlShamia, Selasa (18/4/2017), Ahrar Al-Sham mengatakan dalam pernyataannya: Gerakan Ahrar Al-Sham mengucapkan selamat kepada rakyat dan pemerintah Turki atas keberhasilan dan kemajuan mereka dalam proses referendum konstitusional, yang dapat meningkatkan kekuatan dan stabilitas Turki dalam menghadapi semua kekuatan ketidakadilan dan tirani di wilayah tersebut dan mendoakan kemakmuran dan kemajuan di jalan kebenaran dan keadilan bagi Turki dan menuntut lebih banyak dukungan bagi rakyat Suriah.”

Ahrar Al-Sham juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Turki karena telah menjamu orang-orang Suriah dan perjuangan mereka selama beberapa tahun terakhir dan turut membantu mengurangi penderitaan mereka juga.

Faksi revolusioner “Jaysh al-Islam, Faylaq al-Sham dan Front Shami” juga menyatakan selamat kepada rakyat Turki dan pemerintah mereka, mengingat hasil referendum tersebut akan memperkuat status Turki dan peran regional serta internasionalnya.

Proses referendum dan penghitungan suara berakhir pada Ahad malam, dengan pendukung amandemen konstitusi menang sebesar 51,3% terhadap 48,7% orang yang menolak.

Oposisi Turki Desak Pemungutan Suara Referendum Dibatalkan, Ada Apa?

TURKI (Jurnalislam.com) – Wakil ketua partai oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Bulent Tezcan pada hari Selasa (18/4/2017) telah mengajukan sebuah petisi yang menuntut pembatalan referendum hari Ahad lalu ke Dewan Pemilu Tertinggi Turki.

Berbicara kepada para wartawan, Tezcan mengatakan bahwa referendum konstitusi pada 16 April harus dibatalkan, lansir World Bulletin.

“Referendum yang kehilangan legitimasinya ini harus dibatalkan,” katanya. “Kami ingin pembatalan referendum. Satu-satunya yang bisa memberi legitimasi referendum adalah membatalkannya.”

Sebelumnya, pemimpin CHP berpendapat bahwa Dewan Agung Turki tidak melakukan tugasnya selama referendum konstitusi hari Ahad.

Berbicara dalam pertemuan kelompok partai parlementer di Ankara pada hari Selasa, Kemal Kilicdaroglu mengecam perintah dewan pemilihan, juga dikenal sebagai YSK, karena mempertimbangkan surat suara yang tidak disegel sebagai valid selama referendum.

Kilicdaroglu menuduh dewan melanggar undang-undang negara selama referendum. Dia mengklaim dewan pemilihan “tidak menarik kekuatannya dari superioritas hukum, atau konstitusi tapi dari pusat tertentu, otoritas politik.

“Kekuasaan itu diambil dari otoritas politik tertentu, bukan kekuatan [yang sah], sehingga merupakan pengkhianatan terhadap demokrasi.”

Kemudian, Kilicdaroglu menulis di akun Twitter-nya: “Kami tidak mengenali referendum ini, dan kami tidak akan melakukannya. Referendum seharusnya menghormati kehendak rakyat, dan harus diulang.”

“Ketika surat suara yang tidak disegel dianggap sah maka itu adalah bukti nyata suara ‘NO/tidak setuju’ dari pemungutan suara,” tambahnya.

Surat suara yang disengketakan dalam referendum Turki “sah”, kata kepala YSK.

Pada hari Senin, kepala badan pemilihan, Said Guven, membela keputusan untuk mengizinkan surat suara yang tidak memiliki segel resmi untuk ikut dihitung bersama surat suara lain.

Guven mengatakan “surat suara dan amplop yang diklaim tidak berlaku dan diperdebatkan sejak malam itu adalah surat suara buatan YSK yang nyata, sah, dan tidak palsu.”

Kilicdaroglu mengatakan hasil referendum tidak hanya sukses bagi partainya, CHP, tapi bagi setiap orang yang membela demokrasi.

“Ini peristiwa bersejarah, sebuah epik demokrasi. Kami telah bersama membuat sejarah,” katanya.

Pemilih Turki mengikuti pemilihan pada hari Ahad untuk memutuskan apakah akan menyetujui perubahan pada konstitusi negara yang akan mengantarkan kepada presiden eksekutif.

Menurut hasil tidak resmi, suara “YA/setuju” menang 51,41 persen, sedangkan suara “NO/tidak setuju” berjumlah 48,59 persen. Jumlah pemilih adalah 85,46 persen

Jet Tempur AS, Rusia dan Assad Gempur Warga Sipil, Puluhan Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Puluhan warga sipil terbunuh dalam serangan udara terpisah di Suriah dalam 24 jam terakhir, yang oleh petugas penyelamat dan sebuah lembaga pengamat melaporkan jet tempur Rusia, koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan rezim Suriah.

