Musda VI: Ustadz Tohir Nahkodai PD Persis Kota Banjar 2025–2029

BANJAR (jurnalislam.com)– Musyawarah Daerah (Musda) VI Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD Persis) Kota Banjar yang digelar di Pesantren Persis 85 Kota Banjar, Ahad (21/9/2025), resmi menetapkan Ustadz Tohir, S.Ag., M.Pd.I sebagai Ketua PD Persis Kota Banjar Masa Jihad 2025–2029.

Ia terpilih menggantikan kepemimpinan sebelumnya, Ustadz Aan Hanafi, S.Ag., M.Pd.I, yang telah menuntaskan masa jabatannya dengan penuh dedikasi.

Terpilihnya Ustadz Tohir merupakan hasil dari proses musyawarah yang panjang di antara para peserta Musda. Proses ini berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan, mencerminkan semangat musyawarah yang menjadi tradisi dalam tubuh Persis.

Kegiatan Musda VI ini turut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Persis Jawa Barat, Ustadz Iman Setiawan Latief, para sesepuh Persis Kota Banjar, serta kader dan otonom Persis Kota Banjar. Kehadiran para tokoh tersebut ikut menyertai proses musyawarah.

Dengan terpilihnya Ustadz Tohir, diharapkan kepemimpinan baru PD Persis Kota Banjar dapat membawa energi positif, memperkuat ukhuwah, dan semakin memajukan dakwah Persis untuk kemaslahatan umat di Kota Banjar.

Murifaz.

Wakil Wali Kota Banjar Buka Musda Persis, Tekankan Peran Penting Ulama

BANJAR (jurnalislam.com)– Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD Persis) Kota Banjar yang diselenggarakan di Pesantren Persis 85 Banjar, Ahad (21/9/2025).

Dalam sambutannya, H. Supriana menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Persatuan Islam atas kontribusinya dalam pembangunan umat, khususnya dalam membina akhlak dan menjaga kerukunan masyarakat.

“Para kader dan mubaligh Persis di Kota Banjar ini sangat luar biasa. Mereka berjuang tanpa pamrih untuk umat. Peran dan kontribusi kyai dan ustadz itu sangat nyata di tengah masyarakat, terutama dalam memahamkan umat di majelis-majelis taklim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota berharap Musda VI Persis dan Persistri Kota Banjar dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang amanah, mampu membawa kemaslahatan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Semoga musda ini menghasilkan kepemimpinan yang baik, yang membawa kemaslahatan bagi jami’iyah Persis dan umat secara umum,” tambahnya.

Kegiatan Musda VI Persis Kota Banjar ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pimpinan Wilayah Persis Jawa Barat, Iman Setiawan Latief; Ketua Sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo; Kepala Kemenag Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus; Ketua Baznas Kota Banjar, Undang Munawar; perwakilan Ketua MUI Kota Banjar, Usep Nur Akasah; Kabag Kesra Asep Mulyana, serta para tamu undangan lainnya.

Musda yang digelar ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan PD Persis Kota Banjar untuk masa jihad 2025–2029.

Murifaz

ACLED: 15 dari 16 Korban Serangan Israel di Gaza adalah Warga Sipil

JALUR GAZA (jurnalislam.com)– Dari setiap 16 warga Palestina yang gugur di Jalur Gaza sejak Israel membatalkan gencatan senjata pada 18 Maret lalu, hampir 15 di antaranya adalah warga sipil. Data ini terungkap dalam laporan terbaru Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED), sebuah lembaga independen yang melacak kekerasan bersenjata di seluruh dunia.

ACLED mengumpulkan data korban dari berbagai sumber, termasuk laporan militer Israel, pernyataan Hamas, media lokal maupun internasional, serta organisasi hak asasi manusia.

Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 2.100 pejuang sejak pertengahan Maret. Namun, temuan ACLED menunjukkan jumlah sebenarnya hanya sekitar 1.100 orang, yang mencakup tokoh politik Hamas dan pejuang kelompok perlawanan lainnya.

Menurut ACLED, operasi militer Israel saat ini “lebih didorong oleh kepentingan politik dan ideologi domestik” ketimbang rencana realistis untuk membebaskan tawanan atau mencapai stabilitas jangka panjang. Bantuan persenjataan dari sekutu Israel, sebut laporan itu, justru memperparah penderitaan warga sipil tanpa memaksa kelompok perlawanan Palestina untuk menyerah.

𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗱𝗮𝗿𝗮, 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗚𝗮𝘇𝗮 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿

Sejak 18 Maret, Israel telah melancarkan lebih dari 3.500 serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 9.500 warga Palestina, sebagian besar merupakan warga sipil. ACLED mencatat, sedikitnya 40 komandan dan pejuang penting Hamas gugur dalam periode tersebut, termasuk Mohammed Sinwar.

Serangan Israel juga menargetkan infrastruktur Gaza, menghancurkan lebih dari 230 gedung pemerintah serta melumpuhkan jaringan listrik, air, fasilitas kesehatan, hingga sekolah-sekolah.

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗚𝘂𝗴𝘂𝗿 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻

ACLED juga mengungkapkan bahwa lebih dari 1.300 warga Palestina gugur saat berusaha mendapatkan bantuan sejak akhir Mei hingga 12 September. Insiden itu banyak terjadi di sekitar pusat distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung AS dan Israel. Mayoritas korban jatuh akibat tembakan tentara Israel.

Pengiriman bantuan yang tidak terorganisir membuat situasi semakin kacau. Kotak-kotak bantuan diletakkan di area terbuka, sementara ribuan warga yang kelaparan berdesakan ketika gerbang distribusi hanya dibuka sebentar.

Meski Israel kerap menuduh Hamas menjarah atau mengalihkan bantuan kemanusiaan, ACLED menegaskan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Justru jika Hamas benar melakukannya, menurut laporan itu, reputasi mereka di mata rakyat Gaza akan rusak.

Laporan ACLED ini dirilis pada Rabu (17/9) di tengah invasi Israel yang semakin brutal di Kota Gaza, yang disertai penghancuran sistematis wilayah permukiman penduduk. (Bahry)

Sumber: ACLED

Al-Qassam Peringatkan Tawanan Israel di Gaza Terancam Meninggal akibat Penolakan Gencatan Senjata

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, memperingatkan bahwa tawanan Israel di Gaza berisiko meninggal karena pemerintah Zionis menolak gencatan senjata untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir dua tahun.

Pada Sabtu (20/9/2025), Al-Qassam merilis sebuah gambar di kanal Telegram yang menampilkan 47 tawanan Israel, termasuk di antaranya yang diyakini telah tewas. Di bawah setiap foto tertulis nama “Ron Arad,” merujuk pada seorang pilot Israel yang hilang sejak 1986 setelah jet tempurnya jatuh di Lebanon dan hingga kini jasadnya tidak pernah ditemukan.

Dalam keterangan berbahasa Arab pada gambar itu tertulis: “Karena kekeraskepalaan Netanyahu dan ketundukan Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir: sebuah foto perpisahan di awal operasi di Gaza.”

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sendiri tengah dicari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Perang Israel di Gaza kini secara luas dipandang sebagai tindakan genosida.

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗦𝗶𝗽𝗶𝗹 𝗚𝘂𝗴𝘂𝗿

Serangan terbaru Israel di Kota Gaza sejak awal September telah menewaskan ratusan warga sipil dan meratakan sebagian besar wilayah kota. Pada Sabtu (20/9) saja, sedikitnya 61 orang dilaporkan syahid.

Pemerintah Netanyahu secara terbuka menyatakan niatnya menduduki Kota Gaza. Agresi itu memaksa sekitar 450 ribu warga Palestina mengungsi ke wilayah selatan, sementara 900 ribu lainnya masih terjebak di kota terbesar di Jalur Gaza, menurut otoritas setempat.

𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗔𝗹-𝗤𝗮𝘀𝘀𝗮𝗺

Dalam pernyataannya, Brigade Al-Qassam menegaskan akan menghadapi pasukan Zionis dengan “pasukan syuhada, ribuan penyergapan, dan alat peledak rakitan.” Kelompok itu menegaskan, “Gaza tidak akan menjadi mangsa empuk bagi pasukan Anda. Kami siap mengirim jiwa prajurit Anda ke neraka.”

Al-Qassam juga menyebut para pejuangnya telah menanam alat peledak di kendaraan pasukan pendudukan, termasuk buldoser yang mereka sebut sebagai “target bernilai tinggi.” Mereka menambahkan bahwa tawanan Israel telah disebar ke berbagai wilayah Kota Gaza, sehingga perluasan operasi militer Israel akan semakin menghilangkan kemungkinan untuk menemukan kembali para tawanan, baik hidup maupun mati.

