Anggap Sering Pelintir Berita,Wartawan Metro TV Diusir Massa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemandangan berbeda terjadi di tengah-tengah aksi damai bela Islam III di depan patung kuda Jl. Merdeka Barat.

Diawali dengan salah seorang reporter Metro TV menyampaikan berita melalui stasiun TVnya dengan menyebutkan bahwa peserta aksi damai bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang.

Pernyataan reporter tersebut menimbulkan kemarahan aksi massa.

“Pergi, pergi, metro tipu, penipuuu,”teriak salah seorang aksi massa disaksikan Islamic News Agency (INA).

Salah seorang, peserta aksi massa, Asep menyuarakan kemarahannya atas kebohongan yang dilakukan oleh salah seorang reporter Metro TV.

“Saya tidak terima mas, mereka banyak melakukan kebohongan. Ini bahaya, makanya kami usir,”terang Asep dengan nada tegas.

Asep juga mengingatkan kepada Metro TV untuk tidak main-main dalam pemberitaan mengenai aksi ini.

“Kami ingatkan kepada mereka agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan yang tidak baik. Kalian catat itu ya,” tehas Asep kepada jaringan berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

Pantauan JITU, salah seorang reporter dilarikan oleh pihak aparat kepolisian. Sempat diwawancarai namun tidak memberikan jawaban atas tindakan tersebut.[]

Reporter: Haikal/INA

Bachtiar Nasir: Aksi Bela Islam III Tidak Hendak Jatuhkan Kekuasaan Siapa pun

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan, Aksi Bela Islam III sepenuhnya dalam rangka munajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Karena aksi ini di bawah kepemimpinan ulama, maka yang disampaikan adalah kesan-kesan keagungan Allah,” ujarnya di depan ratusan ribu massa yang memenuhi lapangan Monas, Jakarta, Jumat (02/12/2016).

Jumlah massa pun diperkirakan akan mencapai sejuta lebih.

Aksi tersebut, terang Bachtiar, diisi dengan rangkaian tausyiah, doa, shalawat, dan shalat Jumat berjamaah, lansir Islamic News Agency (INA).

Ia berharap, dengan berkumpulnya jutaan kaum Muslimin untuk bermunajat, hal itu akan menggoncangkan ‘arsy dan menghancurkan kekuatan dzalim.

“Kami akan meminta kepada Allah, kami tidak mengetuk pintu Istana atau mengemis kepada penegak hukum,” tandasnya.

Bachtiar menegaskan, Aksi Bela Islam III tidak hendak menjatuhkan kekuasaan siapapun. Tapi, ia berkeyakinan, yang tidak menegakan hukum pasti akan jatuh.*

Reporter: Yahya G Nasrullah/INA

Media Center GNPF MUI Luncurkan Aplikasi, Channel Youtube Hingga Situs Belaquran.com

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Media Center Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI meluncurkan situs resmi belaquran.com , channel Youtube hingga Aplikasi ‘Bela Quran 3’. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Koordinator Media Broadcast Media Center GNPF MUI Erick Yusuf.

“Karena banyak sekali informasi yang tidak akurat pada aksi 411 kemarin,” kata Erick Yusuf di Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Menurut Erick, media center akan meliput kegiatan Aksi Bela Islam dan akan disiarkan langsung melalui beberapa situs ataupun media Youtube. “Semua akan diliput dari berbagai sisi, kita akan mendapatkan titik-titik central ketika acara besok,” katanya.

Pembaca bisa langsun mengetik “212 live stream bela islam 3” di Youtube. “Ada juga aplikasi aksi bela islam 3 di android. Belaquran.com semua berita benar ada disana,” tambahnya.

Situs belaquran.com akan melaporkan laporan pandangan mata hingga wawancara para tokoh GNPF. “Kita ingin menyampaikan kebenaran dan semangat ukhuwah Islamiyah bangkit dalam Aksi super damai Islam,” pungkasnya.

Reporter: Fajar/Islamic News Agency

Rombongan Peserta Aksi Bela Islam III dari Tasikmalaya Dikawal Hingga Jakarta

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 Bus dan puluhan kendaraan pribadi yang mengangkut peserta aksi Bela Islam jilid 3 dilepas Wakapolresta Tasikmalaya, Kompol Syarif Zaenal Abidin dari halaman Pondok Pesantren Salalatul Huda Kota Tasikmalaya, Kamis (1/12).
Pelepasan juga dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren KH. Aminudin Bustomi dan Walikota Tasikmalaya non-aktif, Budi Budiman.

Rencananya, rombongan 20 bus akan dikawal secara melekat oleh Kepolisian Polresta Tasikmalaya hingga tiba di Jakarta. Pengawalan juga akan dilakukan saat rombongam kembali ke Kota Tasikmalaya.

“Pelayanan terhadap aksi super damai ini kami dari Polresta Tasikmalaya melakukan pengawalan melekat dari titik keberangkatan hingga tiba di Jakarta. Pengawalan juga akan dilakukan saat pulang ke Kota Tasikmalaya,” papar Wakapolresta Tasikmalaya, Kompol Syarif Zaenal Abidin, Kamis (1/12/2016).

Setiap rangkaian akan dikawal 10 personil kepolisian. Dari hasil pantauan, di Kota Tasikmalaya sendiri ada 6 titik pemberangkatan. Semuanya dikawal secara melekat.

“Nantinya setiap rangkaian akan dikawal 10 personil polisi. Sementara ini info ada 6 titik yang akan memberangkatkan peserta aksi,” tambah Syarif.

Sementara Sekretaris MUI Kota Tasikmalaya, KH. Aminudin Bustomi, M.Ag, mengatakan, antusiasme warga Tasikmalaya terhadap Aksi Bela Islam jilid III sangat luar biasa.

“Ini warga Tasik sangat antusias menyambut Aksi Bela Islam, tidak hanya hari ini, malam nanti akan disusul 11 bis berangkat ke jakarta” katanya.

Reporter: Lutfi Habibulhaq

Ikut Aksi Super Damai 212, Persis akan Kerahkan Puluhan Ribu Massa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ormas Persatuan Islam (Persis), akan mengerahkan puluhan ribu massa pada Aksi Bela Islam III yang akan digelar di Monas, Jumat (2/12/2016) besok.

Massa tersebut terdiri dari sejumlah anak organisasi Persis sendiri. Seperti Pemuda Persis, Himpunan Mahasiswa-Mahasiswi Persis, dan Ikatan Pelajar Persis.

“Seluruhnya akan kami kerahkan tanpa ada embel-embel apapun. Selain kita untuk membela agama dan penegakan hukum,” ujar Ketua Hima Persis, Nizar Ahmad Saputra, saat konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016) sore.

Ketua Pemuda Persis Eka Permana Habibillah mengaku, pihaknya akan mengerahkan massa langsung ke Monas sesuai dengan yang diagendakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

“Ratusan bus sudah siap dikerahkan, alurnya Insya Allah langsung kita ajak ke Monas. Sebagai titik kumpul yang sudah ditetapkan oleh GNPF MUI,” kata Eka, lansir Islamic News Agency (INA).

Persis termasuk organisasi Islam tertua di indonesia. Didirikan di Bandung, Jawa Barat, pada 23 September 1923 oleh dua orang tokoh bernama Haji Muhammad Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.

Mantan Perdana Menteri RI, Mohammad Natsir, ulama tersohor A. Hasan, dan pejuang bangsa Muhammad Isa Anshary, adalah termasuk tokoh yang lahir dari organisasi ini.*

Reporter: Nizar Malisy/INA

2.000 Santri Persis Siap Jadi Relawan Kebersihan pada Aksi Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Gerakan Kader Muda Persatuan Islam (FGKM-PI) menyatakan akan menyiapkan 2.000 santrinya untuk bertugas sebagai petugas kebersihan pada Aksi Bela Islam III, Jumat (02/12/2016) besok.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Persis, Nizar Ahmad Saputra saat Konferensi pers di Hotel Blue Sky, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016) sore.

“2.000 santri Bambu Apus diturunkan untuk relawan kebersihan menjaga aksi nanti,” ungkapnya, lansir Islamic News Agency (INA).

Ribuan santri tersebut dijadwalkan akan melakukan long march dari pesantren mereka yang berada di Cipayung, Jakarta Timur menuju Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

“Santri yang dari Bambu Apus tadi Insya Allah akan long march dari Bambu Apus, Cipayung, dari pesantren lalu menyiapkan segala sesuatu untuk membersihkan, fokusnya kebersihan,” paparnya.

Selain sebagai relawan kebersihan, ribuan santri tersebut juga akan diturunkan sebagai penjaga taman kota, ungkap Nizar.

“Dan menjaga tanaman agar aksi kita betul-betul damai, kita juga komitmen cinta lingkungan, komitmen di dalam Al-Qur’an tidak boleh merusak,” tuturnya saat ditemui usai konferensi pers.

Nizar menyampaikan, nantinya akan dibagi lokasi-lokasi yang menjadi titik tugas para santri tersebut.

“Kita langsung ke Istiqlal terus kemudian kita long march ke Monas. Dan akan dibagi-bagi lokasinya, karena yang ini tidak untuk Persis saja,” ujarnya.

Para santri tersebut akan dibekali dengan berbagai alat perlengkapan, salah satunya kantong plastik, kata Nizar.

“Pokoknya nanti membawa perlengkapan untuk kebersihan, kresek, ” kata Nizar.

Hadir pula dalam konferensi pers, Ketua Umum Pemuda Persis, Eka Permana Habibillah; Ketua Umum Himpunan Mahasiswi Persis, Lida Maulida; Ketua Umum Ikatan Pelajar Persis, Biri Rahman.*

Reporter: Ali Muhtadin/INA

Dunia Usaha Ingin Kasus Ahok Segera Tuntas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Rosan P. Roeslani berharap, kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera tuntas.

“Kita berharap berjalan sesuai koridor hukum yang baik dan segera tuntas,” ujarnya di Menara KADIN, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurutnya, aksi demo besar-besaran menuntut keadilan hukum terhadap Ahok tidak terlalu berdampak pada iklim investasi di Indonesia.

Tetapi, menurutnya demo yang tak kunjung usai akan menyebabkan suasana tidak kondusif dan berdampak pada terhambatnya aktivitas perekonomian.

“Semoga upaya pemerintah dengan dunia usaha untuk meningkatkan daya tarik ekonomi dan bisnis di Indonesia yang sudah dirintis tidak terdistorsi akibat politisasi yang akan merugikan masyarakat luas,” tandas Rosan.

Sebagaimana diketahui, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama, sebagian besar masyarakat tetap menuntut agar kepolisian menahan Ahok, sesuai tuntutan sejak awal.

Rencananya, masyarakat khususnya umat Islam di bawah komando GNPF MUI akan kembali menggelar Aksi Bela Islam III pada Jumat (02/12/2016) besok di kawasan Monas, Jakarta Pusat.*

Reporter : Yahya G Nasrullah/INA

Anomali Tranportasi Aksi 212: Larangannya Resmi, Pencabutannya Hanya Lisan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi Bela Islam III yang akan digelar Jumat besok (02/12/2016) menyedot antusiasme kaum Muslimin di berbagai pelosok. Salah satunya, dari Lamongan.
Sejumlah aktivis Islam yang tergabung dalam GAMAN (Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar Lamongan) berencana berangkat menggunakan 10 bus.
Namun karena ada tekanan dari pihak keamanan, jumlahnya dipangkas menjadi hanya 3 bus saja.
Itu pun tidak mudah bagi mereka untuk mencari bus yang bersedia mengangkut ke Jakarta.
“Kemarin saya yang ditugaskan untuk mencari kendaraan itu sampai ke Kudus. Karena di sini itu, satu, tidak layak untuk orang-orang tua busnya. Yang kedua banyak yang tidak siap kalau kita sewa,” tutur Nanang, selaku Sekretaris GAMAN, lansir Islamic News Agency (INA).
Meski harus mencari bus hingga jauh ke luar kota, masalah belum selesai. Booking dibatalkan secara sepihak dari perusahaan operator bus. Alasannya pun beragam.
“Ada yang berdalih waktu baliknya tidak cukup, karena mau disewa pihak lain. Ada pula yang mengakut terus terang karena ditekan polisi,” ungkap Nanang.
Nanang melanjutkan, di sebuah operator bus, pihaknya bahkan sudah memberikan uang muka sebesar Rp 6 juta. Tapi setelah ia pergi, dirinya mendapatkan SMS dari pihak bus.
“Maaf kami dihubungi Kasat Intel bahwa kami dilarang menaikkan penumpang untuk acara aksi demo 212 itu,” ujar Nanang menirukan bunyi teks SMS tersebut.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya menyatakan akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, agar tidak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta aksi damai pada 2 Desember mendatang.
Kapolri mengatakan, siapa pun boleh ikut dalam aksi di Jakarta, selama tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis.
“Besok saya akan melakukan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran agar PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi dapat mengangkut saudara-saudara kita,” ujar Tito, Senin (28/11/2016).
Namun bagi Nanang, imbauan Kapolri itu tidak berpengaruh sama sekali.
“Kita sudah jelaskan bahwa larangan ini sudah tidak berlaku karena sudah dicabut oleh Kapolri. Namun mereka tidak percaya,” keluh Nanang.
Menurutnya, pihak operator bus sebelumnya menerima larangan mengangkut massa untuk aksi damai 2 Desember melalui surat resmi, tertulis.
“Kalau dicabut, kenapa kok kita tidak dikirimi surat pencabutan dari kepolisian?” ujar Nanang menirukan alasan salah satu operator bus yang ditemuinya.
“Ini skenario kepolisian. Pelarangannya resmi tapi pencabutannya tidak resmi. Itu yang jadi masalah,” pungkasnya.*
Reporter: Imam S/INA

GIN akan Bagikan Bunga Mawar pada Aksi Damai Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam Aksi Bela Islam III, Jumat (2/12/2016) pekan ini, Gerakan Ibu Negeri (GIN) akan turut memberikan dukungan kepada umat Islam demi tegaknya hukum yang berkeadilan.

“Kami akan berikan dukungan kepada seluruh umat Islam pada saat aksi damai bela Islam III, kami memohon doa kepada Allah agar aksi kita dirahmati oleh Allah,” ujar Ketua GIN Neno Warisman kepada Islamic News Agency (INA) di Cilandak, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Neno menjelaskan, GIN akan ikut serta bersama umat Islam pada Aksi Super Damai 212 itu dengan membagi-bagikan bunga mawar.

“Nanti saat aksi, kita ibu negeri akan membagikan bunga mawar merah kepada seluruh masyarakat,” ujar Neno.

Tidak hanya itu, Neno juga menyebutkan akan ikut serta berdoa demi kebaikan bangsa.

“Kita tidak hanya membagikan bunga dengan begitu saja. Akan tetapi kita meminta agar anak negeri dilindungi oleh Allah,” jelasnya.

Dengan memohon kepada Allah, ia meminta agar bangsa Indonesia selalu dirahmati dan menjadikan bangsa Indonesia berdaulat.

“Kami ingin negara ini damai, NKRI bersatu. Dengan menegakkan kalimat Allah, negara kita dapat menegakkan hukum yang berlaku secara adil,” tegas Neno.*

Reporter: Haikal/INA

Neno Warisman: GIN Lahir dari Kegundahan Para Ibu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Ibu Negeri (GIN) yang digagas oleh Neno Warisman mengadakan silaturahim bertema “Sambung Rasa dan Cinta GIN” di Rumah Makan Bebek Dower, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Kegiatan itu dalam rangka mengeratkan silaturahim dan menguatkan ikatan ukhuwah, serta melakukan konsolidasi dan koordinasi terkait Aksi Bela Islam III.

Acara yang dihadiri lebih dari 60 orang ini juga dihadiri oleh beberapa kaum Adam, yang biasa disebut sebagai Ayah Negeri, lansir Islamic News Agency (INA).

Dalam acara yang kental nuansa merah putih tersebut, Ketua GIN Neno Warisman, kembali menegaskan, gerakan yang digagasnya bukan gerakan politik.

GIN tidak memihak pada partai politik tertentu, tidak memihak pada agama, suku, dan ras tertentu.

“Gerakan ini ditekankan sebagai gerakan moral yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi asas Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Bunda Neno, sapaannya.

Bunda Neno menegaskan, ia masih setia sebagai aktivis parenting dan pegiat ketahanan keluarga sebagaimana yang diketahui selama ini.

Ia mengaku tidak tertarik untuk jabatan politik apapun meski kerap ditawarkan oleh beberapa pihak dan partai.

“Gerakan ini murni muncul dari lubuk hati seorang ibu yang gundah akan kondisi negeri yang kian memprihatinkan. Dan sang ibu berusaha untuk mengajak ibu-ibu lainnya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” terangnya.*

Reporter: Haikal/INA