JAKARTA (Jurnalislam.com)– Infrastruktur listrik, telekomunikasi, jalan, bandara dan suplai BBM sudah mulai pulih di daerah terdampak gempa Sulawesi Tengah. Bantuan dari negara asing pun sudah mulai mengalir ke lokasi bencana.
“Saat ini 75% sistem kelistrikan di Sulteng sudah menyala karena PLTU Mpana sudah beroperasi normal. lima gardu induk dan transmisi Sulselbarteng sudah beroperasi, dan 80 genset sudah beroperasi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Update Tanggap Bencana Sulteng’ di Lobi Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (6/10/2018).
Adapun, Sutopo menambahkan, suplai BBM ke wilayah terdampak sudah mencapai 75% dari kebutuhan. Sebanyak 17 SPBU sudah beroperasi. Sedangkan, transportasi jalan sekitar Kota Palu sudah tembus 6 km dari sebelumnya yang terputus sepanjang 12 km. Bandara Mutiara Sis Aljufri sudah bisa mengoperasikan penerbangan komersial di samping penerbangan perbantuan dari militer dan bantuan asing.
Menyangkut percepatan pemulihan sistem telekomunikasi, menurut Sutopo sudah mengalami kemajuan cukup banyak. Saat ini, Base Transceiver Station (BTS) operator seluler suduah pulih sekitar 60%. “Ini disebabkan pulihnya pasokan listrik di Palu,” jelasnya.
Selain itu, dari data termutakhir BNPB pada H+8 ini, dijelaskan, sampai Jumat (05/10/2018) malam tercatat 1.649 orang korban meninggal, tersebar di Kabupaten Donggala 159 orang, 1.413 di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 16 orang dan 1 orang di Pasangkayu, Sulawesi Barat.
“Paling banyak korban memang di Palu. Kami melihat itu disebabkan terjangan tsunami, belum terevakuasi semua area tadi. Kita terus berusaha mengevakuasi dan semua jenazah yang ditemukan sudah dimakamkan semua,” pungkasnya.