Sedikitnya 10 orang, termasuk sembilan anak-anak, tewas pada hari Selasa (18/4/2017) dalam serangan udara Rusia di desa Maaret Harmeh di provinsi Idlib, seorang pejabat Pertahanan Sipil Suriah, yang mengidentifikasi dirinya hanya sebagai Hamid, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Seorang wanita tua dan sembilan anak-anak [tewas] dalam serangan udara yang menargetkan Maaret Harmeh di Idlib pagi ini,” kata Hamid, seraya menambahkan bahwa 10 lainnya terluka dalam serangan tersebut.

Pertahanan Sipil Suriah (the Syrian Civil Defence) yang juga dikenal sebagai Helm Putih (White Helmets), adalah kelompok penyelamat sukarela yang sebagian besar beroperasi di wilayah yang dikuasai faksi-faksi jihad dan oposisi di Suriah.

Hamid mengatakan, serangan udara tersebut menargetkan bangunan tempat tinggal.

“Tak lama setelah serangan udara pertama, saat tim penyelamat mencari korban, kembali terjadi serangan udara lain yang juga menargetkan lokasi kejadian, merusak beberapa peralatan kami, termasuk ambulans dan melukai beberapa sukarelawan kami,” katanya.

“Tiga anak diselamatkan dari bawah reruntuhan rumah mereka sendiri,” katanya.

Maaret Harmeh terletak hanya 22km dari kota Khan Sheikhoun, lokasi terjadinya serangan kimia yang dicurigai membunuh sedikitnya 87 orang pada tanggal 4 April.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) juga melaporkan kematian tersebut, menambahkan bahwa beberapa daerah lain di Idlib dijadikan sasaran serangan udara pada Senin malam.

Monitor yang berbasis di Inggris, yang melacak perkembangan perang Suriah melalui sumber kontak di lapangan itu, mengatakan bahwa korban yang terbunuh di Maaret Hermah dalam sebuah serangan udara Rusia diduga semuanya berasal dari keluarga yang sama. Dikatakan bahwa sembilan anak yang terbunuh berusia antara dua dan 13 tahun.

Observatorium mengatakan bahwa mereka dapat menentukan pesawat jet tempur yang melakukan serangan udara melalui tipe, lokasi, pola penerbangan dan amunisi yang digunakan.

Di tempat lain di Suriah, serangan udara rezim Syiah Assad menargetkan al-Kubra di pinggiran barat laut provinsi Aleppo, menewaskan sedikitnya empat orang dari keluarga yang sama, menurut Observatorium.

Di Deir Az Zor, sebuah serangan udara diduga dilakukan koalisi pimpinan AS pada hari Senin menargetkan kota Boukamal di perbatasan Irak dan menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk lima anak-anak, kata monitor tersebut pada hari Selasa.

Sebelumnya pada hari Senin, sebuah serangan udara koalisi pimpinan AS menargetkan al-Husseiniyeh di pinggiran barat Deir Az Zor, dan menewaskan sedikitnya tujuh orang, termasuk satu anak.

Saat konflik Suriah memasuki tahun ketujuh, lebih dari 465.000 orang terbunuh dalam pertempuran tersebut, lebih dari satu juta orang terluka dan lebih dari 12 juta orang Suriah – setengah dari populasi sebelum perang di negara itu – telah mengungsi dari rumah mereka.

Ahok ‘Pakai’ Politik Uang, ACTA: Nampaknya Pelaku Kebal Hukum

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kasus politik uang berupa pembagian sembako yang diduga merupakan bagian dari tim pasangan calon Ahok – Djarot benar-benar memprihatinkan. Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menilai, Ahok telah merasa kebal hukum.

“Nampaknya pelaku merasa kebal hukum dan tidak takut dengan Bawaslu ataupun aparat kepolisian,” kata wakil ketua ACTA, Irfan Pulungan kepada jurniscom di Posko ACTA, Jakarta Selatan, Selasa (18/4/2017).

Dari segi kuantitas sembako yang dibagikan, kata dia, kasus ini adalah kasus politik uang terparah sepanjang sejarah Pilgub DKI Jakarta.

“Politik uang berupa pembagian sembako ini dapat dikategorikan telah terjadi terstruktur, sistematis dan massif,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan Pasal 73 ayat (2) junto 135 UU Nomor 10 Tahun 2016, jika pasangan Ahok – Djarot terbukti melakukan politik uang secara TSM, maka selain sanksi pidana terhadap pelakunya, sanksi administratif juga bisa dikenakan kepada pasangan calon pelaku. “Yaitu diskualifikasi sebagai peserta Pilgub,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ACTA mendesak kepada Bawaslu DKI Jakarta beserta jajarannya untuk melakukan antisipasi serius untuk mencegah dan menindak praktek politik uang.

Lebih dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat DKI Jakarta untuk menolak segala bentuk politik uang yang diberikan. Sebab, selain mencederai peraturan pemilihan, hal ini juga dapat menjerat pelaku penerima ‘sogokan’ ini

“Hal ini penting untuk menghindari atau setidaknya meminimalisir konsekwensi hukum dalam Pasal 135 ayat (4) UU Nomor 10 Tahun 2016 yang mengatur penerima uang politik bisa dijatuhi pidana,” imbaunya.

OKI Serukan Viralkan Isu Tahanan Palestina di Penjara Zionis ke Seluruh Dunia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Organisasi Kerjasama Islam-OKI (the Organization of Islamic Cooperation-OIC) pada hari Senin (17/4/2017) menyerukan untuk menginternasionalisasi isu tahanan Palestina di penjara Israel, lansir Anadolu Agency.

Ratusan tahanan Palestina memulai mogok makan massal pada Senin pagi mengenai kebijakan penahanan Israel.

Pemogokan ini “terjadi menanggapi tindakan milter Israel yang agresif dan tidak manusiawi serta merampas hak-hak dasar,” kata OKI dalam sebuah pernyataan.

Pemogokan terbuka tersebut diluncurkan untuk menandai Hari Tahanan Palestina di tengah seruan para tahanan untuk dimulainya kembali kunjungan ke penjara, perawatan medis yang lebih baik dan perlakuan yang lebih baik terhadap tahanan wanita.

Sekretaris Jenderal OIC Yusuf bin Ahmad Al-Othaimeen menggarisbawahi dukungan OIC untuk tuntutan tahanan Palestina.

Dia kemudian menyoroti pentingnya “menginternasionalkan isu tahanan Palestina di arena internasional dan mengekspos kebijakan rasis penjajah Israel terhadap mereka”.

Kepala OKI meminta masyarakat internasional untuk “memaksa Israel mematuhi hukum humaniter internasional, Konvensi Jenewa dan piagam internasional”.

Ada sekitar 6.500 tahanan Palestina di penjara zionis, menurut angka Palestina.

100 Siswa Kashmir Terluka saat Bentrokan Sengit dengan Pasukan India

KASHMIR (jurnalislam.com) – Sedikitnya 100 pelajar Kashmir terluka dalam bentrokan sengit dengan pasukan India di Kashmir yang dikuasai India saat terjadi demonstrasi dipicu kemarahan atas serangan polisi pada akhir pekan kemarin di sebuah perguruan tinggi.

Polisi pada hari Senin (17/4/2017) melepaskan tembakan gas air mata dan karet saat demonstrasi terjadi di kota utama Srinagar sebelum menyebar ke bagian lain Lembah Kashmir.

“Kami melakukan demonstrasi dengan damai, saudara kami diserang di dalam (perguruan tinggi), kami mendukung mereka karena kami tidak dapat mentolerir ini,” Isma, seorang siswa yang berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut, mengatakan kepada Al Jazeera.

Serikat Mahasiswa Universitas Kashmir, sebuah badan mahasiswa yang dilarang, telah menyerukan demonstrasi di semua perguruan tinggi dan universitas setelah lebih dari 50 siswa terluka pada hari Sabtu dalam bentrokan dengan pasukan keamanan di sebuah perguruan tinggi di kota Pulwama, Kashmir selatan.

Para siswa di Pulwama melaporkan bahwa polisi dan tentara paramiliter menembakkan pelet dan gas air mata saat mereka menyerang perguruan tinggi tersebut untuk mencoba menangkap siswa yang terlibat dalam demonstrasi anti-India di daerah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Serikat Mahasiswa Universitas Kashmir mengatakan bahwa tindakan polisi dirancang untuk membantu negara “diatur oleh represi dan ketakutan”.

“Di sini kita menghadapi penindasan, telah satu tahun kita menghadapi penindasan, kita tidak akan mentoleransi penindasan ini, kita tidak dapat mentolerir lebih banyak penindasan lagi.”

Unit Operasi Homs Utara Lancarkan Serangan Kilat, Puluhan Pasukan Assad Terbunuh dan Terluka

SURIAH (Jurnalislam.com) – Unit operasi “Homs utara” melancarkan serangan kilat melawan pasukan rezim Syiah Suriah yang ditempatkan di jalan Homs-Salamiah, dan berhasil menghancurkan beberapa lokasi, serta membunuh dan melukai puluhan tentara Assad.

Serangan tersebut menargetkan tujuh titik militer pasukan Syiah Assad, di daerah Muzayria dan Dalak, dan berhasil menguasai, membunuh juga melukai puluhan orang, menyita mekanisme dan amunisi kemudian menghancurkan bangunan dan mundur, koresponden ElDorar melaporkan, Senin (17/4/2017).

“Unit Operasi Homs utara (the Operation Room of the northern Homs)” biasa melakukan strategi serangan mendadak semacam itu yang menargetkan titik-titik militer dan pertemuan pasukan rezim Nushairiyah Suriah di jalur pasokan, di mana jalan Homs-Salamiah adalah rute yang paling vital.