Enam Hari Serangan Udara Rezim Assad dan Rusia di Aleppo, 320 Warga Tewas 1.050 Lainnya Terluka

Enam Hari Serangan Udara Rezim Assad dan Rusia di Aleppo, 320 Warga Tewas 1.050 Lainnya Terluka

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pesawat rezim Suriah dan Rusia telah menewaskan lebih dari 320 warga sipil di Aleppo timur selama enam hari terakhir, kata seorang pejabat pertahanan sipil Senin (21/11/2016), lansir Anadolu Agency.

Juru bicara Ibrahim Abu Laith mengatakan 322 orang tewas dan 1.050 terluka sejak pesawat tempur Rusia meningkatkan serangan pemboman mereka terhadap kota.

Sedikitnya 82 anak-anak dan 63 wanita telah tewas dalam serangan pesawat rezim dan Rusia yang menargetkan daerah oposisi dengan bom cluster, bom barel dan bom vakum.

Sekolah dan toko roti adalah bangunan yang ditargetkan, tambahnya. Pada hari Jumat, semua rumah sakit kota terpaksa tutup karena serangan udara tanpa henti.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pembicaraan multilateral terus berlanjut di Jenewa untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata demi menemukan solusi politik dan memberikan bantuan kemanusiaan “yang berarti” ke Suriah.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan bantuan belum dikirim ke Aleppo selama lebih dari satu bulan karena penembakan dan pengeboman di negara yang dilanda perang tersebut tampak “semakin intensif”.

Juru bicara itu mengatakan meskipun tidak memiliki “keyakinan terhadap niat baik Rusia”, AS tahu dari pengalaman sebelumnya bahwa Moskow bisa menggunakan pengaruhnya kepada rezim Suriah untuk menghentikan pemboman di Aleppo, tapi tidak dilakukan.

Kirby mengatakan Menteri Luar Negeri John Kerry akan terus fokus pada masalah ini selama dua bulan ia meninggalkan kantor dan AS akan terus mendukung upaya PBB yang sedang berlangsung untuk menyelidiki serangan di Aleppo, dan untuk menyebut nama pelaku.

Ketika ditanya apakah AS akan mendukung saran Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, bahwa wilayah timur Aleppo bisa membentuk dewan lokal sendiri yang dapat berkoordinasi dengan PBB untuk menerima bantuan kemanusiaan, Kirby mengatakan AS masih akan melalui beberapa rincian proposal.

Namun, ia menambahkan bahwa AS “pasti” akan mendukung pemerintahan yang efektif di tingkat lokal di Suriah.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Musim Semi Arab” – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Bagikan