Untuk ke-114 Kali Penjajah Israel Hancurkan Desa Arab Badui di Negev, Palestina

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Penjajah Israel menghancurkan sebuah desa Arab Badui di padang pasir Negev untuk ke-114 kalinya pada Rabu pagi (14/6/2017), kata penduduk, lansir World Bulletin.

Aziz Al-Touri, anggota Komite Lokal untuk Pertahanan Al-Araqib, mengatakan bahwa polisi tiba pagi-pagi datang dan menghancurkan rumah-rumah tersebut.

“Bayangkan, tentara yang dipersenjatai dengan senjata dan peralatan datang untuk menghancurkan rumah Anda dan meninggalkan keluarga Anda, termasuk anak-anak dan perempuan, di tempat terbuka,” katanya.

Rumah-rumah sederhana yang dibangun di desa Al-Araqib telah berulang kali dihancurkan sejak 2010 oleh pihak penjajah Israel, yang tidak mengakui desa tersebut.

Penduduknya adalah warga Arab Israel. Menurut kelompok hak legal Adalah, mereka mengungsi pada tahun 1951 sesaat sebelum daerah tersebut dinyatakan sebagai “tanah negara” oleh penjajah Israel.

Ini Sebabnya AS Kesulitan Klasifikasikan Ikhwanul Muslimin sebagai Kelompok Teror

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sekretaris Negara AS Rex Tillerson mengatakan bahwa mengklasifikasikan Ikhwanul Muslimin secara keseluruhan sebagai kelompok “teror” akan mempersulit keamanan dan politik Timur Tengah.

Kesaksiannya pada hari Rabu (14/6/2017) di depan Dewan Komite Hubungan Luar Negeri hadir di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk, yang sebagiannya berpusat pada dukungan Qatar untuk Ikhwanul Muslimin, lansir Aljazeera.

Tillerson mengatakan bahwa akan bermasalah jika menempatkan seluruh organisasi dalam sebuah “daftar teror” karena anggota Ikhwanul Muslimin berjumlah lebih dari lima juta orang, dan beberapa di antaranya menduduki posisi di pemerintahan di seluruh wilayah teluk.

“Ada anggota Ikhwanul Muslimin yang telah menjadi bagian pemerintahan,” katanya, menunjuk parlemen di Bahrain dan Turki sebagai contohnya.

“Mereka menjadi bagian dalam pemerintahan dengan meninggalkan kekerasan dan terorisme,” katanya.

“Jadi, untuk menunjuk Ikhwan dalam keseluruhannya sebagai organisasi teroris … saya pikir Anda harus menghargai kompleksitas yang ada dalam hubungan kita dengan [pemerintah di wilayah ini].”

Diplomat tertinggi AS mengatakan Washington telah menunjuk anggota kelompok yang berkomitmen terhadap kekerasan sebagai “teroris”, namun klasifikasi keseluruhan kelompok yang luas akan menimbulkan komplikasi.

Arab Saudi, Bahrain, UEA, Mesir dan beberapa negara lain memutuskan hubungan dengan Qatar awal bulan ini atas dugaan dukungan untuk kelompok “ekstremis”, termasuk Ikhwanul Muslimin. Namun Doha membantah semua tuduhan.

Ikhwanul Muslimin adalah kelompok pergerakan Islamis tertua di dunia Arab. Meskipun secara resmi dilarang di beberapa negara, di banyak negara lainnya, cabang-cabangnya memainkan peran penting dalam politik domestik dan sering bertugas sebagai pejabat pemerintah.

Sampai saat ini, negara-negara yang memberi label Ikhwanul Muslimin sebagai “organisasi teroris” adalah: Bahrain, Mesir, Rusia, Arab Saudi, Suriah, dan Uni Emirat Arab.

Pada tahun 2013, penguasa Saudi melemparkan beban mereka di balik tindakan brutal militer Mesir terhadap pendukung Ikhwanul Muslimin. Pada bulan Maret 2014, kerajaan tersebut menunjuk kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai “teroris”.

Analis menyimpulkan bahwa sebuah kelompok Islamisme Sunni yang menyerukan partisipasi politik dan legitimasi elektoral, dimana Ikhwanul Muslimin kemungkinan adalah contoh terbaik, dipandang sebagai ancaman nyata, karena ia menawarkan model politik Islam yang berbeda dengan Negara Saudi.

Pertempuran Pasukan Filipina dan IS di Marawi Memasuki Pekan Keempat

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Pertempuran di Kota Marawi di Filipina selatan telah memasuki pekan keempat, dengan pejabat militer mengakui bahwa tentara sedang berjuang untuk melonggarkan cengkeraman pasukan yang terkait Kelompok Islmic State (IS) di daerah pusat kota meski ada pemboman tanpa henti.

Juru bicara militer Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan bahwa medan perkotaan menghambat kemajuan tentara karena para milisi bersembunyi di lingkungan permukiman, banyak di antara mereka berbaur dengan warga sipil yang mereka anggap sebagai tameng manusia, lansir Aljazeera, Selasa (13/6/2017).

Ketika ditanya kapan pertempuran akan berakhir, Padilla berkata: “Saya tidak dapat memberikan perkiraan karena perkembangan majemuk yang dihadapi oleh komandan di darat.”

Ratusan warga sipil lainnya masih terjebak di reruntuhan kota dan – menghadapi penangkapan, kelaparan atau pemboman dari atas – beberapa menerjang tembakan penembak jitu untuk melintasi jembatan menuju keselamatan. Beberapa ditembak mati, beberapa berhasil bertahan saat pertempuran berlanjut pada hari Selasa .

Hampir seluruh penduduk berjumlah sekitar 200.000 orang melarikan diri setelah pasukan terkait IS tersebut mencoba menyerbu, namun militer yakin bahwa di luar pos pemeriksaan yang berpagar di jalan utama masih ada sekitar 300-600 warga sipil yang terjebak atau disandera.

Militer telah menetapkan hari Senin, Hari Kemerdekaan Filipina, sebagai waktu untuk mengusir para milisi, baik lokal maupun asing.

Presiden Rodrigo Duterte, yang mengumumkan darurat militer di pulau Mindanao pada 23 Mei, yaitu beberapa jam setelah beberapa ratus pasukan menyergap bagian Kota Marawi dan mencoba menutupnya, tidak tampak pada perayaan hari kemerdekaan manapun.

Duterte terkenal karena perang brutalnya terhadap narkoba sejak dia menjabat setahun yang lalu.

Beberapa laporan media menyoroti tidak adanya presiden pada saat konflik serius, namun seorang juru bicara mengatakan dia lelah dan perlu istirahat.

Pada hari Selasa, jumlah pasukan filipina dan warga sipil yang telah tewas dalam peperangan Marawi secara resmi masing-masing berada di posisi 58 dan 26. Jumlah korban tewas pasukan militan ditetapkan sebesar 202.

Milisi Syiah di Irak Culik 7.000 Warga Sipil

IRAK (Jurnalislam.com) – Badr al-Fahl, anggota Parlemen Irak untuk gubernur Salah El Din, mengungkapkan bahwa ada empat penjara milik Milisi Syiah Mobilisasi Populer yang menampung lebih dari 7 ribu orang yang diculik dari penduduk Salahuddin dan provinsi lainnya, Al Arabiya melaporkan, Selasa (13/6/2017).

Amnesty International melaporkan Milisi Mobilisasi Populer menculik sekitar 650 warga Irak selama operasi untuk memulihkan Fallujah tahun lalu.

Organisasi tersebut meluncurkan kampanye “Where are they” untuk mengetahui predestinasi orang-orang yang diculik.

Dalam konteks lain, agen Tasnim Iran menerbitkan foto anak-anak Irak saat berlatih senjata dan saat di kamp-kamp Milisi Mobilisasi Populer di Irak.

Agensi menulis di foto bahwa sekumpulan orang melatih anak-anak untuk membawa senjata, yang kemungkinan akan mereka tingkatkan suatu hari demi mengikuti jalan orang tua mereka. Menurut agensi tersebut, ada semacam kebanggaan mengenai merekrut anak-anak dan melatih mereka dengan senjata berbahaya.

Sri Mulyani: Jumlah Kesepakatan Pajak Google pada Indonesia Kami Rahasiakan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan Google mengenai pembayaran pajak, menteri keuangan RI mengatakan pada hari Selasa (13/6/2017), setelah melakukan perselisihan panjang dengan raksasa teknologi AS tersebut.

