Aksi Perlawanan Rakyat Palestina Hancurkan Popularitas PM Zionis, Benjamin Netanyahu

ISRAEL (Jurnalislam.com)Infopalestina melaporkan, Ahad (18/10/2015) , jajak pendapat di entitas Zionis menunjukan penurunan dratis dalam popularitas PM Zionis Benjamin Netanyahu, di tengah-tengah meletusnya intifadhah al Quds dan gelombang aksi penikaman dengan pisau yang dilakukan secara individu oleh warga Palestina di Tepi Barat dan al Quds sejak awal Oktober 2015.

Sebuah jajak pendapat yang diadakan oleh saluran TV2 Zionis menjelaskan bahwa Netanyahu hanya mendapatkan dukungan 15%. Sementara itu terjadi peningkatan dukungan kepada tokoh radikal ekstrim Zionis Avigdor Lieberman, ketua partai Israel Betna, dari 22% menjadi 29%. Ini mengindikasikan berkembangkan kalangan radikal ekstrim di dalam entitas Zionis.

Sebanyak 72% koresponden jajak pendapat menyatakan ketidak puasan mereka pada kinerja Netanyahu dalam menghadapi intifadhah al Quds. Mereka menilai bahwa Lieberman adalah orang yang pas untuk memimpin era sekarang ini dan mengakhiri intifadhah.

Sejak 31 Maret 2009, Liebrman, pemimpin Zionis berhaluan radikal ekstrim ini menduduki jabatan sebagai menteri luar negari Israel di pemerintahan Netanyahu dan mengajukan pengunduran diri pada 3 mei 2015 lalu. Kemudian dia mengumumkan tidak berpartisipasi dalam pemerintahan yang dibentuk kala itu, yang dia minta agar menunjukkan sikap yang lebih radikal dan ekstrim.

Sejak awal Oktober, di wilayah Palestina meletus berbagai konfrontasi dengan pasukan penjajah Zionis, pasca aksi-aksi penyerbuan yang berulang-ulang dilakukan Zionis ke masjid al Aqsha. Puluhan aksi penikaman dan aksi penembakan dilakukan warga Palestina secara individu, akibatnya 7 orang Zionis tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka, sementara itu mayoritas orang Zionis merasa telah kehilangan rasa aman mereka.

Sementara itu sudah 44 warga Palestina gugur dan lebih dari 1500 lainnya terluka sejak intifadhah al Quds meletus dari awal Oktober 2015.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses