YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 80 pasukan pro-pemerintah dan milisi Syiah Houthi telah tewas dalam pertempuran sejak pekan lalu di barat laut Yaman dekat perbatasan dengan Arab Saudi, sumber militer mengatakan pada Al Arabiya News Channel, Senin (25/07/2016).
Pertempuran dimulai pada Kamis ketika pasukan pemerintah melancarkan serangan untuk merebut kembali kota Haradh dan Midi di provinsi Hajja di perbatasan.
” Sedikitnya 48 pemberontak (Syiah Houthi) dan pasukan yang setia kepada (mantan presiden) Ali Abdullah Saleh tewas dalam pertempuran,” kata salah satu sumber.
Tiga puluh empat tentara loyalis juga tewas, kata sumber pro-pemerintah.
Sebagian besar tentara tewas dalam ledakan ranjau darat yang ditanam oleh milisi Syiah, kata dia, menambahkan bahwa puluhan luka-luka di kedua sisi.
Pasukan loyalis telah berhasil merebut kembali pos perbatasan di pintu masuk Haradh dan bergerak menuju pusat kota, kata sumber militer lain.
Serangan itu bertujuan untuk maju ke Sana’a yang dikuasai milisi Syiah dari barat setelah pasukan loyalis sejauh ini gagal memasuki ibukota dari timur.
Serangan terjadi saat pihak Yaman yang berperang mengadakan pembicaraan damai yang ditengahi PBB di Kuwait yang sejauh ini gagal mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 6.400 orang sejak Maret tahun lalu.
Loyalis Yaman yang didukung oleh koalisi pimpinan Saudi telah memerangi pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran sejak Maret 2015.
Deddy | Alarabiya | Jurnalislam