Dulu Buronan, Kini Tamu Negara: Ahmed al-Sharaa Hadiri Sidang Umum PBB

NEW YORK (jurnalislam.com)– Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa tiba di New York pada Ahad (21/9/2025) untuk menghadiri Sidang Umum PBB. Kehadirannya menandai pertama kalinya seorang kepala negara Suriah hadir di forum tersebut sejak tahun 1967.

Terakhir kali Suriah diwakili langsung oleh presidennya di Sidang Umum adalah sebelum era panjang dinasti keluarga al-Assad. Kekuasaan keluarga itu berakhir pada Desember lalu ketika Bashar al-Assad digulingkan melalui serangan kilat oposisi bersenjata, yang sekaligus mengakhiri perang saudara berdarah selama hampir 14 tahun.

Sejak mengambil alih kepemimpinan, al-Sharaa berupaya memulihkan hubungan dengan negara-negara Arab maupun Barat. Agenda penting kehadirannya di Majelis Umum PBB kali ini antara lain mendorong pencabutan sanksi internasional dan menggalang dukungan bagi pembangunan kembali Suriah pascaperang.

Pada Mei lalu, Presiden AS Donald Trump sempat bertemu al-Sharaa di Arab Saudi dan mengumumkan pencabutan sebagian sanksi yang dijatuhkan sejak era Assad. Namun, sanksi paling berat tetap berlaku karena diatur melalui Undang-Undang Perlindungan Sipil Caesar Suriah (2019) yang hanya bisa dicabut melalui persetujuan Kongres AS.

Selain isu sanksi, hubungan Suriah dengan Israel juga diperkirakan menjadi sorotan. Sejak jatuhnya Assad, Israel merebut zona penyangga di selatan Suriah yang sebelumnya dipatroli PBB dan melancarkan ratusan serangan udara ke posisi militer Suriah. Al-Sharaa berharap tercapai kesepakatan keamanan yang dapat mendorong penarikan pasukan Israel sesuai perjanjian 1974.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meremehkan kemungkinan terobosan dalam waktu dekat. “Ada beberapa kemajuan, tetapi kesepakatan itu masih merupakan visi masa depan,” ujarnya.

Menariknya, Ahmed al-Sharaa sebelumnya pernah masuk dalam daftar buronan Amerika Serikat dengan imbalan sebesar US$10 juta (sekitar Rp160 miliar) bagi siapa saja yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya saat masih memimpin Hay’at Tahrir al-Sham (HTS). Kini, sosok yang dulu diburu Washington itu justru hadir di New York sebagai tamu negara dalam forum resmi PBB. (Bahry)

Sumber: Alarabiya

DSKS Gelar Pelatihan Jurnalistik & Branding Pesantren di Solo Raya

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar pelatihan Jurnalistik & Branding Pesantren dengan tema Membangun Branding Pesantren melalui Rilis Berita. Pelatihan ini digelar pada Ahad, (21/9/2025), bertempat di Markaz DSKS.

Acara ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Endro Sudarsono dari Humas DSKS dan Ranu Muda dari Tim Media DSKS, yang membekali peserta dengan keterampilan dasar jurnalistik serta strategi membangun branding pesantren di era digital.

Sekjen DSKS, Ustadz Mulyanto Abdullah Khoir menyampaikan dalam sambutannya, tujuan diselenggarakannya pelatihan ini adalah untuk membantu pesantren – pesantren yang ada di Solo Raya untuk meningkatkan keterampilan. Menurutnya, pesantren – pesantren di Solo Raya masih kurang dalam keterampilan kehumasan maupun kejurnalistikan.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, pondok-pondok terbuka wawasannya perihal kehumasan dan kejurnalistikan, dan semoga pelatihan ini bisa konsisten hadir untuk pondok-pondok” ujarnya, Ahad (21/09/2025).

