Fahira Idris Kukuhkan Bang Japar Soloraya

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Bertepatan di Milad ke-1, Organisasi Kemasyarakatan (ormas) Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) mengukuhkan kepengurusannya di Soloraya (Kartasura, Solo Baru, Palur, Colomadu, Baki, Ngemplak) pada Ahad (4/3/2018). Pengukuhan dilakukan di Ruang Pertemuan Hotel Omaya Gentan Surakarta.

“Deklarasi Bang Japar Soloraya ini adalah upaya kita untuk merekatkan ukhuwah dan senantiasa taat kepada para ulama,” kata Ketua Bang Japar Solo Raya terpilih, Ustaz Khotibul Umam, S. Ag kepada wartawan.

Sementara itu, Ketua Umum Bang Japar Fahira Idris mengatakan, pengukuhan Bang Japar Soloraya merupakan langkah penting mengingat banyaknya tokoh-tokoh pejuang umat di kota ini.

“Kami bersyukur, setelah bertepatan seminggu lalu memperingati salah satu tahapan penting dari perjalanan Bang Japar yaitu Milad ke-1, pada hari ini, Bang Japar menapaki perjalanan penting selanjutnya yaitu pengukuhan Bang Japar Kota Solo Raya,” kata Fahira.

Fahira menjelaskan, selama satu tahun kiprahnya, Bang Japar memfokuskan aktivitasnya dalam berbagai kegiatan keamanan, ketertiban dan kamaslahatan masyarakat. Salah satunya programnya yaitu Jaga Kampung yang merupakan pembentukan kampung-kampung Anti Narkoba dan Anti Miras.

Selain itu, lanjutnya, Bang Japar juga intensif mengkampanyekan gerakan melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta memberikan pendampingan dan advokasi hukum kepada perempuan dan anak-anak korban kekerasan. Bantuan hukum Bang Japar, selain difokuskan kepada ulama dan aktivis, juga untuk masyarakat umum yang tersangkut kasus hukum seperti yang marak terjadi belakangan ini.

“Kami juga berkomitmen membantu aparat penegak hukum dengan melaporkan berbagai dugaan pelanggaran hukum terutama yang terkait kesusilaan, prostitusi, narkoba, dan miras, terutama di tempat hiburan-hiburan malam. Prinsip, nilai, dan program-program inilah yang ditransfer dan diterapkan oleh teman-teman Bang Japar Solo Raya,” papar Senator Jakarta ini.

Selain Deklarasi, diadakan juga Sarasehan Kebangsaan dengan tema “Kepemimpinan Islam Solusi Bagi Indonesia”.

Acara juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh peduli dakwah, amar ma’ruf nahi munkar serta kepada media-media Islam yang selama ini telah mengawal kegiatan keumatan. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Umum Bang Japar Pusat Hj. Fahira Fahmi Idris, SE, MH.

Al-Irsyad Akan Gelar Pelatihan Internal Tingkatkan Kompetensi Dai Daerah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Ustadz Fauzi Bahreisy mengatakan, agenda terdekat majelis dakwah Al-Irsyad adalah menggelar pelatihan internal bagi para dai Al-Irsyad di daerah untuk meningkatkan kompetensi SDM anggota Al-Irsyad.

“Kita akan membuat pelatihan untuk dai dan takmir masjid yang ada di bawah binaan Al-Irsyad,” katanya di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta, Ahad (4/3/2018).

Selain itu, kajian berbasis Mabadi juga akan dikuatkan kembali. Untuk menyolidkan internal dan memberikan pengetahuan yang benar tentang Al-Irsyad.

“Itu PR pertama majelis dakwah. Soal pelatihan dan kajian berbasis mabadi,” ungkapnya.

Dia menerangkan, Majelis Dakwah Al-Irsyad akan menghidupkan Forum Kajian Ilmiah. “Seperti dewan fatwa lah kalau di tempat lain. Kami menyebutnya Forum Kajian Ilmiah,” paparnya.

Kontributor : Salman

Laznas Al-Irsyad Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pusat (PP) Al-Irsyad Al-Islamiyyah akan membentuk Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) tahun ini. Di tahun pertama terbentuknya Laznas Al-Irsyad, ditargetkan dapat menghimpun dana zakat sebesar Rp 20 miliar.

Ketua Umum PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Faisol Nasar bin Madi mengatakan, sejumlah pengurus cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah ada yang sudah memiliki lembaga amil zakat. Contohnya, pengurus cabang di Kabupaten Purwokerto dapat mengelola dana zakat dengan baik.

“Apa yang sudah dilakukan di Purwokerto akan dipraktekan secara nasional,” katanya di Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Jakarta, Ahad (04/03/2018).

Ia menerangkan, pengurus cabang Al-Irsyad Al-Islamiyyah di Purwokerto dapat menghimpun dana zakat sebesar Rp 4,1 miliar dalam setahun. Pada tahun pertama dibentuknya Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyyah, targetnya akan menghimpun dana zakat sebesar Rp 20 miliar.

Rencananya, pada April 2018 akan launching Laznas Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, Laznas ditargetkan sudah bisa melaksanakan program kerja.

Ketua Majelis Dakwah Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Ustaz Fauzi Bahreisy menambahkan, di sebagian pengurus wilayah dan pengurus cabang Al-Irsyad sebenarnya sudah ada yang menjadi lembaga amil zakat. Sekarang PP Al-Irsyad Al-Islamiyyah sedang bersiap membentuk Laznas.

“Insyaallah dalam waktu dekat akan berdiri Laznas Al-Irsyad,” ujarnya.

Ia menerangkan, zakat memiliki fungsi yang sangat strategis dalam membangun ekonomi umat. Selama zakat tersebut ditunaikan dan dikelola sesuai kaidah syariah. Zakat akan mensucikan, membersihkan dan menumbuhkan cinta kasih serta persudaraan di antara umat Islam.

Al-Irsyad merupakan salah satu Ormas Islam tertua yang berdiri pada tahun 1914. Al-Irsyad berusaha untuk memberikan pencerahan kepada umat tentang bagaimana seharusnya memandang dan menyikapi zakat.

Kontributor: Salman

Sepakat Jaga Kerukunan, Tokoh Lintas Agama Ikrarkan Persatuan

BIMA (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar pertemuan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima Jalan Pendidikan, Lewirato, Mpunda, Kota Bima pada Jum’at (2/3/2018).

Pertemuan dilakukan untuk menyatukan persepsi dalam menjaga kedamaian serta kerukunan antar setiap umat beragama khususnya di Kota Bima.

“Kemudian kami juga menolak adanya informasi-informasi palsu dan berita yang tidak benar (hoax) yang akan berpotensi menciderai adanya kerukunan antar umat beragama yang sudah lama terjalin,” kata Ketua (FKUB) Kota Bima H Eka Iskandar Zulkarnain.
Pertemuan tersebut menghasilkan enam poin kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh perwakilan agama di Kota Bima.

Berikut isi kesepakatan tersebut selengkapnya
PERNYATAAN DAMAI TOKOH LINTAS AGAMA :

Bersatu untuk Bima, tanpa memandang Suku, Ras dan Agama.
Bersatu kita jaya, bersama kita ciptakan hidup rukun dan damai.
Pada hari ini, Jumat tanggal Dua Maret T ahun Dua Ribu Delapan Belas, kami yang hadir sepakat dan menanda tangani Pemyataan Damai untuk Kota dan Kabupaten Bima, yang selanjutnya di baca; BIMA, demi terbinanya kerukunanunan hidup umat beragama,menyatakan:

1. Bima adalah daerah yang sangat menjaga dan menjunjung tinggi toleransi.
2. Bersama-sama menjaga dan merawat serta memelihara kerukunan interen dan antar umat beragama yang dilandasi rasa toleransi, saling menghormati dan saling menghargai antar sesama umat beragama.
3. Bersama sama menjaga kesucian rumah ibadah sebagai tempat ibadah dan menolak HOAX yang mengatasnamakan SARA.
4. Bersama-sama ikut berpartisipasi, mengawasi, menolak, dan mengutuk tindakan radikalisme yang kebablasan, intoleran dan terorisme demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
5. Kebebasan mengeksperesikan pemahaman keagamaan sangat indah dan nyaman.
6. Setiap masalah yang terjadi dapat diselesaikan secara musyawarah dan mufakat melalui FKUB setempat.

 

Di Semarang, Aksi Solidaritas untuk Ghouta Digelar di Depan Kantor Gubernur Jateng

SEMARANG (JurnalIslam.com) – Aksi solidaritas untuk Ghouta juga dilakukan umat Islam Semarang pada Jumat (2/3/2018) di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan.

Aksi bertema “Taujih, Dzikir, Sholat Ghaib Selamatkan Ghauta Timur” ini diikuti oleh berbagai elemen umat Islam, tokoh, dan ormas Islam di Semarang.

“Ini menjadi kebiadaban kemanusiaan bersejarah yang sangat biadab, maka tentunya ini menjadi bagian kita terdepan aktif menyuarakan pembelaan mereka,” kata koordinator aksi, Ustadz Dimas.

Perwakilan Puskomda (Pusat Komunikasi Lembaga Dakwah) Semarang menyebutkan aksinya tersebut merupakan salah satu bentuk persatuan umat mengutuk kebiadaban rezim Syiah di Suriah.

“Pergerakan kita di Semarang ini akan mendukung pergerakan-pergerakan diseluruh dunia, bahwasannya kita satu umat muslim tidak boleh bercerai berai, namun kita harus bersatu padu guna menyongsong kemenangan Islam kedepan,” paparnya.

Sementara itu, perwakilan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang, Hafidz menyampaikan bahwa kedzaliman-kedzaliman yang terjadi terhadap umat Islam ini disebabkan oleh belum adanya kepemimpinan Islam.

“Umat Islam saat ini belum memiliki pemimpin yang akan menyatukan seluruh umat Islam Indonesia bahkan dunia, dan salah satu caranya adalah bagaimana kita bisa menyingkirkan perbedaan -perbedaan yang ada, antar harokah antar ormas bisa besatu,” jelasnya.

Kurang dari dua pekan, serangan udara yang dilancarkan rezim Syiah Bashar Assad dan Rusia telah menewaskan lebih dari 400 jiwa. Muslim di Ghouta Timur juga masih terkepung blokade pasukan Syiah dan sekutunya.

“403 meninggal dalam serangan udara yang diluncurkan rezim suriah di ghouta timur sejak tanggal 23 febuari, kurang lebih 2 minggu, 94% kondisi saudarakita di ghouta terkepung tidak ada bantuan makanan dan obat-obatan, bahkan mereka nunggu dalam kelaparan dan mati secara pelan -pelan,” papar Sri Suroto dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jateng.

Selain orasi dan doa bersama, penggalangan dana untuk Muslim Ghouta juga dilakukan dalam aksi tersebut.

Sebelumnya, pada hari yang sama, aksi serupa juga dilakukan Forum Umat Islam Semarang (FUIS) di depan Masjid Baiturrahman Simpang Lima.

 

Pendidikan Gratis Berbasis Wakaf, Kuttab Al Fatih Sinergi Foundation Siap Di-launching

BANDUNG (Jurnalislam.com)– Sinergi Foundation berkolaborasi dengan Al Fatih Pilar Peradaban akan menyelenggarakan launching “Kuttab Al Fatih Sinergi Foundation” di area Cileunyi Bandung, Sabtu (3/3/2018). Ini merupakan lembaga pendidikan gratis pertama untuk semua kalangan, berbasis wakaf dan dana kebaikan lainnya, yang halal dan tak mengikat.

“Melalui Kuttab Al Fatih – Sinergi Foundation, yang dibangun melalui dana wakaf, SF bercita-cita membangun pendidikan yang tak dibatasi strata sosial. Poin pentingnya, pendidikan ini dilandasi pula oleh landasan utama ajaran Islam, yakni Al Quran dan Sunnah,” tutur CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia.

Ia mengingatkan, sejarah gemilang peradaban Islam selalu berakar dari keadilan dan kesetaraan di ranah pendidikan. Tak peduli kasta, rupa, warna, ataupun suku bangsa, kata Ima, semua berhak mengenyam pendidikan terbaik, dan salah satunya melalui kuttab. Ini terbukti berhasil di masa salafus salih.

Kuttab sendiri adalah tempat utama di dunia Islam untuk mengajari anak-anak. Ima berkisah, keberadaan Kuttab begitu agung dalam kehidupan masyarakat Islam, khususnya dikarenakan Kuttab adalah tempat anak-anak belajar Al Quran dan tempat mengajarkan betapa mulianya ilmu dalam syariat Islam.

“Dahulu kuttab mengukir lahirnya karya-karya ilmiah yang abadi sampai hari ini. Dahulu kuttab disebutkan dengan detail di tanah Haramain (Mekkah dan Madinah). Dahulu kuttab melahirkan ulama-ulama yang menjadi rujukan lembaga-lembaga Islam zaman ini,” kata Ima.

Dalam sejarah, lanjutnya, catatan tentang kuttab masih tersimpan dengan rapi, rujukan dan aplikasi lapangan tersusun dengan sempurna. Kriteria Pengelola dan Pengembangan lembaga terkonsep dengan baik. Bahkan kurikulumnya pun disebutkan tanpa ada yang tertutupi. Sebab itu, Ima yakin, jika konsep ini kembali diterapkan, kejayaan Islam adalah keniscayaan.

Kegiatan digelar di Kawasan Wakaf Pendidikan Sinergi Foundation, Masjid Ansharullah, Jl. Cibiru Beet, Rt 003 Rw 015, Desa Cileunyi Wetan Kec Cileunyi, Bandung 40622. Acara ini sekaligus pula menghadirkan pakar sejarah Islam sekaligus inisiator Kuttab Al Fatih di Indonesia, Ustadz Budi Ashari, Lc. dan ketua dewan pembina Sinergi Foundation dan Ketua MUI Bandung, Prof. Dr. KH Miftah Faridl.

 

Sumber : Siaran pers

KNRP Gelar Konser Amal Peduli Palestina di Asahan

ASAHAN (Jurnalislam.com)– Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Wilayah Sumatera Utara menggelar konser kemanusiaan bertema Konser Amal Kemanusiaan Peduli Palestina di GOR Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Sabtu, 3 Maret 2018 pukul 13.00-17.00.

Ketua Umum KNRP Suripto mengatakan konser ini ditujukan menyampaikan pesan kepada ummat Islam yang ada di wilayah Kabupaten Asahan tentang kondisi terkini Palestina. Pesan ini hendaknya disadari dan agar ummat Islam peduli kepada kondisi Palestina.

“Konser diharapkan menjadi bagian dari gerakan moral force dalam rangka membangkitkan kepedulian, perhatian masyarakat Sumut terhadap permasalahan yang dihadapi bangsa Palestina,” katanya melalui siaran pers yang diterima redaksi Sabtu (03/03/2018).

Konser Amal Peduli Palestina di Kabupaten Asahan merupakan bagian dari mengokohkan eksistensi KNRP Sumatera Utara. Ketua KNRP Sumatera Utara Sarwedi, menegaskan ini dalam rangka menunjukkan komitmen dan kecintaan serta kepedulian masyarakat Kabupaten Asahan terhadap rakyat Palestina.

“Dengan konser ini harapannya menjadi bagian dari agenda yang tidak pernah terputus hingga terbebaskanya Masjid Al Aqsha dan kemerdekaan bangsa Palestina melalui gerakan sosialisasi dan edukasi tentang permasalahan bangsa Palestina,” ujarnya.

Konser Amal Peduli Palestina mendapat dukungan hangat dari beberapa lembaga diantaranya IKADI, Genpro, FSLDK, KAMMI, Yakesma, One Day One Juz (ODOJ), Amanah.id, PKPU, Rumah Zakat, BSMI, Salima dan lembaga lainnya. Acara konser juga akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi dan seniman diantaranya tanah air seperti Shoutul Harokah dan Madany.

Hadir juga dalam konser kemanusiaan Ulama Palestina Syeikh Nashif Nashir untuk menyampaikan keberkahan dan keutamaan Masjid Al-Aqsha serta kondisi terkini Palestina. Diakhir acara KNRP akan menggelar aksi penghimpunan dana kemanusiaan untuk membantu saudara kita di Palestina.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sumut khususnya yang telah mendukung seluruh agenda dan program Komite Nasional untuk rakyat Palestina. Semoga Allah SWT memberikan dan melipatgandakan amal kebaikan kita semua, amiin,” demikian tutup Ketua KNRP Sumut, Sarwedi.

Silaturahim Nasional Ulama dan Pejuang Baitul Maqdis Digelar di Jakarta

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ratusan peserta yang terdiri dari ulama, aktivis, lembaga kemanusiaan dan wartawan berkumpul di Jakarta untuk menghadiri Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis, Sabtu (3/3/2018).

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan kegiatan ini digelar untuk menyatukan barisan para pejuang pembebasan Palestina.

“Umumnya elemen pejuang Baitul Maqdis masih berjalan sendiri-sendiri. Masih terjadi kurangnya komunikasi di antara kita,” jelas Ustadz yang akrab disapa UBN ini dalam pidato pembukaannya.

Ketua Spirit of Aqsa ini juga menilai masih sedikit ulama yang serius dalam memperjuangkan pembebasan Al Quds. Kalaupun ada, masih berjalan sendiri-sendiri dan bersifat sporadis.

“Jadi acara ini untuk menyemangati kembali para ulama dan dai,” terang UBN seperti dilansir Islam News Agency (INA), kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU).

Untuk membebaskan Al Quds, UBN mendorong penuh sinergitas antara lembaga kemanusiaan dengan para ulama.

“Jangan membiarkan para ulama sendiri,” pinta UBN. “Bicara soal Palestina tidak lagi hanya sektoral, tapi butuh kerja sama dan kerja-kerja besar,” sambung UBN.

Silaturahim Nasional Ulama dan Aktivis Pejuang Baitul Maqdis ini diisi oleh pemaparan kondisi Al Quds oleh Wakil Ketua Komite Al Quds Syekh Samir Said yang berada di bawah al-Ittihad al-Alami lil Ulama al-Muslimin atau Persatuan Ulama Muslim Dunia.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid, MA

Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang terdiri dari para ulama, ormas Islam dan lembaga kemanusiaan.

Reporter : (Syah/INA)

Dr. Syafi’i Antonio : Indonesia Memiliki Potensi Bagus Dalam Keuangan Syariah

ISLAMABAD (Jurnalislam.com)- Pakar Ekonomi Islam di Indoesia, Dr. Muhammad Syafi’I Antonio menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi bagus dalam keuangan Syari’ah.

Hal itu disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker dalam Simposium Internasional Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur-Tengah dan Afrika di Auditorium Allama Iqbal, Islamabad, Pakistan, Jum’at (02/02/18).

“Dengan adanya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Lebih dari itu, karena Presiden juga menjadi Chairman KNKS,” ungkapnya dalam bahasa Inggris.

Meski negara dengan populasi muslim terbesar, kata Antonio, namun Ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya dikuasai oleh Muslim.

Inilah yang Menghambat Perekonomian Islam di Indonesia Menurut Pakar Ekonomi

Namun, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tazkia ini mengungkapkan bahwa masih banyak potensi untuk mewujudkan hal tersebut.

Salah satunya, sebutnya, banyaknya jumlah usia produktif yang hidup di Indonesia.

“Demographic Bonus, kita senang hidup di zaman ini karena banyak muslim dengan usia produktif,” lanjut Antonio.

Kedua, sambungnya, banyaknya muslim di Indonesia menjadi banyak pula potensi pasar untuk Muslim.

“Kita ingin membawa spirit dan nilai madrasah, pondok pesantren, dan masjid ke pasar,” terang Lulusan Melbourne University.

Untuk diketahui, turut hadir pula Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri, Assisitant International Institute of Islamic Economic (IIIE), Dr. Atiq-uz Zafar, Vice President International Islamic University of Islamabad (IIUI), Prof. Dr. Muhammad Munir, dan beberapa delegasi dari PPI Tim-Teng Ka.

Kontributor: Salman

Inilah yang Menghambat Perekonomian Islam di Indonesia Menurut Pakar Ekonomi

ISLAMABAD (Jurnalislam.com) – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STEI) Tazkia, Dr. Muhammad Syafi’I Antonio menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang menghambat berkembangnya perekonomian Syariah di Indonesia.

“Pertama, karena adanya dominasi asing dan aseng dalam berbagai sektor strategis, terutama sektor ekonomi,” ungkapnya saat Simposium Internasional Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur-Tengah dan Afrika 2018 di Auditorium Allama Iqbal, Islamabad, Jum’at (02/02/18).

Umat Islam, sebutnya, sebagai populasi terbesar di Indonesia, tapi tidak sanggup menguasai aset negara.

“Baik bank, industri, dan pasar maka kita ini kecil dan tidak memiliki peran,” tuturnya.

Faktor berikutnya, katan Antonio, aseng turut ikut campur dalam urusan politik nasional.

“Bahkan mengontrol lobi politik dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki,” sebutnya.

Menututnya, Presiden, kepala daerah, dan anggota parlemen memang dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui proses demokrasi.

Dr. Syafi’i Antonio : Indonesia Memiliki Potensi Bagus Dalam Keuangan Syariah

“Tapi kampanye yang dilakukan oleh kandidat kepala daerah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka yang menjadi pertanyaan, siapa yang mampu menanggung biaya tersebut jika bukan para pengusaha-pengusaha aseng dengan kekuatan modal yang begitu besar?,” sambungnya.

Faktor terakhir, terang Antonio, kurangnya umat Islam dalam mengusai media.

“Siapa yang mengontrol pasar, dia akan mengontrol media. Siapa yang mengontrol media, dia akan mampu menggiring opini publik. Siapa yang bisa menggiring opini publik, dia akan mengontrol politik dan proses demokrasi. Artinya, siapa yang ingin memenangi perpolitikan, maka dia harus menguasai pasar dan media,” tukasnya.

Kontributor: Salman