Sebut ‘Palestina Harus Musnah dari Muka Bumi’ di Postingan Facebook, Pemilik Akun Andy Derris Minta Maaf

SEMARANG (Jurnalislam.com)- Sejumlah ormas Islam di Semarang mendatangi rumah Krisno Riyanto di Jalan Semeru terkait cuitan ujaran kebencian di medsos pada, Rabu (1/11/2023).

Krisno yang merupakan seorang Katolik itu mengatakan di laman Facebook pribadinya atas nama Andy Derris bahwa Palestina harus musnah dari bumi.

“Semoga Palestina musnah dari bumi ini. Agar tercipta perdamaian di timur tengah. amin,” kata Krisno.

Pernyataan tersebut dinilai menyinggung umat Islam Palestina yang saat ini sedang dibombardir Israel di Jalur Gaza.

Salah satu perwakilan Ormas Islam, Marzuki mengatakan pihaknya mendatangi Krisno untuk meminta klarifikasi terkait pernyataannya tersebut.

“Kita meminta klarifikasi dan keterangan maksud postingannya yang ada di facebook,” katanya

Untuk menghindari tindakan main hakim sendiri, Krisno akhirnya dibawa ke Polsek Gajah Mungkur untuk dimintai keterangan.

Di hadapan Kapolsek dan perwakilan Ormas Islam, Krisno akhirnya menyampaikan permohona maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Reporter: Agus Riyanto

Dalam 24 Jam Sebelas Tentara Israel Dilaporkan Tewas Dalam Operasi Darat di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)- Dilaporkan setidaknya sembilan tentara Israel tewas pada Selasa (31/10/2023) setelah rudal anti-tank menghantam kendaraan di Gaza utara.

Israel mengumumkan kematian tentaranya pada hari Rabu (1/11/2023) bahwa sembilan tentara tewas pada hari Selasa di Jalur Gaza utara, ketika pengangkut personel lapis baja yang mereka tumpangi terkena rudal anti-tank.

IDF menyebutkan nama-nama tentaranya yang tewas sebagai berikut: Ariel Reich (24) dari Yerusalem; Asif Luger (21) dari Yagur; Adi Danan (20) dari Yavne; Halel Solomon (20) dari Dimona; Erez Mishlovsky (20) dari Oranit; Adi Leon (20) dari Nili; Ido Ovadia (19) dari Tel Aviv; Lior Siminovich (19) dari Herzliya; dan Roei Dawi (20) dari Yerusalem.

Kemudian dalam hari yang sama Selasa dilaporkan juga, bertambah lagi dua tentara dari Brigade Givati ​​IDF tewas dalam operasi darat di Gaza. Mereka adalah Staf Sersan Roei Wolf dan Staf Sersan Lavi Lipshitz. Dengan tambahan ini setidaknya total 11 tentara Israel yang dilaporkan tewas dalam operasi darat di Gaza.

Sumber: Haaretz

Reporter: Bahri

Gandeng PGRI Cabsus UPGRIS, JSIT Jateng Gelar Webinar Pendidikan Nasional

SEMARANG (jurnalislam.com)- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah bekerjasama dengan PGRI Cabang Khusus UPGRIS menggelar Webinar Pendidikan Nasional, Selasa (31/10/23) melalui media zoom meeting dan channel youtube.

Webinar kali ini mengangkat tema tentang “Pengembangan Profesi Guru” dengan menghadirkan narasumber Dr. H. Muhdi, SH, M.Hum (Ketua PGRI Jateng) dan Dr. Abdul Fikri Faqih, MM (Wakil Ketua Komisi X DPR RI). Panitia mencatat sebanyak lebih dari 2.000 peserta dari berbagai kabupaten atau kota mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua PGRI Jateng, Muhdi sebagai narasumber dalam paparannya mengatakan bahwa dalam menghadapi era society 5.0, guru sebagai pendidik harus melakukan perubahan perubahan yang adaptif.

“Guru harus terus berinovasi karena perkembangan zaman dan peserta didik semakin unik. Guru harus memiliki kemampuan yang reflektif dalam memecahkan masalah dalam pembelajaran dan dunia Pendidikan,” kata Muhdi.

