ROMA (Jurnalislam.com) – Seorang pria Muslim tunawisma banyak dipuji sebagai pahlawan setelah ia dengan berani terjun ke dalam Sungai Tiber yang sangat tercemar untuk menyelamatkan seorang wanita yang melompat dari jembatan di pusat kota Roma, Haaretz melaporkan pada Sabtu (16/05/2015).
"Saya bukan pahlawan," kata Sobuj Khalifa, pria Bangladesh berusia 32 tahun itu, kepada televisi Italia TV2000.
"Allah menginginkan kita untuk membantu semua orang."
Cerita dibuka Selasa lalu ketika Khalifa melihat seorang wanita melompat dari jembatan Sungai Tiber tempat ia berteduh.
Mengambil keputusan dalam hitungan detik, ia melompat dengan cepat mengejar wanita yang telah lebih dulu menyelam ke dalam sungai, yang terbentang memotong pusat kota bersejarah dan terkenal sangat tercemar itu.
Video penyelamatan menunjukkan Khalifa memegang wanita tersebut dengan satu tangan dan berenang ke tepi sungai dengan tangan lainnya, saat tim penyelamat tiba di tempat kejadian. Kerumunan orang di atas jembatan bertepuk dan berteriak "bravo!"
"Saya melihat dia jatuh dari jembatan, aku pikir dia sudah mati," Khalifa mengatakan dalam satu video yang direkam oleh seorang pejalan kaki yang menunjukkan usaha penyelamatan itu.
"Tapi ketika aku tiba di dekatnya aku melihat matanya bergerak, saya pikir dia masih bisa hidup."
Pihak berwenang Italia mengatakan wanita Israel berusia 55 itu, melompat dari jembatan dalam upaya bunuh diri yang mungkin dipicu oleh kisah cintanya yang berakhir.
Wanita yang tidak disebutkan namanya itu dibawa ke rumah sakit dan dalam kondisi baik, juru bicara polisi Italia di Roma mengatakan kepada Haaretz.
Dilaporkan secara luas di Italia, aksi penyelamatan itu terjadi di tengah-tengah perdebatan mengenai badai imigrasi, saat ribuan orang berusaha melarikan diri dari daerah yang dilanda perang di Afrika Utara dan Timur Tengah dengan menyeberangi Laut Mediterania dengan menggunakan kapal reyot.
Pihak berwenang menghargai Khalifa dengan memberikan dia izin untuk tinggal dan bekerja di Italia. Dia selama ini tinggal secara ilegal di Italia selama delapan tahun dan telah kehilangan tempat tinggal selama empat tahun terakhir.
Walikota Roma Ignazio Marino menulis di halaman Facebook-nya bahwa ia telah berbicara dengan Khalifa untuk berterima kasih padanya atas tindakan "heroik dan manusiawi" yang ia lakukan.
Riccardo Pacifici, kepala Komunitas Yahudi Roma, mengatakan kepada Haaretz bahwa orang-orang Yahudi di kota ingin berterima kasih kepada Khalifa karena keberaniannya.
Italia memiliki populasi Muslim sekitar 1,7 juta, termasuk 20.000 mualaf, menurut angka yang dikeluarkan oleh Istat, lembaga statistik nasional.
Deddy | on Islam | Jurniscom