Ramadhan 1439 H, Sinergi Foundation Kampanyekan “Giving is Cool”

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dalam, bukunya yang bertajuk GenM #GenerationMuslim: Islam Itu Keren, peneliti Middle Class Institute Yuswohady menyebut aktivitas memberi atau giving telah menjadi gaya hidup keren di kalangan milenial muslim dewasa ini.

Ia melanjutkan, isu kemanusiaan global dan persaudaraan umat Islam (ukhuwah Islamiyah) menjadi pintu masuk bagi generasi milenial muslim untuk berbagi. Ia menjelaskan, masyarakat Indonesia sebenarnya mudah tersentuh dan bereaksi cepat dengan menggalang donasi.

Dengan modal solidaritas untuk membantu sesama dan platform berbagi, masyarakat bisa berhasil menggalang dana ratusan juta rupiah untuk satu campaign

Hal ini pula yang menjadi perhatian CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia. Di Ramadhan kali ini, Lembaga Pengelola Wakaf, Zakat, Infaq, dan Sedekah tersebut berikhtiar memunculkan rasa kepedulian dan menggerakan milenial muslim untuk melakukan aktivitas Giving.

“Salah satu yang menonjol dari aktivitas berbuat baik di dunia digital adalah semakin tingginya kegiatan giving di tengah masyarakat. Aktivitasgiving telah menjadi gaya hidup keren di kalangan milenial muslim dewasa ini,” kata Ima.

Ima pun mengutip data Yuswohady. Ia mengatakan, ungkapan ‘makin kaya, makin pintar, makin banyak memberi” dianggap pas untuk menggambarkan milenial muslim. Sebab, generasi ini sudah memiliki discretionary income yang besar.

“Pendapatan “menganggur” itu tak hanya diinvestasikan untuk menambah kekayaan, tapi juga disisihkan kepada orang lain yang membutuhkan atau kekurangan,” lanjutnya.

Maka, dengan mengampanyekan Giving is Cool, Sinergi Foundation memotivasi milenial muslim untuk semakin bersemangat berbagi. Apalagi, kini tengah menginjak Ramadhan, yang dikenal sebagai bulannya berbagi.

“Salah satu pintu yang dibuka oleh Allah untuk meraih kemuliaan di bulan Ramadhan adalah melalui zakat, infak dan sedekah,” tuturnya.

Sejumlah platform berbagi pun disiapkan untuk memudahkan berbagi. Salah satunya Zakat App, yang bisa diunduh melalui Playstore dengan sejumlah fitur antara lain: program sinergi Foundation (SF), kalkulator zakat, rekening zakat, klik donasi, dan info penyaluran donasi. Juga, donasi melalui website www.sinergifoundation.org yang diakuinya semakin mudah. []

Sambut Ramadhan, Umat Islam Bima Adakan Pawai Bela Palestina

BIMA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar pawai Ramadhan melintasi jalan-jalan utama di kota Bima, Selasa (15/5/2018).
Aksi ini juga sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina yang sedang berjuang menolak pencaplokan Baitul Maqdis oleh penjajah Israel dan Amerika.
“Umat Islam sangat menolak pemindahan itu, dan kami serukan juga kepada umat Islam untuk terus melawan agresi Amerika dan Israel, serta jangan lupa untuk selalu mendoakan bagi kemenangan umat Islam di sana, apalagi ini memasuki bulan ramadhan, Insya Allah do’a kita akan diijabah oleh Allah,” kata Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin.
Selain itu, Ustadz Asikin juga mengajak umat Islam untuk berintrospkesi diri dan membuat perbaikan dalam bulan suci ini. “Mari kita introspeksi diri menuju sebuah perbaikan,” katanya.
Pawai Ramadhan tersebut diikuti oleh ribuan umat Islam Bima dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Sambut Ramadhan, Walikota Bima Imbau Warga Makmurkan Masjid