Seorang petugas pajak senior mengklaim bahwa perusahaan tersebut tidak memenuhi kewajibannya dan berutang pajak dan denda lebih dari $ 400 juta untuk tahun 2015 saja. Google bersikeras telah membayar semua pajak yang harus dibayar di Indonesia sejak membuka kantornya di Jakarta pada tahun 2011.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kepada wartawan hari Selasa bahwa, “Kami berdiskusi dengan mereka (Google) dan mencapai kesepakatan berdasarkan laporan pajak 2016, namun karena rahasia kami tidak mengungkapkan jumlahnya,” lansir World Bulletin.

Dia tidak memberikan rincian lebih lanjut, dan tidak jelas apakah sebuah kesepakatan juga telah dicapai mengenai pembayaran pajak sebelum tahun 2016.

Tak seorang pun dari kantor pajak atau kantor Google Jakarta bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Jakarta juga telah menekan raksasa teknologi asing lainnya seperti Facebook dan Yahoo mengenai pengaturan pajak mereka di dalam Indonesia.

Bisnis teknologi global telah membanjiri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir untuk memanfaatkan jumlah pengguna internet yang meledak di negara Asia Tenggara, di mana semakin banyak orang yang online sejak pertama kali mereka menggunakan smartphone.

Sepertiga dari 255 juta jiwa di Indonesia memiliki akses ke internet namun analis mengatakan bahwa jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat seiring konektivitas yang juga meningkat di seluruh nusantara yang meluas.

Turki – Qatar Lakukan Koordinasi Militer

ANKARA (Jurnalislam.com) – Tim militer telah dikirim ke Qatar hari Senin untuk menjelajah dan mengkoordinasikan penyebaran pasukan di negara tersebut, kata militer Turki pada hari Selasa (13/6/2017), lansir Anadolu Agency.

Proses hukum domestik mengenai penempatan tentara Turki di Qatar telah selesai, kata Staf Umum Turki dalam sebuah pernyataan.

Menurut pernyataan tersebut, kunjungan militer timbal balik telah berlangsung sejak Oktober 2015.

Pekan lalu, parlemen Turki meratifikasi dua kesepakatan untuk menggelar pasukan di Qatar dan melatih pasukan gendarmerie negara kecil itu setelah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Yaman memutuskan hubungan dengan Doha.

Sebuah kesepakatan untuk memperbaiki tentara Qatar dan meningkatkan kerja sama militer dengan Turki juga ditandatangani di Doha pada April 2016.

Erdogan Desak Raja Salman Ambil Peran Utama untuk Selesaikan Krisis Qatar

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mendesak raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, untuk mengambil peran utama dalam menyelesaikan krisis yang sedang berlangsung dengan Qatar, lansir Anadolu Agency, Selasa (13/6/2017).

Pekan lalu, lima negara Arab – Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Yaman – memutuskan hubungan dengan Qatar, menuduh Doha mendukung terorisme.

Qatar membantah tuduhan itu, dengan mengatakan bahwa langkah untuk mengisolasinya secara diplomatis tersebut sebagai langkah yang “tidak dapat dibenarkan”.

Dalam sambutan yang disampaikan pada pertemuan kelompok parlementer Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa di Ankara pada hari Selasa, Erdogan mengatakan bahwa isolasi negara Qatar bukanlah Islam atau kemanusiaan.

“Qatar bersama Turki adalah negara yang mengambil posisi paling teguh melawan organisasi ekstrim, IS,” katanya.

Presiden mengatakan bahwa tampaknya beberapa negara telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati ke Qatar dan mendesak Arab Saudi untuk mempertimbangkan kembali langkah-langkah keras terhadap negara Teluk kecil tersebut.

“Raja Arab Saudi, sebagai pemimpin Teluk, harus menyelesaikan masalah ini. Saya terutama berpikir bahwa dia harus memimpin jalan menuju penyelesaian krisis ini,” kata Erdogan.

Dia juga meminta negara-negara yang terlibat dalam krisis untuk tidak saling berselisih. “Membuat Qatar terlihat bersalah tidak menguntungkan bagi wilayah ini … Qatar seharusnya tidak dianggap hanya sebagai negara kaya dengan harta karun yang tersembunyi di bawah tanah.

“Qatar juga merupakan negara yang mempertahankan sikap independen,” katanya.