Sesi pertama pelatihan diisi oleh Endro Sudarsono dengan materi kehumasan, para peserta menyimak dengan antusias pemaparan yang diberikan oleh pemateri.

Endro Sudarsono, selaku pemateri pertama memaparkan pentingnya pesantren memahami kehumasan dengan baik dan benar. Menurutnya kehumasan di pesantren berperan penting dalam upaya menghubungkan pesantren dan masyarakat umum.

“Peningkatan kualitas harus terus dilakukan agar citra pesantren tetap eksis di tengah masyarakat dan pesatnya kemajuan teknologi sangat mempengaruhi pandangan orang tentang kebaikan dan buruknya sebuah lembaga pendidikan” jelasnya, Ahad (21/09/2025)

Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan materi Kejurnalistikan yang diisi oleh Ranu Muda dari Tim Media DSKS, pada sesi ini materi difokuskan kepada praktek rilis berita untuk pesantren.

Ranu Muda, selaku pemateri kedua, dalam paparannya menjelaskan tim media pesantren harus paham tugas-tugasnya seperti apa dan bagaimana. Menurutnya tugas media pondok bukan hanya mendesain, akan tetapi menyampaikan pemahaman tentang pesantren tersebut kepada khalayak ramai.

“Tugas media adalah menterjemahkan maksud dan maunya pondok kepada masyarakat” ungkapnya.

Barat Akui Palestina, Israel Meradang: Sebut Hadiah bagi Hamas

TEL AVIV (jurnalislam.com)– Pengakuan Inggris, Kanada, Portugal dan Australia terhadap Negara Palestina pada Ahad (21/9) memicu kemarahan di Israel. Sejumlah menteri kabinet menyerukan aneksasi penuh atas Tepi Barat yang diduduki sebagai langkah balasan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan videonya bersumpah akan menggagalkan berdirinya negara Palestina.

“Negara Palestina tidak akan didirikan,” tegas Netanyahu, seraya menambahkan bahwa selama bertahun-tahun ia berhasil mencegahnya dengan memperluas permukiman ilegal di Tepi Barat. “Dan saya akan terus melakukannya,” imbuhnya.

Kementerian Luar Negeri Israel bahkan menyebut pengakuan negara Barat itu sebagai “hadiah bagi Hamas yang jihadis.”

Menteri Keamanan Nasional sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, mendesak pemerintah segera mencaplok Tepi Barat serta melakukan “penghancuran total otoritas Palestina.” Ia berjanji akan mengajukan proposal aneksasi dalam rapat kabinet mendatang.

Senada, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich juga mendesak Netanyahu untuk segera mengambil langkah aneksasi.

“Bapak Perdana Menteri, inilah saatnya, dan semuanya ada di tangan Anda,” kata Smotrich dalam pernyataannya.

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Miki Zohar turut menyebut pengakuan Barat sebagai “deklarasi tak berarti yang berbau antisemitisme dan kebencian terhadap Israel.” Menurutnya, satu-satunya tanggapan yang tepat adalah menerapkan kedaulatan penuh Israel atas Yudea, Samaria (Tepi Barat), dan Lembah Yordan.

Sementara itu, dari kubu oposisi, Yair Golan ketua Partai Demokrat dan mantan wakil kepala staf militer menilai pengakuan Palestina oleh Barat merupakan “kegagalan politik berat Netanyahu dan Smotrich.”

“Ini adalah akibat langsung dari pengabaian politik Netanyahu: penolakan untuk mengakhiri perang dan pilihan berbahaya antara pendudukan dan aneksasi,” tegasnya.

Sumber: AA

Inggris, Australia, Kanada, dan Portugal Resmi Akui Negara Palestina

LONDON (jurnalislam.com)– Inggris, Australia, dan Kanada pada Ahad (21/9) resmi mengakui Negara Palestina. Keputusan bersejarah ini menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri negara-negara Barat setelah puluhan tahun, dan langsung memicu kemarahan Israel.

