MUI DKI Jakarta dan UIA Gelar Seminar Internasional Bahas Islam dan Identitas Nasional

JAKARTA (jurnalislam.com)– Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta bekerja sama dengan Universitas Islam As-Syafi’iyyah (UIA) menggelar seminar internasional bertema “Islam and National Identity: From Religious Affiliation to Social Responsibility” di Graha Alawiyah, Kampus UIA, Jakarta, Rabu (30/9).

Seminar ini bertujuan meneguhkan dasar akademis dan keagamaan bahwa Islam memiliki khazanah pemikiran klasik yang mendukung integrasi iman, kebangsaan, dan tanggung jawab sosial. Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat kontribusi umat Islam dalam membangun kebangsaan yang konstruktif.

Rektor UIA Prof. Dr. Masduki Ahmad, SH., MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya dialog akademis untuk menjawab tantangan identitas kebangsaan di tengah arus globalisasi.

Ketua Umum MUI DKI Jakarta, KH. Muhammad Faiz, menyatakan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, bahkan dalam kondisi peperangan. “Islam mewajibkan umatnya berlaku baik terhadap tawanan maupun masyarakat sipil,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Syeikh Muhammad Salim Abu ‘Ashi, M.A., Guru Besar Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari Universitas Al-Azhar, Kairo, menegaskan bahwa Islam tidak boleh dipahami berdasarkan tafsir pribadi tanpa landasan keilmuan. Menurutnya, peradaban, aturan, dan norma dalam Islam harus dipelajari dari ulama yang memiliki kapabilitas ilmiah dan kapasitas moral agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. “Pemahaman Islam harus berangkat dari Al-Qur’an dan Hadits,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pandangan tentang cinta tanah air yang kerap dianggap bertentangan dengan ukhuwah Islamiyah yang bersifat universal. Menurutnya, mencintai tanah tumpah darah merupakan bagian dari fitrah manusia dan tidak mungkin dipertentangkan dengan ajaran Islam. “Agama diturunkan Allah untuk kemaslahatan individu maupun kolektif. Karena itu, cinta tanah air justru mendapat wadah dan legitimasi dalam fikih serta kaidah ushul fikih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syeikh Abu ‘Ashi menekankan bahwa keberagaman bangsa, budaya, ras, dan agama merupakan kehendak Allah yang harus disikapi dengan semangat litaarafu atau saling mengenal. Ia menjelaskan bahwa ta’aruf mengandung makna i‘tiraf (pengakuan), bahwa manusia diciptakan berbeda-beda, dan dari pengakuan itu lahirlah ma‘rifah (pemahaman mendalam).

“Dengan kesadaran itu, umat manusia akan terdorong untuk ber-fastabiqul khairat, berlomba dalam kebaikan, serta bertebaran di muka bumi membawa manfaat. Inilah identitas muslim yang sejati, yang mampu memberi kontribusi positif bagi kebangsaan dan persaudaraan,” pungkasnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab bersama peserta. Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali, Sekretaris Umum MUI DKI KH. Auzai Mahfuz, Lc., MA., Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyyah Prof. Dr. H. Dailami Firdaus, SH., LL.M., pengurus MUI DKI, dosen, serta mahasiswa UIA dan PKU.

Raya: Fakta Buruknya Sistem Kesehatan dalam Kapitalisme

Oleh: Firdayanti Solihat (Founder Kristak Bening)

Kesehatan adalah bagian dari kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara. Sayangnya hari ini hal tersebut baru sebatas wacana. Kasus Raya adalah cerminan buruknya pelayanan kesehatan negara terhadap masyarakat.

Raya adalah balita asal Sukabumi yang lahir dari kedua orang tua yang memiliki gangguan kesehatan mental dan sakit-sakitan. Ia meninggal setelah mengalami infeksi berat yang menyebabkan cacing bersarang ditubuhnya. Infeksi tersebut diperparah dengan malnutrisi, stunting, dan meningitis tuberculosis. (kompas.id 26/7/2025).

Raya dibawa ke Rumah Sakit pada tanggal 13/7 oleh tim Rumah Teduh Sukabumi. Saat dibawa, dr. Irfan yang merupakan Humas sekaligus dokter IGD RSUD R. Syamsudin, SH mengatakan kondisinya tidak sadar. Akhirnya setelah berjuang dengan tubuh kecilnya, Raya meninggal dunia pada 22/7. (detik.com 25/8/2025). Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pihak medis, namun kondisinya yang parah membuat upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan nyawanya.

Sayangnya kasus Raya baru mendapat respon dari pemerintah dan pihak-pihak terkait setelah viral. Padahal kondisi Raya tidak terjadi begitu saja. Bahkan untuk pembuatan jaminan kesehatan saja pihak Rumah Teduh mengatakan tidak diberikan kemudahan oleh pihak terkait.

Hal ini menunjukan gagalnya negara memberikan jaminan kesehatan terhadap masyarakat, terutama anak-anak dan kaum rentan. Padahal dalam Islam kesehatan merupakan hak setiap individu yang wajib dijamin oleh negera.

Inilah buah penerapan sistem kapitalisme yang menjadikan fasilitas kesehatan hanya sebagai komoditas, bukan hak warga negara yang harus ditanggung negara. Akibatnya banyak kalangan yang tidak mendapatkan akses kesehatan dengan layak dan mudah. Ditambah dengan regulasi yang rumit, semakin mempersulit keadaan.

Kapitalisme juga membangun pola hubungan individu yang individualis. Sehingga rasa kepedulian, empati dan bahkan kemanusiaan perlahan terkikis hingga habis. Maka tidak heran jika kasus Raya terjadi. Bahkan Raya hanyalah satu dari sekian banyak anak yang menderita akibat dari kejahatan sistem ini.
Sementara itu Islam menjaga kondisi sosial masyarakat yang membuat rasa peduli antar sesama tumbuh dengan sendirinya. Ini lahir dari ketaqwaan yang menjadi pondasi. Maka saat melihat saudara ataupun tetangganya dalam kesulitan, ia akan cepat memberikan pertolongan.

Hal ini tentunya karena Islam merupakan sistem yang lahir dari Sang Pencipta, bukan akal manusia yang terbatas dan seringkali aturan yang lahir berbasis emosional, bahkan cenderung berpihak pada beberapa kalangan, layaknya kapitalisme. Namun Islam adalah aturan yang menjaga fitrah siapapun, dari kalangan manapun.

Dalam hal ini negara wajib memberikan fasilitas kesehatan terbaik bagi seluruh masyarakat dengan cuma-cuma dengan kemudahan yang bisa diakses oleh siapapun. Seperti yang pernah terjadi ketika masa peradaban Islam.

Pelayanan kesehatan pada masa peradaban Islam dibagi menjadi tiga aspek. Pertama, pembudayaan hidup sehat. Hal ini dilakukan dengan meneladani kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sehari-hari. Seperti menjaga kebersihan, makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang, lebih bayak makan buah, mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga air, dan sepertiga udara, puasa Senin-Kamis, mengonsumsi madu, susu kambing, dan lain sebagainya. Pada abad 800an masehi peradaban Islam sudah memiliki madrasah dimana-dimana. Maka otomatis banyak masyarakat yang paham bagaimana menjaga pola hidup sehat.

Kedua, pemajuan ilmu dan teknologi kesehatan. Melalui haditsnya, “Tidak ada penyakit yang Allah ciptakan, kecuali Dia juga menciptakan cara penyembuhannya” (HR. Bukhari), Rasulullah menjadi inspirator utama dalam kedokteran Islam. Banyak ilmuan muslim yang lahir dan berjasa besar pada masa ini. Beberapa diantaranya Jabir al-Hayan (721-815) yang menemukan teknologi destilasi, pemurnian alkohol untuk disinfektan, dan mendirikan apotik pertama di Baghdad.

Selanjutnya ada Muhammad ibn Zakariya ar-Razi (865-925 M) yang melakukan eksperimen terkontrol dan observasi klinis, serta menolak beberapa metode Galen dan Aristoteles yang pendapat-pendapatnya hanya berlandaskan filsafat, tidak dibangun dari eksperimennya yang dapat diverifikasi. Pada 1037 Ibnu Sina menemukan thermometer meski standarisasinya baru dilakukan oleh Celcius dan Fahrenheit berabad-abad kemudian.