BIMA (Jurnalislam.com) – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Walikota Bima, H Quraish H Abidin mengimbau warganya untuk melaksanakan ibadah puasa dengan damai dan tenteram. Imbauan tersebut dituangkan dalam Surat Imbauan Walikota Bima pada Selasa (15/5/2018)
H Quraish mengajak umat Islam untuk meningkatkan amalan-amalan pada bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan sosial dan memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah lima waktu.
Berdasarkan Peraturan Dact’ah Kota Bima Nomor 7 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kctertiban Urnum dan Ketenteraman Masyarakat dan hasil Rapat Komunitas Inteh’jen Dacrah (KOMINDA) Kota Bima tentang Keamanan, Kenyamanan, kckhusyuan, dan menghormati Bulan Suci Ramadhan Tahun 1439 H/ 2018 M, maka:
1. Melaksanakan Ibadah Puasa pada Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya ldul Fitri Tahun 1439 H/2018 M, dengan suasana damai dan tenteram saling menghormati antara pemeluk agama.
2. Meningkatkan amalan-amalan Bulan Suci Ramadhan serta menggalakkan kegiatan amaliah Ramadhan seperti Ibadah Sosial keagamaan sebanyak banyaknya antara lain Melaksanakan puasa Ramadhan, Shalat Tarawih, Dzikir, Tadarus Al-Qur’an, Zakat, Infaq dan Shadaqah.
3. Memakmurkan seluruh Masjid dan Mushalla dengan melaksanakan Shalat 5 (Lima) Waktu dan Shalat Sunnah Tarawih, Membaca Al-Qur’an selesai Shalat Tarawih sampai Jam 21.30 Wita serta Dzikir dan Shalawat sebelum berbuka Puasa.
4. Polres Kota Bima dan Satuan Pol. PP Kota Bima Melakukan Razia/penyitaan terhadap tempat Penjualan/Pemakai Miras, Narkoba, Petasan, Pengendara Motor yang membunyikan Knalpot Racing yang sangat mcngganggu kekhusyuan dun Kenyamanan orang yang beribadah, Kos-Kosan yang meresahkan Masyarakat dan Rumah-rumah makan yang membuka/menjual makanan pada siang hari di Bulan Suci Ramadhan.
5. Menutup sementara tempat hiburan umum (kafe, karaoke, biliar) dan sejenisnya yang dianggap sensitif, agar tidak menimbulkan keresahan masyarkat.
6. Mengantisipasi anak jalanan (anjal), Gelandangan, dan pengemis (gepeng) yang bermunculan selama Bulan Suci Ramadhan 1439 H /2018 M.
7. Melarang memproduksi, memperdagangkan, membakar, dan membunyikan mercon/petasan, dan atau hal-hal lain yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
8. Menjaga ketenangan dan ketertiban selama Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya ldul fitri 1439 11/2018 M.
9. Mengoordinasikan dengan aparat dan instansi terkait serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat dalam melakukan penertiban dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing dalam wilayah hukum Kota Bima.

Nasir Jamil: ‘Tidak Betul Terorisme Dikaitkan dengan Simbol Agama Tertentu’

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-undang Terorisme No.15 Tahun 2013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Nasir Jamil, menyayangkan tindakan persekusi kepada perempuan bercadar yang beredar baru-baru ini.

Nasir menegaskan, terorisme adalah tindakan yang tidak bisa diidentikan dengan ras atau agama tertentu.

“Terorisme itu kan perilaku, jadi tidak betul kalau kemudian itu (terorisme-red) diidentikan dengan agama dan ras tertentu, apalagi dikaitkan dengan simbol-simbol agama,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

“Presiden sendiri bilang jangan takut, terus ngapain takut dengan orang yang bercadar,” ujarnya.

Nasir juga mengimbau pejabat pemerintah dan aparat keamanan untuk menghindari mengeluarkan pernyataan kontra produktif yang hanya akan memperkeruh suasana.

“Justru pernyataan-pernyataan para pejabat di bidang keamanan itu harus lebih kondusif, bukan menghadap-hadapkan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, beredar video pendek seorang perempuan bercadar dikeluarkan dari bis dan dibawa petugas keamanan untuk diperiksa.

Video lain yang beredar juga memperlihatkan seorang santri sedang mengeluarkan isi dus bawaannya di hadapan dua orang polisi bersenjata lengkap.

Fadli Zon, Anies Hingga Cak Imin Hadiri ILF

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh nasional menghadiri acara diskusi Indonesia Leaders Forum (ILF) bertema ‘Sejarah Pergerakan Islam dan Masa Depan Bangsa’ di Hotel Bidakara ruang Birawa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Kamis (26/4/2018) malam.

Tokoh pertama yang memasuki ruang Birawa Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, diikuti mantan Presiden PKS Anis Matta.

