Lebih dari 20.000 Siswa Palestina Syahid dalam Agresi Israel Sejak Oktober 2023

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Kementerian Pendidikan Palestina melaporkan bahwa lebih dari 20.000 siswa Palestina gugur dan lebih dari 31.000 lainnya terluka akibat serangan brutal yang dilakukan oleh penjajah Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat sejak Oktober 2023.

Dalam pernyataannya pada Selasa (21/10), Kementerian Pendidikan menyebutkan bahwa 19.910 siswa di Gaza dan 148 siswa di Tepi Barat yang diduduki menjadi korban jiwa dalam agresi tersebut.

Selain itu, 30.097 siswa di Gaza dan 1.042 siswa di Tepi Barat mengalami luka-luka akibat tembakan dan serangan udara militer Israel yang menargetkan kawasan pemukiman dan fasilitas pendidikan.

Kementerian juga menegaskan bahwa 1.037 guru dan staf pendidikan syahid, sementara 4.740 lainnya terluka dan lebih dari 228 orang ditangkap oleh pasukan penjajah di dua wilayah tersebut.

๐—ž๐—ฒ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐˜€๐˜€๐—ฎ๐—น ๐——๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฑ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—น๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ป๐—ฎ

Serangan tanpa henti Israel telah menghancurkan 179 sekolah dan 63 gedung universitas di Jalur Gaza. Sementara itu, 118 sekolah negeri dan 100 sekolah yang dikelola UNRWA (PBB) mengalami kerusakan parah.

Kementerian menyebutkan bahwa 30 sekolah telah dihapus sepenuhnya dari daftar resmi pendidikan Palestina karena semua siswa dan tenaga pengajarnya gugur dalam agresi tersebut.

Di Tepi Barat, dua sekolah di Hebron dan Tubas hancur total, sementara delapan gedung universitas rusak sebagian akibat serangan berulang tentara Israel.

๐—ž๐—ผ๐—ฟ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—š๐—ฒ๐—ป๐—ผ๐˜€๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐——๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐˜๐—ถ๐˜€

Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, sejak awal agresi pada Oktober 2023, lebih dari 68.200 warga Palestina syahid dan lebih dari 170.300 lainnya terluka akibat serangan udara dan darat Israel yang menargetkan kawasan sipil.

Di Tepi Barat yang diduduki, kekerasan juga meningkat tajam dengan 1.056 warga Palestina terbunuh, sekitar 10.300 terluka, dan lebih dari 20.000 orang ditahan, termasuk 1.600 anak-anak.

Kementerian Pendidikan Palestina menegaskan bahwa angka tersebut menunjukkan upaya sistematis Israel untuk menghancurkan masa depan pendidikan dan generasi muda Palestina, menyebutnya sebagai kejahatan perang dan genosida terhadap dunia pendidikan Palestina. (Bahry)

Sumber: TRT

Hamas Serahkan Dua Jenazah Tawanan Israel yang Tewas Tertimbun Reruntuhan di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, telah menyerahkan jenazah dua warga Israel yang ditawan kepada Komite Internasional Palang Merah (ICRC), berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang tengah berlangsung di Jalur Gaza.

Militer Israel mengonfirmasi pada Selasa (21/10) bahwa pihaknya telah menerima dua peti mati berisi jenazah tawanan tersebut melalui perantaraan ICRC.

โ€œMenurut informasi yang diberikan oleh ICRC, dua peti mati berisi jenazah sandera yang telah meninggal dunia telah diserahkan dan sedang dalam perjalanan menuju pasukan Israel di Gaza,โ€ demikian pernyataan militer Israel.

Sebelumnya, Hamas menyebut bahwa kedua jenazah itu ditemukan di bawah reruntuhan bangunan akibat agresi udara Israel, dan penyerahannya dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan gencatan senjata.

Hingga saat ini, Hamas telah membebaskan 20 tawanan Israel yang masih hidup serta menyerahkan jenazah 14 tawanan lainnya, dengan imbalan pembebasan hampir 2.000 tahanan Palestina oleh pihak Israel. Kesepakatan ini merupakan bagian dari rencana bertahap yang diusulkan Presiden AS Donald Trump dan mulai berlaku sejak 10 Oktober.

Namun, Hamas mengecam keputusan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menutup perlintasan Rafah di perbatasan Mesir-Gaza, menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata dan bentuk penolakan terhadap komitmen yang telah dibuat kepada para mediator internasional.

Hamas memperingatkan bahwa penutupan perlintasan tersebut akan menghambat proses penyerahan jenazah dan pembebasan tawanan secara keseluruhan.

Dalam kesepakatan yang bertujuan mengakhiri perang dua tahun Israel di Gaza, kedua pihak disebut telah menyetujui mekanisme pertukaran jenazah, di mana Israel menyerahkan 15 jenazah warga Palestina untuk setiap jenazah warga Israel yang dikembalikan. (Bahry)

Sumber: TRT

Dua Tentara Israel Tewas dalam Serangan di Rafah, Gencatan Senjata Mulai Goyah

RAFAH (jurnalislam.com)โ€“ Dua tentara Israel tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan yang dilakukan kelompok perlawanan Palestina di Rafah, selatan Jalur Gaza, pada Ahad pagi (19/10). Insiden ini memicu serangan balasan besar-besaran dari militer Zionis dan mengancam kesepakatan gencatan senjata yang baru berjalan kurang dari sepekan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengidentifikasi dua tentaranya yang tewas sebagai Mayor Yaniv Kula (26) dan Sersan Staf Itay Yavetz (21), keduanya dari Batalyon 932 Brigade Nahal. Kula diketahui menjabat sebagai komandan kompi.

Dalam pernyataan resminya, militer Israel menuding Hamas bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menyebutnya sebagai โ€œpelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata.โ€ Namun, Hamas membantah tudingan itu dengan menegaskan bahwa insiden terjadi di area yang berada di bawah kendali pasukan Israel.

Kepala Staf IDF, Letjen Eyal Zamir, mengatakan pasukannya akan tetap dalam siaga tinggi.

โ€œKami siap dan bersiap menghadapi skenario apa pun,โ€ ujarnya dalam upacara serah terima jabatan sekretaris militer presiden.

Menurut laporan awal militer, serangan terjadi sekitar pukul 10.30 pagi di tenggara Rafah, dekat Jalan Salah a-Din wilayah yang diklaim berada di bawah kontrol Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

IDF menyebut sekelompok pejuang Palestina muncul dari sebuah terowongan dan menembakkan peluru kendali anti-tank (RPG) ke arah ekskavator militer, menewaskan dua tentara di tempat. Dalam waktu bersamaan, alat berat lain menjadi sasaran tembakan penembak jitu yang melukai dua operator, salah satunya dalam kondisi serius. Seorang tentara lainnya juga terluka sedang akibat tembakan berikutnya.

Militer Israel mengklaim tidak ada upaya penculikan terhadap tentaranya dalam serangan tersebut.

Pasukan IDF diketahui tengah beroperasi di area itu untuk โ€œmembersihkan infrastruktur Hamasโ€, meski wilayah tersebut berada di bawah kendali Israel sesuai kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi Amerika Serikat.

Peristiwa ini menjadi insiden mematikan pertama bagi militer Israel sejak dimulainya gencatan senjata yang diusulkan AS, yang bertujuan mengakhiri perang berkepanjangan di Gaza selama dua tahun terakhir. (Bahry)

Sumber: TOI

Meniti Jalan Hidayah dalam Gema Majelis Taklim: Muslimah Wahdah Bulukumba Kukuhkan 10 Majelis Taklim

BULUKUMBA (jurnalislam.com)- Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Bulukumba kembali menggelar kegiatan Gema Majelis Taklim (GMT) di Gedung Bersama Bulukumba, pada Ahad (19/10/2025). Kegiatan yang dihadiri 381 peserta ini diusung oleh Unit Dakwah dan Majelis Taklim, yang juga akan mengukuhkan 10 Majelis Taklim dari beberapa kecamatan di Bulukumba.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba, Ir. Hj. Andi Herfida Muchtar yang juga membuka kegiatan secara resmi. Beliau mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali menghadiri kegiatan muslimah wahdah bersama ratusan muslimah yang ingin menuntut ilmu.

“Kegiatan ini memiliki makna yang mendalam, insyaa Allah bisa menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan ummat yakni dengan penguatan ilmu agama, peningkatan kualitas keimanan dan tentu mempererat tali silaturrahim diantara kita semua,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan oleh Ketua Unit Dakwah dan MT, Ustadzah Nurul Huda Yunus, S.Pt. Sesi pengukuhan tersebut berlangsung khidmat dan menambah antusiasme para peserta. Jumlah majelis taklim yang dikukuhkan pada GMT kali ini adalah 10 MT, dan selanjutnya akan dibina oleh da’iyah muslimah wahdah.

Sekretaris MWD Bulukumba, Ustadzah Ariani Abbas, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan GMT yang mengangkat tema “Meniti Jalan Hidayah, Raih Keberkahan Hidup” semoga dapat menambah semangat para muslimah untuk senantiasa mencari dan menjaga hidayah yang Allah berikan, salah satunya dengan menghadiri majelis taklim secara rutin.

Suasana semakin khidmat dengan adanya sesi kajian oleh Ustadzah Suarni Yahya, S.H., beliau menekankan bahwa dalam meraih keberkahan hidup, maka kita harus menjaga keistiqomahan diatas hidayah yang telah Allah karuniakan kepada kita.

“Diantara cara kita menjaga keistiqomahan yakni dengan senantiasa menghadiri majelis ilmu atau majelis taklim, memiliki lingkungan dan teman-teman yang shalih, sabar dalam menjalani ujian, serta berdoa kepada Allah,” terangnya.

Momentum kebersamaan ini juga menjadi ajang untuk melakukan penggalangan dana peduli Palestina dan terkumpul sebesar 4.494.000. Kegiatan diakhiri dengan sesi pembagian doorprize yang menambah suka cita para peserta. Semoga kehangatan dan ketenangan dalam majelis-majelis ilmu senantiasa bisa dirasakan oleh para muslimah di Bulukumba.

Tambang Milik Siapa dan untuk Siapa?

Oleh : Herliana Tri M

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah akibat operasi tambang ilegal dari enam perusahaan besar. โ€œKita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja, total potensi kerugian mencapai Rp300 triliun,โ€ tuturnya dalam pernyataan yang disiarkan publik (Tempo.com,ย 7/10/2025)

Angka fantastis tersebut menggambarkan betapa besarnya kekayaan negeri ini. Hanya 6 perusahaan saja mampu mengeksplorasi tambang sampai menghasilkan 300 triliun, terlepas pelaku eksplorasi tambang resmi negara atau bukan. Wajar saja kalau negara ini mendapat julukan sebagai bumi pertiwi yang melambangkan Indonesia sebagai tanah ibu pertiwi, tanah air yang membesarkan dan menghidupi seluruh rakyatnya.

Nama tersebut juga menggambarkan kesuburan dan kelimpahan alam Indonesia sebagai sumber kehidupan. Tak salah julukan bumi pertiwi disematkan untuk Indonesia, adanya tambang ilegal juga tambang legal yang tercatat mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya raya. Artinya, kekayaan negeri ini memang berlimpah ruah.

Dalam kesempatan yang lain, Presiden Ri Prabowo mengungkapkan penemuan titik-titik tambang ilegal yang jumlahnya sangat besar. Ia menyampaikan praktik pertambangan tanpa izin (PETI) alias ilegal di berbagai wilayah Indonesia semakin marak. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya bahkan telah mencapai ribuan titik.

Presiden menambahkan, berdasarkan laporan dari Aparat Penegak Hukum (APH), saat ini ada 1.063 lokasi tambang ilegal di Indonesia. Nilai kerugian negara akibat tambang ilegal diperkirakan mencapai Rp 300 triliun.

“Saya telah diberi laporan dengan aparat bahwa terdapat 1.063 tambang ilegal dan potensi kekayaan yang dihasilkan 1.063 tambang ilegal ini berpotensi merugikan negara minimal Rp 300 triliun,” kata Prabowo saat Pidato RUU APBN 2026 dan Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI, dikutip Selasa(19/08/2025).

Carut Marut Masalah Tambang di Indonesia

Permasalahan tambang di Indonesia tak sekedar kerugian negara akibat penambangan liar dan mengalirnya pundi-pundi kekayaan alam ke pihak lain. Namun, keberadaan tambang yang dikeruk tanpa ampun, tanpa tanggung jawab telah menghantarkan permasalahan serius bagi lingkungan sekitar maupun masayarakat di sekelilingnya.

Lemahnya pengawasan terhadap tambang ilegal diakui oleh pemerintah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahwa lemahnya instrumen pengawasan sebagai satu kendala utama pemerintah dalam memberantas tambang ilegal.

Lebih- lebih lagi Pertambangan yang dikeruk secara serampangan mengakibatkan banyak dampak buruk bagi masyarakat, seperti deforestasi, kerusakan ekosistem, banjir, longsor, dan pencemaran lingkungan (air, tanah, dan udara). Kerusakan tak terkendali karena tidak menerapkan prinsip penambangan yang baik dan benar. Sekedar mengeruk kekayaan alam, tidak ada mekanisme reklamasi, rehabilitasi lahan, maupun pengelolaan limbah sehingga kerusakan lingkungan yang parah tak bisa dihindari.

Tidak hanya merusak lingkungan, tambang ilegal juga membahayakan nyawa masyarakat. Misalnya, penggunaan merkuri dalam penambangan emas, mencemari sumber air (sungai). Ikan-ikan di sungai juga terkontaminasi merkuri sehingga membahayakan kesehatan, pun demikian saat masyarakat ingin memanfaatkan air sungai yang mengalir, dikonsumsi oleh manusia, bisa menyebabkan kematian. Paparan emisi merkuri juga berakibat fatal pada janin, yaitu mengakibatkan bayi lahir cacat. Ini seperti yang terjadi pada seorang bayi di daerah Lingga Kayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara yang lahir pada 2019 dengan kondisi usus di luar perut (gastroschisis).

Tak berhenti sampai disini kerusakannya yang membahayakan, bekas galian tambang ilegal juga kerap mencelakai penduduk. Berdasarkan data anggota DPD RI Yulianus Henock, ada 44.736 lubang tambang di Kalimantan Timur. Hampir tidak ada yang ditangani secara serius sehingga berdampak pada keselamatan nyawa masyarakat. Menurut pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Purwadi Purwoharsojo ada 47 anak yang tenggelam di lubang tambang karena tidak ditutup secara permanen.

Ini berarti eksplorasi secara ugal-ugalan, hanya mementingkan keegoisan dan ketamakan atas kekayaan alam, menghantarkan kerusakan yang besar apalagi luasan dari tambang serta banyaknya titik yang dieksplorasi baik hasil penambangan legal maupun ilegal. Negara perlu menindak tegas setiap aktivitas yang menghantarkan pada kerusakan yang secara pasti terjadi pada rusaknya ekosistem dan membahayakan nyawa.

Siapa yang Layak Mengelola dan Menikmati Hasilnya?

Cara pandang kekayaan alam ini milik siapa tentu berbeda dengan cara pandang saat ini. Dalam pandangan Islam tambang termasuk dalam kepemilikan umum yang artinya menjadi hak semua warga mendapatkan manfaat atas kekayaan alam tersebut.

Namun karena tambang termasuk kekayaan alam yang membutuhkan pengolahan dan tidak langsung dapat dinikmati hasilnya oleh seluruh masyarakat, maka negara mengelola dan mengembalikan manfaatnya demi kesejahteraan rakyat, bukan untuk keuntungan individu atau korporasi.

Negara tidak berhak memberikan kepada seseorang ataupun beberapa orang (korporasi) tertentu. Demikian juga tidak boleh memberikan keistimewaan kepada seseorang atau lembaga tertentu untuk mengeksploitasinya. Jadi, harus dibiarkan sebagai milik umum bagi seluruh kaum muslim dan mereka berserikat atas harta tersebut.

Negara memiliki kewajiban menggali tambang tersebut, memisahkannya dari benda-benda lain, meleburnya, menjualnya atas nama kaum muslim, dan menyimpan hasil penjualannya di baitulmal kaum muslim. Dalam hal ini tidak ada perbedaan antara barang tambang terbuka (terdapat di permukaan bumi) yang eksploitasinya tidak memerlukan usaha yang berat, seperti tambang garam, serta tambang yang terdapat di dalam perut bumi, yang eksploitasinya memerlukan usaha yang berat, seperti emas, perak, besi, tembaga, grafit, timah, krom, uranium, fosfat, dan barang tambang lainnya.

Islam mengatur kepemilikan tambang ini yang sifatnya tetap menjadi milik seluruh rakyat. Negara dilarang memberikan izin pengelolaan tambang kepada perusahaan swasta, baik lokal maupun asing, karena hal itu melanggar syariat Islam. Adapun tambang yang jumlah depositnya kecil boleh dikelola oleh individu (rakyat), tetapi negara melakukan pengawasan secara cermat untuk mencegah terjadinya kerusakan sebagaimana yang terjadi saat ini. prosedur penambangan akan diperhatikan secara detil baik pelaku penambangan tersebut negara sendiri atau rakyat dengan volume tambang yang sedikit.

Sebagai amanah rakyat yang dibebankan kepada negara, maka amanah ini akan dijalankan sebaik-baiknya dari proses pengolahannya maupun hasil yang didapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemanfaatan masyarakat, karena memang pada dasarnya ini harta rakyat yang dilakukan secara amanah.

Oleh karena itu, pengelolaan tambang oleh negara dipastikan menjamin keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari tambang bisa didapatkan, sekaligus masyarakat tetap terjaga kesehatan dan keselamatan nyawanya, serta lingkungan tetap terjaga lestari. Negara tidak akan mengorbankan keselamatan rakyat semata demi meraih pundi-pundi kekayaan yang berlimpah.

Pengelolaan tambang yang dilakukan negara tentu berimbas pada kesejahteraan masyarakat secara umum. Namun, negara tidak seharusnya terpaku pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi saja, karena konsep โ€œsejahteraโ€ dalam sistem Islam tidak menggunakan indikator pertumbuhan ekonomi, tetapi terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat secara riil, bukan angka di atas kertas.

Sehingga tujuan pengelolaan tambang adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hasil tambang akan didistribusikan langsung kepada rakyat dalam bentuk subsidi energi (termasuk listrik), bahan bakar (minyak, gas, dan lain-lain), layanan pendidikan hingga tingkat tinggi (universitas), kesehatan, dan infrastruktur seperti jalan, jembatan, transportasi, komunikasi, instalasi air, dll. Semua pembiayaan fasilitas publik ini bersumber dari pos kepemilikan umum dalam baitul mal.

Berlandaskan cara pandang seperti ini, pengelolaan tambang dengan sistem Islam mewujudkan kesejahteraan rakyat dan dilakukan secara amanah sehingga tidak mengakibatkan kerusakan alam. Rakyat bisa hidup sejahtera dan lingkungan hidup mereka tetap terjaga kelestariannya.

Trump: AS atau Israel Bisa Bertindak Jika Hamas Tak Serahkan Senjatanya

WASHINGTON (jurnalislam.com)โ€” Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Ahad (19/10) bahwa dirinya tidak menetapkan tenggat waktu pasti bagi Hamas untuk melucuti senjata sesuai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Namun ia memperingatkan, jika Hamas gagal memenuhi komitmen tersebut, maka AS atau sekutunya, termasuk Israel, dapat turun tangan.

Dalam wawancara dengan FOX News, Trump menjelaskan bahwa Washington belum memiliki โ€œgaris waktu yang kerasโ€, tetapi pihaknya akan terus memantau perkembangan implementasi perjanjian.

โ€œKami akan melihat bagaimana semuanya berjalan,โ€ ujarnya.

Ketika ditanya apakah ia yakin Hamas benar-benar akan menyerahkan senjatanya, Trump mengatakan kelompok tersebut telah menyatakan kesediaannya, namun ia menegaskan akan ada tindakan tegas jika komitmen itu dilanggar.

โ€œMereka bilang akanโ€ฆ tapi jika tidak, kami yang akan melakukannya. Entah itu saya, AS, atau proksi kami bisa saja Israel dengan dukungan kami,โ€ kata Trump.

โ€œKami tidak akan mengerahkan pasukan darat.โ€ Imbuhnya.

Kesepakatan gencatan senjata Israel Hamas yang dimediasi oleh pemerintahan Trump disusun dalam 20 poin utama.
Tahap pertama perjanjian tersebut mencakup pertukaran tahanan, yaitu pembebasan sandera Israel dengan imbalan tahanan Palestina.

Selain itu, rencana tersebut juga mencakup pembangunan kembali Gaza dan pembentukan mekanisme pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas sebagai bagian dari proses politik pasca perang. (Bahry)

Sumber: TRT

Gencatan Senjata Dilanggar, 97 Warga Palestina Gugur Akibat Serangan Israel di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)โ€” Sedikitnya 97 warga Palestina gugur dan 230 lainnya luka-luka akibat serangan pasukan pendudukan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan di Jalur Gaza pada 10 Oktober lalu.

Otoritas Gaza menyebut, 21 pelanggaran tercatat hanya dalam satu hari, pada Ahad (19/10), menunjukkan bahwa Israel terus melancarkan agresi meski gencatan senjata secara resmi masih berlaku.

Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Gaza menegaskan bahwa pasukan pendudukan telah melakukan 80 pelanggaran terdokumentasi sejak gencatan senjata diumumkan, yang dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

โ€œPelanggaran-pelanggaran tersebut mencakup penembakan langsung terhadap warga sipil, serangan massal, penargetan yang disengaja, pembentukan โ€˜sabuk tembakโ€™, dan penangkapan warga,โ€ ungkap pernyataan tersebut.

Pasukan Israel, lanjutnya, menggunakan kendaraan militer, tank di tepi permukiman, derek elektronik dengan sistem penargetan jarak jauh, pesawat tempur, serta drone quadcopter untuk melancarkan serangan di seluruh wilayah Gaza.

