SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi Suriah yang didukung AS memberikan waktu 48 jam bagi kelompok Islamic State (IS) untuk meninggalkan kubu mereka di Manbij Suriah, setelah aggressor AS memimpin serangan udara di wilayah terdekat yang dilaporkan menewaskan puluhan warga sipil termasuk wanita dan anak-anak, lansir Aljazeera, Kamis (21/07/016).
Di tempat lain di Suriah, lembaga monitor mengatakan sedikitnya 51 warga sipil tewas dalam serangan bom di wilayah yang dikuasai oposisi.
Pengumuman hari Kamis tersebut muncul dua hari setelah serangan yang diluncurkan oleh koalisi pimpinan AS melawan IS dilaporkan membunuh sedikitnya 85 warga sipil di daerah Tokhar di utara kota Manbij di propinsi Aleppo.
“Inisiatif ini adalah kesempatan terakhir yang tersisa bagi anggota IS yang terkepung untuk meninggalkan kota,” Dewan Militer Manbij, bagian dari aliansi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mengatakan, menurut agen berita AFP.
SDF, aliansi Arab dan Kurdi yang didukung oleh AS, melancarkan serangan terhadap IS untuk merebut Manbij akhir bulan lalu.
Mereka telah mengepung kota dan maju ke pusat kota di bawah dukungan serangan udara oleh koalisi internasional yang dipimpin AS.
Dewan mengatakan bahwa para pejuang IS akan diizinkan untuk membawa senjata individu ringan.
Pernyataan tersebut juga menyerukan warga sipil untuk meninggalkan kota atau menjauhkan diri dari daerah tempat pertempuran berlangsung.
“Kami mengambil keputusan ini sekarang setelah IS menggunakan warga sebagai perisai manusia, setelah tekanan media pada kami, dan untuk melindungi warga sipil yang tertinggal di kota,” kata seorang komandan SDF kepada AFP pada kondisi anonimitas.
Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa warga sipil yang tewas pada hari Selasa adalah penduduk desa yang mengungsi dari pertempuran di desa al-Tukhar, 14 kilometer dari Manbij.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam