25 Pesantren Terpilih dari Jawa Timur dan Bali Ikuti Pelatihan Ramah Lingkungan oleh PPIM UIN Jakarta

PAMEKASAN (jurnalislam.com)— Dalam upaya memperkuat peran pesantren dalam menjaga kelestarian lingkungan, Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pesantren Ramah Lingkungan selama empat hari, sejak Jumat, (20/6/2025) pukul 15.00 WIB hingga Senin, (23/6/2025) pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini bertempat di Hotel Odaita, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari 25 pesantren terpilih yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Bali. Di antaranya: Bustanul Ulum, Matholi’ul Anwar, Raudlatul Islamiyah, KH. Abdul Chalim, Sabilur Rahmah, Royan Al-Manshurien, Miftahul Ulum Al Asy’ariyah Putri Bunten, Madrasatul Quran Tebuireng, Modern Hikmatuddien, Nurul Hidayah, Miftahul Khoir, MTA Tahfidz Al Amien Prenduan, Firdaus, Arraudhah Utara, Fathul Ulum, Al-Ishlah, Bayt Al Hikmah Pasuruan, Salafiyah Kapurejo Pagu Kediri, Darut Tholabah, PPTQ Al Himmah Dau Malang, Gadingmangu, Thursina International Islamic Boarding School Malang, Bustanus Syubban, Miftahul Ulum, dan Al Azhar.

Selama kegiatan, para peserta dibekali pemahaman menyeluruh tentang pentingnya ekosistem berkelanjutan dan peran pesantren dalam menciptakan budaya ramah lingkungan berbasis nilai-nilai keislaman. Tidak hanya dalam bentuk seminar, pelatihan ini mengedepankan metode komunikasi dua arah yang interaktif, memperkuat jejaring antar-pesantren, serta mendorong kolaborasi program nyata di lapangan.

Salah satu agenda spesial dari pelatihan ini adalah kunjungan lapangan ke Pesantren Ramah Lingkungan Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, yang menjadi model praktik pengelolaan lingkungan berbasis pesantren. Para peserta diajak langsung melihat proses pemilahan, pengolahan, hingga pemusnahan limbah, serta meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terintegrasi dengan sistem pesantren. Pengalaman lapangan ini menambah wawasan konkret dan inspirasi baru bagi para peserta.

Apresiasi luar biasa datang dari seluruh peserta. Mereka bahkan berharap pelatihan serupa bisa digelar dalam durasi lebih panjang agar pembahasan semakin komprehensif.

“Saya berharap kegiatan semacam ini diagendakan selama 7 hari sehingga pembahasan semakin tuntas,” ungkap Al-Ustadz Ammar Zainuddin dari Pesantren KH. Abdul Chalim, Pacet-Mojokerto.

Sementara itu, ucapan terima kasih tulus disampaikan oleh Al-Ustadz Ali Hasan Al Banna dari Pesantren Firdaus, Bali.

“Kami atas nama pribadi dan lembaga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Prof. Iim beserta tim PPIM UIN Jakarta atas semua ilmu, pengalaman dan pelayanan yang telah diberikan. Terima kasih juga kepada semua kiai, bu nyai, gawagis, nawaning, lawair, ustadz dan ustadzah atas ukhuwah dan sharingnya. Semoga silaturahmi ini tetap bahkan harus berlanjut dan membawa kemanfaatan serta keberkahan ke depan,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga dapat menjadi pelopor dalam gerakan pelestarian lingkungan berbasis nilai-nilai Islam.

Semoga upaya ini menjadi langkah besar menuju pesantren hijau yang mandiri, edukatif, dan berkelanjutan di masa depan.

Kontributor: Nofa Miftahudin

Bom Bunuh Diri ISIS di Gereja Damaskus Tewaskan 22 Orang, 63 Terluka

DAMASKUS (jurnalislam.com)– Sebuah serangan bom bunuh diri yang dilakukan oleh kelompok teroris ISIS menargetkan sebuah gereja di Damaskus, Suriah, pada Ahad malam (22/6/2025). Serangan itu menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai 63 orang lainnya, sebagaimana dilaporkan media pemerintah Suriah.

Peristiwa tragis ini menjadi serangan bom bunuh diri pertama di Suriah sejak Presiden Bashar al-Assad digulingkan pada Desember lalu dan digantikan oleh pemerintahan baru yang dipimpin oleh kelompok Islamis.

Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan bahwa seorang pelaku bom bunuh diri yang berafiliasi dengan ISIS menyerang Gereja Ortodoks Yunani Saint Elias di kawasan Kristen lama Damaskus. Pelaku masuk ke dalam gereja saat ibadah berlangsung, melepaskan tembakan, dan kemudian meledakkan rompi peledaknya. Saksi mata menyebut adanya pelaku kedua yang juga melepaskan tembakan ke arah sekitar 150 jemaat namun tidak meledakkan dirinya.

“Orang-orang ibadah dengan aman di bawah pengawasan Tuhan,” ujar Fadi Ghattas, seorang saksi mata yang mengaku melihat sedikitnya 20 korban tewas. “Ada 350 orang yang ibadah di gereja itu,” tambahnya.

Video yang beredar menunjukkan kondisi di dalam gereja yang hancur berantakan, bangku-bangku roboh, dan mayat-mayat berserakan di lantai, berlumuran darah. Warga sekitar mendengar ledakan besar disusul suara tembakan dan sirene, sementara pasukan keamanan langsung mengepung lokasi kejadian.

Issam Nasr, seorang jemaat yang selamat, mengatakan bahwa ia menyaksikan orang-orang “terbakar berkeping-keping”. “Kami tidak pernah memegang pisau seumur hidup kami. Yang kami bawa hanyalah doa-doa kami,” ucapnya haru.

Serangan ini terjadi setelah beberapa bulan terakhir ISIS melakukan aktivitas dan propaganda berskala kecil, memanfaatkan kekosongan keamanan pasca jatuhnya Assad untuk kembali bangkit. Menurut pejabat Suriah, kelompok teroris tersebut telah menyita sejumlah besar senjata dan amunisi yang ditinggalkan tentara Assad untuk memperkuat persenjataan mereka.

Pemerintah baru Suriah, yang dipimpin oleh eks-komandan Hayat Tahrir al-Sham (HTS), terus melancarkan operasi kontra-ISIS. HTS yang sebelumnya merupakan kelompok perlawanan, kini menjadikan keamanan nasional sebagai prioritas dan menganggap ISIS sebagai ancaman serius.

Namun, ISIS mencoba menarik simpati pejuang Islamis yang kecewa dengan arah baru pemerintahan Islamis moderat. Media propaganda ISIS bahkan menyebarkan foto Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Riyadh, menyebutnya sebagai bentuk “pengkhianatan terhadap perjuangan jihad”.

Meski begitu, pemerintah Suriah tetap menegaskan komitmennya terhadap perlindungan kelompok minoritas. Aparat keamanan terus memperketat penjagaan di kawasan Kristen Damaskus, termasuk memeriksa semua kendaraan yang masuk.

Menteri Informasi Suriah, Hamza Al-Mustafa, menyatakan, “Tindakan pengecut ini bertentangan dengan nilai-nilai kewarganegaraan yang menyatukan kita semua. Kami menyerukan persatuan nasional dan penguatan ikatan antarkomunitas.”

Pemerintah kota Damaskus menyebut penyelidikan sedang berlangsung untuk mengungkap latar belakang serangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Suriah mengecam keras kejadian ini, menyebutnya sebagai “upaya putus asa untuk merusak kerukunan nasional dan stabilitas negara”.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Geir Pedersen, juga menyampaikan kecaman keras. Dalam pernyataannya, ia menyebut serangan tersebut sebagai “kejahatan keji” dan mendesak investigasi menyeluruh oleh otoritas Suriah.

Hingga kini, pemerintah Suriah masih berupaya memperluas kendali atas seluruh wilayah negara yang masih dipenuhi kelompok milisi bersenjata. Kementerian Pertahanan sedang dalam proses menggabungkan milisi ke dalam angkatan bersenjata nasional dan melucuti kelompok-kelompok yang menolak.

Sementara itu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin suku Kurdi dan didukung Amerika Serikat, tetap menjadi kekuatan utama dalam memerangi ISIS. Kerja sama antara SDF dan pemerintah baru Suriah terus dibangun meski masih berada pada tahap awal.

