Pulihkan Citra Israel, Netanyahu: Medan Perang Terpenting Saat Ini adalah Media Sosial

NEW YORK (jurnalislam.com)– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut media sosial sebagai “senjata” dalam upaya memperkuat citra Israel yang kian terpuruk di Amerika Serikat, di tengah meningkatnya kemarahan internasional atas genosida di Jalur Gaza.

Dalam pertemuan dengan sejumlah influencer pro-Israel di Konsulat Jenderal Israel di New York, Jumat (26/9/2025), Netanyahu menegaskan bahwa medan perang terpenting saat ini adalah media sosial.

“Kita harus berjuang dengan senjata yang relevan dengan medan perang tempat kita terlibat, dan yang terpenting ada di media sosial,” katanya, seperti terekam dalam video yang diunggah influencer Debra Lea di akun X miliknya.

Netanyahu menyoroti rencana akuisisi operasi TikTok di Amerika Serikat oleh konsorsium perusahaan Amerika yang dipimpin pengusaha pro-Israel. Ia menyebut kesepakatan itu sebagai “pembelian terpenting yang sedang berlangsung saat ini.” TikTok, platform asal Tiongkok, belakangan mendapat tekanan dari anggota Kongres AS pro-Israel karena banyaknya konten pro-Palestina yang diyakini memengaruhi opini generasi muda Amerika.

Selain TikTok, Netanyahu juga menyebut platform X (dulu Twitter). “Kita harus berbicara dengan Elon [Musk]. Dia bukan musuh, melainkan teman,” ujarnya. Sejak diakuisisi Musk, X kerap disebut sebagai kanal disinformasi sayap kanan dan anti-imigran.

Komentar Netanyahu muncul bertepatan dengan langkah Presiden AS Donald Trump yang menandatangani perintah eksekutif untuk menyetujui pengalihan operasi TikTok di AS. Trump menyebut konsorsium investor yang terlibat mencakup Oracle, Michael Dell, dan Rupert Murdoch. Ketiganya dikenal memiliki hubungan erat dengan Israel, baik melalui dukungan politik, media, maupun teknologi militer.

Netanyahu, yang saat ini dicari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan perang di Gaza, menegaskan bahwa pengaruh atas TikTok dan X akan memberi keuntungan besar bagi Israel.

Pernyataannya muncul di tengah isolasi internasional yang semakin kuat terhadap Israel, seiring perang genosida di Gaza memasuki tahun kedua. Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat lebih dari 65.000 warga Palestina telah gugur, mayoritas perempuan dan anak-anak. Jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi.

Pada Sidang Majelis Umum PBB ke-80 di New York, pidato Netanyahu bahkan disampaikan di hadapan aula yang dipenuhi kursi kosong, setelah banyak delegasi memilih walkout sebagai bentuk protes atas agresi Israel di Gaza. (Bahry)

Sumber: TNA

Dari Rudal Badr-3 hingga Hancurnya Kendaraan Zionis, Saraya al-Quds Tegaskan Perlawanan Terus Berlanjut

GAZA (jurnalislam.com)– Brigade Saraya al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina (PIJ), pada Jumat (26/9/2025) mengumumkan keberhasilan sejumlah operasi militer yang dilakukan pasukannya melawan penjajah Zionis di Jalur Gaza dan wilayah pendudukan.

Dalam keterangannya, Saraya al-Quds menyebut, “Pasukan rudal Saraya al-Quds membombardir kota Ashdod dan Ashkelon yang diduduki dengan rudal Badr-3 pada pekan lalu sebagai tanggapan atas kejahatan musuh Zionis terhadap rakyat Palestina kami.”

Selain itu, pasukan anti-tank Saraya al-Quds dilaporkan berhasil menargetkan tank Merkava Zionis dengan rudal tandem di persimpangan Jalan Al-Uyun dan jembatan di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza, pada 23 September 2025. Aksi tersebut juga dilakukan bersama Brigade Al-Nasser Salah al-Din.

Saraya al-Quds menambahkan, “Setelah para pejuang kami kembali dari garis depan, mereka melaporkan telah menghancurkan sebuah kendaraan militer Zionis dengan alat peledak berkekuatan tinggi di dekat persimpangan Jalan Al-Jalaa dan Jalan Al-Oyoun di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza, pada 23 September 2025.”

Brigade Saraya al-Quds menegaskan bahwa operasi-operasi tersebut adalah bagian dari perlawanan berkelanjutan rakyat Palestina menghadapi agresi militer Israel.

Anies Baswedan Ajak Anak Muda Bangun Kepemimpinan dan Integritas di Bangil Moeslim Fest

PASURUAN (jurnalislam.com)– Bangil Moeslim Fest menggelar Tabligh Akbar yang menghadirkan Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D. pada Jumat malam (26/9/2025) di Masjid Manarul Islam Bangil, Pasuruan.

Dalam tausiyahnya, Anies menekankan pentingnya membangun karakter kepemimpinan sejak muda. Menurutnya, kepemimpinan bukan semata soal jabatan, melainkan kemampuan mengendalikan diri sekaligus diikuti secara sukarela oleh orang lain.

“Wahai generasi baru, tumbuhkan kemampuan kepemimpinan. Anak muda disebut pemimpin bila ada pengikut, bukan karena posisi atau jabatan. Pemimpin itu diikuti secara sukarela, sementara pejabat diikuti walau tidak sukarela,” jelasnya.

Anies juga menegaskan bahwa masa depan bangsa membutuhkan karakter integritas yang kuat, yaitu kejujuran dan keselarasan dengan nilai agama, budaya, serta kepentingan umum. Ia menyinggung bahwa akar dari maraknya korupsi adalah rapuhnya integritas.

“Korupsi itu hanya gejala, penyakitnya adalah integritas. Karena itu, pemberantasan korupsi tidak cukup dengan hukum saja, tapi harus dimulai dengan membangun integritas sejak muda,” tegasnya.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendorong anak muda untuk memperbanyak tulisan sebagai bekal melatih pola pikir yang sistematis. “Untuk bisa menulis harus membaca, tapi kalau membaca belum tentu bisa menulis. Saya usul kemampuan menulis ini dipertajam,” pesannya.

Acara Tabligh Akbar tersebut dipadati anak-anak muda yang antusias memenuhi Masjid Manarul Islam Bangil.

Kontributor: Bahry

Tangisan Sunyi Anak Gaza: Sepertiga Tak Makan Seharian, Ratusan Mati Kelaparan

GAZA (jurnalislam.com)– Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan kondisi memilukan anak-anak di Gaza yang kian terjebak dalam kelaparan akibat blokade Israel. Satu dari tiga anak di Gaza tidak mendapatkan makanan sama sekali dalam 24 jam terakhir.

“Menurut penilaian kebutuhan cepat di Gaza oleh IRC, satu dari tiga anak kecil tidak mendapatkan makanan seharian penuh dalam 24 jam terakhir,” kata UNRWA dalam pernyataan pada Jumat (26/9/2025).

UNRWA menegaskan, “dampak pada anak-anak dan masa kecil mereka tak tertahankan.” Akibat kondisi yang mengerikan ini, banyak anak Gaza terpaksa bekerja, mengemis, bahkan menjarah demi bertahan hidup.

Badan PBB tersebut kembali menyerukan gencatan senjata segera. “Anak-anak Gaza membutuhkan #GencatanSenjataSekarang,” tegas UNRWA.

Komite Penyelamatan Internasional (IRC) juga melaporkan temuan serupa: 70 persen anak di Gaza mengalami kesulitan tidur, hampir satu dari lima anak menarik diri atau diam, dan hanya 1 persen rumah tangga yang memiliki ketahanan pangan. Sebagian besar keluarga dengan anak balita melaporkan tanda-tanda malnutrisi yang jelas.

Sejak 2 Maret lalu, Israel menutup semua penyeberangan ke Gaza, mencegah masuknya makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan. Meski ada truk-truk bantuan di perbatasan, Israel hanya mengizinkan masuk dalam jumlah sangat terbatas, jauh dari kebutuhan minimum penduduk yang kelaparan. Lebih buruk lagi, sebagian bantuan dijarah oleh geng-geng yang menurut otoritas Gaza dilindungi oleh Israel.

Pada 22 Agustus, Inisiatif Global Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) menyatakan terjadinya bencana kelaparan di Kota Gaza dan memperingatkan bahwa kondisi itu akan menyebar ke Deir al-Balah serta Khan Younis pada akhir September.

Hingga kini, genosida Israel telah menewaskan setidaknya 65.502 warga Palestina dan melukai 167.376 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Dari jumlah itu, sedikitnya 442 korban jiwa adalah anak-anak yang meninggal akibat kelaparan. (Bahry)

Sumber: TRT

PBB: Israel Hantam Gaza Setiap 8 Menit, Ribuan Warga Mengungsi

NEW YORK (jurnalislam.com)– Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dampak menghancurkan bagi warga sipil Gaza seiring pasukan Israel meningkatkan serangan udara di wilayah kantong yang terkepung tersebut.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengutip laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menyebut bahwa Israel menggencarkan serangan selama 24 jam terakhir.

“Rata-rata, ini berarti serangan udara setiap delapan atau sembilan menit,” katanya kepada wartawan, Jumat (26/9/2025).

Dujarric mengungkapkan, pada Kamis (24/9) saja, sekitar 16.500 warga mengungsi dari Gaza Utara menuju selatan. Tim PBB tetap siaga di sepanjang rute pengungsian untuk memberi pertolongan psikososial, merujuk orang ke layanan khusus, serta mengedukasi warga mengenai bahaya persenjataan yang belum meledak.

Meski demikian, ratusan ribu orang masih bertahan di Kota Gaza di tengah situasi tidak aman. Mereka sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan, sementara banyak layanan penting terpaksa ditutup atau direlokasi.

Terkait blokade Israel, Dujarric menyebut bahwa pada hari yang sama, dari 15 pergerakan bantuan kemanusiaan yang dikoordinasikan dengan otoritas Israel, hanya tujuh yang difasilitasi sepenuhnya. OCHA menegaskan pihaknya terus mendesak Israel agar membuka akses tanpa hambatan bagi bantuan ke dan melintasi Jalur Gaza.

Sementara di Tepi Barat, lebih dari 3.000 warga Palestina separuhnya anak-anak telah mengungsi akibat serangan pemukim ilegal Israel dan pembatasan akses sejak Oktober 2023.

Sejak awal agresi Oktober 2023, lebih dari 65.400 warga Palestina syahid akibat serangan Israel di Gaza, menurut data Kementerian Kesehatan setempat. Angka itu, kata PBB, dianggap dapat diandalkan. (Bahry)

Sumber: TRT

Pidato Netanyahu di PBB Disambut Walkout Massal, Israel Kian Terisolasi

NEW YORK (jurnalislam.com)– Pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di hadapan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (26/9/2025) disambut aksi walkout massal oleh para delegasi. Peristiwa ini menyoroti semakin terisolasinya Israel di panggung dunia seiring perang Gaza memasuki tahun kedua.

Netanyahu yang naik podium pada sesi pagi melontarkan pernyataan kontroversial. Ia menyebut Israel sedang berperang dengan tujuh negara, sekaligus menyalahkan dunia internasional karena tidak mendukung Israel. “Ini bukan dakwaan terhadap Israel, ini dakwaan terhadap Anda,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Netanyahu membantah tudingan bahwa Israel secara sengaja menargetkan warga sipil di Gaza. Ia bahkan menuduh Hamas sebagai penyebab krisis pangan.

“Jika ada warga Gaza yang tidak memiliki cukup makanan, itu karena Hamas mencurinya,” klaimnya.

Netanyahu juga menolak tudingan adanya kelaparan paksa di Jalur Gaza. “Hamas mengancam warga sipil Gaza dan menggunakan mereka sebagai perisai manusia, yang oleh pers Barat dibeli mentah-mentah,” katanya.

Namun, pernyataan itu tidak dihiraukan. Saat ia mulai berbicara, puluhan delegasi dari negara-negara Muslim, Arab, Afrika, Amerika Latin, hingga sebagian Eropa bangkit meninggalkan ruangan. Hanya Amerika Serikat, beberapa sekutu Pasifik, dan segelintir negara lain yang tetap bertahan.

Fenomena kursi kosong itu mencerminkan ketidakpopuleran Netanyahu di dunia internasional, terlebih setelah Inggris, Kanada, Australia, dan Prancis bergabung dengan lebih dari 140 negara lain yang secara resmi mengakui Palestina sebagai negara merdeka.

Ketegangan juga tampak dari kedatangan Netanyahu di New York. Penerbangannya menghindari wilayah udara Eropa demi mengurangi risiko penangkapan terkait kasus di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Setibanya di Manhattan, konvoi Netanyahu dikawal ketat, sementara ribuan demonstran pro-Palestina memenuhi jalanan di sekitar markas besar PBB dengan membawa bendera Palestina dan meneriakkan yel-yel menentang genosida Israel.

Netanyahu dalam pidatonya juga menyerang Iran yang dituduh memicu instabilitas kawasan. Ia menilai pengakuan negara-negara Barat terhadap Palestina sebagai “hadiah bagi Hamas.”

Kontroversi semakin memuncak ketika kantor Netanyahu memerintahkan agar pidatonya disiarkan langsung ke Jalur Gaza menggunakan pengeras suara di truk dan derek yang ditempatkan di sisi perbatasan Israel.

“Sebagai bagian dari upaya informasi ini, Kantor Perdana Menteri telah menginstruksikan badan sipil bekerja sama dengan IDF untuk menyiarkan pidato Netanyahu ke Jalur Gaza,” demikian pernyataan resmi kantornya.

Penampilan Netanyahu di forum PBB yang dipenuhi kursi kosong itu menjadi potret paling jelas dari keterasingan Israel di tengah meningkatnya kecaman global atas agresi militernya di Gaza. (Bahry)

Sumber: TRT

Jurnalislam.com Berduka, Mantan Pimpinan Redaksi Deddy Purwanto Tutup Usia

BEKASI (jurnalislam.com)– Kabar duka menyelimuti keluarga besar Jurnalislam.com. Mantan Pimpinan Redaksi Jurnalislam.com periode 2014 – 2019, Deddy Purwanto, S.E, telah berpulang ke rahmatullah pada Jumat, 26 September 2025 pukul 22.55 WIB di RS Primaya.

Almarhum dikenal sebagai sosok yang gigih, tegas, dan berdedikasi tinggi dalam mengembangkan Jurnalislam.com di masa kepemimpinannya. Kontribusi dan perjuangannya dalam dunia jurnalistik, khususnya media Islam, meninggalkan jejak yang tidak akan terlupakan.

“Kami keluarga besar Jurnalislam.com turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ustadz Deddy Purwanto. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” demikian pernyataan resmi redaksi Jurnalislam.com.

Seluruh keluarga besar Jurnalislam.com mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

SMP Muhammadiyah PK Gelar One Day with Native, Siswa ICP Belajar Bahasa Inggris dengan Penutur Asli

SOLO (jurnalislam.com)- Ratusan siswa kelas International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta antusias mengikuti kegiatan One Day with Native yang digelar di sekolah pada Kamis (25/9/2025). Kegiatan ini menghadirkan Benjamin Paul Ellis, seorang native speaker asal Amerika Serikat (USA).

Koordinator ICP SMP Muhammadiyah PK, Rizka Dian Permatasari, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris siswa.

“Untuk kegiatan ini kami menghadirkan native dari USA yaitu Benjamin Paul Ellis. Mister Ben datang langsung ke kelas-kelas, berinteraksi, dan mengajar siswa kelas 8 dan 9,” ujar Rizka.

Lebih lanjut, Rizka menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas pembelajaran di kelas, tetapi juga melatih keberanian siswa dalam praktik komunikasi langsung. Menurutnya, anak-anak diharapkan dapat meningkatkan keterampilan listening karena harus mendengarkan langsung apa yang diucapkan oleh native speaker. Selain itu, keterampilan speaking juga terasah sebab siswa dituntut mengomunikasikan ide-ide baik dengan Mister Ben maupun dengan teman lainnya.

Terkait dengan kegiatan One Day with Native ke depan, Rizka menekankan kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan sekali. Pekan depan, giliran siswa kelas 7 yang akan mengikuti kegiatan serupa. Bahkan, program ini akan berlanjut pada bulan berikutnya bekerja sama dengan English One Solo. Ia berharap program tersebut dapat membuat siswa lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris sekaligus merasakan bahwa pembelajaran bahasa Inggris bisa menyenangkan.

“Anak-anak merasa enjoy, tidak kaku, dan mulai berani berbicara. Kami ingin mereka belajar bahwa bahasa Inggris itu bukan hal yang menakutkan, justru bisa menjadi pengalaman berharga,” jelasnya.

Sementara itu, Native Speaker, Benjamin Paul Ellis, menyampaikan apresiasinya terhadap siswa SMP Muhammadiyah PK. Ia berbagi pengalaman belajar dengan siswa kelas 8 dan 9 International Class Program (ICP) melalui berbagai aktivitas interaktif, mulai dari kuis hingga diskusi topik seputar geografi, matematika, dan sains.

“Today I’m here at SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, and today we were studying about different quizzes and topics like geography, math, science, etc. The students had a great time in both classes nine and also eight for the ICP. I’ll just say the students did a really great job. I’m really proud of them,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberanian siswa untuk berbicara dan menyampaikan pendapat merupakan sebuah proses yang perlu terus dilatih. “Not all the students were able to do that but it’s a process. It takes effort, willingness, and bravery to be able to speak up and share your opinions and ideas in a classroom setting,” tambahnya.

Di hadapan para siswa, Benjamin menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris bukan hanya soal teknik berbicara, tetapi juga tentang kepercayaan diri. Ia mengatakan bahwa siswa yang sudah berani berbicara patut diapresiasi, sementara yang belum bisa diharapkan untuk terus belajar. Benjamin optimis siswa akan semakin percaya diri dan siap menghadapi tantangan global.

Ia juga memotivasi siswa agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, belajar bahasa Inggris memang memiliki hambatan, tetapi melalui program One Day with Native para siswa dapat mengatasi tantangan itu. “We know that there are obstacles to face when you’re studying English, but through this program those issues can be solved and you will be ready for the world in the future,” paparnya penuh semangat.

Program One Day with Native yang digelar SMP Muhammadiyah PK Kottabarat menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Melalui interaksi langsung dengan penutur asli, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengasah keterampilan praktis untuk berkomunikasi di dunia global.

Generasi di Era Digital: Sepi di Tengah Keramaian

Oleh : Herliana Tri M

Dikutip dari laman Time Indonesia.co.id, 18/9/2025 mengungkapkan bahwa media sosial disematkan sebagai ruang tanpa batas yang menghubungkan miliaran orang di seluruh dunia. Laporan Global Digital Reports dari Data Reportal mencatat, sekitar 5,25 miliar pengguna aktif media sosial hingga 2025.

Dibalik kemudahan-kemudahan yang tersaji dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, linimasa yang ramai dengan video hiburan justru menyisakan rasa sepi bagi sebagian penggunanya.

Tak mengenal usia, pengguna gadget saat ini dari semua kalangan. Balita, anak- anak, remaja, dewasa ataupun yang sudah matang usia, tak lepas dari gawai di tangan. Bahkan Indonesia mempertahankan gelar sebagai pengguna handphone atau ponsel dan tablet yang durasinya terlama di dunia.

Berdasarkan data laporan State of Mobile 2024 dirilis oleh data ai yakni di atas lima jam. Indonesia menjadi negara satu-satunya dengan kondisi masyarakat rata-rata bermain smartphone di atas enam jam sehari (detikInet12/1/2024).

Saat Smartpone Tak Sebatas Kemudahan Teknologi

Perkembangan teknologi yang pesat bak pisau bermata dua. Satu sisi menawarkan kemudahan, efektivitas dan efisiensi kerja, namun disisi lain menyisakan ruang masalah baru. Keasyikan berselancar di dunia maya menjadikan interaksi nyata justru semakin menipis. Dalam kegiatan di rumah misalnya, bamyak ditemukan ayah, ibu dan putra putrinya sibuk dengan gadget di tangan.

Meski secara fisik hadir dan berdekatan, namun minim interaksi dan kedekatan emosional. Kondisi ini akan memunculkan rasa sepi di ruang penuh sesak masyarakat yang sibuk lalu lalang. Rasa muncul yang tak disadari hadir karena berkurangnya interaksi nyata dengan orang sekitar baik di rumah, ruang publik seperti sekolah tempat bekerja dan lain-lain.

Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia sebagai makhluk sosial, yang aktivitas dominannya justru berinteraksi secara nyata.

Sehingga saat kondisi alami manusia ini. berubah dengan hadirnya teknologi, akan memunculkan rasa sepi pada waktu tertentu. Rasa sepi ini seolah bersifat individual dan tak berefek nyata. Namun jika masalah ini dibiarkan, rasa sepi yang menjangkiti kehidupan masyarakat, dapat memunculkan efek negatif. Bagaimana rasa sepi ini bisa muncul? Rasa ini bisa hadir misalnya, saat melihat unggahan orang lain yang tampak begitu sempurna, kemudian ia membandingkan dirinya dengan kehidupan orang lain yang terlihat lebih baik, Kondisi ini bisa menjadikan dirinya merasa hidup kurang memuaskan dan akhirnya merasa sepi.

Rasa sepi juga muncul saat individu memiliki ketergantungan pada validasi digital. Adanya penghargaan di media sosial, seperti jumlah like dan komentar, membuat seseorang menilai diri sendiri berdasar apresiasi tersebut. Ketika tidak mendapat banyak perhatian, seseorang bisa merasa tidak berharga dan kesepian.  Pun apabila banyak komentar, namun komentarnya negatif dan tak mendukungnya, bisa memunculkan gangguan emosi dan psikis. Ditambah interkasi dengan orang lain yang semakin berkurang, menjadikan berbagai rasa dalam dirinya menumpuk dan tak mendapat dukungan sosial.

Dampak lain dari kemajuan teknologi, tak hanya rasa sepi yang muncul, konten- konten yang liar dan bebas berseliweran di beranda akan menjadi permasalahan baru bagi masyarakat. Konten porno yang bebas beredar, bisa menjadi bahaya yang sewaktu- waktu mengancam saat hasrat yang muncul akibat tontonan menuntut adanya pemenuhan yang terlarang. Seperti adanya pencabulan, pemerkosaan serta aktivitas pelampiasan lain yang bertentangan baik norma susila maupun agama.

Butuh Negara untuk Menjadikan Teknologi Dominan dalam Manfaat

Negara memiliki peran dan andil besar agar teknologi memiliki manfaat lebih dominan dibanding efek negatif yang ditimbulkan. Negara harus hadir mengontrol konten apa saja yang aman bagi konsumsi warganya dan konten yang menghantarkan kerusakan baik berisi kekerasan, kesadisan, vulgar seksual ataupun sekte- sekte yang membahayakan aqidah umat. Jangan sampai kriminalitas disuatu tempat justru menjadi inspirasi di tempat lain.

Kehadiran negara dengan memberikan filter konten apa saja yang bisa dinikmati di dunia maya dan mana yang tak layak, akan meminimalisir peluang kejahatan di tengah masyarakat saat ini. Sudah terlalu banyak berita kriminal dengan tingkat kekerasan dan kesadisan di luar nalar tersaji di keseharian masyarakat.

Perlu langkah nyata dari pemerintah untuk melindungi moral, aqidah umat dengan membatasi konten ‘sampah’ yang merusak. Disamping itu, juga dibutuhkan sanksi tegas yang bisa memberikan efek jera untuk menekan angka kriminalitas yang terus membumbung nyata.

Empati Tanpa Batas, MER-C Kembali Bantu Warga Afghanistan Terdampak Gempa

JAKARTA (jurnalislam.com)– Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali mengirimkan tim medis ke Afghanistan untuk membantu penanganan korban gempa yang melanda negara tersebut.

Pengiriman tim dilakukan pada Selasa (23/9/20205) dengan membawa empat personel, yakni dr. Tonggo Meaty Fransisca selaku ketua tim, dr. Citra Haflinda Prihatiningrum, SpAn spesialis anestesi, perawat Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep.Ns., serta jurnalis TvOne, Andhika Pamungkas.

Ketua tim, dr. Meaty, menjelaskan bahwa mereka akan bertugas sekitar dua pekan hingga 9 Oktober 2025. “Misi kali ini adalah melakukan pelayanan medis sekaligus menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa,” ujarnya.

Tim medis MER-C akan fokus memberikan layanan kemanusiaan di Kota Jalalabad dan Provinsi Kunar, dua wilayah yang terkena dampak terparah. Selain itu, mereka juga dijadwalkan menyambangi Herat, lokasi gempa dahsyat pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan lebih dari 4.000 jiwa.

Pada misi sebelumnya di Herat, MER-C telah mengirimkan tim medis dan menjalankan sejumlah program, termasuk pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat.

Seperti diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Afghanistan pada Ahad (31/8) pukul 23.47 waktu setempat. Bencana ini merenggut 1.400 nyawa dan menyebabkan lebih dari 3.200 orang mengalami luka-luka.