SOLO (Jurnalislam.com) – Emergency And Crisis Response (ECR) bekerja sama dengan METALA (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam) UMS mengadakan Aksi Peduli Banjir di Kampung Joyontakan Solo, Ahad (19/06/2016).
Curah hujan yang cukup tinggi di Karanganyar, Sukoharjo dan Wonogiri sejak kemarin mengakibatkan aliran Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, kampung-kampung di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo pun terendam.
Menurut laporan relawan yang berada di lokasi kepada Jurnalislam mengatakan ketinggian air setinggi dada orang dewasa dan terus naik.
Laporan ketinggian air yang dirilis ECR pada hari ini 19 Juni 2016 hingga pukul 13.15 WIB sebagai berikut :
- Kel. Joyontakan kec. Serengan terdapat 50 kk (35 rumah) tergenang air setinggi 50 cm. Warga mengungsi ke Masjid An Nikmah Joyontakan.
- Gandekan kec. Jebres terdapat 80 kk ( 60 rumah) tergenang air setinggi 20 -30 cm. Warga yang rumahnya terendam mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.
- Kel. Kp sewu kec Jebres terdapat 10 kk (6 rumah) terandam air metinggian 15-20 cm. Warga yang rumahnya terendam air mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.
- Kel Sangkrah kec Pasar Kliwon terdapat 70 kk (70 rumah) terendam air setinggi 50 cm. Warga yang rumahnya terendam air mengungsi ke tanggul Bengawan Solo.
Relawan ECR dan METALA UMS Solo menerjunkan satu buah perahu karet untuk mengevakuasi warga.
“Kami berkonsentrasi dulu untuk memindahkan korban ke tempat yang lebih aman. Adapun mengenai kesehatan korban dan penyakit yang di sebabkan pasca banjir kami akan tindak lanjuti nanti,” kata Ketua ECR M. Ridwan kepada Jurnalislam di sela evakuasi.


Reporter: Riyanto | Editor: Deddy