𝗧𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗜𝘀𝗿𝗮𝗲𝗹

Tel Aviv mengklaim sekitar 50 dari 251 tawanan yang ditangkap pada 7 Oktober 2023 masih ditahan di Gaza, termasuk 20 orang yang masih hidup. Sebagian besar tawanan yang ditangkap Hamas dan kelompok perlawanan lain telah dibebaskan melalui pertukaran dengan tahanan Palestina, sementara beberapa tewas akibat serangan Israel.

Upaya internasional untuk mencapai gencatan senjata kembali terhambat setelah Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk keenam kalinya pada Kamis (18/9).

Israel tetap bersikeras bahwa syarat utama penghentian perang adalah pelucutan senjata Hamas serta penghentian kekuasaan kelompok tersebut di Gaza pascaperang. Hamas menolak syarat itu tanpa adanya gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan Zionis dari wilayah Gaza.

Sementara itu, serangan udara Israel yang mematikan di Qatar pekan lalu, menargetkan sejumlah pimpinan Hamas, dinilai sebagai upaya sabotase terhadap perundingan gencatan senjata. Kendati demikian, Hamas menegaskan pihaknya tidak akan mundur dari meja perundingan dan tetap berusaha mengakhiri perang. (Bahry)

Sumber: TNA

Israel Hancurkan Gaza dengan Robot, Korban Sipil Terus Bertambah

GAZA (jurnalislam.com) – Militer Israel terus menghancurkan bangunan permukiman di Gaza utara dan selatan di tengah invasi darat yang semakin intensif. Serangan tanpa henti ini menyebabkan jumlah korban jiwa terus meningkat di seluruh wilayah tersebut.

Saksi mata melaporkan, pasukan Israel meledakkan sejumlah robot bermuatan bahan peledak di gedung-gedung dan fasilitas di wilayah Al-Mukhabarat, barat laut Kota Gaza, serta permukiman Tal al-Hawa di bagian selatan kota. Penggunaan robot penghancur ini disebut telah menjadi metode rutin Israel dalam meratakan bangunan.

Selama berhari-hari, wilayah Sheikh Radwan dan Tal al-Hawa digempur serangan artileri. Beberapa pekan sebelumnya, permukiman Al-Zeitoun juga dibombardir secara masif, yang dianggap sebagai persiapan untuk penyerbuan besar-besaran ke Kota Gaza. Awal pekan ini, tank-tank Israel bahkan telah terlihat memasuki pusat kota.

Diperkirakan hampir satu juta warga sipil masih bertahan di Kota Gaza, meski invasi besar segera terjadi. Banyak dari mereka menolak atau tidak mampu meninggalkan rumah mereka, meski Israel berulang kali memerintahkan evakuasi. Ratusan ribu lainnya telah terpaksa mengungsi ke selatan Jalur Gaza.

Israel secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menduduki Kota Gaza dan wilayah lain yang masih berada di luar kendalinya. Langkah ini menuai kecaman global, dengan banyak pihak mendesak gencatan senjata segera. Namun, sekutu utama Israel, Amerika Serikat, pada Kamis (18/9) kembali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB untuk keenam kalinya, yang menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza.

Sementara itu, Hamas memperingatkan bahwa agresi Israel membahayakan nyawa para tawanan yang masih ditahan di Gaza. Israel sendiri menyebut sekitar 50 tawanan dari serangan 7 Oktober 2023 masih berada di Gaza, dengan 20 orang diyakini masih hidup. Sejumlah tawanan dilaporkan tewas akibat serangan Israel sendiri.

Di Jalur Gaza bagian tengah, sumber medis melaporkan seorang warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan di Deir al-Balah, sementara seorang lagi tewas dalam penembakan yang menargetkan kamp pengungsi Nuseirat.

Di selatan Gaza, dua bersaudara Palestina gugur dalam penembakan yang menyasar sebuah tenda pengungsi di Al-Mawasi, barat Khan Younis. Padahal, Israel mengklaim Al-Mawasi sebagai “zona kemanusiaan” bagi ratusan ribu pengungsi dari utara. Meski demikian, wilayah tersebut kerap dibom dan telah menewaskan ratusan warga.

Sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 65.000 warga Palestina gugur, mayoritas perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi karena ribuan korban masih terkubur di bawah reruntuhan.