โ€œSerangan ini terjadi di seluruh kegubernuran tanpa pengecualian, menegaskan bahwa pendudukan tidak mematuhi gencatan senjata dan terus melanjutkan kebijakan pembunuhan serta teror terhadap rakyat kami,โ€ tegas pihak otoritas Gaza.

Pemerintah Gaza menegaskan, Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut dan menyerukan PBB serta negara penjamin perjanjian untuk segera turun tangan menghentikan agresi.

Seperti diketahui, gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 10 Oktober berdasarkan rencana yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Kesepakatan itu mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap, pertukaran tahanan, serta masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. (Bahry)

Sumber: TRT

Trump Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku Walau Israel Berulang Kali Serang Gaza

WASHINGTON (jurnalislam.com)โ€“ Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, yang menjadi salah satu negosiator utama dalam kesepakatan gencatan senjata Gaza, mengatakan bahwa Hamas telah bertindak dengan itikad baik berdasarkan perjanjian tersebut.

Dalam wawancara dengan CBS pada Ahad (19/10/2025), Kushner mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan positif dari para mediator regional yang terlibat dalam negosiasi gencatan senjata.

โ€œSejauh yang kami lihat dari laporan para mediator, Hamas sejauh ini telah berupaya mematuhi perjanjian tersebut,โ€ ujar Kushner.

Ia menambahkan, meski kesepakatan itu masih bisa gagal kapan saja, Hamas dinilai telah menunjukkan komitmen awal untuk menghormati isi perjanjian.

Kushner menjelaskan bahwa Amerika Serikat, Israel, dan para mediator regional secara bersama memantau pelaksanaan kesepakatan, termasuk proses pemulangan tawanan dan jenazah warga Israel yang ditahan Hamas di Gaza.

Menurutnya, koordinasi dalam pemulihan jenazah para sandera bergantung pada kerja sama antara otoritas Israel dan mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki, yang menjadi perantara komunikasi dengan pejabat Hamas di lapangan.

โ€œKami mendorong kedua belah pihak untuk aktif mencari solusi, bukan saling menyalahkan atas kegagalan,โ€ kata Kushner, seraya menegaskan pentingnya menjaga stabilitas selama fase pertama gencatan senjata.

Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata di Gaza masih berlaku, meskipun pasukan Israel tetap melancarkan sejumlah serangan yang menewaskan puluhan warga Palestina.

Trump mengatakan, Washington berupaya memastikan situasi tetap tenang dan mendorong agar kedua pihak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.

๐—ฅ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜€๐˜๐—ฟ๐˜‚๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—š๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐—ฅ๐—ฝ๐Ÿด๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ง๐—ฟ๐—ถ๐—น๐—ถ๐˜‚๐—ป

Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menyiapkan โ€œrencana indukโ€ rekonstruksi Gaza pascaperang.

Rencana tersebut, yang bernilai sekitar 50 miliar dolar AS atau setara dengan sekitar Rp800 triliun, akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur dasar seperti perumahan, listrik, air bersih, dan fasilitas kesehatan.

โ€œSaya kira ini akan memerlukan banyak dana. Perkiraannya sekitar 50 miliar dolar, mungkin sedikit lebih atau kurang,โ€ ujar Witkoff.

โ€œNamun itu bukan angka besar bagi kawasan ini, karena ada beberapa negara yang siap membantu.โ€

Ia menambahkan bahwa proses pembangunan kembali akan dilakukan secara transparan, dengan dukungan dari mitra regional seperti Qatar, Mesir, Uni Emirat Arab, serta lembaga internasional. (Bahry)

Sumber: TRT

Tolak Pelucutan Senjata, Hamas: Kami Akan Pertahankan Kendali Keamanan di Gaza

DOHA (jurnalislam.com)โ€“ Hamas menyatakan akan mempertahankan kendali keamanan di Jalur Gaza untuk sementara waktu dan tidak dapat berkomitmen untuk melucuti senjata sepenuhnya. Hal itu disampaikan oleh anggota biro politik Hamas, Mohammed Nazzal, dalam wawancara dengan Reuters pada Jumat (17/10/2025).

Menurut Nazzal, posisi ini menunjukkan masih adanya perbedaan besar antara sikap Hamas dan rencana Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.

โ€œKami siap untuk gencatan senjata hingga lima tahun guna membangun kembali Gaza yang hancur. Namun ke depannya, rakyat Palestina harus diberi harapan untuk bernegara,โ€ kata Nazzal dari Doha, Qatar.

๐—›๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜€ ๐—ง๐—ผ๐—น๐—ฎ๐—ธ ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐˜‚๐—ฐ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฝ๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ธ

Rencana gencatan senjata tahap pertama yang dimediasi AS mulai berlaku sejak awal Oktober. Namun, negosiasi tahap berikutnya akan membahas isu-isu sensitif seperti pelucutan senjata dan siapa yang akan memerintah Gaza.

Ketika ditanya apakah Hamas akan menyerahkan senjatanya, Nazzal menjawab bahwa hal itu tergantung pada sifat dan tujuan proyek yang dimaksud.

โ€œSaya tidak bisa mengatakan ya atau tidak. Pertanyaannya, kepada siapa senjata itu akan diserahkan? Ini bukan hanya urusan Hamas, tetapi juga kelompok perlawanan Palestina lainnya,โ€ ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan terkait senjata harus dibahas dalam kerangka nasional Palestina yang lebih luas, bukan hanya tekanan dari luar.

๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎ๐—ฒ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐—ฆ ๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜€

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Hamas belum memenuhi seluruh isi perjanjian gencatan senjata, termasuk pembebasan sandera dan pelucutan senjata.

โ€œHamas harus mematuhi rencana 20 poin tersebut. Waktu mereka hampir habis,โ€ kata pernyataan kantor Netanyahu kepada Reuters.

Rencana yang diumumkan Trump pada 29 September menyerukan agar Hamas segera mengembalikan semua sandera, kemudian menyerahkan kendali pemerintahan Gaza kepada komite teknokratis yang diawasi badan transisi internasional.

Trump menegaskan bahwa Hamas diberi kesempatan untuk melaksanakan keamanan internal sementara di Gaza, termasuk menangani geng-geng bersenjata lokal. Namun ia memperingatkan bahwa Hamas โ€œakan dipaksa melucuti senjata jika melanggar kesepakatan.โ€

๐—›๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜€ ๐—™๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐˜€ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜€๐˜๐—ฟ๐˜‚๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—š๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ

Mohammed Nazzal menjelaskan bahwa saat ini Hamas tengah fokus pada stabilitas keamanan dan rekonstruksi Gaza. Ia membenarkan bahwa Hamas telah mengeksekusi sejumlah pelaku kriminal di Gaza, yang disebutnya sebagai โ€œlangkah luar biasa di masa perangโ€.

โ€œMereka adalah pembunuh yang telah terbukti bersalah. Kami harus menjaga ketertiban di tengah kekacauan,โ€ katanya.

Hamas juga telah menyerahkan 10 dari 28 jenazah sandera yang tewas sejak serangan 7 Oktober 2023. Nazzal mengatakan pencarian jenazah lainnya terkendala oleh kondisi medan dan kehancuran bangunan, namun pihak internasional seperti Turki atau AS dapat membantu jika diperlukan.

Seorang pejabat senior Turki pekan lalu menyatakan bahwa Ankara siap bergabung dalam satuan tugas gabungan bersama Israel, AS, Qatar, dan Mesir untuk menemukan sisa jenazah tersebut.

๐—›๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜€ ๐—™๐—ผ๐—ธ๐˜‚๐˜€ ๐—ฝ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—ป๐˜€๐˜๐—ฟ๐˜‚๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—š๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ

Nazzal menyebut bahwa fase transisi di Gaza akan mencakup dua hal:

1. Pemerintahan sipil teknokratis, yang menjalankan administrasi dan bantuan kemanusiaan.

2. Hamas tetap hadir di lapangan untuk menjaga keamanan dan mencegah penjarahan terhadap truk bantuan.

โ€œIni adalah fase sementara. Setelahnya, harus ada pemilu,โ€ ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Hamas belum membahas secara rinci soal rencana pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza yang diusulkan AS.

๐—š๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—น๐—ฒ๐˜€๐˜๐—ถ๐—ป๐—ฎ

Meski piagam Hamas menyerukan penghancuran entitas Zionis, Nazzal menegaskan bahwa kelompoknya terbuka untuk gencatan senjata jangka panjang sebagai langkah menuju solusi politik.

โ€œKami tidak mencari perang baru. Gencatan senjata tiga sampai lima tahun akan memberi kesempatan untuk membangun kembali Gaza,โ€ tegasnya.

Ia menekankan bahwa setelah masa gencatan senjata, negara-negara dunia harus memberikan โ€œcakrawala dan harapanโ€ bagi rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan dan hak berdaulat di tanah mereka sendiri. (Bahry)

Sumber: TNA

Gencatan Senjata di Gaza Terancam, Israel Lancarkan Serangan Udara ke Rafah

GAZA (jurnalislam.com)โ€“ Gencatan senjata sembilan hari di Jalur Gaza berada di bawah tekanan pada Ahad (19/10/2025) setelah tentara pendudukan Israel melancarkan serangan udara ke wilayah selatan Gaza dengan alasan membalas serangan terhadap pasukannya.

Militer Israel menuduh Hamas melakukan โ€œpelanggaran gencatan senjataโ€ dan menembakkan rudal anti-tank ke arah pasukan penjajah yang masih beroperasi di wilayah Rafah. Sebagai balasan, jet tempur dan artileri Israel menggempur sejumlah titik di kota tersebut.

Namun, Hamas membantah tuduhan itu dan menegaskan pihaknya tetap berkomitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata.

โ€œIsrael terus melanggar perjanjian dan mengarang dalih lemah untuk membenarkan kejahatannya,โ€ kata anggota biro politik Hamas, Izzat Al-Rishq, dalam pernyataannya.

Menurut saksi mata di Rafah, dua serangan udara Israel mengguncang kawasan yang masih dikuasai tentara Zionis. โ€œHamas sebenarnya tengah memerangi geng lokal Abu Shabab, tapi mereka dikejutkan oleh kehadiran tank-tank Israel,โ€ ujar seorang warga berusia 38 tahun yang meminta namanya dirahasiakan.

๐—˜๐—ธ๐˜€๐˜๐—ฟ๐—ฒ๐—บ๐—ถ๐˜€ ๐—ฆ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฝ ๐—ž๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐˜€๐—ฟ๐—ฎ๐—ฒ๐—น ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ธ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐——๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜€๐˜‚๐—ป๐—ด๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—น๐—ถ

Ketegangan meningkat ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar pertemuan darurat dengan kabinetnya. Para menteri sayap kanan menuntut dimulainya kembali perang besar-besaran terhadap Gaza.

Menteri Keamanan Nasional Israel yang ekstremis, Itamar Ben Gvir, menyerukan agar militer โ€œmelanjutkan pertempuran dengan seluruh kekuatanโ€.

โ€œIlusi bahwa Hamas akan mematuhi perjanjian sudah terbukti berbahaya bagi keamanan kita. Hamas harus dimusnahkan sepenuhnya,โ€ kata Ben Gvir.

Sementara itu, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menulis singkat di media sosial: โ€œPerang!โ€

๐—š๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ฅ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ฟ๐˜‚๐—บ๐—ฝ ๐— ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐—š๐—ผ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด

Gencatan senjata yang dimediasi Presiden AS Donald Trump dan berlaku sejak 10 Oktober lalu semula diharapkan dapat menghentikan dua tahun agresi brutal Israel di Gaza. Kesepakatan tersebut mencakup pertukaran tawanan dan peta jalan politik bagi masa depan Gaza.

Namun, sejak awal kesepakatan telah diwarnai pelanggaran. Pada Sabtu (18/10), pasukan Israel menyerang sebuah bus di Kota Gaza dan menewaskan sedikitnya 11 warga sipil Palestina.

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sedikitnya 35 warga Palestina telah gugur sejak gencatan senjata diberlakukan.

Utusan perdamaian AS, Steve Witkoff, dijadwalkan akan berkunjung ke Timur Tengah pekan depan untuk memantau pelaksanaan kesepakatan tersebut.

๐—ฅ๐—ฎ๐—ณ๐—ฎ๐—ต ๐——๐—ถ๐˜๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ, ๐—๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ๐—ต ๐— ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ

Krisis kemanusiaan semakin memburuk setelah Israel menutup perlintasan Rafah dari arah Mesir. Langkah ini dilakukan dengan alasan menekan Hamas agar mempercepat pemulangan tawanan dan jenazah korban.

Kementerian Kesehatan Gaza menyebut Israel telah menyerahkan 150 jenazah warga Palestina, sementara Hamas masih berupaya mengevakuasi korban lain yang tertimbun reruntuhan.

Hamas memperingatkan bahwa keputusan Israel menutup Rafah akan โ€œmenghambat evakuasi dan pemindahan jenazah secara signifikan.โ€

โ€œKami membutuhkan waktu dan bantuan teknis untuk mengevakuasi para korban dari bawah reruntuhan,โ€ kata pernyataan Hamas.

Kantor Netanyahu menyebut pembukaan kembali penyeberangan Rafah akan dipertimbangkan โ€œberdasarkan kepatuhan Hamas terhadap kerangka perjanjian yang telah disepakati.โ€ (Bahry)

Sumber: TNA