Ibnu an-Nafis adalah Bapak Fisiologi peredaran darah yang merupakan perintis bedah manusia. Pada tahun 1242 ia sudah dapat menerangkan secara benar sirkulasi peredaran darah jantung-paru-paru. Di Barat baru tahun 1628 William Harvey menemukan hal yang sama. Dan masih banyak lagi ilmuan lainnya yang muncul dimasa peradaban Islam.

Ketiga, penyediaan infrastruktur dan fasilitas kesehatan. Dalam hal ini negara membangun rumah sakit di hampir semua kota di Daulah Islam. Di Cairo rumah sakit Qalaqun dalam menampung hingga 8000 pasien, bukan hanya sakit fisik tapi sakit jiwa. Selain itu rumah sakit ini juga sudah digunakan untuk pendidikan universitas dan riset. Ia juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Dan yang paling penting, seluruh masyarakat bisa menikmati fasilitas tersebut secara cuma-cuma.

Hal ini tentunya tidak akan kita temui dalam sistem kapitalisme yang menjadikan semua fasilitas umum sebagai barang mewah. Pada akhirnya sistem ini hanya menambah penderitaan masyarakat. Maka solusi terbaik dalam menuntaskan segala permasalahan yang ada, termasuk kasus Raya adalah dengan menerapkan kembali sistem Islam.

Wallahu a’lam Bisshowab

Jaga Stabilitas Perdamaian di Kawasan, PUI Dorong Pemilu Bebas dan Transparan di Bangsamoro

JAKARTA (jurnalislam.com)– Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI), salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, menyerukan pentingnya penyelenggaraan pemilihan parlemen pertama di Bangsamoro, Kawasan Otonomi di Mindanao, Filipina Selatan, yang berlangsung secara jujur, adil, dan transparan. Seruan ini disampaikan menyusul adanya dinamika dan perhatian internasional, termasuk rencana penundaan yang berpotensi mengganggu proses perdamaian.

Dalam pernyataan resminya, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI, Dr. Adhe Nuansa Wibisono, menekankan bahwa langkah demokratis ini merupakan momen krusial bagi masa depan masyarakat Bangsamoro yang mayoritas Muslim.

“Pemilu yang berintegritas di Bangsamoro bukan sekadar urusan prosedural, tetapi merupakan upaya bersama untuk merajut keadilan, menumbuhkan kepercayaan sosial, dan membangun pondasi pembangunan inklusif pasca-konflik,” tegas Wibisono, pada Rabu (24/09/2025) di Jakarta.

Sebagai ormas Islam yang aktif dalam diplomasi publik dan isu-isu kemanusiaan di kawasan Asia Tenggara, PUI memandang stabilitas Mindanao memiliki implikasi langsung terhadap keamanan dan perdamaian regional. Posisi ini mempertegas peran strategis organisasi sipil keagamaan dalam mendorong dialog dan penyelesaian konflik secara damai, yang melampaui batas-batas nasional.

Dr. Wibisono, yang juga menjabat sebagai President South Asian Youth Organization (SAYO) Turkey, lebih lanjut menyoroti pentingnya kolaborasi semua pihak.

“Partisipasi penuh dari semua elemen, termasuk masyarakat sipil, pemerintah lokal dan pusat, tokoh adat, perempuan, pemuda, serta mantan kombatan yang telah berintegrasi, adalah kunci kesuksesan. Kami mendorong pemerintah Manila untuk mengedepankan empati dan dialog, karena pendekatan intervensi dan penundaan justru kontra-produktif dan dapat menjadi beban baru,” jelas ahli keamanan internasional lulusan Turkish National Police Academy tersebut.

Pernyataan solidaritas kuat juga disampaikan untuk masyarakat Bangsamoro. Wibisono menyatakan, “Generasi muda, tokoh perempuan, dan seluruh elemen masyarakat Bangsamoro harus yakin bahwa masa depan benar-benar ada dalam genggaman mereka. Keadilan adalah visi besar yang dapat diwujudkan. PUI berdiri bersama dalam semangat solidaritas keumatan.”