Muhdi menambahkan ada peluang dan tantangan yang terbuka bagi sekolah swasta berbasis agama seperti Sekolah Islam Terpadu (SIT) menangkap keinginan dari orang tua siswa di era ini. Selama ini SIT sudah mampu menjawab keinginan orang tua dengan memberikan nilai plus di program pembelajaran.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menambahkan bahwa di era disrupsi dimana perubahan yang cepat dan tidak konsisten, diharapkan para guru bisa beradaptasi dengan cepat. Sekarang peserta didik bisa mengakses internet sehingga bisa belajar kapan dan dimana saja. Dengan kemajuan teknologi, pembelajaran juga semakin menarik, menyenangkan, dan interaktif.

“Guru dituntut untuk terus belajar. Lebih-lebih di era disrupsi dimana perubahan dinamika yang sangat cepat dan inkonsisten. Guru harus memiliki kemampuan dalam pemanfaatan teknologi yang memadai agar pembelajaran semakin menarik, interaktif, dan tentu menyenangkan bagi peserta didik. Saya yakin, kalua guru-guru di JSIT Indonesia bisa melakukan hal tersebut karena SDM gurunya masih muda-muda dan inovatif,” kata Abdul Fikri Faqih.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zaenal Abidin dalam sambutannya mengatakan bahwa sudah menjadi budaya baik di JSIT Indonesia untuk terus berkolaborasi dengan berbagai organisasi yang konsen dalam pendidikan guna mewujudkan pendidikan yang maju, seperti dengan PGRI. Kerjasama dengan PGRI akan terus dijalin dalam berbagai variasi program.

“Sesuai dengan tagline JSIT Jawa Tengah yaitu “Semangat Berkolaborasi dan Menginspirasi” hari ini kami berkolaborasi dengan PGRI menggelar webinar secara online. JSIT Indonesia terus terbuka berkolaborasi dengan organisasi apa saja yang konsen terhadap pendidikan. Kerjasama antar semua lini sangat dibutuhkan guna mewujudkan pendidikan dan generasi yang berkualitas,” papar Zaenal Abidin.

Rakyat Palestina Berterima Kasih Atas Bantuan Dari Masyarakat Aceh

GAZA (jurnalislam.com)- Bantuan dari Masyarakat Aceh tahap awal telah disalurkan kepada rakyat Palestina di Jalur Gaza pada Selasa, (31/10/ 2023).

“Alhamdulillah sekali, pada hari ini Tim ASAR Humanity yang berada di Gaza telah menyalurkan 100 paket makanan, obat-obatan dan kebutuhan anak juga ibu-ibu di Kamp Pengungsian Gaza Barat di Jalur Gaza,” ungkap Munandar, selaku Kepala Cabang ASAR Humanity Aceh.

Bantuan yang terkumpul merupakan hasil donasi dari Masyarakat Aceh yang tergabung dalam Gerakan “Aceh Untuk Palestina”.

“Begitu serangan Israel yang membabi buta menyerang Palestina, kami dari ASAR Humanity Aceh berupaya menghimpun bantuan secepatnya dan menamakan gerakan kebaikan ini dengan Aceh Untuk Palestina, dimana kita berharap ini bisa menjadi wasilah terbaik kita untuk Rakyat Palestina,” tambah Munandar.

Selanjutnya, dalam wawnacara singkatnya, Munandar menyampaikan rasa terima kasih Rakyat Palestina kepada Rakyat Aceh.

“Bahagia sekali ketika relawan di sana secara sigap menyampaikan bantuan dari Masyarakat Aceh ini, dan disela-sela itu beberapa warga Palestina mengucapkan terima kasih dan mendoakan para donatur yang membantu kesulitan mereka saat ini,” ujar Munandar.

Sebagai penutup, Munandar kembali mengajak Rakyat Aceh Untuk terus mengirimkan bantuan untuk Palestina.

“Setiap hari kami menerima laporan terbaru terkait Palestina, dan rasanya begitu memilukan kondisi saudara kita disana. Saat ini kami dari ASAR Humanity Cabang Aceh yang beralamat di Jl. Angsa No.18B, Dusun Mesjid, Desa Lueng Bata, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, mengajak masyarakat Aceh untuk terus membantu Palestina. Bisa langsung ke kantor atau transfer donasi melalui rekening BSI #721 365 1905 dan jangan lupa untuk mengkonfirmasi ke 0821-2222-4204. Untuk informasi terkini mengenai Gaza, bisa di akses di Instagram kami @asarhumanity_aceh,” tutup Munandar

Doa, Dzikir dan Sholawat Menggema di Aksi Midnight For Palestine

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta kembali mengadakan acara solidaritas Palestina, kali ini acara tersebut dikemas dalam bentuk Midnight For Palestine. Acara tersebut diselenggarakan di Masjid Kotabarat, Laweyan, Ahad (29/10) dini hari.

Sebelumnya acara tersebut bakal digelar di pintu masuk Stadion Manahan, namun karena terkedala ijin maka dipindah di Masjid Kotabarat.

“Acara hari ini kita adakan malam, karena perangnya orang zionis Israel juga tidak hanya siang tapi juga malam hari. Maka hari ini kita juga berjuang untuk membela saudara di Palestina dengan doa, jangan remehkan dengan doa,”ujar Koordinator DRT DSKS, Ustadz Syhabuddin Abdul Muiz.

Dalam tausiahnya pimpinan Ponpes Isykarima tersebut meminta agar seluruh umat Islam memberikan doanya kepada saudara di Palestina.

“Saat ini kita mendoakan bangsa Indonesia dan Palestina. Kita akan terus berdoa setiap malam agar Palestina bisa memenangkan dan merdeka,”ungkapnya.

Dengan doa Sholawat Asyghil semoga saudara di Palestina tetap teguh kuat dan orang-orang yang memusuhi biar saling membunuh stres dan kaget.

Lanjut Ustadz Shyhab, maka wasilah membaca Al quran dan sholawat dulu juga dibaca para ulama dan santri di Indonesia saat melawan penjajahan. Para Ulama terus berdoa membaca shlawat asyghil dan para penjajah Belanda, Amereika dan Jepang saling serang dan hancur.

Bahkan doa itu menempati yang pertama dalam ibadah jihad fi sabilillah, karena inti semua amal adalah dzikir. Kegiatan Midnight For Palestine selain mendengarkan tausiah juga diisi dengan pembacaan al quran, dzikir, munajat dan tahajud.

Meski diselenggarakan dini hari antusias masyarakat dalam mengikuti cukup besar, hal ini juga dibuktikan dengan melubernya peserta hingga ke trotoar depan Masjid Kotabarat.

DSKS terus berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada bangsa Palestina lewat aksi-aksi simpatik. Kedepan akan diadakaan acara dalam bentuk lain seperti konser Nasyid, acara di CFD ataupun membuat lukisan mural.

Ustadz Zaitun Rasmin Berharap Indonesia Pimpin Negara-Negara di Dunia dalam Memperjuangkan Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)– Ustaz Dr. KH. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., MA selaku Steering Commitee Aksi Damai Sumpah Pemuda Indonesia lawan Pembantaian di Palestina menegaskan bahwa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk perlawanan terhadap kebiadaban Israel kepada Palestina.

“Kita berterima kasih kepada Allah, dan seluruh kita yang terlibat hari ini, sejenak eleman bangsa dari masyarakat hingga pihak keamanan. Kebiadaban dan kebrutalan Israel dan sekutu-sekutunya bisa kita lawan dari sini dengan perang narasi,” kata Ustaz Zaitun di hadapan satu juta lebih peserta aksi di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat, Sabtu (28/10/2023).

Ustaz Zaitun Rasmin menyampaikan terima kasih kepada Gaza, kepada Palestina, dan para pejuang yang telah menjaga izzah Islam. Tidak takut kepada apapun yang dimiliki Zionis tak beradab.

“Jumlah yang hadir sekarang belum bisa kita hitung. Dari perhitungan kasar, insya Allah hadir 1 juta! Kita juga sampaikan hormat kepada Presiden dan Menlu RI yang dengan tegas tetap membela Palestina. Kita berharap Indonesia menjadi pemimpin negara Islam dan bangsa-bangsa di dunia untuk terus memperjuangkan Palestina,” pungkasnya.

Dalam Aksi Bela Palestina tersebut, turut hadir Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Ia mengatakan bahwa perjuangan para pejuang Palestina untuk mengabarkan kepada dunia bahwa Palestina masih ada. Bahwa Palestina harus dibebaskan. Seperti yang terjadi di Indonesia pada 1949, yakni perlawanan rakyat Indonesia kepada Belanda untuk mengabarkan pada dunia bahwa Indonesia masih ada.

“Penjajahan Israel terhadap Palestina mengabarkan kepada dunia bahwa mereka selalu melanggar hukum internasional. Sesungguhnya yang kita lakukan hari ini adalah melanjutkan yang telah dilakukan bapak-bapak bangsa kita. Mereka melakukan diplomasi dan penggalangan internasional. Ini juga yang harus kita lakukan sampai Palestina merdeka,” ujar Hidayat.

Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitulmaqdis (KIBBM), Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan, fokus aksi massa hari ini adalah untuk mendesak penghentian genosida di Palestina.

“Tuntutan yang paling utama adalah penghentian genosida kemanusiaan yang terjadi di Palestina. Begitu juga tuntutan khusus bahwa dunia internasional segera bergerak,” kata Ustaz Bachtiar Nasir.

Organisasi Kepemudaan diantaranya KAMMI, HMI, LIDMI, Prima DMI, Pemuda Al Irsyad, Pemuda Persis, Pemuda Wahdah dan Pemuda Hidayatullah, menyatakan tiga ikar Pemuda Indonesia atas Palestina yang dibacakan oleh Ahmad Afandi selaku ketua umum HMI.

“Ikrar Pemuda Indonesia, satu, Kami pemuda Indonesia menjunjung kemerdekaan Palestina, dua, Kami pemuda Indonesia memperjuangkan kedaulatan Palestina, tiga, Kami pemuda Indonesia menuntut keadilan bagi Palestina, empat, Kami pemuda Indonesia memuliakan kemanusiaan bangsa Palestina, takbir, takbir, merdeka,” tuturnya dengan suara lantang.

Lawan Pembantaian di Palestina, 1 Juta Massa Bela Palestina Padati Gedung Kedubes AS Jakarta

JAKARTA (jurnalislam.com)- Sekitar 1 juta lebih umat Islam Indonesia mengepung kedutaan besar Amerika Serikat di jalan Merdeka Jakarta Pusat sebagai bentuk protes terhadap Amerika atas bantuanya terhadap Israel dalam membantai rakyat Palestina, Sabtu (28/10/2023)

Aksi Damai Sumpah Pemuda Indonesia ini dilakukan oleh KIBBM bersama para tokoh dan masyarakat, sebagai bentuk dukungan kepada Palestina dan pelawanan terhadap Israel atas pembantaian yang dilakukan kepada penduduk di Gaza.

Hingga hari ini tercatat sekitar 7000 ribu lebih korban jiwa di Gaza yang mayoritas adalah anak-anak dan perempuan.

Sekjen MUI Pusat Buya Amirsyah dalam orasinya di hadapan seluruh peserta aksi menyampaikan bahwa Palestina adalah sama seperti tubuh kita.

“Ditubuh kita ini mengalir darah saudara-saudara kita di Palestina, karena itu kita tidak rela melihat saudara-saudara kita dizhalimi, dibantai dan ditindas oleh Israel,” ujarnya.

Ketua Koalisi Indonesia Bela Baitulmaqdis (KIBBM) KH. Bachtiar Natsir mengungkapkan data peserta aksi kita hari ini sekitar 1 juta orang lebih. UBN sapaan akrabnya menyerukan kepada para pemuda dan peserta aksi untuk terus menyuarakan pembelaan terhadap Palestina lewat media.

“Betapa banyak orang yang mati hari ini, jangan sampai kita juga menjadi pembunuh. Ketika melihat anak-anak Gaza sedang kelaparan, karena tidak membantu mereka disaat orang tua mereka telah mati. Wahai anak muda, jangan sampai kita berhenti berjuang. Walau mereka terus membungkam dan membatasi suara kita di media. Jadikan terus media kita sebagai senjata bagi kita semua,” terang UBN.

Selaku Stering Commite Aksi Bela Palestina, Kyai Zaitun Rasmin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak baik dari keamanan TNI/PORLI serta seluruh peserta aksi yang telah tergerak untuk datang menyuarakan kemerdekaan dan lawan pembantaian di Palestina.

“Kita berterima kasih kepada Allah, dan seluruh kita yang terlibat hari ini, sejenak eleman bangsa dari masyarakat hingga pihak keamanan. Bahwa kebiadaban, penistaan Israel dan sekutu-sekutunya di Palestina, sesungguhnya bisa kita lawan disini, dengan perang opini dan dukungan kita. Tentu saja kita berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang terus konsisten mendukung kemerdekaan Palestina,” tegas Ustaz Zaitun.

Aksi Bela Palestina ini sengaja dilakukan di depan Kedubes AS, untuk menunjukkan kepada Amerika, bahwa rakyat Indonesia terus mendukung kemerdekaan Palestina, dan mendukung para pejuang Palestina dalam memperjaungkan kemerdekaan.

JSIT Jawa Tengah Adakan Olimpiade Sains dan Workshop Guru Pelatih OSN

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menyelenggarakan Olimpiade Sains 2023 dan Workshop Guru Pelatih OSN di Graha Yunita Kartasura, Sabtu (29/10/2023).

Kegiatan diikuti oleh 713 peserta, yang terdiri dari 524 peserta olimpiade dan 182 peserta Workshop Guru Pelatih OSN.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Siswa JSIT Jawa Tengah, Hendro Gunawan, S.Pd. dalam laporan panitia menyampaikan selamat datang kepada para peserta olimpiade dan workshop.

“Selamat datang ahlan wa sahlan kepada peserta lomba Olimpiade Sains dan Workshop Guru Pelatih OSN. Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas antusiasme peserta,” sambut Hendro.

“Selamat berlomba penuh kegembiraan dan ukhuwah. Semoga kegiatan ini bermanfaat. Semakin memantik budaya berliterasi, berkompetisi, dan berprestasi untuk Sekolah-sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah,” sambung Hendro.

Dalam sambutannya, Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zaenal Abidin, S.Pd. menyampaikan bahwa diperlukan sarana untuk berkompetisi secara sehat untuk mengukur kemampuan murid-murid dalam bidang pengetahuan masing-masing.

“Olimpiade Sains yang digelar oleh JSIT Jawa Tengah menjadi ajang silaturahmi sekaligus mengasah kemampuan murid-murid dalam bidang pelajaran/pengetahuan masing-masing. Khususnya dari Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang ada di Jawa Tengah,” ucap Zaenal.

Ada dua mata olimpiade untuk jenjang SD yakni Matematika dan IPA. Adapun untuk jenjang ada tiga mata olimpiade, yakni Matematika, IPA, dan IPS.

Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata olimpiade, yakni Astronomi, Biologi, Ekononi, Fisika, Geografi, Informatika, Kebumian, Kimia, dan Matematika.

Selain itu, para guru dari masing-masing SIT akan mengikuti Workshop Guru Pelatih Olimpiade bertajuk “Pembentukan Tim Olimpiade yang Solid, Produktif, dan Penuh Prestasi”.

“Kita berharap melalui Workshop ini akan menjadi pemantik di masing-masing Sekolah Islam Terpadu (SIT) memiliki Tim Olimpiade yang solid. Sehingga murid-murid SIT akan dapat perpartisipasi dan berprestasi dalam olimpiade maupun yang diselenggarakan oleh JSIT, dinas, maupun lainnya,” harap Zaenal.

Workshop Guru Pelatih OSN menghadirkan narasumber Faizul Munif, S.Si. Kepala SMAIT Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto. Sekolah yang sukses melahirkan murid-murid pemenang olimpiade. Nara sumber lainnya, Faisal Imam Prasetyo, S.Pd., Gr. salah satu Guru SMAIT Nur Hidayah Sukoharjo.

Aksi ASWAJA Surabaya, Ribuan Umat Muslim Mengecam Penjajahan Israel di Palestina

SURABAYA (jurnalislam.com)- Ribuan umat muslim dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi yang tergabung dalam ASWAJA (Arek Surabaya Wani Jaga Al Aqsa) menggelar aksi bela Palestina, di Tugu Pahlawan Surabaya tepatnya didepan gedung Gubernur Jawa Timur jl. Pahlawan no. 110 kota Surabaya, pada Sabtu pagi (28/10/2023).

Aksi dimulai pukul 08.00 pagi diawali dengan long march ditengah kota Surabaya. Tampak peserta membawa bendera Palestina, poster, hingga spanduk berisi pembelaan dan dukungan bagi warga Palestina.

“Hari ini kita adalah pembela ummat Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam, membela saudara-saudara kita yang hari ini tertindas, mereka yang dijajah oleh teroris Israel, saudara-saudari kita yang hari ini diperlakukan dengan hina oleh Israel,” kata ustadz Hamzah Baya, M.Pd didalam orasinya.

Lebih lanjut ustadz Hamzah Baya mengatakan bahwa ASWAJA bersama-sama menyuarakan kepedulian mereka terhadap kesucian Al Aqsa dan menegaskan bahwa mereka tidak akan diam terhadap penindasan yang sedang terjadi di Palestina.

“Kami menunjukkan kepada dunia bahwa umat Islam adalah umat terkuat, umat Islam mempunyai kejayaan, dan hari ini kami melawan kekejaman Israel di Palestina. Yang bisa kami lakukan hanyalah mendoakan saudara-saudara kami,” tegasnya.

Mereka berharap bahwa upaya ini dapat menjadi pembelaan mereka di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam aksi ini tampak panitia juga menggalang donasi yang akan disumbangkan sebagai bukti komitmen mereka untuk melawan kekejaman Israel di Palestina.

“Hari ini kita membela saudara kita di Palestina meskipun dengan keringat, air mata, dan donasi yang sedikit, mungkin inilah yang akan bisa menjadi pembela kita dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah yang bisa menjawab bahwa hari ini kita tidak diam, tidak membisu, kita menjadi pembela saudara-saudara kita di Palestina,” pungkasnya.

Reporter: Bahri

Aksi Bela Palestina, Ketua Umum PP Lidmi Sebut Demokrasi dan HAM Telah Musnah di Tangan Amerika

JAKARTA (jurnalislam.com)– Ketua Umum Pimpinan Pusat Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (Lidmi), Asrullah, S.H., M.H. menyatakan bahwa dukungan Amerika dan negara-negara Eropa terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel adalah bukti telah musnahnya demokrasi dan HAM yang selalu digaungkan negara barat.

“Amerika dan negara-negara barat yang dikompori oleh Eropa yang selalu mengkampanyekan raja demokrasi dan Hak Asasi Manusia hari ini telah mati dan dusta karena perbuatan mereka”, kata Asrullah dihadapan satu juta lebih peserta aksi di depan Kedubes AS Jakarta, Sabtu (28/10/2023).

Asrullah menekankan bahwa memperjuangkan Palestina merupakan bagian dari jihad fii sabilillah umat Islam di Indonesia, sehingga ia menyeru umat islam Indonesia agar bersatu untuk tetap memperjuangkan Palestina.

“Palestina adalah tanah kita, Palestina adalah aqidah kita, dan Palestina adalah kebersamaan kita. Maka memperjuangkannya adalah bagian dari jihad fii sabilillah,” ucap Asrullah.

Menurut Asrullah, kehadiran dan berkumpulnya kaum muslimin hari ini adalah bentuk memenuhi panggilan moral, panggilan keagamaan dan panggilan dunia dan menegaskan kecaman kaum muslimin atas kejahatan kemanusian yang dilakukan Zionis Israel.