Warga Jarablus Berterima Kasih pada Pasukan dan Bantuan Kemanusian Turki

Warga Jarablus Berterima Kasih pada Pasukan dan Bantuan Kemanusian Turki

SURIAH (Jurnalislam.com) – Warga Suriah kembali ke kota Jarablus Hari Kamis perasaan lega terpancar dari raut wajah mereka karena akhirnya bisa pulang, lansir World Bulletin, kamis (08/09/2016).

Setelah dibersihkan dari pasukan Islamic State (IS) oleh Operasi Euphrate Shield Turki, warga dari provinsi terdekat Gaziantep telah kembali ke rumahnya di Jarablus.

Warga berterima kasih kepada pasukan Turki atas keramahannya, banyak orang Suriah berharap akan ada perdamaian permanen sesegera mungkin.

Salah satu penduduk, Turki Cemal, tiba di Gaziantep pada tahun 2013. Ia mengatakan pada hari Kamis ia memutuskan untuk kembali ke Suriah bersama ibu dan saudara-saudaranya.

Cemal, yang kehilangan ayahnya dalam perang, mengatakan keluarganya berterima kasih atas dukungan dari orang-orang Turki dan kesempatan yang tersedia saat mereka berada di Turki.

“Terima kasih karena Turki telah menjinakkan tanah air kita dan mengurangi perang disini,” kata Cemal.

“Kami berterima kasih kepada Turki untuk semuanya. Kami senang. Kita bisa kembali ke rumah kami,” tambah Cemal.

Pengungsi Suriah lain bernama Hazune Ali mengatakan bahwa dia datang ke Turki dua tahun lalu saat suaminya berkontribusi terhadap perlawanan di Suriah.

Ali mengatakan keluarganya tinggal bersama orang-orang Turki dan mendapat bantuan negara.

“Kami berterima kasih kepada Turki,” katanya.

Operasi Perisai Efrat dimulai 24 Agustus ketika Tentara Pembebasan Suriah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Turki, membebaskan Jarabulus.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Nushairiyah Bashar al-Assad menumpas pengunjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab (Arab Spring) – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjasi pengungsi di seluruh negara yang dilanda perang tersebut, menurut PBB.

Namun Pusat Penelitian Kebijakan Suriah menyebutkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000 orang.

Bagikan