Terkait isu intervensi dan rencana penundaan pemilu yang mengundang kekhawatiran para pengamat, Wibisono mengingatkan bahwa mengedepankan proses yang fair dan mandiri justru merupakan solusi strategis. Langkah ini bukan hanya akan meredam potensi konflik di Mindanao, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas nasional Filipina di tengah berbagai tantangan internal yang dihadapi Manila.

DPP PUI juga mendorong komunitas internasional, organisasi Islam global, dan jejaring masyarakat sipil untuk turut aktif mengawal dan mendukung proses pemilu ini agar bebas dari intimidasi dan manipulasi. Peran pengawasan independen dinilai crucial untuk memastikan terciptanya suasana saling percaya.

Pada akhirnya, PUI meyakini bahwa perdamaian dan kemakmuran Bangsamoro akan memberikan efek domino positif bagi Filipina dan kawasan. “Ketika Bangsamoro damai dan adil, bukan hanya Mindanao yang sejahtera, tetapi stabilitas yang ditimbulkannya akan menguntungkan Manila dan seluruh Filipina. Mewujudkan pemilu berintegritas adalah kontribusi nyata bagi perdamaian berkelanjutan di Asia Tenggara,” pungkas Dr. Wibisono penuh harap.

Trump Rilis 20 Poin Rencana Akhiri Perang Gaza, Israel Dukung, Hamas Skeptis

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Gedung Putih merilis rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang Israel di Jalur Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan mendukung proposal tersebut usai bertemu Trump di Gedung Putih, Senin (29/9).

Namun, Hamas menegaskan belum menerima proposal itu. Seorang pejabat kepada AFP mengatakan, “Kami akan mempelajarinya dan merespons setelah kami menerimanya.” Pejabat Hamas Mahmoud Mardawi kepada Al Jazeera menilai rencana tersebut “cenderung ke arah perspektif Israel.”

𝗜𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗽𝗼𝘀𝗮𝗹 𝗧𝗿𝘂𝗺𝗽

Berikut 20 poin utama rencana yang dirilis Gedung Putih:

1. Gaza akan menjadi zona bebas teror yang dideradikalisasi.

2. Gaza dibangun kembali untuk kepentingan rakyatnya.

3. Jika disetujui, perang segera berakhir dan IDF mundur ke garis yang disepakati.

4. Dalam 72 jam setelah Israel menerima perjanjian, semua sandera (hidup maupun jenazah) dikembalikan.

5. Setelah pembebasan sandera, Israel akan membebaskan 250 tahanan seumur hidup dan 1.700 warga Gaza yang ditahan pasca 7 Oktober 2023.

6. Anggota Hamas yang mau berdamai dan menonaktifkan senjata diberi amnesti; yang ingin keluar Gaza mendapat perjalanan aman.

7. Bantuan penuh segera masuk ke Gaza, sesuai perjanjian 19 Januari 2025.

8. Distribusi bantuan dilakukan PBB, Bulan Sabit Merah, dan lembaga internasional. Perlintasan Rafah dibuka.

9. Gaza dipimpin pemerintahan transisi teknokrat Palestina dengan pengawasan badan internasional baru bernama “Dewan Perdamaian” yang diketuai Trump bersama tokoh internasional termasuk Tony Blair.

10. Panel pakar pembangunan Timur Tengah menyusun rencana rekonstruksi Gaza.

11. Dibentuk zona ekonomi khusus dengan akses istimewa ke negara peserta.

12. Tidak ada pemaksaan migrasi. Warga bebas tinggal, pergi, atau kembali.

13. Hamas dan faksi lain dilarang ikut pemerintahan Gaza. Semua infrastruktur militer dihancurkan, proses demiliterisasi diawasi pemantau independen.

14. Mitra regional menjamin Gaza Baru tidak jadi ancaman bagi negara tetangga.

15. Dibentuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk melatih polisi Palestina dan mengamankan perbatasan bersama Mesir dan Israel.

