HATAY (Jurnalislam.com) – Lembaga tinggi negara dan kelompok bantuan sipil telah menyelesaikan persiapan untuk mengevakuasi warga sipil dari kota Aleppo Suriah yang dilanda perang menuju ke provinsi perbatasan Turki, Hatay, pejabat Turkish Red Crescent (Bulan Sabit Merah Turki) mengatakan pada hari Kamis (15/12/2016), lansir Anadolu Agency.
Di bawah koordinasi Manajemen Bencana dan Darurat Kepresidenan (the Disaster and Emergency Management Presidency-AFAD), Bulan Sabit Merah dan Yayasan Bantuan Kemanusiaan (Humanitarian Relief Foundation-IHH) telah menyusun rencana, kepala Bulan Sabit Merah Kerem Kinik mengatakan kepada wartawan.
“Dalam rencana operasi ini, pertama-tama korban yang terluka akan ditransfer ke Turki, dan Departemen Kesehatan bekerja dalam operasi ini,” tambahnya.
Menurut kementerian, sedikitnya 90 korban yang terluka sudah menunggu, dan Turki mendesak akan mendirikan rumah sakit mobile untuk merawat mereka.
Banyak ambulans juga waspada untuk kemungkinan cedera serius di Cilvegozu Border Gate Turki yang terletak di distrik Reyhanli Hatay.
Sementara itu, 25 truk PBB membawa makanan, obat-obatan, dan pasokan bantuan lainnya telah menyeberangi Cilvegozu Border Gate ke Suriah.
Secara terpisah, Rabu, banyak orang di beberapa negara Eropa, termasuk Perancis dan Denmark, memprotes pembantaian warga sipil oleh rezim Suriah dan sekutunya di Aleppo.
Kekerasan meningkat di kota pada hari Senin ketika pasukan rezim Suriah maju ke bagian Aleppo timur yang dikuasai oposisi setelah pengepungan selama lima bulan dan pemboman udara brutal secara terus-menerus.
Rezim Syiah Nushairiyah Assad yang didukung Rusia telah berusaha merebut atas wilayah Aleppo yang empat tahun lalu dikuasai oleh faksi-faksi jihad dan oposisi bersenjata.
Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011 ketika rezim menindak protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Musim Semi Arab – dengan keganasan militer tak terduga.
Sejak itu, ratusan ribu orang diyakini telah tewas oleh konflik dan jutaan lebih lainnya mengungsi.