Tak berselang lama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan disusul Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Para tokoh tersebut akan menjadi pembicara dalam diskusi yang dipandu oleh Ustaz Bachtiar Nasir. Mereka dipilih karena dianggap sebagai tokoh penggerak dunia Islam di Indonesia.

Acara diskusi ini baru pertama kali digelar. Nantinya acara ILF akan diadakan kembali pada tanggal 10 Mei 2018 dengan tema diskusi dan tokoh nasional yang berbeda.

Reporter: Gio

Cak Imin: Kriminalisasi Ulama Terjadi karena Ketidakadilan Sosial

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyoroti masalah kriminalisiasi ulama yang belakangan terjadi di Indonesia.

Menurutnya masalah kriminalisasi ulama terjadi karena ketidakadilan sosial. Padahal, keadilan sosial merupakan semangat para pendiri bangsa untuk mewujudkan kemerdekaan.

“Kalau sekarang ada yang dikriminalisasikan sebetulnya bagian dari hilangnya spirit semangat keadilan sosial. Padahal semangat sosialisme religius para pendiri bangsa selalu digunakan dalam mencapai kemerdekaan,” kata Cak Imin dalam acara Indonesia Leaders Forum (ILF) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Cak imin menganggap dialog antara pemerintah dengan masyarakat sebagai kunci untuk mengedepankan rasa keadilan.

“Sebab, akhir-akhir ini tidak ada dialog dan masing-masing merasa benar dalam satu sistem kebangsaan,” imbuhnya.

Cak Imin menjelaskan, rasa keadilan muncul jika ada nilai-nilai kebersamaan. Rasa saling percaya juga harus dipupuk antara pemerintah dengan rakyat dalam mewujudkan keadilan.

“Dalam konteks itulah rasa keadilan muncul tidak lain karena kebersamaan yang menjadi kebutuhan pokok. Untuk itu tidak ada pilihan harus ada rasa saling percaya,” terangnya.

“Hal ini agar pemerintah selaku penguasa benar-benar membuktikan rasa adil, kenyamanan dalam sebuah negara,” pungkasnya.

Reporter: Gio

Indonesia Leaders Forum, Wadah Munculnya Pemimpin Baru Indonesia

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia Leaders Forum (ILF) adalah wadah untuk memmunculkan calon pemimpin baru Indonesia di masa depan. Demikian dikatakan pemandu ILF Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) dalam mukadimahnya.

“ILF digelar dalam rangka menjawab kegelisahan umat yang sedang mencari pemimpin. Nah dari sini (ILF) bisa melahirkan pemimpin untuk umat,” kata UBN di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (26/4/2018) malam.

UBN menyebut ILF punya tujuan untuk membantu calon-calon pemimpin yang tidak punya dana, media dan kekuatan di partai. “Jangan gara-gara mereka tidak punya kekuatan di partai, enggak punya uang, enggak punya media terus dibiarkan begitu saja. Ini tugas kami memberi wadah. Jadi bisa kami bantu dalam segi isu dan popularitas,” ujarnya.

Forum yang disiarkan langsung secara streaming oleh AQL media dan channel Youtube Salingsapa TV ini mengundang empat tokoh. Yakni Mantan Presiden PKS Anis Matta, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dalam forum ini, para calon-calon pemimpin diberi waktu memaparkan ide-ide dan pandangannya tentang Ke-Indonesiaan. Forum ILF juga menghadirkan beberapa panelis dari perwakilan ulama seperti sekretaris jenderal MUI Anwar Abbas, Ustaz Zaitun Rasmin, Ustaz Jazir Ysp dan beberapa lain lagi.

Reporter: Gio

Kebakaran di Ponpes Al Fadililah Ciamis Hanguskan Puluhan Kobong

CIAMIS (Jurnalislam.com) Pondok Pesantren al Fadliliah di Dusun Cibeunying Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Jawa Barat pada Kamis (26/4/2018) siang terbakar. Sebanyak puluhan kobong (kamar santri) dengan luas bangunan 25 m x 8 m x 20 m ludes terbakar.

Salah satu pengasuh Ponpes Al Fadliliah Cibeunying Nasihin mengungkapkan, bangunan yang terbakar sudah berdiri sejak sekitar 1950. Sehingga, kondisi itu menyebabkan material kayu dari bangunan sudah lapuk dan mudah terbakar.

“Bangunan sudah berdiri sejak 50-an. Hanya ini saja yang masih terbuat dari kayu. Kalau bangunan lain sudah modern pakai beton,” katanya.

Saat api terus membesar, penghuni ponpes dan masyarakat tidak bisa berbuat banyak. Api dengan mudah melahap bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kayu, kasur dan pakaian. Walau tak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menciptakan kerugian materil hingga ratusan juta.

“Ya lihat saja semuanya habis terbakar. Mulai dari pakaian para santri, kitab-kitab, empat karung padi dan sepeda motor. Kerugian diperikirakan mencapai Rp 200 juta,” ujarnya.

Akibat kebakaran itu, sekitar 70 orang santri pria yang menempati 32 kobong (kamar) terpaksa kehilangan tempat bernaung. Mereka pun untuk sementara dipindahkan ke bangunan lain. “Santri dipindah sementara ke kobong lain yang ada,” ucapnya.

Tidak ada korban dalam insiden tersebut karena saat terbakar para santri sedang tidak berada di dalam kobong.

Fadli Zon: Fondasi Terkuat Indonesia adalah Umat Islam, Tapi Rezim Tidak Mengerti Sejarah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon mengatakan, fondasi terkuat yang dimiliki bangsa Indonesia adalah umat Islam. Sebab, kata dia, kebangkitan nasionalisme di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Islam dan umat Islam.

“Peran dari tokoh-tokoh Islam dalam mendirikan Republik ini sangat sentral. Mulai dari perjuangan merebut kemerdekaan hingga mosi integral Muhammad Natsir, dan seterusnya,” kata Fadli Zon dalam edisi perdana acara Indonesia Leader Forum (ILF) bertema ‘Sejarah Pergerakan Islam dan Masa Depan Bangsa’ pada Kamis (27/4/2018) malam.

Oleh sebab itu, lanjutnya, jika saat ini ada penguasa yang melihat Islam sebagai ancaman terhadap keutuhan NKRI maka dapat dipastikan penguasa tersebut tidak mengerti sejarah.

Fadli menambahkan, ketidakpahaman rezim akan sejarah umat Islam di Indonesia juga yang membuat penguasa salah dalam memposisikan umat Islam.

“Sehingga terjadilah kriminalisasi, penistaan agama, perppu ormas, dll. Padahal fondasi terkuat dari Republik ini adalah umat Islam, tapi rezim tidak mengerti,” tegasnya.

Hal itulah yang menurut dia menyebabkan mayoritas umat Islam hari ini seolah-olah menjadi tertuduh sebagai pihak yang anti NKRI.

“Jadi orang kalau tidak mengerti masa lalu dia tidak mengerti saat ini, kalau dia tidak mengerti hari ini dia tidak akan bisa merancang masa depan,” pungkasnya.

Transit di Jeddah, Keluarga DR Fadi Disambut Dubes Palestina

KUALA LUMPUR (Jurnalislam.com) – Jenazah ilmuwan Palestina As-Syahid -kama nahsabuhu wa laa nuzakki ahadan- Imam Dr Fadi Al Batsh dan keluarganya dilaporkan telah selamat tiba di Bandara Jeddah pada pukul 04.41 pagi hari waktu Malaysia, Kamis (26/4/2018).

Mereka tengah transit selama 3 jam di Jeddah sebelum bertolak kembali ke Kairo, Mesir.

Menurut informasi yang dihimpun wartawan Jurnalis Islam Bersatu (JITU), relawan MyCARE Farisul Islam yang turut dalam perjalanan mengatakan sepanjang perjalanan pihak keluarga dilayani dengan baik sepanjang penerbangan.

Cabbin crew layan kami sangat-sangat baik. Rasa nak menangis tengok kapten semua sambut siap cium kepala. Kapten sendiri yang bukakan cerita untuk hiburkan anak-anak,” ujar dia.

“Semoga mengubat kesedihan mereka,” harap Farisul Islam.

Setiba di Jeddah pihak kedutaan Palestina di Saudi menyambut kedatangan mereka. Duta Besar Palestina untuk Saudi Bassam Al Agha turun langsung menemui pihak keluarga.

Reporter: Fajar Shadiq | Jurnalis Islam Bersatu (JITU)