Tentang dukungan A.S. untuk kelompok PKK / PYD dan sayap bersenjata YPG di wilayah tersebut, presiden mengatakan: “Mereka yang melindungi PYD dan YPG mengambil langkah salah melalui keputusan tersebut.”

Dia juga berbicara tentang diplomasi teleponnya dengan para pemimpin Teluk pekan lalu sebagai bagian dari upayanya untuk menyelesaikan pertikaian diplomatik antara Qatar dan negara-negara lain.

“Kami akan mengadakan teleconference trilateral dengan presiden Prancis dan amir Qatar hari ini,” katanya.

“Ini adalah masalah negara yang menghadapi penutupan wilayah udara. Negara-negara [Teluk] sangat dekat satu sama lain, bahkan mereka memiliki hubungan afinitas (kebersatuan) hingga kemarin. Ini [krisis yang sedang berlangsung] luar biasa,” tambahnya.

Presiden juga mengkritik rencana untuk mengadakan referendum demi memutuskan kemerdekaan wilayah Kurdi Irak dari Baghdad. “Mengambil langkah menuju kemerdekaan Irak Utara adalah ancaman terhadap integritas teritorial Irak dan merupakan langkah yang salah,” katanya.

Kepala Pemerintah Daerah Kurdi (Kurdish Regional GovernmentKRG) Masoud Barzani mengatakan pekan lalu bahwa pemungutan suara untuk kemerdekaan dari Irak akan dilakukan pada 25 September – sebuah langkah yang menurut Kementerian Luar Negeri Turki pada hari Jumat merupakan “kesalahan besar”.

Erdogan mengatakan beberapa isu di kawasan ini perlu diselesaikan melalui konsultasi.

“Irak Utara tidak sendirian di wilayah ini. Orang-orang Arab di Mosul dan Turkmen di Kirkuk tinggal bersama. Kami selalu mendukung langkah-langkah menuju perdamaian sambil menjaga integritas teritorial Irak. Kami kadang-kadang kehilangan kendali di sana,” katanya.

Presiden juga menyerukan sebuah undang-undang baru untuk parlemen Turki yang akan meningkatkan efisiensinya.

“Parlemen seharusnya tidak berada dalam reses sampai ratifikasi undang-undang baru ini, dan masalah ini harus segera hilang,” kata Erdogan.

Parlemen Turki berencana memasuki reses sebelum Ramadan dan akan terus ditunda sampai 12 September.

AS: Penyelesaian Krisis Teluk Bergerak ke Arah Positif

QATAR (Jurnalislam.com)Departemen Luar Negeri AS mengatakan upaya untuk menyelesaikan krisis diplomatik utama antara sekelompok negara yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Qatar “bergerak ke arah yang positif”.

Juru Bicara Heather Nauert membuat pernyataan tersebut pada sebuah konferensi pers hari Selasa (13/6/2017) setelah sebuah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir dan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson di Washington.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa dialog antara diplomat teratas mengenai situasi di Teluk “penuh harapan”.

“Mereka bersama-sama berbicara tentang kebutuhan … untuk berkumpul, untuk bekerja sama. Suasana hati dan pendekatan yang saya rasakan adalah sesuatu yang penuh harapan, yang percaya bahwa yang terburuk ada di belakang kita,” kata Nauert.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain serta sejumlah negara lain memutuskan hubungan dengan Qatar pekan lalu, menuduhnya mendukung kelompok bersenjata dan Iran. Qatar menolak tuduhan tersebut.

Riyadh juga menutup perbatasannya dengan Qatar, yang merupakan satu-satunya perbatasan darat yang dimiliki emirat. Selain itu, penutupan wilayah udara Saudi, Bahraini dan Emirat bagi penerbangan milik Qatar telah menyebabkan gangguan besar bagi impor dan perjalanan.

Sebelum pertemuan tersebut, Jubeir mengatakan kepada wartawan bahwa tindakan yang dilakukan terhadap Qatar tidak sama dengan blokade.

Dia juga mengatakan bahwa pemerintahannya menjalankan “hak kedaulatannya” dengan menghalangi Qatar menggunakan wilayah udara Saudi, perairan teritorial dan perbatasan bersama mereka.

“Tidak ada blokade bagi Qatar. Qatar bebas untuk pergi. Pelabuhan terbuka, bandara terbuka,” kata Jubeir di samping Tillerson yang terdiam setelah pekan lalu menelepon agar embargo di Qatar “dikurangi“.

“Keterbatasan penggunaan wilayah udara Saudi hanya terbatas pada pesawat Qatar Airways atau Qatari, bukan yang lain,” kata Jubeir.

“Pelabuhan-pelabuhan Qatar masih terbuka, tidak ada blokade bagi mereka, Qatar dapat memindahkan barang masuk dan keluar kapan pun mereka mau. Mereka hanya tidak dapat menggunakan perairan teritorial kami.”

Tillerson pada hari Jumat menyebut tindakan yang diberlakukan di Qatar sebagai “sebuah blokade”.

“Kami menyerukan Kerajaan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir untuk meringankan blokade di Qatar,” kata Tillerson.

Marwan Bishara, analis politik senior Al Jazeera, mengatakan bahwa Arab Saudi tampaknya hanya merendahkan retorikanya terhadap Qatar melalui pernyataan Jubeir.

Bukannya menarik ancaman Saudi sebelumnya atas Qatar, [Jubeir] malah hanya mencoba untuk mengklarifikasi bahwa Qatar tidak berada di bawah blokade dan Riyadh hanya menjalankan hak kedaulatannya dengan tindakan yang diambilnya,” katanya.

“Dia mencoba untuk menyatakan bahwa Arab Saudi tidak menerapkan tindakan hukuman kejam yang agresif terhadap Qatar.”

Qatar adalah negara yang sangat bergantung pada impor makanan dan air, di samping produk lain.

Qatar, yang mengimpor sebagian besar makanannya dari tetangganya di Negara Teluk Arab sebelum penghentian hubungan diplomatik, kini bekerja sama dengan Iran dan Turki untuk mendapatkan makanan dan air.

Ketiga negara Teluk Arab tersebut juga memerintahkan warga negara Qatari untuk pergi dalam waktu 14 hari, sementara warga Saudi, UEA dan Bahrain juga diberi waktu yang sama untuk meninggalkan Qatar.

Qatar mengutuk boikot yang diumumkan oleh tetangganya tersebut sebagai “hukuman kolektif”.

Israel Dukung Blokade Qatar, PM Zionis: Negara Arab Sekarang Mitra Bukan Musuh

QATAR (Jurnalislam.com) – Israel mendukung Arab Saudi dan beberapa negara Arab lainnya yang telah memberlakukan blokade darat, laut dan udara melawan Qatar dalam krisis diplomatik terbesar di kawasan ini.

Mereana Hond Al Jazeera melaporkan, Selasa (13/6/2017).

Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa negara-negara Arab sekarang memandang Israel sebagai mitra bukan musuh.

Keretakan tersebut diduga dipicu oleh dukungan Qatar untuk kelompok-kelompok yang ditentang lawan lainnya, termasuk gerakan perlawanan Islam Palestina Hamas yang menguasai Gaza yang diblokade zionis.

IED Taliban Hancurkan APC AS, 5 Pasukan Meregang Nyawa

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 5 pasukan penjajah Amerika tewas sekitar pukul 01:00 pagi waktu setempat hari senin (12/6/2017) ketika sebuah IED yang kuat menghancurkan APC mereka di daerah Kamezai di distrik Ghani Khel, menurut pejabat yang mengatakan bahwa korban tewas kemudian diterbangkan dengan helikopter, Al Emarah News melaporkan, Senin (12/6/2017).

Laporan juga datang dari Samangan, Mujahidin Imarah Islam (Taliban) melakukan serangan terhadap konvoi musuh di daerah Sabzak, Darah Suf, dari tengah malam hingga (pagi dini hari), Senin, di mana seorang komandan musuh (Qurban Ali) terbunuh dan komandan ALP Naeem terluka parah bersama dengan 15 pasukan bersenjata lainnya juga terbunuh dan terluka serta 4 APC dan sebuah truk pickup hancur.

Koresponden mengatakan bahwa Mujahidin merebut sejumlah senjata dan peralatan yang cukup besar dalam operasi hingga memaksa musuh mundur, menambahkan bahwa seorang mujahid juga menjadi martir saat membalas tembakan (semoga Allah menerimanya).