Di tengah situasi yang memburuk, Perusahaan Telekomunikasi Palestina mengumumkan pada Kamis bahwa layanan internet tetap dan telepon rumah di Gaza utara berhasil dipulihkan setelah pemadaman berhari-hari. Pemulihan dilakukan meski kru lapangan menghadapi ancaman serius dari gempuran udara dan operasi darat Israel. (Bahry)

Sumber: TNA

Mesir Siaga Penuh di Perbatasan, Tolak Pemindahan Paksa Warga Gaza ke Wilayahnya

KAIRO (jurnalislam.com)- Angkatan bersenjata Mesir dilaporkan dalam kondisi siaga penuh di perbatasan dengan Gaza sejak dimulainya serangan terbaru Israel di Kota Gaza. Kairo mengantisipasi gelombang besar pengungsi Palestina yang terdesak ke arah selatan jalur sempit tersebut.

Sejak perang Gaza meletus hampir dua tahun lalu, Mesir berulang kali memperingatkan Israel agar tidak memaksakan pengusiran terhadap 2,3 juta penduduk Palestina. Namun, serangan darat dan udara Israel baru-baru ini telah menggusur paksa sekitar 400 ribu orang, yang kini bergerak menuju bagian selatan Gaza, tepat di dekat perbatasan Mesir.

Laporan tersebut disampaikan media Al-Araby Al-Jadeed pada Jumat (19/9/2025), Kairo khawatir Israel tengah merancang skenario bencana dengan mendorong warga Gaza menyeberang ke Sinai utara. Langkah itu dianggap sebagai upaya untuk menempatkan Mesir dalam posisi sulit, seolah-olah menjadi pihak yang menolak pengungsi, sementara Israel lepas dari tanggung jawab kejahatannya.

“Wacana resmi di Kairo tidak melihat perkembangan ini sebagai sesuatu yang acak, melainkan sebagai rencana yang disengaja yang menargetkan keamanan nasional Mesir dan kawasan,” tulis media tersebut.

Meski krisis semakin parah, Mesir dipastikan tidak akan menangguhkan perjanjian keamanan dengan Israel. Namun hubungan diplomatik kedua negara yang terjalin sejak 1979 semakin memburuk sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi sendiri menegaskan bahwa negaranya tidak akan menjadi pintu gerbang bagi pengusiran massal rakyat Palestina. Ia menyebut perang Israel di Gaza sebagai bentuk “genosida sistematis” dan menegaskan pemindahan paksa massal merupakan garis merah.

Awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menuduh Mesir “memenjarakan” warga Gaza, setelah Kairo menolak tegas skenario pemindahan paksa ke wilayah Sinai.

Yordania juga memperingatkan bahwa jika penggusuran rakyat Palestina dipaksakan, maka Amman akan menganggapnya sebagai tindakan perang.

Sejak dimulainya agresi militer Israel hampir dua tahun lalu, lebih dari 65 ribu warga Palestina gugur di Gaza, mayoritas perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan setempat.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kini menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. (Bahry)

Sumber: TNA

Dekat Pusat Nuklir Tiongkok, AS Ingin Rebut Pangkalan Bagram Afghanistan, Taliban Tegas Menolak

KABUL (jurnalislam.com)– Pemerintah Afghanistan menolak seruan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, agar militer AS kembali ke Afghanistan dan merebut kembali pangkalan udara Bagram.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan menegaskan pada Jumat (19/9/2025) bahwa Kabul siap berinteraksi dengan Washington, namun tanpa adanya kehadiran militer AS di negara itu.

“Afghanistan dan Amerika Serikat perlu berinteraksi satu sama lain … tanpa Amerika Serikat mempertahankan kehadiran militer di bagian mana pun di Afghanistan,” ujar Zakir Jalal, pejabat Kemenlu Afghanistan, melalui media sosial.

Ia menambahkan bahwa Kabul membuka ruang kerja sama politik dan ekonomi dengan Washington, tetapi hanya atas dasar saling menghormati dan kepentingan bersama.

Sebelumnya, Trump dalam pernyataannya pada Kamis (18/9) mengekspresikan penyesalan atas ditinggalkannya pangkalan Bagram, yang disebutnya sangat strategis karena berdekatan dengan Tiongkok.

“Kami sedang berusaha mendapatkannya kembali,” kata Trump. “Kami memberikannya kepada [Taliban] secara cuma-cuma,” keluhnya, seraya menyebut bahwa Bagram hanya berjarak satu jam dari lokasi Tiongkok memproduksi rudal nuklir.

Bagram, yang terletak di utara Kabul, pernah menjadi pusat operasi militer AS selama dua dekade pendudukan. Ribuan warga Afghanistan pernah ditahan tanpa dakwaan di penjara berkeamanan tinggi di pangkalan itu dan banyak di antaranya disiksa dengan dalih “perang melawan teror”.

