MUI Minta Pemerintah Tegas Tolak Kehadiran Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025

JAKARTA (jurnalislam.com)— Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2025. Kabar bahwa tim Israel akan ikut serta dalam ajang tersebut menuai sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menyerukan agar pemerintah bersikap tegas dan tidak memberikan izin bagi kehadiran atlet Israel di kompetisi itu.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menghindari gejolak di tengah masyarakat serta memastikan Indonesia tetap konsisten dengan amanat konstitusi yang menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“Saya sangat gigih untuk mencegah supaya tidak ada tim olahraga, termasuk sepak bola U-20 atau pun senam artistik, yang diikuti oleh Israel. Saya sudah pernah menyampaikan agar pemerintah sejak awal mengantisipasi hal-hal seperti ini,” ujar Prof. Sudarnoto dikutip dari MUIDigital, Selasa (7/10/2025).

Ia mengingatkan agar kejadian pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 karena penolakan terhadap tim Israel tidak terulang kembali.

“Jangan sampai kejadian seperti itu terulang dua kali,” tegasnya.

Prof. Sudarnoto menegaskan, dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan amanat konstitusi yang tidak boleh dikompromikan oleh kepentingan apa pun.

“Sepanjang Palestina masih dijajah Israel, sepanjang Palestina belum merdeka, maka pemihakan kita kepada Palestina tidak boleh berubah. Ini amanat konstitusi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga pemerintah harus konsisten menjaga posisi politik luar negeri tersebut.

“Komitmen ini jangan diganggu oleh siapa pun. Jangan sampai event seperti perlombaan senam justru menimbulkan kemarahan publik dan merusak kepercayaan masyarakat yang selama ini mendukung perjuangan Palestina,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sudarnoto menilai, undangan terhadap tim Israel hanya akan merugikan citra diplomasi Indonesia di tingkat global, apalagi setelah pernyataan tegas Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam berbagai forum internasional yang menyatakan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.

“Pemerintah Indonesia harus fokus dan hati-hati. Jangan sampai energi kita habis untuk urusan seperti ini yang justru bisa menimbulkan kontroversi dan kemarahan publik,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Sudarnoto mendesak kementerian dan panitia penyelenggara agar segera mengambil langkah pencegahan.

“Siapa pun penyelenggaranya, termasuk jika melibatkan Kemenpora, harus mencegah hal ini. Jangan sampai ada atlet Israel yang datang. Contohlah negara-negara lain yang berani menolak,” pungkasnya.

Sumber: mui.or.id

Ketum PP Persis Sampaikan Tiga Rekomendasi untuk Umat Islam Dunia dalam Membela Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)— Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Dr. KH. Jeje Zaenudin, menyerukan tiga langkah strategis bagi umat Islam dan lembaga-lembaga dunia untuk memperkuat pembelaan terhadap rakyat Palestina.

Seruan tersebut disampaikan Ustaz Jeje saat menerima kunjungan silaturahmi dari perwakilan Yayasan Peradaban dan Studi Peradaban Palestina, Syeikh Dr. Ahed Abu Al Atta, di Kantor PP Persis, Cipayung, Jakarta, pada Senin (6/10/2025) sore.

Dalam pertemuan itu, Ustaz Jeje menegaskan pentingnya langkah nyata yang terstruktur dan terorganisir dari seluruh komponen umat Islam dalam menghadapi agresi dan penjajahan Israel terhadap bangsa Palestina.

“Pertama, kita harus mendorong negara-negara Muslim agar mengambil sikap politik yang tegas dan berpihak pada kemerdekaan Palestina,” ujarnya.

Ia juga mengecam keras kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel dan dukungan politik maupun militer dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat. Menurutnya, sikap diam dunia internasional justru memperpanjang penderitaan rakyat Palestina.

Rekomendasi kedua, lanjut Ustaz Jeje, adalah menggalang aksi berkelanjutan dari masyarakat sipil. Bentuknya bisa berupa demonstrasi damai, kampanye solidaritas, pengumpulan bantuan kemanusiaan, maupun pernyataan sikap dari lembaga dan organisasi masyarakat.

“Dukungan moral dan material dari umat Islam di seluruh dunia sangat berarti bagi rakyat Palestina. Kita tidak boleh berhenti menyuarakan keadilan,” tegasnya.

Sementara rekomendasi ketiga, Ustaz Jeje mendorong aksi boikot ekonomi terhadap produk dan perusahaan yang mendukung kebijakan Israel.

“Jangan anggap remeh aksi boikot ini. Di beberapa negara Eropa, gerakan ini telah merugikan perusahaan-perusahaan besar pendukung Israel hingga miliaran dolar. Kita juga bisa melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya PP Persis memperkuat solidaritas umat Islam serta diplomasi masyarakat (people diplomacy) dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina yang masih dijajah.

Sumber: persis

DPR Desak Pemerintah Tegas terhadap Konten Pro-LGBT di Netflix dan Judol di Twitter/X

JAKARTA (jurnalislam.com)– Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyoroti keberadaan konten animasi pro-LGBT di platform digital Netflix yang dinilai berpotensi dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia. Ia menyebut hal itu bertentangan dengan nilai moral dan hukum di tanah air.

“Kami menyayangkan adanya tayangan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa dan bisa merusak perkembangan anak. Pemerintah melalui Komdigi harus bertindak tegas. Kami mendukung langkah Kominfo untuk memanggil Netflix dan memastikan konten impor disesuaikan dengan norma serta hukum di Indonesia,” ujar Sukamta, dikutip dari jdih.dpr.go.id, Ahad (5/10/2025).

Selain menyoroti Netflix, Sukamta juga menanggapi seruan Elon Musk yang menyerukan boikot terhadap platform tersebut. Menurutnya, platform milik Elon Musk sendiri Twitter/X justru lebih bermasalah karena menjadi wadah penyebaran konten pornografi dan promosi judi online.

“Persoalan yang lebih meresahkan justru ada pada Twitter/X. Platform ini memungkinkan penyebaran konten pornografi dan perjudian online dengan sangat mudah. Padahal dalam UU ITE pasal 40, PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) wajib melakukan moderasi konten sebelum ditayangkan ke publik,” tegasnya.

Politisi PKS itu meminta Elon Musk selaku pemilik Twitter/X untuk mematuhi aturan hukum Indonesia. Ia menegaskan semua penyedia layanan digital asing wajib tunduk pada regulasi nasional, termasuk UU ITE dan aturan Kominfo.

“Siapapun yang berbisnis digital di Indonesia harus taat hukum. Jangan hanya menyerukan boikot terhadap pihak lain, sementara platform sendiri justru menjadi sumber masalah. Pemerintah harus konsisten menegakkan aturan kepada semua platform asing tanpa pandang bulu,” pungkas Sukamta.

Hamas Bantah Tuduhan Palsu soal Kesepakatan Pelucutan Senjata

GAZA (jurnalislam.com)– Gerakan Perlawanan Islam Hamas membantah laporan media yang menyebutkan bahwa pihaknya telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata dan menyerahkan senjata kepada otoritas gabungan Palestina-Mesir.

Dalam pernyataan resmi pada Ahad (5/10), Hamas menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menyesatkan.

Pejabat Hamas, Mahmoud Mardawi, menegaskan bahwa klaim sejumlah media tentang kemajuan negosiasi dan kesediaan Hamas untuk melucuti senjata adalah “fitnah dan upaya memutarbalikkan fakta.”

“Kami dengan tegas membantah klaim palsu yang dipublikasikan oleh sejumlah media mengenai kemajuan perundingan gencatan senjata dan sikap Hamas terhadap perlucutan senjata,” ujar Mardawi.

Ia menambahkan bahwa laporan-laporan tersebut tidak berdasar dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik internasional.

“Kami menyeru media agar memverifikasi informasi dan hanya mengandalkan sumber resmi Hamas yang kredibel, bukan rumor dan sumber anonim,” tegasnya.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah muncul laporan yang mengutip “sumber Hamas” tak dikenal, yang mengklaim bahwa gerakan tersebut telah mengumpulkan jenazah warga Israel dan bersedia menyerahkan senjatanya kepada badan gabungan Palestina-Mesir di bawah pengawasan internasional.

Sementara itu, Mesir dijadwalkan menjadi tuan rumah perundingan tidak langsung antara delegasi Hamas dan Israel pada Senin (6/10) di Kairo. Negosiasi tersebut akan membahas pertukaran tahanan sebagai bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri agresi Israel di Gaza.

Menurut Kementerian Luar Negeri Mesir, pembicaraan akan fokus pada situasi di lapangan, serta pertukaran semua tawanan Israel di Gaza dengan ribuan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Rencana Trump mencakup gencatan senjata menyeluruh, pembebasan tawanan, serta pelucutan senjata Hamas, namun hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari Hamas mengenai penerimaan terhadap poin-poin tersebut. (Bahry)

Sumber: PC

Menlu AS: Indonesia Ikut Dukung Proposal Gencatan Senjata Trump

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan pada Ahad (5/10) bahwa pembahasan mengenai isu logistik tengah berlangsung setelah Hamas menyetujui kerangka kerja yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump untuk gencatan senjata di Gaza serta pembebasan sandera dan tahanan.

Dalam wawancara dengan NBC News, Rubio menuturkan bahwa pernyataan Hamas pada Jumat lalu menunjukkan bahwa kelompok perlawanan Palestina itu telah menyetujui kerangka pembebasan sandera yang diajukan oleh Gedung Putih.

“Yang perlu terjadi sekarang, dan mereka akui dalam tanggapan mereka, adalah pertemuan lanjutan yang sedang berlangsung untuk membahas logistiknya. Mudah-mudahan segera diselesaikan,” kata Rubio.

Menurutnya, pembahasan berfokus pada siapa yang akan menerima sandera, serta kapan dan di mana pembebasan itu akan dilakukan. Ia menegaskan bahwa pemboman Israel di Gaza harus dihentikan agar pertukaran dapat berlangsung aman.

“Anda tidak bisa membiarkan bom meledak dan pertempuran terjadi di tengah-tengah pertukaran ini,” ujar diplomat tinggi AS tersebut.

Rubio juga mengonfirmasi bahwa pasukan Israel akan mundur ke posisi dalam Gaza sebagai bagian dari rencana tersebut.

“Saya pikir semua pihak, termasuk Israel, sepakat bahwa pada akhirnya Gaza akan diperintah oleh pemerintahan teknokratis Palestina non-Hamas, dengan bimbingan konsorsium internasional,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Rubio menyebut bahwa rekonstruksi dan tata kelola Gaza akan dimulai setelah semua sandera dibebaskan.

“Banyak kerusakan telah terjadi di sana. Seluruh Gaza harus dibangun kembali — dan itu akan memakan waktu,” katanya.

Rubio juga menyoroti dukungan luas komunitas internasional terhadap proposal Trump.

“Anda memiliki Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Indonesia, serta negara-negara Eropa — semuanya mendukung rencana ini,” katanya.

Trump sebelumnya mengumumkan rencananya pada 29 September, yang mencakup pembebasan tawanan Israel, gencatan senjata di Gaza, pelucutan senjata Hamas, serta pembangunan kembali wilayah Gaza.

Hamas telah menyatakan persetujuan secara prinsip atas rencana tersebut, dan negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung di Mesir.

Tel Aviv memperkirakan masih ada 48 tawanan Israel di Gaza, termasuk 20 orang yang masih hidup, sementara Israel menahan sekitar 11.000 warga Palestina di penjara-penjaranya banyak di antaranya mengalami penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok HAM.

Meski Trump menyerukan penghentian serangan, pasukan Israel pada Sabtu tetap melancarkan serangan udara yang menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan kecil, menurut sumber medis Gaza.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 67.000 warga Palestina telah gugur akibat agresi brutal Zionis di Jalur Gaza. (Bahry)

Sumber: AA

Dua Aktivis Malaysia di Armada Global Sumud Ceritakan Kekejaman Israel: “Kami Minum dari Air Toilet”

ISTANBUL (jurnalislam.com)– Penyanyi sekaligus aktor asal Malaysia, Heliza Helmi dan Hazwani Helmi, yang ikut serta dalam misi Armada Global Sumud untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, tiba di Istanbul, Turki, pada Sabtu (4/10). Keduanya menggambarkan perlakuan yang “brutal” dan “kejam” dari pasukan Israel setelah kapal mereka diserang di perairan internasional.

Sebuah pesawat yang membawa 137 aktivis dari armada bantuan tersebut mendarat di Bandara Istanbul. Mereka terdiri dari 36 warga negara Turki dan 23 warga negara Malaysia, bersama sejumlah aktivis kemanusiaan dari berbagai negara lainnya.

Setelah dibebaskan oleh otoritas Israel, para aktivis dibawa ke Institut Kedokteran Forensik Istanbul untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memberikan kesaksian kepada jaksa penuntut sebagai saksi.

Berbicara kepada kantor berita Anadolu, Hazwani mengatakan bahwa partisipasi mereka dalam misi kemanusiaan itu merupakan kewajiban moral dan agama.

“Kewajiban kita sebagai Muslim adalah membantu mereka, menghentikan blokade, dan mengirimkan makanan serta bantuan kepada warga Palestina,” ujarnya.

Ia juga menceritakan kondisi yang keras selama penahanan.

“Bisakah Anda bayangkan kami minum dari air toilet? Beberapa orang sakit parah, tapi mereka [Israel] hanya berkata, ‘Apakah mereka mati? Jika tidak, itu bukan masalah saya,’” kata Hazwani.

“Mereka sangat kejam, dan dunia perlu tahu bahwa orang Israel adalah orang-orang yang sangat kejam.” imbuhnya.

Heliza pun menuturkan bahwa dirinya berpuasa tanpa makanan selama berhari-hari.

“Saya makan terakhir kali pada 1 Oktober. Hari ini (4 Oktober) baru makan pertama saya. Jadi selama tiga hari saya tidak makan hanya minum dari toilet,” ungkapnya.

Meski mengalami perlakuan tidak manusiawi, kedua suster itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan rakyat Turki.

“Kami sangat bersyukur dan tersentuh oleh dukungan rakyat Turki. Terima kasih atas perhatian dan bantuan Anda itu membuat kami sangat bahagia,” kata Hazwani.

“Terima kasih, Türkiye,” tambah Heliza dengan penuh haru. (Bahry)

Sumber: AA

Kim Jong Un: Korea Utara Kerahkan “Aset Khusus” Tanggapi 28.500 Tentara AS di Korea Selatan

PYONGYANG (jurnalislam.com)— Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan negaranya telah mengerahkan “aset khusus” sebagai respons atas peningkatan persenjataan Amerika Serikat di Korea Selatan, lapor media pemerintah pada Ahad (5/10).

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman militer dari Korea Utara yang bersenjata nuklir. Bulan lalu, AS bersama Korea Selatan dan Jepang juga menggelar latihan militer gabungan. Pyongyang rutin mengecam latihan ini sebagai simulasi invasi, sementara sekutu menegaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat defensif.

“Aliansi nuklir AS-Korea Selatan sedang berkembang pesat, dan mereka melakukan berbagai latihan untuk mengeksekusi skenario berbahaya,” kata Kim saat membuka pameran senjata di Pyongyang pada Sabtu (4/10), dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Ia menambahkan, “Seiring dengan peningkatan persenjataan militer AS di wilayah Korea Selatan, kekhawatiran strategis kami juga meningkat. Oleh karena itu, kami telah menugaskan aset khusus kami ke target-target utama.” Namun, Kim tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan “aset khusus” tersebut.

Foto-foto KCNA menunjukkan Kim Jong Un berjalan di antara berbagai senjata, termasuk rudal, didampingi sejumlah jenderal Korea Utara di pusat pameran senjata dalam ruangan.

Bulan lalu, Kim menyatakan keterbukaannya untuk berunding dengan Amerika Serikat, sambil menyinggung hubungan baiknya dengan Presiden Donald Trump, dengan syarat negaranya tidak menyerahkan persenjataan nuklir.

Selama masa jabatan Trump, Kim bertemu dalam tiga pertemuan puncak, sebelum perundingan di Hanoi gagal pada 2019 terkait konsesi senjata nuklir. Sejak itu, Korea Utara menegaskan tidak akan melepaskan senjata nuklirnya dan mendeklarasikan diri sebagai negara nuklir yang “tidak dapat diubah,” meskipun terus menghadapi sanksi PBB. (Bahry)

Sumber: Alarabiya

Kasus HIV di Blitar Terus Bertambah, Didominasi Kelompok Gay

BLITAR (jurnalislam.com)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya kasus HIV di wilayahnya. Hingga pertengahan Juni 2025, tercatat 91 orang positif HIV, dengan mayoritas berasal dari kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) atau gay.

“Sebutannya sekarang ODIV, orang dengan HIV. Jumlahnya terus bertambah setiap hari di Kabupaten Blitar. Ini tentu menjadi keprihatinan bagi kami dan juga masyarakat,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawati kepada wartawan (2/6/2025).

Berdasarkan data Dinkes, sejak Januari hingga 19 Juni 2025 tercatat 91 kasus baru HIV. Sementara pada tahun 2024, total penderita mencapai 190 orang.

“Kasus terbanyak memang dari kelompok LSL. Ini menjadi perhatian serius, karena dari sana potensi penularan lebih besar,” ujar Christine.

Untuk menekan penyebaran HIV, Dinkes Kabupaten Blitar bekerja sama dengan LSM Mahameru, lembaga yang fokus mendampingi kelompok berisiko dan penderita HIV. Melalui kerja sama ini, pendekatan edukatif, agama, dan psikologis terus dilakukan agar para penderita tidak terjerumus pada perilaku menyimpang.

“Yang bisa kami lakukan adalah memberikan pendampingan dan mengingatkan agar mereka tidak melakukan seks bebas, apalagi dengan sesama jenis. Pendekatan agama dan psikologis juga kami tempuh,” jelasnya.

Christine menambahkan, sekitar 90 persen penderita HIV di Blitar sudah bersedia menjalani pengobatan. Obat antiretroviral (ARV) dapat diambil di seluruh fasilitas kesehatan (fasyankes) termasuk puskesmas.

“Saat ini hampir semua penderita HIV sudah mau menjalani terapi. Meski banyak yang bekerja di luar daerah, mereka tetap bisa mengambil obat di sini atau di fasyankes lain,” tuturnya.

Dinkes Kabupaten Blitar menegaskan akan terus berupaya mencegah bertambahnya kasus HIV melalui edukasi, deteksi dini, serta kerja sama lintas lembaga dan masyarakat.

Sumber: detikjatim

Serangan Israel Meningkat Meski Trump Serukan Gencatan Senjata

GAZA (jurnalislam.com)– Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyerukan agar Israel menghentikan serangan udaranya di Jalur Gaza menyusul pengumuman kesiapan Hamas untuk berdamai, pemboman justru terus berlanjut pada Sabtu (4/10). Sedikitnya 57 warga Palestina gugur sejak fajar, menurut keterangan badan pertahanan sipil Gaza.

“Korban tewas akibat pemboman Israel yang terus berlanjut sejak fajar hari ini mencapai 57 orang, termasuk 40 orang di Kota Gaza,” ujar Mahmud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza.

Serangan udara dan darat Israel dilaporkan terus menggempur Kota Gaza, termasuk lingkungan Al-Rimal.

“Pengeboman Israel di Gaza berlanjut dengan intensitas dan pola yang sama — serangan udara, penembakan artileri, dan tembakan drone quadcopter masih terus berlangsung,” kata Mohammed al-Mughayyir dari lembaga yang sama.

Warga Gaza melaporkan bahwa justru sejak seruan Trump untuk jeda, serangan Israel semakin meningkat.

“Siapa yang akan menghentikan Israel sekarang? Kita perlu negosiasi yang lebih cepat untuk menghentikan genosida dan pertumpahan darah ini,” kata Mahmud Al-Ghazi, 39 tahun, warga Al-Rimal.

Militer Israel memperingatkan warga agar tidak kembali ke Kota Gaza dan menyebut kawasan tersebut “sangat berbahaya”. Media Israel juga melaporkan bahwa militer telah beralih ke posisi defensif menyusul tekanan dari Trump, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗚𝗮𝘇𝗮: 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶

Jamila al-Sayyid, 24 tahun, warga Al-Zeitoun, mengatakan bahwa ia sempat merasa senang mendengar pengumuman gencatan senjata oleh Trump.

“Saya senang ketika Trump mengumumkan gencatan senjata, tapi pesawat tempur tidak berhenti,” ujarnya.

Seorang jurnalis AFP di wilayah pesisir Al-Mawasi melaporkan seruan “Allahu Akbar!” dari tenda-tenda pengungsi ketika kabar tentang pernyataan Hamas menyebar.

“Hal terbaiknya adalah Presiden Trump sendiri yang mengumumkan gencatan senjata, dan Netanyahu tidak akan bisa lolos kali ini… Trump satu-satunya yang bisa memaksa Israel menghentikan perang,” kata Sami Adas, 50 tahun, yang kini hidup di tenda bersama keluarganya di Kota Gaza.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.074 warga Palestina, sementara wilayah tersebut kini hampir tidak layak huni akibat kehancuran infrastruktur vital seperti rumah, fasilitas kesehatan, dan jaringan jalan.

Sejumlah pakar genosida, organisasi hak asasi manusia, serta komisi PBB menyebut agresi berkepanjangan ini sebagai bentuk genosida terhadap rakyat Palestina. (Bahry)

Sumber: TNA

Semua Pihak Kirim Delegasi ke Kairo Bahas Proposal Trump, Hamas Tolak Dikeluarkan dari Pemerintahan Gaza

GAZA (jurnalislam.com)— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Sabtu (4/10) bahwa ia berharap para tawanan yang ditahan oleh Hamas dapat segera dipulangkan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, para negosiator menuju Kairo untuk melanjutkan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang Israel di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa ia “𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘦𝘳𝘢𝘯𝘴𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘯𝘥𝘢𝘢𝘯” dari pihak Hamas setelah kelompok perlawanan Palestina itu menyatakan persetujuannya terhadap rencana pembebasan para tawanan dan pengelolaan Gaza pascaperang.

Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi memuji “tekanan militer dan diplomatik” yang, menurutnya, telah memaksa Hamas untuk setuju membebaskan para tawanan.

“Saya berharap dalam beberapa hari mendatang kami dapat memulangkan semua sandera kami… selama liburan Sukkot,” kata Netanyahu, merujuk pada festival Yahudi yang dimulai Senin dan berlangsung selama satu minggu.

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia telah mengirim para negosiator ke Mesir “untuk menyelesaikan detail teknis” kesepakatan tersebut. Pihak Kairo mengonfirmasi bahwa mereka juga akan menjamu delegasi Hamas untuk membahas kondisi di lapangan serta detail pertukaran seluruh tahanan Israel dan Palestina sesuai proposal Trump.

Dari pihak AS, Gedung Putih menyebutkan bahwa Trump telah mengutus dua orang dekatnya ke Mesir, yaitu menantunya Jared Kushner dan negosiator Timur Tengah Steve Witkoff.

Pada Jumat malam, Hamas mengumumkan kesediaannya untuk membebaskan semua tawanan — baik yang masih hidup maupun jenazah yang tersisa — sesuai formula pertukaran yang tercantum dalam proposal Trump.

Trump menyambut pernyataan Hamas itu sebagai tanda bahwa kelompok tersebut “𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘣𝘢𝘥𝘪” dan kembali mendesak Israel untuk menghentikan pemboman.

Namun pada Sabtu, ia memperingatkan Hamas agar “bergerak cepat” menuju kesepakatan, atau “𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘭.”

Sementara itu, Netanyahu menegaskan bahwa “𝘏𝘢𝘮𝘢𝘴 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘭𝘶𝘤𝘶𝘵𝘪, 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘱𝘭𝘰𝘮𝘢𝘵𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘛𝘳𝘶𝘮𝘱 𝘮𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘵𝘦𝘳 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪.”

𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀 𝗧𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘇𝗮

Seorang pejabat Hamas menyebut Mesir akan menjadi tuan rumah konferensi bagi seluruh faksi Palestina untuk membahas rencana pascaperang Gaza.

Menanggapi rencana Trump, Hamas menegaskan bahwa mereka tetap harus memiliki suara dalam pemerintahan wilayah tersebut.

Proposal Trump menyebutkan bahwa Hamas dan faksi-faksi lain “𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘎𝘢𝘻𝘢”. Rencana itu juga menyerukan penghentian permusuhan, pembebasan tawanan dalam 72 jam, penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza, serta pelucutan senjata Hamas.

Menurut perjanjian tersebut, administrasi Gaza akan diambil alih oleh badan teknokratis di bawah pengawasan otoritas transisi yang dipimpin langsung oleh Trump. (Bahry)

Sumber: TNA