Pemerintah AS dan negara-negara koalisi anti-ISIS lainnya menyatakan kebangkitan ISIS di Suriah sebagai perhatian utama mereka dalam menjaga stabilitas kawasan.

Sebagai catatan, ISIS telah masuk dalam daftar kelompok teroris internasional dan sebelumnya sempat menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak, sebelum kekuasaannya dipukul mundur secara militer. Mereka masih menjadi ancaman nyata melalui serangan sporadis dan jaringan bawah tanah yang tersebar di berbagai wilayah. (Bahry)

Sumber: Guardian 

Iran Luncurkan Rudal Kheibar Shekan Generasi Ketiga ke Israel, Targetkan Bandara Ben Gurion dan Fasilitas Strategis

TEHERAN (jurnalislam.com)– Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Ahad (22/6/2025) mengumumkan telah meluncurkan rudal balistik Kheibar Shekan generasi ketiga dengan hulu ledak ganda ke wilayah Israel. Ini merupakan pertama kalinya rudal tersebut digunakan sejak dimulainya serangan Israel yang didukung oleh Amerika Serikat.

Menurut IRGC, dalam serangan terbaru ini Iran mengerahkan 40 rudal balistik berbahan bakar padat dan cair, termasuk rudal Kheibar Shekan generasi terbaru. Rudal canggih ini dirancang dengan beberapa hulu ledak manuver yang mampu diarahkan hingga saat benturan untuk meningkatkan akurasi dan daya hancur.

“Dalam operasi ini, untuk pertama kalinya, Pasukan Dirgantara IRGC mengerahkan rudal balistik Kheibar Shekan generasi ketiga dengan hulu ledak ganda, menggunakan taktik baru dan mengejutkan demi presisi, daya destruktif, dan efektivitas yang lebih tinggi,” demikian pernyataan resmi IRGC.

Kheibar Shekan generasi ketiga merupakan rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 1.450 hingga 1.500 kilometer. Versi terbaru ini dilengkapi dengan sistem panduan fase terminal yang memungkinkan rudal bermanuver saat fase penurunan, guna menghindari intersepsi dari sistem pertahanan seperti Arrow dan David’s Sling milik Israel.

Kemampuan manuver rudal ini di tengah penerbangan menjadikannya sulit dicegat, sementara muatannya yang besar mampu menghantam infrastruktur strategis dan diperkeras. Ini menandai kemajuan signifikan dalam teknologi rudal Iran, karena pertama kalinya menggunakan kendaraan masuk kembali yang dapat ditargetkan secara independen (MIRV).

Menurut IRGC, sasaran serangan terbaru meliputi Bandara Internasional Ben Gurion, pusat penelitian biologi Israel, dan pusat komando dan kontrol cadangan. IRGC juga mengklaim sirene peringatan di Israel hanya berbunyi setelah rudal menghantam target, serta menegaskan bahwa sebagian besar kekuatan militer Iran belum dikerahkan.

Media Israel melaporkan sedikitnya 86 orang mengalami luka akibat serangan rudal tersebut. Israel telah meningkatkan penyensoran militer terhadap berbagai lokasi strategis, membatasi informasi terkait efektivitas serangan Iran.

IRGC memperingatkan bahwa gelombang serangan ini—bagian dari Operasi True Promise 3—belum menunjukkan kekuatan penuh Iran, dan menyebut masih ada potensi eskalasi yang lebih besar bila agresi terhadap Iran berlanjut.

Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat melakukan pengeboman terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik serangan AS tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump, menyebut langkah itu sebagai wujud “perdamaian melalui kekuatan.” (Bahry)

Sumber: Cradle

Cemas Diserang Rudal Iran, Rumah Sakit Militer Israel Pindah ke Bawah Tanah

TEL AVIV (jurnalislam.com)– Dalam waktu kurang dari 48 jam, Sheba Medical Center, rumah sakit terbesar dan paling lengkap di Israel, telah melakukan transformasi besar dengan mengalihkan operasionalnya ke fasilitas bawah tanah yang terlindungi. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap situasi darurat setelah serangan balasan rudal dari Iran sejak Jumat (13/6/2025).

“Jumat pagi, Israel diserang,” ujar Yoel Har-Even, Kepala Sheba Global, dikutip dari situs resmi Sheba pada Selasa (17/6).

“Sebagai pusat medis nasional, kami punya tanggung jawab untuk siap dalam segala situasi.” sambungnya.

Dalam hitungan jam, Sheba memindahkan berbagai unit penting seperti NICU (unit perawatan intensif neonatal), hemato-onkologi, ruang bersalin, ortopedi, dan departemen berisiko tinggi lainnya ke dalam rumah sakit bawah tanah yang telah disiapkan untuk situasi krisis. Selain itu, rumah sakit juga mulai membangun dapur darurat di area bawah tanah untuk mendukung operasional jangka panjang.

“Fasilitas ini bukan hanya untuk pasien, tapi juga siap menampung warga sipil di sekitar Sheba yang tidak memiliki tempat berlindung,” kata Har-Even.

Saat ini, Sheba beroperasi pada Level D, status siaga tertinggi dalam sistem tanggap darurat rumah sakit tersebut, dengan 95 persen staf telah berada di lokasi.

Menurut laporan terkini, Sheba telah menangani 176 warga yang terluka, dengan 13 pasien dirawat inap, 8 dalam kondisi darurat, dan 69 pasien dari konflik sebelumnya (Operasi Iron Swords di Gaza) yang masih dirawat. Dalam 24 jam terakhir, 68 pasien dengan gangguan kecemasan akut juga datang, mencerminkan dampak psikologis dari eskalasi konflik.

Guna memastikan kelangsungan pelayanan medis, rumah sakit mengalihkan 50 persen layanan rawat jalan ke platform virtual mereka, Sheba Beyond, dan mendirikan pusat komando khusus untuk mengelola layanan kesehatan jarak jauh.

“Kami semua berada di bawah tekanan, tetapi misi kami tetap melayani masyarakat dengan kasih sayang dan profesionalisme,” tegas Har-Even.

Sebagaimana diketahui, Sheba Medical Center memiliki divisi khusus yang melayani kebutuhan medis tentara Israel, menjadikannya bagian dari infrastruktur pendukung militer negara tersebut. (Bahry)

Sumber: Sheba

Kapal Induk Amerika Lewati Perairan Indonesia, TNI: Tak Perlu Izin tapi Diawasi

JAKARTA (jurnalislam.com)– Pusat Penerangan (Puspen) TNI menanggapi informasi yang beredar di masyarakat terkait pelayaran kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz, yang melintasi perairan Indonesia pada Senin (16/6/2025).

Kepala Puspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menjelaskan bahwa kapal perang tersebut sedang berlayar dari Laut China Selatan menuju Selat Singapura, Selat Malaka, dan selanjutnya ke Samudera Hindia.

Menurutnya, pelayaran USS Nimitz di Selat Malaka dilakukan dengan memanfaatkan hak lintas transit sebagaimana diatur dalam Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982.

“Kapal tersebut berlayar di Selat Malaka dengan menggunakan Hak Lintas Transit. Sesuai ketentuan UNCLOS 1982, kapal-kapal asing, termasuk kapal perang, diperbolehkan melintas tanpa harus meminta izin kepada negara pantai, selama tetap mematuhi aturan pelayaran internasional dan tidak membahayakan keamanan wilayah yang dilintasi,” ujar Mayjen Kristomei, dikutip dari situs resmi TNI, Sabtu (21/6).

Ia menegaskan bahwa TNI secara aktif memantau setiap aktivitas pelayaran asing yang melintasi wilayah yurisdiksi nasional. Seluruh satuan TNI yang berkaitan juga tetap dalam kondisi siaga dan melakukan koordinasi guna menjamin stabilitas serta melindungi kepentingan nasional di wilayah perairan strategis Indonesia.

Israel Serang Warga Pengungsi, 202 Orang Tewas dalam Dua Hari

GAZA (jurnalislam.com)– Sedikitnya 26 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan terbaru militer Israel di Jalur Gaza, termasuk para pencari bantuan kemanusiaan. Serangan terjadi saat warga yang kelaparan masih terus menunggu distribusi bantuan di tengah krisis pangan yang kian memburuk akibat blokade Israel.

Menurut laporan, 11 dari korban tewas merupakan penerima bantuan di pusat distribusi milik Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga yang didukung Amerika Serikat dan Israel. Serangan terhadap pusat distribusi bantuan ini dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menyebut Israel telah “mempersenjatai bantuan kemanusiaan”.