Taliban berhasil merebut kembali fasilitas tersebut pada 2021 setelah runtuhnya pemerintah boneka Kabul menyusul penarikan penuh pasukan AS.

Trump berulang kali menyatakan bahwa AS seharusnya mempertahankan Bagram, bukan demi Afghanistan, tetapi untuk mengimbangi Tiongkok dan menguasai potensi sumber daya mineral negara itu.

Pernyataan terbaru Trump muncul bersamaan dengan konfirmasi bahwa pemerintahan AS telah berunding dengan Taliban. Akhir pekan lalu, utusan khusus AS Adam Boehler dan mantan utusan Zalmay Khalilzad bertemu Menteri Luar Negeri Taliban, Amir Khan Muttaqi, di Kabul untuk membicarakan warga negara Amerika yang ditahan di Afghanistan.

Meski tidak mengakui pemerintahan Taliban secara resmi, media AS seperti CNN melaporkan bahwa Washington sejak Maret lalu mempertimbangkan kemungkinan membangun kembali kehadiran di Bagram. (Bahry)

Sumber: Al Jazeera

Al-Qassam Ledakkan Kendaraan Israel, Gaza Jadi Kuburan Tentara Pendudukan

GAZA (jurnalislam.com)– Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Palestina Hamas, merilis rekaman pada Jumat (19/9/2025) yang memperlihatkan kendaraan pasukan pendudukan Israel terkena ledakan ladang bahan peledak yang telah disiapkan sebelumnya di sebelah timur persimpangan Saftawi, dekat kamp Jabaliya, Jalur Gaza utara.

Brigade Al-Qassam menyebutkan bahwa rekaman tersebut mendokumentasikan operasi yang berlangsung pada Jumat, 5 September 2025.

Video itu dibuka dengan adegan para pejuang Al-Qassam mempersiapkan serta menanam alat peledak rakitan (IED) di jalur yang telah direncanakan. Tak lama kemudian, rekaman menampilkan kendaraan lapis baja Israel memasuki area ladang ranjau, dan dua kendaraan meledak setelah menghantam IED yang ditanam.

Menurut keterangan Al Qassam, ledakan tersebut berhasil mengenai sasaran tepat di sepanjang rute yang telah dipersiapkan.

Al-Qassam mengumumkan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian serangan yang mereka beri nama “Tongkat Musa”, sebagai respons terhadap operasi darat Israel dengan kode “Kereta Gideon 2”, yang diklaim militer Israel bertujuan menduduki Kota Gaza.

Pada Kamis malam sebelumnya, pimpinan Brigade Al-Qassam menegaskan bahwa invasi darat Israel ke Kota Gaza hanya akan memicu perang atrisi jangka panjang.

“Brigade Al-Qassam telah menyiapkan ribuan penyergapan dan alat peledak. Gaza akan menjadi kuburan bagi tentara pendudukan,” demikian pernyataan resmi Al-Qassam.

Mereka menambahkan bahwa buldoser, kendaraan lapis baja, dan pergerakan pasukan Israel menjadi target utama. Selain itu, jumlah tentara Israel yang ditangkap diperkirakan akan bertambah seiring meluasnya pertempuran darat.

Brigade Al-Qassam juga memperingatkan bahwa perluasan operasi darat Israel berarti rezim Zionis “tidak akan menerima tahanan, baik hidup maupun mati”.

Mereka menegaskan bahwa tawanan Israel tersebar di berbagai lokasi di Kota Gaza, dan kelangsungan hidup mereka berada sepenuhnya di tangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Sumber: PC

Prof. Nadirsyah Hosen: Kasus Korupsi Kuota Haji Bukan Soal Ormas, Segera Tuntaskan!

JAKARTA (jurnalislam.com)– Prof. Nadirsyah Hosen, akademisi sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang pernah menjabat sebagai Ra’is Syuriah Pengurus Cabang Istimewa NU Australia dan Selandia Baru (2005–2023), ikut menyoroti kasus dugaan korupsi kuota haji yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam unggahannya di akun X, Jumat (19/9/2025), pria yang akrab disapa Gus Nadir ini menegaskan bahwa perkara tersebut bukanlah soal kelompok atau ormas tertentu, melainkan persoalan bangsa dan umat.

“Masalah dugaan korupsi kuota haji ini bukan masalah kelompok atau ormas,” tulisnya.

Gus Nadir kemudian merinci sejumlah nama yang telah diperiksa KPK dari berbagai latar belakang organisasi. Ustaz Khalid Basalamah dari kalangan Salafi, misalnya, sudah mengaku mengembalikan dana ke KPK setelah beberapa kali diperiksa. Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, yang juga Bendahara Umum PP Muhammadiyah, juga telah dipanggil penyidik.

Selain itu, KPK berulang kali memeriksa mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, kader NU sekaligus adik kandung Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

“Sekali lagi, soal kasus kuota haji ini adalah masalah umat dan bangsa. Bukan soal ormas atau aliran. Saya berdiri mendukung keadilan. Siapapun dan dari kelompok/ormas manapun kalau bersalah ya harus diproses secara hukum. Gak masalah. Umat dan bangsa mendukung penegakan korupsi secara adil dan sesuai koridor negara hukum,” tegas Gus Nadir.

Ia juga mengingatkan KPK untuk segera menuntaskan penyidikan perkara ini agar tidak menjadi bola liar yang meresahkan publik.

“Segera tetapkan siapa tersangkanya. Jangan ini menjadi bola liar. Kasus sudah naik ke tahap penyidikan tapi kok tersangkanya belum ada. Justice delayed is justice denied. Segera tuntaskan kerja KPK, jangan sibuk bikin pernyataan,” pungkasnya.

Kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 ini menjadi perhatian publik setelah KPK menduga adanya praktik jual-beli kuota tambahan sebanyak 20 ribu jamaah. Sejumlah pejabat Kemenag, biro travel haji, hingga tokoh agama telah dimintai keterangan.

Kontributor: Bahry

Penyerahan Sertifikat Halal Penggilingan Daging di Jakarta: Menjamin Kehalalan Bakso dan Menguatkan Ekosistem Halal

JAKARTA (jurnalislam.com)– Dalam rangkaian kegiatan Jakarta International Trade & Entrepreneur Expo (JITEX) 2025 yang berlangsung di JCC, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama LPPOM DKI secara resmi menyerahkan Sertifikat Halal Penggilingan Daging kepada para pelaku usaha bakso di Jakarta pada Jum’at, (19/9/2025).

Penyerahan sertifikat ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa kehalalan produk bakso semakin terjamin. Pasalnya, proses penggilingan daging merupakan salah satu titik kritis dalam pembuatan bakso yang harus mendapat perhatian khusus.

Ir. Elisabeth Ratu Rante Allo, M.M., M.Si., Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, yang berkenan menyerahkan sertifikat halal secara langsung, menegaskan bahwa perhatian Pemda DKI terhadap kehalalan makanan di ibu kota sangat serius. “Hari ini kita menyerahkan sertifikat halal untuk para penggiling daging di Jakarta. Pemerintah juga telah menyiapkan 25 unit alat penggilingan daging halal yang ditempatkan di berbagai rumah susun (rusun) di wilayah Jakarta untuk mendukung akses masyarakat,” ujarnya.

Selain penggilingan daging, pada kesempatan yang sama juga diserahkan sertifikat halal kepada perwakilan UMKM yang tergabung dalam program Jakpreneur. Tahun ini, fasilitas yang disiapkan oleh Dinas PPKUKM untuk mendukung sertifikasi halal mencapai 2.125 pelaku usaha, sebagai bentuk komitmen Pemprov DKI dalam mendorong tumbuhnya wirausaha halal di Jakarta.

Menurut Kabid Perindustrian PPKUKM, Juanda, hingga tahun ini PPKUKM telah memberikan sertifikasi halal gratis kepada 13.000 UMKM. Program ini diharapkan bermanfaat untuk membangun daya saing dan menjadikan UMKM Jakarta naik kelas, sehingga mampu memperluas pasar baik domestik maupun global.

Sementara itu, drg. H. Deden Edi Soetrisna, M.M., Direktur LPPOM DKI Jakarta, menyampaikan bahwa LPPOM akan selalu siap mendampingi para pengusaha kuliner di Jakarta dalam memperoleh sertifikat halal. “Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem halal yang kuat di Jakarta, sekaligus menyongsong ibu kota sebagai kota global yang berdaya saing dan terpercaya,” jelasnya.

Melalui penyerahan sertifikat halal penggilingan daging dan dukungan bagi ribuan UMKM Jakpreneur ini, diharapkan para pelaku usaha dapat semakin meningkatkan kualitas produk sekaligus memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam mengonsumsi makanan halal.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemprov DKI Jakarta bersama stakeholder terkait untuk terus mendorong perkembangan ekosistem halal, yang tidak hanya berdampak pada aspek religius, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha.