DPR Desak Pemerintah Tegas terhadap Konten Pro-LGBT di Netflix dan Judol di Twitter/X

JAKARTA (jurnalislam.com)– Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyoroti keberadaan konten animasi pro-LGBT di platform digital Netflix yang dinilai berpotensi dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia. Ia menyebut hal itu bertentangan dengan nilai moral dan hukum di tanah air.

“Kami menyayangkan adanya tayangan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa dan bisa merusak perkembangan anak. Pemerintah melalui Komdigi harus bertindak tegas. Kami mendukung langkah Kominfo untuk memanggil Netflix dan memastikan konten impor disesuaikan dengan norma serta hukum di Indonesia,” ujar Sukamta, dikutip dari jdih.dpr.go.id, Ahad (5/10/2025).

Selain menyoroti Netflix, Sukamta juga menanggapi seruan Elon Musk yang menyerukan boikot terhadap platform tersebut. Menurutnya, platform milik Elon Musk sendiri Twitter/X justru lebih bermasalah karena menjadi wadah penyebaran konten pornografi dan promosi judi online.

“Persoalan yang lebih meresahkan justru ada pada Twitter/X. Platform ini memungkinkan penyebaran konten pornografi dan perjudian online dengan sangat mudah. Padahal dalam UU ITE pasal 40, PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) wajib melakukan moderasi konten sebelum ditayangkan ke publik,” tegasnya.

Politisi PKS itu meminta Elon Musk selaku pemilik Twitter/X untuk mematuhi aturan hukum Indonesia. Ia menegaskan semua penyedia layanan digital asing wajib tunduk pada regulasi nasional, termasuk UU ITE dan aturan Kominfo.

“Siapapun yang berbisnis digital di Indonesia harus taat hukum. Jangan hanya menyerukan boikot terhadap pihak lain, sementara platform sendiri justru menjadi sumber masalah. Pemerintah harus konsisten menegakkan aturan kepada semua platform asing tanpa pandang bulu,” pungkas Sukamta.

Hamas Bantah Tuduhan Palsu soal Kesepakatan Pelucutan Senjata

GAZA (jurnalislam.com)– Gerakan Perlawanan Islam Hamas membantah laporan media yang menyebutkan bahwa pihaknya telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata dan menyerahkan senjata kepada otoritas gabungan Palestina-Mesir.

Dalam pernyataan resmi pada Ahad (5/10), Hamas menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan menyesatkan.

Pejabat Hamas, Mahmoud Mardawi, menegaskan bahwa klaim sejumlah media tentang kemajuan negosiasi dan kesediaan Hamas untuk melucuti senjata adalah “fitnah dan upaya memutarbalikkan fakta.”

“Kami dengan tegas membantah klaim palsu yang dipublikasikan oleh sejumlah media mengenai kemajuan perundingan gencatan senjata dan sikap Hamas terhadap perlucutan senjata,” ujar Mardawi.

Ia menambahkan bahwa laporan-laporan tersebut tidak berdasar dan bertujuan untuk menyesatkan opini publik internasional.

“Kami menyeru media agar memverifikasi informasi dan hanya mengandalkan sumber resmi Hamas yang kredibel, bukan rumor dan sumber anonim,” tegasnya.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah muncul laporan yang mengutip “sumber Hamas” tak dikenal, yang mengklaim bahwa gerakan tersebut telah mengumpulkan jenazah warga Israel dan bersedia menyerahkan senjatanya kepada badan gabungan Palestina-Mesir di bawah pengawasan internasional.

Sementara itu, Mesir dijadwalkan menjadi tuan rumah perundingan tidak langsung antara delegasi Hamas dan Israel pada Senin (6/10) di Kairo. Negosiasi tersebut akan membahas pertukaran tahanan sebagai bagian dari rencana 20 poin yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri agresi Israel di Gaza.

Menurut Kementerian Luar Negeri Mesir, pembicaraan akan fokus pada situasi di lapangan, serta pertukaran semua tawanan Israel di Gaza dengan ribuan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Rencana Trump mencakup gencatan senjata menyeluruh, pembebasan tawanan, serta pelucutan senjata Hamas, namun hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari Hamas mengenai penerimaan terhadap poin-poin tersebut. (Bahry)

Sumber: PC

Menlu AS: Indonesia Ikut Dukung Proposal Gencatan Senjata Trump

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, mengatakan pada Ahad (5/10) bahwa pembahasan mengenai isu logistik tengah berlangsung setelah Hamas menyetujui kerangka kerja yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump untuk gencatan senjata di Gaza serta pembebasan sandera dan tahanan.

Dalam wawancara dengan NBC News, Rubio menuturkan bahwa pernyataan Hamas pada Jumat lalu menunjukkan bahwa kelompok perlawanan Palestina itu telah menyetujui kerangka pembebasan sandera yang diajukan oleh Gedung Putih.

“Yang perlu terjadi sekarang, dan mereka akui dalam tanggapan mereka, adalah pertemuan lanjutan yang sedang berlangsung untuk membahas logistiknya. Mudah-mudahan segera diselesaikan,” kata Rubio.

Menurutnya, pembahasan berfokus pada siapa yang akan menerima sandera, serta kapan dan di mana pembebasan itu akan dilakukan. Ia menegaskan bahwa pemboman Israel di Gaza harus dihentikan agar pertukaran dapat berlangsung aman.

“Anda tidak bisa membiarkan bom meledak dan pertempuran terjadi di tengah-tengah pertukaran ini,” ujar diplomat tinggi AS tersebut.

Rubio juga mengonfirmasi bahwa pasukan Israel akan mundur ke posisi dalam Gaza sebagai bagian dari rencana tersebut.

“Saya pikir semua pihak, termasuk Israel, sepakat bahwa pada akhirnya Gaza akan diperintah oleh pemerintahan teknokratis Palestina non-Hamas, dengan bimbingan konsorsium internasional,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Rubio menyebut bahwa rekonstruksi dan tata kelola Gaza akan dimulai setelah semua sandera dibebaskan.

“Banyak kerusakan telah terjadi di sana. Seluruh Gaza harus dibangun kembali — dan itu akan memakan waktu,” katanya.

Rubio juga menyoroti dukungan luas komunitas internasional terhadap proposal Trump.

“Anda memiliki Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Indonesia, serta negara-negara Eropa — semuanya mendukung rencana ini,” katanya.

Trump sebelumnya mengumumkan rencananya pada 29 September, yang mencakup pembebasan tawanan Israel, gencatan senjata di Gaza, pelucutan senjata Hamas, serta pembangunan kembali wilayah Gaza.

Hamas telah menyatakan persetujuan secara prinsip atas rencana tersebut, dan negosiasi lanjutan dijadwalkan berlangsung di Mesir.

Tel Aviv memperkirakan masih ada 48 tawanan Israel di Gaza, termasuk 20 orang yang masih hidup, sementara Israel menahan sekitar 11.000 warga Palestina di penjara-penjaranya banyak di antaranya mengalami penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok HAM.

Meski Trump menyerukan penghentian serangan, pasukan Israel pada Sabtu tetap melancarkan serangan udara yang menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina, termasuk seorang anak perempuan kecil, menurut sumber medis Gaza.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 67.000 warga Palestina telah gugur akibat agresi brutal Zionis di Jalur Gaza. (Bahry)

Sumber: AA

Dua Aktivis Malaysia di Armada Global Sumud Ceritakan Kekejaman Israel: “Kami Minum dari Air Toilet”

ISTANBUL (jurnalislam.com)– Penyanyi sekaligus aktor asal Malaysia, Heliza Helmi dan Hazwani Helmi, yang ikut serta dalam misi Armada Global Sumud untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, tiba di Istanbul, Turki, pada Sabtu (4/10). Keduanya menggambarkan perlakuan yang “brutal” dan “kejam” dari pasukan Israel setelah kapal mereka diserang di perairan internasional.

Sebuah pesawat yang membawa 137 aktivis dari armada bantuan tersebut mendarat di Bandara Istanbul. Mereka terdiri dari 36 warga negara Turki dan 23 warga negara Malaysia, bersama sejumlah aktivis kemanusiaan dari berbagai negara lainnya.

Setelah dibebaskan oleh otoritas Israel, para aktivis dibawa ke Institut Kedokteran Forensik Istanbul untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memberikan kesaksian kepada jaksa penuntut sebagai saksi.

Berbicara kepada kantor berita Anadolu, Hazwani mengatakan bahwa partisipasi mereka dalam misi kemanusiaan itu merupakan kewajiban moral dan agama.

“Kewajiban kita sebagai Muslim adalah membantu mereka, menghentikan blokade, dan mengirimkan makanan serta bantuan kepada warga Palestina,” ujarnya.

Ia juga menceritakan kondisi yang keras selama penahanan.

“Bisakah Anda bayangkan kami minum dari air toilet? Beberapa orang sakit parah, tapi mereka [Israel] hanya berkata, ‘Apakah mereka mati? Jika tidak, itu bukan masalah saya,’” kata Hazwani.

“Mereka sangat kejam, dan dunia perlu tahu bahwa orang Israel adalah orang-orang yang sangat kejam.” imbuhnya.

Heliza pun menuturkan bahwa dirinya berpuasa tanpa makanan selama berhari-hari.

“Saya makan terakhir kali pada 1 Oktober. Hari ini (4 Oktober) baru makan pertama saya. Jadi selama tiga hari saya tidak makan hanya minum dari toilet,” ungkapnya.

Meski mengalami perlakuan tidak manusiawi, kedua suster itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan rakyat Turki.

“Kami sangat bersyukur dan tersentuh oleh dukungan rakyat Turki. Terima kasih atas perhatian dan bantuan Anda itu membuat kami sangat bahagia,” kata Hazwani.

“Terima kasih, Türkiye,” tambah Heliza dengan penuh haru. (Bahry)

Sumber: AA

Kim Jong Un: Korea Utara Kerahkan “Aset Khusus” Tanggapi 28.500 Tentara AS di Korea Selatan

PYONGYANG (jurnalislam.com)— Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan negaranya telah mengerahkan “aset khusus” sebagai respons atas peningkatan persenjataan Amerika Serikat di Korea Selatan, lapor media pemerintah pada Ahad (5/10).

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman militer dari Korea Utara yang bersenjata nuklir. Bulan lalu, AS bersama Korea Selatan dan Jepang juga menggelar latihan militer gabungan. Pyongyang rutin mengecam latihan ini sebagai simulasi invasi, sementara sekutu menegaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat defensif.

“Aliansi nuklir AS-Korea Selatan sedang berkembang pesat, dan mereka melakukan berbagai latihan untuk mengeksekusi skenario berbahaya,” kata Kim saat membuka pameran senjata di Pyongyang pada Sabtu (4/10), dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Ia menambahkan, “Seiring dengan peningkatan persenjataan militer AS di wilayah Korea Selatan, kekhawatiran strategis kami juga meningkat. Oleh karena itu, kami telah menugaskan aset khusus kami ke target-target utama.” Namun, Kim tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan “aset khusus” tersebut.

Foto-foto KCNA menunjukkan Kim Jong Un berjalan di antara berbagai senjata, termasuk rudal, didampingi sejumlah jenderal Korea Utara di pusat pameran senjata dalam ruangan.

Bulan lalu, Kim menyatakan keterbukaannya untuk berunding dengan Amerika Serikat, sambil menyinggung hubungan baiknya dengan Presiden Donald Trump, dengan syarat negaranya tidak menyerahkan persenjataan nuklir.

Selama masa jabatan Trump, Kim bertemu dalam tiga pertemuan puncak, sebelum perundingan di Hanoi gagal pada 2019 terkait konsesi senjata nuklir. Sejak itu, Korea Utara menegaskan tidak akan melepaskan senjata nuklirnya dan mendeklarasikan diri sebagai negara nuklir yang “tidak dapat diubah,” meskipun terus menghadapi sanksi PBB. (Bahry)

Sumber: Alarabiya

Kasus HIV di Blitar Terus Bertambah, Didominasi Kelompok Gay

BLITAR (jurnalislam.com)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya kasus HIV di wilayahnya. Hingga pertengahan Juni 2025, tercatat 91 orang positif HIV, dengan mayoritas berasal dari kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) atau gay.

“Sebutannya sekarang ODIV, orang dengan HIV. Jumlahnya terus bertambah setiap hari di Kabupaten Blitar. Ini tentu menjadi keprihatinan bagi kami dan juga masyarakat,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawati kepada wartawan (2/6/2025).

Berdasarkan data Dinkes, sejak Januari hingga 19 Juni 2025 tercatat 91 kasus baru HIV. Sementara pada tahun 2024, total penderita mencapai 190 orang.

“Kasus terbanyak memang dari kelompok LSL. Ini menjadi perhatian serius, karena dari sana potensi penularan lebih besar,” ujar Christine.

Untuk menekan penyebaran HIV, Dinkes Kabupaten Blitar bekerja sama dengan LSM Mahameru, lembaga yang fokus mendampingi kelompok berisiko dan penderita HIV. Melalui kerja sama ini, pendekatan edukatif, agama, dan psikologis terus dilakukan agar para penderita tidak terjerumus pada perilaku menyimpang.

“Yang bisa kami lakukan adalah memberikan pendampingan dan mengingatkan agar mereka tidak melakukan seks bebas, apalagi dengan sesama jenis. Pendekatan agama dan psikologis juga kami tempuh,” jelasnya.

Christine menambahkan, sekitar 90 persen penderita HIV di Blitar sudah bersedia menjalani pengobatan. Obat antiretroviral (ARV) dapat diambil di seluruh fasilitas kesehatan (fasyankes) termasuk puskesmas.

“Saat ini hampir semua penderita HIV sudah mau menjalani terapi. Meski banyak yang bekerja di luar daerah, mereka tetap bisa mengambil obat di sini atau di fasyankes lain,” tuturnya.

Dinkes Kabupaten Blitar menegaskan akan terus berupaya mencegah bertambahnya kasus HIV melalui edukasi, deteksi dini, serta kerja sama lintas lembaga dan masyarakat.

Sumber: detikjatim

Serangan Israel Meningkat Meski Trump Serukan Gencatan Senjata

GAZA (jurnalislam.com)– Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyerukan agar Israel menghentikan serangan udaranya di Jalur Gaza menyusul pengumuman kesiapan Hamas untuk berdamai, pemboman justru terus berlanjut pada Sabtu (4/10). Sedikitnya 57 warga Palestina gugur sejak fajar, menurut keterangan badan pertahanan sipil Gaza.

“Korban tewas akibat pemboman Israel yang terus berlanjut sejak fajar hari ini mencapai 57 orang, termasuk 40 orang di Kota Gaza,” ujar Mahmud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza.

Serangan udara dan darat Israel dilaporkan terus menggempur Kota Gaza, termasuk lingkungan Al-Rimal.

“Pengeboman Israel di Gaza berlanjut dengan intensitas dan pola yang sama — serangan udara, penembakan artileri, dan tembakan drone quadcopter masih terus berlangsung,” kata Mohammed al-Mughayyir dari lembaga yang sama.

Warga Gaza melaporkan bahwa justru sejak seruan Trump untuk jeda, serangan Israel semakin meningkat.

“Siapa yang akan menghentikan Israel sekarang? Kita perlu negosiasi yang lebih cepat untuk menghentikan genosida dan pertumpahan darah ini,” kata Mahmud Al-Ghazi, 39 tahun, warga Al-Rimal.

Militer Israel memperingatkan warga agar tidak kembali ke Kota Gaza dan menyebut kawasan tersebut “sangat berbahaya”. Media Israel juga melaporkan bahwa militer telah beralih ke posisi defensif menyusul tekanan dari Trump, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗚𝗮𝘇𝗮: 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶

Jamila al-Sayyid, 24 tahun, warga Al-Zeitoun, mengatakan bahwa ia sempat merasa senang mendengar pengumuman gencatan senjata oleh Trump.

“Saya senang ketika Trump mengumumkan gencatan senjata, tapi pesawat tempur tidak berhenti,” ujarnya.

Seorang jurnalis AFP di wilayah pesisir Al-Mawasi melaporkan seruan “Allahu Akbar!” dari tenda-tenda pengungsi ketika kabar tentang pernyataan Hamas menyebar.

“Hal terbaiknya adalah Presiden Trump sendiri yang mengumumkan gencatan senjata, dan Netanyahu tidak akan bisa lolos kali ini… Trump satu-satunya yang bisa memaksa Israel menghentikan perang,” kata Sami Adas, 50 tahun, yang kini hidup di tenda bersama keluarganya di Kota Gaza.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.074 warga Palestina, sementara wilayah tersebut kini hampir tidak layak huni akibat kehancuran infrastruktur vital seperti rumah, fasilitas kesehatan, dan jaringan jalan.

Sejumlah pakar genosida, organisasi hak asasi manusia, serta komisi PBB menyebut agresi berkepanjangan ini sebagai bentuk genosida terhadap rakyat Palestina. (Bahry)

Sumber: TNA

Semua Pihak Kirim Delegasi ke Kairo Bahas Proposal Trump, Hamas Tolak Dikeluarkan dari Pemerintahan Gaza

GAZA (jurnalislam.com)— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Sabtu (4/10) bahwa ia berharap para tawanan yang ditahan oleh Hamas dapat segera dipulangkan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, para negosiator menuju Kairo untuk melanjutkan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang Israel di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa ia “𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘦𝘳𝘢𝘯𝘴𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘯𝘥𝘢𝘢𝘯” dari pihak Hamas setelah kelompok perlawanan Palestina itu menyatakan persetujuannya terhadap rencana pembebasan para tawanan dan pengelolaan Gaza pascaperang.

Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi memuji “tekanan militer dan diplomatik” yang, menurutnya, telah memaksa Hamas untuk setuju membebaskan para tawanan.

“Saya berharap dalam beberapa hari mendatang kami dapat memulangkan semua sandera kami… selama liburan Sukkot,” kata Netanyahu, merujuk pada festival Yahudi yang dimulai Senin dan berlangsung selama satu minggu.

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia telah mengirim para negosiator ke Mesir “untuk menyelesaikan detail teknis” kesepakatan tersebut. Pihak Kairo mengonfirmasi bahwa mereka juga akan menjamu delegasi Hamas untuk membahas kondisi di lapangan serta detail pertukaran seluruh tahanan Israel dan Palestina sesuai proposal Trump.

Dari pihak AS, Gedung Putih menyebutkan bahwa Trump telah mengutus dua orang dekatnya ke Mesir, yaitu menantunya Jared Kushner dan negosiator Timur Tengah Steve Witkoff.

Pada Jumat malam, Hamas mengumumkan kesediaannya untuk membebaskan semua tawanan — baik yang masih hidup maupun jenazah yang tersisa — sesuai formula pertukaran yang tercantum dalam proposal Trump.

Trump menyambut pernyataan Hamas itu sebagai tanda bahwa kelompok tersebut “𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘣𝘢𝘥𝘪” dan kembali mendesak Israel untuk menghentikan pemboman.

Namun pada Sabtu, ia memperingatkan Hamas agar “bergerak cepat” menuju kesepakatan, atau “𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘭.”

Sementara itu, Netanyahu menegaskan bahwa “𝘏𝘢𝘮𝘢𝘴 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘭𝘶𝘤𝘶𝘵𝘪, 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘱𝘭𝘰𝘮𝘢𝘵𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘛𝘳𝘶𝘮𝘱 𝘮𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘵𝘦𝘳 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪.”

𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀 𝗧𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘇𝗮

Seorang pejabat Hamas menyebut Mesir akan menjadi tuan rumah konferensi bagi seluruh faksi Palestina untuk membahas rencana pascaperang Gaza.

Menanggapi rencana Trump, Hamas menegaskan bahwa mereka tetap harus memiliki suara dalam pemerintahan wilayah tersebut.

Proposal Trump menyebutkan bahwa Hamas dan faksi-faksi lain “𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘎𝘢𝘻𝘢”. Rencana itu juga menyerukan penghentian permusuhan, pembebasan tawanan dalam 72 jam, penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza, serta pelucutan senjata Hamas.

Menurut perjanjian tersebut, administrasi Gaza akan diambil alih oleh badan teknokratis di bawah pengawasan otoritas transisi yang dipimpin langsung oleh Trump. (Bahry)

Sumber: TNA

Turki Evakuasi 137 Aktivis Global Sumud, Termasuk Warga Turki dan Sejumlah Aktivis Internasional

ISTANBUL (jurnalislam.com)– Sebuah penerbangan khusus Turkish Airlines membawa pulang 137 aktivis Armada Global Sumud yang ditahan Israel di perairan internasional, Sabtu sore (4/10). Aktivis yang dievakuasi termasuk warga Turki dan sejumlah aktivis internasional, sementara beberapa aktivis lain masih menunggu proses deportasi di Israel.

Para aktivis mengungkapkan bahwa mereka mengalami perlakuan tidak manusiawi selama ditahan. Mereka tidak diberi air minum selama lebih dari satu hari, dilarang menunaikan salat, dan mengalami penghinaan serta kekerasan fisik.

“Sejak kapal kami mendekati Gaza, kami menjadi sasaran penghinaan oleh Israel. Kini kami lebih memahami penderitaan warga Palestina,” kata salah seorang aktivis kepada TRT World.

Jurnalis Italia Lorenzo Agostino menyebut dirinya “berada di tempat yang sangat biadab” saat ditahan secara ilegal.

“Kami diculik, ditendang, dan dibiarkan tanpa air bersih selama lebih dari dua hari. Begitu sampai di darat, mereka mempermalukan kami setiap kesempatan,” ujarnya.

Setibanya di Istanbul, para aktivis disambut hangat pemerintah dan masyarakat. Ribuan orang berkumpul di bandara, meneriakkan dukungan bagi Armada Global Sumud dan perjuangan rakyat Palestina.

Seorang aktivis Turki memuji dukungan pemerintahnya. “Kami berhasil mematahkan blokade Israel yang tidak manusiawi dan menunjukkan betapa represifnya mereka,” katanya kepada TRT World.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyambut kedatangan para aktivis. Ia memuji keberanian mereka yang “mengambil sikap terhormat menentang penindasan dan menjadi suara bagi kaum tertindas,” serta menegaskan pemerintah Turki akan terus berupaya memulangkan warganya yang masih ditahan.

Sementara itu, aktivis asal Prancis Yassine Benjelloun menggambarkan perlakuan kasar selama penahanan.

“Kami dibiarkan tanpa air selama 32 jam, hampir tanpa makanan, dan dibangunkan setiap dua jam oleh anjing-anjing serta penembak jitu. Hal ini membuat kami membayangkan penderitaan rakyat Palestina setiap hari,” ujarnya.

Benjelloun menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih kepada Turki. “Kami berutang terima kasih kepada Turki atas bantuan mereka yang membuat kami bisa kembali ke rumah dengan selamat,” katanya. (Bahry)

Sumber: TRT

Ketiadaan Jaminan Keamanan Dalam Transportasi Umum

Oleh : Siti Rima Sarinah

Semakin hari kejahatan semakin marak terjadi, terutama kejahatan dalam transportasi umum. Transportasi umum seperti angkutan kota (angkot), bis, kereta api dan lain sebagainya, menjadi alat transportasi andalan masyarakat yang digunakan untuk memudahkan aktifitas sehari-hari. Sebab, transportasi tersebut ongkosnya  ramah dikantong masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah. Walaupun harus berjibaku dengan kemacetan dam ketidaknyamanan seperti harus berdesak-desakan serta membutuhkan waktu yang lama.

Kasus pencopetan terjadi dalam sebuah angkot jurusan Empang-Pancasan, Kecamatan Bogor yang diciduk oleh polisi setelah melakukan aksi kejahatannya. Pelaku mengambil HP milik penumpang  perempuan yang merupakan seorang guru. Korban menyadari HP telah hilang setelah turun dari angkot. Sang copet berhasil diringkus oleh korban sendiri yang menggunakan aplikasi petunjuk posisi handphone, sehingga dengan mudah polisi melacak keberadaan pelaku (detiknews, 16/09/2025)

Kasus kejahatan seperti pencopetan dan perampokan memang sudah biasa terjadi di transportasi umum. Karena tidak ada pilihan lain, sehingga masyarakat terpaksa harus menggunakan angkutan umum yang tidak memberikan jaminan keamanan bagi para penumpang. Bahkan tak jarang, pelaku kejahatan bekerja sama  dengan sopir angkot untuk mencari mangsa dan memudahkan menjalankan aksinya. Kasus-kasus seperti ini banyak terjadi dan mengakibatkan korban jiwa, dikarenakan si korban berusaha mempertahankan harta miliknya agar tidak diambil oleh pelaku kejahatan.

Memang benar, selain angkutan umum masih banyak lagi jenis transportasi lain yang lebih aman, seperti taxi online dan ojek online. Namun, ongkos yang dikeluarkan lebih besar dibanding dengan menggunakan angkutan umum yang ongkosnya murah meriah. Bahkan sebagian masyarakat memiliki membeli motor atau mobil secara kredit untuk mengantisipasi maraknya kejahatan dalam bertransportasi. Selain mendapatkan kenyamanan dan keamanan dengan menggunakan transportasi pribadi, juga bisa menghemat waktu dan tenaga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari.

Namun, meningkatnya masyarakat yang membeli kendaraan pribadi memunculkan persoalan baru, yaitu kemacetan yang semakin parah. Hal ini membuktikan individu masyarakatlah yang berjuang secara mandiri untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam bertransportasi. Upaya ini dilakukan oleh masyarakat agar terhindar dari aksi kejahatan dalam angkutan umum.

Pada hakikatnya, transportasi merupakan hajat hidup masyarakat yang wajib difasilitasi dan dijamin keamanan dan kenyamanannya oleh negara. Sebab, negara adalah pihak yang berwenang yang memiliki kekuasaan untuk membuat aturan dan mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan masyarakat, seperti transportasi. Bukankah ada aparat keamanan yang  bisa ditugaskan  melakukan patroli untuk mencegah  berbagai aksi kejahatan, terutama di angkutan umum?

Tidak dimungkiri, tidak berjalannya peran negara untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, tak lepas dari penerapan kapitalisme yang diterapkan hari ini. Sistem ini telah memandulkan peran negara hanya sebagai regulator. Dan memosisikan dirinya sebagai penjual dan rakyat sebagai pembeli.

Maka, apabila rakyat ingin mendapatkan jaminan keamanan akan terealisasi jika rakyat mampu membayarnya. Karena, dalam kamus sistem ini tidak ada yang gratis. Sehingga wajarlah apabila semua hajat hidup rakyat hanya dipandang sebagai ajang bisnis yang dapat menghasilkan cuan.

Kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi di tengah masyarakat. Jikalau negara menjalankan fungsinya dengan benar sebagai pengayom dan pelayan bagi urusan rakyat. Potret negara yang melaksanakan perannya tersebut adalah negara yang menerapkan sistem yang berasal dari syariat Islam. Sebab, Islam memerintahkan negara menjadi garda terdepan untuk memberikan jaminan perlindungan dan jaminan-jaminan lainnya secara adil dan merata bagi seluruh rakyatnya.

Negara pun akan mengatur bagaimana menciptakan keamanan dalam bertransportasi dengan bekerja sama  dengan kepolisian untuk melakukan patroli keliling 24 jam untuk memastikan tidak ada kejahatan yang terjadi. Patroli ini dilakukan baik di pemukiman masyarakat maupun di tempat-tempat umum.

Sehingga jika terjadi kasus kejahatan, polisi segera bertindak tanpa harus mendapatkan laporan dari masyarakat terlebih dahulu. Bahkan dengan patroli ini, polisi bisa mencegah dan mengetahui kasus kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat. Dan memberikan sanksi setimpal yang memberikan efek jera kepada pelaku sehingga bertobat dan tidak mengulangi aksi kejahatannya.

Negara juga akan menciptakan alat transportasi umum yang aman, nyaman dengan biaya yang murah sehingga terjangkau oleh masyarakat. Dengan memperbaiki infrastruktur jalan raya, sehingga tidak ada jalan yang bolong atau longsor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Sehingga masyarakat akan lebih memiliki transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini juga bisa mengatasi kemacetan karena meningkatnya kendaraan pribadi.

Yang terpenting negara akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan memberikan skill (pelatihan), sehingga setiap individu rakyat bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Dan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan tindak kejahatan  dengan alasan ekonomi.

Karena negara telah memfasilitasi lapangan pekerjaan agar bisa menafkahi keluarganya dengan cara yang layak Dengan mekanisme penerapan syariat Islam, maka satu-satu persoalan yang muncul di tengah masyarakat bisa teruraikan. Rakyat pun bisa merasakan hidup yang aman, nyaman dan sejahtera, di bawah naungan negara yang mendedikasikan dirinya untuk rakyat. Tentu kita bisa memilih sistem manakah yang layak mengatur kehidupan kita, kapitalisme atau Islam?