Tak lama berselang, Portugal juga menyatakan langkah serupa pada hari yang sama.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan pengakuan negaranya melalui unggahan di X.

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel serta solusi dua negara, Britania Raya secara resmi mengakui Negara Palestina,” ujarnya.

Dengan keputusan ini, Inggris dan Kanada tercatat sebagai negara G7 pertama yang mengakui Palestina, menjelang Sidang Umum Tahunan PBB yang dibuka Senin (22/9) di New York.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan, “Kanada mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam membangun janji masa depan yang damai bagi Negara Palestina dan Negara Israel,” tulisnya di laman resmi pemerintah.

Dari Australia, Perdana Menteri Anthony Albanese menekankan bahwa pengakuan negaranya merupakan bentuk dukungan terhadap aspirasi rakyat Palestina.

“Australia secara resmi mengakui Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat. Dengan melakukan hal ini, Australia mengakui aspirasi yang sah dan telah lama dipegang teguh oleh rakyat Palestina untuk memiliki negara mereka sendiri,” kata Albanese dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, “Tindakan pengakuan hari ini mencerminkan komitmen jangka panjang Australia terhadap solusi dua negara, yang selalu menjadi satu-satunya jalan menuju perdamaian dan keamanan abadi bagi rakyat Israel dan Palestina.”

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Portugal Paulo Rangel menyebut langkah negaranya sebagai “pemenuhan kebijakan yang fundamental, konsisten, dan disepakati secara luas.”

Portugal, lanjutnya, tetap mendorong solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan abadi antara Palestina dan Israel.

Langkah pengakuan ini datang di tengah tragedi berkepanjangan di Jalur Gaza, di mana lebih dari 65.000 warga Palestina telah gugur sejak Israel membatalkan gencatan senjata pada Maret 2024. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, mayoritas korban adalah warga sipil. (Bahry)

Sumber: TNA

Pesantren dan LKSA Ikuti Training Advokasi Dasar Bersama PAHAM dan DDII

MALANG (jurnalislam.com)– Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia Malang bekerja sama dengan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) serta Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al-Ikhlas menggelar Training Advokasi Dasar (TADA) di Aula Peduli Ummat PP. Yatim Dhuafa Al-Ikhlas, Singosari, Kabupaten Malang, Ahad (21/9/2025).

Pelatihan bertajuk “𝘈𝘭𝘵𝘦𝘳𝘯𝘢𝘵𝘪𝘧 𝘗𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘳𝘬𝘢𝘳𝘢 𝘛𝘪𝘯𝘥𝘢𝘬 𝘗𝘪𝘥𝘢𝘯𝘢 𝘥𝘪 𝘓𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘗𝘦𝘴𝘢𝘯𝘵𝘳𝘦𝘯 & 𝘓𝘒𝘚𝘈” ini diikuti lebih dari 70 peserta yang berasal dari berbagai pondok pesantren dan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan.

Tim advokat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PAHAM Malang tampil sebagai pemateri, dengan pembahasan mengenai pemahaman umum tentang hukum serta studi kasus penyuluhan hukum di lingkungan pesantren dan LKSA.

Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dengan agenda utama pembekalan dasar-dasar advokasi bagi pengurus pesantren maupun lembaga sosial.

Ketua PAHAM Malang, Agung Muji Restiyono, S. Pi., SH menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk memperkuat pemahaman hukum pada jajaran pengurus pesantren dan LKSA.

“Pengurus Pondok Pesantren dan LKSA ke depan diharapkan semakin paham dengan hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DDII Malang, KH. Muhammad Ali Zubair, M.Pd, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menekankan urgensinya.

“Kegiatan ini sangat penting diikuti oleh pengurus pondok pesantren dan LKSA, hukumnya fardhu kifayah,” ungkapnya.

Antusiasme peserta tampak sejak awal hingga akhir acara. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif dalam diskusi membahas persoalan riil di lapangan, mulai dari penanganan kasus kekerasan hingga masalah administrasi hukum yang kerap dihadapi lembaga pendidikan dan sosial.

Perwakilan dari PPTQ Al Himmah Malang, Ustadz Nofa Miftahudin, S.Th.I, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya pelatihan ini.

“Alhamdulillah kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi kami pengurus pondok pesantren. Kami tunggu pelatihan lanjutannya. Do’a terbaik kami, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan berkah bagi semua yang terlibat. Aamiin yaa Robb,” ucapnya.

Program TADA ini digelar secara gratis dengan kuota terbatas. Panitia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut agar jejaring advokasi di lingkungan pesantren dan LKSA semakin kuat, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan bermartabat.

Kontributor: Bahry

My Buddy Stop Bullying, Ilusi Atasi Bullying

Oleh : Siti Rima Sarinah

Hampir setiap hari kita disuguhkan dengan berbagai kasus bullying yang sudah kelewat batas. Kasus bullying dilakukan dari usia SD, remaja bahkan orang dewasa. Bullying bak penyakit menular yang menjangkiti generasi tanpa ada rasa iba sedikit pun, mereka melakukan bully hingga tak jarang korbannya harus meregang nyawa. Entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang akibat kasus bully tersebut. Media pun terus menyajikan berita dan tontonan bullying yang menjadi pemicu munculnya kasus-kasus bullying  semakin sadis.

Kasus bullying telah menjadi tren di tengah kehidupan generasi hari ini. Pasalnya, kasus bully semakin meningkat dari tahun ke tahun. Program baru yang sedang digencarkan oleh Pemkot Bogor bekerjasama dengan Yayasan Rumah Kedua untuk mencegah kasus perundungan yaitu program My Buddy Stop Bullying. My Buddy Stop Bullying ini adalah sebuah program edukasi dalam bentuk permainan kartu yang berisi kata dan gambar dengan pesan tersirat didalamnya.
Program ini diharapkan menumbuhkan kepekaan dan kepedulian kepada siswa untuk menolong temannya yang di bully. Sehingga tidak ada lagi kasus bully yang terjadi di lingkungan sekolah. Dalam program ini, Pemkot juga melibatkan Satpol PP, DP3A, Dinas Kesehatan dan para donatur untuk bersinergi bersama dan mendukung berjalannya program  tersebut (radarbogor, 09/09/2025)

My Buddy Stop Bullying mengacu pada slogan yang mengkampanyekan untuk setiap orang untuk menjadi teman atau “buddy” bagi orang lain dan menolak segala bentuk perilaku perundungan/bullying. Kampanye ini memotivasi agar kita bertindak sebagai “teman” bagi korban bullying, bukan menjadi pelaku yang mendukung mereka dengan menciptakan lingkungan yang aman, saling menghormati dan memunculkan rasa kepekaan terhadap apa yang terjadi disekitar kita.

Selama ini, banyak orang bersikap diam melihat kasus bullying yang terjadi dihadapannya. Mungkin karena takut dan memilih untuk menyelamatkan diri untuk tidak ikut campur atau terlibat dalam kasus tersebut. Karena tidak menutup kemungkinan yang ingin menolong korban bully, maka ia pun akan menjadi korban kasus bully tersebut.  Hal ini diperparah dengan hukuman yang diberikan oleh pelaku bully tidak memberikan efek jera kepada pelaku. Apalagi jika pelakunya masih di bawah umur, menjadi kompensasi untuk mendapatkan sanksi yang setimpal dengan apa yang telah diperbuat. Karena perilaku bully telah mengarah pada tindak kriminal, yang sudah  banyak memakan korban.

Maraknya kasus bully dikalangan generasi saat ini, bukanlah tanpa sebab. Tidak dimungkiri, paparan aksi kekerasan yang berseliweran di dunia internet dengan mudahnya diakses dan telah membentuk mental sadis dan beringas dalam jiwa generasi bangsa hari ini. Alhasil melahirkan banyak generasi yang suka pada kekerasan dan menjadikan kekerasan sebagai gaya hidup mereka.

Di sisi lain, negara membiarkan konten-konten yang mengandung kekerasan bebas merusak jiwa generasi. Tanpa ada filter dan sanksi yang diberikan oleh negara. Sehingga bukan hanya konten berbau kekerasan, pornografi dan penyimpangan seksual juga turut mewarnai konten-konten yang berseliweran di dunia internet, yang merusak mental dan pemikiran generasi. Keabaian negara ini yang mengakibatkan kasus bully terus meningkat dan semakin banyak korban berjatuhan. Dan tidak ada upaya sedikit pun dari negara untuk menghentikan akar persoalan terjadinya kasus bully.

Fakta ini menjadi bukti bahwa kasus bully ini bersifat sistemik, yang tidak mungkin diatasi hanya dengan mengedukasi anak-anak dengan berbagai program. Namun juga dibutuhkan perubahan sistem yang mampu menyelamatkan generasi dari paparan kekerasan, pornografi dan hal-hal yang merusak lainnya. Sedangkan, sistem pendidikan hari ini hanya bisa menjadikan anak-anak pintar secara akademik, dan tidak mampu mencetak mereka memiliki adab dan akhlak yang mulia. Karena, sistem pendidikan ala sekular telah menjauhkan generasi dari agama, dan membuat generasi bebas melakukan apa saja sesuai hawa nafsu.

Padahal anak-anak adalah generasi bangsa yang kelak menjadi penopang peradaban di masa depannya. Maju mundurnya sebuah negara bergantung pada kualitas generasi. Jika generasi yang suka pada kekerasan dan melakukan hal-hal yang menyimpang lainnya, maka dipastikan kehancuran bangsa akan terjadi tanpa bisa dielakkan lagi.

Menjadi tranggung jawab bersama untuk menyelamatkan generasi dari berbagai kerusakan yang membayangi kehidupan mereka. Adalah sistem Islam yang menerapakan syariat Islam secara menyeluruh di seluruh lini kehidupan. Islam memandang generasi sebagai aset negara yang kelak akan menjadi mutiara-mutiara umat untuk membangun peradaban Islam yang mulia di masa yang akan datang.

Ditopang dengan sistem pendidikan Islam yang melahirkan output generasi yang berkepribadian Islam, yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islam. Kurikulum pendidikan Islam yang berbasis akidah Islam, menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada generasi sebagai pondasi yang kokoh dan bekal untuk menjalani kehidupan sesuai aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka bukan hanya faqih dalam masalah agama, tetapi juga terdepan dalam sains dan teknologi. Hal ini menjadi modal bagi mereka untuk menaklukan dunia sebagai kuntum khoiru ummah (umat terbaik)

Yang terpenting, generasi yang dilahirkan dalam sistem pendidikan Islam mampu menyelesaikan persoalan kehidupan dengan cara pandang yang benar. Dan senantiasa berlomba-lomba mencari ilmu untuk kemaslahatan umat manusia. Alhasil, sejarah telah mencatat keberhasilan Islam dalam mencetak generasi emas diantaranya para ilmuwan, penakluk, polymath dan masih banyak lagi lainnya.

Kemuliaan generasi Islam ini merupakan buah dari pondasi akidah yang tertancap kuat dalam benak generasi, sehingga menghasilkan generasi berakhlak mulia dan memiliki ketinggian ilmu yang terpancar dari keimanan yang menjasad dalam diri mereka.

Musda VI: Dra. Wiwin Supriatin Pimpin PD Persistri Kota Banjar 2025–2029

BANJAR (jurnalislam.com)– Musyawarah Daerah (Musda) VI Pimpinan Daerah Persatuan Islam Istri (PD Persistri) Kota Banjar yang digelar di Pesantren Persis 85 Kota Banjar, Ahad (21/9/2025), menetapkan kepemimpinan baru Persistri Kota Banjar.

Dra. Wiwin Supriatin, M.Pd. resmi terpilih sebagai Ketua PD Persistri Kota Banjar Masa Jihad 2025–2029 menggantikan Ustadzah N. Sukmayati yang telah menuntaskan masa jabatannya dengan penuh amanah.

Proses pemilihan berlangsung melalui musyawarah panjang di antara para peserta, mencerminkan tradisi demokratis dan penuh kebersamaan yang selalu dijunjung tinggi dalam organisasi Persistri.

Kegiatan Musda kali ini dihadiri oleh Pimpinan Pusat Persistri, Pimpinan Wilayah Persistri Jawa Barat, serta para anggota dan kader Persistri Kota Banjar. Kehadiran para tokoh dan kader Persistri tersebut menambah khidmat jalannya musyawarah yang berlangsung lancar dan penuh semangat ukhuwah.

Dengan terpilihnya Dra. Wiwin Supriatin, kepemimpinan baru PD Persistri Kota Banjar diharapkan mampu menghadirkan energi segar, memperkuat peran strategis Persistri, serta semakin aktif memberikan kontribusi nyata bagi dakwah, pembinaan keluarga, dan pemberdayaan umat di Kota Banjar.

Murifaz

Musda VI: Ustadz Tohir Nahkodai PD Persis Kota Banjar 2025–2029

BANJAR (jurnalislam.com)– Musyawarah Daerah (Musda) VI Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD Persis) Kota Banjar yang digelar di Pesantren Persis 85 Kota Banjar, Ahad (21/9/2025), resmi menetapkan Ustadz Tohir, S.Ag., M.Pd.I sebagai Ketua PD Persis Kota Banjar Masa Jihad 2025–2029.

Ia terpilih menggantikan kepemimpinan sebelumnya, Ustadz Aan Hanafi, S.Ag., M.Pd.I, yang telah menuntaskan masa jabatannya dengan penuh dedikasi.

Terpilihnya Ustadz Tohir merupakan hasil dari proses musyawarah yang panjang di antara para peserta Musda. Proses ini berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan, mencerminkan semangat musyawarah yang menjadi tradisi dalam tubuh Persis.

Kegiatan Musda VI ini turut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Persis Jawa Barat, Ustadz Iman Setiawan Latief, para sesepuh Persis Kota Banjar, serta kader dan otonom Persis Kota Banjar. Kehadiran para tokoh tersebut ikut menyertai proses musyawarah.

Dengan terpilihnya Ustadz Tohir, diharapkan kepemimpinan baru PD Persis Kota Banjar dapat membawa energi positif, memperkuat ukhuwah, dan semakin memajukan dakwah Persis untuk kemaslahatan umat di Kota Banjar.

Murifaz.

Wakil Wali Kota Banjar Buka Musda Persis, Tekankan Peran Penting Ulama

BANJAR (jurnalislam.com)– Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, M.Pd., secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD Persis) Kota Banjar yang diselenggarakan di Pesantren Persis 85 Banjar, Ahad (21/9/2025).

Dalam sambutannya, H. Supriana menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Persatuan Islam atas kontribusinya dalam pembangunan umat, khususnya dalam membina akhlak dan menjaga kerukunan masyarakat.

“Para kader dan mubaligh Persis di Kota Banjar ini sangat luar biasa. Mereka berjuang tanpa pamrih untuk umat. Peran dan kontribusi kyai dan ustadz itu sangat nyata di tengah masyarakat, terutama dalam memahamkan umat di majelis-majelis taklim,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota berharap Musda VI Persis dan Persistri Kota Banjar dapat menghasilkan kepemimpinan baru yang amanah, mampu membawa kemaslahatan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Semoga musda ini menghasilkan kepemimpinan yang baik, yang membawa kemaslahatan bagi jami’iyah Persis dan umat secara umum,” tambahnya.

Kegiatan Musda VI Persis Kota Banjar ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Pimpinan Wilayah Persis Jawa Barat, Iman Setiawan Latief; Ketua Sementara DPRD Kota Banjar, Sutopo; Kepala Kemenag Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus; Ketua Baznas Kota Banjar, Undang Munawar; perwakilan Ketua MUI Kota Banjar, Usep Nur Akasah; Kabag Kesra Asep Mulyana, serta para tamu undangan lainnya.

Musda yang digelar ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan PD Persis Kota Banjar untuk masa jihad 2025–2029.

Murifaz

ACLED: 15 dari 16 Korban Serangan Israel di Gaza adalah Warga Sipil

JALUR GAZA (jurnalislam.com)– Dari setiap 16 warga Palestina yang gugur di Jalur Gaza sejak Israel membatalkan gencatan senjata pada 18 Maret lalu, hampir 15 di antaranya adalah warga sipil. Data ini terungkap dalam laporan terbaru Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED), sebuah lembaga independen yang melacak kekerasan bersenjata di seluruh dunia.

ACLED mengumpulkan data korban dari berbagai sumber, termasuk laporan militer Israel, pernyataan Hamas, media lokal maupun internasional, serta organisasi hak asasi manusia.

Israel mengklaim telah menewaskan lebih dari 2.100 pejuang sejak pertengahan Maret. Namun, temuan ACLED menunjukkan jumlah sebenarnya hanya sekitar 1.100 orang, yang mencakup tokoh politik Hamas dan pejuang kelompok perlawanan lainnya.

Menurut ACLED, operasi militer Israel saat ini “lebih didorong oleh kepentingan politik dan ideologi domestik” ketimbang rencana realistis untuk membebaskan tawanan atau mencapai stabilitas jangka panjang. Bantuan persenjataan dari sekutu Israel, sebut laporan itu, justru memperparah penderitaan warga sipil tanpa memaksa kelompok perlawanan Palestina untuk menyerah.

𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗱𝗮𝗿𝗮, 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗚𝗮𝘇𝗮 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿

Sejak 18 Maret, Israel telah melancarkan lebih dari 3.500 serangan udara di Jalur Gaza yang menewaskan lebih dari 9.500 warga Palestina, sebagian besar merupakan warga sipil. ACLED mencatat, sedikitnya 40 komandan dan pejuang penting Hamas gugur dalam periode tersebut, termasuk Mohammed Sinwar.

Serangan Israel juga menargetkan infrastruktur Gaza, menghancurkan lebih dari 230 gedung pemerintah serta melumpuhkan jaringan listrik, air, fasilitas kesehatan, hingga sekolah-sekolah.

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗚𝘂𝗴𝘂𝗿 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻

ACLED juga mengungkapkan bahwa lebih dari 1.300 warga Palestina gugur saat berusaha mendapatkan bantuan sejak akhir Mei hingga 12 September. Insiden itu banyak terjadi di sekitar pusat distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang didukung AS dan Israel. Mayoritas korban jatuh akibat tembakan tentara Israel.

Pengiriman bantuan yang tidak terorganisir membuat situasi semakin kacau. Kotak-kotak bantuan diletakkan di area terbuka, sementara ribuan warga yang kelaparan berdesakan ketika gerbang distribusi hanya dibuka sebentar.

Meski Israel kerap menuduh Hamas menjarah atau mengalihkan bantuan kemanusiaan, ACLED menegaskan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Justru jika Hamas benar melakukannya, menurut laporan itu, reputasi mereka di mata rakyat Gaza akan rusak.

Laporan ACLED ini dirilis pada Rabu (17/9) di tengah invasi Israel yang semakin brutal di Kota Gaza, yang disertai penghancuran sistematis wilayah permukiman penduduk. (Bahry)

Sumber: ACLED