Sementara itu, kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa tiga orang lainnya tewas dan beberapa terluka akibat serangan drone Israel yang menargetkan warga pengungsi di wilayah al-Mawasi, Gaza selatan. Serangan itu menghantam tenda pengungsian milik keluarga Shurrab, yang terletak di zona yang sebelumnya ditetapkan militer Israel sebagai “zona aman”.

Dalam 48 jam terakhir, sedikitnya 202 warga Palestina tewas, termasuk empat jenazah yang ditemukan setelah serangan, serta 1.037 lainnya luka-luka akibat agresi Israel di berbagai wilayah Gaza, menurut laporan Kementerian Kesehatan Palestina.

Sejak awal perang pada Oktober 2023, total korban tewas akibat serangan Israel di Gaza telah mencapai 55.908 orang, dengan 131.138 lainnya terluka.

𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗟𝗼𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗗𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻

Dalam beberapa hari terakhir, serangan terhadap titik-titik distribusi bantuan semakin intensif. Ribuan warga Palestina berkumpul setiap hari untuk mendapatkan jatah makanan di tengah blokade pengiriman bantuan yang sudah berlangsung dua bulan.

Pada Sabtu (21/6), tiga orang dilaporkan tewas di lokasi distribusi GHF di Khan Younis akibat tembakan pasukan Israel. Beberapa lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Seorang pengungsi Palestina, Omar al-Hobi, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pergi ke titik distribusi berarti mempertaruhkan nyawa.

“Saya menyebutnya titik kematian. Tank ada di depan kami, senapan mesin di depan kami, drone di atas kami, dan penembak jitu di darat. Siapa pun yang bergerak lebih awal langsung ditembak. Ketika tank mundur, kami baru bisa berlari,” ungkapnya.

Militer Israel mengklaim bahwa serangan dilakukan untuk mengendalikan massa. Namun, para saksi dan kelompok kemanusiaan menyebut bahwa penembakan sering kali dilakukan tanpa alasan yang jelas, menyebabkan ratusan warga menjadi korban.

Palang Merah Internasional juga menyampaikan bahwa sejak bantuan GHF mulai didistribusikan akhir bulan lalu, sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit lapangan di Gaza mengalami luka akibat mencoba mengakses bantuan atau berada di sekitar lokasi distribusi.

Sementara itu, Otoritas Regulasi Telekomunikasi Gaza, seperti dikutip Wafa, melaporkan adanya gangguan layanan internet dan telepon rumah di beberapa wilayah, termasuk Kota Gaza dan Gaza utara. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Dapat Bantuan AS, Netanyahu: Terima Kasih Presiden Trump!

TEL AVIV (jurnalislam.com)– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi bahwa serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat telah berhasil menghancurkan fasilitas nuklir utama milik Iran. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam sebuah video resmi pada Ahad (22/6/2025), menyusul serangan AS terhadap situs nuklir Iran pada Sabtu malam.

“Sejak awal operasi, saya berjanji kepada Anda bahwa fasilitas nuklir Iran akan dihancurkan, dengan satu atau lain cara. Janji itu telah terpenuhi,” ujar Netanyahu dalam pernyataannya.

Ia menyebut bahwa serangan udara AS merupakan kelanjutan dari operasi militer yang dilakukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan badan intelijen Mossad terhadap program nuklir Iran, yang menurutnya mengancam eksistensi Israel dan mengganggu perdamaian global.

“Amerika Serikat dengan kuat melanjutkan serangan IDF dan Mossad terhadap program nuklir Iran. Program ini mengancam keberadaan kita dan membahayakan perdamaian seluruh dunia,” katanya.

Netanyahu menyampaikan bahwa tak lama setelah serangan udara tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubunginya secara langsung untuk menyampaikan ucapan selamat, begitu pula para pejabat militer Israel dan rakyat Israel.

“Presiden Trump dengan berani memimpin dunia bebas. Dia adalah teman Israel yang luar biasa, teman yang tak tertandingi,” kata Netanyahu.

Ia juga menyebut serangan udara terhadap fasilitas nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Ahad pagi sebagai tindakan yang belum pernah dilakukan negara manapun.

“Tindakan ini benar-benar tak tertandingi karena telah melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh negara lain di Bumi,” ujar Netanyahu, sembari menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Trump.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menilai bahwa keputusan Presiden Trump akan tercatat dalam sejarah sebagai momen penting dalam mencegah proliferasi senjata pemusnah massal di Timur Tengah.

“Keputusan berani Trump untuk menargetkan fasilitas nuklir Iran dengan kekuatan Amerika Serikat yang luar biasa dan benar akan mengubah sejarah,” katanya.

“Sejarah akan mencatat bahwa Presiden Trump bertindak untuk menolak rezim paling berbahaya di dunia dari senjata paling berbahaya di dunia,” tambahnya.

Netanyahu juga menekankan filosofi yang kerap diucapkannya bersama Trump: “perdamaian melalui kekuatan.”

“Pertama datanglah kekuatan, kemudian datanglah perdamaian. Dan malam ini, Presiden Trump dan Amerika Serikat bertindak dengan sangat kuat,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Netanyahu mengucapkan terima kasih tidak hanya atas nama dirinya, tetapi juga atas nama rakyat Israel dan apa yang ia sebut sebagai “kekuatan peradaban.”

“Saya berterima kasih kepada Anda, rakyat Israel berterima kasih kepada Anda, kekuatan peradaban berterima kasih kepada Anda,” tutupnya. (Bahry)

Sumber: TJP

AS Turun Tangan Bantu Israel, Tiga Situs Nuklir Iran Dihancurkan

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan terhadap tiga lokasi nuklir utama Iran, termasuk fasilitas pengayaan Fordow yang dijaga ketat. Trump menyebut operasi tersebut sebagai “serangan yang sangat berhasil”.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Sabtu (21/6/2025) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa pasukan AS telah menyerang fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.

“Kami telah menyelesaikan serangan kami yang sangat berhasil terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Isfahan,” tulis Trump.

“Pesawat kami kini sedang dalam perjalanan kembali. SEKARANG WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!” imbuhnya.

Tak lama setelah pernyataan tersebut, Trump menyampaikan pidato singkat berdurasi tiga menit lebih di Ruang Oval yang disiarkan secara nasional. Ia mengatakan bahwa masa depan Iran kini berada di antara “perdamaian atau tragedi”, dan memperingatkan bahwa masih banyak target lain yang dapat diserang oleh militer AS jika diperlukan.

“Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dihancurkan,” tegas Trump.

𝗜𝗿𝗮𝗻: 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗦 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Amerika Serikat melanggar hukum internasional serta perjanjian nuklir internasional.

“Amerika Serikat, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, telah melakukan pelanggaran berat terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan menyerang fasilitas nuklir damai Iran,” ujar Araghchi melalui media sosial.

Ia menyebut serangan ini sebagai tindakan yang “keterlaluan” dan menegaskan bahwa akan ada konsekuensi jangka panjang. “Setiap anggota PBB harus waspada terhadap tindakan yang sangat berbahaya, ilegal, dan kriminal ini,” katanya.

Iran, lanjut Araghchi, akan menggunakan segala opsi untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.

Serangan AS ini menandai eskalasi besar dalam konflik bersenjata antara Israel dan Iran yang telah berlangsung lebih dari sepekan. Kedua negara saling melancarkan serangan udara, yang menewaskan dan melukai ratusan orang di kedua belah pihak.

Israel sebelumnya meluncurkan serangan ke wilayah Iran dengan dalih untuk mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Teheran. Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

𝗜𝗿𝗮𝗻: 𝗧𝗮𝗸 𝗔𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗼𝗰𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗱𝗶𝗮𝘀𝗶, 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗡𝘂𝗸𝗹𝗶𝗿 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗕𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻

Badan Energi Atom Iran pada Ahad (22/6) menyatakan bahwa serangan yang dilakukan AS tidak menimbulkan kontaminasi radiasi atau ancaman bagi penduduk di sekitar lokasi.

“Setelah serangan ilegal AS terhadap situs nuklir Fordow, Natanz, dan Isfahan, hasil survei lapangan dan data sistem radiasi menunjukkan: tidak ada kontaminasi yang tercatat. Tidak ada ancaman terhadap masyarakat sekitar. Situasi keamanan stabil,” bunyi pernyataan resmi lembaga tersebut.

Badan tersebut juga menegaskan bahwa serangan ini tidak akan menghentikan kemajuan program nuklir Iran.

“Organisasi Energi Atom Iran meyakinkan bangsa Iran bahwa meskipun musuh terus berupaya menghentikan kemajuan kami, dengan dukungan ribuan ilmuwan dan teknisi revolusioner, kami tidak akan membiarkan industri nasional ini hasil perjuangan dan pengorbanan para syuhada nuklir dihentikan,” tegasnya.

𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗝𝗲𝘁 𝗦𝗶𝗹𝘂𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗱𝗮𝗹 𝗝𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗵

Menurut laporan media AS, serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dilancarkan menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 yang menjatuhkan bom penghancur bunker (bunker-buster bombs), serta rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal selam.

CBS News melaporkan bahwa Washington telah menyampaikan pesan diplomatik kepada Teheran pada hari yang sama, menegaskan bahwa serangan tersebut adalah satu-satunya tindakan militer yang direncanakan dan tidak bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Iran. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Serangan Israel Hantam Situs Nuklir Iran di Isfahan, Konflik Telah Tewaskan 430 Orang

TEHERAN (jurnalislam.com)– Situs nuklir utama Iran di Provinsi Isfahan menjadi sasaran serangan udara Israel pada Sabtu pagi (21/6/2025), dalam eskalasi terbaru konflik Timur Tengah yang kini memasuki pekan kedua. Pejabat setempat menyatakan tidak ada kebocoran radiasi akibat serangan tersebut.

Asap terlihat mengepul dari kawasan pegunungan dekat kota Isfahan setelah serangan semalam yang memicu sistem pertahanan udara Iran. Ini adalah serangan kedua yang terjadi di Isfahan sejak konflik memanas.

Menurut Kementerian Kesehatan Iran, serangan udara dan rudal yang dilancarkan sejak awal konflik telah menewaskan sedikitnya 430 orang dan melukai hampir 3.500 lainnya di seluruh Iran. Namun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari serangan terbaru di Isfahan.

Sementara itu, media Iran juga melaporkan bahwa pasukan Israel menargetkan sebuah instalasi militer di kota Shiraz, Provinsi Fars, Iran selatan.

Di pihak Israel, ledakan terdengar di atas langit Tel Aviv. Sejumlah bangunan dilaporkan terbakar. Layanan darurat merilis gambar kebakaran di atap sebuah gedung hunian bertingkat di kawasan Israel tengah, yang menurut laporan lokal disebabkan oleh puing rudal Iran yang berhasil dicegat namun jatuh di area permukiman.

Otoritas Israel melaporkan sedikitnya 24 orang tewas akibat serangan rudal Iran ke wilayah mereka, menjadikan ini sebagai salah satu konflik paling mematikan antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.

Dalam perkembangan terpisah, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan bahwa militer Israel telah membunuh Saeed Izadi, kepala Korps Palestina dari Pasukan Quds—sayap eksternal Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)—dalam sebuah serangan udara terhadap sebuah apartemen di kota suci Qom, Iran.

Katz menyebut pembunuhan Izadi sebagai “pencapaian besar intelijen Israel dan Angkatan Udara”, dan menuduhnya sebagai tokoh utama yang membiayai dan mempersenjatai kelompok Hamas menjelang serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023. Meski media Iran menyebut lima anggota IRGC tewas dalam serangan Israel, nama Izadi tidak termasuk di antara mereka.

Sebagai informasi, Izadi masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dan Inggris.

Permusuhan antara kedua negara pecah sejak 13 Juni, ketika Israel meluncurkan gelombang serangan udara ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk fasilitas militer dan nuklir. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran dalam bentuk serangan rudal dan drone.

Israel mengklaim bahwa operasi militer mereka bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Namun, berdasarkan penilaian Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan intelijen Amerika Serikat, belum ditemukan bukti bahwa Iran sedang membangun bom nuklir, meski level pengayaan uranium Iran telah melebihi batas kebutuhan sipil.

Presiden AS Donald Trump membantah klaim tersebut dan menyebut kepala intelijen AS, Tulsi Gabbard, “salah” karena menyatakan Iran tidak sedang mengembangkan senjata nuklir.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, kepada Al Jazeera mengatakan bahwa Teheran tetap terbuka untuk jalur diplomasi, termasuk dalam forum internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Kami percaya pada pentingnya mendengarkan pihak lain. Itulah sebabnya para diplomat kami berada di Jenewa. Tapi diplomasi sejati hanya bisa dimulai jika dunia mengakui bahwa Iran telah diserang lebih dulu oleh Israel,” tegas Mohajerani.

Sementara itu, jurnalis Al Jazeera Tohid Asadi melaporkan dari Teheran bahwa warga sipil Iran kini berada dalam tekanan berat akibat serangan yang tidak hanya menyasar instalasi militer, tetapi juga kawasan permukiman.

“Banyak warga Ibu Kota memilih mengungsi. Tapi kita harus ingat, ada lebih dari 10 juta orang tinggal di Teheran dan 14 juta di seluruh provinsinya. Ini memberikan tekanan luar biasa bagi wilayah sekitar,” ujarnya. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Korea Utara Kirim Ribuan Personel Militer ke Rusia, Tanda Aliansi Moskow-Pyongyang Kian Erat

MOSKOW (jurnalislam.com)– Korea Utara akan mengirim ribuan personel militer dan penjinak ranjau ke wilayah Kursk, Rusia, sebagai bagian dari bantuan rekonstruksi di wilayah yang sebelumnya dikuasai pasukan Ukraina selama berbulan-bulan. Langkah ini menjadi sinyal terbaru dari semakin eratnya hubungan militer antara Moskow dan Pyongyang.

Mengutip laporan media pemerintah Rusia, RIA Novosti, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergei Shoigu mengungkapkan bahwa Korea Utara akan mengirim “satu divisi pembangun dan dua brigade militer sebanyak 5.000 orang serta 1.000 penjinak ranjau” ke wilayah barat Rusia tersebut.

“Ini adalah semacam bantuan persaudaraan dari rakyat Korea dan pemimpin Kim Jong Un untuk negara kita,” ujar Shoigu dalam pernyataan yang disampaikan Selasa (17/6/2025) saat kunjungannya ke Pyongyang untuk bertemu langsung dengan Kim Jong Un.

Korea Utara diketahui menjadi salah satu sekutu utama Rusia sejak invasi ke Ukraina berlangsung lebih dari tiga tahun lalu. Pyongyang dilaporkan telah mengirim ribuan tentara dan persenjataan konvensional untuk mendukung Moskow mengusir pasukan Ukraina dari wilayah Kursk.

Amerika Serikat dan Korea Selatan menyatakan kekhawatiran mendalam atas kerja sama militer tersebut. Mereka menilai, sebagai imbal balik, Korea Utara kemungkinan memperoleh transfer teknologi militer canggih dari Rusia yang bisa memperkuat kemampuan nuklirnya.

Kantor berita Rusia TASS menyebutkan bahwa kedua negara juga sepakat untuk “melanjutkan kerja sama yang konstruktif”, mengutip pernyataan Shoigu.

Hubungan Moskow dan Pyongyang kian menguat setelah penandatanganan perjanjian militer besar-besaran pada November tahun lalu. Perjanjian tersebut, yang disepakati saat kunjungan langka Presiden Rusia Vladimir Putin ke Korea Utara, mencakup klausul pertahanan bersama antara kedua negara.

Bulan April lalu, kedua negara secara terbuka mengonfirmasi pengerahan pasukan Korea Utara ke wilayah Rusia untuk pertama kalinya. Mereka mengklaim bahwa pasukan Korea Utara telah berperan dalam merebut kembali wilayah Kursk klaim yang dibantah oleh pihak Ukraina.

Dalam pertemuan dengan Kim Jong Un dan jajaran militer Korea Utara pada 4 Juni lalu, Shoigu menegaskan komitmen kedua negara untuk memperluas hubungan strategis yang komprehensif dan berjangka panjang. Kantor berita pemerintah Korea Utara, KCNA, menyebut kerja sama tersebut sebagai langkah menuju “kemitraan strategis yang kuat”.

Presiden Vladimir Putin sendiri sebelumnya telah menyampaikan rasa terima kasih kepada Korea Utara atas dukungannya dalam perang. Ia juga berjanji tidak akan melupakan “pengorbanan” yang diberikan. Menurut laporan dari Intelijen Pertahanan Inggris, lebih dari 6.000 tentara Korea Utara dilaporkan tewas dalam konflik di Ukraina. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera