Dua Koalisi Besar Faksi Jihad Suriah Bergabung, Luncurkan Serangan Baru di Aleppo

Dua Koalisi Besar Faksi Jihad Suriah Bergabung, Luncurkan Serangan Baru di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Cabang resmi Al Qaeda yang merubah namanya di Suriah dan sekutu jihad al Qaeda telah berjuang bersama faksi jihad dan oposisi lainnya dalam serangan untuk mematahkan pengepungan rezim Assad dan sekutunya di Aleppo. Operasi militer ini ditujukan bagi pasukan rezim Bashar al Assad, serta milisi syiah pendukung Assad yang didukung mitra Rusia dan Iran, The Long War Journal melaporkan, ahad (30/10/2016).

Tak lama setelah Jabhah Nusrah, cabang regional Al Qaeda, berganti nama menjadi Jabhat Fath al Syam (Pasukan Penaklukan Syam) pada akhir Juli, para pejuang oposisi melancarkan operasi besar-besaran untuk menerobos kepungan rezim Nushairiyah Assad di Aleppo.

Sebelumnya para mujahidin berhasil memperoleh beberapa kemenangan awal, namun sumbu Assad-Rusia-Iran masih memiliki beberapa wilayah yang mereka ambil kembali di kota. Kini jihadis Sunni, Islam dan pejuang oposisi lainnya mencoba untuk mendobrak sekali lagi dengan kekuatan besar.

Pertempuran ini dipimpin oleh kelompok-kelompok yang tergabung dalam dua koalisi yang sama-sama berusaha mematahkan pengepungan awal tahun ini: Jaysh al Fath (Army of Conquest) dan Fatah Halab (Aleppo Conquest). Dua lusin atau lebih faksi jihad dan oposisi dimiliki atau bersekutu erat dengan koalisi ini. Banyak organisasi konstituen di setiap aliansi telah merilis video dan foto pertempuran di halaman media sosial kelompok.

Jaysh al Fath dibentuk oleh Jabhah Nusrah, Ahrar al Syam, dan organisasi lainnya pada awal 2015. Koalisi maujahidin ini dengan cepat menyapu kota Idlib dan daerah sekitarnya dalam hitungan pekan. Jaysh al Fath telah menyebabkan beberapa pertempuran lain di seluruh Suriah, dengan Jabhah Nusrah (sekarang Jabhat Fath Al Syam, atau JFS) dan Ahrar al Syam selalu memimpin. Ahrar al Syam mengikuti gaya Taliban dan memiliki link sendiri dengan Al-Qaeda.

Pembom istisyhad yang dikirim oleh JFS dan Partai Turkistan Islamic (TIP), yang merupakan kelompok lain berafiliasi pada al Qaeda, memainkan peran kunci dalam pertempuran awal. JFS telah men-tweeted foto dan video dua dari “pejuang syahid”, salah satunya adalah warga negara Mesir dan lainnya Saudi. Keduanya mengendarai kendaraan penuh alat peledak improvisasi (VBIEDs) ke arah posisi pasukan rezim Assad dan sekutunya, JFS juga menggunakan pesawat tak berawak untuk merekam ledakan besar yang disebabkan oleh VBIED mereka.

TIP, yang didominasi jihadis Uighur, juga telah merilis foto dan video tiga pejuang syahid. Dua dari tiga pelaku bom martir tersebut adalah orang Turki, sementara yang ketiga rupanya berasal dari Cina barat. Ketiganya mengarahkan VBIEDs mereka ke dalam proyek apartemen 1070 di Aleppo. Terjadi pertempuran sengit di kompleks apartemen tersebut sejak awal bentrokan.

Ahrar al Syam dan Ajnad al Syam, keduanya milik aliansi Jaysh al Fath, telah merilis beberapa gambar dan infografis Aleppo.

Faksi jihad lain yang terkait dengan jaringan al Qaeda, seperti Ansar al Din dan Ansar al Islam, telah memberikan kontribusi pejuang dan senjata.

Gerakan Nur al Din-al-Zanki, juga berjuang di bawah bendera Fatah Halab selama pertempuran terakhir untuk Aleppo. Zanki, salah satu kelompok oposisi terkuat dalam kota, adalah anggota kunci dari Fatah Halab dan menerima dukungan internasional di masa lalu, termasuk rudal anti-tank TOW buatan Amerika. Tapi Zanki memutuskan untuk secara resmi bergabung dengan aliansi Jaysh al Fath setelah Jabhah Nusrah diluncurkan kembali sebagai JFS pada akhir Juli. Zanki memang mendukung reposisi Jabhah Nusrah ini. Hal ini tidak mengherankan karena Zanki dan Nusrah telah lama saling bekerja sama di Aleppo.

Selama serangan baru diluncurkan, Zanki menggunakan watermark Jaysh al Fath pada media resminya, sehingga menyoroti perannya dalam aliansi.

Pada bulan Agustus, Jaysh al Fath memberi nama serangan di Aleppo “Battle of Ibrahim al Youssef.” Pada tanggal 16 Juni, 1979, sebuah kisah sejarah Youssef membantai kadet Alawit di sekolah artileri kota. Pembunuhan itu oleh Ikhwanul Muslimin Suriah, atau sebuah cabang dari organisasi Islam.

Jaysh al Fath mengatakan serangan saat ini adalah “The Battle of Hero Martyr Abu Omar Saraqib.” Saraqib adalah “komandan umum” Jaysh al Fath sebelum syahidnya pada bulan September. Para jihadis melaporkan bahwa Saraqib gugur pada serangan koalisi pimpinan AS, mengatakan bahwa pesawat tempur itu menargetkan ruang operasi yang bertanggung jawab untuk membongkar pengepungan Aleppo.

Para pengusaha kaya dari seluruh wilayah telah memberikan kontribusi dana yang signifikan untuk operasi, menurut Dr. Abdullah Mohammed al Muhaysini, ulama al Qaeda yang merupakan ulama paling senior di Jaysh al Fath. Dalam video yang dirilis pada salah satu feed Twitter resminya, Syeikh Muhaysini menyebutkan pengusaha di Suriah, Qatar, Kuwait dan Arab Saudi telah menyumbang para jihadis. Di akhir video yang sama, Syeikh Muhaysini mengawasi peluncuran 100 “Elephant Rockets,” yang katanya bisa terwujud dari bantuan dermawan kaya Jaysh al Fath.

Selama jam pertama pertempuran, mujahidin JFS asal Belanda yang dikenal sebagai Abu Saeed al Halabi tweeted, “JFS dan faksi-faksi lainnya menyiapkan serangan ini dengan sangat rinci dan melakukan sinkronisasi pasukan dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Dia menambahkan, “JFS berperan dalam mempersiapkan serangan ini dan akan menyumbang sebagian besar sumber daya dan pejuang inghimasi. Pejuang Inghimasi adalah jihadis yang bersedia untuk mati dalam pertempuran. Pejuang gerilya ini terlatih menyerbu beberapa posisi selama pertempuran di Aleppo.

Pada bulan Juli, amir JFS, Syeikh Abu Muhammad al Jaulani, menunjukkan wajahnya untuk pertama kalinya saat ia mengumumkan bahwa organisasinya tidak lagi dikenal sebagai Jabhah Nusrah. Syeik Jaulani berpakaian seperti Syeikh Usamah bin Laden dan duduk di samping salah satu letnan lama Syeikh Ayman al Zawahiri saat ia membaca pengumuman. Sekarang Syeikh Jaulani telah menunjukkan wajahnya, JFS mampu mempromosikan perannya dalam perang jihadis. JFS memang merilis tiga foto yang diambil selama pertemuan Jaulani dengan komandan militer mengawasi pertempuran Aleppo.

Koalisi Fatah Halab di Aleppo dibentuk pada tahun 2015. Koalisi ini didirikan oleh lebih dari dua lusin organisasi pejuang oposisi, termasuk Gerakan Nur al Din-al-Zanki, Front Levant, kelompok-kelompok Islam lain dan kelompok oposisi moderat yang menggunakan nama Tentara Pembebasan Suriah (FSA).

Faylaq al Sham (Sham Legion), yang merupakan faksi jihad Islam, bertempur sebagai bagian dari Fatah Halab, tetapi juga telah bergabung dalam operasi Jaysh al Fath di Idlib dan Aleppo.

Pada pendiriannya, Fatah Halab secara eksplisit mengecualikan Jabhah Nusrah. Tetapi beberapa kelompok pendiri Fatah Halab, termasuk Gerakan Nur al Din al-Zanki, telah lama bekerja dengan Jabhah Nusrah.

Beberapa kelompok konstituen Fatah Halab ini telah menghasilkan berita pertempuran di Aleppo. Beberapa organisasi yang menggunakan nama FSA telah memposting video pejuang mereka menembakkan rudal anti-tank TOW buatan Amerika ke arah pasukan rezim Assad. Salah satu organisasi ini, Divisi Sultan Murad, berjuang di lingkungan Zahraa di Aleppo Barat. Situs web resmi Sultan Murad termasuk beberapa video orang-orang menembakkan rudal TOW dalam dua hari terakhir.

Kelompok lain yang menggunakan nama FSA dan menggunakan TOWS selama pertarungan adalah Fastaqem Union (FKO Union), yang menggambarkan dirinya sebagai “salah satu faksi paling efektif di Suriah,” yang bertujuan “untuk menggulingkan rezim Al-Assad dan membangun negara bebas dan demokratis untuk semua warga Suriah.” Free Idlib Army juga menggunakan TOWS.

Proyek apartemen 3000 di Aleppo adalah salah satu medan perang utama. Anggota koalisi Jaysh al Fath dan Fatah Halab berjuang berdampingan di daerah itu. Koalisi Fatah Halab seperti Front Levant, the Authenticity and Development Front, dan Uni FKO memberikan kontribusi pasukan. Sementara itu, Jaysh al Fath meluncurkan bom martir di kompleks, sambil juga menembakkan roket dan mengirimkan pejuang.

Kelompok anggota Fatah Halab lainnya di pertempuran Aleppo meliputi: 1st Regiment, the Central Division, dan Jaysh al Islam, juga kekuatan Islam yang berjuang di luar Damaskus.

Beberapa hari kedepan akan membuktikan upaya para faksi jihad dalam pertempuran besar Aleppo.

Bagikan