16. Israel tidak akan mencaplok Gaza. IDF secara bertahap menyerahkan wilayah ke ISF hingga penarikan penuh.

17. Jika Hamas menolak, bantuan tetap berjalan di wilayah bebas teror yang dikuasai ISF.

18. Dibangun dialog antaragama untuk mendorong toleransi Palestina-Israel.

19. Jika reformasi PA berjalan, akan muncul jalur menuju kenegaraan Palestina.

20. AS memfasilitasi dialog Israel-Palestina menuju koeksistensi damai.

Rencana ini menempatkan Gaza di bawah pemerintahan transisi internasional dengan Trump sendiri sebagai ketua Dewan Perdamaian. Proposal ini mengingatkan pada Deal of the Century yang diluncurkan Trump pada 2020, namun kini diperluas hingga rekonstruksi ekonomi, demiliterisasi, dan jalur menuju kenegaraan Palestina.

Sumber: TNA

Serangan Bertubi-tubi Brigade Al-Quds & Al-Qassam, Tentara Israel Tewas dan Luka Serius

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap militer kelompok Perlawanan Palestina terus meningkatkan serangan terhadap pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza.

Brigade Al-Quds, sayap militer gerakan Jihad Islam, pada Senin (29/9/2025) mengumumkan para pejuangnya berhasil menembak seorang tentara Israel di sekitar Kamp Al-Shati, Kota Gaza.

“Para pejuang kami berhasil menembak seorang tentara Zionis di atas salah satu rumah di sekitar Kamp Al-Shati di Kota Gaza, dan langsung mengenainya,” kata Brigade tersebut dalam pernyataan resminya.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, bentrokan hebat terjadi di lingkungan Nasr, sebelah barat Kota Gaza, di mana pejuang Perlawanan menembakkan rudal anti-tank ke arah pasukan Israel. Helikopter Israel dilaporkan dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Brigade itu juga menyatakan berhasil menyita sebuah pesawat quadcopter milik militer Israel yang sedang menjalankan misi intelijen di Gaza tengah.

Dalam insiden sebelumnya pada Sabtu (27/9), Brigade Al-Quds mengaku terlibat bentrokan dengan unit pasukan khusus Israel di lingkungan Tel al-Hawa, selatan Kota Gaza. Mereka menyebut berhasil menghancurkan sebuah kendaraan militer Israel dengan rudal MK84 sisa pengeboman Israel di dekat Rumah Sakit Al-Quds, yang menimbulkan korban tewas dan luka di pihak Zionis.

Sementara itu, Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, menyatakan bahwa mereka telah menargetkan pos komando dan kendali Israel di timur permukiman al-Tuffah, Kota Gaza, dengan tembakan mortir.

Militer Israel (IDF) sendiri mengakui adanya serangan besar terhadap pasukan mereka pada Senin sore (29/9). Menurut pengumuman IDF, lima tentara Israel, termasuk dua perwira, mengalami luka serius, sementara enam lainnya luka ringan setelah sebuah sel Hamas yang terdiri dari lima pejuang menyusup ke sebuah kamp militer di Kota Gaza dan meledakkan dua alat peledak terhadap tank dari Batalyon ke-82 Brigade Lapis Baja ke-7.

Dalam baku tembak berikutnya, IDF mengklaim dua anggota Hamas gugur, sementara tiga lainnya berhasil melarikan diri.

“Seorang petugas medis, seorang perwira tank, dan tiga prajurit kami mengalami luka serius. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit,” demikian pernyataan militer Israel.

Beberapa jam sebelum serangan, dua roket diluncurkan dari Gaza utara menuju wilayah Nahal Oz. IDF mengatakan roket tersebut jatuh di dalam Gaza dan tidak menyeberang ke wilayah Israel.

Di Tepi Barat, seorang tentara Israel dari Brigade Pasukan Terjun Payung tewas dalam serangan serudukan pada Ahad (28/9), menurut laporan media Israel.

Serangkaian serangan ini menunjukkan bahwa perlawanan Palestina terus melancarkan operasi militer meski pasukan Zionis menggencarkan serangan besar-besaran untuk menghancurkan kelompok-kelompok perlawanan di Gaza.

Sumber: PC, TOI

Brigade Al-Qassam Serbu Kompleks Militer Israel di Tenggara Khan Yunis

GAZA (jurnalislam.com)– Brigade Al-Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, merilis rekaman operasi militer di tenggara Khan Yunis, Jalur Gaza selatan. Video tersebut ditayangkan di saluran Al Jazeera Mubasher pada Ahad malam (28/9) dan memperlihatkan detik-detik serangan para pejuang Qassam terhadap kompleks militer Israel yang baru dibangun.

Dalam pernyataannya, Al-Qassam menyebut serangan itu berlangsung pada 20 Agustus lalu, sebagai bagian dari rangkaian operasi “Batu Daud”. Video yang dipublikasikan menunjukkan para pejuang muncul dari mulut terowongan, bergerak menuju kompleks militer Israel yang baru dibangun di bawah tembakan gencar, lalu terlibat kontak senjata jarak dekat.

Bersenjatakan rudal anti-tank, senapan mesin, bahan peledak, hingga bom bunuh diri, para pejuang menargetkan posisi militer Israel dan sejumlah tank Merkava 4 yang menjaga lokasi tersebut. Api dan asap hitam tampak membubung dari kompleks itu disertai teriakan takbir para pejuang.

Dalam rekaman video, Al-Qassam menegaskan, “Pejuang Qassam menyerbu lokasi tersebut dengan satu peleton infanteri dan menargetkan sejumlah pengawal tank Merkava 4 dengan sejumlah bom Shawaza dan bom bunuh diri, serta peluru Yasin 105.”

Pasukan pendukung jarak dekat juga melancarkan serangan ke rumah-rumah yang ditempati tentara Israel.

“Kami menembakkan enam peluru anti-benteng dan anti-personel serta tembakan senapan mesin,” lanjut pernyataan dalam video.

Sejumlah pejuang kemudian menyerbu rumah-rumah tersebut dan menewaskan tentara Israel dari jarak dekat dengan senjata ringan, granat tangan, dan tembakan penembak jitu. Menurut Al-Qassam, salah seorang pejuang berhasil menembak mati komandan tank Merkava 4.

Untuk memutus jalur bala bantuan, para pejuang menggempur daerah sekitar dengan mortir. “Lokasi operasi juga digempur dengan beberapa mortir untuk memastikan mundurnya Mujahidin,” demikian disebutkan dalam video.

Ketika pasukan penyelamat Israel tiba di lokasi, seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di antara mereka, menimbulkan lebih banyak korban. Operasi itu berlangsung beberapa jam hingga kedatangan helikopter evakuasi Israel.

Seorang komandan lapangan Qassam menuturkan bahwa operasi ini direncanakan setelah para pejuang memantau posisi Israel selama 24 jam penuh, meski wilayah tersebut dikuasai udara oleh militer Zionis. Menurutnya, hasil pengamatan itu memungkinkan Al-Qassam mengeksekusi serangan dengan presisi dan berhasil menguasai lokasi sementara waktu sebelum mundur.

Militer Israel belakangan mengakui bahwa investigasi internal menemukan kesamaan pola serangan Khan Yunis dengan operasi 7 Oktober 2023 yang dikenal sebagai Operasi Thaufan Al-Aqsa.

Tentara Israel Tewas dalam Serangan di Tepi Barat, Pelaku Palestina Gugur Ditembak Pasukan Zionis

TEPI BARAT (jurnalislam.com)– Seorang tentara Israel tewas dalam sebuah serangan di Persimpangan Jit, Tepi Barat utara, pada Ahad (28/9). Militer Zionis menyebut insiden itu sebagai serangan penabrakan kendaraan yang disertai tembakan.

Menurut keterangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seorang warga Palestina yang mengendarai truk melaju kencang ke arah pasukan Zionis di lokasi tersebut, menabrak seorang tentara, lalu bertabrakan dengan sebuah kendaraan lain. Pasukan kemudian melepaskan tembakan dan menewaskan pengemudi truk yang diidentifikasi sebagai penduduk kota Nablus.

Tentara yang terbunuh adalah Sersan Staf Inbar Avraham Kav, 20 tahun, dari Batalyon ke-890 Brigade Paratroopers, yang berasal dari kota Lotem di utara. Ia mengalami luka parah di kepala dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Beilinson di Petah Tikva, namun akhirnya meninggal dunia.

IDF mengatakan Kav juga terkena tembakan saat pasukan melepaskan peluru ke arah pelaku. Usai kejadian, militer Zionis memblokir pintu masuk ke Nablus serta desa-desa di sekitarnya. Media Palestina melaporkan, tentara Israel juga menutup akses menuju Qalqilya dan desa-desa di sepanjang Rute 55 yang menghubungkan Nablus dengan kota tersebut.

Serangan ini terjadi hanya sepuluh hari setelah dua tentara Israel tewas dalam serangan di perlintasan perbatasan Jembatan Allenby dengan Yordania. Penyerang dalam peristiwa itu adalah seorang warga negara Yordania yang mengendarai truk bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza. (Bahry)

Sumber: TOI

Al-Qassam Desak Israel Hentikan Serangan untuk Selamatkan Dua Tawanan

GAZA (jurnalislam.com)– Sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, mendesak militer Israel menghentikan sementara serangan udara dan menarik pasukannya dari sebagian Kota Gaza pada Ahad (28/9/2025). Desakan itu disampaikan setelah pihaknya kehilangan kontak dengan dua tawanan Israel.

“Nyawa kedua tawanan berada dalam bahaya nyata, dan pasukan Israel harus segera mundur ke selatan Jalan 8 dan menghentikan operasi udara selama 24 jam mulai pukul 18.00 hari ini untuk memungkinkan upaya penyelamatan para tawanan,” tulis Brigade Al-Qassam dalam pernyataannya.

Menurut Al-Qassam, hilangnya kontak disebabkan oleh intensitas serangan udara dan darat Israel dalam 48 jam terakhir di wilayah selatan Kota Gaza.

Sebelumnya, Al-Qassam juga pernah mengumumkan kehilangan kontak dengan seorang tawanan Israel-Amerika, yang kemudian dibebaskan beberapa hari setelah pengumuman tersebut.

Sejak operasi militer besar-besaran di Kota Gaza, Israel berulang kali memerintahkan warga Palestina untuk mengungsi ke selatan. Namun di tengah desakan internasional, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap menegaskan di Majelis Umum PBB bahwa pihaknya akan “menyelesaikan tugas” di Gaza.

Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 66.005 orang gugur, mayoritas warga sipil, akibat genosida Israel. Angka tersebut dianggap kredibel oleh PBB.

Sementara itu, dari 251 orang yang diculik pada serangan 7 Oktober tahun lalu, militer Israel menyebut masih ada 47 orang yang ditahan di Gaza, termasuk 25 orang yang dinyatakan telah tewas. (Bahry)

Sumber: TNA

Lavrov di PBB: Rusia Tidak Pernah Berniat Menyerang NATO atau Uni Eropa

NEW YORK (jurnalislam.com)– Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dalam pidatonya di sidang ke-80 Majelis Umum PBB pada Sabtu (27/9), menegaskan bahwa Moskow “tidak pernah, dan tidak memiliki” niat untuk menyerang NATO maupun Uni Eropa. Ia menekankan bahwa setiap bentuk agresi terhadap Rusia akan “ditolak dengan tegas.”

“Kami telah berulang kali mengusulkan kepada negara-negara anggota NATO agar mereka menghormati komitmen mereka dan menyepakati jaminan keamanan yang mengikat secara hukum. Namun, usulan kami telah diabaikan,” kata Lavrov.

Ia juga menyoroti meningkatnya retorika ancaman terhadap Rusia yang kerap dituduh berencana menyerang negara-negara NATO dan Uni Eropa.

“Presiden Vladimir Putin telah berulang kali membantah provokasi semacam itu. Rusia tidak pernah, dan tidak memiliki, niat seperti itu. Namun, setiap agresi terhadap negara saya akan ditolak dengan tegas. Tidak perlu diragukan lagi,” ujarnya.

Pernyataan Lavrov muncul di tengah meningkatnya tuduhan Barat yang menyoroti kemungkinan Rusia akan memperluas konflik ke wilayah Eropa. Moskow menilai isu tersebut hanyalah bagian dari kampanye provokatif untuk membenarkan kehadiran dan ekspansi militer NATO di kawasan. (Bahry)

Sumber: AA

Ketua MPR Buka Munas II Alumni Timur Tengah, Dorong Peran di Sektor Ekonomi

JAKARTA (jurnalislam.com)– Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 pada Sabtu–Ahad, 27–28 September 2025, di Grand Paragon Hotel, Jakarta. Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengusung tema “Meneguhkan Solidaritas, Mengawal Peradaban, Mewujudkan Indonesia Emas 2045” dan dihadiri oleh anggota JATTI dari berbagai penjuru Tanah Air serta perwakilan duta besar negara-negara Timur Tengah.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir sebagai pembicara kunci. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa alumni Timur Tengah memiliki keistimewaan dibandingkan lulusan luar negeri lainnya.

“Setidaknya ada dua keunggulan utama. Pertama, penguasaan bahasa asing, minimal bahasa Arab, sering kali ditambah dengan bahasa Inggris. Kedua, pemahaman ilmu agama yang mendalam, yang membuat mereka langsung diakui masyarakat sebagai figur ulama atau kiai,” ujar Muzani.

Namun ia mengingatkan, keunggulan tersebut jangan sampai membatasi ruang gerak alumni Timur Tengah. Menurutnya, peran mereka di bidang dakwah dan pendidikan memang sudah signifikan, tetapi kontribusi di sektor ekonomi masih relatif kecil.

“Dunia dakwah dan pendidikan juga membutuhkan dukungan ekonomi yang kuat. Sayangnya, masih sedikit yang terjun di sektor ekonomi,” katanya. Muzani menambahkan, berdasarkan pertemuannya dengan para duta besar negara-negara Arab, terbuka peluang besar bagi para ahli pertanian, peternakan, dan konstruksi asal Indonesia.

“Saya berharap JATTI ke depan dapat menjadi motor penggerak bukan hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam membangun kerja sama ekonomi yang nyata,” imbuh mantan Sekjen Partai Gerindra itu.

Muzani menilai, kemampuan bahasa dan pemahaman agama menjadi modal sosial kuat bagi alumni Timur Tengah sehingga wajar jika banyak yang aktif di bidang dakwah dan pendidikan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya diversifikasi peran agar alumni juga mampu menopang pembangunan bangsa di sektor strategis lainnya.

“Sedikit sekali yang bergerak di bidang ekonomi. Padahal pendidikan dan dakwah itu butuh ekonomi. Harus ada alumni JATTI yang bergerak di bidang konstruksi, peternakan, pertanian, dan lainnya, bukan hanya urusan umrah dan haji,” tegas Muzani.

Sebelumnya, Ketua Umum JATTI KH Bachtiar Nasir (UBN) dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk meninggalkan friksi internal dan fokus pada transformasi organisasi. Ia juga mengingatkan agar alumni tidak terjebak dalam perdebatan maupun sikap menyalahkan pihak lain terkait isu global seperti Palestina.

“Tidak mudah mempersatukan para alumni Timur Tengah di Indonesia. Karena itu, saya mengajak agar kita tidak terlalu berbesar hati menyalahkan orang-orang Timur Tengah mengapa mereka tidak membela Palestina. Sebab kita sendiri masih perlu dikoreksi,” kata UBN.

UBN menegaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat peradaban Islam dunia. Dengan memanfaatkan jaringan alumni Timur Tengah, JATTI berencana menarik ulama dan profesor terkemuka dari Timur Tengah untuk datang dan bermigrasi ke Indonesia.

“Indonesia punya peluang besar. Ulama dan profesor dari Timur Tengah siap datang ke Indonesia. Mari kita jadikan negeri ini sebagai epicentrum peradaban Islam,” ujarnya.

Munas II JATTI menjadi momentum konsolidasi nasional bagi para alumni Timur Tengah. Selain memperkuat peran di bidang dakwah dan pendidikan, organisasi ini juga menargetkan kontribusi lebih luas di sektor ekonomi dengan menjadikan jaringan Timur Tengah sebagai mitra utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.